• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

Dalam dokumen Vol.15 No.1 Januari 2014 (Halaman 76-87)

CABANG LHOKSEUMAWE

HASIL PENELITIAN

Uji Validitas Instrumen

Untuk mengetahui validitas variabel depend- ent dan variabel independent dari penelitian ini

Tabel 2

Menurut Sugiyono (2002) “Jika nilai Validitas setiap pertanyaan lebih besar dari 0,30 maka butir pertanyaan dianggap sudah valid.” Hasil pengu-

jian validitas yang telah dilakukan dengan meng-

gunakan SPSS yang terlihat pada kolom corrected item-total corelation terhadap variabel kepuasan,

loyalitas, product, price, promotion, place, peo- ple, process, dan physical evidence ternyata selu-

ruhnya adalah valid, karena lebih dari 0,30 (valid).

Uji Reliabilitas Instrumen

Pengujian Reliabilitas dilakukan dengan in-

ternal consistency atau derajat ketepatan jawa-

ban dengan menggunakan program SPSS versi 17,0. Menurut Sekaran (2006) “Reliabilitas yang kurang dari 0,6 adalah kurang baik, dan apabila lebih besar dari 0,6 dan mendekati angka 1 berarti reliabilitas instrumen adalah baik”.

Dari hasil pengujian pada Tabel 3, dapat diketa-

hui bahwa reliabilitas variabel kepuasan, loyalitas,

product, price, promotion, place, people, process,

dan physical evidence ternyata seluruhnya adalah

valid, karena lebih dari 0,7 (dapat diterima).

Pengujian Hipotesis

Baron dan Kenny (1986) menjelaskan prose-

dur analisis variabel mediator secara sederhana melalui regresi. Analisis regresi dilakukan seban-

yak empat kali. X adalah variabel independen, Y adalah variabel dependen dan M adalah variabel mediator.

Dengan menggunakan pendekatan Multiple Regression Analysis dan Path Analysis serta pen-

golahan data digunakan komputer dengan meng-

gunakan program SPSS (Statistical Package for the Social Sciences atau Paket Statistik untuk Ilmu

Sosial) for windows, dapat dilihat pada Tabel 4.

Dari Tabel 4 dapat dilihat koeisien jalur pen-

garuh langsung, tidak langsung dan pengaruh to-

tal dari jasa product (X1), price (X2), promotion

(X3), place (X4), people (X5), process (X6) dan physical evidence (X7). Hubungan kausal empiris

antar variabel penelitian dapat dilihat pada persa-

maan model dua jalur untuk kedua sub struktur adalah:

Y1 = 0,110X1 + 0,043X2 + 0,172X3 + (-0,003X4) + 0,227X5 + 0,095X6 + 0,366X7 + 0,320

Y2 = -0,036X1 + 0,234X2 + 0,221X3 + 0,057X4 + (-0,043X5) + (-0,095X6) + 0,129X7 + 0,331

Berdasarkan Tabel 4 diatas, maka dapat ilihat efek mediasi seperti gambar di bawah ini:

1. Pengaruh Product terhadap loyalitas yang di-

mediasi oleh Kepuasan

Hasil pengujian efek mediasi (intervening)

hubungan variabel product terhadap loyalitas

yang dimediasi oleh variabel kepuasan, perhitun-

gan nilai signiikansi jalur C’ dilakukan dengan menggunakan software Sobel seperti yang terlihat

pada Gambar 2 dibawah ini:

Gambar 2. Efek Mediasi Product- Kepuasan-Loyalitas

Sumber: Hasil Penelitian, 2013

Berdasarkan hasil perhitungan seperti pada Gambar 2 ditemukan koeisien jalur a, jalur b dan jalur c, serta jalur c’ adalah tidak signiikan maka dapat diambil kesimpulan bahwa koefesien jalur a, jalur b dan jalur c tidak memenuhi krite-

ria yang dipersyaratkan oleh Baron and Kenny (1986), namun koeisen jalur c’ memenuhi krite-

ria yang dipersyaratkan karena koefesien jalur c’ juga tidak signiikan, sehingga dapat disimpulkan terjadi hubungan full mediation atau dengan kata

lain variabel product tidak memediasi secara full

antara product dengan loyalitas PT. Bank Aceh

Cabang Lhokseumawe.

2. Pengaruh Price terhadap loyalitas yang dime-

diasi oleh Kepuasan

Hasil pengujian efek mediasi (intervening)

hubungan variabel price terhadap loyalitas yang

dimediasi oleh variabel kepuasan, seperti yang terlihat pada Gambar 3 dibawah ini:

Tabel 3 Hasil Uji Reliabilitas

Tabel 4

Gambar 3. Efek Mediasi Price-Kepuasan-Loyalitas

Sumber: Hasil Penelitian, 2013

Berdasarkan hasil perhitungan seperti pada Gambar 3 ditemukan koefesien jalur a, jalur b dan jalur c, serta jalur c’ adalah tidak signiikan maka dapat diambil kesimpulan bahwa koefesien jalur a, jalur b dan jalur c tidak memenuhi kriteria yang dipersyaratkan oleh Baron and Kenny (1986),

namun koeisen jalur c’ memenuhi kriteria yang dipersyaratkan karena koefesien jalur c’ juga tidak signiikan, sehingga dapat disimpulkan ter-

jadi hubungan full mediation atau dengan kata lain

variabel price tidak memediasi secara full antara price dengan loyalitas PT. Bank Aceh Cabang

Lhokseumawe.

3. Pengaruh Promotion terhadap loyalitas yang

dimediasi oleh Kepuasan

Hasil pengujian efek mediasi (intervening)

hubungan variabel promotion terhadap loyalitas

yang dimediasi oleh variabel kepuasan, seperti yang terlihat pada Gambar 4 dibawah ini:

Gambar 4. Efek Mediasi Promotion- Kepuasan-Loyalitas

Sumber: Hasil Penelitian, 2013

Berdasarkan hasil perhitungan seperti pada Gambar 4 ditemukan koefesien jalur a, jalur b dan jalur c, serta jalur c’ adalah signiikan maka da-

pat diambil kesimpulan bahwa koefesien jalur a,

jalur b dan jalur c memenuhi kriteria yang diper-

syaratkan oleh Baron and Kenny (1986), namun koeisen jalur c’ memenuhi kriteria yang diper-

syaratkan karena koefesien jalur c’ juga signii-

kan, sehingga dapat disimpulkan terjadi hubungan

parsial mediation atau dengan kata lain variabel promotion memediasi secara parsial antara pro- motion dengan loyalitas PT. Bank AcehCabang

Lhokseumawe.

4. Pengaruh Place terhadap loyalitas yang dime-

diasi oleh Kepuasan

Hasil pengujian efek mediasi (intervening)

hubungan variabel place terhadap loyalitas yang

dimediasi oleh variabel kepuasan, seperti yang terlihat pada Gambar 5 dibawah ini:

Gambar 5. Efek Mediasi Place-Kepuasan-Loyalitas Sumber: Hasil Penelitian, 2013

Berdasarkan hasil perhitungan seperti pada Gambar 5 ditemukan koefesien jalur a, jalur b dan jalur c, serta jalur c’ adalah tidak signiikan maka dapat diambil kesimpulan bahwa koefesien jalur a, jalur b dan jalur c tidak memenuhi krite-

ria yang dipersyaratkan oleh Baron and Kenny (1986), namun koeisen jalur c’ memenuhi kriteria yang dipersyaratkan karena koefesien jalur c’ juga tidak signiikan, sehingga dapat disimpulkan ter-

jadi hubungan full mediation atau dengan kata lain

variabel place memediasi secara full antara place

dengan loyalitas PT. Bank Aceh Cabang Lhokseu-

mawe.

5. Pengaruh People terhadap loyalitas yang dime-

diasi oleh Kepuasan

Hasil pengujian efek mediasi (intervening)

hubungan variabel people terhadap loyalitas yang

dimediasi oleh variabel kepuasan, seperti yang terlihat pada Gambar 6 dibawah ini:

Gambar 6. Efek Mediasi People- Kepuasan-Loyalitas

Sumber: Hasil Penelitian, 2013

Berdasarkan hasil perhitungan seperti pada Gambar 6 ditemukan koefesien jalur a, jalur b dan jalur c, serta jalur c’ adalah signiikan maka dapat diambil kesimpulan bahwa koefesien jalur a, jalur b dan jalur c memenuhi kriteria yang dipersyarat-

kan oleh Baron and Kenny (1986), namun koeis-

en jalur c’ memenuhi kriteria yang dipersyaratkan karena koefesien jalur c’ juga signiikan, sehingga dapat disimpulkan terjadi hubungan parsial medi- ation atau dengan kata lain variabel people meme- diasi secara parsial antara people dengan loyalitas

PT. Bank Aceh Cabang Lhokseumawe.

6. Pengaruh Process terhadap loyalitas yang di-

mediasi oleh Kepuasan

Hasil pengujian efek mediasi (intervening)

hubungan variabel process terhadap loyalitas

yang dimediasi oleh variabel kepuasan, seperti yang terlihat pada Gambar 7 dibawah ini:

Gambar 7. Efek Mediasi Process- Kepuasan-Loyalitas

Sumber: Hasil Penelitian, 2013

Berdasarkan hasil perhitungan seperti pada Gambar 7 ditemukan koefesien jalur a, jalur b dan jalur c, serta jalur c’ adalah tidak signiikan maka dapat diambil kesimpulan bahwa koefesien

jalur a, jalur b dan jalur c memenuhi kriteria yang dipersyaratkan oleh Baron and Kenny (1986), namun koeisen jalur c’ memenuhi kriteria yang dipersyaratkan karena koefesien jalur c’ juga tidak signiikan, sehingga dapat disimpulkan terjadi hubungan full mediation atau dengan kata lain

variabel process memediasi secara full antara pro- cess dengan loyalitas PT. Bank Aceh CabangL-

hokseumawe.

7. Pengaruh Physical Evidence dimediasi oleh

Kepuasan

Hasil pengujian efek mediasi (intervening) hubungan variabel physical evidence terhadap

loyalitas yang dimediasi oleh variabel kepuasan, seperti yang terlihat pada Gambar 8 dibawah ini:

Gambar 8. Efek Mediasi Physical evidence- Kepuasan-Loyalitas

Sumber: Hasil Penelitian, 2013

Berdasarkan hasil perhitungan seperti pada Gambar 8 ditemukan koefesien jalur a, jalur b dan jalur c, serta jalur c’ adalah signiikan maka dapat diambil kesimpulan bahwa koefesien jalur a, jalur b dan jalur c memenuhi kriteria yang dipersyarat-

kan oleh Baron and Kenny (1986), namun koeis-

en jalur c’ memenuhi kriteria yang dipersyaratkan karena koefesien jalur c’ juga signiikan, sehingga dapat disimpulkan terjadi hubungan parsial me- diation atau dengan kata lain variabel physical evidence memediasi secara parsial antara physical

evidence dengan loyalitas PT. Bank Aceh Cabang

Lhokseumawe.

Diagram jalur untuk model path analysis sep-

PEMBAHASAN

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan terda-

pat pengaruh variabel product terhadap loyalitas

melalui kepuasan nasabah PT. Bank Aceh Cabang Lhokseumawe. Hasil ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Yunarwanto (2003) dan Mah-

nira (2004). Namun pengujian hipotesis pengaruh variabel price terhadap loyalitas melalui kepuasan

pengujian menunjukkan yaitu terdapat pengaruh variabel price terhadap loyalitas melalui kepuasan

nasabah PT. Bank Aceh Cabang Lhokseumawe. Hasil penelitian lainnya mendukung penelitian yang dilakukan oleh Mahnira (2004).

Pengujian hipotesis juga menunjukkan tidak terdapat pengaruh variabel promotion terhadap

loyalitas melalui kepuasan nasabah PT. Bank Aceh Cabang Lhokseumawe. Hasil ini tidak mendukung penelitian yang dilakukan oleh Foster (2010) dan Triwardani (2009).

Hasil pengujian hipotesis menunjukkan terda-

pat pengaruh positifvariabel place terhadap loy-

alitas melalui kepuasan nasabah PT. Bank Aceh Cabang Lhokseumawe. Hasil ini mendukung pe-

nelitian yang dilakukan oleh Sudarsono (2009) dan Farida (2012).

Hasil pengujian juga menunjukkan terdapat pengaruh variabel people terhadap loyalitas mela-

lui kepuasan nasabah dilakukan PT. Bank Aceh Cabang Lhokseumawe. Hasil ini mendukung pe-

nelitian yang dilakukan oleh Haryoso (2009) dan Haryati (2010). Variabel process juga berpengaruh

terhadap loyalitas melalui kepuasan nasabah PT. Bank Aceh Cabang Lhokseumawe. Hasil ini men-

dukung penelitian yang dilakukan oleh Wijayanti (2009)

Demikian juga halnya dengan pengujian hi-

potesis menunjukkan terdapat pengaruh signii-

kan variabel physical evidence terhadap loyalitas

melalui kepuasan nasabah PT. Bank Aceh Cabang Lhokseumawe. Hasil ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Foster (2010) dan Haryoso (2009)

Gambar 9 Model Path Analysis

KESIMPULAN

Bauran Pemasaran berpengaruh signiikan ter-

hadap loyalitas nasabah yaitu pada dimensi price

dan promotion. Hal ini sesuai dengan dasar teori

dari Kotler (2006) dan fenomena di lapangan bahwa biaya transaksi di Bank Aceh lebih murah dibandingkan dengan bank yang lain.

Kepuasan berpengaruh signiikan terhadap loyalitas nasabah. Hal ini sesuai dengan dasar te-

ori Kotler (2001) dan fenomena di lapangan men-

unjukkan bahwa petugas bank telah dibekali train-

ing khusus tentang cara memahami dan menggali kebutuhan spesiik nasabah (customer oriented).

SARAN

Manajemen PT. Bank Aceh Cabang Lhok-

seumawe diharapkan dapat melakukan inovasi produk dan jasa, khususnya kemudahan dalam menggunakan dan memperbanyak jumlah mesin ATM. Disamping itu juga diharapkan untuk se-

lalu meningkatkan kecakapan, keramahan dan kesopanan Customer Service dan Teller dalam

memberikan perhatian kepada nasabah demi men-

ingkatkan kepuasan nasabah. Bagi peneliti selan-

jutnya diharapkan untuk dapat melakukan penam-

bahan variabel berkaitan dengan loyalitas, serta obyek penelitian diperluas pada industri lain.

REFERENSI

Baron, R. M., dan Kenny, D. A., 1986, The moderator –mediator variabledistinction in social psycho- logical research: Conceptual, strategic, and statistical considerations. Journal of Personality and Social Psychology.

Bloemer, Josee, Ko de Ruyter & Pascal Peeters, 1998, Investigating Drivers of Bank Loyalty : the com- plex relationship between image, service quality and satisfaction, International Journal of Bank

Marketing.

Cravens, David W, 2000, Pemasaran Strategis, Edisi Keempat, Alih Bahasa: Lina Salim, Penerbit

Erlangga, Jakarta.

Duffy, Dennis L, 2005, The Evolution of Customer Loyalty Strategies, Journal of Customer Marketing.

Farida, Ida., 2012, Pengaruh Strategi Pemasaran Produk Tabungan Terhadap Loyalitas Nasabah Pada PT. Bank Sulselbar. Jurnal Manajemen Pemasaran 2012.

Ferdinand, A., 2006, Structural Equation Modeling dalam Penelitian Manajemen. Edisi 4. BP. Un-

dip, Semarang.

Foster. 2010. Pengaruh Kinerja Bauran Pemasaran Jasa terhadap Loyalitas Penabung, survei di Bank Central Asia Cabang Soekarno Hatta Bandung, EJournal, 18(1).

Fournier, S. and Yao, J.L., 1997, Reviving brand loyality: a conceptualization within the framework of consumer brand relationships, International Journal of Research in Marketing, Vol.14 No.5.

Hair, J.F, Anderson, R.E, Tatham, R.L & Black, W.C., 1995, Multivariate Data Analysis (Fouth ed),

Prentice Hall, New Jersey.

Haryati dan Hastuti. 2010. Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Bauran Pemasaran terhadap Loy- alitas Nasabah dengan Kepuasan Konsumen sebagai Variabel Intervening. Jurnal Manajemen Bisnis, 16(2).

Haryoso dan Suhartono. 2009. Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Bauran Pemasaran terhadap Loyalitas Anggota dengan Kepuasan Anggota sebagai Variabel Intervening, WACANA, 12(2).

Jacoby, I. and Kyner, D.B., 1973, Brand Loyalty vs. Repeat Purchasing Behavior, Journal of Market-

ing Research, Vol. 10, February.

Jones, Thomas O and W. Earl Sasser, Jr, 1995, Why Satisied Customer Defect, Jurnal Harvard Busi-

ness Review, Vol. 73, No. 6, November-Desember 1995.

Kawung, Debby Christiane, 2006, Faktor-faktor Marketing Mix Pilihan Mahasiswa Politeknik di Manado, Thesis tidak dipublikasikan, Malang Program Pascasarjana FE-UB Malang.

Kennedy, Marry S. Farrel, L.K, dan Clair, Debbie T. L., 2001, Consumer’s trust of Salesperson & Manufacturer: An Empirical Study, Journal of Bussines Reaserch, Vol. 51.

Kotler, Philip, 2000, Manajemen Pemsaran: Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Pengenda- lian, Edisi ke-8, Jilid 2, Salemba Empat, Jakarta.

Kotler, Philip and Keller Kevin Lane, 2006, Marketing Mamagement, Twelfth edition, Pearson Edition

Inc., New Jersey.

Lassar, Walfried M, Chris Manolis and Robert D. Winsor, 2000, Service Quality Perspectives and Sat- isfaction in Provate Banking, Journal of Service Marketing, Vol. 14, No. 3.

Lovelock, Christopher H., 1991, Service Marketing: Text, Cases and Reading, Prentice Hall, Engle-

wood Cliffs, NJ.

Lupiyoadi, R. dan Hamdani, A., 2006, Manajemen Pemasaran Jasa, Edisi 2, Salemba Empat, Jakarta.

Malhotra, N.K., 2007, Marketing Research: an Applied Orientation. 5th edition, Pearson Education,

New Jersey.

Navarone, Okki, 2003, Analisis Pengaruh Tingkat Kesuksesan Produk Baru dalam Peningkatan Kinerja Pemasaran, Jurnal Sains Pemasaran Indonesia, Vol. II No.1.

Oliver, R.L., 1999, Whence Customer Loyality?, Journal of Marketing, Vol. 63.

Parasuraman, A., Zeithaml, V.A dan Berry, L.L., 2005, A Conceptual Model of Service Quality and It’s Implications for Future Research, Journal of Marketing.

Raiq, Mohammed and Ahmed Pervaiz K, 1995, Using the 7Ps as Generic Marketing Mix : an ex- ploratory survey of UK and European Marketing Academics, Marketing Intelligence & Planning,

Vol. 13 No. 9.

Sekaran, Uma, 2006, Metodelogi Penelitian untuk Bisnis. Buku satu. Salemba Empat, Jakarta.

Selnes, Fred, 1993, An Examination of The effect of Product Performance on Brand Reputation, Satisfaction and Loyalty, European Journal of Marketing, Vol. 27.

Sunu, Radio, 1995, Manajemen Pemasaran, Jilid II, BPFE UGM, Yogyakarta.

Sri, Setyani dan Dwi, Hastuti, Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Bauran Pemasaran Terhadap Loyalitas Nasabah dengan Kepuasan Nasabah Sebagai Variabel Intervening (Studi pada KSU Syariah An-Nur Tawangsari Sukoharjo), Jurnal Manajemen Pemasaran, 2011.

Sobel, M. E. (1982). Asymptotic conidence intervals for indirect effect in structural equation models. In S. Leinhardt (Ed.), Sociological Methodology 1982 (pp. 290-312).Washington DC: American Sociological Association.

Triwardhani, Diana, 2009, Analisis Implementasi Marketing Mix Terhadap Kepuasan dan Loyali- tas Pasien Rumah Sakit, Jurnal Manajemen Mutu, Vol. 8 No. 1.

Wijayanti & Sumekar. 2009. Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Terhadap Loyalitas Anggota pada KJKS BMT Bina Ummat Sejahtera Lasem Cabang Kudus. Jurnal Analisis Manajemen.

Yulianto, Firman, 2004, Analisis Pengaruh Faktor-faktor Bauran Pemasaran Terhadap Pertim- bangan Nasabah dalam Memilih Bank Syariah di Kota Medan, Thesis tidak dipublikasikan,

Program Pascasarjana FE-UB, Malang.

Zeithaml, V.A., M.J. Bitner, and D.D. Gremler, 2006, Service Marketing: Integrating Customer Focus Across the Firm, 4th ed, McGraw-Hill Irwin, Boston.

Dalam dokumen Vol.15 No.1 Januari 2014 (Halaman 76-87)