Hasil Belajar
Ellianti 1 Mukhlis Hidayat 2 dan Maulana Saputra 3
1Prodi Pendidikan Matematika, Universitas Syiah Kuala Email: [email protected]
2Prodi Pendidikan Matematika, Universitas Syiah Kuala
3Prodi Pendidikan Matematika, Universitas Syiah Kuala
Abstrak. Peran guru sangat menentukan usaha peningkatan mutu pendidikan, terutama pada jenjang pendidikan sekolah menengah. Untuk itu guru sebagai pendidik dituntut mampu menyelenggarakan proses belajar dengan sebaik-baiknya dalam rangka pengembangan pendidikan. Dengan semakin berkembangnya teknologi, guru dituntut untuk dapat menyediakan cara-cara baru dalam mengakses dan memproses pengetahuan di segala bidang. Guru harus mampu mengembangkan materi pendidikan yang menunjukkan pengetahuan konten, memanfaatkan pengetahuan pedagogis, dan menggabungkannya dengan teknologi. Kombinasi ini digambarkan dalam sebuah kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). TPACK dibutuhkan dalam mengajar, termasuk dalam mengajarkan materi turunan di kelas XI SMA Labschool Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran TPACK guru matematika dalam pembelajaran materi turunan di kelas XI SMA Labschool Banda Aceh. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru matematika dan siswa kelas XI SMA LABSCHOOL Banda Aceh. Data dikumpulkan dengan teknik triangulasi data yaitu menggabungkan 3 teknik pengumpulan data (observasi, wawancara dan dokumentasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran TPACK guru dalam mengajar sangat baik, hal ini terlihat dari penilaian pada hari pertama yang menunjukkan TPACK guru mencapai 76% termasuk kategori baik, aktivitas siswa lebih mendominasi pada kategori baik (mencapai 70%). Dan pada hari kedua TPACK guru mencapai 80% termasuk kategori baik, aktivitas siswa lebih mendominasi pada kategori sangat baik (mencapai 60%). Untuk hasil tes siswa diperoleh tingkat rata-rata sangat baik atau sekitar 68% (21 siswa).
Kata Kunci : Technological, Pedagogical, Content, Knowledge Pendahuluan
Peran guru sangat menentukan usaha peningkatan mutu pendidikan, terutama pada jenjang pendidikan sekolah menengah. Untuk itu guru sebagai pendidik dituntut mampu menyelenggarakan proses belajar dengan sebaik-baiknya dalam rangka pengembangan pendidikan. Guru mempunyai fungsi dan peran yang sangat strategis dalam pembangunan pendidikan. Guru juga harus mampu menguasai bahkan terampil memanfaatkan teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini sudah semakin maju dan pesat sehingga berpengaruh terhadap dunia pendidikan. Hal ini tidak terlepas dari peran matematika sebagai ilmu dasar dalam pendidikan. Untuk itu, guru sebagai agent of change harus mampu beradaptasi langsung dengan kemajuan teknologi dan informasi.
Pada prinsipnya, seorang siswa yang menguasai matematika dengan baik akan mempunyai keunggulan dibandingkan dengan siswa yang tidak berperan dalam matematika. Namun, ketika kita bertanya pendapat seorang siswa tentang pembelajaran matematika, maka akan banyak terdengar keluhan bahwa pembelajaran matematika membosankan, tidak menarik, bahkan penuh misteri. Hal tersebut disebabkan oleh kurangnya kreativitas dan inovasi guru matematika sebagai pengajar dalam menyajikan pelajaran yang lebih menyenangkan.
82
Perkembangan teknologi yang pesat membuka peluang dalam mengerjakan banyak hal, termasuk untuk mengembangkan dunia pendidikan. Hal ini sejalan menurut dengan pendapat Geiger (2012:1) bahwa peran teknologi digital dalam peningkatan belajar dan mengajar telah menjadi topik yang menarik untuk pendidik matematika setidaknya pada tiga dekade terakhir. Saat ini telah banyak teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan dunia pendidikan, termasuk untuk menunjang pembelajaran matematika.
Perkembangan information and communication technology (ICT) atau dikenal dengan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), pada beberapa dekade terakhir berjalan sangat cepat. Berbagai teknologi dan aplikasi pendukung juga telah dikembangkan sebagai upaya untuk mendukung dan mempermudah aktivitas belajar mengajar dalam dunia pendidikan. Dalam menyikapi perkembangan dan kemajuan ICT/TIK tersebut, guru dituntut untuk mampu menguasai teknologi agar dapat mengembangkan materi-materi pembelajaran dan memanfaatkan ICT sebagai media pembelajaran.
Perkembangan ICT telah memperkaya sumber dan media pembelajaran dalam berbagai bentuk seperti, slide power point, gambar/foto animasi, film/video, halaman web, program pembelajaran berbantuan komputer, dan software aplikasi pendukung pembelajaran. Oleh karena itu, guru yang profesional harus mampu memilih, mengembangkan dan memanfaatkan berbagai jenis media pembelajaran dengan memanfaatkan kecanggihan ICT tersebut (Darmawan, 2011).
Dengan semakin berkembangnya ICT, guru dituntut untuk dapat menyediakan strategi baru dalam mengakses dan memproses pengetahuan di segala bidang. Kombinasi ini digambarkan dalam sebuah kerangka technological pedagogical and content knowledge (TPACK).
Thompson dan
Mishra (dalam Stoilecu, 2011) menjelaskan bahwa TPACK terdiri dari pengetahuan
materi, pedagogik, dan teknologi serta keterampilan untuk menggunakan dan
menggabungkan antara komponen-komponen tersebut. Kerangka TPACK merupakan
sebuah kontribusi penting untuk mendidik guru matematika tentang cara efektif
menggunakan kerangka teknologi di dalam kelas.
Guru harus mampu mengembangkan materi pendidikan yang menunjukkan pengetahuan konten, memanfaatkan pengetahuan pedagogis, dan menggabungkannya dengan teknologi. Untuk memenuhi tingkat kompetensi yang ditentukan oleh kurikulum 2013, guru perlu menguasai TPACK. Oleh karena itu, guru diharapkan memiliki TPACK yang diperlukan untuk menerapkan sejumlah model yang efektif dalam pembelajaran.
Hal di atas sejalan dengan hasil penelitian Akker dan Feiter (dalam Douglas et al, 2012) berpendapat bahwa hambatan utama dalam mengintegrasikan teknologi di kelas yaitu karena minimnya pengetahuan guru tentang strategi pembelajaran berbasis teknologi. Selain itu, kurangnya pengetahuan guru tentang cara-cara untuk mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran matematika. Hal ini menyebabkan siswa tidak memiliki pengetahuan yang memadai dalam mengintegrasikan teknologi dalam belajar. Ini berarti bahwa pengalaman yang dimiliki guru dalam mengintegrasikan teknologi dalam proses mengajar di kelas sangat terbatas. Untuk mengintegrasikan konsep TPACK dalam pembelajaran matematika, penulis mencoba menerapkan dalam materi turunan. Materi turunan sangat banyak diberikan pada soal ujian nasional (UN) dan tes seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN). Salah satu contoh misalnya pada soal yang berbunyi:
Diketahui
Soal di atas ternyata tidak semua siswa mampu menjawab dengan mudah, meskipun beberapa cara telah diberikan oleh guru, sehingga model ilustrasi dan visualisasi materi harus dikondisikan dengan kemampuan siswa secara bertahap. Pengalaman ini sering terjadi pada siswa SMA Labschool Banda Aceh dimana pada wawancara terbatas terhadap salah seorang guru matematika di sekolah tersebut.
Metode
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Martono (2011:17) Penelitian deskriptif bertujuan untuk menggambarkan karakter suatu variabel, kelompok atau gejala sosial yang terjadi di masyarakat. Mulyana (2005) mengatakan bahwa penelitian kualitatif adalah salah satu pendekatan penelitian yang menghasilkan data berupa kata-kata tertulis atau lisan dan perilaku yang dapat diamati. Jenis penelitian deskriptif merupakan metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai apa adanya (Sudijono, 2006). Penelitian ini mendeskripsikan TPACK guru dalam mengajarkan turunan di kelas XI IA 1 SMA Labschool Banda Aceh. Untuk melengkapi data penelitian juga melakukan wawancara.
Sugiyono (2012:63) menyatakan bahwa secara umum terdapat 4 macam teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dokumentasi dan triangulasi. Pada penelitian kali ini, peneliti menggunakan teknik triangulasi data yaitu menggabungkan 3 teknik pengumpulan data (observasi, wawancara dan dokumentasi). Dalam penelitian ini data dikumpulkan berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru, yang dilakukan sendiri oleh peneliti. Observasi dilakukan untuk mengamati proses pembelajaran yang berkaitan dengan TPCK guru.
Menurut Sugiyono (2012:82-83) dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Hasil penelitian juga akan semakin kredibel apabila didukung oleh foto-foto atau karya tulis akademik dan seni yang telah ada. Untuk menunjang pengumpulan data dokumentasi, peneliti menggunakan alat berupa kamera untuk memudahkan peneliti dalam mengumpulkan beberapa dokumentasi.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi TPACK guru. Untuk lembar observasi diisi oleh peneliti sesuai dengan aktivitas-aktivitas yang dilakukan guru terkait dengan TPACK selama pembelajaran berlangsung. Instrumen pengamatan TPACK ini diadaptasi dari Landry (2010).
Setelah data terkumpul, data pada setiap kategori ditentukan rata-ratanya. Adapun pendeskripsian skor rata-rata TPACK guru sebagai berikut.
1,00 ≤ TPACK < 1,50 tidak baik 1,50 ≤ TPACK < 2,50 kurang baik 2,50 ≤ TPACK < 3,50 cukup baik 3,50 ≤ TPACK < 4,50 baik 4,50 ≤ TPACK < 5,00 sangat baik Hasil dan Pembahasan
Pengumpulan data peneliti lakukan dengan cara melakukan observasi proses pembelajaran di kelas XI IA 2 SMA LabSchool Banda Aceh untuk mengetahui TPACK guru dalam pengajaran. Berkenaan dengan ini, peneliti menggunakan lembar observasi yang di adaptasi dari Landry (2010). Hasil observasi pada hari pertama dapat di lihat pada gambar 1.
84
Gambar 1 Observasi hari pertama Keterangan :
1 : Technology knowledge TB : tidak baik
2 : Content knowledge KB : kurang
baik
3 : Pedagogical Knowledge CB : cukup baik 4 : Pedagogical content knowledge B : baik
5 : Technology content knowledge SB : sangat baik 6 : Technology Pedagogical Knowledge
7 : Technology Pedagogical and Content Knowledge
Berdasarkan gambar 1 di atas, diperoleh informasi bahwa Technology knowledge guru mencapai 29% termasuk dalam kategori cukup baik, dimana guru sudah dapat memamahi teknologi dengan mudah dan mengikuti perkembangan teknologi. Kemudian terdapat 43% termasuk dalam kategori baik, dimana guru telah mengetahui bagaimana cara memecahkan masalah teknis yang berkaitan dengan teknologi, mengetahui berbagai macam teknologi, dan memiliki keterampilan dalam menggunakan teknologi. Dan 29% termasuk kategori sangat baik, dimana guru sering menggunakan teknologi dalam bekerja dan sering bermain dengan teknologi. Content knowledge guru mencapai 7% termasuk dalam kategori kurang baik, dimana guru tidak menjelaskan kaitan materi pelajaran dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian terdapat 14% termasuk kategori cukup baik, dimana guru memiliki banyak strategi untuk mengembangkan pemahaman terhadap materi. Guru telah menjelaskan isi materi dengan jelas dan memilih materi yang sesuai dengan siswa, hal ini termasuk kategori baik dengan persentase 29%. Dan terdapat 50% termasuk kategori sangat baik, dimana guru sangat memahami materi yang diajarkan, guru juga memahami cara berpikir matematika, dan dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh siswa.
Pedagogical Knowledge guru mencapai 6% termasuk kategori kurang baik, dimana guru tidak memungkinkan siswa untuk menggunakan teknologi. Kemudian terdapat 44% termasuk kategori baik, dimana guru sudah mengetahui kemampuan dasar siswa, dapat menilai belajar siswa dengan berbagai cara, dan guru dapat menguasai kelas. Dan terdapat 50% termasuk kategori sangat baik, dimana guru sangat mengerti dengan kesulitan belajar siswa, dapat beradaptasi dengan berbagai jenis siswa dan guru menggunakan menggunakan pendekatan yang sesuai. Pedagogical content knowledge guru mencapai 8% termasuk kategori cukup baik, terlihat dari guru menggunakan contoh yang menjelaskan konsep berhubungan dengan materi pelajaran. Kemudian terdapat 33% termasuk kategori baik, terlihat dari metode mengajar guru yang menarik minat siswa untuk belajar dan tugas yang memudahkan siswa dalam menguasai materi. Dan terdapat 58% termasuk kategori sangat baik, terlihat dari guru menyampaikan pelajaran
1 2 3 4 5 6 7 TB 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% KB 0% 7% 6% 0% 50% 0% 10% CB 29% 14% 0% 8% 0% 50% 50% B 43% 29% 44% 33% 38% 50% 40% SB 29% 50% 50% 58% 13% 0% 0% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70%
secara sangat meyakinkan, guru juga menggunakan simbol matematika dengan benar dan guru juga menggunakan strategi yang baik dalam mengajar.
Technology content knowledge guru mencapai 50% termasuk kategori kurang baik dikarenakan guru tidak mengajarkan cara menggunakan teknologi yang sesuai dengan materi dan tidak menggunakan software dalam menyelesaikan soal. Kemudian terdapat 38% termasuk kategori baik dimana guru banyak mengetahui teknologi yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika. Dan terdapat 13% termasuk kategori sangat baik terlihat dari guru yang sudah menggunakan teknologi dalam menyampaikan materi.
Technology Pedagogical Knowledge guru mencapai 50% termasuk kategori cukup baik, dimana guru dapat memilih teknologi yang sesuai dengan pendekatan dalam pembelajaran dan dapat memilih teknologi yang meningkatkan kemampuan siswa. Dan terdapat 50% termasuk kategori baik, terlihat dari guru dapat mengelola kelas dengan menggunakan teknologi dan menyesuaikan penggunaan teknologi dalam pembelajaran.
Technology Pedagogical and Content Knowledge guru mencapai 10% termasuk kategori kurang baik dikarenakan guru kurang mampu menggabungkan komponen TPACK dalam pembelajaran. Kemudian terdapat 50% termasuk kategori cukup baik, terlihat dari guru dapat memilih menggunakan teknologi yang meningkatkan pembelajaran dan dapat membantu orang lain untuk menggunakan TPACK. Guru dapat menggunakan strategi yang menggabungkan konten, teknologi dan pendekatan pengajaran dalam kelas, hal ini termasuk kategori baik dengan persentase 40%.
Sama halnya dengan penilaian hari pertama, hasil observasi dapat disajikan dengan gambar 2. Adapun hasil observasi pada hari kedua sebagai berikut.
Gambar 2 Observasi hari kedua Keterangan :
1 : Technology knowledge TB : tidak baik
2 : Content knowledge KB : kurang
baik
3 : Pedagogical Knowledge CB : cukup baik 4 : Pedagogical content knowledge B : baik
5 : Technology content knowledge SB : sangat baik 6 : Technology Pedagogical Knowledge
7 : Technology Pedagogical and Content Knowledge
0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 1 2 3 4 5 6 7 TB 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% KB 0% 0% 0% 0% 50% 13% 10% CB 14% 21% 6% 0% 0% 38% 40% B 50% 14% 44% 33% 13% 38% 50% SB 36% 64% 50% 67% 38% 13% 0% A x is T it le
86
Berdasarkan gambar 2 di atas, diperoleh informasi bahwa Technology knowledge guru mencapai 14% termasuk kategori cukup baik, terlihat dari guru yang dapat memahami teknologi dengan mudah. Kemudian terdapat 50% termasuk kategori baik, dimana guru memiliki keterampilan untuk menggunakan teknologi dan mengetahui bagaimana cara memecahkan masalah yang berkaitan dengan teknologi. Guru telah mengikuti perkembangan teknologi banyak mengetahui teknologi yang berbeda, hal ini termasuk kategori dengan persentase 36%.
Content knowledge guru mencapai 21% termasuk kategori cukup baik, dimana guru sudah menjelaskan kaitan materi pelajaran ke dalam kehidupan sehari-hari dan memilih materi yang sesuai dengan siswa. Kemudian terdapat 14% termasuk kategori baik, dimana guru telah memahami cara berpikir matematika. Dan terdapat 64% termasuk kategori sangat bagus, terlihat dari guru mengetahui jawaban yang dari pertanyaan yang diajukan siswa, menguasai materi yang diajarkan dan menjelaskan isi materi dengan sangat jelas.
Pedagogical Knowledge guru mencapai 6% termasuk kategori cukup baik, terlihat dari guru yang mengizinkan siswa untuk menggunakan teknologi. Terdapat 44% termasuk kategori baik, dimana guru mengetahui bagaimana menilai kinerja siswa dan guru dapat menilai belajar siswa dengan berbagai cara. Kemudian terdapat 50% termasuk kategori sangat baik, dimana guru mengetahui kemampuan dasar siswa, kesulitan belajar siswa, dapat beradaptasi dengan berbagai macam siswa dan guru juga dapat menguasai kelas.
Pedagogical content knowledge guru mencapai 33% termasuk kategori baik, dimana guru menggunakan contoh yang menjelaskan konsep berhubungan dengan materi, metode mangajar guru mempertahankan minat siswa dan guru juga memberikan tugas agar memudahkan siswa dalam menguasai materi. Guru menyampaikan pelajaran secara meyakinkan tidak tampak keraguan atau bingung dan guru menggunakan strategi yang baik dalam mengajar, hal ini termasuk kategori sangat baik dengan persentase 67%.
Technology content knowledge guru mencapai 50% termasuk kategori kurang baik, dimana guru tidak mengajarkan cara menggunakan teknologi yang sesuai dengan materi. kemudian terdapat 13% termasuk kategori baik, ini terlihat dari guru yang menyampaikan materi menggunakan teknologi. Dan terdapat 38% termasuk kategori sangat baik, dimana guru mengetahui teknologi yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika.
Technology Pedagogical Knowledge guru mencapai 13% termasuk kategori kurang baik, terlihat dari guru belum maksimal menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Kemudian terdapat 38% termasuk kategori cukup baik, terlihat dari guru yang dapat menyesuaikan penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Guru dapat memilih teknologi yang sesuai dengan pendekatan dalam pembelajaran, hal ini termasuk kategori baik dengan persentase 38%. Dan terdapat 12% termasuk kategori sangat baik, terlihat dari guru yang dapat memilih teknologi yang meningkatkan kemampuan siswa.
Technology Pedagogical and Content Knowledge guru mencapai 10% termasuk kategori kurang baik, dimana guru kurang membantu orang lain untuk menggunakan TPACK. Kemudian terdapat 40% termasuk kategori cukup baik, dimana guru sudah menggabungkan komponen TPACK dalam pembelajaran dan memilih teknologi yang meningkatkan pembelajaran. Dan terdapat 50% masuk kategori baik, terlihat dari guru yang menggunakan strategi yang menggabungkan konten, teknologi dan pendekatan pengajaran dalam kelas.
Berdasarkan hasil analisa pada observasi pertama dan observasi kedua di atas, secara umum telah terjadi peningkatan dari hari pertama ke hari ke dua. Pada hari pertama pencapaian rata-rata TPACK guru berada pada kategori baik dengan nilai 76% selanjutnya jika dilihat dari pencapaian rata-rata TPACK guru pada hari ke dua juga berada pada kategori baik dengan nilai 80%. Hal ini terjadi karena pada pertemuan kedua guru sudah lebih banyak memasukkan komponen teknologi dalam pembelajarannya.
Selanjutnya, jika di kaji dari rata-rata pencapaian TPACK guru berdasarkan komponen-komponen penilaian juga mengalami peningkatan. Sebagaimana yang terlihat dari gambar 3 yang memperlihatkan pencapaian rata-rata berdasarkan komponen-komponen TPACK.
Gambar 3 Pencapaian penilaian berdasarkan komponen TPACK hari pertama dan ke dua
Berdasarkan gambar 3 di atas, diperoleh informasi bahwa hampir keseluruhan komponen mengalami peningkatan, tidak ada komponen yang mengalami penurunan, hanya saja pada komponen technology pedagogical knowledge tetap berada pada nilai yang sama.
Berdasarkan observasi hari pertama, di peroleh informasi bahwa aktivitas siswa mencapai 70% termasuk kategori baik, dimana siswa mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru atau teman kelompok, membaca dan memahami masalah kontekstual di LAS, menyelesaikan masalah dan menemukan solusi penyelesaian masalah secara berkelompok dan siswa aktif dalam kelompok. Kemudian terdapat 30% termasuk dalam kategori sangat baik, ini terlihat dari keantusiasan siswa untuk mengikuti pembelajaran, banyak bertanya dan sangat baik dalam mempresentasikan hasil diskusi kelompok.
Berdasarkan observasi hari kedua diperoleh informasi bahwa, terdapat 40% aktivitas siswa termasuk dalam kategori baik, ini terlihat dari keterlibatan siswa dalam kelompok sudah baik dan mempresentasikan hasil diskusinya dengan baik. Siswa juga menyampaikan pendapat/ide kepada guru/teman dengan baik dan memahami masalah kontekstual di LAS. Kemudian terdapat 60% aktivitas siswa termasuk dalam kategori sangat baik, terlihat dari keantusiasan siswa untuk mengikuti pembelajaran dan mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru dengan sangat baik. Siswa juga dapat menarik kesimpulan dari hasil suatu konsep/prosedur yang d kerjakan.
Berdasarkan hasil analisa pada aktivitas siswa hari pertama dan kedua di atas, secara umum telah terjadi peningkatan pada hari kedua. Pada hari pertama pencapaian rata-rata aktivitas siswa termasuk dalam kategori sangat baik dengan nilai 83% selanjutnya jika dilihat dari pencapaian rata-rata aktivitas siswa pada hari ke dua juga berada pada kategori sangat dengan nilai 90%. Pada hari kedua siswa lebih aktif. Hal ini disebabkan pada hari kedua siswa lebih memperhatikan guru, lebih baik dalam menyelesaikan masalah dan menemukan solusi, dan dan menarik kesimpulan lebih baik dari hari pertama.
Penilaian tes tertulis didasarkan oleh pencapaian siswa secara individual. Hasil pencapaian siswa pada tes berdasarkan kategori kurikulum 2013 disajikan pada gambar 4
0% 50% 100%
hari ke-1 hari ke-2
88
Gambar 4 Persentase pencapaian kinerja siswa pada tes tulis
Berdasarkan gambar 4.18 di atas, informasi yang diperoleh dari kategori pencapaian siswa pada tes tertulis ialah sejumlah 68% (21 siswa) mencapai kategori sangat baik. Kemudian, sejumlah 32% (10 siswa) mencapai kategori baik dan tidak ada siswa yang masuk kategori cukup dan kurang. Jika dibandingkan, siswa lebih dominan berada pada kategori sangat baik. Lebih lanjut mengenai pencapaian siswa pada tes tertulis berdasarkan predikat ditunjukkan pada gambar 5 berikut.
Gambar 5 Persentase pencapaian kinerja siswa melalui tes tertulis berdasarkan predikat
Pada gambar 5 di atas, informasi yang diperoleh ialah predikat A paling dominan antara predikat lainnya yang mencapai 35% (11 siswa), kemudian terdapat 32% (10 siswa) yang memperoleh predikat A-, sejumlah 26% (8 siswa) memperoleh predikat B+, sejumlah 6% (2 siswa) memperoleh predikat B dan tidak ada siswa yang memperoleh predikat B-,C+,C,C-,D+ dan D. Ini berarti kemampuan siswa sudah sangat memuaskan.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan guru dapat diketahui fasilitas teknologi pembelajaran yang disediakan di SMA Labschool Banda Aceh sudah memadai. Oleh karena itu, proses pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah sering menggunakan teknologi terutama untuk pelajaran matematika. Pada materi turunan, hanya menggunakan PPT dalam menyampaikan materi. Guru tidak menggunakan software tambahan dikarenakan guru belum menemukan software yang sesuai untuk menambah pemahaman siswa. Selain hasil wawancara di atas, peneliti juga membagikan angket kepada subjek penelitian.
68% 32%
0% 0%
Presentase Pencapaian Tes Tulis
Sangat Baik Baik Cukup Kurang
A A-B+ B B- C+ C C-D+ D 35% 32% 26% 6% 0% 0% 0% 0% 0% 0%
Gambar 6 Jawaban angket guru
Berdasarkan gambar 6 di atas dapat diketahui bahwa guru cenderung pada pilihan netral (N) untuk masing-masing indikator TPACK. Hal ini terlihat pada pilihan netral (N) dicentang sebanyak 9 kali. Sedangkan untuk pilihan tidak setuju (TS) dipilih 2 kali, untuk setuju (S) 7 kali dan untuk sangat setuju (SS) 4 kali. Untuk hasil angket yang lebih rinci dapat dilihat pada lampiran.
Penutup
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa: pengetahuan guru tentang materi telah dikategorikan sangat baik, dimana guru sudah mampu menjelaskan isi materi (content knowledge) dengan sangat baik, tidak ada keraguan dalam penyampaian dan siswa pun telah dapat memahami secara sempurna. Pedagogik guru dalam mengajar telah dikategorikan baik pula, dimana guru telah mampu menguasai kelas dan mampu menghadapi siswa yang sulit dalam belajar. Penggunaan media pembelajaran seperti beberapa alat teknologi (projector, komputer laptop/dekstop, dan lain lain), telah mampu dioptimalkan dengan baik, sehingga guru tidak kaku dalam penggunaan media. Selain itu pula, beberapa aplikasi yang digunakan guru sebagai media informasi seperti aplikasi power point, prezi dan lain-lain, telah mampu divisualisasikan dengan sejumlah materi yang bersesuaian.
Penelitian ini tentunya memberikan masukan yang berarti berdasarkan pengamatan yang dilakukan diantaranya: (a) Diharapkan guru dapat menyeimbangkan keterampilan pedagogi, materi matematika dan teknologi untuk menambah pemahaman siswa dalam belajar. (b)