• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

B. Hasil Penelitian yang Relevan

Bagian ini memaparkan beberapa penelitian yang mendukung penelitian yang dilakukan. Penelitian yang relevan ini diambil dari jurnal dan skripsi, yaitu:

Penelitian pertama yang relevan adalah penelitian yang dilakukan oleh Hermawan (2017) tentang Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat pada Kegiatan Student Exchange. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap implementasi pendidikan karakter berbasis masyarakat pada kegiatan student exchange SD Muhammadiyah Paesan Kedungwungi Pekalongan di masyarakat desa Kranggan Tresno Batang. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis. Teknik pengambilan data menggunakan teknik wawancara, observasi partisipasif dan dokumentasi. Untuk menjawab hipotesis penelitian digunakan teknik analisis model Miles dan Huberman.

Dari hasil penelitian ternyata terbukti bahwa partisipasi masyarakat desa Kranggan Tersono Batang dalam kegiatan student exchange dapat dikatakan aktif dan baik. Prinsip-prinsip yang muncul dan tampak diantaranya adalah

localization, integred delivery of service, accept diversity, Institutional responsive. Nilai-nilai karakter yang muncul dalam kegiatan student

exchange, yakni sholeh dan kreatif, bersahabat dan peduli sosial maupun

lingkungan. Namun dalam sikap kemandirian masih belum tampak dengan baik. Faktor pendukung dalam kegiatan ini adalah hubungan kekeluargaan dan kesamaan dalam organisasi, sehingga mudah untuk koordinasi. Sedangkan faktor penghambat adalah mayoritas orang tua kandung menjenguk anak-anaknya di desa, dan masyarakat desa Kranggan juga kadang merasa malu jika tidak melayani anak dengan baik. Maka dari itu diperlukan komitmen antara guru, wali murid, dan masyarakat Kranggan terhadap aturan-aturan yang sudah disepakati. Relevansi penelitian tersebut dengan penelitian ini adalah sama-sama membahas mengenai pendidikan karakter terutama nilai-nilai yang muncul serta dikembangkan dalam pendidikan karakter. Selain itu, inspirasi penelitian tersebut didapat dalam hasil penelitian dimana terdapat terbukti bahwa partisipasi masyarakat desa Kranggan Tersono Batang dalam kegiatan student exchange dapat dikatakan aktif dan baik. Hal tersebut dibuktikan dengan timbulnya nilai-nilai seperti nilai kreatif dan kekeluargaan atau gotong royong.

Penelitian kedua yang relevan adalah penelitian yang dilakukan oleh Firdaus (2017) tentang Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat Pada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat upaya sekolah dalam melakukan penguatan pendidikan karakter berbasis masyarakat, khususnya terkait dengan bagaimana membangun partisipasi dan kolaborasi antara sekolah dengan masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan penguatan pendidikan karakter dengan kegiatan ekstrakulikuler sekolah.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif Teknik pengambilan data menggunakan teknik FGD, wawancara, dan observasi. Selanjutnya data diolah secara kuantitatif. Dari hasil penelitian ternyata terbukti bahwa kemampuan sekolah membagun kolaborasi dan perlibatan masyarakat dalam PPK, masih menghadapi berbagai kendala dan dapat dikategorikan belum optimal. Kedua; pada umumnya masyarakat berantusias menyambut program PPK, dan memiliki kemauan untuk berpartisipasi aktif dalam ikut mensukseskan program PPK. Ketiga; sekolah selama ini belum menemukan kegiatan atau implementasi yang sesuai kebutuhan sekolah (minat, bakat, kemampuan dan kreatifitas sekolah serta kearifan lokal di lingkungan sekolah). Keempat; model implementasi PPK melalui kegiatan ekstrakurikuler yang ditawarkan dalam penelitian ini, masih merupakan model dasar, yang bisa diadopsi dan dimodifikasi oleh sekolah yang menyesuaikan kondisi sekolah, kesediaan dan kesiapan masyarakat. Relevansi penelitian tersebut dengan penelitian ini adalah sama-sama melihat upaya sekolah dalam mengimplementasikan penguatan pendidikan karakter. Inspirasi yang peneliti peroleh berdasarkan hasil penelitian ini adalah ditemukan banyak kendala dalam penerapan PPK di sekolah, hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan sudah mendetail sehingga dapat menemukan fakta-fakta yang sebenarnya di lapangan tentang pengimplementasian PPK.

Penelitian ketiga yang relevan adalah penelitian yang dilakukan oleh Enggar (2018) tentang Pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter di SMK N 2 Pengasih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan penguatan pendidikan karakter (PPK) di SMK Negeri 2 Pengasih. Variabel

dalam penelitian ini mencakup (1) Perencanaan program PPK, (2) Pelaksanaan program PPK, dan (3) Evaluasi program PPK. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan data menggunakan menggunakan kuesioner tertutup, kuesioner terbuka, wawancara dan dokumen. Untuk menjawab hipotesis penelitian digunakan teknik analisis teknik untuk data kuesioner tertutup menggunakan analisis statistik deskriptif, untuk data wawancara dan kuesioner pertanyaan terbuka menggunakan analisis interaktif, sedangkan untuk data dokumen dengan menggunakan studi dokumen. Untuk uji validitas instrumen menggunakan metode penilaian ahli (Judgment Expert)

Dari hasil penelitian ternyata terbukti bahwa pelaksanaan penguatan pendidikan karakter di SMK Negeri 2 Pengasih tergolong sangat baik dengan tingkat keterlaksanaan program mencapai 82.47% yang terdiri dari (1) perencanaan program penguatan pendidikan karakter dengan tingkat keterlaksanaan mencapai 82.25% yang didapatkan dari indikator adanya tim pengembang PPK, proses penyusunan program PPK, pembiayaan program PPK, penjadwalan program PPK, dan indikator keberhasilan serta daya dukung (2) pelaksanaan program PPK di SMK Negeri 2 Pengasih dengan tingkat keterlaksanaan mencapai 84.30% yang didapatkan dari indikator adanya pedoman pelaksanaan program PPK dan strategi pelaksanaan program PPK yaitu proses KBM, ekstrakurikuler, dan pembiasaan melalui budaya sekolah (3) evaluasi program penguatan pendidikan karakter di SMK Negeri 2 Pengasih dengan tingkat keterlaksanaan mencapai 80.48% yang didapatkan dari indikator adanya tim evaluasi program PPK, proses evaluasi (penyusunan

instrumen penilaian keberhasilan program PPK, pengambilan dan pengolahan data, penyimpulan hasil evaluasi), dan tindak lanjut sekolah dari hasil evaluasi program PPK. Relevansi penelitian tersebut dengan penelitian ini adalah sama-sama melihat upaya sekolah dalam mengimplementasikan penguatan pendidikan karakter. Inspirasi dari penelitian tersebut adalah adanya indikator yang mendetail tetang tingkat keterlaksanaan program PPK di sekolah lalu adanya tindak lanjut setelah diadakan penelitian baik dari peneliti sendiri maupun pihak sekolah.

Penelitian kempat yang relevan adalah penelitian yang dilakukan oleh Andiarini, dkk (2018) tentang Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Pembiasaan Dalam Peningkatan Mutu Sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan,(3) peran warga sekolah, (4) faktor pendukung (5) faktor penghambat dan (6) solusi dalam program Penguatan Pendidikan Karakter melalui kegiatan pembiasaan dalam peningkatan mutu sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, teknik pengambilan data menggunakan teknik reduksi, display, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjawab hipotesis penelitian digunakan teknik analisis reduksi, display dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ternyata terbukti bahwa (1) perencanaan dimulai dari SKL sampai sosialisasi, (2) pelaksanaan diterapkan dalam dua basis: kelas dan sekolah, (3) peran warga sekolah sebagai pengawas, pembina dan pelaksana. (4) faktor pendukung dan penghambat ialah pada peserta didik, guru, fasilitas serta keterlibatan pihak komite sekolah dan orangtua Relevansi penelitian tersebut dengan penelitian ini adalah sama-sama melihat upaya

sekolah dalam mengimplementasikan penguatan pendidikan karakter serta pembiasaan yang diberlakukan sekolah. Inspirasi yang peneliti peroleh berdasarkan hasil penelitian ini adalah ditemukan banyak kendala dalam penerapan PPK di sekolah, hal tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan sudah mendetail sehingga dapat menemukan fakta-fakta yang sebenarnya di lapangan tentang pengimplementasian PPK.

Keempat penelitian tersebut memberi dorongan kepada peneliti untuk melakukan penelitian mengenai Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas Di Satuan Pendidikan Sekolah Dasar Se-Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman dengan jumlah populasi 114 guru. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah PPK berbasis kelas di seluruh Sekolah Dasar Negeri se-Kecamatan Pakem sudah terimplementasi dan bagaimana kesesuaian implementasi yang telah guru lakukan dengan program penguatan pendidikan karakter di sekolah. Berdasarkan keempat penelitian yang relevan tersebut, peneliti membuat sebuah bagan tentang literature map penelitian terdahulu hingga penelitian yang sekarang. Literatur map akan menunjukkan hubungan antara penelitian yang relevan dengan yang dilakukan. Literature map penelitian dapat dilihat pada gambar 2.5.

Gambar 2.6 Gambar Literature Map Hermawan (2017) tentang

Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat pada Kegiatan

Student Excange.

Firdaus (2017) tentang Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Masyarakat Pada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Kabupaten Tulang bawang Provinsi Lampung.

Enggar (2018) tentang Pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter di SMK N 2 Pengasih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan penguatan pendidikan karakter (PPK) di SMK Negeri 2 Pengasih

Andiarini, dkk (2018) tentang Implementasi Program Penguatan PendidikanKarakter Melalui Kegiatan Pembiasaan Dalam Peningkatan Mutu Sekolah.

Oktaviani (2019) Implementasi Program Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kelas Di Satuan Pendidikan Sekolah Dasar Se-Kecamatan Pakem Kabupaten

Gambar 2.6 merupakan bagan tentang penelitian relevan yang digunakan oleh peneliti. Penelitian relevan yang digunakan oleh peneliti. digunakan oleh peneliti ada empat. Penelitian yang digunakan oleh Enggar (2018) memiliki hubungan dengan penelitian ini, karena pada penelitian tersebut meneliti tentang pelaksanaan penguatan pendidikan karakter. Peneliti berpendapat bahwa penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Enggar (2018) dapat memberikan pengaruh terhadap penelitian ini khususnya tentang upaya implementasi PPK di sekolah.

Dokumen terkait