• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN TEORITIS Pengertian Partisipasi Masyarakat

Dalam dokumen Vol.15 No.1 Januari 2014 (Halaman 55-58)

KHAIRIL ANWAR

TINJAUAN TEORITIS Pengertian Partisipasi Masyarakat

Asal kata partisipasi berasal dari kata bahasa Inggris “participation” yang berarti pengambi- lan bagian atau mempunyai arti pengikutsertaan (Shadily, 2000). Partisipasi berarti peran serta se- seorang atau kelompok masyarakat dalam proses pembangunan baik dalam bentuk pernyataan maupun dalam bentuk kegiatan dengan memberi masukan pikiran, tenaga, waktu, keahlian, modal dan atau materi, serta ikut memanfaatkan dan menikmati hasil-hasil pembangunan (Sumaryadi, 2010).

Pengertian tentang partisipasi dikemukakan oleh Djalal dan Supriadi, (2001) dimana partisi- pasi dapat juga berarti bahwa pembuat keputusan menyarankan kelompok atau masyarakat ikut ter- libat dalam bentuk penyampaian saran dan penda- pat, barang, keterampilan, bahan dan jasa. Partisi- pasi dapat juga berarti bahwa kelompok mengenal masalah mereka sendiri, mengkaji pilihan, mem- buat keputusan, dan memecahkan masalahnya.

Partisipasi masyarakat menurut Isbandi (2007) adalah “keikutsertaan masyarakat dalam proses pengidentiikasian masalah dan potensi yang ada di masyarakat, pemilihan dan pengambilan kepu- tusan tentang alternatif solusi untuk menangani masalah, pelaksanaan upaya mengatasi masalah, dan keterlibatan masyarakat dalam proses men- gevaluasi perubahan yang terjadi.” Cohen dalam Astuti (2011) membedakan patisipasi menjadi empat jenis yaitu: partisipasi dalam pengambilan keputusan, partisipasi dalam pelaksanaan , partisi- pasi dalam pengambilan pemanfaatan, partisipasi dalam evaluasi.

Tilaar (2009) mengungkapkan partisipasi ada- lah sebagai wujud dari keinginan untuk mengem- bangkan demokrasi melalui proses desentralisasi dimana diupayakan antara lain perlunya perenca- naan dari bawah (bottom-up) dengan mengikutser- takan masyarakat dalam proses perencanaan dan pembangunan masyarakatnya. Menurut Sundarin- ingrum dalam Sugiyah (2001) mengklasiikasikan partisipasi menjadi 2 bagian berdasarkan cara ket- erlibatannya, yaitu :

a. Partisipasi Langsung; Partisipasi yang terjadi apabila individu menampilkan kegiatan ter-

tentu dalam proses partisipasi. Partisipasi ini terjadi apabila setiap orang dapat mengajukan pandangan, membahas pokok permasalahan, mengajukan keberatan terhadap keinginan orang lain atau terhadap ucapannya.

b. Partisipasi tidak langsung; Partisipasi yang terjadi apabila individu mendelegasikan hak partisipasinya.

Bentuk-Bentuk Partisipasi

Bentuk partisipasi menurut Effendi dalam As- tuti (2011), terbagi atas:

a. Partisipasi Vertikal terjadi dalam bentuk kondi- si tertentu masyarakat terlibat atau mengambil bagian dalam suatu program pihak lain, dalam hubungan dimana masyarakat berada sebagai status bawahan, pengikut, atau klien.

b. Partisipasi horizontal; masyarakat mempunyai prakarsa dimana setiap anggota atau kelompok masyarakat berpartisipasi horizontal satu den- gan yang lainnya.

Bentuk partisipasi Menurut (Hobley, 2006) antara lain:

a. Partisipasi Manipulasi (Manipulative Partici- pation) Karakteristik dari model partisipasi ini adalah keanggotaan bersifat keterwakilan pada suatu komisi kerja, organisasi kerja, dan atau kelompok-kelompok. Jadi tidak berbasis pada partisipasi individu.

b. Partisipasi Pasif (Passive Partisipation) Parti- sipasi rakyat dilihat dari apa yang telah dipu- tuskan atau apa yang telah terjadi, informasi dari administrator tanpa mau mendengar res- pon dari rakyat tentang keputusan atau infor- masi tersebut. Informasi yang disampaikan hanya untuk orangorang luar yang profesional. c. Partisipasi Melalui Konsultasi (Partisipa- tion by Consultation) Partisipasi rakyat den- gan berkonsultasi atau menjawab pertanyaan. Orang dari luar mendeinisikan masalah- masalah dan proses pengumpulan informasi, dan mengawasi analisa. Proses konsultasi tersebut tidak ada pembagian dalam pengam- bilan keputusan, dan pandangan-pandangan rakyat tidak dipertimbangkan oleh orang luar. d. Partisipasi Untuk Insentif (Partisipation for

lui dukungan berupa sumber daya, misalnya tenaga kerja, dukungan pangan, pendapatan atau insentif material lainnya. Mungkin petani menyediakan lahan dan tenaga, tetapi mereka dilibatkan dalam proses percobaan-percobaan dan pembelajaran. Kelemahan dari model par- tisipasi ini adalah apabila insentif habis maka teknologi yang digunakan dalam program juga tidak akan berlanjut.

e. Partisipasi Fungsional (Functional Participa- tion) Partisipasi dilihat dari lembaga eksternal sebagai suatu tujuan akhir untuk mencapai target proyek, khususnya mengurangi biaya. Rakyat mungkin berpartisipasi melalui pem- bentukan kelompok untuk menentukan tujuan yang terkait dengan proyek. Keterlibatan sep- erti itu mungkin cukup menarik, dan mereka juga dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan, tetapi cenderung keputusan terse- but diambil setelah keputusan utama ditetap- kan oleh orang luar desa atau dari luar komu- nitas rakyat desa yang bersangkutan.

f. Partisipasi interaktif (Interactive Participa- tion) Partisipasi rakyat dalam analisis bersama mengenai pengembangan perencanaan aksi dan pembentukan atau penekanan lembaga lokal. Partisipasi dilihat sebagai suatu hak, tidak hanya berarti satu cara untuk mencapai target proyek saja, tetapi melibatkan multi- disiplin metodologi dan ada proses belajar ter- struktur. Pengambilan keputusan bersifat lokal oleh kelompok dan kelompok menentukan bagaimana ketersediaan sumber daya yang digunakan, sehingga kelompok tersebut me- miliki kekuasaan untuk menjaga potensi yang ada di lingkungannya.

g. Partisipasi inisiatif (Self-Mobilisation) Par- tisipasi rakyat melalui pengambilan inisiatif secara indenpenden dari lembaga luar untuk melakukan perubahan sistem. Masyarakat mengembangkan hubungan dengan lembaga eksternal untuk advis mengenai sumber daya dan teknik yang mereka perlukan, tetapi juga mengawasi bagaimana sumber daya terse- but digunakan.Hal ini dapat dikembangkan jika pemerintah dan LSM menyiapkan satu kerangka pemikiran untuk mendukung suatu kegiatan.

METODE PENELITIAN

Subjek dalam penelitian ini adalah pro- gram PNPM Mandiri Pedesaan pada program pengerasan jalan tahun 2013 di Gampong Darus- salam Kecamatan Nisam Antara. Untuk memper- oleh data yang akurat dan objektif, penulis men- gadakan penelitian secara langsung pada lokasi penelitian yaitu Gampong Darussalam Kecama- tan Nisam Antara yang mana gampong tersebut melaksanakan program PNPM Mandiri Pede- saan dengan jenis pembangunan pengerasan jalan tahun 2013.

Sampel menurut Hasan (2002) adalah bagian dari populasi yang diambil melalui cara-cara ter- tentu yang juga memiliki karakteristik tertentu, jelas, dan lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi. Teknik pengambilan sampel yang digu- nakan dalam penelitian ini adalah melalui pen- dekatan Sensus. Berhubung populasinya kurang dari 100 orang, maka sampel pada penelitian ini adalah sampel populasi yang mana seluruh popu- lasi akan dijadikan sampel. Dalam hal ini peneliti membagikan kuesioner kepada responden yang memenuhi kriteria yang ditetapkan, dapat mem- berikan informasi terkait. Adapun jumlah sampel adalah 75 orang.

Untuk mendapatkan data dalam penelitian ini, maka teknik pengumpulan data yang digu- nakan adalah Kuisioner; Kuisioner merupakan daftar yang berisi serangkaian pertanyaan tentang suatu hal atau suatu bidang. Metode ini dilakukan dengan memberikan sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan permasalahan penelitian kepada responden.

Metode Analisis Data

Adapun metode analisis data dalam penelitian ini adalah dengan memakai dua metode (Kuncoro, 2003) yaitu:

1. Metode kualitatif yaitu data yang tidak dapat diukur dalam skala numerik atau dalam bentuk angka. Dalam hal ini data yang diperoleh dari studi kepustakaan dan lapangan yang dikum- pulkan dan selanjutnya dibahas dengan meny- ertakan pendapat para ahli sebagai landasan teoritis.

Tabel 1

Variabel dan Pengukuran Indikator

No Variabel Deinisi Indikator Skala

1 Partisipasi

masyarakat Gampong (X)

Keikutsertaan masyarakat gampong dalam

proses pengidentiikasian masalah dan potensi yang ada di masyarakat, pemilihan dan pengam- bilan keputusan tentang alternatif solusi untuk

menangani masalah program , pelaksanaan upaya mengatasi masalah, dan keterlibatan

masyarakat dalam proses mengevaluasi

perubahan yang terjadi pada program PNPM Mandiri Pedesaan dengan jenis pembangu-

nan pengerasan jalan tahun anggaran 2013 di Kecamatan Nisam Antara.

a. Pikiran dan tenaga b. Perencanaan c. Pelaksanaan d. Pengawasan Interval Interval Interval Interval 2 Kesuksesan program PNPM Mandiri Pedesaan (Y)

Berhasilnya sebuah program PNPM Mandiri Pedesaan pada program pengerasan jalan tahun 2013 di Kecamatan Nisam Antara.

a. Kemudahan akses b.Menghindari banjir c. Menghemat jarak tempuh d.Menstabilkan harga barang Interval Interval Interval Interval

ukur dalam skala numerik atau dalam bentuk angka. Dalam penelitian ini, data yang diper- oleh kemudian dikumpulkan dalam bentuk angka dengan menyertakan model sebagai peralatan yang diperlukan. Selanjutnya akan dibahas dan dianalisis serta di intepretasi un- tuk dapat ditarik suatu kesimpulan.

Metode analisis data dalam penelitian ini akan menjelaskan pengaruh partisipasi masyarakat gampong terhadap kesuksesan program PNPM Mandiri Pedesaan pada program pengerasan jalan tahun 2013 di Gampong Darussalam Ke- camatan Nisam Antara dengan mengikuti rumus yang disarankan oleh Sutrisno (2004) dengan ru- mus sebagai berikut :

Dimana:

Y = Kesuksesan program PNPM Mandiri Pede- saan

= Constanta

b = Koeisien regresi

X = Partisipasi masyarakat Gampong. = errorterm

Adapun langkah-langkah metode yang digu- nakan dalam menganalisis data adalah sebagai

berikut:

1. Uji Validitas Data

Untuk menentukan item valid atau tidak di- gunakan ketentuan jika nilai Korelasi di atas 0,3 maka dapat dikatakan bahwa item tersebut memberikan tingkat kevalidan yang cukup dan sebaliknya jika nilai Korelasi dibawah 0,3 maka dikatakan item tersebut kurang valid (Sugiyono, 2006). Untuk mengukur valid tidaknya butir kue- sioner, penulis menggunakan rumus :

( ) ( )( )

( )

{

2 2

}{

2

( )

2

}

.

.

x

x

N

y

y

N

y

x

xy

N

r

xy

Σ

Σ

Σ

Σ

Σ

Σ

Σ

=

Dimana:

rxy = koeisien product moment N = jumlah sampel

x = skor pertanyaan

y = skor total

∑xy = jumlah perkalian x dan y ∑x2 = jumlah kuadrat dari x ∑y2 = jumlah kuadrat dari y 2. Uji Reliabilitas

Adapun Uji reliabilitas dalam penelitian ini, penulis menggunakan rumus Cronbach’s Alpha. Arikunto (2002) mengumukakan “reliabilitas di- lakukan untuk mengetahui sejauh mana hasil pen- gukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang

sama, dimana hasilnya ditunjukkan oleh sebuah indeks yang menunjang seberapa jauh suatu alat ukur dapat diandalkan”. Rumusnya adalah seba- gai berikut:

 Σ





=

2 3 11

1

1

t

b

k

k

R

σσ

Dimana: R11 = Reliabilitas instrument

k = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal

∑σb2 = Jumlah varian butir σt2 = varians total

Kriteria: Jika Rhitung > Rtabel berarti instrumen dikatakan reliabel dan sebaliknya jika rhitung < rtabel berarti instrumen dikatakan tidak reliabel

3. Uji Normalitas Data

Uji normalitas digunakan untuk mengeta- hui apakah populasi data terdistribusi normal atau tidak. Metode yang penulis gunakan dalam menentukan tingkat normalitas data yaitu uji one sample kolmogrov-smirnov dengan taraf signiikan 0,05 artinya data dinyatakan terdistri- busi normal jika signiikansi lebih besar dari 5% atau 0,05.

HASIL PENELITIAN

Dalam dokumen Vol.15 No.1 Januari 2014 (Halaman 55-58)