• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

SEMESTER I SDN 004 LOA JANAN

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penelitian dilaksanakan di SDN No. SDN 004 Loa Janan kelas III (tiga) yang berjumlah 21 siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada Tahun Ajaran 2014/2015. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan menyampaikan gagasan penelitian ini kepada Kepala SDN No. SDN 004 Loa Janan tentang penelitian yang akan dilaksanakan. Kemudian peneliti yang juga guru bidang studi IPA bersama teman sejawat mulai mendemonstrasikankan langkah-langkah selanjutnya yang akan dilaksanakan pada penelitian. Penelitian ini terdiri dari tiga siklus dimana masing-masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan yaitu setiap pertemuan dilakukan tes ,observasi aktivitas siswa dan pemberian tugas (PR) akhir pertemuan.

SIKLUS I

Pada siklus I dilaksanakan sebanyak 2 pertemuan dengan alokasi waktu masing-masing 2 x 35 menit. Materi yang dipersiapkan adalah materi arti Sifat-sifat benda padat dan benda cair, menyiapkan RPP, buat lembar observasi guru dan siswa setiap siklus.

Tabel 1. Distribusi Frekuensi Aktivitas Belajar Siswa pada Siklus 1 No Aktivitas yang diamati Pertemuan I Pertemuan 2

Keterangan

27 BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 29, Oktober 2018

3 Memberikan saran dan menerapkan model pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi , tetapi hanya berbentuk ceramah bervariasi disertai dengan penugasan. Di akhir pembelajaran baru peneliti membentuk kelompok untuk persiapan pembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi pada pertemuan berikutnya. Pada pertemuan 2 peneliti telah menggunakan metode demonstrasi , ternyata seperti yang kita lihat dalam tabel, terjadi peningkatan aktivitas siswa. Peningkatan terjadi pada semua aspek, namun yang paling rendah aktivitasnya adalah dalam hal memberi saran.Ini disebabkan karena tingkat pengetahuan siswa yang masih rendah.Kemudian peningkatan aktivitas yang agak tinggi adalah dalam menjawab pertanyaan siswa maupun guru.Ini disebabkan karena siswa diberi dorongan atau motivasi, sehingga secara bertahap timbul keberanian siswa untuk menjawab pertanyaan. Berdasarkan nilai akhir perolehan siswa dibuat tabel rekapan seperti pada tabel dibawah ini.

Tabel 2. rekapitulasi hasil belajar siswa siklus I No. Rentang Nilai

Berdasarkan kumpulan data yang diperoleh dari kolaborasi dengan teman sejawat serta catatan lapangan yang ada pada peneliti, ternyata sebagian besar siswa belum optimal pada setiap aspek pengamatan , baik pada siklus I maupun II.

Tingkat keaktifan siswa sangat rendah dalam pembelajaran seiring dengan hal tersebut nilai hasil belajar siswa pada pertemuan 3 belum memenuhi standar hasil belajar minimal yang ditetapkan oleh SDN 004 Loa Janan .Hal ini menunjukkan bahwa tujuan yang hendak dicapai sehubungan dengan pelaksanaan tindakan ini belum tercapai secara optimal. Menurut pengamatan peneliti kegagalan siswa tampak dengan jelas dalam memanfaatkan waktu.Siswa belum mampu memanfaatkan waktu sesuai dengan yang dialokasikan untuk setiap tahapan.

Agar siswa dapat menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan tersebut, maka perlu diberikan perpanjangan waktu.Akibat dari perpanjangan waktu ini adalah

28

BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 29, Oktober 2018

sedikitnya waktu yang tersedia untuk kegiatan presentasi hasil kerja kelompok.

Bila dicermati, penyebab dari kegagalan siswa dalam mengerjakan tugas saat proses pembelajaran bersumber dari hal-hal berikut:

1. Siswa belum memahami tentang langkah-langkah kerja atau tahapan –tahapan pembelajaran yang harus dilalui. Misalnya apa yang seharusnya dilakukan dalam pada kelompok demonstrasi dan seterusnya.

2. Masih ada siswa yang suka mengganggu teman, sehingga terkendala dalam menyelesaikan tugas.

3. Siswa masih kebingungan dalam mengerjakan soal tes akhir.

Berdasarkan permasalahan dan kegagalan di atas, maka peneliti mencarikan solusinya yaitu dengan memberikan arahan kembali kepada siswa tentang langkah-langkah kerja kelompok pada metode demonstrasi, sehingga kegiatan pada siklus berikutnya dapat berjalan dengan lancar seperti yang diharapkan.

SIKLUS II

Pada siklus II dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan, dengan alokasi waktu masing-masing 2 x 35 menit, materi yang diajarkan dalam siklus II ini adalah: mendemonstrasikan sifat-sifat cahaya untuk pertemuan pertama dan kedua. Observasi ini peneliti lakukan bersama dengan teman sejawat. Aktivitas yang diamati adalah:

a) Mengajukan pertanyaan

b) Menjawab pertanyaan siswa maupun guru c) Memberi saran dan mengemukakan pendapat d) Menyelesaikan tugas kelompok

e) Mempresentasikan hasil kerja kelompok

Tabel 3. Distribusi Frekuensi Aktivitas Belajar Siswa pada Siklus II

No.

Aktivitas yang diamati Pertemuan I Pertemuan 2 Jumlah % Jumlah %

1 Mengajukan pertanyaan 15 71.43 18 85.71

2 Menjawab pertanyaan siswa atau guru

18 85.71 18 85.71

3 Memberikan saran dan

mengemukkan pendapat

10 47.62 15 71.43 4 Menyelesaiakan tugas kelompok 18 85.71 21 100.00 5 Mempresentasekan hasil kerja

kelompok

15 71.43 10 47.62 Dari tabel di atas dapat kita lihat bahwa pada pertemuan 1 aktivitas siswa mulai membaik ke 5 aspek sudah membaik hanya aspek memberikan saran dan mengemukakan pendapat yang belum optimal walaupun secara porsentasi sudah lebih baik dari siklus I . Untuk diketahui pada pertemuan I ini peneliti sudah dilaksankan sesuai refleksi pada siklus sebelumnya. Pada pertemuan 2 peneliti

29 BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 29, Oktober 2018

telah secara optimal menggunakan metode demonstrasi , ternyata seperti yang kita lihat dalam tabel, terjadi peningkatan aktivitas siswa. Peningkatan terjadi pada semua aspek, termasuk dalam hal memberi saran sudah membaik dibandingkan dengan pertemuan 1. Ini disebabkan karena tingkat pengetahuan siswa sudah meningkat .Kemudian peningkatan aktivitas yang tinggi adalah dalam menjawab pertanyaan siswa maupun guru.Ini disebabkan karena siswa diberi dorongan atau motivasi, sehingga secara bertahap timbul keberanian siswa untuk menjawab pertanyaan. Berdasarkan nilai akhir perolehan siswa dibuat tabel rekapan seperti pada tabel dibawah ini.

Tabel 4. Rekapitulasi hasil belajar siswa siklus II No. Rentang Nilai Pertemuan I Pertemuan 2

Keterangan

Jumlah % Jumlah %

1 85 < x ≤ 100 10 47.62 15 71.43 Sangat Baik

2 71 < x ≤ 84 5 23.81 5 23.81 Baik

3 56 < x ≤ 70 5 23.81 1 4.76 Cukup

4 41 < x ≤ 55 1 4.76 0.00 Kurang

5 ≤ 40 0.00 0.00 Kurang

sekali Refleksi Siklus II

Sebagaimana yang dilakukan pada siklus I, pada siklus II juga dilakukan demonstrasikan yang mendalam terhadap deskripsi data yang dipaparkan di atas.Di mana pada lembaran observasi aktivitas belajar siswa terjadi perubahan keaktifan yang cukup berarti.Pada awalnya (siklus I) siklus belum berani dan ragu-ragu untuk menyampaikan pendapat, namun pada siklus II sudah ada keberanian.Demikian juga dalam mengerjakan tugas kelompok atau demonstrasikan, secara keseluruhan siswa sudah menunjukkan aktivitas yang baik.

SIKLUS III

Pada siklus III dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan, dengan alokasi waktu masing-masing 2 x 35 menit, materi yang diajarkan dalam siklus III ini adalah: mendemonstrasikan perubahan sifat benda untuk pertemuan pertama dan kedua. Pada siklus III ini dilakukan tindakan seperti pada siklus pertama. Materi pelajaran yang dibahas adalah “perubahan wujud benda ”. Siklus ini dilakukan 3 kali pertemuan yang terdiri dari dua kali pertemua untuk pembelajaran dan satu kali pertemuan untuk tes akhir siklus dengan waktu masing –masing pertemuan 2

× 35 menit. Seluruh perangkat pembelajaran disusun sesuai dengan tindakan yang dilakukan. Sedangkan rencana tindakan yang dilaksanakan adalah:

1. Menyiapkan Rencana Pembelajaran untuk dua kali pertemuan 2. Menyiapkan wacana / tugas dalam bentuk LKS,

3. Menyiapkan format observasi aktivitas siswa dalam PBM,

4. Membagi kelompok demonstrasikan siswa terdiri dari lima orang anggota kelompok.

30

BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 29, Oktober 2018

Tabel 5. Distribusi Frekuensi Aktivitas Belajar Siswa pada Siklus III No. Aktivitas yang diamati Pertemuan I Pertemuan 2

Ket. mengemukakan pendapat yang belum optimal walaupun secara porsentasi sudah lebih baik dari siklus I . Untuk diketahui pada pertemuan I ini peneliti sudah dilaksankan sesuai refleksi pada siklus sebelumnya. Pada pertemuan 2 peneliti telah secara optimal menggunakan metode demonstrasi , ternyata seperti yang kita lihat dalam tabel, terjadi peningkatan aktivitas siswa. Peningkatan terjadi pada semua aspek, termasuk dalam hal memberi saran sudah membaik dibandingkan dengan pertemuan 1. Ini disebabkan karena tingkat pengetahuan siswa sudah meningkat .Kemudian peningkatan aktivitas yang tinggi adalah dalam menjawab pertanyaan siswa maupun guru.Ini disebabkan karena siswa diberi dorongan atau motivasi, sehingga secara bertahap timbul keberanian siswa untuk menjawab pertanyaan.

Tabel 6. Rekapitulasi hasil belajar siswa siklus III No. Rentang Nilai dilakukan demonstrasi yang mendalam terhadap deskripsi data yang dipaparkan di atas.Di mana pada lembaran observasi aktivitas belajar siswa terjadi perubahan keaktifan yang cukup berarti.Pada awalnya (siklus II) siklus belum berani dan ragu-ragu untuk menyampaikan pendapat, namun pada siklus III sudah ada keberanian.Demikian juga dalam mengerjakan tugas kelompok atau demonstrasikan, secara keseluruhan siswa sudah menunjukkan aktivitas yang baik.

31 BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 29, Oktober 2018

Rekapitulasi Observasi aktivitas pembelajaran

Tabel 7. Rekapitulasi hasil Rata-rata Peningkatan aktivitas pembelajaran per siklus No. Aktivitas yang diamati SIKLUS I SIKLUS II SIKLUS III

Jumlah % Jumlah % Jumlah % 1 Mengajukan pertanyaan 9 42.86 17 78.57 18 85.71 2 Menjawab pertanyaan

siswa atau guru

13 61.90 18 85.71 18 85.71 3 Memberikan saran dan

mengemukkan pendapat

7 30.95 13 59.52 15 71.43 4 Menyelesaiakan tugas

kelompok

15 71.43 20 92.86 20 92.86 5 Mempresentasekan hasil

kerja kelompok

6 26.19 13 59.52 13 59.52 Berdasarkan peningkatan nilai rata-rata hasil observasi aktivitas pembelajaran secara komulatif pada penelitian pada tabel di atas, maka dapat digambarkan dengan grafik sebagai berikut:

Rekapitulasi Hasil Belajar per Siklus

Tabel 8. Rekapitulasi hasil belajar per siklus No. Rentang Nilai SIKLUS I SIKLUS II SIKLUS III

Keterangan Jumlah % Jumlah % Jumlah %

1 85 < x ≤ 100 4 19.05 13 69.52 15 71,40 Sangat Baik 2 71 < x ≤ 84 6 28.57 5 23.81 5 23.81 Baik 3 56 < x ≤70 4 16.67 3 14.29 1 4.76 Cukup 4 41 < x ≤ 55 6 28.57 0 0.00 0 0.00 Kurang

5 ≤ 40 1 4.76 0 0.00 0 0.00 Kurang sekali

32

BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 29, Oktober 2018

Berdasarkan tabel diatas jika di tampilakan dalam bentuk grafik dapat terlihat pada grafis sebagai berikut.

Setelah tindakan yang dilaksanakan pada siklus I dan siklus II maka diperoleh jawaban dari apa yang menjadi masalah dalam penelitian ini.

Sebagaimana diketahui masalah pada siswa SDN 004 Loa Janan salah satunya adalah kurang aktif dalam pembelajaran IPA sehingga hasil belajar tidak memenuhi standar KKM. Untuk membantu meningkatkan keaktifan pembelajaran dan hasil belajar siswa diterapkan pembelajaran IPA melalui metode demonstrasi.

KESIMPULAN

1. Dengan menggunakan metode demonstrasi pada siklus I terjadi peningkatan aktivitas siswa dan hasil belajar siswa yaitu diperoleh nilai siswa yang berkategori sangat baik dan baik sebanyak 47,62 %

2. Pada Siklus II terjadi peningkatan aktivitas siswa menjadi kategori baik dan hasil belajar siswa menjadi 69,52 % berkategori sangat baik dan 23,81 % berkategori baik.

3. ada Siklus III terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa yaitu nilai hasil belajar siswa terdapat 95,21 siswa termasuk dalam kategori sangat baik dan baik

SARAN

1. Guru sebaiknya lebih banyak menerapkan tipe-tipe belajar mengajar yang baru kepada siswa contohnya demonstrasi ,agar siswa memilki ketertarikan terhadap materi-materi pelajaran IPA.

2. Bagi Guru dan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung hendaknya terjadi komunikasi yang baik dan terbuka antara siswa dan guru, sehingga semua permasalahan belajar yang berkaitan dengan daya serap dan penguasaan materi dalam pembelajaran di sekolah dapat di atasi dengan baik.

3. Kepala sekolah hendaknya memfasilitasi dan menyiapkan sarana dan prasaran yang berhubungan dengan media pembelajaran.

4. Peneliti selanjutnya hendaknya mencoba menggunakan metode demonstrasi untuk pembelajaran lain selain IPA.

33 BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 29, Oktober 2018

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S.2002. Prosedur Penelitian suatu pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta

Beni,S.2008. Model Model Pembelajaran Kreatif. Bandung: Tinta Emas Publishing . Beni,S.2008. Teknik Teknik Penilaian Kelas .Bandung: Tinta Emas Publishing . Depdiknas. 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta

Hamalik Oemar,2002. Strategi Belajar Mengajar .Bandung Mandar Maju Muhibbin Syah, 1995. Psikologi Pendidikan . Bandung : Grafindo Persada

Mulyani Sumantri & Juhan Permana. 2000. Startegi Belajar Mengajar. Bandung: CV Maulana.

Nurhadi 2004. Psikologi Pendidikan. Bandung : Remaja Rosda Karya

Nurhayati, Nunung. 2006. Ringkasan dan Bank Soal SAINS. Bandung:Yrama Widya Purwanto . 2004. Psikologi Pendidikan . Bandung : Remaja Rosda Karya.

Roestiyah (2001) Strategi Belajar Mengajar Jakarta: PT. Rineke Cipta

Sagala, Syaiful. 2009. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : C.V. Alfabeta Zarkasi

Sarjan, dkk. 2004. Sains 5. Klaten: CV. Sahabat.

Soejadi 2000. Belajar dan Pembelajaran . Jakarta : Rineka Karya.

Sujana 2005. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung Remaja Rusda Karya.

Susilo, 2002.Penelitian Tindakan Kelas Yokyakarta: Pustaka book publisher

Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Startegi Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka Cipta, 1997

Syaiful Sagala. 2008. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung : Alfabeta

34

BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 29, Oktober 2018

35 BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 29, Oktober 2018

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI BANGUN