Hasil Belajar
4. Hasil Penelitian
Dalam penelitian ini hasil penelitian yang diadakan di SMP Negeri 17 Banda Aceh, yaitu melaksanakan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Index Card Match pada pokok bahasan statistika di kelas VII-8. Sesuai dengan metode pengolahan data yang telah di tentukan pada bab III. Peneliti akan mengolah data berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini diperoleh dari tes awal dan tes akhir pada pokok bahasan statistika dengan penerapan model Index Card Match di kelas VII-8.
Tabel 4.1 Nilai Tes Akhir Siswa
No Kode Siswa Nilai Ketuntasan
1 Siswa 1 55 Belum Tuntas
2 Siswa 2 55 Belum Tuntas
3 Siswa 3 60 Belum Tuntas
4 Siswa 4 60 Belum Tuntas
5 Siswa 5 65 Belum Tuntas
6 Siswa 6 70 Belum Tuntas
7 Siswa 7 70 Belum Tuntas
8 Siswa 8 70 Belum Tuntas
9 Siswa 9 70 Belum Tuntas
10 Siswa 10 70 Belum Tuntas
11 Siswa 11 70 Belum Tuntas
12 Siswa 12 70 Belum Tuntas
13 Siswa 13 78 Tuntas 14 Siswa 14 78 Tuntas 15 Siswa 15 78 Tuntas 16 Siswa 16 78 Tuntas 17 Siswa 17 78 Tuntas 18 Siswa 18 78 Tuntas 19 Siswa 19 78 Tuntas 20 Siswa 20 78 Tuntas 21 Siswa 21 78 Tuntas 22 Siswa 22 78 Tuntas 23 Siswa 23 80 Tuntas 24 Siswa 24 80 Tuntas 25 Siswa 25 80 Tuntas
78
26 Siswa 26 80 Tuntas 27 Siswa 27 80 Tuntas 28 Siswa 28 85 Tuntas 29 Siswa 29 85 Tuntas 30 Siswa 30 90 TuntasKeterangan: Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) = 78
Adapun yang menjadi data dalam penelitian ini adalah hasil tes akhir siswa. Berdasarkan rekapitulasi nilai tersebut, data disusun dalam bentuk distribusi frekuensi serta menghasilkan rata-rata ̅ = 73,5 dan
simpangan baku sebesar = 8,68. Selanjutnya dilakukan uji normalitas dengan menggunakan uji chi
kuadrat dengan kriteria pengujiaannya menurut Sudjana (2005:273) adalah tolak H0 jika
χ
2hitung >χ
2tabeldengan α = 0.05 dalam hal ini H0 diterima. Setelah data dianalisis diperoleh hasil hitung = 0,8622 dan
tabel = 9,48. Oleh karena < yaitu 0,8622 < 9,48 maka dapat disimpulkan bahwa sebaran data
hasil belajar siswa kelas VII-8 yang diajarkan dengan model Index Card Match mengikuti distribusi normal. Hipotesis yang akan diuji dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
H0 : µ = 78 : Hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Index Card Match pada materi statistika di SMP Negeri 17 Banda Aceh sudah mencapai ketuntasan belajar.
: μ < : Hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Index Card Match pada materi statistika di SMP Negeri 17 Banda Aceh belum mencapai ketuntasan belajar.
Dalam penelitian ini diambil = 78 yang merupakan nilai standar minimal atau KKM yang ditetapkan sekolah SMP Negeri 17 Banda Aceh untuk menyatakan bahwa siswa harus menguasai 78 % dari materi yang diajarkan. Karena pengujian ini pihak kiri yaitu tolak H0 jika t < − ( !) dan terima H0 jika t > −( !). Dengan ( !) didapat dari lampiran daftar distribusi student t menggunakan peluang ( 1 – α ) dan dk = ( n – 1 ).
Sehingga diperoleh < yaitu -2,848 < - 1,70, dengan demikian H0 pada taraf signifikan α = 0,05 ditolak. Berarti dapat disimpulkan bahwa kemampuan akhir siswa SMP Negeri 17 Banda Aceh tidak mencapai ketuntasan belajar karena siswa baru saja menggunakan kurikulum 2013 bukan berarti siswa tidak mampu untuk mencapai ketuntasan belajar tetapi kurikulum 2013 ini baru saja berlaku disekolah ini pada materi statistika di kelas VII-8 SMP Negeri 17 Banda Aceh.
5. Pembahasan
Setelah proses pembelajaran pada kelas sampel, peneliti memberikan tes. Hasil dari tes itu peneliti langsung melakukan pengolahan data dengan pengujian normalitas sebaran data, ternyata data yang diperoleh menyebar secara normal. Sehingga untuk pengujian hipotesis dapat dilakukan uji-t. Dari hasil uji-t, diperoleh
= - 2,848 dan = - 1,70, sehingga < − (-2,848 < - 1,70), artinya terima H0 dan tolak Ha. Dengan demikian rata-rata tes akhir siswa tidak mencapai ketuntasan belajar. Berdasarkan uji-t secara keseluruhan pembelajaran tersebut dengan pemakaian model pembelajaran Index Card Match belum mencapai pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Karena proses pembelajaran dengan metode permainan terutama pada permainan kartu Index Card Match belum pernah dilakukan di SMP Negeri 17 Banda Aceh maka siswa sangat sulit untuk di arahkan saat mencari pasangan kartunya.
Pada penelitian ini kriteria hasil belajar yang sudah ditetapkan sekolah belum tercapai, dikarenakan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) disekolah SMP Negeri 17 Banda Aceh terlalu tinggi buat siswa yaitu 78 sedangkan rata-rata siswa dibawah 78 yaitu $ = 73,5 dan juga dalam pemakaian model pembelajaran Index
Card Match masih belum dirasakan efektif karena penggunakan waktu yang terlalu banyak digunakan guru untuk menjelaskan materi. Daari 30 orang siswa hanya 12 orang yang tidak tuntas.
Hasil penelitian ini mendukung berdasarkan penelitian dari Fitria (2010) yang berjudul “Efektivitas Metode Index Card Match pada materi Pokok Bilangan dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VII di MTs N 1 Pamoran Rembang Tahun Ajaran 2010-2011.” Dari penelitian didapat hasil belajar matematika yang diajar dengan pembelajaran langsung dengan metode ekspostori.
Dalam penelitian ini, peneliti menemukan beberapa kendala. Salah satunya yaitu dalam mencari pasangan kartu siswa mendapat kebingungan dan membuat kelas jadi ribut, dikarenakan siswa belum pernah mendapatkan cara pembelajaran seperti ini. masing – masing siswa menggunakan cara sendiri – sendiri untuk mencari pasangannya ada yang berteriak, ada yang saling mendorong untuk segera bertemu dan mencari pasangannya. Siswa tidak mengikuti langkah – langkah yang telah dijelaskan dalam permainan index card match. Pembelajaran sangat ramai dan tidak bisa dikendallikan karena masing – masing siswa ribut sendiri tidak mau mendengar arahan dari guru. Kendala lainnya saat siswa membentuk kelompok juga siswa tidak serius mengerjakan sehingga saat siswa di beri soal tes siswa banyak tidak menjawab dengan alasan soalnya terlalu susah. Kendala lainnya waktu dalam penelitian yang sangat terbatas, hanya 3 kali mengajar itu pun tidak begitu sempurna dan juga masalah kesiapan siswa dalam mencari pasangan kartu. Hasil tes akhir yang mencapai kriteria ketuntasan itu dikarenakan juga pada penyelesaian jawabannya, siswa tidak membuat secara sempurna hasil penyelesaiannya seperti yang diajarkan pada pembelajaran. Hasil tes akhir dapat mencapai kriteria dengan ̅ = 73,5 dan apa bila diambil KKM pada materi ini yaitu 78.
6. Simpulan dan Saran
Bedasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan adalah: Hasil belajar siswa melalui model pembelajaran Index Card Match pada materi statistika di kelas VII-8 SMP Negeri 17 Banda Aceh tidak mencapai ketuntasan belajar. Dan Adapun beberapa saran yang dapat penulis berikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a) Dalam menerapkan model pembelajaran Index Card Match sebaiknya tahap-tahap dari pembelajaran tersebut harus benar-benar dipahami agar proses belajar mengajar berjalan dengan lancar.
b) Diharapkan pada peneliti lain untuk melakukan penelitian dengan menggunakan model pembelajaran Index Card Match dengan materi yang berbeda.
c) Penulis menyarankan guru yang ingin menggunakan model pembelajaran Index Card Match untuk mempersiapkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan model tersebut dan memiliki keterampilan dalam menciptakan suasana belajar yang baik agar waktu yang digunakan lebih efisien.
7. Daftar Pustaka
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian sebagai suatu pendekatan praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Banendro. 2013. Strategi Tepat Anak Pintar Buku Pengayaan Matematika. Jakarta: Putra Kertonatan. Dalyono. 1997. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Hamalik, Oemar. 2009. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara. Hamdani. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.
Handayani. 2009. Stategi Belajar Aktif dengan ICM. http://pelawiselatan.blogspot.com/2009/04/stategi-belajar-aktif.html. Diakses tanggal 07 Januari 2009.
Hisyam, Zaini dkk. 2008. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Pustaka Insani Madani. Isjoni. 2009. Cooperative Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Pekan Baru: Alfabeta. Isjoni. 2011. Cooperative Learning Efektivitas Pembelajaran Kelompok. Bandung: Alfabeta. Johar, Rahmah. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Banda Aceh: Universitas Syiah Kuala. Lie, Anita. 2002. Mempraktikan Cooperative Learning di Ruang-ruang Kelas. Jakarta: Grasindo.
Thobrani Muhammad dan Arif Mustafa. 2011. Belajar dan Pembelajaran Pengembangan Wacana dan Praktik Pembelajaran dalam Pembelajaran Nasional. Jakarta: Rineka Cipta.
80
Pidarta, Made. 1997. Landasan Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Ratumanan, Tanwey Gerson. 2004. Belajar dan Pembelajaran. IKAPI: Unesa University Press. Riduwan dan Sunarto. 2007. Pengantar Statistika. Bandung: Alvabeta
Roberte. Slavin. 2010. Cooperative Learning Teori, Riset dan Praktik. Bandung: Nusa Mdia. Setiawati. 1993. Upaya Uptimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Slavin, R,E. 2008. Cooperative Learning. Bandung: Nusa Media.
Skripsi. Khasanah, Uswati. 2011. Pengaruh Pembelajaran Make A-Match dan Index Card Match Terhadap Pemahaman Siswa Kelas X SMA Institut Indonesia Semarang. IKIP PGRI: Semarang.
Skripsi. Fitria Catur, Wulandari. 2010. Efektivitas Metode Index Card Match Pada Materi Pokok Bilangan dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VII di MTs Negeri 1 Pamoran Rembang. Semarang: IAIN Walisongo.
Sudjana. 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.
Suprijono, Agus. 2009. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Belajar. Zaelani, Ahmad dkk. 2006. 1700 Bank Soal Bimbingan Pemantapan. Bandung: Yrama Widya.
Peran Technology Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) Guru Matematika SMA Labschool Banda Aceh