BAB V PENUTUP
C. Saran
Saran untuk peneliti selanjutnya yang akan mengembangkan produk perangkat pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Wawancara sebaiknya dilakukan dengan lebih baik lagi, dengan merekam suara narasumber agar hasil yang didapatkan lebih terperinci dan lengkap tanpa ada yang terlewatkan. Wawancara juga sebaiknya dilakukan lebih dari satu guru, agar hasil lebih terperinci lagi.
2. Melaksanakan uji coba produk di sekolah dengan lebih banyak peserta didik, agar hasil akhir produk yang dibuat lebih terjamin dan berkualitas serta lebih sempurna lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Andriana, L. (2019). “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dalam Sub Tema Aku Merawat Tubuhku Mengacu Kurikulum 2013 untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar”. Diakses dari http://repository.usd.ac.id/id/eprint/33809 pada tanggal 20 April 2021.
Annisa, N. dan Simbolon, N. (2018). “Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif IPA Berbasis Model Pembelajaran Guided Inquiry pada Materi Gaya di Kelas IV SD Negeri 101776 Sampali”. School Educatian Journal. Volume 8 Nomor 2. e-ISSN 2407-4926. Diakses dari http://digilib.unimed.ac.id/id/eprint/33304 pada tanggal 20 April 2021.
Arif, dkk. (2019). “Pengembangan Video Pembelajaran IPA Materi Gaya untuk Siswa Sekolah Dasar”. Jurnal Teknologi Pendidikan. Volume 2 Nomor 4. ISSN 2615-8787. Diakses dari http://journal2.um.ac.id/index.php/jktp/article/view/10155 pada tanggal 20 April 2021.
Depdiknas. (2006). Peraturan menteri pendidikan naisonal Republik Indonesia nomor 23 tahun 2006, tentang standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Jakarta: Depdiknas.
Fadillah. (2014). Implementasi kurikulum 2013 dalam pembelajaran SD/MI, SMP/MTS&SMA/MA. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Haryanto. (2013). Sains jilid 4 untuk SD/MI kelas IV. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Hosnan. (2014). Pendekatan saintifik dan kontekstual dalam pembelajaran abad 21.
Bogor: Ghalia Indonesia.
Irene dan Khristiyono. (2016). Esps IPA untuk SD/MI kelas IV. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Kadir&Asrohah. (2014). Pembelajaran tematik. Jakarta: PT Raja Grafindo.
Kementerian Pendidikan dan kebudayaan. (2013). Materi pelatihan kurikulum 2013.
Jakarta: Kemendikbud.
Kusumawati, H. (2016). Buku tema 7 kelas IV indahnya keberagaman di negeriku:
buku guru/kementerian pendidikan dan kebudayaan. Jakarta: Kemendikbud.
Kusumawati, H. (2016). Buku tema 7 kelas IV indahnya keberagaman di negeriku:
buku siswa/kementerian pendidikan dan kebudayaan. Jakarta: Kemendikbud.
Majid, A. (2014). Pendekatan ilmiah dalam implementasi kurikulum 2013. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Masidjo, I. (1995). Penilaian pencapaian hasil belajar siswa di sekolah. Yogyakarta:
Kanisius.
Mulyasa. (2017). Pengembangan dan implementasi kurikulum 2013. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Munandar, U. (2009). Pengembangan kreativitas anak berbakat. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Munthe, B. (2014). Desain pembelajaran. Yogyakarta: PT Putaka Insan Madani.
Murzanni dan Mujiburrahman. (2016). “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran IPA Terhadap Prestasi Belajar
Siswa Kelas IV SD”. Diakses dari
https://ojs.ikipmataram.ac.id/index.php/realita/article/view/773/725 pada tanggal 25 Agustus 2020.
Nuryanto, A. P. (2018). “Pengembangan Perangakat Pembelajaran Fisika Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Dan Menumbuhkan Minat Belajar Peserta Didik SMA”. Diakses dari
https://eprints.uny.ac.id/57559/1/12.%20SKRIPSI%20.pdf pada tanggal 25 Agustus 2020.
Nuryati, I. D. (2018). Pedoman penerapan model Problem Base Learning/PBL melalui peta konsep. Yogyakarta: Depublish.
Paskalin, G. (2020). “Peningkatan Kreativitas dan Hasil belajar Peserta Didik kelas IVB Materi Gaya melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah di SD Negeri Kentungan”. Diakses dari https://repository.usd.ac.id/37014/ pada tanggal 20 April 2021.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 67 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah.
Prasetyo, dkk. (2011). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Sains Terpadu untuk Meningkatkan Kognitif Keterampilan Proses, Kreativitas serta Menerapkan Konsep lmiah Peserta Didik SMP. Yogyakarta: Program Pascasarjana UNY.
Putra, S. R. (2013). Desain belajar mengajar kreatif berbasis sains. Yogyakarta: Diva Press.
Rusman. (2013). Model-model pembelajaran mengembangkan profesionalisme guru.
Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Rusman. (2014). Model-model pembelajaran mengembangkan profesionalisme guru.
Edisi Kedua. Jakarta: Rajawali Pers.
Rusman. (2017). Belajar pembelajaran berorientasi standar proses pendidikan.
Jakarta: Prenadimedia Group.
Rusmono. (2012). Strategi pembelajaran dengan problem based learnig itu perlu.
Jakarta: Ghalia Indonesia.
Samatowa, U. (2011). Pembelajaran IPA di sekolah dasar. Jakarta: PT. Indeks.
Sani. (2014). Pembelajaran saintifik untuk implementasi kurikulum 2013. Jakarta:
Bumi aksara.
Sani, R. A. (2019). Pembelajaran berbasis HOTS (Higher Order Thingking).
Tangerang: Tirasmart.
Shoimin, A. (2014). 68 model pembelajaran inovatif dalam kurikulum 2013.
Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Siregar, E. dan Nara, H. (2014). Teori belajar dan pembelajaran. Bogor: Ghalia Indonesia.
Sit, M., dkk. (2016). Pengembangan kreativitas anak usia dini teori dan praktek.
Medan: Perdana Publishing.
Sudayana, W. (2014). Pembelajaran berbasis tema. Jakarta: Erlangga.
Sugiyanto. (2010). Model-model pembelajaran inovatif. Surakarta: Yumma Pressindo.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian dan pengembangan research and development.
Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatf, dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Sukardjo. (2008). Kumpulan materi evaluasi pembelajaran. Yogyakarta: UNY.
Supriyantoro, dkk. (2019). “Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Dengan Model Problem Based Learning Berbasis Outdoor Learning”. J.Pijar MIPA.
Volume 14. Nomor 2. e-ISSN 2410-1500.
https://jurnalfkip.unram.ac.id/index.php/JPM/article/view/1136 pada tanggal 20 April 2021.
Suprihatiningrum, J. (2016). Strategi pembelajaran teori dan aplikasi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Suwandi, S. (2010). Model assesmen dalam pembelajaran. Surakarta: Yuma Pustaka.
Suyatno. (2009). Menjelajah pembelajaran inovatif. Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka.
Tanjung, H. S. dan Nababan, S. A. (2018). “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Berorientasi Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Se-Kuala Nagan Raya Aceh”. Genta Mulia. Volume IX. Nomor 2. ISSN 2301-6671. Diakses dari https://ejournal.stkipbbm.ac.id/index.php/gm/article/view/168 pada tanggal 21 April 2021.
Tegeh, M., Jampel, N., & Pudjawan, K. (2014). Model penelitian pengembangan.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Thobroni, M. (2015). Belajar & pembelajaran teori dan praktik. Yogyakarta: AR-RUZZ Media.
Trianto. (2010). Model pembelajaran terpadu. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Tritanto. (2012). Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif. Jakarta: Kencana.
Widiatmaja. (2019). “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif Dalam Subtema 4 Aku Istimewa Mengacu Kurikulum 2013 Untuk Siswa Kelas 1 Sekolah dasar”. https://repository.usd.ac.id/33391/ pada tanggal 21 April 2021.
Yani, A. dan Rukimat, M. (2018). Teori dan imlementasi pembelajaran saintifik kurikulum 2013. Bandung: PT Refika Aditama.
Yarid, H. dan Ariswan. (2016). “Pengembangan Perangkat Pembelajaran Fisika Problem Based Learning melalui Kegiatan Fieldtrip pada Materi Energi”. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA. Volume 2. Nomor 1. e-ISSN 2477-4820.
https://journal.uny.ac.id/index.php/jipi/article/view/8374 pada tanggal 22 April 2021.
Yousnelly, P., Dian, O, dan Zuledi. (2010). Ilmu pengetahuan alam SD kelas IV.
Bogor: Yudhistira.
LAMPIRAN
Lampiran 1 Surat Ijin Penelitian
Lampiran 2 Surat Ijin Wawancara
Lampiran 3 Surat Pengantar Validasi
Yogyakarta, 30 Maret 2020 Yth.
Drs. Domi Severinus, M. Si.
Dosen Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Sehubungan dengan pelaksanaan Tugas Akhir Skripsi, saya:
Nama : Veronica Purwindyastuti
NIM : 161134202
Program Studi : Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma Judul Tugas Akhir : Pengembangan Perangkat Pembelajaran Inovatif dengan
Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada Pembelajaran IPA Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar
Dengan hormat mohon bantuan Bapak untuk berkenan memberikan validasi, saran, dan masukan terhadap instrumen dalam Tugas Akhir Skripsi yang telah saya susun.
Demikian permohonan dari saya, atas bantuan dan perhatian Bapak saya ucapkan terimakasih.
Mengetahui,
Dosen Pembimbing Pemohon
Maria Melani Ika Susanti, S.Pd., M.Pd. Veronica Purwindyastuti
NIP. 198105142005012002 NIM. 161134202
Lampiran 4 Pedoman Wawancara
Aspek No Pertanyaan
Pembelajaran IPA 1 Bagaimana proses pembelajaran IPA di kelas selama ini?
2 Apakah kendala yang dihadapi guru saat mengajar IPA di kelas IV?
3 Apa materi IPA yang sulit di kelas IV?
4 Pada pembelajaran IPA buku apa yang dipergunakan, sumber dari internet?
5 Apa saja yang dilakukan agar proses pembelajaran IPA berlangsung secara efektif?
Perangkat
Pembelajaran (RPP)
6 Apakah guru telah mengupayakan terakomodasinya aspek kognitif, keterampilan, dan sikap dalam langkah-langkah pembelajaran?
7 Apakah guru mengetahui keterampilan yang dikuasai pada abad 21 seperti (berpikiri kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)?
8 Bagaimana cara guru merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan
kemampuan peserta didik?
9 Apakah tujuan pembelajaran yang dibuat sudah sesuai dengan ABCD?
10 Apakah guru menerapkan pendekatan saintifik dalam langkah pembelajaran?
11 Apakah metode-metode yang dipergunakan dalam langkah-langkah pembelajaran?
12 Apa kesulitan dalam merancang perangkat pembelajaran yang sesuai dengan tuntuan kurikulum 2013?
13 Apakah guru masih perlu bentuk contoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu pada kurikulum 2013?
14 Saran dalam pengembangan perangkat pembelajaran inovatif?
Model Pembelajaran 15 Apakah setiap pembelajaran menggunakan RPP dengan model pembelajaran yang berbeda?
16 Apakah model pembelajaran yang sering digunakan dalam proses pembelajaran?
17 Apakah pembelajaran dengan metode ceramah masih mendominasi di kelas?
18 Apakah guru mengetahui pembelajaran inovatif?
19 Apakah pembelajaran inovatif penting di terapkan dalam proses pembelajaran?
20 Kesulitan apa saja yang dialami dalam pembuatan RPP yang menggunakan model pembelajaran inovatif?
21 Apakah selama ini menggunakan model
pembelajaran inovatif dalam membantu peserta didik untuk memahami pelajaran?
22 Apakah guru pernah menggunakan model pembelajaran berbasis masalah?
23 Apakah peserta didik senang ketika, dalam proses pembelajaran guru menggunakan media pendukung untuk memahami materi?
24 Apakah peserta didik senang ketika pembelajaran dilakukan percobaan?
25 Apakah sudah menerapkan soal HOTS?
Lampiran 5 Hasil Wawancara
HASIL WAWANCARA SURVEI KEBUTUHAN DI SD
No Pertanyaan Jawaban
1 Bagaimana proses pembelajaran IPA di kelas selama ini?
Proses pembelajaran berjalan cukup lancar, hanya sajaa jujur selama ini saya banyak menggunakan pembelajaran yang berpusat pada guru yaitu saya berceramah, terkadang memang ada saatnya saya menggunakan praktek tetapi saya lebih mudah dengan berceramah.
2 Apakah kendala yang dihadapi guru saat mengajar IPA di kelas IV?
Antusias para perserta didik yang menjadi kendala dalam pembelajaran. Banyak peserta didik yang kurang semangat ketika pembelajaran sedang berlangsung.
3 Apa materi IPA yang sulit di kelas IV?
Untuk materi tergantung dengan karakteristik peserta didik, tetapi jika diminta mengatakan materi yang cukup sulit untuk para peserta didik adalah materi gaya, karena ada berbagai jenis gaya dan dengan kurikulum 2013 ini jadi materi lebih sedikit. Dan ketika diminta untuk menjelaskan pengaruh gaya atau menyebutkan jenis gaya peserta didik bingung membedakannya.
4 Pada pembelajaran IPA
buku apa yang
dipergunakan, sumber dari internet?
Dalam pembelajaran buku yang dipergunakan adalah bupena, dan buku yang dari pemerintah buku tematik, dan untuk menggunakan internet masih jarang karena terendala sinyal yang susah.
5 Apa saja yang dilakukan agar proses pembelajaran IPA berlangsung secara efektif?
Kerja dalam kelompok, mengerjakan banyak tugas, dan terkadang praktikum yang ada di buku.
6 Apakah guru telah
Sudah, guru selalu berusaha tetap mengupayakan terakomodasinya aspek kognitif, keterampilan, dan sikap. Tetapi saya cenderung lebih menonjolkan aspek kognitif dengan mengerjakan beberapa tugas.
7 Apakah guru mengetahui keterampilan yang dikuasai pada abad 21 seperti (berpikiri kritis, kreatif, kolaborasi, komunikasi)?
Saya kurang paham apa itu keterampilan abad 21, saya hanya pernah mendengar keterampilan abad 21.
8 Bagaimana cara guru merumuskan indikator dan tujuan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan peserta didik?
Jujur saya tidak membuat RPP murni saya sendiri.
RPP saya gabungan dari beberapa guru hasil dari guru-guru satu yayasan. Jika saya membuat RPP saya mendownload dari internet yang kemudian saya sesuaikan dengan yang ada pada buku guru.
9 Apakah tujuan
pembelajaran yang dibuat sudah sesuai dengan ABCD?
Sudah cukup sesuai walau terkadang masih ada yang kurang lengkap misal tidak ada degree.
10 Apakah guru
menerapkan pendekatan saintifik dalam langkah pembelajaran?
Menerapkan 5 M, tetapi dalam pembelajaran peserta didik masih banyak dituntun guru dulu baru 5 M ini bisa diterapkan.
11 Apakah metode-metode yang dipergunakan
Kesulitannya merancang indikator yang memuat beberapa pembelajaran yang disesuakan dengan tema.
13 Apakah guru masih perlu bentuk contoh untuk perangkat pembelajaran inovatif yang mengacu pada kurikulum 2013?
Masih sangat perlu, karena orang tua seperi saya perlu dan membutuhkan contoh, agar pembelajarannya lebih berinovasi dan bervariasi.
14 Saran dalam
pengembangan perangkat pembelajaran inovatif?
Perangkat pembelajaran menunjang peserta didik agar lebih mandiri, kreatif, aktif, dan bisa mengembangkan pendidikan karakter. Langkah-langkah dalam pembelajaran jelas sehingga dapat dipergunakan untuk contoh-contoh.
15 Apakah setiap
Tidak, masih banyak model pembelajaran yang sama, bahkan saya hanya menggunakan satu model pembelajaran inovatif dalam semua RPP.
16 Apakah model
pembelajaran yang sering digunakan dalam proses pembelajaran?
Saya tidak terlalu spesifik dalam menggunakan model pembelajaran, saya menggunakan model pembelajaran PPR (Padadigma Pedagodi Reflektif) dalam semua RPP saya. Saya lebih sering menggunakan metode ceramah ketika mengajar di kelas.
17 Apakah pembelajaran dengan metode ceramah masih mendominasi di kelas?
Iya, sangat sangat mendominasi karena bagi saya peserta didik susah ketika pembelajaran tidak diberi arahan dari guru.
18 Apakah guru mengetahui pembelajaran inovatif?
Jujur saya kurang memahami makna dari pembelajaran inovatif akan tetapi saya paham pembelajaran inovatif itu pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, dan pembelajaran yang menuntut peserta didik untuk mandiri.
19 Apakah pembelajaran inovatif penting di terapkan dalam proses pembelajaran?
Sebenarnya sangat penting agar pembelajaran lebih berjalan dengan baik dan peserta didik lebih paham. Agar bisa menunjang peserta didik lebih
Kesulitan terletak pada saat merumuskan indikator pembelajaran dan tujuan yang harus ada ABCD.
21 Apakah selama ini menggunakan model pembelajaran inovatif dalam membantu peserta didik untuk memahami pelajaran?
Tidak juga karena saya sering menggunakan ceramah ketika mengajar di kelas, model pembelajaran inovatif paling hanya model pembelajaran PPR (Padadigma Pedagodi Reflektif).
22 Apakah guru pernah menggunakan model pembelajaran berbasis masalah?
Pernah, tetapi dalam pembelajaran metode ceramah masih sangat mendominasi karena saya juga agak kurang memahami model-model yang baru-baru.
23 Apakah peserta didik senang ketika, dalam proses pembelajaran guru menggunakan media pendukung untuk memahami materi?
Peserta didik sangat senang apabila pembelajaran menggunaka media-media yang unik, dengan menggunakan gambar, dan melihat video saja peserta didik sudah sangat antusias.
24 Apakah peserta didik
senang ketika
pembelajaran dilakukan percobaan?
Peserta didik sangat antusias ketika pembelajaran menggunakan perobaan, tetapi ya mau gimana keterbatasan saya yang sudah tua ini jika pembelajaran terlalu sering menggunakan percobaan saya yang susah mempersiapkannya.
25 Apakah sudah
menerapkan soal HOTS?
Belum soal-soal yang ada dan yang saya buat masih cenderung masuk ke soal LOW.
Lampiran 6 Data Mentah Skor Validasi Ahli Perangkat Pembelajaran Inovatif a. Validasi Ahli Perangkat Pembelajaran Inovatif (1)
b. Validasi Ahli Perangkat Pembelajaran Inovatif (2)
Lampiran 7 Data Mentah Skor Validasi Guru Kelas IV SD a. Validasi Guru Kelas IV SD (1)
b. Validasi Guru Kelas IV SD (2)
Lampiran 8 Rekapitulasi Hasil Validasi Perangkat Pembelajaran Inovatif
Validator
Perangkat Pembelajaran
Inovatif
Nilai Keterangan Dosen PGSD Unversitas PGRI
YK
1 3,57 Sangat Baik
2 3,4 Baik
3 3,61 Sangat Baik
4 3,5 Sangat Baik
Rata-rata nilai perangkat pembelajaran inovatif 3,52 Sangat Baik
Dosen Pendidikan Fiika USD 1 3,07 Baik
2 3,09 Baik
3 3,19 Baik
4 3,09 Baik
Rata-rata nilai perangkat pembelajaran inovatif 3,11 Baik
Guru Kelas IV SD Kansius Beji 1 3,3 Baik
2 3,25 Baik
3 3,5 Sangat Baik
4 3,6 Sangat Baik
Rata-rata nilai perangkat pembelajaran inovatif 3,4 Sangat Baik
Guru Kelas IV SD N Nogopuro 1 3,61 Sangat Baik
2 3,5 Baik
3 3,57 Sangat Baik
4 3,4 Baik
Rata-rata nilai perangkat pembelajaran inovatif 3,52 Sangat Baik
Foto bersama Percobaan gaya listrik (listrik statis)
Percobaan pengaruh gaya Percobaan gaya magnet
Percobaan gaya gravitasi Percobaan gaya listrik (listrik statis) Lampiran 9 Dokumentasi Uji Coba Terbatas
Peserta didik mengerjakan panduan percobaan
Peserta didik mengerjakan panduan percobaan
Percobaan gaya otot Percobaan gaya listrik (listrik statis)
Percobaan gaya otot dan pengaruh gaya Percobaan gaya gesek
BIODATA PENULIS
Veronica Purwindyastuti merupakan putri kelima dari Bapak RMRT Purwanjono (Alm) dan Ibu Emerita Sri Murni, S.Pd. Lahir di Kotabumi, hari Kamis Kliwon pada tanggal 09 Juli 1998. Jenjang pendidikan formal penulis dimulai dari Taman Kanak-kanak di TK Indriyasana tahun 2003 sampai 2004. Selesai pendidikan TK, penulis melanjutkan pendidikan di SD Xaverius Kotabumi tahun 2004-2010. Tahun 2010 penulis melanjutkan pendidikan di SMP Slamet Riyadi Kotabumi dan lulus pada tahun 2013. Selanjutnya, penulis melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 04 Kotabumi pada tahun 2013 sampai 2016. Penulis melanjutkan pendidikan Strata 1 (S1) di perguruan tinggi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar pada tahun 2016 sampai 2021.
Penulis menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi dengan menyusun skripsi yang berjudul “Pengembangan Perangkat Pembelajaran IPA Materi Gaya dengan Model Pembelajaran Berbasis Masalah bagi Peserta Didik Kelas IV Sekolah Dasar”. Pengembangan perangakat pembelajaran dilakukan karena beberapa guru memerlukan contoh perangkat pembelajaran yang menggnakan model-model pembelajaran inovatif.
Banyak kegiatan kemahaasiswaan yang pernah peneliti ikuti seperti: peserta inisiasi Universitas Sanata Dharma tahun 2016, peserta inisiasi FKIP Universitas Sanata Dharma 2016, peserta inisiasi Program Studi PGSD tahun 2016, kuliah umum PGSD setiap semester ganjil, peserta seminar, CO Humas KPU PGSD 2018, anggota panitia medis FKIP Basketball , peserta pendampingan pengembangan kepribadian dan metode belajar I tahun 2016, peserta pendampingan pengembangan kepribadian dan metode belajar II tahun 2017, peserta english club program for 4 semesters tahun 2016-2018, peserta kursus pembinaan pramuka mahir tingkat dasar tahun 2017, peserta kuliah kerja nyata reguler LVII tahun 2019, anggota organisasi Kanca cilik 2017-2019.