MATERI TRANSPOR MEMBRAN Oleh:
HASIL PENELITIAN
Deskripsi Aktivitas Belajar Siswa
Sesuai dengan pengamatan aktivitas belajar siswa dalam model pembelajaran creative problem solving berbantuan media slide show animation pada siswa kelas X3 SMA Negeri 2 Kendari ditunjukkan pada Gambar 1 berikut:
Gambar 1(a) Gambaran Skor Rata-rata Tiap Satuan Aktivitas Belajar Siswa pada Setiap Siklus. (b) Gambaran Rata-rata Aktivitas Belajar Siswa pada Setiap Siklus
Keterangan :
1: Mendengarkan/memperhatika n penjelasan awal guru
5: Mengevaluasi dan memilih alternatif pemecahan masalah.
2: Membaca dan menelaah buku teks dan LKS.
6: Menerapkan alternatif pemecahan masalah
3: Meklarifikasi Masalah. 7: Mempresentasikan hasil yang diperoleh.
4: Mengungkapkan Pendapat. 8: Memberikan tanggapan terhadap hasil persentasi
dari kelompok lain.
Dari Gambar 1 tersebut dapat dijelaskan bahwa aktivitas siswa pada siklus I pada umumnya masih rendah, seperti aspek:
memberikan tanggapan terhadap hasil persentasi dari kelompok lain dengan skor rata- rata 2,0 dan aspek mengungkapkan pendapat, memilih alternatif pemecahan masalah dan menerapkan alternatif pemecahan masalah
dengan skor rata-rata 2,4 yang semuanya masih berada pada kategori cukup. Sedang aktivitas belajar siswa yang tinggi hanya aspek
mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru dan membaca dan menelaah buku teks/LKS
dengan skor rata-rata 3,0 (kategori baik) dan secara keseluruhan skor rata-rata aktivitas belajar siswa sebesar 2,5 (kategori cukup). Namun, secara umum semua aktivitas belajar siswa dari siklus I sampai siklus II mengalami peningkatan untuk aktivitas yang diamati dengan skor rata- rata satuan aktivitas tertinggi pada aspek
mendengarkan/memperhatikan penjelasan guru dan membaca dan menelaah buku teks/LKS
dengan skor rata-rata 3,6 (kategori baik) dan secara keseluruhan skor rata-rata aktivitas belajar pada siklus II sebesar 3,2 (kategori baik). atau 80 % dari skor ideal 4.
Pengamatan Aktivitas Guru
Pada pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru yang menerapkan model pembelajaran
creative problem solving berbantuan media slide show animation pada Siklus I umumnya sudah cukup baik, hanya ada beberapa aspek yang belum optimal yakni melakukan refleksi dan penguatan terhadap hasil pemecahan masalah dan melakukan evaluasi terhadap pemahaman siswa serta membimbing siswa untuk menyimpulkan materi yang dipelajari. Dengan melalui kegiatan refleksi oleh guru maka pada Siklus II, maka aktivitas guru yang kurang dan
aktivitas belajar siswa yang belum optimal menjadi perhatian untuk diperbaiki dan ditingkatkan pada siklus II, sehingga aktivitas guru pada siklus II sebagian besar sudah sangat baik dalam menerapkan model pembelajaran
creative problem solving berbantuan media slide show animation.
Deskripsi Hasil Belajar Siswa
Deskripsi hasil belajar fisika siswa kelas X3 SMA Negeri 2 Kendari pada materi pokok gerak lurus dengan menerapkan model pembelajaran creative problem solving berbantuan media slide show animation pada siklus I diperoleh rata-rata hasil belajar fisika sebesar 72, 5 dan standar deviasi 11,0. Setelah dilakukan analisis sesuai indikator kinerja yang ditetapkan dengan mengacu nilai KKM sekolah sebesar 74, maka dari segi ketuntasan belajar diperoleh bahwa siswa yang tuntas sebanyak 26 orang (65,0 %) dan siswa yang belum tuntas sebanyak 14 orang (35,0%) dari 40 orang siswa
kelas X3 SMA Negeri 2 Kendari. Selanjutnya guru melakukan refleksi terhadap pelaksanaan pembelajaran dan hasil analisis terhadap hasil belajar siswa pada siklus I, maka dilakukan perbaikan dan peningkatan aktivitas guru dan aktivitas siswa yang belum optimal selama proses pembelajaran pada siklus II. Upaya ini berdampak terhadap hasil belajar fisika siswa pada materi pokok gerak lurus pada siklus II, dimana rata-rata hasil belajar fisika meningkat dari 72,5 pada siklus I menjadi menjadi 79,0 pada siklus II dengan standar deviasi 7,1. Ketuntasan belajar yang juga meningkat yakni siswa yang tuntas belajar menjadi 30 orang (75,0%) dan yang belum tuntas menurun menjadi 10 orang (25,0%) dari 40 orang siswa.
Secara lengkap gambaran hasil belajar dan ketuntasan hasil belajar siswa kelas X3 SMA Negeri 2 Kendari pada materi pokok gerak lurus disajikan pada Gambar 2 berikut:
Gambar2 (a) Deskripsi Hasil Belajar Siswa pada Setiap Siklus. (b) Persentase Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Setiap Siklus
PEMBAHASAN
Sesuai dengan temuan hasil penelitian yang menerapkan model pembelajaran creative problem solving berbantuan media slide show animation, menunjukkan bahwa pada siklus I aktivitas belajar siswa belum optimal, sebagaimana hasil refleksi yang dilakukan oleh guru dimana pada siklus I sebagian besar aktivitas belajar siswa masih rendah. Hal ini disebabkan karena siswa belum terbiasa
mengikuti pembelajaran seperti model pembelajaran ini, siswa kesulitan memilih dan menerapkan alternatif pemecahan masalah yang mereka pilih, disamping itu animasi konsep gerak lurus yang di tampilkan belum mereka optimalkan dan memahami konsep gerak lurus, sehingga berdampak terhadap hasil belajar siswa yang belum mencapai indikator kinerja secara klasikal yakni hanya 65,0% siswa yang mencapai ketuntasan belajar secara individu ≥ 74 dari yang
ditetapkan sebesar ≥75% dari 40 siswa, dengan nilai rata-rata hasil belajar sebesar 72,5.
Olehnya itu melalui hasil refleksi pada siklus I, maka guru berupaya memperbaiki berbagai kelemahan aspek pembelajaran yang terjadi pada siklus II dan meningkatkan aspek pembelajaran lainnya serta mengoptimalkan animasi konsep fisika dan pemilihan alternatif pemecahan masalah dalam menyelesaikan konsep gerak lurus. Hal ini berdampak meningkatknya setiap satuan aktivitas siswa pada siklus II dengan skor rata-rata sebesar 3,2. Selain itu juga berdampak terhadap peningkatan rata- rata hasil belajar siswa pada siklus II menjadi 79,0 dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 75,0% . Meskipun persentase ketuntasan belajar siswa hanya mencapai standar ketuntasan belajar secara klasikal, hal ini terjadi karena KKM yang ditetapkan sekolah pada materi pokok gerak lurus adalah tinggi yakni 74 dibandingkan sebelumnya sebesar 65 dari nilai ideal 100.
Peningkatan rata-rata hasil belajar yang cukup tinggi sebesar 79 tersebut didukung oleh aktivitas siswa dan aktivitas guru dalam menerapkan pembelajaran model creative problem solving berbantuan media slide show animation yang semakin meningkat pada siklus II dan siswa memiliki motivasi tinggi dalam belajar dengan senantiasa berlatih menyelesaikan masalah pada konsep gerak lurus. Hal ini sejalan dengan pendapat Gerace, J.W. (2005) bahwa kemampuan untuk memecahkan suatu masalah, tidak hanya ditentukan oleh pola pikiran melainkan dipengaruhi oleh kerja maupun latihan.
Berdasarkan deskripsi data-data tersebut, menunjukkan bahwa hasil penelitian ini telah mencapai indikator keberhasilan kinerja baik dari segi proses maupun dari segi hasil belajar. Hal berarti bahwa model pembelajaran creative problem solving berbantuan media slide show animation yang diterapkan oleh guru menjadi solusi yang tepat untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar fisika siswa kelas X3 SMA Negeri 2 Kendari pada materi pokok gerak lurus.
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan
Berdasarkan data hasil penelitian maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Gambaran aktivitas belajar siswa yang diajar melalui model pembelajaran creative problem solving berbantuan media slide show animation dapat ditingkatkan pada setiap satuan aktivitas belajar dari siklus I ke siklus II dengan skor rata-rata pada siklus I sebesar 2,5 (kategori cukup) meningkat pada siklus II menjadi 3,2 ( kategori baik).
2. Gambaran hasil belajar fisika siswa kelas X3 SMA Negeri 2 Kendari pada materi pokok gerak lurus adalah pada siklus I diperoleh: nilai maksimum 96,4 dan nilai minimum 51,8 dengan nilai rata-rata 72,5 dan standar deviasi 11,0 ; dan pada siklus II diperoleh: nilai maksimum 96,0 dan nilai minimum 64,0 dengan nilai rata-rata 79,0 dan standar deviasi 7,1.
3. Model pembelajaran creative problem solving
berbantuan media slide show animation
menjadi solusi yang tepat untuk meningkatkan hasil belajar fisika materi pokok gerak lurus pada siswa kelas X3 SMA Negeri 2 Kendari dengan persentase ketuntasan belajar klasikal pada siklus I sebesar 65% meningkat pada siklus II menjadi 75% dari 40 siswa.
Saran
Agar penerapan model pembelajaran
creative problem solving berbantuan media slide show animation optimal, maka diharapkan: 1. Model pembelajaran creative problem solving
berbantuan media slide show animation dapat diterapkan pada materi pokok fisika lainnya khususnya konsep-konsep yang berkaitan dengan pemecahan masalah dengan berbagai alternatif pemecahannya.
2. Dalam menerapkan model pembelajaran
creative problem solving berbantuan media
slide show animation, kiranya media animasi yang ditampilkan dapat membantu siswa untuk memahami konsep-konsep fisika dengan tetap memperhatikan aspek kontekstual konsep yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
3. Kepada peneliti lainnya yang akan menerapkan model pembelajaran creative problem solving berbantuan media slide show animation kiranya dapat memahami beberapa alternatif pemecahan masalah dari suatu konsep fisika agar dapat membantu siswa dalam memecahkan masalah dalam konsep fisika.
DAFTAR PUSTAKA
Gerance, J. W. & Beatty, I.D, 2005. Develop Problem Solving Skill: The McMaster Problem Solving Program. Journal Engineering Education.
Pepkin, K.L, 2004. Creative Problem Solving in
Math. Tersedia di:
http://www.uh.edu/hti/cu/2004/04/htm
[diakses 16 April 2012]
Ramly, 2006. Metodologi Penelitian Pendidikan. Kendari Universitas Haluoleo
Saminanto, 2010. Ayo Praktik PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Semarang: RaSAIL Media Group
Sudjana, 1996. Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.
Usman dan Setiawati, 2001. Upaya Optimalisasi Kegiatan Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Trianto, 2007. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik.
Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher. Syaiful Bahri D. dan Aswan Zain., 2006.Strategi
Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
JENIS-JENIS TUMBUHAN PAKU (Pteridophyta) DI KAWASAN HUTAN NANGA-NANGA PAPALIA KELURAHAN ANDUONOHU KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI1
Oleh:
Asmawati Munir2, Lili Darlian3, Niluh Sri Buana
Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan paku yang terdapat di Kawasan Hutan Nanga-Nanga Papalia Kelurahan Anduonohu Kecamatan Poasia Kota Kendari. Metode yang digunakan adalah metode eksplorasi dengan teknik jelajah dimana menjelajahi lokasi penelitian sambil mengumpulkan sampel. Teknik analisis data secara deskriptif yaitu dengan mendeskripsikan ciri-ciri morfologi setiap jenis tumbuhan Paku yang ditemukan di lokasi penelitian
dengan mengacu pada buku-buku identifikasi. Berdasarkan hasil penelitian jenis-jenis tumbuhan paku
(Pterydophyta) yang terdapat di lokasi penelitian adalah 12 familia, 20 genus, 27 jenis. Jenis-jenis
tumbuhan paku yang ditemukan yaitu: Adiantum cuneatum Lungs. dan Fisch, Anthrophyum
semicostatum Desv, Asplenium polyodon G. Forster, Amphineuron terminans (Hook.) Holttum, Bolbitis sp., Ceratopteris thalictroides (L.) Borgn, Christella dentata (Forsk) Browsey & Jermy,
Christensenia aescufolia (Bl.) Maxon, Cyathea contaminans (Hook.) Copel, Davallia denticulata
(Burm.) Mett, Drynaria sparsisora (Desv.) Moore, Elaphoglossum angulatum (Blume),
Elaphoglossumrimbachii J, Gleichenia linearis (Burm.) Clarke, Grammitis sp., Lygodiumcircinatum
Sw, Lygodiumflexuosum (L.) sw, Nephrolepisbisserata (Sw.) Schott, Nephrolepis falcata (Cav.) C. Chr, Pteris vittata L.spec, Pteris semipinnata L. Spec, Pteris umbrossa L.Spec, Selaginella plana
Hieron, Tectaria branchiata, Tectaria sp., Trichomanes javanicum Blume, Trichomanes sp.
Kata Kunci : Tumbuhan Paku (Pteridophyta), Hutan Nanga-Nanga Papalia
1 Ringkasan Hasil Penelitian
2,3 Dosen Pend. Biologi FKIP Universitas Halu Oleo PENDAHULUAN
Sulawesi Tenggara merupakan suatu daerah yang memiliki wilayah hutan yang sangat luas, dengan beraneka ragam jenis tumbuh- tumbuhan. Salah satu hutan di Sulawesi Tenggara adalah Kawasan Hutan Nanga-Nanga Papalia yang terletak di Kelurahan Anduonohu Kecamatan Poasia Kota Kendari.
Kawasan Hutan Nanga-Nanga Papalia yang ada di kawasan pegunungan Nanga-Nanga Kota Kendari merupakan salah satu kawasan hutan hujan tropis di Sulawesi Tenggara dengan total luas areal yakni 2.273 ha yang terdiri atas 973 ha hutan lindung dan 1.300 ha hutan produksi. Kawasan hutan ini membentang dan melingkari Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara. Keberadaannya tidak hanya menjadi ciri khas Kota Kendari, namun juga sebagai daerah tangkapan air. Potensi flora dan fauna cukup tinggi dengan komposisi flora yang
ditemukan hidup mulai dari lumut, paku-pakuan, herba, liana, epifit dan tegakan.
Tumbuhan paku (Pterydophyta) merupakan tumbuhan kormus, memiliki sistem pembuluh sederhana, sistem transpor internal dan hidup di tempat yang lembap. Tumbuhan paku (Pterydophyta) memiliki ciri khas berupa daun yang menggulung saat muda. Akar berupa rhizoma, ujung akar dilindungi kaliptra. Sel-sel akar membentuk epidermis, korteks, dan silinder pusat (terdapat xilem dan floem).
Secara tidak langsung tumbuhan paku bermanfaat dalam memelihara ekosistem hutan, yaitu dalam hal pengamanan tanah terhadap erosi, serta berperan membantu proses pelapukan di dalam tanah. Tumbuhan paku (Pteridophyta)
yang mempunyai morfologi tubuh menarik dapat digunakan sebagai tanaman hias. Selain itu, beberapa jenis tumbuhan paku dapat pula dimanfaatkan sebagai bahan makanan, obat- obatan tradisional, tali dan bahan baku kerajinan
seperti tas, tikar dan lain-lain (Sastrapradja, 1980:11).
Di Kawasan Hutan Nanga-Nanga kelurahan Anduonohu Kecamatan Poasia Kota Kendari dijumpai berbagai jenis tumbuhan paku. Akan tetapi banyak jenis tumbuhan paku yang belum diketahui secara jelas jenis-jenis tumbuhan paku apa saja yang tumbuh di daerah ini. Oleh karena itu, untuk mengetahui jenis tumbuhan paku (Pteridophyta) yang terdapat di Kawasan Hutan Nanga-Nanga Papalia maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
dengan judul “Jenis-Jenis Tumbuhan Paku (Pteridophyta) di Kawasan Hutan Nanga-Nanga Papalia Kelurahan Anduonohu Kecamatan
Poasia Kota Kendari”.
Rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah “Jenis-Jenis Tumbuhan Paku
(Pteridophyta) apa sajakah yang terdapat di Kawasan Hutan Nanga-Nanga Papalia Kelurahan
Anduonohu Kecamatan Poasia Kota Kendari?”
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan paku
(Pteridophyta) yang terdapat di Kawasan Hutan Nanga-Nanga Papalia Kelurahan Anduonohu Kecamatan Poasia Kota Kendari.