• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

G. Teknik Pengujian Instrumen

Instumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini tentu dilakukan pengujian instrumen berupa validitas. Validitas merupakan suatu instrumen penelitian akan dianggap menghasilkan data yang valid apabila instrumen tersebut digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Validitas yang digunakan peneliti yaitu validitas isi dan validitas muka/rupa.

1. Validitas Isi

Validitas isi merupakan suatu alat pengukur yang ditentukan oleh sejauh mana isi alat pengukur tersebut mewakili semua aspek yang dianggap sebagai kerangka konsep (Effendi, 2012: 129). Validasi

penelitian ini diberikan kepada 10 guru dari 9 sekolah yang berasal dari luar Kabupaten Sleman, tetapi masih dalam wilayah Yogyakarta. Instrumen yang divalidasi yaitu berupa 11 item pertanyaan yang berkaitan dengan implementasi program penguatan pendidikan karakter berbasis kelas. Kesepuluh validator tersebut antara lain, D dari SD N Bhayangkara, DK. dari SDN Bantul 1, Ldari SD N Ungaran 1, N dari SD N Keputran 1, S dari SD N 4 Wates, AA dari SD Muhammadiyah Jogodayoh, B dari SD Joannes Bosco, H dan TK dari SMP N 1 Bantul, BM dari SD Muhammadiyah Karangkajen.

Kemudian, hasil akhir yang diperoleh dari ahli dikategorikan dengan menggunakan kriteria kelayakan instrumen penelitian. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Data berupa skor dari penilaian oleh validator ahli yaitu 10 guru dari 9 sekolah yang ada di luar kabupaten Sleman. Data yang dianalisis sebagai dasar dari hasil penilaian kuesioner diubah menjadi data interval.

Ahli memberikan nilai pada lembar penilaian yang telah diberikan. Skala skor dalam lembar penilaian instrumen validasi menggunakan Skala Likert. Skala Likert merupakan skala yang untuk mengukur sikap dengan skala ordinal (Subali, 2012: 22). Pada skala Likert meliputi skor 1: sangat tidak setuju, skor 2: tidak setuju, skor 3: ragu-ragu, skor 4: setuju, dan skor 5: sangat setuju. Dalam pengukuran menggunakan skala

Likert, sering terjadi ahli memilih kategori ragu-ragu. Untuk mengatasi

hal tersebut, maka pada penelitian ini kategori ragu-ragu akan dihapus, agar skor yang didapatkan lebih jelas (Setyawan, 2016: 47). Penelitian

ini, peneliti menggunakan skala Likert dengan kategori sebagai berikut: skor 1: tidak baik, skor 2: kurang baik, skor 3: baik, dan skor 4 : sangat baik. Hasil akhir validasi instrumen yang diperoleh diakumulasikan dan dikategorikan sesuai kriteria yang telah ditentukan. Skor yang sudah didapat kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif skala lima sebagai berikut:

Tabel 3.12 Konversi Nilai Skala Lima

Interval Skor Kategori

i 1,80 Sbi Sangat baik Xi 0,60 SBi i + 1, 80Sbi Baik

Xi - 0,60 SBi i + 0, 60Sbi Cukup Xi - 1,80 SBi i + 0, 60Sbi Kurang

i – 1,80Sbi Sangat kurang

Keterangan :

erata ideal i) : (skor maksimal ideal + skor minimal ideal) Simpangan baku ideal (SBi) : (skor maksimal ideal – skor minimal ideal) X : Skor aktual

Berdasarkan rumusan tersebut, peneliti melakukan modifikasi dengan menggunakan kategorisasi pada nilai skala lima sebagai berikut:

Tabel 3.13 Modifikasi Nilai Skala Lima

Interval Skor Kategori

i 1,80 Sbi Sangat layak untuk digunakan Xi 0,60 SBi i + 1, 80Sbi Layak untuk digunakan dengan

revisi sedikit

Xi - 0,60 SBi i + 0, 60Sbi Kurang layak dengan revisi banyak

Xi - 1,80 SBi i + 0, 60Sbi Tidak layak revisi total i – 1,80Sbi Sangat tidak layak revisi total

Keterangan :

erata ideal i) : (skor maksimal ideal + skor minimal ideal) Simpangan baku ideal (SBi) : (skor maksimal ideal – skor minimal ideal) X : Skor aktual

Berdasarkan rumus konversi di atas perhitungan data-data kuantitatif dilakukan untuk memperoleh data kualitatif dengan menerapkan rumus konversi tersebut. Penentuan rumus kualitatif pengembangan ini diterapkan dengan konversi sebagai berikut :

Diketahui

Skor maksimal ideal : 68 Skor minimal ideal : 17

erata ideal i) : (68 + 17) = 42,5 Simpangan baku ideal (SBi) : (68 – 17) = 8,5 Ditanyakan :

Interval skor kategori sangat layak digunakan, layak digunakan dengan revisi sedikit, kurang layak dengan revisi banyak, tidak layak revisi total, dan sangat tidak layak revisi total.

Jawaban:

1. Sangat layak untuk digunakan: i + 1,80SBi

42,5 1,80 . 8,5) 42,5 15,3 57,8

2. Layak untuk digunakan dengan revisi sedikit: i 0,60SBi i 0,60SBi

= 42,5 + (0,60 . 8,5) 42,5 1,80 . 8,5) 42,5 5,1 42,5 15,3)

47,6 57,8

3. Kurang layak dengan revisi banyak: i - 0,60SBi i 0,60SBi

= 42,5– 0,60 . 8,5) 42,5 0,60 . 8,5) = 42,5 – 5,1 42,5 5,1

37,4 47,6 4. Tidak layak revisi total:

i – 1,80SBi i - 0,60SBi

= 42,5 – 1,80 . 8,5) 42,5 0,60 . 8.5) = 42,5 – 15,3 42,5 . 5,1

27,2 37,4

5. Sangat tidak layak revisi total: i – 1,80SBi

42,5 – (1,80.8,5) 42,5 – 15,3 27,2

Berdasarkan pertimbangan tersebut diperoleh kategori data kuantitatif menjadi data kualitatif skala lima sebagai berikut:

Tabel 3.14 Kriteria Skor Skala Lima

Interval Kriteria

57,9 – 68 Sangat layak untuk digunakan

45,6 – 57,8 Layak untuk digunakan dengan revisi sedikit

37,4 – 47,5 Kurang layak dengan revisi banyak 27,2 – 37,4 Tidak layak revisi total

27,2 Sangat tidak layak revisi total

Hasil dari penghitungan skor masing-masing validasi yang dilakukan akan dicari rerata skor perolehannya, kemudian dapat dikonversikan dari data kuantitatif ke data kualitatif dalam kategori tertentu seperti yang tertera pada tabel kriteria skor skala lima. Berikut ini merupakan hasil validitas dari 10 orang validator berdasarkan kriteria kelayakan instrumen penelitian.

Berikut ini merupakan hasil validitas dari 10 orang validator yang ditunjuk sebagai ahli berdasarkan kriteria kelayakan instrumen penelitian. Para ahli yang ditunjuk merupakan guru dan kepala sekolah diluar Kabupaten yang telah mendapatkan sosialisasi serta pengarahan yang mendalam tentang PPK dan sekolah tempat guru-guru tersebut mengajar telah menerapkan nilai-nilai PPK dengan baik. Serta telah ditunjuk oleh Kemendikbud sebagai sekolah unggulan dan sebagai pilot project dari program PPK.

Tabel 3.15 Rekapitulasi Hasil Validitas Isi

NO Validator Instansi Skor Keterangan

1 D SD N Bhayangkara 50 Layak untuk digunakan dengan sedikit revisi

2 DK SD N Bantul 1 66 Sangat layak untuk digunakan

3 Li SD N Ungaran 64 Sangat layak untuk digunakan

4 N SD N Keputran 1 64 Sangat layak untuk digunakan

5 S SD N 4 Wates 68 Sangat layak untuk digunakan

6 AA SD Muhammadiyah

Jogodayoh 64 Sangat layak untuk digunakan 7 B SD Joannes Bosco 55 Layak untuk digunakan dengan

sedikit revisi

8 H SMP 1 Bantul 63 Sangat layak untuk digunakan

9 TK SMP 1 Bantul 54 Layak untuk digunakan dengan sedikit revisi

10 BM SD Muhammadiyah

Karangkajen 67 Sangat layak untuk digunakan

Berdasarkan tabel 3.16 ada tiga validator menyatakan intrumen layak dengan sedikit revisi dengan total skor sebanyak 159. Sedangkan tujuh validator menyatakan instrumen sangat layak digunakan dengan total skor sebanyak 456.

Dalam penelitian ini yang ditunjuk sebagai ahli pertama sebagai validator adalah D dari SD N Bhayangkara. Beliau menilai instrumen layak untuk digunakan dengan revisi sedikit. Revisi tersebut terdapat pada item nomor 2, 7, 8, dan 11. Beliau ditunjuk sebagai validator karena beliau mengajar di sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah uji coba untuk mengimplementasikan PPK. Ahli kedua yang ditunjuk sebagai validator

adalah DK. dari SD N Bantul 1. Beliau menilai instrumen sangat layak untuk digunakan. Beliau ditunjuk sebagai validator karena beliau mengajar di sekolah yang ditunjuk sebagai tempat untuk mengimplementasikan PPK.

Ahli ketiga yang ditunjuk sebagai validator adalah L dari SD N Ungaran 1. Beliau menilai instrumen sangat layak untuk digunakan. Beliau ditunjuk sebagai validator karena beliau mengajar di sekolah yang ditunjuk sebagai tempat untuk mengimplementasikan PPK. Ahli keempat yang ditunjuk sebagai validator adalah N dari SD N Keputran 1. Beliaumenilai instrumen sangat layak untuk digunakan. Beliau ditunjuk sebagai validator karena beliau mengajar di sekolah yang ditunjuk sebagai tempat untuk mengimplementasikan PPK. Ahli kelima yang ditunjuk sebagai validator adalah S dari SDN 4 Wates. Beliau menilai instrumen sangatlayak untuk digunakan. Beliau ditunjuk sebagai validator karena beliau mengajar di sekolah yang ditunjuk sebagai tempat untuk mengimplementasikan PPK.

Ahli keenam yang ditunjuk sebagai validator adalah AA dari SD Muhammadiyah Jogodayoh. Beliau menilai instrumen sangat layak untuk digunakan. Beliau ditunjuk sebagai validator karena beliau mengajar di sekolah yang ditunjuk sebagai tempat untuk mengimplementasikan PPK. Ahli ketujuh yang ditunjuk sebagai validator adalah BA dari SD Joannes Bosco. Beliau menilai instrumen layak untuk digunakan. Beliau ditunjuk sebagai validator karenabeliau mengajar di sekolah yang ditunjuk sebagai tempat untuk mengimplementasikan PPK.

Ahli kedelapan yang ditunjuk sebagai validator adalah H dari SMP 1 Bantul. Beliau menilai instrumen sangat layak untuk digunakan. Beliau ditunjuk sebagai validator karena beliau mengajar di sekolah yang ditunjuk sebagai tempat untuk mengimplementasikan PPK. Ahli kesembilan yang ditunjuk sebagai validator adalah TK dari SMP 1 Bantul. Beliau menilai instrumen sangat layak untuk digunakan. Beliau ditunjuk sebagai validator karena beliau mengajar di sekolah yang ditunjuk sebagai tempat untuk mengimplementasikan PPK. Ahli kesepuluh yang ditunjuk sebagai validator adalah BM dari SD Muhammadiyah Karangkajen. Beliau menilai instrumen layak untuk digunakan. Beliau ditunjuk sebagai validator karena beliau mengajar di sekolah yang ditunjuk sebagai tempat untuk mengimplementasikan PPK. 2. Validitas Muka

Validitas muka (face validity) format penampilan tes (appearance)/kesan mampu memberikan kesan untuk mengungkap apa yang hendak diukur (Sugiyono, 2011: 133). Validitas muka atau rupa tidak menunjukkan apakah alat pengukur mengukur apa yang diukur tetapi hanya menunjukkan bahwa dari segi „‟rupanya‟‟ suatu alat pengukur tampaknya mengukur apa yang ingin diukur (Effendi, 2012: 132-133). Validitas muka ini dilakukan oleh para ahli yang sudah memvalidiasi 11 item dari pertanyaan tertutup. Beberapa pertanyaan tertutup yang diujikan sudah dianggap layak dan hanya ditemui beberapa revisi. Hasil validitas muka dapat dilihat sebagai berikut:

Tabel 3.16 Rekapitulasi Hasil Validitas Muka

No Item

Masukan dari Validator Sebelum Revisi Sesudah Revisi

D.P Item 7 kata “sesuai dengan” diubah dengan kata “mendukung”

Menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan penerapan nilai-nilai karakter Menerapkan metode pembelajaran yang mendukung nilai-nilai karakter

Item 8 kata “persoalan kehidupan sehari-hari” diubah dengan kata “Penguatan Pendidikan Karakter”

Mengaitkan isi materi pembelajaran dengan persoalan kehidupan sehari-hari

Mengaitkan isi materi pembelajaran dengan persoalan kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Item 11 kata ”dirancang” diubah

dengan kata “dituangkan”

Memberikan umpan balik kepada siswa tentang karakter yang dirancang dalam RPP

Memberikan umpan balik kepada siswa tentang karakter yang dituangkan dalam rancangan RPP. T.K.

R

Perhatikan petunjuk pengisian dan diakhir kalimat selalu diakhiri dengan tanda titik

Mohon memberi tanda centang √) pada kolom Ya atau Tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Bapak/Ibu mohon memberi tanda centang √) pada kolom Ya atau Tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya N, W, M dan L

Pada bagian awal petunjuk pengisian ditambahkan dengan kata “Bapak/Ibu”

Lingkari angka yang tertera dalam kolom skor dan memberikan saran untuk kelayakan perangkat instrumen implementasi program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

Berilah tanda centang √) dalam angka yang tertera dalam kolom skor dan memberikan saran untuk kelayakan perangkat instrumen implementasiprogram Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).

Berdasarkan hasil tersebut akan dilakukan beberapa revisi pada item yang dianggap masih membingungkan dan rancu.

Dokumen terkait