SEMESTER I SDN 004 LOA JANAN
PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT DI KELAS VI SDN 023 LOA JANAN KALIMANTAN TIMUR TAHUN PELAJARAN 2015/2016
Lenti Sitorus
SD Negeri 023 Loa Janan ABSTRAK
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bertujuan untuk Meningkatkan hasil belajar IPA Siswa Kelas VI dalam pokok bahasan Struktur dan Fungsi Bagian Tumbuhan melalui Model Pembelajaran Cooperative Script, pokok bahasan dalam penelitian ini adalah Struktur dan Fungsi Bagian Tumbuhan. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak dua siklus setiap siklus 3 kali pertemuan yang dilakukan tes tiap akhir pertemuan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VI berjumlah 21 siswa dan obyek penelitian ini adalah model pembelajaran Cooperative Script. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik dokumentasi untuk mengetahui nilai dasar dan pengelompokan siswa, observasi untuk mengetahui aktivitas siswa dan guru, teknik tes untuk mengetahui nilai rata-rata dan ketuntasan belajar siswa. Penelitian dilakukan sebanyak dua siklus teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata, presentase dan grafik.
Yang bertindak sebagai pelaksana dalam pembelajaran adalah peneliti, dan observator nya dalah teman sejawat yang merupakan guru senior dari kelas VI. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas VI SDN 023 Loa Janan yaitu nilai rata-rata siswa meningkat dari 61,90 (Nila dasar) menjadi 74,19 pada siklus I dan pada siklus II meningkat dari 74,19 pada siklus I menjadi 78,78 kemudian pada siklus III meningkat menjadi 81,09 dan ketuntasan belajar mencapai 100 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran model pembelajaran Cooperative Script dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas VI SDN 023 Loa Janan
Kata Kunci: Peningkatan, Hasil Belajar, Pembelajaran Cooperative Script
PENDAHULUAN
Belajar adalah Suatu proses yang menyebabkan terjadinya suatu pembaharuan dalam tingkah laku, berhasil atau tidaknya belajar itu tergantung kepada beberapa faktor yang dibedakan menjadi dua faktor. Faktor tersebut antara lain, faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi intelegensi, motivasi, kebiasaan, kecemasan, minat, dan sebagainya. Sedangkan faktor eksternal
73 BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 29, Oktober 2018
meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, keadaan sosial ekonomi, dan sebagainya (Ahmadi, 2004 : 138). Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tidak hanya dituntut dengan menggunakan metode yang sesuai , namun diperlukan kemampuan guru dalam penguasaan konsep dan penguasaan dalam membelajarkan IPA.
Kondisi pembelajaran IPA saat ini di SDN 023 Loa Janan kurang memuaskan, Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar IPA siswa kelas VI di SD Negeri 023 Loa Janan yang berjumlah 21 siswa, hanya 6 ( 40 % ) siswa yang nilainya memenuhi nilai KKM 65 yang telah di tentukan SDN 023 Loa Janan. Hal ini dimungkin karena kurang menariknya metode atau model yang digunakan dalam pembelajaran, pembelajarannya hanya berpusat pada guru dan monoton, sehingga tidak membangkitkan rasa ingin tahu siswa, kreativitas siswa, siswa merasa bosan, siswa sangat pasif dalam proses pembelajaran, serta kurangnya sarana dan prasarana.
Dari pengamatan awal peneliti melihat bahwa, yang dihadapi siswa di SDN 023 Loa Janan adalah hasil belajar IPA yang belum tuntas yakni belum mencapai angka minimal daya serap 85% yang telah ditentukan. Salah satu faktor dalam pembelajaran IPA guru lebih banyak berceramah, sehingga siswa menjadi cepat bosan dan menyebabkan hasil belajar IPA rendah. Guru belum menghayati hakekat IPA karena pembelajaran di sekolah baru menekankan produk saja. Hal itu ditambah dengan pendapat siswa bahwa pelajaran IPA dianggap sulit, sehingga tidak menarik untuk belajar, sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar yang diperoleh siswa.
Dari hasil pengamatan awal peneliti menyimpulkan bahwa kurangnya minat belajar siswa SDN 023 Loa Janan disebabkan karena guru belum menemukan metode dan pendekatan yang tepat. Selama ini guru lebih sering menggunakan ceramah sebagai metode mengajar, media yang digunakan oleh guru kurang bervariasi, guru kurang memberikan contoh yang nyata kepada siswa, bahkan lebih sering menggambar di papan tulis untuk memvisualisasikan materi yang diajarkan. Guru hanya memberikan informasi dan mengharapkan siswa untuk menghafal dan mengingatnya. Gejala yang nampak adalah Siswa kurang bergairah dalam menerima pembelajaran dan kecenderungan bersikap pasif dan suka mencontoh. Siswa hanya menghafal sehingga kurang memahami konsep.
Atas dasar latar belakang masalah di atas, maka rumusan pokok masalah yang dihadapi peneliti adalah “Bagaimana meningakatkan hasil belajar IPA pada pokok bahasan struktur dan fungsi bagian tumbuhan dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Script Di Kelas VI SDN 023 Loa Janan ?”
Penelitian tindakan yang berbasis kelas dilaksanakan ini memiliki tujuan untuk “Meningkatkan hasil belajar IPA Siswa Kelas VI dalam pokok bahasan struktur dan fungsi bagian tumbuhan melalui model pembelajaran Cooperative Script”.
KAJIAN PUSTAKA
Dalam proses pendidikan, kegiatan belajar adalah kegiatan inti. Proses belajar ini sendiri pun memiliki banyak faktor yang mempengaruhinya. Menurut Slameto ( 2003 : 54.59 ) “ Banyak hal yang dapat mempengaruhi proses dan hasil
74
BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 29, Oktober 2018
belajar. Diantaranya disebabkan dua faktor yang dapat mempengaruhi belajar yakni intern dan faktor ektern”.
Arikunto (2002:26) menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah:
1. Faktor yang berasal dari dalam diri siswa (internal) dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu faktor psikologis dan jasmaniah. Yang dikategorikan faktor jasmaniah anatra lain: kelelahan, motivasi. suasana hati dan kebiasaan belajar.
2. Faktor yang berasal dari luar individu (eksternal) dapat diklasifikasikan menjadi dua , yaitu faktor manusia dan manusia, seperti alam, hewan, dan lingkungan fisik.
S. Nasution (2000: 34-35) menjelaskan bahwa : “Belajar adalah perubahan kelakuan berkat pengalaman dan latihan. Belajar membawa sesuatu perubahan pada individu yang belajar. Perubahan itu mengenai jumlah pengetahuan, kecakapan, kebiasaan, sikap, pengertian, penghargaan, minat, dan penyesuaian diri”. Menurut Hamalik (2002:57) Belajar dalam arti mengubah tingkah laku, akan membawa suatu perubahan pada individu-individu yang belajar. Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan penambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga berbentuk kecakapan, keterampilan, sikap, pengertian, harga diri, minat, watak, penyesuaian diri.
Model Pembelajaran Cooperative Script
Pengertian Model Pembelajaran Cooperative Script model Cooperative script terdiri dari dua kata yaitu “ Cooperative ”dan ” Script ”.Kata Cooperative berasal dari kata “ Cooperate “yang berarti bekerjasama, bantu-membantu, gotong-royong, selain itu juga berasal dari kata “ Cooperation “yang artinya kerjasama, koperasi persekutuan. Sedangkan kata “ Script ” berasal dari kata “ Script ”yang berarti uang kertas, darurat, surat saham sementara dan surat andil sementara.
Pembelajaran Cooperative Script merupakan salah satu bentuk atau Model Metode Pembelajaran Kooperatif. Dalam perkembangan Pembelajaran Cooperative Script telah mengalami banyak adaptasi sehingga melahirkan beberapa pengertian dan bentuk yang sedikit berbeda antara yang satu dengan yang lainnya, namun pada intinya sama. Model Pembelajaran Cooperative Script merupakan penyampaian materi ajar yang diawali dengan pemberian wacana atau ringkasan materi ajar kepada siswa yang kemudian diberikan kesempatan kepada siswa untuk membacanya sejenak dan memberikan/memasukkan ide-ide atau gagasan-gagasan baru kedalam materi ajar yang diberikan guru, lalu siswa diarahkan untuk menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap dalam meteri yang ada secara bergantian sesama pasangan masing-masing (Alit, 2002:203).
Menurut A’la (2011: 97), model pembelajaran Cooperative Script disebut juga Skrip Kooperatif adalah Model belajar di mana siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajarinya dalam ruangan kelas. Model pembelajaran Kooperatif merupakan suatu model pembelajaran yang mengutamakan adanya kelompok-kelompok. Setiap siswa yang ada dalam kelompok mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda
75 BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 29, Oktober 2018
(tinggi, sedang dan rendah) dan jika memungkinkan anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku yang berbeda serta memperhatikan kesetaraan gender.
Model Pembelajaran Kooperatif mengutamakan kerja sama dalam menyelesaikan permasalahan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Tujuan dibentuknya kelompok tersebut adalah Untuk memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk dapat terlibat secara aktif dalam proses berpikir dan kegiatan belajar. Selama bekerja dalam kelompok, tugas anggota adalah Mencapai ketuntasan materi yang disajikan oleh guru, dan saling membantu teman sekelompoknya untuk mencapai ketuntasan belajar. Melalui Pembelajaran Kooperatif ini, siswa akan lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya. Siswa secara rutin bekerja dalam kelompok untuk saling membantu memecahkan masalah-masalah yang kompleks.
Model pembelajaran Cooperative Script bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling berbagi ide-ide dan melibatkan siswa dalam menelaah materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dan memeriksa pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut. Selain itu model pembelajaran ini juga mendorong siswa untuk meningkatkan semangat kerja sama mereka.
Model Cooperative Script berbeda dengan model pembelajaran lainnya. Model ini lebih menekankankan kepada proses kerja dalam kelompok. Masalah yang dipecahkan bersama akan disimpulkan bersama. Peran guru hanya sebagai fasilitator yang mengarahkan siswa untuk mencapai tujuan belajar.
Pada interaksi siswa terjadi diskusi, menyampaikan pendapat dari ide-ide pokok materi, saling mengingatkan dari kesalahan konsep yang disimpulkan dan membuat kesimpulan bersama. Interaksi belajar yang terjadi benar-benar interaksi dominan siswa dengan siswa. Dalam aktivitas siswa selama pembelajaran cooperative script benar-benar memberdayakan potensi siswa untuk mengaktualisasikan pengetahuan dan keterampilannya.
Selanjutnya Suyatno (2009:75) “Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Cooperative Script merupakan model belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisar bagian-bagian materi yang dipelajari”.
METODE PENELITIAN
Penelitian dilaksanakan di SDN SDN 023 Loa Janan Penelitian dilaksanakan pada semester I tahun pembelajaran 2015/2016. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam tabel berikut:
Tabel 1. Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan PTK
No. Kegiatan
76
BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 29, Oktober 2018 a. Seminar Proposal
b. Pengumpulan Data Penelitian c. Seminar Hasil
3. Penyusunan Laporan
a. Penulisan Laporan Akhir b. Ujian Pendadaran
Subyek Penelitian
Adapun populasi yang menjadi ubyek peneliti adalah siswa kelas VI SDN 023 Loa Janan dengan jumlah keseluruhan siswa 21 siswa orang.
Obyek Penelitian
Pelaksanaan penelitian dengan model pembelajaran Model Cooperative Script pada pokok bahasan fungsi bagian dan struktur pada tumbuhan.
Gambar 1. Alur Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas