• Tidak ada hasil yang ditemukan

Survei implementasi program penguatan pendidikan karakter berbasis kelas di Satuan Pendidikan Sekolah Dasar Se-Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Survei implementasi program penguatan pendidikan karakter berbasis kelas di Satuan Pendidikan Sekolah Dasar Se-Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman"

Copied!
267
0
0

Teks penuh

(1)PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. SURVEI IMPLEMENTASI PROGRAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KELAS DI SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN PAKEM KABUPATEN SLEMAN SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Oleh: Ratna Oktaviani NIM: 151134048. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR JURUSAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2019. i.

(2) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ii.

(3) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. iii.

(4) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. PERSEMBAHAN Karya tulisan ini dipersembahkan untuk: 1. Allah SWT yang senantiasa menuntunku memberiku kekuatan dalam setiap prosesku serta memberikan berkah yang luar biasa. 2. Kedua orang tuaku Ibu Caecilia Sriyatun dan Bapak Sugeng yang selalu mendukungku, memfasilitasiku, menyemangatiku dan mendoakanku setiap proses perjalananku. 3. Nenekku Harsiti dan Kakekku Harjawiyata yang merawatku dari kecil, memberiku dukungan moril dan semangat yang luar biasa. 4. Kedua dosen pembimbingku Ibu Ika dan Ibu Christy yang selalu sabar dan membimbingku dengan baik selama proses penulisan skripsi. 5. Kedua tanteku Isti dan Tatik yang memberiku dukungan. 6. Pandu Setyawan Hartono kekasihku yang memberiku semangat, motivasi, dan dukungan setiap prosesku. 7. Sahabatku Ulfah Azizah, Resti Puji Lestari, Nimas Ayu Laraswati, Fadilla Priyanasari, Alifia Syifa, Imanest Cristy, dan Yeni Astuti yang selalu sigap menjadi tempatku mencurahkan segala isi hatiku dan menemaniku setiap proses yang dijalani. 8. Teman-teman kelas B PGSD USD angkatan 2015 yang sudah berdinamika bersama selama 4 tahun. 9. Almamater Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.. iv.

(5) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. MOTTO Man Jadda Wa Jadda Setiap jalan yang dipilih pasti beresiko. Kamu tidak akan mungkin diam pada satu tempat sepanjang hidupmu, mau tidak mau mengambil langkah untuk berjalan dan setiap jalan itu pasti memiliki resiko. Hadapi! (Ratna Oktaviani) Tidak ada hasil yang mengkhianati usaha asal mau terus berdoa dan berusaha. (Ratna Oktaviani) Keinginan dan impianmu besar, maka usaha yang harus kamu lakukan juga harus besar! (Ratna Oktaviani) Melompatlah lebih tinggi dari batas kemampuan maksimalmu lampaui dirimu! (Ratna Oktaviani). v.

(6) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. vi.

(7) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. vii.

(8) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRAK SURVEI IMPLEMENTASI PROGRAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KELAS DI SATUAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN PAKEM KABUPATEN SLEMAN. Ratna Oktaviani Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2019. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh program yang dicanangkan oleh pemerintah yaitu program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas, budaya sekolah, dan masyarakat di satuan pendidikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil survei implementasi program penguatan pendidikan karakter berbasis kelas di satuan pendidikan sekolah dasar Se-Kacamatan Pakem Kabupaten Sleman dan mendeskripsikan kesesuaian implementasi program penguatan pendidikan karakter berbasis kelas di satuan pendidikan sekolah dasar Se-Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah guru SD Negeri se-Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman, yang berjumlah 114 guru dan sampel 95 guru yang ditetapkan melalui tabel penentuan jumlah sampel minimal menurut Krecjie dan Morgan dengan teknik sampel random sampling. Data penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner terbuka dan tertutup, observasi, dan studi dokumenter. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis kelas di satuan pendidikan sekolah dasar seKecamatan Pakem Kabupaten Sleman sudah terimplementasi. Hal ini dibuktikan dengan perolehan persentase pada 3 aspek yaitu dalam instrumen terbuka. Hasil rerata ke-tiga aspek menunjukkan 95,2% menjawab “Ya” sedangkan 4,8% menjawab “tidak”. Hasil observasi dan jawaban kuesioner tertutup menunjukkan guru telah mengimplementasikan PPK di kelas dengan kesesuaian dengan program PPK seperti, pembiasaan positif sebelum memulai pelajaran, mengintegrasikan nilai-nilai PPK kedalam silabus dan RPP, menggunakan metode yang relevan dan bervariasi, dan menuliskan perkembangan karakter siswa pada jurnal siswa. Kata kunci: Penguatan pendidikan karakter, PPK berbasis kelas, Kecamatan Pakem.. viii.

(9) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. ABSTRACT. THE SURVEY IMPLEMENTATION OF THE CLASSROOM BASIS CHARACTER BUILDING STRENGTHENING PROGRAM IN ALL ELEMENTARY SCHOOLS IN PAKEM SUB-DISTRICT, SLEMAN DISTRICT. Ratna Oktaviani Sanata Dharma University 2019. This study was declared bye the government to implement the classroom and school cultural basis character building strengthening program in education units. The aim of the research is to investigate the implementation of the classroom basis character building strengthening program in all elementary schools in Pakem Sub-District, Sleman District. The research was a descriptive quantitative research using a survey methodology. The population in this research were 114 teachers in all state elementary schools in Pakem Sub-district Sleman District and 95 teachers were becoming the research samples using The Determination of The Minimum Sample Number from Krejcie and Morgan with the random sampling technique. The research data were gathered from questionnaire (open and closed ended questions), observation, and documentary study. The result of the research depicted that the classroom basis character building strengthening program was already being implemented in all elementary schools in Pakem sub-district, Sleman district. It was proven from the percentage value acquisition of 3 aspects in the closed ended instrumen. The mean score of the 3 aspects showed that 95.2% answered 'yes' and the rest 4.8% answered 'no'. Moreover, the results of the observation and open ended showed that all the teachers implemented the character building strengthening program in classes with the positive habituation trial before starting the class, integrating of the character building strengthening program values with the lesson plan, using relevant and various methods, and writing the students' character development in the students' journals. Keywords: Character building strengthening program, classroom basis character building strengthening program, Pakem sub-district. ix.

(10) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. KATA PENGANTAR Puji dan syukur peneliti panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala berkat dan karunia-Nya sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik dan tepat waktu. Peneliti dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Survei Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas Di Satuan Pendidikan Sekolah Dasar Se-Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman” disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma. Peneliti menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan berhasil tanpa bimbingan dan bantuan dari beberapa pihak. Pada kesempatan ini, perkenankanlah peneliti mengucapkan terima kasih dengan tulus hati kepada: 1. Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma. 2. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan selaku Dosen Pembimbing II Universitas Sanata Dharma yang telah memberikan ide, saran, kritik, dan bimbingan yang sangat berguna selama penelitian. 3. Kintan Limiansih, S.Pd., M.Pd. selaku Wakil Ketua Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Sanata Dharma. 4. Maria Melani Ika Susanti, S.Pd., M.Pd. selaku Dosen Pembimbing I yang telah memberikan ide, saran, kritik, dan bimbingan yang sangat berguna selama penelitian. 5. Odo Hadinata, M.Pd. selaku Tim Pengembangan Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk masukan yang diberikan selama penyusunan skripsi. 6. Wahyu Wido Sari, M.Biotech. selaku Dosen Pembimbing Akademik (DPA) dan dosen-dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang telah membimbing dan memberikan motivasi kepada peneliti. 7. Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kecamatan Pakem yang telah memberikan izin kepada peneliti untuk melakukan penelitian.. x.

(11) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. xi.

(12) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR ISI. Halaman. HALAMAN JUDUL ........................................................................................... i HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................. iii HALAM AN PERSEMBAHAN ........................................................................ iv HALAMAN MOTTO ......................................................................................... v PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ............................................................. vi LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS .......................................... vii ABSTRAK ........................................................................................................... viii ABSTRACT .......................................................................................................... ix KATA PENGANTAR ......................................................................................... x DAFTAR ISI ........................................................................................................ xiii DAFTAR TABEL ............................................................................................... xiv DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... xvi DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................... xvii BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1 A. Latar Belakang Masalah ............................................................................ 1 B. Identifikasi Masalah .................................................................................. 7 C. Batasan Masalah........................................................................................ 7 D. Rumusan Masalah ..................................................................................... 7 E. Tujuan Penelitian ...................................................................................... 8 F. Manfaat Penelitian .................................................................................... 8 G. Definisi Operasional.................................................................................. 9 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................. 11 A. Kajian Pustaka........................................................................................... 11 1. Pendidikan Karakter ............................................................................ 11 2. Penguatan Pendidikan Karakter .......................................................... 17 3. Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas ................................. 31 B. Hasil Penelitian yang Relevan .................................................................. 41 C. Kerangka Berpikir ..................................................................................... 48 D. Pertanyaan Penelitian ................................................................................ 50. xii.

(13) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB III METODE PENELITIAN .................................................................... 51 A. Jenis Penelitian .......................................................................................... 51 B. Setting Penelitian ...................................................................................... 52 C. Populasi dan Sampel ................................................................................. 55 D. Variabel Penelitian .................................................................................... 60 E. Teknik Pengumpulan Data ........................................................................ 60 F. Instrumen Penelitian.................................................................................. 63 G. Teknik Pengujian Instrumen ..................................................................... 71 H. Teknik Analisis Data ................................................................................. 80 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................... 84 A. Hasil Penelitian ......................................................................................... 84 1. Deskripsi Pelaksanaan Penelitian ........................................................ 84 2. Deskripsi Respoden Penelitian............................................................ 87 3. Deskripsi Implementasi PPK Berbasis Kelas Se-Kecamatan Pakem .................................................................................................. 88 B. Pembahasan ............................................................................................... 130 BAB V PENUTUP ............................................................................................... 156 A. Kesimpulan ............................................................................................... 156 B. Keterbatasan Penelitian ............................................................................. 158 C. Saran .......................................................................................................... 158 DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 160 LAMPIRAN ......................................................................................................... 163 BIOGRAFI PENELITI ...................................................................................... 250. xiii.

(14) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR TABEL Tabel 2.1. Contoh Penerapan Karakter dalam RPP .................................... 25. Tabel 3.1. Jadwal Penelitian......................................................................... 53. Tabel 3.2. Data Jumlah SD Negeri Se-Kecamatan Pakem .......................... 56. Tabel 3.3. Tabel Penentuan Jumlah Sampel Minimal Menurut Krecjie dan Morgan ................................................................... 57. Tabel 3.4. Sampel Penelitian Dan Populasi Setiap Sekolah ........................ 59. Tabel 3.5. Kisi-Kisi Pertanyaan Tertutup .................................................... 64. Tabel 3.6. Instrumen Pertanyaan Tertutup .................................................. 65. Tabel 3.7. Skor Jawaban Instrumen Penelitian ............................................ 66. Tabel 3.8. Kisi-Kisi Pertanyaan Terbuka Berbasis Kelas ............................ 67. Tabel 3.9. Pertanyaan Terbuka ..................................................................... 67. Tabel 3.10. Pedoman Observasi ..................................................................... 68. Tabel 3.11. Instrumen Observasi.................................................................... 69. Tabel 3.12. Konversi Nilai Skala Lima .......................................................... 73. Tabel 3.13. Modifikasi Nilai Skala Lima ....................................................... 73. Tabel 3.14. Kriteria Skor Skala lima .............................................................. 76. Tabel 3.15. Rekapitulasi Hasil Validitas Isi ................................................... 77. Tabel 3.16. Rekapitulasi Hasil Validitas Muka.............................................. 80. Tabel 4.1. Pertanyaan Tertutup dan Pertanyaan Terbuka ............................ 88. Tabel 4.2. Rerata Persentase Aspek Sosialisasi ........................................... 133. Tabel 4.3. Rerata Persentase Aspek Pra Observasi ...................................... 133. Tabel 4.4. Rerata Persentase Aspek Pra Observasi ...................................... 135. Tabel 4.5. Rekapitulasi Persentase dari 3 Aspek ......................................... 135. xiv.

(15) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR GAMBAR Gambar 2.1. Filosofi Pendidikan Karakter Menurut Ki Hajar Dewantara ...... 18. Gambar 2.2. Nilai-nilai Karakter. .................................................................... 19. Gambar 2.3. Contoh Penerapan Apel Pagi Di Sekolah ................................... 28. Gambar 2.4. Keterlibatan Komunitas di dalam Lembaga Sekolah ................. 30. Gambar 2.5. Penerapan Manajemen Kelas Reward and Punishment ............. 34. Gambar 2.6. Gerakan Literasi Membaca ....................................................... 38. Gambar 2.7. Literature Map Penelitian yang Relevan ................................... 47. Gambar 4.1. Grafik Persentase Implementasi PPK Berbasis Kelas ................ 90. Gambar 4.2. Persentase Implementasi PPK Berbasis Kelas Aitem 1 .............. 92. Gambar 4.3. Apel Pagi di SD N Turen ........................................................... 95. Gambar 4.4. Persentase Implementasi PPK Berbasis Kelas Aitem 2 .............. 96. Gambar 4.5. Contoh Silabus ........................................................................... 98. Gambar 4.6. Persentase Implementasi PPK Berbasis Kelas Aitem 3 .............. 99. Gambar 4.7. Contoh RPP ................................................................................ 102. Gambar 4.8. Persentase Implementasi PPK Berbasis Kelas Aitem 4 .............. 103. Gambar 4.9. Contoh RPP ................................................................................ 105. Gambar 4.10 Persentase Implementasi PPK Berbasis Kelas Aitem 5 .............. 106 Gambar 4.11 Gerakan Literasi Membaca ........................................................ 109 Gambar 4.12 Persentase Implementasi PPK Berbasis Kelas Aitem 6 ............. 110 Gambar 4.13 Penerapan Manajemen Kelas Reward And Punishment ............ 113 Gambar 4.14 Persentase Implementasi PPK Berbasis Kelas Aitem 7 .............. 114 Gambar 4.15 Metode Ceramah ........................................................................ 116 Gambar 4.16 Persentase Implementasi PPK Berbasis Kelas Aitem 8 ............. 117 Gambar 4.17 Persentase Implementasi PPK Berbasis Kelas Aitem 9 ............. 120 Gambar 4.18 Kegiatan Kerja Kelompok .......................................................... 123 Gambar 4.19 Persentase Implementasi PPK Berbasis Kelas Aitem 10 ........... 124. xv.

(16) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. Gambar 4.20 Jurnal Catatan Harian Karakter Siswa ....................................... 126 Gambar 4.21 Persentase Implementasi PPK Berbasis Kelas Aitem 11 ............ 127. xvi.

(17) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1.1. Surat Rekomendasi Penelitian dari Universitas Sanata Dharma ...................................................................................... 164. Lampiran 1.2. Surat Rekomendasi perpanjangan Ijin Penelitian dari Universitas Sanata Dharma ....................................................... 165. Lampiran 1.3. Surat Rekomendasi Penelitian dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik .................................................................... 166. Lampiran 1.4. Surat Rekomendasi Ijin Perpanjang Penelitian dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik ......................................... 167. Lampiran 1.5. Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian dari UPTD Kecamatan Pakem ..................................................................... 168. Lampiran 1.6. Surat Keterangan Sudah Mengumpulkan Hasil Penelitian Kepada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik ........................... 169. Lampiran 1.7. Coding Data 19 SD Negeri se-Kecamatan Pakem ..................... 170. Lampiran 1.8. Rekap Data Implementasi Pertanyaan Tertutup ......................... 173. Lampiran 1.9. Rekap Data Implementasi Pertanyaan Terbuka ......................... 179. Lampiran 1.10 Rekap Data Implementasi Instrumen Observasi ........................ 185 Lampiran 1.11 Kisi-Kisi Pertanyaan Tertutup ................................................... 188 Lampiran 1.12 Kisi-Kisi Pertanyaan Terbuka .................................................... 189 Lampiran 1.13 Kisi-kisi Insrumen Observasi ..................................................... 190 Lampiran 1.14 Soal Pertanyaan Terbuka, Tertutup, dan Observasi .................. 191 Lampiran 1.15 Identitas Respon dan Surat Pengantar Instrumen ...................... 198 Lampiran 1.16 Data Mentah 10 Validasi Ahli ................................................... 200 Lampiran 1.17 Rekap Hasil Rekap Validasi Instrumen Soal ............................. 248. xvii.

(18) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan dalam berbagai aspek dapat berjalan dengan pesat dan sesuai harapan jika memiliki SDM yang berkualitas. Untuk itu, pembentukan SDM yang berkualitas dibutuhkan pendidikan sebagai motor penggerak sebuah bangsa untuk menghasilkan generasi yang berkualitas. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang seimbang dimana aspek intelektual dan aspek moralitas berjalan imbang agar dapat mencetak SDM yang berkualitas (Suwija, 2012: 67). Hal tersebut sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang tercantum pada pasal 3 UU No 20 Sisdiknas Tahun 2003, yaitu: “Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan penuh tanggung jawab.” Untuk itu pendidikan yang terselenggara di Indonesia tidak hanya berorientasi pada intelektual saja akan tetapi juga pada usaha pembangunan karakter.” Karakter merupakan aspek penting dalam proses berjalannya pendidikan. Pembangunan karakter yang baik akan menghasilkan SDM yang tidak hanya cerdas dari segi pengetahuan saja akan tetapi juga menjadi manusia cerdas serta berkarakter. Manusia berkarakter ini yang akan dibutuhkan bangsa Indonesia untuk melakukan pembangunan diberbagai aspek. Karakter sendiri terbentuk melalui berbagai proses yang panjang. Dalam diri setiap manusia sebenarnya telah memiliki karakter khas bawaan dari lahir. Karakter tersebut. 1.

(19) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 2. akan berkembang seiring berjalannya pendidikan yang setiap manusia itu lalui. Untuk mewujudkan manusia berkarakter tersebut, Indonesia melakukan perubahan dalam berbagai aspek pendidikan. Perubahan berawal dari tahap pengembangan kualitas SDM dalam negeri. Mengingat pendidikan sendiri merupakan tolak ukur kemajuan serta pembangunan bangsa. Hal tersebut terlihat dari revitalisasi pendidikan yang sedang gencar dilakukan oleh pemerintah. Hal tersebut mengingat saat ini kondisi karakter serta moral anak-anak di Indonesia sedang mengalami krisis. Berbagai fakta di lapangan menunjukkan masih tingginya penyimpangan karakter yang dilakukan oleh generasi bangsa. Fakta tersebut peneliti temukan saat melakukan observasi secara random pada beberapa SD Negeri Kecamatan Pakem. Observasi pertama, peneliti menemukan berbagai penyimpangan di Kecamatan Pakem wilayah selatan seperti rendahnya sopan santun dan etika siswa kepada guru, perilaku bullying terhadap teman sebaya, kurangnya rasa menghormati perbedaan agama, dan rasa kepercayaan diri yang rendah, hal tersebut merupakan penyimpangan nilai religiusitas. Penyimpangan yang sama juga terjadi di Wilayah Pakem bagian selatan dengan penyimpangan yang sama, serta maraknya perilaku bullying terhadap teman yang memiliki perbedaan seperti contoh ada satu siswa berinisial Z di sekolah X yang masih mencakup Wilayah Pakem bagian selatan, sering berdiam diri di kelas, memiliki sedikit teman dan nilai pelajaran yang tidak memuaskan sehingga siswa tersebut dijauhi oleh teman-teman satu kelasnya sehingga siswa tersebut merasa minder, dan masih banyak siswa yang.

(20) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 3. melanggar peraturan sekolah. Hal tersebut merupakan penyimpangan nilai religiusitas dan nilai integritas. Penyimpangan juga terjadi di Wilayah Pakem bagian utara, berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, ditemukan kasus penyimpangan seperti saat upacara bendera, masih ada beberapa anak yang berbicara sendiri atau saat hormat pada bendera masih ada anak yang tidak hormat, saat menyanyikan lagu Wajib Nasional masih terdapat beberapa siswa yang masih bersikap acuh dan tidak turut bernyanyi, hal tersebut merupakan penyimpangan nilai nasionalisme. Selain itu, penyimpangan lain seperti integritas rendah, ada anak yang mencuri di kantin sekolah, terdapat beberapa anak yang melanggar tata tertib sekolah seperti saat observasi ditemukan anak yang membawa telepon seluler yang sebenarnya terdapat aturan tidak boleh membawa HP saat ke sekolah, hal tersebut merupakan penyimpangan nilai integritas. Selain itu masih terdapat beberapa sikap deskriminasi terhadap perbedaan agama dalam satu lingkungan sekolah, hal tersebut merupakan penyimpangan nilai gotong royong dan religiusitas yang terdapat dalam PPK. Setelah dikaji lebih mendalam dengan mewawancarai beberapa anak yang terlibat penyimpangan karakter tersebut dan beberapa guru pada saat observasi ke dua, ditemukan berbagai penyebab penyimpangan karakter, antara lain kurangnya perhatian oleh orang tua, keluarga broken home, orang tua yang terlalu memanjakan anak, dan kurangnya dukungan pendidikan karakter di lingkungan sekitar anak baik keluarga, masyarakat, maupun pergaulan..

(21) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 4. Berbagai fakta tersebut menunjukkan masih banyak penyimpangan karakter yang terjadi pada anak-anak usia sekolah dasar khususnya di wilayah Kecamatan Pakem. Hal tersebut yang mendorong peneliti melakukan penelitian terkait kesesuaian implementasi program PPK yang dilakukan guru dengan nilai-nilai PPK. Selain itu, berbagai penyimpangan tersebut tidak sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 pasal 3 tentang Penguatan Pendidikan Karakter yang berbunyi: PPK dilaksanakan dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam pendidikan karakter terutama meliputi nilai-nilai religiusitas, kemandirian, integritas, nasionalisme, dan gotong royong. PPK merupakan Program Penguatan Pendidikan Karakter yaitu gerakan pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi oleh hati (Etik), olah rasa, olah pikir (Literasi), dan olah raga (Kinestetik) dengan dukungan keterlibatan publik dan kerja sama antara sekolah, keluarga dan masyarakat yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Tujuan adanya program PPK itu sendiri tidak jauh dari tujuan pendidikan nasional yang tertuang pada pasal 3 UU No 20 Sisdiknas Tahun 2003, yaitu “Berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis dan penuh tanggung jawab.” Untuk itu program ini harus disosialisasaikan dengan sebaik-baiknya agar implementasi di lapangan dapat berlangsung secara efektif dan optimal..

(22) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 5. PPK memiliki 3 basis dalam pengembangannya, yaitu PPK berbasis kelas, PPK berbasis sekolah dan PPK berbasis budaya masyarakat. Peneliti melakukan penelitian terhadap implementasi PPK berbasis kelas di Satuan Pendidikan Dasar Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman. Peneliti ingin mengetahui sejauh mana implementasi PPK berbasis kelas dan bagaimana langkah penerapan yang dilakukan oleh guru kelas. Kelas memiliki peran dalam pembentukan pendidikan karakter. Peran kelas yakni sebagai sarana dimana terjadi interaksi antar guru dan siswa serta sebagai tempat guru menanamkan pembiasaan nilai-nilai karakter dalam proses interaksi tersebut. PPK berbasis kelas sendiri mengacu pada pengintegrasian PPK dalam kurikulum dimana guru menanamkan nilai-nilai karakter secara optimal di dalam materi yang tersedia dalam kurikulum, PPK melalui manajemen kelas, PPK melalui mata pelajaran khusus, PPK melalui literasi, PPK melalui penggunaan pendekatan, model, metode, dan PPK melalui layanan bimbingan konseling. Melihat berbagai fakta dan permasalahan yang ada serta program pemerintah mengenai PPK, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang implementasi program penguatan pendidikan karakter pada satuan pendidikan sekolah dasar se-Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman. Hal tersebut dikarenakan peneliti ingin mengetahui apakah program penguatan pendidikan karakter sudah diterapkan di satuan pendidikan sekolah dasar seKecamatan Pakem. Selain itu, peneliti juga ingin mengetahui kesesuaian implementasi yang telah dilaksanakan oleh guru dari kelas 1 hingga kelas 6 seluruh sekolah dasar Negeri di Kecamatan Pakem dengan program PPK..

(23) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 6. Peneliti menggunakan Kecamatan Pakem dikarenakan menurut letak geografisnya Kecamatan Pakem terletak pada daerah paling utara Kabupaten Sleman sehingga jauh dari pusat administratif. Hal tersebut dapat peneliti gunakan untuk melihat apakah sosialisasi PPK sudah tersebar merata dan sudah terimplementasi dengan optimal. Dalam penelitian ini, peneliti hanya memfokuskan pada PPK berbasis kelas. Hal tersebut dikarenakan peneliti ingin mengetahui sejauh mana implementasi PPK di kelas yang telah dilakukan dan dibiasakan oleh guru. Pentingnya penelitian ini adalah peneliti ingin mengetahui apakah Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis kelas di Kecamatan Pakem sudah terimplementasi atau belum. Hal tersebut dikarenakan masih ditemukan berbagai fakta menunjukkan masih banyak penyimpangan karakter yang terjadi pada anak-anak usia sekolah dasar khususnya di Wilayah Kecamatan Pakem. Berbagai fakta penyimpangan karakter tersebut mendorong peneliti melakukan penelitian terkait kesesuaian implementasi program PPK yang dilakukan guru dengan nilai-nilai PPK. Tindak lanjut dari penelitian ini nanti dapat dijadikan evaluasi serta pembelajaran bagi peneliti ketika menjadi guru, dan peneliti mengetahui bagaimana langkah dalam penerapan atau cara mengimplementasikan program penguatan pendidikan karakter di kelas. Oleh karena itu, peneliti akan melaksanakan penelitian yang berjudul „‟Survei Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas Di Satuan Pendidikan Sekolah Dasar SeKecamatan Pakem‟‟..

(24) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 7. B. Identifikasi Masalah Penelitian ini mengungkapkan beberapa masalah yang mendasari penelitian ini yaitu sebagai berikut: 1. Rendahnya moral anak sekolah dasar saat ini. 2. Minimnya dukungan serta perhatian orang tua, lingkungan dan. masyarakat terhadap perkembangan karakter anak jaman sekarang. C. Batasan Masalah Agar penelitian tidak terlalu luas, maka masalah yang akan diteliti dibatasi sebagai berikut: 1. Subyek penelitian ini adalah guru kelas 1 hingga 6 satuan pendidikan sekolah dasar negeri se-Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman. 2. Fokus penelitian ini adalah kesesuaian implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) yang dilakukan guru dengan nilai-nilai yang terkandung dalam program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) berbasis kelas. D. Rumusan Masalah Latar belakang masalah dan batasan masalah yang dikemukakan melandasi rumusan masalah dalam penelitian ini. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Apakah Program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas di satuan pendidikan sekolah dasar se-Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman sudah terimplementasi?.

(25) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 8. 2. Bagaimana kesesuaian implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas di satuan pendidikan sekolah dasar se-Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman? E. Tujuan Penelitian Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk : 1. Mengetahui implementasi program penguatan pendidikan karakter berbasis kelas di satuan pendidikan sekolah dasar Se-Kacamatan Pakem Kabupaten Sleman. 2. Mendeskripsikan. kesesuaian. implementasi. program. Penguatan. Pendidikan Karakter berbasis kelas di satuan pendidikan sekolah dasar seKecamatan Pakem Kabupaten Sleman. F. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang bermakna bagi: 1. Bagi sekolah a. Mengetahui. sejauh. mana. implementasi. program. penguatan. pendidikan karakter sudah berhasil diimplementasikan dalam keseharian di kelas. b. Melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program pendidikan karakter. 2. Bagi Peneliti a. Mengetahui kesesuaian implementasi pendidikan karakter di sekolah tingkat satuan pendidikan sekolah dasar di kecamatan Pakem Kabupaten Sleman..

(26) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 9. b. Memperoleh pengalaman terkait cara untuk menanamkan pendidikan karakter di sekolah tingkat satuan pendidikan sekolah dasar di kecamatan Pakem Kabupaten Sleman. G. Definisi Operasional Definisi. operasional. yang. digunakan. dalam. penelitian. ini. antara lain: 1. Karakter adalah watak, kepribadian, ciri khas dalam diri manusia yang ada sejak lahir menjadi bakat dasar kemudian seiring berjalannya pengalaman pendidikan yang didapatkan karakter tersebut berkembang dengan olah rasa, olah pikir, olah hati dan olah karsa yang mengacu pada pemikiran, perasaan dan perilaku selanjutnya dijadikan sebagai pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. 2. Pendidikan karakter adalah proses pemberian tuntunan kepada peserta didik untuk menjadi manusia seutuhnya yang berkarakter dalam dimensi, hati, pikiran, raga, serta rasa dan karta. Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak, yang bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. 3. Program Penguatan Pendidikan Karakter adalah gerakan pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati (Etik), olah pikir (Literasi), olah rasa, dan olah raga (Kinestetik) dengan dukungan keterlibatan publik dan kerja sama antara sekolah, keluarga.

(27) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 10. dan masyarakat yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). 4. PPK berbasis kelas adalah implementasi program PPK di dalam kelas yang telah terintegrasi dengan muatan pelajaran dan memuat beberapa aspek seperti manajeman kelas, metode pembelajaran, pembelajaran tematis, bimbingan konseling, dan gerakan literasi. 5. Implementasi adalah kegiatan terencana yang dilakukan secara sungguhsungguh diterapkan secara tepat untuk mencapai tujuan tertentu. 6. Sekolah Dasar adalah tingkat satuan pendidikan sekolah dasar pada jenjang anak usia sekolah 7-12 tahun. 7. Kecamatan Pakem adalah Kecamatan yang terletak di Kabupaten Sleman bagian paling utara berbatasan dengan Kecamatan Cangkringan dan Kecamatan Turi..

(28) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI. BAB II LANDASAN TEORI. Bab II pada penelitian ini membahas tentang empat sub bab yaitu kajian pustaka, penelitian yang relevan, kerangka berpikir, dan pertanyaan penelitian. A. Kajian Pustaka Kajian pustaka merupakan uraian hasil pengkajian terhadap berbagai referensi yang dijadikan acuan dalam penelitian. Kajian pustaka misalnya dapat mengkaji beberapa hal sebagai berikut : 1. Pendidikan Karakter a. Pengertian Karakter Karakter merupakan sesuatu yang wajib dimiliki oleh suatu bangsa Negara. Bangsa yang berkarakter merupakan bangsa yang memiliki kekhasan tersendiri yang menjadikannya unik dan berbeda. Hal tersebut terlihat ketika suatu bangsa memiliki suatu budaya serta kebiasaan yang berbeda dengan bangsa lain. Asal mula adat budaya dan kebiasaan berasal dari karakter. Karakter yang kuat merupakan inti yang memberikan kemampuan kepada setiap populasi manusia untuk hidup dalam damai serta mengisi dunia dengan tindakan kebajikan, kebaikan yang bebas dari tindakan kriminalitas, kekerasanan, dan hidup dengan moral yang kuat. Koesoema (2007: 80) mengatakan bahwa orang berkarakter berarti orang yang berkepribadian, berperilaku, bersifat, berwatak, dan bertabiat. Dengan makna demikian berarti karakter identik 11.

(29) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 12. dengan kepribadian atau ahlak. Kepribadian merupakan ciri atau karakteristik atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari bentukan-bentukan yang diterima dilingkungan, misalnya keluarga pada masa kecil, dan juga bawaan dari sejak lahir. Hal tersebut memiliki makna bahwa karakter merupakan sikap, perilaku, watak yang menjadi kekhasan individual dan juga bawaan sejak lahir akan tetapi, kekhasan tersebut akan terus berkembang sesuai dengan faktor lingkungan. Secara terminologis, makna karakter dikemukakan oleh Lickona (1991:51) yang mengungkapkan bahwa karakter mulia (good character) meliputi pengetahuan tentang kebaikan lalu menimbulkan komitmen (niat) terhadap kebaikan dan akhirnya benar-benar melakukan kebaikan. Dengan kata lain karakter mengacu pada pemikiran (cognitives), perasaan (affectives), dan perilaku (behaviors) yang sudah menjadi kebiasaan (habits). Ki. Hadjar. Dewantara. (dalam. Suparno,. 2015:. 28-29). mengungkapkan bahwa karakter sama dengan watak. Karakter merupakan perpaduan antara seluruh tabiat manusia yang bersifat tetap dan menjadi ciri khas sebagai pembeda manusia satu dengan lainnya. Ki Hajar Dewantara juga menuturkan jika karakter terjadi dikarenakan perkembangan karakter yang terkena dengan pengaruh pengajaran. Setiap manusia yang lahir kedunia ini pasti memiliki bakat dan kemampuan tertentu serta watak yang khas, dengan seiring berjalannya pengalaman dan pendidikan yang dijalani manusia.

(30) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 13. tersebut, maka bakat dasar akan terpengaruhi sehingga lahirlah pengembangan karakter. Maka dari itu, perkembangan karakter tergantung pada bakat bawaan manusia itu. Pendapat Ki Hajar Dewantara tersebut memiliki arti bahwa sebenarnya karakter sudah dimiliki setiap individu yang lahir dengan ciri khas tersendiri yang menjadi bakat dasar. Akan tetapi, seiring pengetahuan atau pengajaran yang diperoleh setiap individu akan berpengaruh terhadap pengembangan karakter. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa karakter adalah watak, kepribadian, dan ciri khas dalam diri manusia yang ada sejak lahir menjadi bakat dasar kemudian seiring berjalannya pengalaman pendidikan yang didapatkan karakter tersebut berkembang dengan olah rasa, olah hati, dan olah karsa yang mengacu pada pemikiran, perasaan, dan perilaku selanjutnya dijadikan sebagai pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. b. Pengertian Pendidikan Karakter Pendidikan karakter merupakan suatu hal yang sangat kompleks untuk ditransformasikan dari guru kepada murid untuk mencapai efektivitas serta efisiensi pembentukan karakter dalam diri siswanya. Lickona (1991: 51) mendefinisikan pendidikan karakter sebagai upaya yang sungguh-sungguh untuk membantu seseorang memahami, peduli, dan bergerak sesuai landasan nilai-nilai etis. Lickona (2004: 24) mendefinisikan pendidikan karakter sebagai upaya yang dirancang secara sengaja untuk memperbaiki karakter.

(31) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 14. siswa. Hal tersebut memiliki arti bahwa pendidikan karakter merupakan sebuah upaya yang dirancang dan disusun untuk memperbaiki karakter siswa dengan sungguh-sungguh bergerak dalam nilai-nilai serta landasan etis atau etika. Driyarkara (dalam Suparno, 2015: 30) mengungkapkan bahwa karakter seseorang itu ada yang baik dan tidak baik. Tugas pendidikan karakter adalah mengembangkan karakter yang sudah baik dan membantu menghilangkan karakter yang tidak baik dalam diri siswa, sehingga dalam diri siswa hanya berkembang karakter yang baik saja. Driyarkara juga menekankan bahwa sebagai manusia, tidak boleh hanya mengikuti bakat bawaan saja, akan tetapi harus mengembangkan dan merubah bakat yang tidak baik dan mengubah jika tidak baik. Hal tersebut memiliki arti bahwa tugas pendidikan Driyarkara. (dalam. Suparno,. 2015:. 30). mengungkapkan. pengembangan sikap atau kekhasan karakter yang baik dalam diri siswa baik karakter bawaan maupun pengembangan karakter. Ki. Hadjar. Dewantara. (dalam. Suparno,. 2015:. 28). mengungkapkan jika karakter seseorang dipengaruhi oleh bakat bawaan dan pengalaman pendidikan yang diperoleh selanjutnya. Hal tersebut memiliki arti bahwa dalam pengembangan pendidikan karakter perlu memperhatikan sikap bawaan anak yang baik maupun buruk. Hal tersebut bertujuan agar pendidikan selanjutnya lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan anak..

(32) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 15. Jadi pendidikan karakter adalah proses pemberian tuntunan kepada peserta didik untuk menjadi manusia seutuhnya yang berkarakter dalam dimensi, hati, pikiran, raga, serta rasa, dan karta. Pendidikan karakter dapat dimaknai sebagai pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak, yang bertujuan. mengembangkan. kemampuan. peserta. didik. untuk. memberikan keputusan baik-buruk, memelihara apa yang baik dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. Selain itu, pendidik atau guru di sekolah lebih baik untuk melihat serta memperhatikan terlebih dahulu karakter bawaan atau bakat bawaan peserta didik baik maupun buruk. Hal tersebut bertujuan agar pendidik tidak putus asa ketika proses pengembangan karakter tidak sesuai dengan tujuan karena sikap dasar peserta didik yang kurang baik. c. Tujuan Pendidikan Karakter Tujuan. pendidikan. karakter. menurut. Pengembangan. Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa, Kementerian Pendidikan Nasional, (dalam Laraswati, 2014:7) adalah sebagai berikut: 1) Mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif siswa sebagai individu dan warga Negara yang memiliki nilai-nilai karakter bangsa. 2) Mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya..

(33) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 16. 3) Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tangggung jawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa. 4) Mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia mandiri, kreatif, berwawasan kebangsaan. 5) Mengembangkan. lingkungan. kehidupan. sekolah. sebagai. lingkungan aman, jujur, dan penuh kekuatan. Selain kelima unsur tujuan pendidikan karakter di atas, tujuan utama pendidikan karakter terdapat 3 dalam setting sekolah menurut Novan (2013: 70) yaitu: 1) Menguatkan dan mengembangkan nilai-nilai sehingga menjadi kepribadian. yang khas sesuai dnegan nilai-nilai. yang. dikembangkan. 2) Mengevaluasi dan mengoreksi ulang perilaku serta kebiasaan peserta didik. yang tidak atau kurang sesuai dengan. pengembangan nilai-nilai di sekolah. 3) Membangun koneksi atau korelasi harmonis dengan keluarga, masyarakat dan lingkungan sekitar peserta didik dalam pembentukan dan pengembangan karakter sehingga dapat mewujudkan karakter yang sesuai tujuan awal. Penjelasan beberapa ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan pendidikan karakter yaitu untuk mengembangkan potensi, kebiasaan, dan perilaku, menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab, menjadi manusia yang mandiri, dan mampu mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah. Selain itu tujuan.

(34) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 17. dari pendidikan juga memperbaiki nilai-nilai yang belum sesuai dan meningkatkan kualitas nilai-nilai yang sudah baik agar tercapai karakter yang utuh, dan menjadi manusia yang memiliki kualitas baik. Dalam satuan pendidikan tujuan pendidikan karakter yaitu sebagai wadah dimana di dalamnya terjadi adanya pengembangan nilai-nilai karakter yang sesuai dengan kehidupan, memperbaiki perilaku peserta didik yang belum sesuai, dan membangun kerjasama yang baik dengan orang tua dan masyarakat lingkungan sekolah. 2. Penguatan Pendidikan Karakter a. Definisi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) Bobroknya moral dan karakter anak-anak Indonesia merupakan faktor utama yang melatarbelakangi berdirinya program penguatan pendidikan karakter. Gerakan PPK berada dalam fundamental dan strategis yang diambil oleh pemerintah untuk mencanangkan revolusi karakter bangsa sebagaimana tertuang dalam nawacita presiden yang ke 8. Sebab itu, Gerakan PPK dapat dimaknai sebagai pengejawantahan GerakanRevolusi Mental sekaligus bagian integral Nawacita (Tim PPK Kemendikbud, 2017: 5). Perpres No. 87 tahun 2017 menjelaskan bahwa penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sendiri merupakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan keterlibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan.

(35) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 18. Nasional Revolusi Mental (GNRM). Pengembangan nilai-nilai karakter untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati (Etika) yang berkaitan dengan individu yang memiliki tingkat kerohanian dalam hati, olah pikir (Literasi) yang berkaitan dengan kecerdasan akademis dan berpikir tingkat rendah pada setiap individu, olah rasa (estetika) yang berkaitan dengan individu yang memiliki tingkat kesenian dan olah raga (Kinestetik) yang berkaitan dengan gerak anggota tubuh setiap individu dan bagaimana cara setiap individu menjaga kesehatan anggota badannya. Hal tersebut tentunya dapat terwujud dengan adanya dukungan serta keterlibatan publik dan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat yang merupakan bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM). Berikut ini merupakan filosofi pendidikan karakter menurut Ki Hajar Dewantara.. Gambar 2.1 Filosofi Pendidikan Karakter Menurut Ki Hajar Dewantara Sumber:http://alihfungsi.gtk.kemdikbud.go.id/assets/konsep_karakt er.pdf..

(36) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 19. Puskur (dalam Suparno, 2015: 35-37) mengungkapkan bahwa nilai-nilai karakter sebelumnya ada 18 nilai yang telah dirumuskan oleh Kemendiknas. Nilai-nilai karakter tersebut meliputi nilai religiusitas, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan atau nasionalisme, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut disesuaikan dengan situasi dan kondisi moral bangsa Indonesia. Agar lebih sederhana, ke-18 nilai-nilai tersebut dikelompokkan atau dikristalisasi lebih sederhana menjadi 5 nilai saja yakni :. RELIGIUSITAS. NASIONALISME. KEMANDIRIAN. INTEGRITAS. GOTONG ROYONG. Gambar 2.2 Nilai-nilai Karakter Sumber:http://alihfungsi.gtk.kemdikbud.go.id/assets/konsep_karakt er.pdf..

(37) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 20. Gambar 2.2 merupakan nilai-nilai utama pendidikan karakter yang ada dalam program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). 1) Nilai religiusitas Nilai religiusitas ialah gambaran ilustrasi tentang bagaimana seseorang percaya terhadap Tuhan YME dan diwujudkan dalam sebuah perilaku dengan melaksanakan ajaran agama yang dipercaya dan dianut. Selain itu, niai religiusitas dalam pendidikan karakter tidak hanya mengajarkan kepercayaan yang dianut dan melaksanakan anjuran agama yang dianutnya, akan tetapi nilai religiusitas dalam arti pendidikan karakter turut mengajarkan arti menghargai perbedaan agama, menjunjung tinggi sikap toleransi terhadap pelaksanaan ibadah agama atau kepercayaan lain serta mengajarkan bagaimana menjalin hidup rukun damai mencintai dan menjaga keutuhan ciptaan Tuhan. Sub nilai religiusitas antara lain mencintai kedamaian, sikap toleransi, menghargai perbedaan agama dan kepercayaan, berpegang teguh pada pendirian, memiliki rasa percaya diri, antibuli, anti kekerasaan, tidak memaksakan kehendak, mencintai lingkungan, serta melindungi yang kecil dan tersisih. Sebagai contoh penerapan nilai religiusitas di kelas dengan menghargai perbedaan agama, menjunjung tinggi toleransi antar sesama teman, menjaga kerukunan sesama teman jika terdapat masalah hendaknya segera diselesaikan dengan cara yang baikbaik, tidak membuly teman yang berbeda, menghargai keputusan.

(38) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 21. bersama ketika terjadi musyawarah dan tidak memaksakan kehendak atau egois, dan mencintai lingkungan sekitar dengan merawat lingkungan dan tidak merusaknya. 2) Nasionalisme Nilai nasionalisme merupakan cara berpikir, bersikap dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, peduli, penghargaan terhadap budaya, bahasa, lingkungan, sosial-budaya, ekonomi dan politik. Subnilai nasionalisme terdapat pada cara setiap orang di dalam bangsa ini untuk mengapresiasi budaya bangsa sendiri, menjaga kekayaan budaya sendiri, rela berkorban, unggul, mengharumkan nama bangsa, cinta tanah air, taat hukum dan disiplin serta menghargai menghormati keberagaman agama, budaya, ras, dan suku. Penerapan nilai nasionalisme di kelas dengan menghargai perbedaan suku jika ada teman yang berasal dari suku yang berbeda, menyanyikan lagu wajib nasional sebagai semangat nasionalisme, menghargai jasa para pahlawan dan meneruskan perjuangan para pahlawan dengan belajar sungguh-sungguh dan mengembangkan bakat serta kemampuan agar dapat tampil ke depan mengharumkan nama bangsa, dan menghargai budaya sendiri, kearifan lokal dengan mengenakan pakaian atau produk dalam negeri, dan menaati serta mematuhi hukum yang telah ditetapkan.

(39) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 22. 3) Kemandirian Nilai karakter yang dikembangkan adalah sikap perilaku yang tidak bergantung kepada orang lain, menggunakan pikiran, tenaga, dan waktu untuk mencapai tujuan serta cita-cita. Subnilai mandiri antara lain kerja keras, profesional, kreatif, dan keberanian. Penerapan. atau. contoh. nilai. kemandirian. dengan. mengembangkan kreatifitas ketika guru memberikan tugas, mandiri dalam mengerjakan soal ulangan, berani untuk menegur teman yang berbuat salah atau melanggar aturan, dan bersikap profesional ketika dihadapkan dengan seseorang yang tidak disukai pada saat kerja kelompok. 4) Gotong royong Nilai karakter gotong royong mencerminkan tindakan menghargai semangat kerja, komitmen atas keputusan bersama, bahu membahu dalam menyelesaikan pekerjaan dan persoalan, musyawarah, mufakat, menghargai keputusan bersama, tolong menolong, anti diskriminasi, memberi bantuan kepada orang lain, dan menjalin komunikasi. Subnilai gotong royong antara lain menghargai, kerja sama, komitmen atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolong-menolong, solidaritas, empati, anti kekerasan, dan sikap kerelawanan. Contoh nilai gotong royong adalah saling menghargai dalam menyelesaikan persoalan bersama dengan semangat kerja sama.

(40) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 23. sebagai. contoh,. ketika. memecahkan. persoalan. dalam. mengerjakan tugas yang diberikan guru dan harus dikerjakan secara kelompok, menjalin komunikasi dan persahabatan antar teman, mampu berkomitmen dengan keputusan bersama yang telah disepakati, memiliki sikap empati dan rasa solidaritas, tidak adanya sikap deskriminasi sesama teman, dan menghargai keputusan bersama. 5) Integritas Nilai ini merupakan dasar dari perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya. perkataan,. tindakan. dan. pekerjaan,. memiliki. komitmen, konsisten terhadap perkataan dan tindakan serta dapat bertanggung jawab. Sebagai contoh menjunjung nilai integritas dengan aktif dalam kehidupan sosial seperti ketika ada bencana alam siswa hendaknya ikut membantu korban bencana alam, komitmen dengan perkataan dan tindakan sebagai contoh ketika sudah ada kesepakatan mengenai aturan di kelas yang disetujui bersama hendaknya tidak dilanggar, dan bertanggung jawab. terhadap. perbuatan sebagai contoh ketika berbuat kesalahan yang merugika orang lain, hendaknya segera meminta maaf dan bertanggung jawab terhadap tindakan yang dinilai salah..

(41) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 24. Kelima nilai tersebut tidak bergerak atau berjalan secara terpisah, akan tetapi berjalan secara satu kesatuan saling membahu satu dengan lainnya untuk mengembangkan karakter. b. Basis Pengembangan dan Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di Sekolah 1) Pendidikan Karakter Berbasis Kelas Kelas merupakan tempat dimana terjadinya proses interaksi guru dan murid serta bagaimana proses terjadinya pendidikan berlangsung. Hal tersebut juga dapat dikatakan jika kelas merupakan saksi berhasil atau tidaknya pendidikan dan tentu saja bergantung pada bagaimana siswa dan guru dapat membuat suasana belajar di kelas nyaman dan menyenangkan. Guru di sekolah mempunyai peran besar dalam proses pendidikan karakter anak. Setiap pengajaran yang dilakukan guru di sekolah dapat mengajarkan hal yang baik dan tidak baik. (Suparno, 2015: 66). Hal tersebut memiliki arti bahwa peran guru bagi pendidikan karakter sangat besar dikarenakan apa yang guru ajarkan pada siswa terutama pembiasaan untuk membentuk serta mengembangkan. karakter. siswa. sangat. berdampak. bagi. berfokus. pada. perkembangan karakter siswa. Pendidikan. karakter. berbasis. kelas. keseluruhan dinamika yang terjadi diantara guru dan siswa di dalam. kelas. serta. struktur. kurikulum. yang. digunakan.. Pendekatan PPK berbasis kelas meliputi integrasi kurikulum,.

(42) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 25. metode pembelajaran, manajemen kelas, relasi pedagogis dan muatan lokal (Tim PPK Kemendikbud, 2017: 27). Penerapan PPK berbasis kelas dapat diintegrasikan dengan kurikulum. Hal tersebut. bertujuan. agar. nilai-nilai. utama. PPK. dapat. terimplementasi dengan optimal. Penerapan nilai-nilai utama PPK dapat dilakukan melalui proses pembelajaran di kelas dengan cara mengintegrasikan muatan pelajaran dengan nilainilai utama PPK. Berikut merupakan contoh penerapan nilai-nilai karakter dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kelas 4 tema 2 subtema 2 pada tabel 2.1: Tabel 2.1 Contoh penerapan karakter dalam RPP Muatan Pelajaran. Kompetensi Dasar. PPKn. 4.2 Bekerjasama melaksanakan hak dan kewajiban sebagai warga masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.. Bahasa Indonesia. 3.4 Membandingkan teks petunjuk penggunaan dua alat yang sama dan berbeda.. Indikator 4.2.1 Membuat poster tentang pentingnya menghemat energi (melaksanakanhak dan kewajiban secara seimbang) 4.2.2. Mempresentasikan hasil kerja kelompok berupa poster tentang pentingnya menghemat energi (melaksanakanhak dan kewajiban secara seimbang) 3.4.1 Menuliskan teks petunjuk tentang menghemat energi. 3.4.2 Menjelaskan teks petunjuk tentang menghemat energi.. Karakter yang diharapkan Gotong royong, percaya diri, kreativitas, tanggung jawab dan ketelitian.. Tabel 2.1 berisi tentang contoh penerapan nilai-nilai karakter yang akan dikembangkan dalam RPP kelas 4 tema 2 subtema 2. Nilai-nilai yang dikembangkan yaitu gotong royong, percaya diri, ketelitian, dan kreativitas. Nilai gotong royong dikembangkan dalam pembelajaran dapat disisipkan dalam.

(43) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 26. indikator membuat poster tentang pentingnya menghemat energi. Pada saat proses pembelajaran nilai gotong royong dapat diintegrasikan pada saat siswa melakukan kerja kelompok pembuatan poster. Sedangkan nilai percaya diri dikembangkan dan diintegrasikan saat proses pembelajaran untuk mencapai indikator menjelaskan teks petunjuk menghemat energy melalui proses pembelajaran ketika siswa mempersentasikan hasil diskusi membuat poster. Selain itu, nilai tanggung jawab dapat diintegrasikan dalam kegiatan pembelajaran ketika pembagian tugas saat kerja kelompok, seperti contoh jika siswa A diberikan tugas untuk menggambar poster yang menarik, siswa B mewarnai poster dan siswa C membuat konsep poster. Hal tersebut tentu sjaa akan menumbuhkan nilai tanggung jawab terhadap kewajiban yag telah diberikan. Ketika membuat poster dapat. membantu. mengembangkan. kreativitas. siswa. dan. mengajarkan ketelitian pada siswa. Hal tersebut terjadi ketika proses pembelajaran ketika siswa membuat poster dibutuhkan kreativitas agar poster menarik, lalu ketelitian dapat diterapkan ketika kegiatan pembelajaran membuat poster dan menuliskan konsep hak kewajiban kedalam poster. 2) Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Sekolah Pendidikan karakter secara utuh dan menyeluruh kuncinya terdapat pada kultur sekolah. Kultur sekolah menjadi ekosistem yang menggambarkan sejauh mana dinamika relasi antar individu.

(44) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 27. di dalam sebuah lembaga pendidikan merupakan sebuah ekosistem pendidikan yang sehat (Koesoema, 2018: 21). Hal tersebut berarti bahwa di dalam kultur sekolah terdapat interaksi antar individu serta sebuah dinamika untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat. Suparno (2015: 70) mengungkapkan bahwa lingkungan sekolah yang khas mempunyai pengaruh terhadap pendidikan dan pengembangan karakter siswa. Hal tersebut berarti bahwa lingkungan sekolah merupakan faktor yang sangat berpengaruh bagi pembentukan karakter siswa. Pendidikan karakter berbasis budaya sekolah merupakan sebuah kegiatan untuk menciptakan iklim dan lingkungan sekolah yang mendukung praksis PPK mengatasi ruang-ruang kelas dan melibatkan seluruh sistem, struktur, dan pelaku pendidikan di sekolah. Pengembangan PPK berbasis kelas termasuk di. dalamnya keseluruhan tata kelola sekolah,. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), serta pembuatan peraturan, dan tata tertib sekolah (Tim PPK Kemendikbud, 2017: 36). Hal tersebut berarti bahwa pendidikan karakter berbasis sekolah merupakan sebuah kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan suasana atau iklim sekolah yang mendukung penerapan nilai-nilai PPK yang melibatkan seluruh warga sekolah dengan pembiasaan karakter yang di lakukan setiap hari. Berdasarkan ketiga pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa.

(45) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 28. sekolah merupakan lingkungan dimana terjadinya interaksi antar seluruh warga sekolah dengan kultur khas yang dapat berpengaruh terhadap proses pendidikan dan pengembangan karakter siswa. Berikut merupakan contoh pembiasaan yang dilakukan di sekolah berupa kegiatan apel pagi di salah satu sekolah tempat penelitian pada gambar 2.3 di bawah ini:. Gambar 2.3 Contoh Penerapan Apel Pagi Di Sekolah Gambar 2.3 merupakan contoh penerapan PPK berbasis kelas yaitu apel pagi yang peneliti ambil saat melakukan kegiatan observasi di SD N Turen Kecamatan Pakem. 3) Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Masyarakat Lembaga pendidikan khususnya sekolah memiliki ikatan yang erat dengan komunitas yang menjadi bagian dari keluarga besar sebuah lembaga pendidikan. Banyak komunitas terlibat.

(46) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 29. secara langsung dan tidak langsung yang dapat mempengaruhi pendidikan karakter. Komunitas tersebut memiliki peran penting untuk mewujudkan keberhasilan pendidikan karakter di sekolah. (Koesoema, 2012: 144). Hal tersebut memiliki arti jika komunitas atau masyarakat sekitar sangat dibutuhkan dalam berkolaborasi untuk pembentukan karakter siswa di sekolah. Hal tersebut juga diungkapkan oleh Suparno (2015: 71) yang berpendapat bahwa pembentukan karakter dipengaruhi oleh keadaan, situasi, dan karakter masyarakat di sekitar yang mendukung pembentukan karakter hal tersebut berarti bahwa proses pembentukan karakter siswa di sekolah dipengaruhi oleh keadaan, situasi, serta lingkungan sekitar. Satuan. pendidikan. tidak. dapat. menutup. diri. dari. kemungkinan berkolaborasi dengan lembaga, komunitas, dan masyarakat lain di luar lingkungan sekolah. Keterlibatan publik dibutuhkan karena sekolah tidak dapat melaksanakan visi dan misinya sendiri. Karena itu, berbagai macam bentuk kolaborasi dan kerja sama antar komunitas dan satuan pendidikan diluar sekolah sangat diperlukan dalam penguatan pendidikan karakter. Satuan pendidikan dapat melakukan berbagai kolaborasi dengan lembaga, komunitas, dan organisasi lain di luar satuan pendidikan yang dapat menjadi mitra dalam Penguatan Pendidikan Karakter (Tim PPK Kemendikbud, 2017: 42). Hal tersebut berarti bahwa kolaborasi lembaga sekolah dengan.

(47) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 30. beberapa komunitas diluar sekolah dapat mendukung proses pembentukan karakter. Berikut ini merupakan contoh peran komunitas dalam pengembangan serta pembentukan karakter di sekolah. Pada gambar 2.3 merupakan keterlibatan polisi dalam pembentukan karakter siswa di sekolah.. Gambar 2.4 Contoh Keterlibatan Komunitas di dalam Lembaga Sekolah Gambar 2.4 merupakan contoh keterlibatan komunitas di dalam lembaga sekolah yang bertujuan untuk mendukung pembentukan karakter siswa di sekolah..

(48) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 31. 3. Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas Tim PPK Kemendikbud, (2017: 27) Program Penguatan Pendidikan Karakter berbasis kelas terdapat 6 kategori yaitu pengintegrasian PPK dalam kurikulum, PPK melalui manajemen kelas, PPK melalui mata pelajaran khusus, PPK melalui literasi, PPK melalui penggunaan metode, dan PPK melalui layanan bimbingan konseling. Berikut penguraian dari masing-masing kategori: a. Pengintegrasian PPK dalam Kurikulum Pengintegrasian PPK dalam kurikulum mengandung arti bahwa pendidik mengintegrasikan nilai-nilai utama PPK dalam proses pembelajaran dalam setiap mata pelajaran. Pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai utama karakter dimaksudkan untuk menumbuhkan. dan. menguatkan. pengetahuan,. menanamkan. kesadaran dan mempraktikkan nilai-nilai utama PPK (Tim PPK Kemendikbud, 2017: 27). Langkah-langkah. menerapkan. PPK. melalui. pembelajaran. terintegrasi dalam kurikulum dapat dilaksanakan dengan cara : 1) Melakukan analisis KD melalui identifikasi nilai-nilai yang terkandung dalam materi pembelajaran. Sebagai contoh pada pembelajaran kelas 4 tema 2 Selalu Berhemat Energi subtema 2 Sumber Energi muatan pelajaran PPKN KD 4.1 nilai yang dikembangkan adalah gotong royong dan percaya diri. 2) RPP yang memuat fokus penguatan karakter dengan memilih metode pembelajaran dan pengelolaan kelas yang relevan..

(49) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 32. 3) Melaksanakan pembelajaran sesuai RPP yang telah disusun. 4) Melaksanakan penilaian otentik atas pembelajaran yang dilakukan. 5) Melakukan refleksi dan evaluasi terhadap keseluruhan proses pembelajaran. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan pengintegrasian. PPK. dengan. kurikulum. adalah. untuk. mengkolaborasi setiap mata pelajaran dengan nilai-nilai PPK. b. PPK Melalui Manajemen Kelas Manajemen kelas merupakan momen pendidikan yang menempatkan posisi guru sebagai manajer yang berwewenang untuk mengatur dan mengendalikan otonomi kelas. Sebelum memulai pembelajaran di kelas, guru perlu mengarahkan, membangun kultur pembelajaran dan mengevaluasi dan mengajak seluruh isi kelas untuk bersama-sama membuat kesepakatan dan berkomitmen bersama agar pembelajaran di kelas terjadi secara optimal. Guru merancang pembiasaan karakter dan skenario pembelajaran yang berfokus pada nilai-nilai utama karakter. Dalam proses tersebut, momen penguatan karakter dapat diletakkan diawal sebelum pembelajaran dimulai dengan mempersiapkan peserta didik secara psikologis dan sosioemosional memasuki pelajaran. Guru sebagai pemangku otonomi manajemen kelas mengajak seluruh siswa untuk berkomitmen dengan peraturan dan konsekuensi yang akan didapatkan siswa ketika siswa melanggar peraturan yang.

(50) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 33. telah disepakati bersama. Tujuan pengaturan kelas adalah agar proses pembelajaran berjalan dengan baik dan membantu setiap individu berkembang maksimal dalam belajar. Pengelolaan kelas yang baik dapat membentuk penguatan karakter. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa dari kesepakatan antara guru dan siswa akan terjadi sebuah komitmen antara guru dan siswa dan dengan adanya sistem pengelolaan kelas yang teratur akan menumbuhkan nilai-nilai karakter siswa seperti disiplin dan bertanggung jawab. Berikut merupakan contoh penerapan manajemen kelas yang peneliti anggap sudah baik di salah satu sekolah tempat penelitian tepatnya kelas 4 yang sudah menerapkan reward and punishment. Reward berasal dari Bahasa Inggris yang artinya penghargaan atau hadiah. Arikunto (1980: 182) mengungkapkan bahwa reward merupakan ganjaran, hadiah atau penghargaan uang diberikan kepada seseorang setelah melakukan tingkah laku yang diinginkan. Mangkunegara (2000: 130) menjelaskan bahwa punishment adalah ancaman hukuman yang bertujuan untuk memperbaiki tingkah laku, memelihara peraturan yang berlaku dan memberikan pelajaran bagi yang melanggar aturan tersebut..

(51) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 34. Gambar 2.4 Contoh Penerapan Manajemen Kelas Dengan Reward And Punishment Gambar 2.4 merupakan contoh penerapan manajemen kelas yang peneliti dapatkan pada saat melakukan observasi di beberapa sekolah dasar Kecamatan Pakem. Dimana diberlakukan reward and punishment dengan bintang. c. PPK Melalui Pilihan dan Penggunaan Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran Sedangkan, Sanjaya (dalam Rusman, 2017: 209) pendekatan adalah titik tolak atau sudut pandang terhadap proses pembelajaran. Triatno (2010: 51) memaparkan bahwa model pembelajaran merupakan perencanaan atau pola yang guru gunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas. Menurut KBBI,. metode adalah. cara teratur. yang digunakan untuk. melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuatu yang di.

(52) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 35. kehendaki. Hamdani (2011: 80) mengungkapkan bahwa metode merupakan cara yang guru gunakan dalam mengadakan hubungan dengan siswa ketika pelajaran berlangsung. Penguatan Pendidikan Karakter. terintegrasi. dalam. kurikulum. dilakukan. melalui. pembelajaran di kelas dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat. Guru harus kreatif dan pandai dalam memilih pendekatan, model, dan metode pembelajaran agar materi yang disampaikan dapat terserap oleh siswa dengan baik. Pemilihan pendekatan, model, dan metode pembelajaran secara tepat secara tidak langsung dapat mempengaruhi pembentukan karakter siswa. Melalui pendekatan, model, dan metode tersebut diharapkan siswa memiliki keterampilan yang dibutuhkan pada abad XXI, seperti kecakapan berpikir kritis (critical thinking), berpikir kreatif (creative thinking), kecakapan berkomunikasi (communication skill), termasuk penguasaan bahasa internasional, dan kerja sama dalam pembelajaran (collaborative learning). (Tim PPK Kemendikbud, 2017: 29). Berdasarkan uraian di atas disimpulkan bahwa pemilihan pendekatan, model, dan metode dalam proses pembelajararan untuk mencapai. tujuan. pembelajaran. dapat. berpengaruh. terhadap. pembentukan serta pengembangan karakter siswa. d. PPK Melalui Mata Pelajaran Khusus Penguatan. Pendidikan. Karakter. melalui. pembelajaran. tematis adalah suatu kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh.

(53) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 36. satuan pendidikan dengan mengalokasikan waktu khusus untuk mengajarkan nilai-nilai tertentu. Tema-tema yang mengandung nilai utama PPK diajarkan dalam bentuk pembelajaran di kelas ini diharapkan semakin memperkaya praksis PPK di sekolah. Satuan pendidikan menentukan sendiri tema dan prioritas nilai pendidikan karakter apa yang akan mereka tekankan. Satuan pendidikan dapat menyediakan guru khusus atau memberdayakan guru yang ada untuk mengajarkan materi tentang nilai-nilai tertentu untuk memperkuat pendidikan karakter (Tim PPK Kemendikbud, 2017: 32). Hal tersebut memiliki arti bahwa, sekolah memiliki tema atau pelajaran khusus yang memuat materi khusu, sehingga mampu mengembangkan potensi dalam diri siswa dan tentu saja memperkuat nilai-nilai karakter. Seperti contoh, di Wilayah Kulonprogo ada sekolah yang mengadakan muatan pelajaran kemataraman yang berisi nilai-nilai karakter dan pembelajaran muatan local daerah. Berdasarkan uraian tersbut dapat disimpulkan bahwa PPK melalui. pembelajaran. tematis. merupakan. suatu. kegiatan. pembelajaran yang dilakukan oleh satuan pendidikan dengan mengalokasikan waktu khusus untuk mengajarkan nilai-nilai tertentu. Satuan pendidikan menentukan tema yang tepat untuk memprioritaskan pendidikan karakter apa yang akan ditekankan. Jadi setiap tema memuat beberapa pendidikan karakter yang akan digali..

(54) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 37. e. PPK Melalui Gerakan Literasi Gerakan. Literasi. merupakan. kegiatan. untuk. mengasah. kemampuan mengakses, memahami, mengelola dan memanfaatkan informasi secara kritis, cerdas berlandaskan kegiatan membaca, menulis, menyimak, menghitung, dan berbicara. Jendela Pendidikan dan Kebudayaan (2016: 6-7) mengungkapkan bahwa gerakan literasi terdiri dari 6 komponen dasar yaitu literasi baca-tulis-berhitung, literasi sains, literasi Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK), literasi budaya, literasi keuangan, dan literasi kewarganegaraan. Gerakan literasi bertujuan untuk menumbuhkembangkan karakter seseorang menjadi tangguh kuat dan baik. Berbagai kegiatan dalam literasi sudah terprogram baik dalam kegiatan berbasis kelas sekolah maupun budaya masyarakat. Setiap guru mengajak peserta didik membaca, menulis, menyimak dan mengkomunikasikan informasi dengan teliti, cermat, dan tepat tentang suatu topik, tema dan sumber tertentu dari buku, surat kabar, media sosial dan lain-lain. Kreativitas guru sangat berperan dalam menyajikan literasi yang menarik dan dapat menumbuhkan rasa keingintahuan siswa. Berikut merupakan contoh gerakan literasi membaca yang sudah diterapkan di salah satu SD tempat peneliti melakukan penelitian. Literasi yang dilakukan adalah literasi baca tulis..

(55) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 38. Gambar 2.5 Gerakan Literasi Membaca Gambar 2.5 merupakan contoh gerakan literasi baca tulis. Guru meminta beberapa perwakilan siswa maju kedepan untuk membaca sedangkan teman-teman lain yang tidak maju menyimak. Hal tersebut menumbuhkan nilai karakter percaya diri dan pembelajar. f. PPK Melalui Layanan Bimbingan Konseling Natawidjaja (dalam Susanto, 2017: 3) memaparkan bahwa bimbingan sebagai proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan supaya individu itu dapat mengenali dirinya sendiri. Sedangkan Willis (dalam Susanto, 2017: 6) mengungkapkan bahwa konseling adalah upaya bantuan kepada individu agar berkembang potensinya secara optimal, mampu mengatasi masalahnya, dan mampu menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang terus berubah. Bimbingan konseling merupakan pelayanan bantuan untuk peserta didik, baik secara perorangan, kelompok, maupun mandiri agar berkembang secara optimal, dalam bidang. pengembangan. kehidupan. pribadi,. kehidupan. sosial,. kemampuan belajar, dan perencanaan karir, melalui berbagai jenis.

(56) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 39. layanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma-norma yang berlaku (Hikmawati, 2011: 1) Penguatan. Pendidikan. Karakter. bisa. dilakukan. secara. terintegrasi melalui pendampingan siswa melalui bimbingan dan konseling. Peranan guru BK tidak terfokus hanya membantu peserta didik yang bermasalah, melainkan membantu semua peserta didik dalam pengembangan ragam potensi, meliputi pengembangan aspek belajar akademik, karier, pribadi, dan sosial. Bimbingan dan konseling di sekolah dilaksanakan secara kolaboratif dengan para guru mata pelajaran, tenaga kependidikan, maupun orang tua dan pemangku kepentingan lainnya (Tim PPK Kemendikbud, 2017: 33). Keutuhan layanan bimbingan dan konseling diwujudkan dalam landasan filosofis bimbingan dan konseling yang memandirikan, berorientasi perkembangan, dengan komponen-komponen program yang mencakup : 1) Layanan dasar Layanan dasar adalah pendampingan yang diperuntukkan bagi seluruh peserta didik (konseli) melalui kegiatan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok untuk mengembangkan perilaku jangka panjang dalam pengembangan perilaku belajar, karier, pribadi, dan sosial. Nilai-nilai utama PPK diidentifikasi dan. diintegrasikan. ke. dalam. pengembangan. perilaku. belajar/akademik, karier, pribadi, dan sosial yang dikemas ke.

(57) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 40. dalam topik atau tema tertentu dan dituangkan ke dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). 2) Layanan responsif Layanan responsif adalah kegiatan yang diperuntukkan bagi peserta didik tertentu, baik individual maupun kelompok, yang memerlukan bantuan segera agar peserta didik tidak terhambat dalam pencapaian tugas-tugas perkembangannya. Bantuan diberikan melalui konseling, konsultasi, kolaborasi, kunjungan rumah, dan alih tangan (pengalihan penanganan konseli pada ahli lain karena sudah di luar kewenangan konselor/guru BK). Nilai-nilai utama PPK diterapkan dalam proses pemberian bantuan baik secara individual maupun kelompok. 3) Perencanaan individual dan peminatan Layanan ini dimaksudkan untuk membantu setiap peserta didik dalam pengembangan bakat dan minatnya, melalui pemahaman diri, pemahaman lingkungan, dan pemilihan program yang cocok dengan bakat dan minatnya. Nilai-nilai utama PPK diintegrasikan dalam proses pemahaman diri dan penguatan pilihan serta pembelajaran dalam pengembangan bakat dan. minat.. Pembelajaran. sebagaimana. disebutkan,. lebih. merupakan tanggung jawab guru mata pelajaran atau bidang yang sesuai dengan minat peserta didik..

(58) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 41. 4) Dukungan sistem Dukungan sistem terkait dengan aspek manajemen dan kepemimpinan sekolah mendukung layanan bimbingan dan konseling untuk memperkuat PPK. Dukungan sistem ini termasuk di dalamnya kebijakan, ketenagaan, dana, dan fasilitas. B. Hasil Penelitian yang Relevan Bagian ini memaparkan beberapa penelitian yang mendukung penelitian yang dilakukan. Penelitian yang relevan ini diambil dari jurnal dan skripsi, yaitu: Penelitian pertama yang relevan adalah penelitian yang dilakukan oleh Hermawan (2017) tentang Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat pada Kegiatan Student Exchange. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap implementasi pendidikan karakter berbasis masyarakat pada kegiatan student exchange SD Muhammadiyah Paesan Kedungwungi Pekalongan di masyarakat desa Kranggan Tresno Batang. Penelitian ini menggunakan. pendekatan. fenomenologis.. Teknik. pengambilan. data. menggunakan teknik wawancara, observasi partisipasif dan dokumentasi. Untuk menjawab hipotesis penelitian digunakan teknik analisis model Miles dan Huberman. Dari hasil penelitian ternyata terbukti bahwa partisipasi masyarakat desa Kranggan Tersono Batang dalam kegiatan student exchange dapat dikatakan aktif dan baik. Prinsip-prinsip yang muncul dan tampak diantaranya adalah localization, integred delivery of service, accept diversity, Institutional responsive. Nilai-nilai karakter yang muncul dalam kegiatan student.

(59) PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 42. exchange, yakni sholeh dan kreatif, bersahabat dan peduli sosial maupun lingkungan. Namun dalam sikap kemandirian masih belum tampak dengan baik. Faktor pendukung dalam kegiatan ini adalah hubungan kekeluargaan dan kesamaan dalam organisasi, sehingga mudah untuk koordinasi. Sedangkan faktor penghambat adalah mayoritas orang tua kandung menjenguk anakanaknya di desa, dan masyarakat desa Kranggan juga kadang merasa malu jika tidak melayani anak dengan baik. Maka dari itu diperlukan komitmen antara guru, wali murid, dan masyarakat Kranggan terhadap aturan-aturan yang sudah disepakati. Relevansi penelitian tersebut dengan penelitian ini adalah sama-sama membahas mengenai pendidikan karakter terutama nilai-nilai yang muncul serta dikembangkan dalam pendidikan karakter. Selain itu, inspirasi penelitian tersebut didapat dalam hasil penelitian dimana terdapat terbukti bahwa partisipasi masyarakat desa Kranggan Tersono Batang dalam kegiatan student exchange dapat dikatakan aktif dan baik. Hal tersebut dibuktikan dengan timbulnya nilai-nilai seperti nilai kreatif dan kekeluargaan atau gotong royong. Penelitian kedua yang relevan adalah penelitian yang dilakukan oleh Firdaus (2017) tentang Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat Pada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat upaya sekolah dalam melakukan penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat, khususnya terkait dengan bagaimana membangun partisipasi dan kolaborasi antara sekolah dengan masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan penguatan pendidikan karakter dengan kegiatan ekstrakulikuler sekolah..

Gambar

Gambar 4.20  Jurnal Catatan Harian Karakter Siswa  ......................................
Gambar 2.1 Filosofi Pendidikan Karakter Menurut Ki Hajar  Dewantara
Gambar 2.2 merupakan nilai-nilai utama pendidikan karakter yang  ada dalam program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)
Tabel 2.1 Contoh penerapan karakter dalam RPP
+7

Referensi

Dokumen terkait

Metode pendekatan dan pengembangan sistem yang dilakukan di BKPPMD provinsi Jawa Barat adalah dengan melakukan pengujian akan sistem yang sedang berjalan pada

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika dengan indikator pemecahan masalah yaitu memahami

Jenis data pada penelitian ini berupa; (a) proses penamaan atau pembuatan brand lembaga zakat, (b) cara yang dilakukan oleh lembaga zakat dalam sosialisasi

Dengan berkembangnya sistem pengelolaan dan pemberdayaan yayasan, sekarang Lembaga Amil Zakat sudah mencapai ditingkat Kabupaten dan Kota, seperti di Kota

Pusdiklat Bulutangkis di Semarang tidak hanya sebagai wadah pembinaan dan pelatihan, tetapi juga menjadi salah satu tempat seleksi atlet-atlet berbakat dari sekitar

Berdasrkan hasil penelitian mengenai frekuensi pemberian pakan fermentasi kulit ubi kayu (Manihot utilissima) menunjukkan bahwa laju pertumbuhan harian, tingkat

Hasil rekapitulasi diketahui persamaaan regresi linear berganda yang tertera dalam tabel diatas maka dapat dijelaskan Nilai βo artinya jika tidak ada perubahan pada variabel

0,1 M dapat dilihat pada Gambar IV.8 yang menunjukkan bahwa partikel perak yang dihasilkan lebih baik dari hasil nanopartikel dengan konsentrasi prekursor 0.125