• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODELOGI PENELITIAN

Dalam dokumen Gabungan Pembelajaran yang Menyenagkan (Halaman 73-78)

KELAS XI IPA SMA N 3 PRABUMULIH

METODELOGI PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan menggunakan rancangan The One-Shot Case Study yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Learning together terhadap hasil belajar siswa SMA Negeri 3 Prabumulih. Dengan subjek penelitian dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 1 SMAN 3 Prabumulih sebanyak 33 orang dan tekhnik pengumpulan dengan menggunakan tes tertulis.

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe … Ayu Lestari HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian 1. Tahap Persiapan.

Pada tahap persiapan ini ada beberapa langkah yang dilakukan oleh peneliti diantaranya menyiapkan izin penelitian, menyiapkan model pembelajaran yang digunakan, menyiapkan instrument untuk test

.

2. Tahap Pelaksanaan.

Penelitian dilaksanakan pada tanggal 20 Februari sampai 28 Februari 2015 yang dilaksanakan di SMA Negeri 3 Prabumulih di kelas XI IPA1. Adapun siswanya berjumlah 33 siswa. Untuk proses pembelajaran dengan Learning Together sebanyak 3 pertemuan.

Dalam pelaksanaan model pembelajaran Learning Together ini, setelah peneliti menyampaikan pendahuluan dan materi permutasi, siswa dibentuk 7 kelompok dengan perincian satu kelompok terdiri dari 4 sampai 5 orang. Untuk kelompok yang terdiri dari 4 orang perincian perannya adalah 1 orang sebagai ketua yang bertugas membagi peran anggotanya, satu orang sebagai sekretaris yang bertugas mencatat hasil diskusi kelompoknya, dan dua orang bertugas sebagai juru bicara kelompok yang bertugas untuk mewakili kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka dan mengajukan pertanyaan maupun sanggahan pada kelompok lain jika mereka tidak sepakat. Jika satu kelompok terdiri dari 5 orang maka perincian peran mereka, 1 orang sebagai ketua,1 orang sebagai sekretaris dan 3 orang juru bicara dengan ketentuan tugas masing-masing sama seperti kelompok yang beranggotakan 4 orang. .

Lalu peneliti membagikan LKS dan mempersilahkan siswa untuk membagi peran tiap anggotanya sesuai yang ada pada LKS yaitu Ketua, Sekretaris dan Juru bicara. Nantinya siswa bertugas sesuai dengan perannya masing-masing. Pada saat mengerjakan LKS peneliti juga membantu siswa yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan LKSnya.

Setelah itu setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil kerja kelompok mereka ke depan kelas . dan sebelum menutup pembelajaran , peneliti mengumumkan kelompok terbaik pada setiap pertemuan.

3. Tahap Tes Tertulis

Pelaksanaan tes tertulis atau post test yaitu pada pertemuan ke empat. Seluruh siswa melaksanakan post tes dengan baik dan bersungguh-sungguh. Tidak ada yang saling contek. Dan dilaksanakan secara sendiri-sendiri..

4. Tahap Analisis Data Hasil Tes i. Data Hasil Test

Untuk mengetahui hasil dari penelitian, peneliti mengadakan post test setelah kegiatan berlangsung yaitu pada pertemuan keempat. Adapun data hasil test tersebut adalah ada 5 orang dari 33 orang siswa tidak mencapai nilai KKM dan 28 orang dari 33 orang siswa sudah mencapai nilai KKM.

ii. Uji normalitas

Berikut adalah rumusan Uji Normalitas Data : Rumusan hipotesis:

H0 : Distribusi normal Ha : Distribus tidak normal

Kriteria pengujian tolak H0 jika dengan α = 5% .

Dan untuk melakukan uji normalitas data, peneliti menggunakan uji Chi kuadrat dengan mengggunakan Microsoft excel 2007. Dari uji Chi Kuadrat tersebut, didapatlah hitung = 3,272 dan

Ayu Lestari Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe … tabel = 9,487729. Lalu berdasarkan keterangan tersebut didapatlah bahwa : hitung < tabel maka H0 diterima atau dalam kata lain data penelitian ini berdistribusi normal.

iii. Uji Hipotesis

Karena data pada penelitian ini berdistribusi normal, maka peneliti melakukan uji hipotesis menggunakan uji statistik One Sample t Test satu arah. Dengan hipotesis statistik dari penelitian ini adalah:

H0 : μ ≤ 75 Ha : μ> 75

Dengan ketentuan tolak H0 dan terima Ha jika thitung > ttabel. Pada penelitian ini menggunakan taraf sifnifikan 5 %(α = 0,05)

(Sudjana, 2005: 228) Berdasarkan uji hipotesis menggunakan One Sample t Test satu arah pada Microsoft Excel 2007, didapatlah thitung = 2,574848 dan ttabel =2,036933 dengan α =0,05% .

Oleh karena t hitung > t tabel, maka dalam hal ini H0 ditolak dan Ha diterima. Artinya ada pengaruh positif penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI IPA 1 SMA Negeri 3 Prabumulih.

B. Pembahasan

Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Learning Together, dimaksudkan untuk memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa. Bahan ajar pun didesain berdasarkan karakteristik Learning Together sebagai media pembelajaran demi tercapainya tujuan pembelajaran. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa, peneliti mengadakan post test di pertemuan ke empat.

Berdasarkan hasil uji Hipotesis yang menunjukkan bahwa hasil thitung lebih besar dari t tabel. Ini berarti Model Pembelajaran Kooperatif tipe Learning Together memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA SMAN 3 Prabumulih. Hal ini dapat dilihat juga dari hasil belajar siswa yang hanya 5 orang saja mendapat nilai dibawah KKM. Siswa yang memiliki nilai baik, mereka benar-benar melaksanakan pembelajaran Learning Together sesuai dengan perannya masing- masing. Contohnya saja kelompok 6.

Seperti diketahui sebelumnya, kelompok 6 adalah kelompok terbaik untuk dua pertemuan. Mereka melaksanakan tugasnya sesuai dengan perannya masing-masing. Selain Olivia yang mendapat nilai 71, anggota kelompok 6 lainnya mendapat nilai yang cukup memuaskan. Rafidhia mendapat nilai 80, Renshi 85 dan Regitia 85. Sedangkan Olivia ,merupakan satu-satunya kelompok 6 yang mendapat nilai di bawah standar KKM. Hal ini dikarenakan pada saat mengerjakan post test, Olivia terlihat kurang sehat namun dia tetap mau ikut post test.

Kemudian 4 siswa lainnya yang mendapat nilai dibawah KKM,ternyata ada dalam satu kelompok yaitu kelompok 3 yang hanya 1 orang lulus KKM. Keempat siswa itu adalah Huzair, Hafis, Gita dan Gustini. Keempat siswa ini rata-rata masih suka tertukar dalam menggunakan rumus permutasi dan kombinasi.

Namun memang pada saat pertemuan pertama dan kedua yang membahas tentang Kombinasi, kelompok Huzair tidak terlalu fokus pada yang disampaikan kelompok lainnya pada saat presentasi. Kelompok Huzair sibuk mengobrol dan membahas LKS mereka sendiri. Mereka hanya fokus saat mereka presentasi saja. Hal serupa dialami juga oleh anggota kelompok Huzair lainnya, yaitu Hafiz, Gustini, dan Gita. Walau tingkat kesalahannya pada nomor yang berbeda-beda.

Selain dua kelompok diatas, saat pelaksanaan Learning Together ada dua kelompok lagi yang terlihat mencolok. Yaitu kelompok 2 dan kelompok 4.

Kelompok 4, pada saat pertemuan pertama dan kedua terlihat pasif. Namun pada pertemuan ketiga mereka terlihat mulai aktif dan terlihat antusias mengerjakan LKS. Bahkan pada pertemuan ketiga ini, mereka mengajukan diri untuk yang pertama tampil melakukan presentasi. Hasilnya pada saat post test,keempat siswa di kelompok 4 ini mendapatkan nilai yang cukup memuaskan. Mereka mendapatkan nilai diatas KKM.

Lalu kelompok 2, terlihat hanya 1 orang yang mendominasi. Sedangkan sisanya terlihat pasrah terhadap satu orang yang mendominasi ini. Hanya sesekali mereka mengajukan pendapat pada

Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe … Ayu Lestari saat mengerjakan LKS. Sedangkan pada saat Presentasi, terlihat sekali bahwa Sekretaris dari kelompok ini yang dominan. Terlihat dari dirinya yang maju sebagai Juru Bicara. Peneliti sudah mencoba memberitahukan kepada kelompok tersebut bahwa mereka harus bekerja sesuai peran masing-masing yang mereka tulis pada LKS. Bahkan peneliti mengulang kembali menjelaskan kepada mereka tentang tugas-tugas dari setiap peran yang mereka jalani. Tapi kelompok tersebut tidak menghiraukan peneliti.

Namun dari data keseluruhan hasil penelitian dapat dikatakan baik. Karena dari 33 siswa kelas XI IPA 1 SMAN 3 Prabumulih, hanya 5 orang siswa yang nilai post testnya tidak mencapai KKM. Hal ini juga di dukung oleh hasil Uji Hipotesis. Jadi dapat dikatakan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif tipe Learning together memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan didapat kesimpulan bahwa Model Pembelajaran Kooperatif tipe Learning Together memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa kelas XI IPA SMAN 3 Prabumulih. Hal ini dapat dilihat dari uji hipotesis dimana diperoleh thitung = 2,574848 yang lebih besar dari ttabel =2,036933 dengan α = 5%. Dalam Pembelajaran Learning Together, tugas siswa harus sesuai dengan perannya masing-masing.

B. Saran

Adapun beberapa saran dari peneliti setelah melakukan penelitian ini yaitu:

1. Kepada guru matematika diharapkan agar pada saat pembelajaran Learning Together, lebih memperhatikan tugas peran yang diberikan kepada tiap keloompok.

2. Kepada calon peneliti agar dapat melakukan penelitian lanjutan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Learning Together dengan melakukan rolling kelompok pada tiap pertemuan. Karena pada penelitian ini menggunakan sistem kelompok tetap.

DAFTAR RUJUKAN

Abdurrahman, Mulyono. (2003). Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta : Rineka Cipta. Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara. Arikunto, Suharsimi. 2012. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara.

Carapedia, 2012. “ Pengertian Pembelajaran Menurut Para Ahli”. (http://Carapedia.com). Diakses 20 Januari

2013.

Depdiknas. 2007 . “Tujuan Pembelajaran KTSP”. (http:// http://bsnp-indonesia.org/). Diakses tanggal 6 maret

2012.

Fauzan, Syarif.2012. “Model Pembelajaran Learning Together”. http:// syariffauzan.

blogspot.com/2012/03/model-learning-together.html. Diakses tanggal 29 maret 2012.

Hidayawati, E. W. 2012 .“Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalu Metode Kooperatif Model

Learning Together Pada Siswa Kelas VII-A SMPN 2 Mojoanyar Tahun N 2011/2012”. (http://e- jurnal.upgrismg.ac.id/). Diakses tanggal 15 maret 2012.

Joyce. 2009. “Model-model Pembelajaran Kooperatif” . (http://academia.edu) Diakses 12 juni 2012.

Junaidi, w. 2011. “Pembelajaran matematika” . ( http://wawan-junaidi.blogspot.com) . diakses tanggal 30 maret

2012.

Mayangsari ,Wahyuti.2011. “ Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Learning Together

(LT) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X SMA N 8 Surakarta”. (http//www.usm.ac.id). Diakses tanggal 15 maret 2012.

No name. 2012 “Pembelajaran Matematika KTSP” . (http:// journal.uad.ac.id) . Diakses tanggal 20 maret 2012.

Ayu Lestari Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe … Ozsay,Nezrin dan Nazli Yildis. 2009. “The Effect Of Learning Together Technique Of Cooperative Learning Method On Student Achievement In Mathematic Teaching 7th CLass Of Primary School” . (http://

tojet.co.tr). diakses tanggal 13 Januari 2013.

Rusman. 2011. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Press. Slavin, Robert E. 2009. Cooperative Learning. Bandung: Nusamedia.

Sudjana. 2002. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.

Sudjana. 2005. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset. Suryabrata,Sumadi. 2010. Metodologi Penelitian. Jakarta: PT Raja Grafindo.

Suryobroto. 2002. Evaluasi pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Suyadi, H. M. 2010. “ Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Melalui Metode Kooperatif Model Learning

Together Pada Siswa Kelas VIIIC Pada Tahun Pelajaran 2009/2010”. (http://e-

jurnal.upgrismg.ac.id/). Diakses tanggal 15 maret 2012.

Suyatno. 2009. “Model-model Pembelajaran Kooperatif” . (http://academia.edu) Diakses 12 juni 2012. Wahyudin. (2008). Mahir Mengembangkan Kemampuan Matematika untuk SMA Kelas IX Program Ilmu Alam. Jakarta : PT Setia Purna Inves

KEMAMPUAN PENALARAN SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Dalam dokumen Gabungan Pembelajaran yang Menyenagkan (Halaman 73-78)