• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN TEORITIS Pemberdayaan Masyarakat

Dalam dokumen Vol.15 No.1 Januari 2014 (Halaman 34-36)

Studi Kasus Kelompok Perempuan Kecamatan Tanah Pasir Aceh Utara

TINJAUAN TEORITIS Pemberdayaan Masyarakat

Kartasasmita (1996) mendeinisikan pem- berdayaan ekonomi rakyat adalah upaya yang merupakan pengerahan sumber daya untuk mengembangkan potensi ekonomi rakyat untuk meningkatkan produktivitas rakyat sehingga, baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam di sekitar keberadaan rakyat, dapat ditingkatkan produktivitasnya. Kusmuljono (2009:15). Pember- dayaan masyarakat mengandung makna mengem- bangkan, memandirikan, menswadayakan, dan memperkuat bargaining position masyarakat la- pisan bawah terhadap kekuatan penekan di segala bidang kehidupan. Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya pemerintah untuk mendorong akselerasi penurunan angka kemiskinan yang ber-

basis partisipasi yang diharapkan dapat mencipta- kan proses penguatan sosial yang dapat mengan- tar masyarakat miskin menuju masyarakat yang madani, sejahtera, berkeadilan serta berlandaskan iman dan takwa (Sumodiningrat, 2009:60). Dari uraian di atas dapat disimpulkan pemberdayaan masyarakat merupakan suatu kegiatan masyarakat dari pemerintah untuk membuat masyarakat lebih mandiri.

Pengertian SPP PNPM Mandiri

Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) merupakan salah satu program pemerin- tah yang pro rakyat untuk memberdayakan ekono- mi masyarakat. PNPM Mandiri adalah program nasional dalam wujud kerangka kebijakan sebagai dasar dan acuan pelaksanaan program-program penanggulangan kemiskinan berbasis pember- dayaan masyarakat. PNPM Mandiri dilaksanakan melalui harmonisasi dan pengembangan sistem serta mekanisme dan prosedur program, penyedi- aan pendampingan, dan pendanaan stimulan un- tuk mendorong prakarsa dan inovasi masyarakat dalam upaya penanggulangan kemiskinan yang berkelanjutan (Pedoman Umum PNPM, 2007:19).

Perempuan menjadi salah satu sasaran utama dalam kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan, meng- ingat tujuan khusus PNPM Mandiri Perdesaan di- antaranya adalah meningkatkan partisipasi seluruh masyarakat, khususnya masyarakat miskin dan atau kelompok perempuan, dalam pengambilan keputusan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan pelestarian pembangunan. Keluaran program terjadinya peningkatan keterlibatan Rumah Tang- ga Miskin (RTM) dan kelompok perempuan mu- lai perencanaan sampai dengan pelestarian (http:// pnpmperdesaanwaykanan.wordpress.com).

Pemberdayaan kelompok perempuan mela- lui PNPM Mandiri Perdesaan merupakan suatu upaya menumbuhkan motivasi dan membuka kesempatan pada masyarakat, khususnya kelom- pok-kelompok perempuan di wilayah-wilayah perdesaan, untuk dapat memperoleh kehidupan yang lebih baik dengan cara memanfaatkan dan meningkatkan kemampuan yang mereka miliki dan sekaligus menempatkan mereka sebagai salah satu stakeholder aktif. Program Simpan Pinjam Perempuan (SPP) dianggap memberikan manfaat

yang besar dalam mengembangkan usaha pen- erima, menambah kapasitas keuangan keluarga dan menggeser keberadaan rentenir. Penerima program menggunakan dana SPP untuk mengem- bangkan usaha lama dan membina usaha baru. Pelaksana program memang mensyaratkan bahwa calon penerima harus sudah memiliki usaha ter- lebih dahulu. Sebagian kecil dana SPP digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang mendesak. SPP juga dianggap berperan mengu- rangi ketergantungan warga pada rentenir karena SPP menawarkan bunga yang kompetitif dan prosedur yang tidak berbelit-belit bagi calon pem- injam yang sudah memiliki usaha (Syukri, et.al., 2013:9)

Mekanisme Pengelolaan Dana SPP

Pemberdayaan perempuan, pengembangan lembaga keuangan mikro dengan strategi ini telah membuka jalan bagi kelompok perempuan mis- kin untuk meningkatkan kesejahteraan, dimana; mereka dapat meminjam uang setiap saat den- gan prosedur yang gampang, bunga yang murah, dan keuntungan pun akan kembali untuk mereka. Pinjaman dapat dipergunakan untuk pengemban- gan usaha, biaya sekolah anak, dan juga kebutu- han sehari-hari yang mendesak. Namun, hampir sama dengan bantuan lainnya pembagian pinja- man tersebut ada kriterianya. Bentuk kegiatan SPP adalah memberikan dana pinjaman sebagai tambahan modal kerja bagi kelompok kaum per- empuan yang mempunyai pengelolaan dana sim- panan dan pengelolaan dana pinjaman.

Adapun ketentuan kelompok SPP sangat- lah mudah. Pertama, kelompok yang dikelola dan anggotanya perempuan yang satu sama lain saling mengenal, memiliki kegiatan tertentu dan pertemuan rutin yang sudah berjalan sekurang- kurangnya satu tahun. Kedua, Mempunyai keg- iatan simpan pinjam dengan aturan pengelolaan dana simpanan dan dana pinjaman yang telah disepakati. Ketiga, telah mempunyai modal dan simpanan dari anggota sebagai sumber dana pin- jaman yang diberikan kepada anggota. Keempat, kegiatan pinjaman pada kelompok masih berlang- sung dengan baik. Dan kelima, mempunyai organ- isasi kelompok dan administrasi secara sederhana.

salah satu kegiatan program dari PNPM Mandiri Perdesaan yang berupa kegiatan perguliran dana untuk menjadikan masyarakat miskin perdesaan khususnya kaum perempuan lebih berdaya. Pem- berdayaan yang dimaksud merupakan keterse- diaan pilihan bagi masyarakat miskin untuk me- manfaatkan peluang usaha sehingga mendapatkan tambahan pendapatan. Pengambilan keputusan untuk menentukan jumlah alokasi dana untuk SPP dikendalai oleh jumlah alokasi dana untuk pembangunan sarana/ prasarana. Semakin besar proporsi dana untuk fasilitas sarana dan prasara- na, maka semakin kecil ketersediaan dana untuk kegiatan SPP. Sedangkan keputusan pembiayaan kegiatan SPP ditentukan oleh kelayakan proposal yang diajukan oleh kelompok SPP.

Pengorganisasian kelompok SPP dapat dilaku- kan dengan memanfaatkan organisasi-organisasi lokal baik formal maupu informal yang sudah ada dalam lingkungan masyarakat, seperti kelompok dasa wisma atau kelompok pengajian. Kelompok SPP dapat mengakses dana untuk usaha produktif maupun untuk keperluan keluarga, seperti untuk biaya pendidikan. Kredit yang disalurkan ke- pada kelompok diharapkan menjadi penggerak aktivitas-aktivitas produktif yang mampu mem- berikan nilai tambah bagi anggota kelompok. Kredit berkelompok memiliki akses yang relatif lebih besar dibandingkan kredit individu karena berkaitan dengan besarnya posisi tawar kelompok (Ismawan, 2001:63).

Penyaluran kredit kepada pelaku UMKM se- cara kelompok merupakan salah satu cara untuk mengurangi kesalahan penggunaan dana kredit (moral hazard) dan mengurangi resiko kredit bermasalah. Mekanisme tetap mengacu pada alur kegiatan program PNPM MP, akan tetapi perlu memberikan beberapa penjelasan dalam tahapan, yaitu sebagai berikut: Musyawarah Antar Desa (MAD) Sosialisasi. Dalam MAD Sosialisasi di- lakukan sosialisasi Ketentuan dan Persyaratan untuk kegiatan SPP sehingga pelaku-pelaku ting- kat desa memahami adanya kegiatan SPP dan da- pat memanfaatkannya, Musdes Sosialisasi SPP,

Musyawarah Dusun, Proses Identiikasi Kelom- pok melalui musyawarah di dusun/kampung., Musyawarah Desa dan MKP. Musyawarah ini

merupakan tahapan seleksi di tingkat desa adalah,

Veriikasi. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam proses veriikasi kegiatan SPP. Jadi, mekanismen

penyaluran SPP ini juga memiliki proses atau prosedur standar agar pinjaman diberikan kepada kelompok tertentu, meskipun tidak sampai men- genal istilah 5C.

Dalam dokumen Vol.15 No.1 Januari 2014 (Halaman 34-36)