BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Potensi dan Masalah
Potensi dan masalah adalah langkah awal yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian pengembangan perangkat pembelajaran IPA materi gaya dengan model pembelajaran berbasis masalah bagi peserta didik kelas IV sekolah dasar. Peneliti mencari potensi dan masalah dengan melakukan analisis kebutuhan dengan cara wawancara. Wawancara dilakukan kepada guru kels IV SD Kanisius Beji yaitu Ibu Y. S pada tanggal 13 April 2020. Wawancara ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis adanya fakta dan masalah yang terjadi di lapangan, yang dihadapi guru ketika melaksanakan pembelajaran serta untuk mengetahui kebutuhan perangkat pembelajaran yang akan dikembangkan oleh peneliti.
a. Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan
Wawancara dilakukan dengan berpedoman pada 25 butir pertanyaan yang telah dibuat untuk menganalisis kebutuhan perangkat pembelajaran.
Berikut data hasil wawancara dengan guru sekolah dasar, yang akan dijelaskan pada setiap pertanyaan.
Butir pertanyaan yang pertama yaitu tentang proses pembelajaran IPA di kelas selama ini. Guru menjawab bahwa selama ini proses pembelajaran berjalan dengan cukup baik, tetapi masih banyak menggunakan pembelajaran yang berpusat pada guru. Pembelajaran yang sering dipergunakan adalah dengan berceramah, terkadang memang ada
saatnya menggunakan praktikum, tetapi guru mengatakan lebih senang dan mudah menggunakan metode ceramah.
Butir pertanyaan kedua yaitu tentang kendala yang dihadap guru saat mengajar IPA di kelas. Guru menjawab bahwa yang menjadi kendala adalah antusias para peserta didik dalam pembelajaran. Banyak dari peserta didik yang kurang semangat ketika pembelajaran sedang berlangsung.
Butir pertanyaan ketiga yaitu tentang materi IPA yang sulit di kelas IV. Guru menjawab bahawa materi yang sulit tergantung dengan karakteristik peserta didik. Tetapi, jika diminta mengatakan materi yang cukup sulit untuk para peserta didik adalah materi gaya, karena ada berbagai jenis gaya dan dengan kurikulum 2013 ini jadi materi lebih sedikit. Dan ketika diminta untuk menjelaskan pengaruh gaya atau menyebutkan jenis gaya peserta didik bingung membedakannya.
Butir pertanyaan keempat yaitu tentang pembelajaran IPA buku apa yang dipergunakan, atau sumber belajar dari mana. Guru menjawab bahwa dalam pembelajaran buku yang dipergunakan adalah bupena, dan buku yang dari pemerintah buku tematik, dan untuk menggunakan internet masih jarang karena terkendala sinyal yang susah.
Butir pertanyaan kelima yaitu tentang hal yang yang dilakukan agar proses pembelajaran IPA berlangsung secara efektif. Guru menjawab kegiatan yang dilakukan yang paling efektif dalam pembelajaran adalah kerja dalam kelompok, mengerjakan banyak tugas, dan terkadang praktikum yang ada dalam buku bupena atau buku pemerintah.
Butir pertanyaan keenam yaitu tentang upaya terakomodasinya aspek kognitif, keterampilan, dan sikap dalam langkah-langkah pembelajaran.
Guru menjawab bahwa sudah melakukan upaya, guru selalu berusha untuk tetap mengupayakan terkomodasinya aspek kognitif, keterampilan, dan sikap. Tetapi cenderung lebih menonjolkan aspek kognitif dengan mengerjakan beberapa tugas.
Butir pertanyaan ketujuh yaitu tentang pengetahuan guru keterampilan yang harus dikuasai peserta didik pada abad 21 seperti (berpikiri kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi). Guru menjawab masih kurang paham apa itu keterampilan abad 21, hanya pernah mendengar keterampilan abad 21.
Butir pertanyaan kedelapan yaitu tentang cara guru merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan peserta didik. Guru menjawab tidak membuat RPP murni membuat sendiri. RPP yang buat gabungan dari beberapa guru hasil dari guru-guru satu yayasan.
Jika membuat RPP guru mendownload dari internet yang kemudian disesuaikan dengan yang ada pada buku guru. Guru secara langsung tidak membuat indikator.
Butir pertanyaan kesembilan yaitu tentang tujuan pembelajaran yang dibuat sudah sesuai dengan ABCD. Guru menjawab sudah cukup sesuai walau terkadang masih ada yang kurang lengkap misal tidak ada degree.
Butir pertanyaan kesepuluh yaitu tentang penerapan pendekatan saintifik dalam langkah pembelajaran. Guru menjawab bahwa menerapkan 5 M, tetapi dalam pembelajaran peserta didik masih banyak dituntun guru dulu baru 5 M ini bisa diterapkan.
Butir pertanyaan kesebelas yaitu tentang metode-metode yang dipergunakan dalam langkah-langkah pembelajaran. Guru menjawab bahwa metode-metode yang dipergunakan adalah metode ceramah dan tanya jawb yang sangat sering dipergunakan.
Butir pertanyaan kedua belas yaitu tentang kesulitan dalam merancang perangkat pembelajaran yang sesuai dengan tuntuan kurikulum 2013. Guru menjawab kesulitan yang dialami adalah merancang indikator yang memuat beberapa pembelajaran yang disesuaikan dengan tema.
Butir pertanyaan ketiga belas yaitu tentang masih perlu bentuk contoh untuk perangkat pembelajaran yang mengacu pada kurikulum 2013.
Guru menjawab masih sangat perlu, karena banyak guru-guru yang tidak paham apalagi guru-guru yang sudah berumur perlu dan membutuhkan contoh, agar pembelajarannya lebih berinovasi.
Butir pertanyaan keempat belas yaitu tentang saran dalam pengembangan perangkat pembelajaran. Guru menjawab bahwa perangkat pembelajaran menunjang peserta didik agar lebih mandiri, kreatif, akitf, dan bisa mengembangkan pendidikan karakter. Langkah-langkah dalam pembelajaran jelas sehingga dapat dipergunakan untuk contoh-contoh.
Butir kelima belas yaitu tentang pembelajaran menggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda. Guru menjawab bahwa tidak, masih banyak model pembelajaran yang sama, bahkan saya hanya menggunakan satu model pembelajaran inovatif dalam semua RPP..
Butir keenam belas yaitu tentang model pembelajaran yang sering digunakan dalam proses pembelajaran. Guru menjawab bahwa tidak terlalu spesifik dalam menggunakan model pembelajaran, guru menggunakan model pembelajaran PPR (Paradigma Pedagodi Reflektif) dalam semua RPP. Guru lebih sering menggunakan metode ceramah ketika mengajar di kelas.
Butir ketujuh belas yaitu tentang pembelajaran dengan metode ceramah masih mendominasi di kelas. Guru menjawab bahwa iya, sangat sangat mendominasi karena bagi guru peserta didik susah ketika pembelajaran tidak diberi arahan dari guru.
Butir kedelapan belas yaitu tentang pengetahuan guru akan pembelajaran inovatif. Guru menjawab bahwa jujur guru kurang memahami makna dari pembelajaran inovatif. Tetapi, guru paham pembelajaran inovatif itu pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, dan pembelajaran yang menuntut peserta didik untuk mandiri.
Butir kesembilan belas yaitu tentang pembelajaran inovatif penting di terapkan dalam proses pembelajaran. Guru menjawab bahwa sebenernya
sangat penting agar pembelajaran lebih berjalan dengan baik dan peserta didik lebih paham. Agar bisa menunjang peserta didik lebih mandiri juga.
Butir kedua puluh yaitu tentang kesulitan apa saja yang dialami dalam pembuatan RPP yang menggunakan model pembelajaran inovatif.
Guru menjawab bahwa kesulitan terletak pada saat merumuskan indikator pembelajaran dan tujuan yang harus ada ABCD.
Butir kedua puluh satu yaitu tentang penggunaan model pembelajaran inovatif dalam membantu peserta didik untuk memahami pelajaran yang guru gunakan selama ini. Guru menjawab bahwa tidak menggunakan model pembelajaran inovatif. Guru menyampaikan alasannya karena saya sering menggunakan ceramah ketika mengajar di kelas, model pembelajaran PPR (Paradigma Pedagodi Reflektif).
Butir kedua puluh dua yaitu tentang pernahkah guru menggunakan model pembelajaran berbasis masalah. Guru menjawab bahwa pernah, tetapi dalam pembelajaran metode ceramah masih sangat mendominasi karena guru juga agak kurang memahami model-model yang baru-baru.
Butir kedua puluh tiga yaitu tentang peserta didik senang ketika, dalam proses pembelajaran guru menggunakan media pendukung untuk memahami materi. Guru menjawab bahwa peserta didik sangat senang apabila pembelajaran menggunakan media-media yang unik, dengan menggunakan gambar, dan melihat video saja peserta didik sudah sangat antusias.
Butir kedua puluh empat yaitu tentang peserta didik senang ketika pembelajaran dilakukan percobaan. Guru menjawab bahwa peserta didik sangat antusias ketika pembelajaran menggunakan perobaan, tetapi dikarenakan keterbatasan guru yang sudah tua. Sehingga jika pembelajaran terlalu sering menggunakan percobaan maka guru mengalami kesulitan mempersiapkannya.
Butir kedua puluh lima yaitu tentang penerapan soal HOTS. Guru menjawab bahwa soal-soal yang ada dan yang guru buat masih cenderung masuk ke soal LOTS.
b. Pembahasan Hasil Wawancara Analisis Kebutuhan (Pengumpulan