• Tidak ada hasil yang ditemukan

MOTODE PENELITIAN Jenis Penelitian

SEMESTER I SDN 004 LOA JANAN

MOTODE PENELITIAN Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). PTK atau classroom action research merupakan penelitian yang bersifat aplikasi (terapan), terbatas, segera, dan hasilnya untuk memperbaiki dan menyempurnakan program pembelajaran yang sedang berjalan.

Karakteristik Subyek Penelitian

Subyek penelitian ini adalah siswa kelasVI semester genap SD Negeri 004 Loa Janan tahun pelajaran 2016/2017. Jumlah siswa yang menjadi subyek penelitian adalah 23 siswa dengan rincian 6 perempuan dan 17 laki-laki. Subyek ini dipilih karena berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan terlihat

112

BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 29, Oktober 2018

kualitas hasil pembelajaran IPA pada siswa kelas VI masih rendah.

Objek Penelitian

Objek dari penelitian ini adalah hasil belajar IPA siswa kelas VI semester genap SD Negeri 004 Loa Janan tahun pelajaran 2016/2017

Rancangan Penelitian

Permasalahan yang diteliti merupakan permasalahan nyata berkaitan dengan pembelajaran yang dihadapi guru dalam pembelajaran IPA. Permasalahan ini akan dipecahkan melalui penelitian tindakan kelas dengan menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL).

Pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas yangberkolaborasi dengan teman sejawat untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi dalam pembelajaran.Rancangan penelitian model Lewin yang diadopsi olehTrianto (2011 : 28) proses penelitian tindakan kelas merupakan daur ulang atau siklus yang dimulai dari aspek (1) perencanaan (palnning), (3) pelaksanaan tindakan (action), (3) pengamatan(observing), (4) melakukan refleksi (Reflecting), yang berupa diskusi dengan guru observer tentang permasalahan dan pengaruhnya dari kegiatan tindakan dan hasil yang diperoleh.

Rancangan penelitian dapat dilihat pada bagan berikut :

Gambar 1. Bagan (Skema) Penelitian Kelas

Pelaksanaan pembelajaran dalam penelitian ini mengacu pada alur penelitian tindakan kelas yang terdiri dari empat tahapan : yaitu Perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi, secara garis besar prosedur penelitian diuraikan sebagai berikut:

Perencanaan Tindakan

Dalam Perencanaan Tindakan yang akan dilakukan dalam perbaikan pembelajaran peneliti menetapkan dan menyusun rancangan perbaikan terhadap pembelajaran IPA dengan menggunakan model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang akan dilaksanakan dalam dua siklus. Rencana tindakan yang disusun mencakup hal-hal sebagai berikut: 1) Membuat rencana pelaksanaan

Pengamata

Tindakan

Perencanaan Pertimbangan

Pengamatan

Tindakan

Perencanaan Pertimbangan

SIKLUS I SIKLUS II

Pertimbangan

Perencanaan

Tindakan Pengamatan

SIKLUS III

113 BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 29, Oktober 2018

pembelajaran (RPP), 2) Membuat lembar observasi untuk murid dan guru, 3)Menyusun LKS, 4) Menyiapkan sumber belajar, 5) Mempersiapkan media pembelajaran, dan 6) Membuat lembar penilaian pada setiap pelaksanaan siklus.

Tahap Pelaksanaan Tindakan (Action)

Pada tahap ini yang tindakan guru adalah: 1) Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok. 2) Meminta siswa mengumpulkan informasi, menganalisis data dan membuat simpulkan terkait dengan gaya pengaruh gaya terhadap gerak dan bentuk benda,2) masing-masing anggota kelompok memberikan masukan pada setiap kegiatan kelompok, 3) siswa saling bertukar, berdiskusi, mengklarifikasi dan mempersatukan ide dan pendapat. 4) anggota kelompok menentukan pesan-pesan penting dalam. 5) anggota kelompok merencanakan apa yang akan mereka laporkan dan bagaimana mempresentasikannya, 6) wakil dari masing-masing kelompok membentuk panitia diskusi kelas dalam presentasi investigasi. 7). Siswa yang bertugas untuk mewakili kelompok menyajikan hasil atau simpulan dari investigasi yang telah dilaksanakan, 8) siswa yang tidak sebagai penyaji, mengajukan pertanyaan, saran tentang topik yang disajikan, 9)siswa mencatat topik yang disajikan oleh penyaji.1) siswa merangkum dan mencatat setiap topik yang disajikan, 2) siswa menggabungkan tiap topik yang diinvestigasi dalam kelompoknya dan kelompok yang lain, 3) guru mengevaluasi dengan memberikan tes uraian pada akhir siklus.

Tahap Mengamati (observasi)

Kegiatan yang dilakukan peneliti pada tahap ini adalah :1) Melakukan pengamatan terhadap penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang dilaksanakan. 2) Mencatat setiap kegiatan dan perubahan yang terjadi saat pembelajaran sedang berjalan di kelas. 3) Melakukan diskusi dengan observer untuk membahas tentang kelemahan-kelemahan atau temuan-temuan, serta memberikan saran dan perbaikannya. Tujuan dilakukannya pengamatan adalah untuk mengumpulkan bukti hasil tindakan agar dapat dievaluasi dan dijadikan landasan dalam melakukan refleksi untuk perbaikan pada siklus berikutnya.

Tahap refleksi (Reflection)

Kegiatan peneliti pada tahap ini adalah 1). Menganalisis temuan saat melakukan observasi pelaksanaan observasi, 2) Menganalisis kelemahan dan keberhasilan guru saat menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk menentukan rencana tindak lanjut kegiatan, 3) Melakukan refleksi terhadap penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), 4) Melakukan refleksi terhadap kegiatan selama pelaksanaan pembelajaran.

Dalam penelitian ini analisa data yang digunakan adalah analisis data kualitatif.

Analisis data kualitatif dilakukan melalui tiga tahap, yaitu : a) Reduksi data yaitu proses penyederhanaan data yang dilakukan melalui seleksi, pengelompokan, dan pengorganisasian data mentah menjadi informasi bermakna. Pada proses reduksi peneliti mereduksikan data yang ditemukan pada tahap awal untuk memfokuskan pada masalah yang relevan dengan pelaksanaan penelitian tindakan kelas. b) Paparan data yaitu menampilkan data secara jelas dan mudah dipahami, seperti dalam bentuk paparan narasi, tabel, grafik, perwujudan lain yang dapat memberikan gambaran jelas tentang proses dan hasil tindakan yang dilakukan. c) Penyimpulan hasil analisis

114

BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 29, Oktober 2018

merupakan pengambilan intisari dalam penyajian data yang telah terorganisir dalam bentuk pernyataan atau kalimat singkat, padat, dan bermakna.

Data yang dianalisis adalah hasil belajar yang dianalisis deskriftif komperatif yaitu membandingkan nilai tes antar siklus maupun dengan indikator keberhasilan siswa pada masing-masing siklus. Data yang terkumpul dianalisis untuk mengukur indikator keberhasilan yang sudah dirumuskan.

Rata-rata digunakan untuk mengetahui pemahaman siswa yang dapat diukur dari hasil belajar siswa dalam satu kelas dan untuk mengetahui peningkatan pemahamanan dengan membandingkan rata-rata skor hasil belajar masing-masing siklus dengan menggunakan rumus:

𝑵𝑨 =∑ 𝒙 𝒏 Keterangan:

NA = Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada setiap siklus

x = Jumlah Nilai n = Banyaknya siswa

Untuk perhitungan persentase data menggunakan rumus persentase tingkat ketuntasan:

𝒑 =𝒇

𝒏× 𝟏𝟎𝟎%

Keterangan:

p = Persentase

f = Jumlah siswa yang mencapai KKM n = Jumlah siswa

Kriteria keberhasilan yang digunakan untuk peningkatan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 004 Loa Janan, menggunakan kriteria penilaian standar yang diungkapkan Harun Rasyid dan Mansyur, (2004: 21), sebagai berikut:

Tabel 3.Kriteria Ketercapaian

Rentang Skor Nilai Kriteria

89% s/d 100% A Sangat Baik

80% s/d 89% B Baik

70% s/d 79% C Cukup

55% s/d 69% D Kurang

< – 54% E Gagal

Harun Rasyid dan Mansyur, (2004: 21).

Berdasarkan kriteria standar tersebut, maka peneliti menentukan tingkat kriteria keberhasilan tindakan pada penelitian ini dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa secara keseluruhan pada setiap siklus telah meningkat dan menunjukkan tingkat pencapaian keberhasilan murid secara keseluruhan mencapai penguasaan 90% siswa mampu mencapai kriteria keberhasilan sesuai yang dituangkan guru dalam kriteria ketuntasan minimal (KKM) 70.

115 BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 29, Oktober 2018

HASIL PENELITIAN

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan di Kelas VI SD Negeri 004 Loa Janan, oleh peneliti sekaligus bertindak sebagai pemimpin, pelaksana dan pengajar di kelas yang diteliti. Penelitian di1aksanakan dalam tiga siklus. Alokasi waktu setiap pertemuan adalah 2 x 35menit. Jadi total waktu yang diperlukan selama penelitian 3 x 2 x 35 menit = 210 menit. Pada setiap siklus melalui tahap perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi.

Analisis Data Tahap Pra Siklus

Berdasarkan hasil refleksi yang mengacu pada hasil pengamatan terhadap proses pembelajaran pada tahap ini, maka ada hal-hal yang perlu mendapat perhatian: (1) Guru terlalu mendominasi dalam proses pembelajaran, (2) Partisipasi siswa perlu ditingkatkan, (3) perlu penggunaan model yang bervariatif.

Dan hasil pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas VI dengan indikator menentukan masalah pikiran dalam wacana adalah siswa yang dinyatakan tuntas dengan perolehan nilai 70 ke atas hanya 4 siswa dan 23 siswa dengan prosentase dan sebaliknya sebanyak 19 siswa dari 23 siswa dinyatakan belum tuntas karena memperoleh nilai kurang dari 70. jadi secara keseluruhan siswa yang belum tuntas 82.6%, yang terdiri dari 10 siswa memperoleh nilai 50 sampai 69 dengan prosentase 43,5% dan sebanyak 9 siswa yang memperoleh nilai kurang dan 50 dengan prosentase 39 %.

Tabel 2. Hasil Evaluasi Kegiatan Pembelajaran Awal yang dikategorikan Belum Berhasil. (Pra Siklus)

NO NAMA SISWA NILAI KET

1 Asni Amanda 40 BB

2 Ahmad Maulana 70 SB

3 Adtiya Nugraha Ananda 60 BB

4 Padlil Abdilah 55 BB

5 Fairman 40 BB

6 Hamriana 55 BB

7 Indriadi 40 BB

8 Islamiyah 45 BB

9 Leni Sahidah 40 BB

10 Misransyah Ardana 45 BB

11 Muh. Arsyad Arifudin 80 SB

12 Muh. Irfansyah 80 SB

13 Muh. Mardian Ananta 55 BB

14 Nur Ani Octavina 40 BB

15 Putra 50 BB

16 Riski Ramadani 60 BB

17 Rusdiana 60 BB

18 Sukoco 40 BB

19 Satria 55 BB

20 Syaifulloh 55 BB

116

BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 29, Oktober 2018

21 Syahrul Muhammad 100 SB

22 Zainal Arifin 55 BB

23 Zainudin 40 BB

Jumlah 1.260

Rata-rata 54,78

Prosentase 17,4 %

Yang Tuntas 4

Belum Tuntas 19

Keterangan: BB = Belum berhasil SB = Sudah berhasil

Secara kiasikal basil belajar siswa dinyatakan belum tuntas karena rata-rata kelas hanya memperoleh nilai 54,78 %yang seharusnya mencapai nilai 70 ke atas paling tidak 75%. Kemudian untuk mengetahui keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, maka berdasarkan hasil pengamatan diperoleh data yaitu

Tabel 2. Data Hasil Analisis Tes Hasil Belajar Tahap Pra Siklus No Jenis Data Jumlah/Skor Prosentase (%) Keterangan

1 Nilai Siswa ≥ 70 4 17,4 Tuntas

2 Nilai Siswa 50 – 69 10 43,5 Tidak Tuntas

3 Niai Siswa < 50 9 39 Tidak Tuntas

4 Rata-rata kelas 54,78 % Analisis Data siklus I

Berdasarkan hasil refleksi dalam tindakan penelitian, maka dapat diperoeh data hasil belajar lmu pengetahuan Alam Siswa Kelas VI SD Negeri 004 Loa Janan dengan materi sifat cahaya seperti pada tabel berikut ini:

Tabel 3: Tes Hasil Belajar Pada Siklus I

NO NAMA SISWA Pert 1 Pert 2 NILAI

akhir

KET

1 Asni Amanda 50 60 55 BB

2 Ahmad Maulana 60 80 70 SB

3 Adtiya Nugraha Ananda 80 80 80 SB

4 Padlil Abdilah 55 65 60 BB

5 Fairman 40 40 40 BB

6 Hamriana 40 50 45 BB

7 Indriadi 40 50 45 BB

8 Islamiyah 70 70 70 SB

9 Leni Sahidah 40 50 45 BB

10 Misransyah Ardana 70 90 80 SB

11 Muh. Arsyad Arifudin 80 90 85 SB

12 Muh. Irfansyah 85 85 85 SB

13 Muh. Mardian Ananta 45 45 45 BB

14 Nur Ani Octavina 50 70 60 BB

15 Putra 65 65 65 BB

117 BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 29, Oktober 2018

16 Riski Ramadani 75 75 70 SB

17 Rusdiana 70 90 80 SB

18 Sukoco 55 65 60 BB

19 Satria 50 60 55 BB

20 Syaifulloh 100 100 100 SB

21 Syahrul Muhammad 60 60 60 BB

22 Zainal Arifin 45 45 45 BB

23 Zainudin 65 75 70 SB

Jumlah 1.465

Rata-rata 63,69

Prosentase 43,5

Yang Tuntas 10

Belum Tuntas 13

Keterangan: BB = Belum berhasil SB = Sudah berhasil

Dari hasil penelitian pada siklus I siswa yang dikatakan tuntas dan memperoleh nilai di atas 70 yaitu 10 siswa dari 23 siswa dengan prosenrase 43,5

% dan selebihnya dinyatakan belum tuntas karena memperoleh nilai kurang dan 70. Jadi keseluruhan siswa yang belum tuntas benjumlah 13 siswa dari 23 siswa dengan prosentase 56,5 %.

Siswa yang memperoleh nilai 100 adalah 1 orang, memperoleh nilai 85 adalah 2 orang, memperoleh nilai 80 adalah 3 orang , memperoleh nilai 70 adalah 4 orang memperoleh nilai 65 adalah 1 orang, memperoleh nilai 60 adalah 4 orang, memperoleh nilai di bawah 60 adalah 8 orang . Secara keseluruhan hasil belajar siswa di siklus I ini belum tuntas dan perlu ada tindakan lanjutan.

Analisa Data Siklus 2

Berdasarkan hasil refieksi dalam pelaksanaan tindakan kelas pada siklus II ini, maka dapat dilihat bahwa ada peningkatan yang signifikan dari proses pembelajaran terutama keaktifan dan semangat siswa sudah cukup tinggi sehingga mempengaruhi nilai basil belajarnya. Dan data yang diperoleh dan hasil belajar IPA siswa kelas VI SD Negeri 004 Loa Janan dapat ditarik kesimpulan:

Hasil belajar siswa meningkat dan ini terbukti sebanyak 17siswa dari 23 siswa dinyatakan tuntas karena memperoleh nilai diatas 70 dengan prosentase 79,1 % dengan perincian mendapat nilai 100 = 1 siswa, mendapat nilai 95= 3 siswa, mendapat nilai 90 = 22 siswa, mendapat nilai 85= 1 siswa, mendapat nilai 80 = 5 siswa, mendapat nilai 75 = 3 siswa, mendapat niai 70 = 2 siswa sedangkan jumlah siswa yang dinyatakan belum tuntas menurun menjadi 20,9 % karena nilai yang diperoleh masih dibawah 70 dengan perincian sebanyak 6 siswa.. Siswa mendapat nilai antara 65 sebanyak 4siswa dengan prosentase 17,4 % dan mendapat nilai 60 sebanyak 2 siswa dengan 8,7 %

Hasil belajar siswa secara klasikal dinyatakan tuntas karena lebih dari 75%

dari keseluruhan jumlah siswa berhasil mencapai target. Keaktifan dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran juga meningkat. Untuk melihat lebih jelas hasil analisis belajar siswa pada siklus II ini dapat kita lihat melalui tabel benikut:

118

BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 29, Oktober 2018

Tabel 4. Tes Hasil Belajar Pada Siklus II

NO NAMA SISWA PERT 1 PERT 2 NILAI KET

Berdasarkan hasil refieksi dalam pelaksanaan tindakan kelas pada siklus III ini, maka dapat dilihat bahwa ada peningkatan yang signifikan dari proses pembelajaran terutama keaktifan dan semangat siswa sudah cukup tinggi sehingga mempengaruhi nilai basil belajarnya. Dan data yang diperoleh dan hasil belajar IPA siswa kelas VISD Negeri 004 Loa Janan dapat ditarik kesimpulan: Hasil belajar siswa meningkat dan ini terbukti sebanyak 23 siswa, dan 23 siswa dinyatakan tuntas karena memperoleh nilai diatas 70 dengan prosentase 100 % dengan perincian mendapat nilai 100 = 2 siswa, mendapat nilai 95= 3 siswa, mendapat nilai 90 = 1 siswa, mendapat nilai 80 = 4 siswa, mendapat nilai 75 = 7 siswa, mendapat niai 70 = 7 siswa. Hasil belajar siswa secara klasikal dinyatakan tuntas karena lebih dari 100% dari keseluruhan jumlah siswa berhasil mencapai target. Keaktifan dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran juga

119 BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 29, Oktober 2018

meningkat. Untuk melihat lebih jelas hasil analisis belajar siswa pada siklus III ini dapat kita lihat melalui tabel berikut:

Tabel 5. Tes HasilBelajar Pada Siklus III

NO NAMA SISWA PERT 1 PERT 2 NILAI KET

1 Asni Amanda 70 90 80 SB

2 Ahmad Maulana 90 100 95 SB

3 Adtiya Nugraha Ananda 75 75 75 SB

4 Padlil Abdilah 80 80 80 SB

5 Fairman 70 70 70 SB

6 Hamriana 70 80 75 SB

7 Indriadi 70 70 70 SB

8 Islamiyah 75 75 75 SB

9 Leni Sahidah 100 100 100 SB

10 Misransyah Ardana 95 95 95 SB

11 Muh. Arsyad Arifudin 90 90 90 SB

12 Muh. Irfansyah 75 75 75 SB

13 Muh. Mardian Ananta 75 75 75 SB

14 Nur Ani Octavina 70 70 70 SB

15 Putra 90 100 95 SB

16 Riski Ramadani 70 90 80 SB

17 Rusdiana 70 70 70 SB

18 Sukoco 70 90 80 SB

19 Satria 70 70 70 SB

20 Syaifulloh 100 100 100 SB

21 Syahrul Muhammad 70 80 75 SB

22 Zainal Arifin 70 80 75 SB

23 Zainudin 70 70 70 SB

Jumlah 1840

Rata-rata 80

Prosentase 100

Yang Tuntas 23

Belum Tuntas 0

Keterangan: BB = Belum berhasil SB = Sudah berhasil Analisis Data Selama Penelitian

Dengan menggunakan prosentasi seperti pada tabel hasil penelitian dan kegiatan awal kegiatan penelitian pada sikius I , II dan sikius III dapat diklasifikasikan dengan hasil test sebagai berikut:

Tabel 6. Rekapitulasi Hasil Tes Mulai Dari Tahap Awal , Siklus 1, Siklus 2 dan Siklus 3

NO Jenis Data Pra Siklus Silus I Siklus II Siklus III Jumlah % Jumlah % Jumlah % Jumlah % 1 Nilai siswa > 4 17,39 10 43,48 17 73,91 23 100

120

BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 29, Oktober 2018

70

2 Nilai siswa

50 - 69 9 39,13 7 30,43 6 26,09 - -

3 Nilai Siswa <

50 10 43,48 6 26,09 - - - -

Nilai

Rata-rata kelas 53,67 63,69 76,16 80

Prosentase

ketuntasan 17,39 43,48 73,91 100

Berdasarkan data di atas selanjutnya dapat dibuat grapik untuk menggambarkan pencapaian hasil belajar siswa selama penelitian.

Gambar 2. Grafik Pencapaian Hasil Belajar Siswa Selama Penelitian PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil refieksi dalam pelaksanaan tindakan kelas pada Pra siklus,siklus I, siklus II, siklus III ini, maka dapat dilihat bahwa ada peningkatan yang signifikan dari proses pembelajaran terutama keaktifan dan semangat siswa sudah cukup tinggi sehingga mempengaruhi nilai hasil belajarnya.Dan data yang diperoleh dan hasil belajar IPA siswa kelas VISD Negeri 004 Loa Janan dapat ditarik kesimpulan.

Siklus 1

Dari hasil penelitian pada siklus I siswa yang dikatakan tuntas dan memperoleh nilai di atas 70 yaitu 10 siswa dari 23 siswa dengan prosenrase 43,5

% dan selebihnya dinyatakan belum tuntas karena memperoleh nilai kurang dan 70. Jadi keseluruhan siswa yang belum tuntas benjumlah 13 siswa dari 23 siswa dengan prosentase 56,5 %. Siswa yang memperoleh nilai 100 adalah 1 orang, memperoleh nilai 85 adalah 2 orang, memperoleh nilai 80 adalah 3 orang , memperoleh nilai 70 adalah 4 orang memperoleh nilai 65 adalah 1 orang, memperoleh nilai 60 adalah 4 orang, memperoleh nilai di bawah 60 adalah 8 orang . Secara keseluruhan hasil belajar siswa di siklus I ini belum tuntas dan perlu ada tindakan lanjutan.

121 BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 29, Oktober 2018

Siklus 2

Berdasarkan hasil refieksi dalam pelaksanaan tindakan kelas pada siklus II ini, maka dapat dilihat bahwa ada peningkatan yang signifikan dari proses pembelajaran terutama keaktifan dan semangat siswa sudah cukup tinggi sehingga mempengaruhi nilai basil belajarnya. Dan data yang diperoleh dan hasil belajar IPA siswa kelas VISD Negeri 004 Loa Janan dapat ditarik kesimpulan:

Hasil belajar siswa meningkat dan ini terbukti sebanyak 17siswa dari 23 siswa dinyatakan tuntas karena memperoleh nilai diatas 70 dengan prosentase 79,1 % dengan perincian mendapat nilai 100 = 1 siswa, mendapat nilai 95= 3 siswa, mendapat nilai 90 = 22 siswa, mendapat nilai 85= 1 siswa, mendapat nilai 80 = 5 siswa, mendapat nilai 75 = 3 siswa, mendapat niai 70 = 2 siswa sedangkan jumlah siswa yang dinyatakan belum tuntas menurun menjadi 20,9 % karena nilai yang diperoleh masih dibawah 70 dengan perincian sebanyak 6 siswa.. Siswa mendapat nilai antara 65 sebanyak 4siswa dengan prosentase 17,4 % dan mendapat nilai 60 sebanyak 2 siswa dengan 8,7 %. Hasil belajar siswa secara klasikal dinyatakan tuntas karena lebih dari 75% dari keseluruhan jumlah siswa berhasil mencapai target.

Siklus 3

Berdasarkan hasil refieksi dalam pelaksanaan tindakan kelas pada siklus III ini, maka dapat dilihat bahwa ada peningkatan yang signifikan dari proses pembelajaran terutama keaktifan dan semangat siswa sudah cukup tinggi sehingga mempengaruhi nilai basil belajarnya. Dan data yang diperoleh dan hasil belajar IPA siswa kelas VI SD Negeri 004 Loa Janan dapat ditarik kesimpulan:

Hasil belajar siswa meningkat dan ini terbukti sebanyak 23 siswa, dan 23 siswa dinyatakan tuntas karena memperoleh nilai diatas 70 dengan prosentase 100 % dengan perincian mendapat nilai 100 = 2 siswa, mendapat nilai 95= 3 siswa, mendapat nilai 90 = 1 siswa, mendapat nilai 80 = 4 siswa, mendapat nilai 75 = 7 siswa, mendapat niai 70 = 7 siswa. Hasil belajar siswa secara klasikal dinyatakan tuntas karena lebih dari 100% dari keseluruhan jumlah siswa berhasil mencapai target.

KESIMPULAN

Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Dilihat dari tahap awal dan dilanjutkan tahap slklus 1 sampai Siklus 3 dapat dikemukakan ada peningkatan dari hasil belajar dengan menggunakan Model Pembelajaran PBL. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata hasil pembelajaran siswa yaitu 53,67 % dan pada siklus I meningkat 60.3% kemudian pada siklus 2 menjadi 76.16 % serta pada siklus 3 menjadi 100 %,

Hal. ini menunjukkan bahwa bahwa hasil yang diperoleh merupakan suatu pengembangan kemampuan guru dalam meningkatkan pembelajaran. Selain dari itu, siswa juga senang dan lebih bersemangat, serius dalam menerima pembelajaran. Dengan melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model Pembelajaran PBL dapat memberikan suatu perubahan yang cukup berarti . Perubahan tersebut dapat dilihat pada:

1. Guru makin berinovatif dan kieatif agar tujuan pembelajarannya dapat berhasil dengan baik.

122

BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 29, Oktober 2018

2. Siswa secara sadar telah melakukan kegiatan yang lebih baik aktif dalarn menemukan suatu masalah baik secara individu maupun kelompok

3. Siswa dengan sendirinya dapat menjelaskan apa yang dipelajari dan apa isi dari pelajaran tersebut.

Kemudian dengan berpatokan pada kegiatan penelitian dan suatu siklus ke siklus lainnya baik dari kegiatan awal maupun akhir kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa dengan memilih dan menggunakan model pembelajaran yang tepat tentu akan menghasilkan hasil yang lebih baik.

SARAN

1. Bagi sekolah, demi untuk meningkatkan mutu atau kualitas guru makasekolah hendaknya selalu memperhatikan keadaan guru yang berinovatif dan kreatif 2. Bagi guru, yang professional diperlukan suatu tindakan yang tepat demi

kelangsungan pembelajaran yang lebih baik.

3. Bagi guru lain, yang mau melanjutkan penelitiam ini diberikan kesempatan agar hasil ini dapat lebih terbukti.

DAFTAR PUSTAKA

Ardana, 2009.Manajemen Sumber Daya Manusia, Yogyakarta: Graha Ilmu.

Arisetyawan A.2010. Penggunaan model pembelajaran dalam upaya meningkatkan pembelajaran matematika.Jurnal Pendidikan dasar. (14.)17-21.

Arnyana, Ida Bagus Putu.2006 Perencanaan dan Desai Model-model pembelajaran.

Singaraja. Jurusan Pendidikan Biologi. FPMIPA UNDIKSHA.

Artawan. 2010. Media Animasi. Jakarta : Y Rama Widya

Depdiknas, 2006. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Depdiknas.

Rusman. 2010. Model-model Pembelajaran. Depok:rajagrafindo Persada.

Samatowa usman.2010.pembelajaran IPA di sekolah dasar. Jakarta ; Indeks.

Sanjaya. 2006. Model-model pembelajaran. Jakarta “ Bumi Aksara.

Sukardi dan Santyasa.2009. Metodelogi Penelitian dan Pendidikan, kompetensi dan praktiknya.Jakarata : Bumi Aksara.

Sukardi.2009. Metodelogi Penelitian Pendidikan. Yogyakarta. Bumi Aksara.

Sutriani Ni Kadek. 2008. Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa Kelas VIII A SMP N 6 Singaraja. Skripsi ( Tidak Diterbitkan). Jurusan Pendidikan Matematika, FPMIPA UNDIKSHA.

Trianto. 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik.

Surabaya: Prestasi pustaka.

123 BORNEO, Edisi Khusus, Nomor 29, Oktober 2018

MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENYUSUN