Uji instrumen dilakukan terhadap indikator masing-masing variabel agar dapat diketahui tingkat validitas dan kepercayaan indikator sebagai alat ukur variabel yang digunakan dalam penelitian. Uji instrumen terdiri dari uji validitas
No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)
1 Sangat Setuju 41 42,7
2 Setuju 37 38,5
3 Netral 17 17,8
4 Tidak Setuju - -
5 Sangat Tidak Setuju 1 1
Total 96 100%
4.3.1.1 Uji Validitas
Uji validitas merupakan salah satu uji intrumen yang digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid apabila pernyataan dalam kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang dapat diukur oleh hasil kuesioner tersebut
Uji Validitas Variabel Word Of Mouth (X) Tabel 4. 27
Hasil Uji Validitas Variabel Word Of Mouth (X)
Pernyataan r Hitung r Tabel Keterangan Pernyataan X.1 0,636
0,207
Valid
Pernyataan X.2 0,814 Valid
Pernyataan X.3 0,778 Valid
Pernyataan X.4 0,749 Valid
Pernyataan X.5 0,628 Valid
Pernyataan X.6 0,737 Valid
Pernyataan X.7 0,783 Valid
Pernyataan X.8 0,794 Valid
Pernyataan X.9 0,676 Valid
Pernyataan X.10 0,614 Valid
Sumber : Hasil Pengolahan Data (2021)
Berdasarkan tabel 4.33 dapat dilihat bahwa dari 10 pernyataan kuesioner untuk indikator variabel Word Of Mouth (X) yang di uji validitasnya, semua item pertanyaan kuesioner dinyatakan valid karena r hitung lebih besar dari r tabel yaitu 0,207. Berkaitan dengan teori word of mouth, dapat ditarik kesimpulan bahwa 10 item pernyataan valid dalam melakukan Keputusan Pembelian.
Tabel 4. 28
Hasil Uji Validitas Keputusan Pembelian Konsumen (Y) Pernyataan r Hitung r Tabel Keterangan Pernyataan Y.1 0,641
0,207
Valid
Pernyataan Y.2 0,773 Valid
Pernyataan Y.3 0,798 Valid
Pernyataan Y.4 0.628 Valid
Pernyataan Y.5 0,785 Valid
Pernyataan Y.6 0,640 Valid
Pernyataan Y.7 0,802 Valid
Pernyataan Y.8 0,814 Valid
Pernyataan Y.9 0,844 Valid
Pernyataan Y.10 0,865 Valid
Pernyataan Y.11 0,842 Valid
Sumber : Hasil Pengolahan Data (2021)
Berdasarkan tabel 4.34 dapat dilihat bahwa dari 11 pernyataan kuesioner untuk indikator variabel Keputusan Pembelian Konsumen (Y) yang di uji validitasnya, semua item pertanyaan kuesioner dinyatakan valid karena r hitung lebih besar dari r tabel yaitu 0,207. Berkaitan dengan keputusan pembelian dapat ditarik kesimpulan bahwa 11 item pernyataan valid dalam mempengaruhi konsumen sebelum melakukan Keputusan Pembelian.
4.3.1.2 Uji Reliabilitas
Uji instrument yang lain dikenal uji Reliabilitas yang akan menunjukan pernyataan pada kuesioner realiabel atau tidak. Dalam menentukannya dinilai melalui nilai koefisien reliabilitas > 0,6 maka instrumen tersebut reliabel yang baik dan terpercaya. Berdasarkan pembagian kuesioner, peneliti menetapkan jumlah responden sebanyak 96 responden. Kuesioner berisi 2 variabel yaitu variabel Word Of Mouth (X) dibagi menjadi 5 indikator dengan 10 pernyataan dan Keputusan Pembelian Konsumen (Y) dibagi menjadi 5 indikator dengan 11 pernyataan.
1. Uji Reliabilitas Variabel Word Of Mouth (X) Tabel 4. 29
Hasil Uji Reliabilitas Variabel Word Of Mouth (X) Cronbach's Alpha N of Items
.892 10
Sumber : Hasil Pengolahan Data (2021)
Berdasarkan tabel 4.35 bahwa pengujian reliabilitas terhadap 10 pernyataan kuesioner variabel Word Of Mouth (X) didapatkan hasil Cronbach’s Alpha sebesar 0,892 dan lebih besar dari 0,6, sehingga dapat disimpulkan 10 pernyataan kuesioner variabel Word Of Mouth (X) dalam penelitian ini reliabel.
2. Uji Reliabilitas Variabel Keputusan Pembelian (Y) Tabel 4. 30
Hasil Uji Reliabilitas Variabel Keputusan Pembelian (Y) Cronbach's Alpha N of Items
.925 11
Sumber : Hasil Pengolahan Data (2021)
Berdasarkan tabel 4.36 bahwa pengujian reliabilitas terhadap 11 pernyataan kuesioner variabel Keputusan Pembelian Konsumen (Y) didapatkan hasil Cronbach’s Alpha sebesar 0,925 dan lebih besar dari 0,6, sehingga dapat disimpulkan 11 pernyataan kuesioner variabel Keputusan Pembelian Konsumen (Y) dalam penelitian ini reliabel.
4.3.2 Uji Asumsi Klasik 4.3.2.1 Uji Normalitas
Data penelitian yang digunakan dalam uji normalitas menggunakan perhitungan regresi yang dideteksi melalui dua pendekatan dengan uji Kolmogorov-Smirnov dan analisa grafik histogram membandingkan antara dua observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal. Adapun pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah :
1. Uji Kolmogorov-Smirnov
Pedoman loyalitas konsumen tentang data distribusi normal berdasarkan uji Kolmogorov-smirnov adalah jika nilai signifikan > 0,05 maka distribusi data
normal dan berlaku sebaliknya.
Tabel 4. 31
Hasil Uji Normalitas Kolmogorov – Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 96
Normal Parametersa,b Mean ,0000000
Std. Deviation 3,38552170
Most Extreme Differences
Absolute ,104
Positive ,104
Negative -,053
Kolmogorov-Smirnov Z 1,023
Asymp. Sig. (2-tailed) ,246
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber : Hasil Pengolahan Data (2019)
Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 4.37 diperoleh besarnya Kolmogorov-smirnov sebesar 0,246. Nilai tersebut lebih besar dari 0,05, maka dapat dikatakan bahwa nilai residual terstandarisasi dan data memenuhi asumsi uji normalitas. Berhubungan dengan uji normalitas sudah memenuhi asumsi yang berakibat signifikan antara variabel yang satu dengan variabel yang lainnya.
2. Grafik Histogram
Berdasarkan data dapat diketahui bahwa data berdistribusi normal, dimana hal tersebut dapat dilihat dari grafik histogram, dimana grafik tersebut tidak miring ke samping kanan maupun ke samping kiri, berikut adalah grafiknya:
Gambar 4. 3
Histogram Uji Normalitas
Sumber: Hasil Pengolahan Data (2021)
Berdasarkan gambar 4.3 dapat dilihat bahwa data tersebut berdistribusi normal. Hal ini ditunjukan oleh distribusi pada data grafik histogram tersebut.
3. Grafik P-Plot
Grafik P-Plot dilihat melalui titik-titik yang tersebar sepanjang garis diagonal pada p-plot, jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka dapat disimpulkan data berdistribusi normal.
Berdasarkan Gambar 4.4 dapat dilihat bahwa data menyebar disekitar garis diagonal mengikuti arah garis diagonal, dimana hal ini menunjukan bahwa data p-plot dinyatakan berdistribusi normal.
Gambar 4.4 Grafik P-P Plot
Sumber: Hasil Pengolahan Data (2021) 4.3.3 Analisis Regresi Linear Sederhana
Berdasarkan hasil uji asumsi klasik yang telah dilakukan, diketahui bahwa model regresi dalam penelitian ini layak untuk digunakan karena telah terbebas dari masalah normalitas data, tidak terjadi heteroskedastisitas, dan multikolinearitas. Uji ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel independen dimana dalam penelitian word of mouth (X) terhadap variabel dependen keputusan pembelian konsumen (Y). Hasil uji analisis regresi linear sederhana pada penelitian ini :
Berdasarkan output regresi diatas, model analisis regresi linear sederhana yang digunakan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai
Y = 7.734+ 0.918X
Dari persamaan diatas dapat disimpulkan:
1. Nilai konstanta (α) positif sebesar 7.734, hal ini menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan vaiabel sarana prasarana (nilai X = 0) maka keputusan pembelian konsumen pada produk Habbatussauda HNI-HPAI Halal Mart BC Medan 3 ada sebesar 7.734 satuan.
2. Nilai koefisien variabel word of mouth (X) sebesar 0,918 menunjukkan bahwa variable word of mouth berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen, atau jika ditingkatkan nilai word of mouth sebesar 1% maka akan meningkatkan keputusan pembelian konsumen sebesar 0,918.
4.3.4 Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis merupakan pernyataan atau kesimpulan tentang sesuatu yang bersifat sementara waktu dan dianggap benar. Hipotesis dikatakan sebagai jawaban sementara karena msih didasarkan pada teori, anggapan, dan pengalaman. Sehingga untuk mengetahui kebenaran hipotesis tersebut, maka perlu dilakukan pengujian terlebih dahulu. Penelitian ini melakukan dengan pengujian parsial (uji T) dan pengujian simultan (uji F).
4.3.4.1 Uji Signifikan Parsial (Uji T)
Uji T dilakukan untuk menguji apakahword of mouth (X) konsumen HABBATUSSAUDA HNI-HPAI Halal Mart BC Medan 3 mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian (Y). Diuji melalui uji T yang bertujuan untuk menguji signifikansi pengaruh satu variabel independen secara
individu terhadap variabel dependen. Uji signifikan parsial (uji T) yang dilakukan terhadap varabel independen tersebut adalah dengan hipotesis sebagai berikut :
Tabel 4. 33
Hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji T)
Model
Berdasarkan hasil uji dengan menggunakan Program Software Statistika, diperoleh hasil pengujian dan berkaitan dengan teori variabel Word Of Mouth t berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen, hal ini dapat dilihat dari nilai signifikan variabel word of mouth dimana sig. sebesar 0,000 <
0,05 dan nilai t 14.596 > 1,661 maka dengan hasil tersebut Hipotesis diterima.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel word of mouthberpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen (Y).
4.3.4.2 Uji R2 (Koefisien Determinasi)
Uji Koefisien Determinasi (R2) mencerminkan kemampuan variabel dependen. Tujuan pengujian ini digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai koefisien determinasi adalah diantara nol dan satu. Semakin tinggi nilai R2 maka semakin besar kemampuan variable electronic payment (X) dalam menjelaskan variabel dependen keputusan konsumen.
Tabel 4. 34
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
Model R R Square Adjusted R Square
Std.Error of the Estimate
1 .833a .694 .691 3.40348
Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer (2020)
1. Nilai R sebesar 0,833 yang berarti berhubungan word of mouth (X) terhadap keputusan pembelian konsumen (Y) sebesar 83,3%. Artinya adalah ada hubungan yang kuat terhadap antar variable.
2. Nilai R square sebesar 0,694, hal ini berarti 69,4% keputusan pembelian konsumen Produk HABBATUSSAUDA HNI-HPAI Halal Mart BC Medan 3 dapat dipengaruhi oleh word of mouth (X). Sedangkan sisanya 30.6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk pada penelitian ini. Maka dari hasil uji koefisien determinasi (R2) dapat dilihat bahwa kemampuan variabel independen dalam memberikan informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen bernilai besar. Hal ini dapat dilihat dari apabila nilai koefisien determinasi mendekati 1, maka semakin besar kemampuan semua variabel independen dalam menjelaskan varians dari variabel dependen.