• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian

Data yang telah diperoleh dalam penelitian ini berupa data kuantitatif. Peneliti memperoleh data kuantitatif berdasarkan hasil pengumpulan data menggunakan instrumen tes dan non tes. Peneliti memperoleh data lengkap jumlah SD di Kecamatan Pakem melalui akses website resmi Dapodik Kemendikbud. Data tersebut diperkuat dengan adanya data yang diperoleh dari Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Pelayanan Pendidikan Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman. Terdapat 19 SD berstatus Negeri di wilayah Kecamatan Pakem. Penelitian ini dilakukan pada seluruh SD Negeri di Kecamatan Pakem yang terdiri dari 19 SD dengan sampel guru kelas 1 hingga 6 di 19 SD Negeri tersebut. Alasan peneliti memilih SD Negeri karena ingin mengetahui sejauh mana SD Negeri di Kecamatan Pakem sudah mengimplementasikan Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan bagaimana kesesuaian implementasi yang telah guru lakukan dengan program PPK dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

Langkah pertama yang dilakukan oleh peneliti dalam melaksanakan penelitian ini adalah menyusun proposal penelitian sebagai syarat dalam perijinan penelitian dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman. Setelah proposal jadi, peneliti segera

minta surat pengantar untuk melaksanakan penelitian di SD Negeri se-Kecamatan Pakem dari kampus Universitas Sanata Dharma. Setelah itu, peneliti mengurus surat perizinan untuk melaksanakan penelitian di SD se-Kecamatan Pakem di daerah Sleman khususnya Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) Kabupaten Sleman. Surat pengantar dan perizinan yang sudah didapat tersebut lalu di berikan kepada Bupati Sleman, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman dan UPT Kecamatan Pakem. Langkah terakhir dalam mengurus perizinan yaitu mendatangi ke-19 SD Negeri Se-Kecamatan Pakem untuk menemui Kepala Sekolah serta meminta izin secara lisan dan memberikan fotocopyan kedua surat izin dari kampus dan KESBANGPOL. Setelah itu, pada waktu yang telah disepakati, peneliti membuat jadwal pemberian kuesioner dan pengambilan kuesioner dengan Kepala Sekolah.

Pada pelaksanaan penelitian ini, peneliti memberikan batasan waktu pada responden untuk pengisian kuesioner sekitar 1 hingga 2 minggu setelah pemberian kuesioner. Akan tetapi hal tersebut terkendala dengan jadwal PPL jadi seringkali pengambilan kuesioner menyesuaikan jadwal PPL atau setelah PPL baru peneliti dapat mengambil kuesioner ke sekolah-sekolah. Akan tetapi, jarak SD yang cukup jauh dengan lokasi PPL membuat peneliti kadang tidak dapat mengambil kuesioner dikarenakan SD yang telah tutup sehingga proses pengambilan kuesioner berjalan lambat dan lama.

Maka dari itu, tindak lanjut dari penelitian berupa observasi dilaksanakan setelah PPL yaitu pada bulan November. Untuk sampel SD yang akan dilakukan observasi, peneliti hanya mengambil 6 SD saja dikarenakan keterbatasan waktu dan ketersediaan SD sebagai narasumber.

SD yang digunakan peneliti untuk dilakukan observasi yaitu SD N Pakem 4, SD N Kaliurang 1, SD N Purworejo, SD N Turen, SD N Cemoroharjo, SD N Pakem 2. Observasi dilakukan pada bulan November dikarenakan peneliti harus mengurus surat perpanjangan izin penelitan dari Universitas Sanata Dharma dan dari KESBANGPOL. Setelah surat perpanjangan penelitian jadi, peneliti kembali meminta ijin kepada 6 sekolah tersebut untuk dilakukan observasi. Izin dilakukan secara lisan berikut memberikan surat tembusan dari kampus dan Kesbangpol. Setelah itu, peneliti melakukan negosiasi dengan Kepala Sekolah dan guru kelas yang akan dilakukan observasi mengenai waktu pelaksanaan observasi.

Setiap SD di Kecamatan Pakem mendapatkan satu paket lengkap instrumen PPK berbasis kelas dan budaya sekolah. Peneliti melakukan penelitian di Kecamatan Pakem tentang PPK dengan satu kelompok yang terdiri dari 2 orang peneliti. Peneliti satu meneliti tentang PPK berbasis kelas dan peneliti dua meneliti PPK berbasis budaya sekolah. Setiap instrumen terdapat 2 bentuk tipe kuesioner. Tipe pertama terdiri dari dua jawaban ya atau tidak. Responden diminta membubuhkan tanda √) pada kolom ya atau tidak. Tipe ke dua

berbentuk uraian, dimana responden diminta menjabarkan atau mengisi uraian sesuai dengan keadaan sesungguhnya di lapangan. Peneliti memberi waktu 1 hingga 2 minggu untuk responden mengisi kuesioner tersebut.

Selama proses penelitian berlangsung, peneliti tidak memberikan perlakuan kepada siswa. Jadi hanya guru saja yang diberi perlakuan. Data hasil penelitian berupa hasil jawaban guru tentang penerapan atau implementasi program penguatan pendidikan karakter yang telah diterapkan dan menjadi kebiasaan di SD. Setelah data tersebut didapatkan, kemudian data diolah dan direkap serta dilakukan analisis sesuai dengan langkah-langkah analisis data untuk melihat apakah PPK di satuan pendidikan sekolah dasar se-Kecamatan Pakem khususnya negeri sudah terimplementasi atau belum dan bagaimana kesesuaian implementasi yang telah dilaksanakan oleh guru dengan program PPK berbasis kelas.

2. Deskripsi Responden Penelitian

Responden dalam penelitian ini adalah berjumlah 114 guru SD Negeri se-Kecamatan Pakem. Sampel penelitian dihitung menggunakan tabel ketentuan jumlah sampel minimal menurut Krejcie dan Morgan. Peneliti mengambil jumlah populasi pada tabel ketentuan jumlah sampel minimal menurut Krecjie dan Morgan yaitu 86, dengan jumlah populasi penelitian sebanyak 114 guru yang terdiri dari guru kelas I-VI. Setiap Responden mengisi identitas berupa nama, NIP, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, lama mengajar, guru wali kelas, pendidikan

terakhir, nama satuan pendidikan, status akreditasi satuan pendidikan, alamat satuan pendidikan, dan tanda tangan.

3. Survei Implementasi PPK Berbasis Kelas Se-Kecamatan Pakem. Deskripsi data hasil penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana implementasi PPK di satuan sekolah dasar Negeri se-Kecamatan Pakem telah terimplementasi atau belum. Selain itu, tujuan penelitian ini juga untuk mengetahui kesesuaian implementasi yang telah guru laksanakan di kelas dengan program PPK. Analisis deskripsi dilakukan pada instrumen pertanyaan tertutup dan terbuka. Akan tetapi, jawaban untuk instrumen pertanyaan terbuka hanya digunakan sebagai pelengkap atau membantu hasil analisis jawaban instrument pertanyaan tertutup. Pada tabel 4.2 terdapat aitem instrumen cek poin yang berisi 11 poin dan instrumen terutama pelengkap yang terdapat pada pertanyaan terbuka.

Tabel 4.1 Instrumen Tertutup dan Instrumen Terbuka

No Aitem Pertanyaan tertutup Aitem Pertanyaan terbuka

1 Apakah Bapak/Ibu memperoleh sosialisasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dari kepala sekolah atau guru yang mengikuti pelatihan PPK?

Praktik baik yang dilakukan

2 Apakah Bapak/Ibu sudah mendapatkan sosialisasi PPK melalui Kelompok Kerja Guru (KKG)?

Selain dari Kelompok Kerja Guru (KKG), darimana Bapak/Ibu mendapatkan informasi tentang PPK?

3 Bagaimana cara Bapak/Ibu mengintegrasikan nilai-nilai utama PPK dalam silabus?

Bagaimana cara Bapak/Ibu

mengintegrasikan nilai-nilai utama PPK dalam silabus?

4 Bagaimana cara Bapak/Ibu mengintegrasikan nilai-nilai utama PPK di silabus ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)?

Bagaimana cara Bapak/Ibu

mengintegrasikan nilai-nilai Utama PPK di silabus ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)?

No Aitem Pertanyaan tertutup Aitem Pertanyaan terbuka

5 Bagaimana cara Bapak/Ibu melaksanakan pembiasaan sikap/karakter sebelum memulai pembelajaran?

Cara pembiasaan sikap/karakter seperti apa yang dilakukan Bapak/Ibu sebelum memulai pembelajaran?

6 Bagaimana cara Bapak/Ibu mengelola kelas dengan

mengintegrasikan nilai-nilai karakter?

Bagaimana cara Bapak/Ibu mengelola kelas dengan mengintegrasikan nilai-nilai karakter?

7 Bagaimana cara Bapak/Ibu menerapkan metode pembelajaran yang mendukung nilai-nilai karakter?

Metode pembelajaran yang seperti apa yang biasa digunakan di sekolah untuk mendukung penerapan nilai-nilai karakter? 8 Bagaimana cara Bapak/Ibu

mengaitkan isi materi pembelajaran dengan persoalan kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)?

Bagaimana cara Bapak/Ibu

mengaitkan isi materi pembelajaran dengan penguatan pendidikan karakter?

9 Bagaimana cara Bapak/Ibu memfasilitasi setiap siswa untuk menumbuhkembangkan karakter yang dirancang dalam RPP?

Bagaimana cara Bapak/Ibu memfasilitasi setiap siswa untuk menumbuhkembangkan karakter yang dirancang dalam RPP? 10 Bagaimana cara Bapak/Ibu mencatat

perkembangan karakter siswa?

Bagaimana cara Bapak/Ibu mencatat perkembangan karakter siswa?

11 Bagaimana cara Bapak/Ibu memberikan umpan balik kepada siswa tentang karakter yang dituangkan dalam rancangan RPP?

Apa kendala-kendala yang dihadapi dalam implementasi PPK?

Tabel 4.2 memuat aitem pertanyaan tertutup dan pertanyaan terbuka. Pada instrumen ini, fungsi dari instrumen adalah memberikan keterangan lebih lanjut atau penjelasan mengenai jawaban pertanyaan tertutup.

a) Deskripsi pertanyaan terbuka

Peneliti akan mendeskripsikan mengenai implementasi program PPK berbasis kelas di satuan pendidikan sekolah dasar se-Kecamatan Pakem. Pada instrumen pertanyaan terbuka berupa uraian yang terdapat 11 butir aitem pertanyaan. Pertanyaan tersebut mencakup aspek yang berkaitan dengan PPK berbasis kelas yang dilengkapi dengan pertanyaan praktik baik yang telah dilakukan, upaya-upaya yang

dilakukan, dan kendala yang dihadapi dalam implementasi program penguatan pendidikan karakter berbasis kelas. Apabila guru sudah mengimplementasikan hal tersebut, wajib mengisi sesuai dengan pertanyaan terbuka uraian tersebut.

b) Deskripsi pertanyaan tertutup

Deskripsi aitem instrumen tertutup dianalisis menggunakan dua cara, yaitu secara umum dan khusus. Analisis pertanyaan tertutup disajikan secara umum dengan memaparkan keseluruhan persentase implementasi PPK berbasis kelas keseluruhan aitem yang terdapat 11 aitem. Analisis secara khusus disajikan persentase serta memaparkan jawaban per aitem pertanyaan.

Persentase implementasi PPK berbasis kelas pada aitem pertanyaan tertutup dapat dilihat pada gambar 4.1.

Gambar 4.1 Grafik Persentase Implementasi PPK Berbasis Kelas Aitem 1 Aitem 2 Aitem 3 Aitem 4 Aitem 5 Aitem 6 Aitem 7 Aitem 8 Aitem 9 Aitem 10 Aitem 11 Ya 92% 89% 96% 96% 100% 100% 100% 100% 100% 95% 98% Tidak 8% 11% 4% 4% 0% 0% 0% 0% 0% 5% 2% 92% 89% 96% 96% 100% 100% 100% 100% 100% 95% 98% 8% 11% 4% 4% 0% 0% 0% 0% 0% 5% 2% 0% 20% 40% 60% 80% 100% 120%

Survei Implementasi Program Penguatan

Pendidikan Karakter Berbasis Kelas di

Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Pakem

Gambar 4.1 merupakan grafik persentase implementasi PPK berbasis kelas Satuan pendidikan dasar Negeri se-Kecamatan Pakem. Hasil diperoleh berdasarkan jawaban guru atau responden yang menjawab ke-11 aitem pertanyaan tertutup dimana hanya terdapat dua pilihan jawaban ya atau tidak. Hasil dapat dilihat untuk aitem 1 diperoleh guru yang menjawab „ya‟ sebanyak 92% sedangkan yang menjawab „tidak‟ sebanyak 8%, aitem 2 diperoleh guru yang menjawab „ya‟ sebanyak 89% sedang yang menjawab „tidak‟ sebanyak 11%, aitem 3 diperoleh guru yang menjawab „ya‟ sebanyak 96% sedangkan yang menjawab „tidak‟ sebanyak 4%, aitem 4 diperoleh guru yang menjawab „ya‟ sebanyak 96% sedangkan yang menjawab „tidak‟ sebanyak 4%, aitem 5 diperoleh guru yang menjawab „ya‟ sebanyak 100% sedangkan yang menjawab „tidak‟ sebanyak 0%, aitem 6 diperoleh guru yang menjawab „ya‟ sebanyak 100% sedangkan yang menjawab „tidak‟ sebanyak 0%, aitem 7 diperoleh guru yang menjawab „ya‟ sebanyak 100% sedangkan yang menjawab „tidak‟ sebanyak 0%, aitem 8 diperoleh guru yang menjawab „ya‟ sebanyak 100% sedangkan yang menjawab „tidak‟ sebanyak 0%, aitem 9 diperoleh guru yang menjawab „ya‟ sebanyak 100% sedangkan yang menjawab „tidak‟ sebanyak 0%, aitem 10 diperoleh guru yang menjawab „ya‟ sebanyak 95% sedangkan yang menjawab „tidak‟ sebanyak 5%, aitem 11 diperoleh guru yang menjawab „ya‟ sebanyak 98% sedang yang menjawab „tidak‟ sebanyak 2%. Peneliti akan mendeskripsikan data pada pertanyaan tertutup dan

terbuka. Deskripsi data kedua instrumen tersebut akan disajikan oleh peneliti sebagai berikut:

1) Sosialisasi Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dari guru atau kepala sekolah yang mengikuti pelatihan PPK.

a) Pertanyaan tertutup aitem 1 1) Hasil survei implementasi PPK

Gambar 4.2 di bawah ini adalah grafik persentase jawaban implementasi PPK berbasis kelas tingkat satuan Pendidikan Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Pakem dengan pertanyaan point 1 “Praktik baik yang dilakukan”.

Gambar 4.2 Persentase Implementasi PPK Berbasis Kelas Aitem 1

Gambar 4.2 merupakan hasil dari pengujian instrumen tertutup. Pada point 1 terdapat pertanyaan untuk mengetahui apakah guru telah mendapat sosialisasi mengenai PPK dari kepala sekolah maupun pelatihan PPK sebelumnya. Didapatkan hasil bahwa 92% guru menjawab „ya‟ yang artinya telah mendapatkan atau pernah ikut serta dalam pelatihan tentang sosialisasi PPK sebelumnya. Sedangkan masih terdapat 8% yang

Ya Tidak Aitem 1 92% 8% 92% 8% 0% 20% 40% 60% 80% 100%

Aitem 1

menjawab „tidak‟, hal tersebut berarti masih ada sebagian kecil atau beberapa guru yang belum pernah mendapatkan pengetahuan atau sosialisasi mengenai PPK sebelumnya. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh pada aitem 1 dapat disimpulkan bahwa belum semua guru sekolah dasar Negeri di Kecamtan Pakem yang telah mendapatkan sosialisasi tentang PPK baik dari kepala sekolah maupun mengikuti pelatihan PPK.

2) Kesesuaian implementasi PPK

Hasil survei yang telah dilakukan tersebut diperkuat dengan jawaban guru pada kuesioner pertanyaan terbuka atau instrumen terbuka aitem 1 dengan melihat praktik baik yang telah dilakukan. Berdasarkan data yang telah diperoleh dan direkap diketahui bahwa pembiasaan positif yang biasa sudah biasa dilakukan oleh guru di Kecamatan Pakem saat berada di kelas adalah beberapa guru menerapkan pembiasaan berbaris sebelum masuk kelas, berdoa sebelum dan sesudah belajar, menerapkan 3S dan 5S, apel pagi setiap hari tertentu, melaksanakan upacara bendera setiap hari Senin dan hari-hari besar, menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum pembelajaran dimulai, menyanyikan lagu mars PPK, tepuk PPK, disiplin dalam belajar, membiasakan sholat duha dan dhuhur berjamaah, mengaitkan kehidupan sehari-hari dengan nilai-nilai PPK, menerapkan sopan santun dan etika terhadap guru dan teman sebaya atau adik kelas dan kakak kelas serta membiasakan literasi dengan berbagai variasi seperti

membaca 15 menit dan mencongak. Berdasarkan jawaban tersebut, peneliti dapat menyimpulkan bahwa pembiasaan yang sudah diterapkan guru sudah baik.

Hal tersebut diperkuat dengan hasil observasi yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil observasi ke-6 SD yang dipilih secara random menunjukkan bahwa pembiasaan positif yang biasa dilakukan oleh guru di kecamatan Pakem seperti berbaris sebelum masuk kelas, melaksanakan upacara rutin setiap hari senin, adanya apel pagi setiap hari tertentu, Jumat sehat dengan senam dan jalan sehat keliling lingkungan sekolah dan Jumat bersih, pembiasaan 3S saat bertemu dengan orang baru, kebiasaan berdoa sebelum dan sesudah memulai pembelajaran, menyanyikan lagu Indonesia Raya sebelum pembelajaran dimulai, menyanyikan lagu daerah setelah pulang sekolah, literasi membaca dan berhitung, penanaman nilai-nilai kejujuran pada saat pembelajaran dengan cara berlaku jujur saat ulangan dan adanya kantin kejujuran, penanaman nilai percaya diri dengan cara meminta siswa untuk maju ke depan untuk menjawab soal atau meminta siswa untuk presentasi hasil diskusi dan penanaman nilai religiusitas dengan mengajak siswa untuk sholat berjamaah serta mencintai lingkungan sekitar sekolah.

Gambar 4.3 Apel Pagi di SD N Turen

Gambar 4.3 merupakan penerapan pembiasaan yang telah dilakukan oleh salah satu SD tempat observasi berupa apel pagi. b) Pertanyaan tertutup Aitem 2

1) Hasil survei implementasi PPK

Gambar 4.4 di bawah ini adalah grafik persentase jawaban implementasi PPK berbasis kelas tingkat satuan Pendidikan Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Pakem dengan pertanyaan point 2 “Apakah Bapak/Ibu sudah mendapatkan sosialisasi PPK melalui Kelompok Kerja Guru KKG)?”.

Gambar 4.4 Persentase Implementasi PPK Berbasis Kelas Aitem 2 Gambar 4.4 merupakan hasil jawaban dari 114 responden atau guru yang telah mengisi kuesioner. Pada point 2 terdapat pertanyaan untuk mengetahui apakah guru telah mendapat sosialisasi mengenai PPK dari Kelompok Kerja Guru (KKG) atau belum. Didapatkan hasil bahwa 89% guru menjawab „ya‟ yang artinya telah mendapatkan atau pernah ikut serta dalam pelatihan tentang sosialisasi PPK sebelumnya dari KKG. Sedangkan masih terdapat 11% yang menjawab „tidak‟, hal tersebut berarti masih ada sebagaian kecil atau beberapa guru yang belum pernah mendapatkan pengetahuan atau sosialisasi mengenai PPK sebelumnya melalui pelatihan bersama KKG. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh pada aitem 2 dapat disimpulkan bahwa belum semua guru sekolah dasar Negeri di Kecamatan Pakem yang telah mendapatkan sosialisasi tentang PPK baik dari KKG sebelumnya.

Ya Tidak Aitem 2 89% 11% 89% 11% 0% 20% 40% 60% 80% 100%

Aitem 2

Aitem 2

2) Kesesuaian implementasi PPK

Hasil survei yang telah dilakukan tersebut diperkuat dengan jawaban guru pada pertanyaan terbuka aitem 2, melihat pengetahuan yang guru dapatkan tentang PPK selain berasal dari KKG. Berdasarkan data yang telah diperoleh dan direkap diketahui bahwa sebagian guru mendapat pengetahuan mengenai PPK dari workshop, seminar, diklat kurikulum 2013, internet, televisi, buku pedoman PPK, KKG, teman sejawat, sosialisasi kurikulum 2013, radio, media massa, kepala sekolah, dan pelatihan PPK. Berdasarkan jawaban yang telah diperoleh, guru-guru sekolah dasar Negeri di Kecamatan Pakem sudah mendapatkan pengetahuan tentang PPK dari berbagai sumber.

Hal tersebut diperkuat dengan hasil observasi yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil observasi ke-6 SD yang dipilih secara random menunjukkan belum semua SD mendapatkan sosialisasi tentang PPK. Hal tersebut terlihat ketika peneliti melakukan observasi pada silabus yang telah dirancang oleh guru-guru ke-6 SD tempat observasi. Ada 2 SD dari 6 SD yang belum mengintegrasikan nilai-nilai PPK dalam silabus dan RPP.

Gambar 4.5 Contoh Silabus

Gambar 4.5 merupakan silabus yang telah dibuat oleh salah satu guru pada salah satu SD tempat observasi. Silabus tersebut belum mengintegrasikan nilai-nilai utama PPK.

2) Mengintegrasikan nilai-nilai utama PPK dalam silabus dan dari silabus kedalam RPP.

a) Pertanyaan tertutup Aitem 3 1) Hasil survei implementasi PPK

Gambar 4.6 di bawah ini adalah grafik persentase jawaban implementasi PPK berbasis kelas tingkat satuan Pendidikan Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Pakem dengan pertanyaan point 3 “Bagaimana cara Bapak/Ibu mengintegrasikan nilai-nilai utama PPK dalam silabus?”

Gambar 4.6 Persentase Implementasi PPK Berbasis Kelas Aitem 3 Gambar 4.6 menunjukkan hasil yang didapatkan dari 114 responden atau guru yang telah mengisi kuesioner. Pada point 3 terdapat pertanyaan untuk mengetahui apakah guru telah mengintegrasikan nilai-nilai PPK dalam silabus. Didapatkan hasil bahwa 96% guru menjawab „ya‟ yang artinya telah mengintegrasikan nilai-nilai utama PPK dalam silabusyang telah dibuat. Sedangkan masih terdapat 4% yang menjawab „tidak‟, hal tersebut berarti masih ada sebagian kecil atau beberapa guru yang belum mengintegrasikan nilai-nilai utama PPK dalam silabus. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh pada aitem 3 dapat disimpulkan bahwa belum semua guru sekolah dasar Negeri di Kecamatan Pakem yang telah mengintegrasikan nilai-nilai utama PPK dalam silabus.

Ya Tidak Aitem 3 96% 4% 0% 20% 40% 60% 80% 100% 120%

Aitem 3

Aitem 3

2) Kesesuaian implementasi PPK

Hasil survei tersebut diperkuat dengan jawaban guru pada pertanyaan terbuka aitem 3 yaitu apakah guru sudah mengintegrasikan nilai-nilai utama PPK dalam silabus dan bagaimana cara yang digunakan oleh guru. Berdasarkan data yang telah diperoleh dan direkap diketahui bahwa guru-guru sekolah dasar Negeri se-Kecamatan Pakem mengintegrasikan nilai-nilai PPK dalam instrumen pertanyaan terbuka dengan cara memasukan dalam silabus, terintegrasi dalam KBM, melihat KD dan indikator dalam silabus, menghubungkan nilai-nilai dalam karakter dengan kehidupan sehari-hari, membuat kegiatan yang mencerminkan nilai-nilai PPK ke dalam silabus, melalui penilaian religiusitas, nasionalisme, kemandirian, gotong royong, dan integritas sesuai dengan kebijakan sekolah masing-masing, menganalisis SK/KD untuk mengidentifikasi nilai-nilai karakter, merevisi silabus yang telah dikembangkan sebelumnya dengan menambahkan nilai-nilai karakter yang diintegrasikan sebelumnya, menambahkan metode pembelajaran yang tepat/sesuai dengan target nilai-nilai karakter apa yang hendak dicapai dalam pembelajaran, menambahkan nilai-nilai lain melalui kegiatan pembelajaran indikator pencapaian dan teknik penilaian, diisi nilai-nilai karakter yang hendak diintegrasikan pada pembelajaran, merevisi silabus yang telah dikembangkan sebelumnya dengan menambahkan nilai karakter pada KD,

mengintegrasikan nilai-nilai PPK dengan silabus, mengembangkan silabus dengan menambah komponen karakter tepat disebelah kanan KD, komponen tersebut diberikan nilai-nilai karakter yang akan diintegrasikan dan mengintegrasikan dengan KD dan indikator. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat diketahuai bahwa cara guru dalam memasukkan nilai-nilai PPK dalam silabus sudah bervariasi dan rata-rata memiliki tingkat jawaban yang sama yaitu dengan mengintegrasikan dalam silabus, pembelajaran di kelas, dan dengan melihat terlebih dahulu KD dan indikator.

Akan tetapi, berdasarkan hasil observasi 6 SD masih ada beberapa SD yang belum mengintegrasikan nilai-nilai dalam PPK dengan silabus dan RPP. akan tetapi beberapa SD sudah ada yang mengintegrasikan nilai-nilai utama PPK kedalam RPP. Hal tersebut diperkuat dengan hasil observasi dimana masih ada guru yang tidak menambahkan nilai-nilai PPK pada rancangan RPP akan tetapi beberapa guru ada yang mengintegrasikan secara langsung pada proses pembelajaran tanpa mencantumkannya pada RPP maupun silabus.

Gambar 4.7 Contoh RPP

Gambar 4.7 merupakan contoh RPP yang peneliti abadikan saat melakukan observasi pada salah satu guru kelas SD tempat observasi. RPP tersebut sudah terintegrasi nilai-nilai PPK.

b) Instrumen tertutup Aitem 4

1) Hasil survei implementasi PPK

Gambar 4.8 di bawah ini adalah grafik persentase jawaban implementasi PPK berbasis kelas tingkat satuan Pendidikan Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Pakem dengan pertanyaan point 4 “Bagiamana cara Bapak/Ibu dalam mengintegrasikan nilai-nilai utama PPK di silabus ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)?”

Gambar 4.8 Persentase Implementasi PPK Berbasis Kelas Aitem 4 Gambar 4.8 menunjukkan hasil yang didapatkan dari 114 responden atau guru yang telah mengisi kuesioner. Pada point 4 terdapat pertanyaan untuk mengetahui apakah guru telah mengintegrasikan nilai-nilai PPK dalam instrumen terbuka silabus ke dalam RPP. Didapatkan hasil bahwa 96% guru menjawab „ya‟ yang artinya telah mengintegrasikan nilai-nilai utama PPK dalam silabus ke dalam RPP yang telah dibuat. Sedangkan masih terdapat 4% yang menjawab „tidak‟, hal tersebut berarti masih ada sebagaian kecil atau beberapa guru yang belum mengintegrasikan nilai-nilai utama PPK dalam

Dokumen terkait