Tabel 2 Karakteristik Responden
Kategori Keterangan Frekuensi Prosentase
Jenis Kelamin · Laki-laki 100 70.40%
· Perempuan 42 29.60%
Total 142 100.00%
Masa Bakti · 0 - 5 Tahun 55 38.70%
· 6 - 10 Tahun 41 28.90% · 11 - 15 Tahun 33 23.20% · 16 - 20 Tahun 11 7.70% · > 20 Tahun 2 1.40% Total 142 100.00% Usia · < 25 Tahun 63 44.40% · 26 - 35 Tahun 35 24.60% · 36 - 45 Tahun 34 23.90% · 46 - 55 Tahun 10 7.00% Total 142 100.00%
61 Dari Tabel 2 di atas diketahui bahwa responden berjenis kelamin laki-laki lebih banyak dari yang berjenis kelamin perempuan. Hal ini disebabkan oleh faktor jenis pekerjaan lapangan yang tergolong kasar dan memerlukan tenaga laki-laki.Masa kerja dari 142 responden dalam penelitian ini diketahui bahwa mayoritas telah bekerja di selama 0-5 tahun, diikuti dengan responden yang telah bekerja selama 6-10 tahun. Sedangkan dapat dilihat bahwa yang paling responden yang paling sedikit dalam penelitian ini yaitu yang bekerja selama > 20 tahun. Dari masa bakti tersebut diketahui bahwa walaupun status karyawan banyak yang berstatus karyawan kontrak dan outsourcing, namun sangat memungkinkan bekerja seperti layaknya karyawan tetap dengan masa kerja yang cukup lama.Mayoritas data usia responden dalam penelitian ini berusia diantara 26-35 tahun dengan responden sebanyak 63 karyawan atau 44.4% yang menunjukkan bahwa responden memiliki kapasitas tenaga yang tergolong masih kuat secara fisik untuk melakukan pekerjaan dengan beban yang berat dan memiliki pengalaman kerja yang memadai. Dan yang paling sedikit yaitu responden dengan usia 46-55 sebanyak 10 karyawan dengan persentase 7.0% karena merupakan karyawan lama.
Deskripsi Variabel Penelitian Variabel Kepuasan Kerja
Tabel 3. Hasil Pengukuran Deskriptif Variabel Kepuasan Kerja
Dimensi Indikator % Rata- Rata Indikator Rata- Rata Dimensi 5 4 3 2 1
Balas Jasa yang
adil dan layak Gaji 7.04 23.35 32.39 23.94 11.3 2.93 2.93 Penempatan yang tepat sesuai keahlian Penempatan Kerja 5.63 38.03 34.51 14.08 7.75 3.2 3.2 Berat ringannya
pekerjaan Beban kerja 4.93 38.73 37.32 14.79 4.23 3.25 3.25 Suasana dan lingkungan pekerjaan Lingkungan pekerjaan 4.23 22.54 42.25 22.54 8.45 2.92 2.92 Peralatan yang menunjang pelaksanaan pekerjaan Fasilitas yang diberikan 4.23 27.46 35.21 22.54 10.6 2.92 2.92 Sikap pimpinan dalam kepemimpinannya Sikap pimpinan 4.23 23.94 35.92 18.31 17.6 2.79 2.79 Sifat pekerjaan monoton atau tidak Variasi jenis pekerjaan 7.75 39.44 31.69 14.79 6.34 3.27 3.27
Sumber : Data diolah (2014)
62 Dimensi Balas jasa yang adil dan layak
Dari Tabel 3 terlihat bahwa hasil kuesioner mengenai balas jasa yang adil dan layak menunjukan bahwa rata-rata dimensi adalah 2.93 yang mengindikasikan bahwa secara umum karyawan memilih jawaban netral. Sebanyak 32.39% responden netral, sedangkan 23.35% responden setuju karena Gaji dirasakan sesuai, dan sebanyak 23.94% responden tidak setuju terhadap gaji yang didapatkan. Hal ini menjelaskan bahwa sebagian besar responden merasa balas jasa yang adil dan layak cukup untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan.
Dimensi Penempatan Yang Sesuai Dengan Keahlian
Dari Tabel 3 terlihat bahwa hasil kuesioner mengenai penempatan yang sesuai dengan keahlian menunjukan bahwa rata-rata dimensi adalah 3,20 yang mengindikasikan bahwa secara umum karyawan memilih jawaban setuju. Sebanyak 38.03% responden setuju dengan penempatan yang sesuai dengan keahlian. Hal ini menjelaskan bahwa sebagian responden bekerja sebagai mekanik dan bagian kantor yang rata-rata pekerjaannya sesuai dengan keahlian.
Dimensi Berat Ringannya Pekerjaan
Dari Tabel 3 terlihat bahwa hasil kuesioner mengenai berat ringannya pekerjaan menunjukan bahwa rata-rata dimensi adalah 3,25 yang mengindikasikan bahwa secara umum karyawan memilih jawaban setuju Sebanyak 38.73% responden dengan beban kerja yang berat. Hal ini menjelaskan bahwa mayoritas responden bekerja sebagai sales executive dan mekanik yang mempunyai orientasi terhadap target penjualan barang dan jasa.
Dimensi Suasana Dan Lingkungan Pekerjaan
Dari Tabel 3 terlihat bahwa hasil kuesioner mengenai dimensi suasana dan lingkungan pekerjaan menunjukan bahwa rata-rata dimensi adalah 2,92 yang mengindikasikan bahwa secara umum karyawan memilih jawaban netral sebanyak 42.25% responden. Hal ini menjelaskan bahwa lingkungan pekerjaan ditempat mereka bekerja sekarang cukup nyaman dan kondusif dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan.
Dimensi Peralatan Yang Menunjang Pelaksanaan Pekerjaan
Dari Tabel 3 terlihat bahwa hasil kuesioner mengenai dimensi peralatan yang menunjang pelaksanaan pekerjaan menunjukan bahwa rata-rata dimensi adalah 2,92 yang mengindikasikan bahwa secara umum karyawan memilih jawaban netral sebanyak 42.25% responden. Hal ini menjelaskan bahwa fasilitas yang diberikan untuk aktivitas kerja cukup memadai dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan serta kepuasan kerja karyawan.
Dimensi Sikap Pimpinan dalam Kepemimpinannya
Dari Tabel 3 terlihat bahwa hasil kuesioner mengenai dimensi sikap pimpinan dalam kepemimpinannya menunjukan bahwa rata-rata dimensi adalah 2.79 yang mengindikasikan bahwa secara umum karyawan memilih jawaban netral sebanyak 35.92% responden dan
63 23.94% responden menyatakan setuju. Hal ini menjelaskan bahwa mayoritas responden menyatakan cukup dan setuju bahwa atasan mereka berlaku baik dengan bawahannya.
Dimensi Sikap Pekerjaan Monoton Atau Tidak
Dari Tabel 3 terlihat bahwa hasil kuesioner mengenai dimensi sikap pekerjaan monoton atau tidak menunjukan bahwa rata-rata dimensi adalah 3.27 yang mengindikasikan bahwa secara umum karyawan memilih jawaban setuju sebanyak 39.44% responden dan 31.69% responden menyatakan netral. Hal ini menjelaskan bahwa pekerjaan yang diberikan monoton karena mayoritas responden berorientasi dalam target penjualan serta rata-rata responden tidak bekerja dibidang pengembangan produk dan barang.
Variabel Stres Kerja
Tabel 4. Hasil Pengukuran Deskriptif Variabel Stres Kerja
Dimensi Indikator % Rata- Rata Indikator Rata- Rata Dimensi 5 4 3 2 1 Faktor Lingkungan Ketidak pastian ekonomi / politik 22.5 53.52 19.72 4.23 0 3.94 3.88 Ketidak pastian teknologi 19.7 47.89 27.46 4.23 0.7 3.82 Faktor Organisasi Tuntutan tugas 26.1 49.3 18.31 6.34 0 3.95 3.80 Tuntutan peran 20.4 52.82 20.42 6.34 0 3.87 Tuntutan antar pribadi 21.1 34.51 30.28 9.15 4.93 3.58 Faktor Individual Isu keluarga 24.7 44.37 24.64 4.93 1.41 3.86 4.03 Masalah ekonomi pribadi 35.9 50.7 11.98 0.7 0.7 4.20
Sumber : Data diolah (2014)
Dimensi Faktor Lingkungan
Dari Tabel 4 terlihat bahwa hasil kuesioner mengenai dimensi faktor lingkungan menunjukan bahwa rata-rata dimensi adalah 3.28 yang mengindikasikan bahwa secara umum karyawan memilih jawaban sangat setuju dan setuju. Hal ini menjelaskan sebanyak 21.13% responden sangat setuju dan 50.71% responden memilih setuju bahwa meningkatnya kebutuhan pokok membuat karyawan mencari pekerjaan yang lebih baik dan teknologi yang semakin berkembang membuat karyawan terus belajar terhadap teknologi tersebut sehingga karyawan merasa stres dengan pekerjaannya.
64 Dari Tabel 4 terlihat bahwa hasil kuesioner mengenai dimensi faktor organisasi menunjukan bahwa rata-rata dimensi adalah 3.80 yang mengindikasikan bahwa secara umum karyawan memilih jawaban setuju. Rata-rata 45.54% responden setuju bahwa tuntutan tugas, peranan dan tanggung jawab pekerjaan membuat karyawan stres terhadap pekerjaannya sedangkan 23.00% memilih netral. Hal ini menjelaskan bahwa karyawan merasa stres terhadap pekerjaannya baik itu terhadap penyelesaian tuntutan tugas secara maksimal dan baik maupun peranan dalam pekerjaannya.
Dimensi Faktor Individual
Dari Tabel 4 terlihat bahwa hasil kuesioner mengenai dimensi faktor individual menunjukan bahwa rata-rata dimensi adalah 4.03 yang mengindikasikan bahwa secara umum karyawan memilih jawaban sangat setuju dan setuju. Hal ini menjelaskan sebanyak 30.28% respon memilih sangat setuju dan 47.53% responden memilih setuju bahwa kesejahteraan keluarga dan kebutuhan rumah tangga mengharuskan mencari penghasilan yang lebih baik agar jaminan kesejahteraan keluarga beserta kebutuhannya tercukupi.
Variabel Turnover Intention
Tabel 5. Hasil Pengukuran Deskriptif Variabel Turnover Intention
Dimensi Indikator % Rata- Rata Indikator Rata- Rata Dimensi 5 4 3 2 1 Faktor Organisasional Kategori- kategori jabatan 50.70 35.92 12.68 0.70 0.00 4.37 4.29 Besar kecilnya organisasi 46.48 42.25 11.27 0.00 0.00 4.35 Besar Kecilnya Unit Kerja 41.55 39.44 14.79 3.52 0.70 4.18 Penggajian 38.03 51.41 7.75 2.11 0.70 4.24 Bobot Kerja 45.07 41.55 11.97 1.41 0.00 4.3 Faktor Individual Usia 26.06 46.48 24.65 2.82 0.00 3.96 4.12 Masa Kerja 46.48 40.14 11.97 1.41 0.00 4.32 Jenis Kelamin 28.87 57.04 11.97 2.11 0.00 4.13 Pendidikan 26.06 44.37 26.76 2.11 0.70 3.93 Data Biografi 26.76 53.52 17.61 1.41 0.70 4.04 Kepribadian 40.14 44.37 12.68 2.82 0.00 4.22 Minat 37.32 45.77 14.08 2.82 0.00 4.18 Bakat dan Kemampuan 35.92 45.77 16.20 2.11 0.00 4.15 Sumber : Data diolah (2014)
65 Dimensi Faktor Organisasional
Dari Tabel 5 terlihat bahwa hasil kuesioner mengenai dimensi faktor organisasional menunjukan bahwa rata-rata dimensi adalah 4.29 yang mengindikasikan bahwa secara umum karyawan memilih jawaban sangat setuju dan setuju. Sebanyak 43.31% responden memilih sangat setuju dan setuju bahwa kategori jabatan yang ada diperusahaan membuat karyawan sulit untuk naik jabatan dan 44.37% responden menyatakan sangat setuju dan setuju bahwa perusahaan besar pada umumnya memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Kemudian 40.50% responden memilih setuju dan sangat setuju bahwa mereka memilih pekerjaan dengan unit kerja yang lebih besar. Hal ini menjelaskan bahwa sulitnya kenaikan jabatan, perusahaan yang tergolong kecil serta unit kerja yang kecil menjadi indikator terjadinya turnover intention.
Dimensi Faktor Individual
Dari Tabel 5 terlihat bahwa hasil kuesioner mengenai dimensi faktor individual menunjukan bahwa rata-rata dimensi adalah 4.12 yang mengindikasikan bahwa secara umum karyawan memilih jawaban sangat setuju dan setuju. Indikator dengan nilai tertinggi pada dimensi ini adalah masa kerja 4.32 dimana 46.48% responden menjawab sangat setuju dan 40.14% responden setuju, hal ini menjelaskan bahwa masa kerja karyawan yang singkat membuat keinginan pindah ke perusahaan lain tinggi. Semakin lama karyawan berada diperusahaan maka keinginan berpindahnya kecil. Kemudian indikator dengan nilai terendah adalah pendidikan 3.93 dimana 44.37% responden menjawab setuju. Hal ini menjelaskan bahwa seharusnya pendidikan yang dimiliki sesuai dengan posisi diperusahaan namun pada kenyataannya tidak seperti yang diharapkan sehingga karyawan memilih berpindah ke perusahaan lain.
Uji Instrumen
Sebelum dilakukan analisis terhadap hipotesis yang diajukan, terlebih dahulu dilakukan pengujian instrumen. Uji instrumen meliputi pengujian validitas dan reliabilitas instrumen dengan menggunakan SPSS versi 21. Pengujian reliabilitas digunakan untuk mengukur konsistensi jawaban responden. Untuk pengujian reliabilitas kuesioner pada penelitian ini menggunakan metode Cronbach’s Alpha. Uji reliabilitas kuesioner penelitian dikatakan handal bila memiliki koefisien keandalan sebesar 0,6 atau lebih.
Uji Validitas dan Reabilitas Instrumen Kuesioner Variabel Kepuasan Kerja
Dari hasil olah data terhadap instrumen kepuasan kerja dengan 7 butir pertanyaan dan 142 responden pada tabel 6, terlihat bahwa tidak satupun butir pertanyaan yang dikesampingkan dengan demikian seluruh 7 butir pernyataan adalah valid karena nilai
rhitung positif dan rhitung>rtabel. Sementara hasil olah data uji reliabilitas memperlihatkan
bahwa nilai cronbach’s alpha adalah 0,809 lebih besar dari 0,60 sehingga dapat disimpulkan bahwa skala pengukuran variabel kepuasan kerja mempunyai reliabilitas yang baik.
66 Dari hasil olah data terhadap instrumen stres kerja dengan 7 butir pertanyaan dan 142 responden pada tabel 6, terlihat bahwa tidak satupun butir pertanyaan yang dikesampingkan dengan demikian seluruh 7 butir pernyataan adalah valid karena nilai
rhitung positif dan rhitung>rtabel. Sementara hasil olah data uji reliabilitas memperlihatkan
bahwa nilai cronbach’s alpha adalah 0,613 lebih besar dari 0,60 sehingga dapat disimpulkan bahwa skala pengukuran variabel stres kerja mempunyai reliabilitas yang baik.
Uji Validitas dan Reabilitas Instrumen Kuesioner Variabel Turnover Intention
Dari hasil olah data terhadap instrumen turnover intention dengan 13 butir pertanyaan dan 142 responden pada tabel 6, terlihat bahwa tidak satupun butir pertanyaan yang dikesampingkan dengan demikian seluruh 7 butir pernyataan adalah valid karena nilai
rhitung positif dan rhitung>rtabel. Sementara hasil olah data uji reliabilitas memperlihatkan
bahwa nilai cronbach’s alpha adalah 0,755 lebih besar dari 0,60 sehingga dapat disimpulkan bahwa skala pengukuran variabel stres kerja mempunyai reliabilitas yang baik.
Tabel 6 Data Deskriptif Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Kepuasan Kerja(X1), Stres Kerja (X2) dan Turnover Intention (Y)
Kuesioner r hitung r tabel Validitas
Cronbach’s Alpha Kesimpulan 1 0,672 0,1642 Valid 0. 809 Reliabel 2 0,685 0, 1642 Valid 3 0,635 0, 1642 Valid 4 0,730 0, 1642 Valid 5 0,697 0, 1642 Valid 6 0.685 0, 1642 Valid 7 0,682 0, 1642 Valid 1 0,672 0,1642 Valid 0. 613 Reliabel 2 0,685 0, 1642 Valid 3 0,635 0, 1642 Valid 4 0,730 0, 1642 Valid 5 0,697 0, 1642 Valid 6 0.685 0, 1642 Valid 7 0,682 0, 1642 Valid 1 0,543 0, 1642 Valid 0. 755 Reliabel 2 0,509 0, 1642 Valid 3 0,485 0, 1642 Valid 4 0,520 0, 1642 Valid 5 0,666 0, 1642 Valid 6 0,402 0, 1642 Valid 7 0,599 0, 1642 Valid 8 0,419 0, 1642 Valid 9 0,510 0, 1642 Valid
67 Kuesioner r hitung r tabel Validitas
Cronbach’s Alpha Kesimpulan 10 0,487 0, 1642 Valid 11 0,301 0, 1642 Valid 12 0,518 0, 1642 Valid 13 0,612 0, 1642 Valid Sumber : data diolah (2014)
Uji Asumsi Klasik
Uji Kolmogorov-Smirnov (K-S)
Tabel 7Output Hasil UjiKolmogorov-Smirnov Kepuasan Kerja Stres Kerja Turnover Intention N 142 142 142
Normal Parametersa,b
Mean 3.04024 3.88934 4.18147 Std. Deviation .704054 .468549 .382300 Most Extreme Differences Absolute .111 .111 .089 Positive .064 .062 .041 Negative -.111 -.111 -.089 Kolmogorov-Smirnov Z 1.323 1.324 1.066 Asymp. Sig. (2-tailed) .060 .060 .206 Sumber: data diolah (2014)
Pada tabel diatas dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov (K-S), didapatkan nilai K-S untuk variabel kepuasan kerja 1,323 dengan probabilitas signifikansi 0,060 hal ini berarti H0 diterima atau variabel kepuasan kerja terdistribusi secara normal. Begitu juga dengan nilai K-S untuk variabel stres kerja 1,324 dengan probabilitas signifikansi 0,060 hal ini berarti H0 diterima atau variabel stres kerja terdistribusi secara normal. Selain itu nilai K-S untuk variabel turnover intention 1,066 dengan probabilitas signifikansi 0,206 hal ini berarti H0 diterima atau variabel turnover intention terdistribusi secara normal.
Uji Multikolinearitas
Tabel 8. Output Hasil Uji Multikolinearitas Tolerance VIF
.988 1.012
.988 1.012
Pada uji multikolineritas ini ada 2 variabel bebas yang diuji yaitu kepuasan kerja, dan stres kerja. Dari data Tabel 8 didapatkan nilai VIF untuk variabel kepuasan kerja adalah 1,012 dengan nilai Tolerance adalah 0,988. Nilai VIF untuk variabel stres kerja adalah 1,012
68 dengan nilai Tolerace 0,988. Karena semua tolerance variabel independen semuanya ≥ 0,10 dan semua nilai VIF variabel independen ≤ 10 sehingga tidak ada masalah
multikolinearitas.
Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Terjadinya heteroskedastisitas dapat dideteksi dengan cara melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (dependen) yaitu ZPRED dengan residualnya SRESID.
Gambar 4. Grafik Scatterplot Uji Heteroskedastisitas
Dari gambar 4 di atas dapat diketahui bahwa titik-titik tidak membentuk pola yang jelas, dan titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas dalam model regresi.
Analisis Regresi Linier Berganda
Tabel 9. Regresi Variabel Kepuasan Kerja dan Stres Kerja Terhadap Turnover Intention
Variabel Koefisien Koefisien Beta t Sig.
(Constant) 3.444 12.664 0 Kepuasan Kerja -0.109 -0.201 -2.534 0.012 Stres Kerja 0.275 0.337 4.251 0 F 11.207 R 0,373 Adjusted R Square 0,126
Sumber : data diolah (2014)
Berdasarkan Tabel 9 maka persamaan regresinya adalah :
Y = 3.444 – 0.109X1 + 0.275X2
Dimana : Y = Turnover Intention
X1 = Kepuasan Kerja
X2 = Stres Kerja
Berdasarkan persamaan regresi tersebut di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. Mencerminkan seberapa besar kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varian
69 berarti semakin tinggi kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varian variabel terikatnya. Hubungan antara dua variabel diukur dengan kriteria 1 adalah korelasi sempurna, 0,5 sampai 0,75 adalah korelasi kuat, 0,25 sampai 0,5 adalah korelasi cukup, o sampai 0,25 adalah korelasi sangat lemah, dan 0 adalah tidak ada korelasi antar dua variabel.
2. Konstanta sebesai 3.444 menyatakan bahwa jika variabel independen dianggap konstan, maka rata-rata turnover intention adalah 3.444.
3. Angka koefisien regresi untuk variabel kepuasan kerja sebesar -0.109, hal ini menjelaskan bahwa terdapat pengaruh negative (-) terhadap variabel kepuasan kerja yang berarti semakin rendah tingkat kepuasan kerja karyawan maka turnover intention akan semakin tinggi.
4. Angka koefisien regresi untuk variabel stres kerja sebesar 0.275, hal ini menjelaskan bahwa terdapat pengaruh positif (+) terhadap variabel stres kerja yang berarti semakin tinggi tingkat stres kerja pada karyawan maka tingkat turnover intentionakan semakin meningkat juga.
Uji Hipotesis
Koefisien Determinasi (R2)
Tabel 10. Output Hasil Uji Korelasi nilai R dan R Square
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate
1 .373a .139 .126 .357307
Sumber : data diolah (2014)
Dari tampilan output SPSS Model Summary diatas, besarnya adjusted R2 adalah 0,126, hal ini berarti 12,6% variasi turnover intention dijelaskan oleh variasi dari ke dua variabel independen kepuasan kerja dan stres kerja. Sedangkan sisanya (100% - 12,6% = 83,4%) dijelaskan sebab-sebab yang lain diluar model.
Standard Error of the Estimate (SEE) sebesar 0.357307, dimana semakin kecil nilai SEE akan membuat model regresi semakin tepat dalam memprediksi variabel dependen.
Hasil Pengujian Simultan (Uji F)
Tabel 11. Output Hasil Uji Simultan (Uji F) F Sig.
11.207 .000b
Dari data diatas diperoleh nilai Fhitung sebesar 11,207 sedangkan untuk nilai Ftabel dengan
taraf signifikansi 5% dan derajat kebebasan (dk) pembilang = k (banyak variabel bebas) = 2 dan derajat kebebasan (dk) penyebut = n-k-1 = 142 – 2 – 1 = 139 diperoleh Ftabel = 2,67.
Jika nilai Fhitung dibandingkan dengan Ftabel maka akan terlihat bahwa Fhitung (11,207) >
70 diterima.Dengandemikian varibel kepuasan kerja dan Stres Kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Turnover Intention.
Hasil Pengujian Parsial (Uji t)
Tabel 12. Output Hasil Uji Parsial (Uji t)
t Sig.
12.664 .000 -2.534 .012 4.251 .000
Dalam pengujian ini jika t hitung > t tabel atau signifikansi t hitung (p-value) < α, maka ini berarti terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik antara variabel independen tersebut terhadap variabel dependen.
Pengujian Korelasi Antar Dimensi
Uji korelasi dimensi bertujuan untuk menguji hubungan antara dua variabel yang tidak menunjukkan hubungan fungsional (berhubungan bukan berarti disebabkan).Berikut adalah penjabaran dalam bentuk matriks dalam hubungan antar dimensi pada dua variabel bebas, kepuasan kerja dan stres kerja dan satu variabel terikat yaitu turnover intention.
Tabel 13. Matriks Korelasi Antar Dimensi
Variabel Dimensi Turnover Intention Faktor Organisasional Faktor Individual Kepuasan Kerja Gaji -.002 -.132 Penempatan -.023 -.123 Beban Kerja -.027 -.097 Lingkungan Kerja .032 -.183* Fasilitas Yang Diberikan -.019 -.175 * Sikap Pimpinan -.027 -.172* Variasi Pekerjaan -.122 -.157 Stres Kerja Faktor Lingkungan .215* .256** Faktor Organisasi .211* .192* Faktor Individu .273** .146 Pembahasan
Berdasarkan pengolahan data menggunakan analisis regresi pada program SPSS diperoleh hasil bahwa kepuasan kerja dan stres kerja berpengaruh sebesar 12.6% terhadap kinerja karyawan, sedangkan 83.4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini. Ketiga hipotesis yang diajukan yaitu H1, H2 dan H3 telah terbukti secara
71 teori dan selanjutnya interpretasi hubungan antar variabel sesuai dengan hasil pengolahan data penelitian diuraikan dalam pembahasan berikut.
Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Turnover Intention
Hipotesis pertama penelitian ini adalah kepuasan kerja mempunyai pengaruh negatif, signifikan namun lemah terhadap turnover intention. Artinya semakin rendah tingkat kepuasan kerja karyawan maka turnover intentionakan semakin tinggi.
Dimensi yang mempunyai hubungan yang paling kuat pada variabel kepuasan kerja adalah lingkungan kerja. Karena lingkungan kerja yang tidak mendukung dalam pelaksanaan kerja akan mendorong karyawan mempunyai niat berpindah dari perusahaan tempat dimana mereka bekerja dibandingkan dengan jika lingkungan kerja yang mereka dapatkan kondusif dan nyaman maka, setiap karyawan akan mengeluarkan kemampuan terbaiknya sehingga kinerja perusahaan akan stabil dan cenderung meningkat serta turnover intention
menurun.
Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan olehWitasari (2009) dimana kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap turnover intention.
Pengaruh Stres Kerja Terhadap Turnover Intention
Hipotesis kedua penelitian ini adalah stres kerja mempunyai pengaruh positif, signifikan dan lemah terhadap turnover intention. Artinya tingkat stres karyawan PT. Istana Kebayoran Raya Motor Cabang Pondok Indah yang tinggi bisa menjadi pemicu untuk peningkatan turnover intention.
Dimensi yang mempunyai hubungan yang paling kuat pada variabel stres kerja adalah permasalahan ekonomi atau permasalahan keluarga. Permasalahan ekonomi atau permasalahan keluarga menuntut karyawan mencari penghasilan yang lebih baik untuk keluarganya. Karena biaya hidup sekarang tinggi, jika penghasilan karyawan kecil maka beban keluarga pun menjadi faktor stres kerja. Karyawan sangat berharap penghasilan dinaikan diatas UMP, sehingga taraf hidupnya terpenuhi dan stres kerja karyawan menurun.
Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan olehWaspodo et.al (2013) menunjukkan Kepuasan kerja dan stres kerja berpengaruh secara signifikan terhadap
turnover intention.
Pengaruh Kepuasan Kerja dan Stres Kerja Secara Simultan Terhadap Turnover Intention
Hipotesis ketiga penelitian ini adalah kepuasan kerja dan stres kerja secara simultan berpengaruh positif, signifikan dan lemah terhadap turnover intention. Artinya, secara bersamaan jika kepuasan kerja karyawan mengalami peningkatan maka stres kerja akan menurun begitu juga turnover intention di PT. Istana Kebayoran Raya Motor Cabang Pondok Indah. Maka dari itu perusahaan harus memberikan lingkungan kerja yang nyaman dan kesejahteraan karyawan. Sehingga kinerja perusahaan meningkat dan karyawan akan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya.
72 Penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan olehHazell (2010) dimanaStres kerja dan kepuasan kerja berpengaruh secara signifikan terhadap turnover intention.