SMA MUHAMMADIYAH 1 PALEMBANG
HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN A Hasil Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPS SMA Muhammadiyah 1 Palembang, tahun ajaran 2012/2013 pada semester genap sekitar akhir April sebanyak 6 (enam) kali pertemuan. Sampel yang diambil sebanyak dua kelas yaitu kelas XI IPS1 sebagai kelas kontrol dengan 33 jumlah siswa dan kelas XI IPS3 sebagai kelas eksperimen dengan 38 jumlah siswa.
1. Validasi Instrumen Penelitian
Dalam penelitian ini dilakukan validasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Lembar Observasi Kegiatan Pembelajaran (LOKP), dimana keseluruhan instrumen tersebut berbasis konstruktivisme. Selain itu, dilakukan validasi pula pada Lembar Kerja Siswa (LKS) dan Soal Tes (ST) Keterampilan Metakognisi Matematika serta Soal Aplikasi (SA) Keterampilan Metakognisi Matematika. Adapun saran atau komentar dari validator instrumen penelitian RPP, LKS, LOKP dan ST serta SA terdapat dalam lampiran 26.
2. Deskripsi Kegiatan Pembelajaran Kelas Eksperimen
Pendekatan konstruktivisme dalam penelitian ini menitik beratkan pada tahapan-tahapan pelaksanaan pendekatan konstruktivisme, yang terdiri dari (1) Tahap apersepsi; (2) Tahap eksplorasi; (3) Tahap diskusi dan penjelasan konsep; (4) Tahap pengembangan dan aplikasi konsep. Sedangkan pembelajaran pada kelas eksperimen ditempuh dalam 2 kali pertemuan dan pada setiap pertemuan memuat kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.
Titin Riyanti Pengaruh Pendekatan Konstruktivisme… Pada kegiatan pendahuluan memuat tahap apersepsi. Untuk tahap ini siswa menyimak dan mencatat apersepsi dan motivasi tentang materi interval fungsi naik dan fungsi turun yang diberikan guru. Diantara apersepsi dan motivasi guru meminta siswa membuat kasus lain berdasarkan pemahaman siswa pada apersepsi yang diberikan guru.
Pada kegiatan inti, terjadi tahap eksplorasi serta tahap diskusi dan penjelasan konsep. Untuk tahap eksplorasi guru meminta siswa memberikan pendapatnya tentang pengertian fungsi naik dan fungsi turun serta membimbing siswa mengeksplorasi materi interval fungsi naik dan fungsi turun pada LKS secara berkelompok.
Untuk tahap tahap diskusi dan penjelasan konsep, hasil eksplorasi yang didapatkan siswa pada LKS lalu didiskusikan bersama kelompoknya, dan perwakilan setiap kelompok menuliskan jawaban di papan tulis serta dipersentasikan.
Pada kegiatan penutup, kegiatan pembelajaran yang terjadi adalah siswa menyusun kesimpulan dan melakukan proses refleksi tentang materi interval fungsi naik dan fungsi turun, siswa mengerjakan soal kuis dan siswa mencatat tugas yang diberikan guru.
b) Pertemuan kedua
Pada kegiatan pendahuluan, siswa secara berkelompok membahas dan mempresentasikan tugas yang diberikan guru. Tugas tersebut terdiri dari dua buah tugas perhitungan dan dua buah tugas perluasan pengetahuan. Pada tugas perhitungan, jawaban tugas tersebut dikumpulkan kepada guru terlebih dahulu, dari jawaban tersebut diketahui bahwa keseluruhan kelompok dapat menjawab tugas dengan tepat, dan rata-rata yang didapatkan adalah 100, kemudian guru meminta perwakilan kelompok untuk mengerjakan tugas di papan tulis dan mempresentasikannya di depan kelas. Pada tugas perluasan pengetahuan, tugas ini diberikan guru dengan tujuan agar siswa lebih memahami konsep materi interval fungsi naik dan fungsi turun. Pada tugas ini pula terdapat dua buah soal, yaitu soal tentang manfaat belajar interval fungsi naik dan fungsi turun dan soal aplikasi yang dibahas pada kegiatan inti tentang interval fungsi naik dan fungsi turun dalam kehidupan sehari-hari. Untuk soal tentang manfaat interval fungsi naik dan fungsi turun, guru meminta setiap kelompok mempresentasikannya, dan berdasarkan persentasi ini diketahui bahwa siswa sudah mengerti konsep interval fungsi naik dan fungsi turun.
Pada kegiatan inti berlangsung tahap diskusi dan penjelasan konsep, untuk tahap ini siswa mengerjakan dan mempresentasikan soal aplikasi dan pengembangan dari guru dan adapula beberapa soal dari siswa yang merupakan tugas kelompok. Soal dari siswa yang merupakan tugas kelompok didiskusikan dahulu secara bersama-sama, jika soal sesuai dengan materi, maka dapat dikerjakan, serta dipresentasikan dan sebaliknya. Dalam hal ini, soal aplikasi yang didapatkan siswa telah sesuai dengan materi, maka soal tersebut juga dikerjakan dan dipersentasikan dengan ketentuan soal yang bukan hasil kerja kelompoknya. Kemudian berdasarkan jawaban yang dihasilkan siswa untuk soal aplikasi dari siswa, diketahui siswa tetap dapat mengerjakannya dengan tepat, artinya siswa sudah mengerti konsep materi interval fungsi naik dan fungsi turun.
Selanjutnya, dalam soal aplikasi yang berasal dari guru terdapat 6 buah soal dan setiap kelompok mengerjakan satu buah soal aplikasi yang bukan hasil kerja kelompoknya. Adapun kelompok yang menjawab dengan tepat adalah kelompok 1, untuk kelompok 2, 5 dan 6 dapat menjawab soal pada langkah membuat garis bilangan, dan untuk kelompok 3 dan 4 dapat menjawab soal pada langkah menentukan himpunan penyelesaian. Dan rata-rata yang diperoleh keseluruhan kelompok adalah 89,7. Berikut akan ditampilkan jawaban siswa kelompok 6 pada
Pengaruh Pendekatan Konstruktivisme… Titin Riyanti soal aplikasi:
Gambar 1. Jawaban Siswa pada Soal Aplikasi di kelas
Pada kegiatan penutup, kegiatan pembelajaran yang terjadi adalah penyusunan kesimpulan oleh siswa, melakukan proses refleksi, dan siswa mengerjakan soal kuis.
3. Deskripsi Kegiatan Pembelajaran Kelas Kontrol
Pembelajaran pada kelas kontrol memuat 2 kali pertemuan, yang dijelaskan sebagai berikut:
a) Pertemuan pertama
1) Pada kegiatan pendahuluan, guru memberikan apersepsi berupa keterkaitan materi dengan kehidupan sehari-hari, yaitu dikaitkan dengan olahraga lompat jauh. Selain apersepsi, guru memberikan motivasi tentang manfaat yang diperoleh dari materi interval fungsi naik dan fungsi turun. Kegiatan siswa pada kegiatan pendahuluan adalah mendengarkan dan mencatat apersepsi dan motivasi yang diberikan guru.
2) Pada kegiatan inti, guru menjelaskan materi interval fungsi naik dan fungsi turun, guru memberikan contoh soal dan guru memberikan 5 buah latihan soal. Kegiatan siswa pada kegiatan inti adalah mencatat materi, contoh soal dan mengerjakan latihan soal. Jika latihan soal sulit diselesaikan, maka diselesaikan oleh guru. Rata-rata nilai siswa yang didapatkan pada latihan soal adalah 74,4. Pada siswa kelompok tinggi memperoleh rata-rata sebesar 80,9, terdapat 2 siswa yang dapat menjawab soal nomor 3 dan 4 pada langkah menentukan himpunan penyelesaian serta soal nomor 1, 2, dan 5 pada langkah membuat garis bilangan, dan 5 siswa dapat menjawab soal 1 sampai 5 pada langkah membuat garis bilangan. Pada siswa kelompok sedang memperoleh rata-rata sebesar 73,3, terdapat 15 siswa yang dapat menjawab soal nomor 1 sampai 4 pada langkah menentukan himpunan penyelesaian dan 6 siswa dapat menjawab soal 1 sampai 5 pada langkah membuat garis bilangan. Pada siswa kelompok rendah memperoleh rata-rata sebesar 69,9 dan keseluruhan siswa pada kelompok ini dapat menjawab soal pada langkah menentukan himpunan penyelesaian.
3) Pada kegiatan penutup, guru merangkum materi yang disampaikan dan memberikan 5 buah tugas mandiri. Kegiatan siswa berupa mencatat rangkuman dan tugas yang diberikan guru. b) Pertemuan kedua
Kegiatan pembelajaran pada pertemuan kedua, baik kegiatan pendahuluan, inti maupun penutup, membahas tugas yang diberikan guru. Jika terdapat kesulitan maka guru yang mencari pemecahannya. Rata-rata siswa yang diperoleh pada tugas adalah 75. Pada siswa kelompok tinggi memperoleh rata-rata sebesar 81,4, terdapat 2 siswa yang dapat menjawab soal nomor 4 dengan tepat serta soal nomor 1, 2, 3 dan 5 pada langkah membuat garis bilangan, dan 5 siswa dapat menjawab soal 1 sampai 5 pada langkah membuat garis bilangan.
Pada siswa kelompok sedang memperoleh rata-rata sebesar 75,4, terdapat 21 siswa pada kelompok ini dapat menjawab soal 1 sampai 5 pada langkah membuat garis bilangan atau menentukan himpunan penyelesaian. Pada siswa kelompok rendah memperoleh rata-rata
Titin Riyanti Pengaruh Pendekatan Konstruktivisme… sebesar 77,6 dan keseluruhan siswa pada kelompok ini dapat menjawab soal pada langkah menentukan himpunan penyelesaian. Berikut akan disajikan salah satu jawaban siswa pada tugas 1:
B. Analisis Data Hasil Penelitian
1. Analisis Nilai Ulangan Harian Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol a) Uji Normalitas Data Ulangan Harian
Berdasarkan perhitungan uji normalitas menggunakan rumus Chi Kuadrat yang terdapat pada lampiran 8, ditemukan Ho diterima artinya sampel berasal dari populasi yang tidak berdistribusi normal.
b) Uji Homogenitas Data Ulangan Harian
Berdasarkan perhitungan uji homogenitas pada lampiran 8, didapat Ha diterima artinya terdapat perbedaan secara signifikan varians keterampilan metakognisi matematika antara kedua kelas, berarti data tersebut homogen.
c) Uji Perbedaan Rata-rata Ulangan Harian
Nilai ulangan harian siswa masing-masing kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk kelompok siswa keseluruhan tidak berdistribusi normal tetapi variansnya homogen, maka uji hipotesis menggunakan statistik nonparametrik uji Z. Uji Z dilakukan melalui perhitungan manual dan diakuratkan dengan perhitungan melalui SPSS 16. Perhitungan manual dan SPSS 16 terdapat pada lampiran 9 dan menghasilkan Ho diterima artinya tidak terdapat perbedaan rata-rata keterampilan metakognisi matematika nilai ulangan harian siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol secara keseluruhan.
2. Analisis Lembar Observasi Kegiatan Pembelajaran (LOKP) Kelas Eksperimen
Pengukuran lembar observasi ini menggunakan rating scale dan terdapat analisanya pada tekhnik analisis data dalam Bab III, rekapitulasi lembar observasi disajikan pada lampiran 18.
Berdasarkan lampiran 18 dapat dianalisa, yaitu
a. Pada tahap persepsi jumlah skor pengumpulan data yang didapat adalah 175. Artinya pada tahap persepsi keterampilan metakognisi matematika yang muncul sangat baik.
b. Pada tahap eksplorasi jumlah skor pengumpulan data yang didapat adalah 313. Artinya pada tahap persepsi keterampilan metakognisi matematika yang muncul cukup baik.
c. Pada tahap diskusi dan penjelasan konsep jumlah skor pengumpulan data yang didapat adalah 276. Artinya pada tahap persepsi keterampilan metakognisi matematika yang muncul sangat baik.
d. Pada tahap aplikasi dan pengembangan konsep jumlah skor pengumpulan data yang didapat adalah 324. Artinya pada tahap persepsi keterampilan metakognisi matematika yang muncul cukup baik.
Dari analisa di atas, diketahui pada tahap apersepsi serta tahap diskusi dan penjelasan konsep keterampilan metakognisi matematika yang muncul kriterianya sangat baik. Kemudian pada tahap eksplorasi serta pengembangan dan aplikasi konsep keterampilan metakognisi matematika yang muncul kriterianya cukup baik. Dengan demikian keterampilan metakognisi matematika siswa pada setiap tahap pendekatan konstruktivisme kriterianya baik.
3. Analisis Data Hasil Post-test Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
a. Uji Normalitas Data Post-test Keterampilan Metakognisi Matematika
Untuk keperluan uji hipotesis data post-test antara kelas dan kelompok siswa secara keseluruhan, dilakukan uji normalitas dan didapatkan Ho diterima artinya sampel berasal dari populasi yang tidak berdistribusi normal.
b. Uji Homogenitas Data Post-test Keterampilan Metakognisi Matematika
Selanjutnya dilakukan uji homogenitas varians data post-test keterampilan metakognisi matematika dan didapatkan Ha diterima artinya terdapat perbedaan secara signifikan varians keterampilan metakognisi matematika antara kedua kelas, berarti data tersebut homogen.
c. Uji Hipotesis Post-test Keterampilan Metakognisi Matematika Siswa untuk Keseluruhan Data nilai post-test siswa masing-masing kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk kelompok siswa keseluruhan tidak berdistribusi normal tetapi variansnya homogen, maka uji
Pengaruh Pendekatan Konstruktivisme… Titin Riyanti hipotesis menggunakan statistik nonparametrik uji Z dengan perhitungan manual dan SPSS 16 didapatkan Ha diterima, artinya pendekatan konstruktivisme memberi pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan metakognisi matematikadi kelas XI IPS SMA Muhammadiyah 1 Palembang.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil perhitungan uji Z, yang dilakukan dengan manual dan diakuratkan dengan SPSS 16, menghasilkan Ha diterima artinya pendekatan konsruktivisme memberi pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan metakognisi matematika di kelas XI IPS SMA Muhammadiyah 1 Palembang.
Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa keterampilan metakognisi matematika siswa pada kelas dengan pendekatan konstruktivisme lebih baik daripada pendekatan konvensional. Selain itu, pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme dapat meningkatkan keterampilan metakognisi matematika siswa. Dengan kata lain, penerapan pendekatan konstruktivisme memberi pengaruh yang signifikan terhadap keterampilan metakognisi matematika siswa kelas XI IPS SMA Muhammadiyah 1 Palembang. Keterampilan metakognisi tersebut, terdiri dari (1) keterampilan pemecahan masalah; (2) keterampilan pengambilan keputusan; (3) keterampilan berpikir kritis; (4) keterampilan berpikir kreatif.
B. Saran
Dari hasil penelitian ini, peneliti memberikan saran sebagai berikut:
1. Pembelajaran dengan pendekatan konstruktivisme dapat dijadikan alternatif pilihan guru dalam pembelajaran matematika.
2. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan dapat memunculkan deskriptor keterampilan berpikir kreatif yaitu menghasilkan gagasan baru.
DAFTAR PUSTAKA
Andalusia, Rainy.(2011). Pengaruh Pendekatan Konstruktivisme pada Pembelajaran Matematika terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Siswa Sekolah Menengah Atas. Tidak Dipublikasikan. Tesis : Program Pasca Sarjana Universitas Sriwijaya Palembang.
Apriani, Dian.(2011). Pengembangan LKS Berbasis Konstruktivisme pada Materi Ruang Dimensi Tiga di Kelas X Sekolah Menengah Atas. Tidak Dipublikasikan. Tesis : Program Pasca Sarjana Universitas Sriwijaya Palembang.
Beetlestone, Florence.(2011). Creative Learning : Strategi Pembelajaran untuk Melesatkan Kreativitas siswa. Bandung : Nusa Media.
Dafril, Ahmad. (2011). Pengaruh Pendekatan Konstruktivisme terhadap Peningkatan (Gain) Pemahaman Konsep Matematika Siswa Pada Mata Pelajaran Matematika di Kelas X SMA Negeri 1 Kayu Agung. Tidak Dipublikasikan. Tesis. Program Pasca Sarjana Universitas Sriwijaya Palembang.
Kartini, dkk.(2005). Matematika Prgram Studi Ilmu Sosial dan Program Studi Bahasa. Klaten : Intan Pariwara. Kasful Anwar dan Hendra Harmi.(2011). Perencanaan Sistem Pembelajaan KTSP. Bandung : Alfabeta.
Nizarwati.(2009). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berorientasi Konstruktivisme untuk Mengajarkan Konsep Perbandingan Tigonmetri Siswa Kelas X Sekolah Menengah Atas. Tidak Dipublikasikan. Tesis : Program Pasca Sarjana Universitas Sriwijaya Palembang.
Sisdiknas 2003.(2009). Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (UU RI No. 20 Tahun 2003). Jakarta : Sinar Grafika.
Sudijono, Anas.(2010). Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta : Rajawali Pers. Sugiyono.(2012). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta.
Suparno, Paul.(2012). Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta : Kanisius.
Tim MKPBM Jurusan Pendidikan Matematika.(2011). Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung : JICA-Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Wena, Made.(2011). Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta : Bumi Aksara. Yamin, Martini.(2012). Desain Baru Pembelejaran Konstruktivis. Jakarta : Referensi.