• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

Berdasarkan pemaparan hasil wawacara di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa dalam proses pembelajaran masih banyak menggunakan metode ceramah dibandingkan menggunakan model pembelajaran inovatif, khususnya model pembelajaran berbasis masalah.

Sehingga membuat pembelajaran IPA di kelas mengalami kendala-kendala seperti antusias para peserta didik. Guru sebenarnya sudah menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran, tetapi masih belum berjalan jika peserta didik tidak dituntun terlebih dahulu oleh guru. Hal itu terjadi karena masih mendominasinya metode ceramah dalam pembelajaran yang berlangsung dan hanya menggunakan satu model pembelajaran saja dalam semua RPP.

Guru belum memahami pembelajaran inovatif, guru hanya sebatas mengetahui pembelajaran inovatif tetapi tidak secara mendalam. Guru belum mampu mengembangkan perangkat pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah pada pembelajaran IPA karena terbatasnya contoh perangkat pembelajaran. Selain itu, dengan tidak dibuatnya sendiri RPP menjadikan guru kesulitan memahami pembelajaran inovatif. Bahkan dalam merancang perangkat guru masih kurang menguasai dalam bagian indikator yang sesuai dengan kompetensi dasar dan tingkat indikator HOTS, sehingga membuat guru hanya menggunakan soal-soal yang ada di buku atau soal yang masih tergolong LOTS.

Berdasarkan analisis kebutuhan tersebut, maka guru memerlukan contoh perangkat pembelajaran yang mudah dipahami. Contoh perangkat pembelajaran tersebut dapat membuat perangkat pembelajaran yang dibuat

menggunakan model pembelajaran inovatif yang bervariasi dan mempunyai inovasi-inovasi. Hal ini mendorong peneliti untuk mengembangkan perangkat pembelajaran IPA materi gaya dengan model pembelajaran berbasis masalah bagi peserta didik kelas IV sekolah dasar.

2. Desain Produk

a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan acuan yang digunakan untuk pedoman dalam melaksanakan pembelajaran. Peneliti mendesain rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan buku guru revisi 2018 dengan memilih tema 7 Indahnya Keberagaman Di Negeriku kelas IV.

Kompetensi Dasar dan Kompetensi Inti ditentukan sesuai dengan sub tema yang dipilih. Muatan pelajaran yang ada didalam rencana pelaksanaan pembelajaran adalah IPA materi gaya. Dalam pengembangan ini terdapat empat pembelajaran sehingga menghasilkan empat rencana pelakasanaan pembelajaran. Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) akan menekankan pada kegiatan untuk melakukan kegiatan praktikum.

Komponen yang terdapat di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) antara lain 1) cover 2) identitas RPP yang meliputi satuan pendidikan, kelas/semester, tema, sub tema pembelajaran, mutan pelajaran, alokasi waktu, hari, tanggal, 3) tujuan pembelajaran, 4) kompetensi inti, 5) kompetensi dasar dan indikator, 6) pendekatan, model, metode, teknik pembelajaran, 7) langkah-langkah pembelajaran, 8) media, alat, dan sumber belajar, 9) penilaian, dan 10) lampiran yang berisi lembar literasi, lagu, media, remedial, rubrik penskoran, dan sintaks pembelajaran yang dipergunakan.

Peneliti dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran menganalisis kompetensi dasar, kemudian menurunkannya menjadi indikator pembelajaran. Dalam menyusun indikator pembelajaran, peneliti

menggunakan kata kerja operasional sesuai dengan Taksonomi Bloom revisi.

Peneliti berusaha memilih kata kerja operasional tingkat tinggi atau High Order Thinking Skill yang terdapat pada Taksonomi Bloom revisi. Indikator yang telah dibuat, kemudian diturunkan menjadi tujuan pembelajaran.

Tujuan pembelajaran yang dibuat terdiri dari empat unsur, diantaranya unsur A (Audience), B (Behavior), C (Condition), dan D (Degree).

Peneliti merancang rencana pelaksanaan pembelajaran dengan memilih model pembelajaran inovatif yaitu model pembelajaran berbasis masalah. Dalam pembuatan langkah-langkah kegiatan disesuaikan dengan sintaks yang terdapat pada model pembelajaran berbasis masalah. Langkah-langkah model pembelajaran berbasis masalah yaitu: 1) mengorientasikan peserta didik pada masalah, 2) mengorganisasikan peserta didik agar belajar, 3) memandu menyelidiki secara mandiri atau kelompok, 4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, 5) menganalisis dan mengevaluasi hasil pemecahan masalah.

Rencana pelaksanaan pembelajaran disusun dengan menggunakan pendekatan saintifik yang terdiri dari 5M (mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengkomunikasikan). Selain menggunakan pendekatan saintifik, peneliti juga mengadopsi keterampilan abad 21 (bepikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif). Kegiatan pembelajaran dimuat dengan semenarik mungkin dan dengan kegiatan yang bermakna agar memungkinkan peserta didik berperan aktif dalam mengikuti pembelajaran.

b. Panduan Percobaan

Panduan percobaan adalah salah satu lampiran yang terdapat dalam RPPTH, yang digunakan sebagai pengganti LKPD. Peneliti membuat panduan percobaan dengan semenarik mungkin. Penduan percobaan dibuat dengan tampilan yang berwarna agar peserta didik tertarik untuk melakukan percobaan dan belajar melalui tugas-tugas dan petunjuk yang ada di anduan percobaan. Kegiatan pada panduan percobaan disesuaikan dengan

ketercapain KD, indikator dan tujuan pembelajaran. Penggunaan barang-barang yang cukup lengkap dalam percobaan diharapkan dapat membuat perserta didik melakukan percobaan dan dapat melancarkan kegiatan pembelajaran. Peneliti merancang percobaan dalam setiap rencana pelaksanaan pembelajaran dan disesuaikan dengan model pembelajaran berbasis masalah. Panduan percobaan dibuat agar peserta didik lebih mudah untuk menyelesaikan atau memecahkan permasalahan yang telah diberikan oleh guru dalam pembelajaran.

c. Mater Ajar

Materi ajar atau pembelajaran merupakan salah satu lampiran yang terdapat dalam RPPTH. Materi dibuat berdasarkan KD yang ada dan indikator yang telah dibuat. Materi ajar atau materi pembelajaran yang dikembangkan peneliti adalah materi setiap pembelajaran yang ada pada RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), yang berisikan materi pembelajaran IPA yaitu gaya. Peneliti menggunakan beberapa sumber belajar dalam menyusun materi ajar, tidak hanya menggunakan buku pegangan guru dan peserta didik. Hal ini disesuai dengan karakteristk pembelajaran inovatif yaitu segala sumber informasi mengenai materi yang dipelajari bisa ditemukan dari mana saja (dari berbagai sumber belajar).

Gaya yang ada dalam materi pembelajaran ada gaya otot, gaya listrik, gaya magnet, gaya gravitasi, gaya pegas. Materi ajar atau pembelajaran ini didesain dengan lengkap, menggunakan beberapa gambar sebagai contoh, dan menggunakan bahasa yang tidak terlalu kaku agar lebih mudah dipahami oleh peserta didik.

d. Tes Hasil Belajar atau Lembar Evaluasi

Perangkat pembelajaran disertai dengan tes hasil belajar atau soal evaluasi. Tes hasil belajar dikembangkan sesuai dengan indikator pembelajaran yang menggunakan kata kerja operasional Taksonomi Bloom revisi tingkat tinggi atau High Order Thinking Skill. Tes hasil belajar dibuat

untuk setiap indikator pembelajaran dengan disertai jawaban. Tes hasil belajar merupakan salah satu penilaian pada aspek pengetahuan, yang berupa kisi-kisi soal, soal, dan kunci jawaban. Sedangkan, untuk aspek lainnya dinilai dengan beberapa penilaian yang berbeda. Soal yang dibuat adalah soal pilihan ganda yang berjumlah 25 soal, dengan empat pilihan jawaban pada setiap nomornya.

3. Data Hasil Validasi Pakar Perangkat Pembelajaran Inovatif dan Revisi Produk

Peneliti melakukan validasi produk yang dihasilkan berupa pengembangan perangkat pembelajaran IPA materi gaya dengan model pembelajaran berbasis masalah bagi peserta didik kelas IV sekolah dasar kepada dua pakar perangkat pembelajaran. Pakar perangkat pembelajaran tersebut terdiri dari dua orang dosen yaitu Ibu W. Dan Bapak D. Produk divalidasi oleh validator Ibu W. sebanyak satu kali pada bulan Juli 2020. Produk juga divalidasi oleh validator Bapak D. Sebanyak satu kali pada bulan April 2020.

Validasi dilakukan untuk mengetahui kualitas perangkat pembelajaran yang telah dibuat oleh penelti. Selain itu, validasi bertujuan untuk mendapatkan komentar berupa saran dan masukan yang dipergunakan untuk memperbaiki produk yang dibuat. Validasi dilakukan dengan berpedoman pada instrumen penilaian yang telah dibuat oleh peneliti. Aspek yang dinilai dari perangkat pembelajaran adalah a) identitas RPP, kesesuaian antara KI, KD, indikator, tujuan pembelajaran, model pembelajaran, langkh-langkah pembelajaran, penilaian, media, b) panduan percobaan, c) materi ajar, d) tes hasil belajar atau soal evaluasi, e) bahasa dan tata tulis.

Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh peneliti kepada dua ahli perangkat pembelajaran diperoleh hasil validasi 3,32 dengan kategori “baik”.

Tabel 4.1 Rekapitulasi Hasil Validasi Pakar Perangkat Pembelajaran No. Validator Perangkat Pembelajaran

Rata-rata Kategori

Rerata (jumlah total : validator) 3,32

Kategori Baik

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa hasil validasi dari dua validator di atas, didapatkan rerata skor pakar perangkat pembelajaran 1 sebanyak 3,52 dengan kategori “sangat baik” dan pakar perangkat pembelajaran 2 sebesar 3,11 dengan kategori “baik”. Secara keseluruhan perangkat pembelajaran dinyatakan baik digunakan dengan revisi terlebih dahulu.

Kedua pakar memberikan beberapa komentar berisi saran perbaikan untuk perangkat pembelajaran dalam RPP adanya salah penulisan dalam penilaian, dalam tes hasil belajar atau soal evaluasi indikator yang kurang jelas tentang jenis gaya, butir soal harus disesuaikan dengan indikator, masih ada soal yang belum termasuk soal HOTS, dalam panduan percobaan ada kegiatan yang melampaui tujuan pembelajaran, adanya materi tentang kompas tidak ada dalam kegiatan, dalam materi ajar perlu tambahan gaya bentuk dan gaya tidak berbentuk, gambar kurang menarik karena tidak berwarna. Perangkat pembelajaran yang divalidasi oleh pakar perangkat pembelajaran direvisi sesuai komentar dan saran yang diberikan. Data validasi rinci ada didalam lampiran data skor validasi. Berikut tabel yang menjabarkan hasil komentar dan revisi dari kedua validator.

Tabel 4. 2 Komentar Validator Ahli dan Revisi Produk Perangkat Pembelajaran Inovatif

No. Aspek yang dinilai Komentar Revisi

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1. Kesesuaian indikator

dengan butir soal dengan level kognitif Bloom C4 ke atas

Berdasarkan tabel 4.2 di atas disimpulkan bahwa pakar perangkat pembelajaran memberi saran terhadap perangkat pembelajaran yang sudah dibuat oleh peneliti terutama pada bagian tes hasil belajar atau soal evaluasi, dan panduan percobaan. Berdasarkan komentar dan masukan dari para pakar perangkat pembelajaran di atas maka peneliti melakukan perbaikan pada bagian yang sudah diberi komentar.

4. Data Hasil Validasi Guru SD Kelas IV dan Revisi Produk

Produk perangkat pembelajaran IPA materi gaya dengan model pembelajaran berbasis masalah bagi peserta didik kelas IV sekolah dasar yang dikembangkan oleh peneliti juga divalidasi oleh dua orang guru kelas IV yang memiliki pengalaman dalam menyusun atau membuat perangkat pembelajaran.

Guru yang menjadi validator adalah Ibu Y. S. dari SD (A) dan Bapak A. G. dari SD (B). Validasi oleh Ibu Y. S. dilakukan sekali pada bulan Juni 2020 sedangkan dengan Bapak A. G. validasi dilakukan sekali pada bulan Agustus 2020. Validasi dilakukan dengan berpedoman pada instrumen penilaian yang telah dibuat oleh peneliti. Aspek yang dinilai dari perangkat pembelajaran adalah a) identitas RPP, kesesuaian antara KI, KD, indikator, tujuan pembelajaran, model pembelajaran, langkh-langkah pembelajaran, penilaian, media, b) panduan percobaan, c) materi ajar atau materi pembelajaran, d) tes hasil belajar atau soal evaluasi, e) bahasa dan tata tulis.

Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh peneliti kepada dua guru SD kelas IV, perangkat pembelajaran diperoleh hasil validasi 3,33 dengan kategori “baik”.

Tabel 4.3 Rekapitulasi Hasil Validasi Guru SD Kelas IV No. Validator Perangkat Pembelajaran

Rata-rata Kategori

1 2 3 4

1. Guru SD kelas IV (1)

3,25 3,30 3,60 3,50 3,41 Baik

No. Validator Perangkat Pembelajaran

Rerata (jumlah total : validator) 3,33

Kategori Baik

Berdasarkan tabel hasil validasi dari dua validator di atas, didapatkan rerata skor guru SD kelas IV (1) sebanyak 3,41 dengan kategori “ baik” dan guru SD kelas IV (2) sebesar 3,52 dengan kategori “sangat baik”. Secara keseluruhan perangkat pembelajaran dinyatakan baik digunakan dengan revisi terlebih dahulu.

Beberapa aspek yang dinilai dalam perangkat pembelajaran, kedua guru memberi komentar atau saran untuk perbaikan. Ibu Y. S. dan Bapak A. G.

memberikan beberapa komentar, yaitu: dalam RPP tidak ada tanggal, hari, dan waktu, gambar perlu ditambah lebih menarik dengan berwarna, dalam panduan percobaan masih ada beberapa typo dan bahasa lebih sederhana, materi ajar dilengkapi lagi, dan dalam tes hasil belajar masih kurang sesuai antara indikator dengan soal, ada beberapa soal yang mirip. Data validasi secara rinci ada dalam lampiran data skor validasi guru SD kelas IV. Komentar perbaikan dari guru dan revisi dijabarkan dalam tabel berikut.

Tabel 4. 4 Komentar Validator Guru SD Kelas IV dan Revisi Produk Perangkat Pembelajaran Inovatif

No. Aspek yang dinilai Komentar Revisi

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1. Terdapat identitas:

satuan pendidikan,

No. Aspek yang dinilai Komentar Revisi ber belajar/ penilaian, lampiran)

1. Kesesuaian indikator dengan butir soal 4. Keluasan cakupan soal Terdapat soal yang

mirip

Memperbaiki dan mengganti soal yang mirip

Berdasarkan tabel 4.4 di atas disimpulkan bahwa guru yang mevalidasi perangkat pembelajaran memberi saran terhadap perangkat pembelajaran yang sudah dibuat oleh peneliti terutama pada bagian tes hasil belajar atau soal evaluasi, dan panduan percobaan. Berdasarkan komentar dan masukan dari para

guru SD kelas IV yang memvalidasi perangkat pembelajaran di atas maka peneliti melakukan perbaikan pada bagian yang sudah diberi komentar.

5. Uji Coba Terbatas dan Revisi Produk

Peneliti melakukan uji coba terbatas selama dua hari dengan mengujicobakan perangkat pembelajaran yang telah divalidasi oleh pakar ahli dan guru kelas IV dan yang sudah dilakukan perbaikan oleh peneliti. Uji coba terbatas dilakukan pada kepada delapan (8) peserta didik kelas V SD yang berada di sekitar tempat tinggal peneliti. Peneliti melakukan uji coba terbatas pada peserta didik kelas V, agar hasil yang didapat lebih baik ketika peserta didik sudah pernah mempelajari materi ini sebelumnya, agar produk pengembangan ini lebih efektif.

Sebelum melakukan uji coba terbatas, peneliti meminta ijin terlebih dahulu kepada orang tua peserta didik. Uji coba terbatas dilakukan selama dua hari, yaitu pada hari Selasa, 17 November 2020 dan pada hari Jumat, 20 November 2020. Uji coba terbatas bertujuan untuk mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran yang diujikan secara langsung. Dalam uji coba terbatas ini peneliti mengujicobakan panduan percobaan dengan dilakukan praktek atau melakukan percobaan dan tes hasil belajar atau soal evaluasi.

Berdasarkan uji coba terbatas peneliti mendapatkan data kualitatif dan data kuantitatf. Data kualitatif didapatkan dari kegiatan tanya jawab dengan peserta didik terkait dengan materi gaya. Pada pertemuan pertama, kegiatan dilakukan sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran 1 dan 2 yang membahas tentang pengertian gaya, pengaruh gaya, gaya otot beserta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, dan gaya listrik beserta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan, pada pertemuan kedua dilakukan sesuai rancangan pelaksanaan 3 dan 4 yang membahas tentang gaya magnet beserta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari, gaya gravitasi beserta manfaatnya

dalam kehidupan sehari-hari, dan gaya gesek beserta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

Pada setiap pertemuan peserta didik mengerjakan panduan percobaan dan juga tes hasil belajar atau soal evaluasi. Panduan percobaan diberikan agar peserta didik lebih sistematis dan runtut dalam melakukan praktikum. Praktikum dilakukan dalam pembelajaran ini, agar peserta didik dapat memecahkan masalah yang diberikan diawal pertemuan, salah satunya seperti mengapa sepeda dapat bergerak, pintu dapat terbuka dan tertutup. Sedangkan tes hasil belajar atau soal evaluasi terdiri dari materi-materi yang diajarkan pada setiap pertemuan, evaluasi dikerjakan pada akhir pertemuan 1 dan 2. Data kuantitatif didapatkan dari hasil pekerjaan peserta didik dalam mengerjakan tes hasil belajar atau soal evaluasi.

Tabel 4. 5 Nilai Hasil Pekerjaan Peserta Didik terhadap Tes Hasil Belajar atau Soal Evaluasi.

No. Nama THB Rata-rata Kategori

1 2

1 Chelsea 88 92 90 Sangat Baik

2 Dea 76 80 78 Baik

3 Dika 80 80 80 Baik

4 Nadia 80 84 82 Sangat Baik

5 Sabrina 80 84 82 Sangat Baik

6 Syifa 76 76 76 Baik

7 Tia 92 80 86 Sangat Baik

8 Yuli 76 84 80 Baik

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa hasil pekerjaan peserta didik pada tes hasil belajar atau soal evaluasi, mendapat nilai yang baik. Pada hasil tes hasil belajar atau soal evaluasi 1 dan 2, peneliti menghitung nilai yang diperoleh peserta didik dari tes hasil belajar atau soal evaluasi, diperoleh data bahwa empat (4) peserta didik mendapat nilai dengan kategori “sangat baik” dan empat (4) peserta didik mendapat nilai dengan kategori “baik”.

Berdasarkan hasil kerja peserta didik melalui tes hasil belajar atau soal evaluasi, dapat dianalisis kesulitan-kesulitan yang masih dialami peserta didik

dalam pembelajaran IPA materi gaya. Kesulitan-kesulitan yang dialami peserta didik dalam pembelajaran yaitu, a) tiga (3) peserta didik masih mengalami kesulitan dalam memahami soal beberapa soal, b) dalam panduan percobaan masih ada kegiatan yang membingungkan peserta didik. Beberapa peserta didik juga memberikan komentar gambar kurang jelas, dan masih ada beberapa typo.

Tabel 4. 6 Hasil Belajar Peserta didik Kesulitan-kesulitan dan

Komentar Peserta didik Revisi

Peserta didik kesulitan memahami beberapa soal evaluasi.

Mengubah kalimat agar mudah dipahami peserta didik dan menambah alokasi waktu untuk mengerjakan soal dan menyesuaikan dengan indikator.

Peserta didik kesulitan memahami langkah kegiatan dalam beberapa langkah panduan percobaan.

Memberi penjelasan kepada peserta didik dan mengubah menjadi kalimat yang lebih sederhana dan menambah alokasi waktu untuk mengerjakan soal.

Gambar kurang jelas. Mengganti gambar dengan yang berwarna Masih ada typo dalam

penulisan.

Memperbaiki tulisan yang typo.

Berdasarkan hasil pekerjaan peserta didik peneliti melakukan revisi berdasarkan kesulitan-kesulitan yang dialami peserta didik dan komentar.

Kesulitan dan komentar para peserta didik di atas, dijadikan pedoman bagi peneliti untuk melakukan revisi produk khususnya dalam perumusan indikator dan tujuan aspek kognitif dan revisi lembar panduan percobaan serta tes hasil belajar atau soal evaluasi.

6. Revisi Produk

Produk akhir diperoleh dari saran dan perbaikan yang diberikan oleh keempat validator yaitu dua validator ahli dan dua validator guru kelas IV dan hasil uji coba terbatas yang dilakukan kepada delapan peserta didik yang duduk dibangku kelas V yang sudah pernah belajar materi gaya. Peneliti melakukan revisi sebanyak dua kali. Revisi pertama dilakukan berdasarkan masukan dan

saran yang diberikan oleh dua vaidator ahli dan dua validator guru. Kemudian revisi kedua yang dilakukan berdasarkan hasil pelaksanaan uji coba terbatas perangkat pembelajaran oleh peserta didik. Produk akhir dikemas menjadi satu jilid yaitu empat (4) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), panduan percobaan, materi ajar, dan tes hasil belajar pada tema 7 Indahnya Keberagaman Di Negeriku.

Produk akhir (perangkat pembelajaran) telah direvisi sesuai dengan masukan untuk perbaikan yang berikan oleh keempat validator dan hasil uji coba terbatas. Peneliti melakukan perbaikan produk sesuai dengan masukan dan saran yang telah ada. Komponen yang terdapat pada perangkat pembelajaran yaitu a) (4) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), b) panduan percobaan, c) materi ajar, d) tes hasil belajar, dan e) bahasa.

Perangkat pembelajaran yang pertama adalah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP terdiri dari a) cover memuat identitas Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), b) identitas RPP yang meliputi satuan pendidikan, kelas/semester, tema, sub tema pembelajaran, mutan pelajaran,

Gambar 4. 2 Gambar Cover Bagian Depan Gambar 4. 1 Gambar Cover Bagian Belakang

alokasi waktu, hari, tanggal, c) tujuan pembelajaran yang menggunakan aspek ABCD (Audience, Behavior, Condition, dan Degree), d) kompetensi inti memuat empat yang harus dicapai peserta didik selama kegiatan pembelajaran, e) kompetensi dasar dan indikator dikembangkan dengan menggunakan empat aspek yaitu spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan; perumusan indikator pembelajaran menggunakan kata kerja operasioanal berpikir tingkat tinggi High Order Thinking Skill (HOTS), f) pendekatan yang digunakan adalah pendekatan saintifik, model yang digunakan adalah model pembelajaran berbasis masalah, metode yang dipergunakan adalah percobaan, tanya jawab, penugasan, kerja kelompok, teknik pembelajaran, g) langkah-langkah pembelajaran menggunakan model pembelajaran inovatif yaitu model pembelajaran berbasis masalah dengan sintaks mengorientasikan peserta didik pada masalah, mengorganisasikan peserta didik agar belajar, memandu menyelidiki secara mandiri atau kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan menganalisis dan mengevaluasi hasil pemecahan masalah; langkah-langkah pembelajaran terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti, dan penutup dengan menggunakan sintaks model pembelajaran berbasis masalah yang didalamnya berisi 5M yaitu mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan, selain itu langkah pembelajaran juga memuat keterampilan abad 21 yaitu berpikir kritis, berpikir kreatif, kerjasama, dan komunikasi, h) media, alat, dan sumber belajar yang sesuai dengan KD, indikator, dan tujuan pembelajaran, i) penilaian memuat teknik penilaian, bentuk penilaian, bentuk instrumen, dan j) lampiran yang berisi lembar literasi, lagu, media, remedial, rubrik penskoran, dan sintaks pembelajaran yang dipergunakan yaitu model pembelajaran berbabsis masalah.

Perangkat pembelajaran yang kedua adalah panduan percobaan. Panduan percobaan berisi tentang kegiatan yang akan dilakukan peserta didik selama pembelajaran berlangsung. Panduan percoban ini yang membedakan dengan beberapa penelitian sebelumnya, penelitian ini ditekankan pada kegiatan praktikum. Perangkat pembelajaran yang ketiga adalah materi ajar. Materi ajar

adalah materi yang akan dipelajari oleh peserta didik yaitu materi pembelajaran IPA (Gaya). Perangkat pembelajaran yang selanjutnya adalah tes hasil belajar.

tes hasil belajar adalah soal evaluasi pembelajaran, hal ini bertujuan untuk mengetahui ketercapaian indikator dan tujuan pembelajaran oleh peserta didik, dan melihat keberhasilan dari proses pembelajaran yang telah dilakukan oleh peserta didik.

B. Pembahasan

Perangkat pembelajaran IPA materi gaya dengan model pembelajaran berbasis masalah bagi peserta didik kelas IV sekolah dasar yang telah dikembangkan telah melewati validasi dan uji coba terbatas. Produk perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan tujuan agar pembelajaran menjadi menyenangkan. Perangkat pembelajaran adalah perlengkapan yang diperlukan untuk mengelola proses belajar mengajar yang memiliki cara pandang atau gagasan baru yang menyenangkan, bervariatif dan bermakna yang mampu memfasilitasi peserta didik dan mampu mendapatkan kemajuan dalam hasil belajar (Shoimin, 2014: 21; Suyatno, 2009: 6).

Peneliti memilih peserta didik kelas IV sekolah dasar, karena pada peserta didik kelas IV menurut Piaget (dalam Thobroni, 2015: 81) termasuk kedalam tahapan operasional konkret, peserta didik belajar dari benda-benda yang konkret yang ada dilingkungan sekitar mereka. Sehingga cocok untuk belajar menggunakan

Peneliti memilih peserta didik kelas IV sekolah dasar, karena pada peserta didik kelas IV menurut Piaget (dalam Thobroni, 2015: 81) termasuk kedalam tahapan operasional konkret, peserta didik belajar dari benda-benda yang konkret yang ada dilingkungan sekitar mereka. Sehingga cocok untuk belajar menggunakan