• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

1. Analisis Statistik Deskriptif

Analisis statistik deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran sacara statistik atas variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen dalam penelitian ini yaitu nilai laba dan nilai buku sedangkan veriabel dependen yaitu harga saham. Informasi yang terdapat dalam statistic descriptive berupa nilai rata-rata (mean), nilai minimum, maksimum dan standar deviasi ( Standard Deviation ). Berikut adalah hasil uji statistik deskriptif dengan menggunakan SPSS.

Tabel 4.1 Analisis Statistik Deskriptif

Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

LN_X1 69 11.50 11.51 11.5089 .00125

LN_X2 69 13.71 13.71 13.7111 .00068

LN_Y 69 17.73 23.13 20.3843 1.42936

Valid N (listwise) 69

Nilai laba dalam penelitian ini diproksikan dengan ( EPS ).

Berdasarkan hasil statistic deskriptif yang ditunjukkan pada tabel 4.1 dengan jumlah data ( N ) sebanyak 69 dengan periode tiga tahun ( 2018-2020 ) menunjukkan nilai rata-rata ( mean ) sebesar 11, 5089 dengan standar deviasi sebesar 0,00125. Nilai terendah ( minimum ) dari nilai laba 11,50, sedangkan nilai tertinggi ( maximum ) dari nilai laba adalah 11,51.

Nilai buku dalam penelitian ini diproksikan dengan ( BVPS ).

Berdasarkan hasil statistik deskriptif yang ditunjukkan pada tabel 4.1 dengan jumlah data ( N ) sebanyak 69 dengan periode tiga tahun (2018-2020) menunjukkan nilai rata-rata (mean) 13,7111 dengan standar deviasi

36

sebesar 0.00068. Nilai terendah (minimum) dari nilai buku 13,71 sedangkan nilai tertinggi (maximum) dari perputaran nilai buku adalah 13,71.

Harga saham dalam penelitian ini merupakan hasil statistik deskriptif yang ditunjukkan pada tabel 4.1 dengan jumlah data (N) sebanyak 69 dengan periode tiga tahun (2018-2020) menunjukkan nilai rata-rata (mean) 20.3843 dengan standar deviasi sebesar 1.42936. Nilai rendah (minimum) bahwa nilai minimum 17,73 sedangkan nilai tertinggi (maximum) dari harga saham yaitu 23.13.

2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas

Uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah dalam model regresi mempunyi distribusi normal atau tidak. Untuk menguji normalitasnya menggunakan SPPS. Hasil uji normalitas untuk semua variabel dapat dilihat pada tabel 4.2 sebagai berikut:

Tabel 4.2 Uji Normalitas Klmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 69

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation 1.15773308

Most Extreme Differences Absolute .077

Positive .077

Negative -.048

Test Statistic .077

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

Berdasarkan tabel 4.2 menunjukkan ( Sig .200) yang berarti > 0,05 signifikansi sehingga untuk semua variabel diatas maka dapat disimpulkan bahwa variabel Nilai Laba (X1), Nilai Buku (X2) dan Nilai informasi Akuntansi (Harga Saham) (Y) dinyatan bahwa informasi dari masing-masing variabel penelitian berdistribusi normal secara statistik dan layak digunakan sebagai informasi penelitian.

b. Uji Multikolonieritas

Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan korelasi antara variabel bebas (independen). Model regresi yang baik adalah terbebas dari multikolonieritas. Metode yang digunakan untuk medeteksi ada tidaknya multikolonieritas dalam model regresi dapat dilihat dari nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF). Jika nilai danya bebas. Hal ini dapat dilakukan dengan melihat nilai variance inflation faktor (VIF). Jika nilai tolerance > 0,1 dan nilai VIF

< 10, maka tidak terjadi multikolonieritas begitu sebaliknya.

Tabel 4.3 Uji Multikolonieritas Coefficientsa

Model

Collinearity Statistics Tolerance VIF

1 LN_X1 .341 2.936

LN_X2 .341 2.936

a. Dependent Variable: LN_Y

Berdasarkan tabel 4.4 di peroleh hasil perhitungan tidak ada variabel yang memiliki nilai VIF yang lebih besar dari 10 dan juga tidak ada variabel yang memiliki nilai tolerance lebih kecil dari 0,1. Kondisi ini

38

menunjukkan bahwa model regresi terbebas dari masalah multikolineritas.

c. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ditemukan adanya korelasi antara kesalah pengganggu pada periode t dengan kesalahan periode t-1 (sebelumnya). Uji autokorelasi dilakukan dengan menggunakan uji Durbin-watson. Berikut ini hasil uji autokorelasi.

a. Predictors: (Constant), LN_X2, LN_X1 b. Dependent Variable: LN_Y

Dari pengujian SPSS diatas diketahui nilai Durbin Watson sebesar .949 sedangkan nilai Durbin-Watson berdasarkan n= 69, K=2, diperoleh nilai dL = 1.5507 dan dU = 1.6697. Sehingga nilai 4-dU adalah 4 – 1.6697 = 2.3303. Jadi disimpulkan model regresi menunjukkan tidak ada autokorelasi.

d. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variabel dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain berbeda maka disebut heteroskedastisitas. Uji heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan uji

grafik dan uji glejser. Model regresi yang baik adalah model regresi yang tidak terjadi heteroskedastisitas. Berikut ini hasil uji heteroskedastisitas.

Gambar 4.2 Uji Heteroskedastisitas dengan Grafik Scatterplot

Menurut tabel diatas hasil grafik scatterplot dapat diketahui bahwa titik-titik tidak membentuk pola yang jelas. Titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbuh Y. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas dalam model regresi.

3. Analisis Regresi Berganda

Analisis Regresi berganda bertujuan untuk mengetahui hubungan linear antara dua variabel atau lebih. Dimana satu sebagai variabel dependen dan variabel lainnya sebagai indepeden. Berikut hasil analisis regresi berganda.

40

Tabel 4.5 Analisis Regresi Berganda Coefficientsa

Berdasarkan tabel diatas, analisis regresi berganda dihasilkan persamaan yaitu: Y = 14841.413 - 198.395 - 914.423. Adapun hasil dari persamaan regresi berganda tersebut adalah:

a. Nilai konstan (constant) yaitu sebesar 14841.413 menyatakan bahwa apabila variabel nilai EPS dan nilai BVPS constantmaka besarnya nilai relevansi akuntansi (hargasaham) yaitu sebesar14841.413

b. nilai koefisien regresi yaitu variabel EPS (X1) sebesar -198.395 pada variabel nilai EPS terdapat hubungan negatif terhadap relevansi nilai akuntansi (harga saham). Hal ini menunjukkan variabel EPS mengalami penurunan sebesar 1% sementara dengan asumsi bahwa variabel lain konstan, maka menyebabkan penurunan harga saham (Y) sebesar 198.395.

c. nilai koefisien regresi variabel BVPS (𝑋2) yaitu sebesar -914.423 pada variabel BVPS terdapat hubungan negatif dengan relevansi nilai akuntansi (harga saham). Hal ini menunjukkan variabel BVPS mengalami penurunan 1% dengan asumsi bahwanya nilai vaiabel lain konsta, maka menyebabkan penurunan harga saham (Y) sebesar 914.423

.

4. Uji Hipotesis

a. Koefisien Determinan (R²)

Koefisien determinasi (R²) untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerengkan variasi variabel dependen.

Nilai R² yang lebih kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam penjelasan variasi dependen sangat terbatas (Ghozali,2011).

a. Predictors: (Constant), LN_X2, LN_X1 b. Dependent Variable: LN_Y

Hasil analisis regresi berganda tersebut dapat terlihat dari Adjusted R Square sebesar 0.324 yang menunjukkan bahwa harga saham dipengaruhi oleh kedua variabel yaitu EPS dan BVPS pengaruh sebesar 32.4%, sisanya yaitu 67.6% (100% - 32.4%) harga saham dipengaruhi variabel lain yang belum diteliti dalam penelitian ini.

b. Uji Parameter Individual (Uji T)

Uji parameter individual atau yang sering diketahui dengan uji t bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dari masing-maisng variabel bebas EPS dan BVPS terhadap variabel terikat yaitu Harga Saham. Maka diadakan uji t, dengan tingkat probability =0,05 dan nilai t tabel = 1,66792, hasil uji signifikan parameter individual atau uji t dapat dilihat dari tabel 4.6 berikut:

42

Tabel 4.7 Uji Parameter Individual (Uji t)

Coefficientsa

1) Hasil uji t Relevansi Nilai Laba (EPS) terhadap Harga Saham Berdasarkan tabel diatas, nilai signifikan (Sig) variabel EPS (𝑋1) lebih besar dari probability atau 0,315 > 0,05 sedangkan nilai t hitung < t tabel atau -1,012 < 1,66792. Hal ini menunjukkan bahwa EPS berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap harga saham. Sehingga menandakan bahwa tidak ada pengaruh variabel bebas EPS terhadap variabel terikat Harga saham atau hipotesis ditolak.

2) Hasil uji t Relevansi Nilai Buku (BVPS) terhadap Harga Saham Berdasarkan tabel diatas, nilai signifikan (Sig) variabel nilai buku (BVPS) lebih kecil dari probability atau 0,013 < 0,05 sedangkan nilai t hitung > t tabel atau -2,560 < 1,66792. Hal ini menunjukkan bahwa BVPS berpengaruh negatif dan signifikan terhadap harga saham. Sehingga menandakan bahwa ada pengaruh variabel bebas BVPS terhadap variabel terikat Harga saham atau hipotesis diterima.

Dokumen terkait