• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif asosiatif yang terdiri atas variabel bebas yaitu word of mouth dan variabel terikat yaitu keputusan pembelian. Word of mouth merupakan proses komunikasi yang berupa pemberian rekomendasi baik secara individu maupun kelompok terhadap suatu produk atau jasa yang bertujuan untuk memberikan informasi secara personal. Word of mouth memiliki peran penting dalam seseorang melakukan keputusan pembelian.

Pengambilan keputusan konsumen adalah suatu proses pemilihan salah satu dari beberapa alternatif penyelesaian masalah yang dikumpulkan oleh seorang konsumen, dan mewujudkannya dengan tindak lanjut yang nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh word of mouth terhadap keputusan pembelian pada Produk HABBATUSSAUDA HNI-HPAI. Penelitian ini dilakukan di Kota Medan dan yang menjadi subjek adalah konsumen yang pernah membeli produk HABBATUSSAUDA minimal 1 kali di Halal Mart BC Medan 3.

Total responden pada penelitian ini berjumlah 96 responden yang didapat dengan menggunakan rumus populasi yang tidak diketahui jumlahnya. Responden terdiri atas 57 orang perempuan dan laki-laki 39 orang. Melalui hasil pengolahan data, dapat dilihat pada tabel 4.2 bahwa usia >35 tahun menjadi responden yang paling banyak memberi kontribusi data dalam penelitian ini. Berdasarkan tabel 4.3 dapat diketahui bahwa responden dengan pendapatan (uang saku)/bulan lebih dari Rp. 2.500.000 menjadi responden yang paling banyak memberi kontribusi data dalam penelitian ini. Pada tabel 4.4 diketahui bahwa frekuensi responden dalam membeli Habbatussauda HNI-HPAI sebanyak 1 kali dalam waktu sebulan. pada tabel 4.5 rata-rata responden mengetahui produk HABBATUSSAUDA HNI-HPAI melalui teman, keluarga, atau saudara.

Berdasarkan teori Kotler & Keller (2007) menyatakan bahwa Word of Mouth Communication atau komunikasi dari mulut ke mulut merupakan proses komunikasi yang berupa pemberian rekomendasi baik secara individu maupun kelompok terhadap suatu produk atau jasa yang bertujuan untuk memberikan informasi secara personal.

Hasil analisa terhadap hasil jawaban yang diberikan responden, dapat disimpulkan bahwa variabel word of mouth mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel keputusan pembelian komsumen pada produk HABBATUSSAUDA HNI-HPAI Halal Mart BC Medan 3. Hal tersebut dapat dilihat berdasarkan hasil Uji Validitas dan Uji Reliabilitas yang dilakukan, dinyatakan bahwa 10 pernyataan pada setiap variabel adalah valid dan reliabel. Ini dibuktikan dari semua nilai indikator yang digunakan dalam penelitian ini lebih besar dari 0,207 yaitu nilai koefisien korelasi > 0,207 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid. Untuk uji reliabilitas dapat dibuktikan dari nilai Cronbach’s Alpha > 0,6 yaitu 0,892 yaitu 0,892 > 0,6 sehingga dapat disimpulkan bahwa semua indikator pada word of mouth yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan Reliabel. Kemudian dibuktikan dari nilai Cronbach’s Alpha > 0,6 yaitu 0,925> 0,6 sehingga dapat disimpulkan bahwa konsumen produk HABBATUSSAUDA HNI-HPAI semua indikator pada keputusan pembelian konsumen yang digunakan dalam penelitian ini dinyatakan Reliabel. Dari hasil analisis regresi linear sederhana, diperoleh persamaan regresi linear sederhana yaitu Keputusan Pembelian (Y) = 7.734+

0.918X interpretasi persamaan tersebut Konstanta (a) sebesar 7.734. Koefisien regresi varibel word of mouth sebesar 0.918 (positif) artinya menujukkan bahwa word of mouth berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen produk HABBATUSSAUDA HNI-HPAI Halal Mart BC Medan 3.

Berdasarkan teori Hawkins (Effendi, 2016:57) menjelaskan bahwa pengambilan keputusan konsumen adalah kesan individu yang secara hati-hati mengevaluasi atribut dari suatu produk, merek atau jasa dan melakukan proses

seleksi untuk memilih dari salah satu alternatif pemecahan masalah kebutuhan.

Dari hasil analisa secara parsial, variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen yaitu keputusan pembelian konsumen. Hal ini dapat dilihat pada tabel coefficient melalui pengujian hipotesis dan kemudian dibandingkan dengan nilai ttabel yaitu N = jumlah sampel 96 dengan a = 0,05 didapat t tabel sebesar 1,671. Maka dari hasil analisis SPSS diperoleh hasil dari tiap-tiap variabel dan dapat diketahui pengaruh word of mouth terhadap keputusan pembelian konsumen, sehingga dapat disimpulkan bahwa dari Uji Parsial (t) adalah pengaruh word of mouth (X) terhadap keputusan pembelian (Y). Hasil perhitungan nilai t hitung untuk variabel word of mouth (X) adalah 14.596> 1,671.

Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa variabel word of mouth (X) secara parsial memiliki pengaruh dan nyata (signifikan) terhadap variabel keputusan pembelian.

Hasil olah data yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa Ho yang menyatakan variabel yang menyatakan variabel word of mouth tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian ditolak, sedangkan Ha yang menyatakan word of mouth memiliki pengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen Diterima. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi, nilai R pada word of mouth sebesar 0,833 menyatakan bahwa hubungan antara variabel independen (word of mouth) terhadap variabel dependen yaitu keputusan pembelian konsumen sebesar 8,33 yang berarti hubungan antar variabel tergolong sangat erat. Dan berdasarkan nilai adjusted R square sebesar 0,694 yang berarti 69,4% keputusan pembelian dapat dipengaruhi oleh word of mouth sedangkan sisanya 30,6% dapat dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Maka dari hasil uji koefisien determinasi (R2) dapat dilihat bahwa

kemampuan variabel independen dalam memberikan informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen bernilai besar. Hal ini dapat dilihat dari apabila nilai koefisien determinasi mendekati 1, maka semakin besar kemampuan semua variabel independen dalam menjelaskan varians dari variabel dependen.

Terdapat lima indikator pada variabel word of mouth berdasarkan hasil olahan data indikator talkers, penyampaian melalui orang ke orang atau komunikasi mulut ke mulut melalui teman, keluarga dan saudara yang kemudian menceritakan tentang kehalalan produk menjadi indikator utama yang paling berkontribusi memberikan pengaruh terhadap pembelian. Melalui rekomendasi dari orang terdekat yang sudah pernah membeli Habbatussauda dan merasa puas dengan produk tersebut. Membuat konsumen menjadi yakin dengan produk tersebut. Hal ini sesuai dengan teori yang menjelaskan bahwa Word of Mouth Communication atau komunikasi dari mulut ke mulut merupakan proses komunikasi yang berupa pemberian rekomendasi baik secara individu maupun kelompok terhadap suatu produk atau jasa yang bertujuan untuk memberikan informasi secara personal. (Kotler & Keller, 2007). Selanjutnya indikator keputusan pembelian, berdasarkan olahan data variabel perilaku pasca pembelian menjadi indikator utama dalam membuat keputusan pembelian terjadi. Hal ini dikarenakan konsumen yang telah membeli produk HABBATUSSAUDA HNI-HPAI melanjutkan dengan memberi rekomendasi dan menceritakan citra yang baik mengenai produk tersebut. Hal ini juga sejalan dengan teori Perilaku dari konsumen untuk mau membeli atau tidak terhadap suatu produk dari berbagai faktor yang mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian suatu produk atau jasa, biasanya konsumen melalui beberapa tahap terlebih dahulu yaitu,

pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan membeli atau tidak dan perilaku pasca pembelian. (Kotler, 2002:184)

Hasil ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan Diyos Nugraha Eka Putra (2015) melakukan penelitian yang berjudul: “Pengaruh Word of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Pada Cafe Roti Gempol Dan Kopi Anjis”.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh Word of Mouth terhadap keputusan pembelian pada Cafe tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan data yang didapatkan melalui kuesioner danmenggunakan responden sebanyak 100 orang. Kemudian data yang didapat diolah dengan metode regresi linear sederhana menggunakan aplikasi SPSS. Dari hasil perhitungan koefisien determinasi didapatkan hasil bahwa R Square bernilai 0,348 yang berarti Word of Mouth mempengaruhi keputusan pembelian sebesar 34,81% sedangkan sisanya sebesar 65,19% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Sedangkan pada hasil uji simultan (uji-F) didapatkan hasil F hitung 52,319 yang lebih besar dari F tabel 2,31 yang berarti Word of Mouth berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian.

Dapat disimpulkan bahwa Word of Mouth berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian pada Cafe Roti Gempol dan Kopi Anjis. Perusahaan disarankan meningkatkan kualitas produk dan pelayanan sehingga menghasilkan Word of Mouth yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan pengaruhnya terhadap keputusan pembelian.

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan pada penelitian yang telah dijelaskan, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah variabel word of mouth memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel keputusan pembelian.

Berdasarkan dari hasil perhitungan Uji Instrumen yang menyatakan semua indikator yang digunakan untuk mengukur variabel yang digunakan dalam penelitian ini mempunyai nilai koefisien korelasi > 0,207. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semua pernyataan yang digunakan dalam penelitian ini adalah valid. Kemudian pada hasil pengujian Reliabilitas pada word of mouth dengan nilai Cronbach’s Alpha > 0,6 yaitu 0,892 > 0,6 hal ini membuktikan kuesioner pada penelitian ini adalah reliabel karena bernilai lebih besar dari 0,6.

Dan hasil pengujian reliabilitas pada keputusan pembelian dengan nilai Cronbach’s Alpha > 0,6 yaitu 0,925 > 0,6 hal ini membuktikan bahwa kuesioner pada penelitian ini adalah reliabel karena bernilai lebih besar dari 0,6.

Berdasarkan nilai adjusted R square sebesar 0,694 yang berarti 69,4% keputusan pembelian dapat dipengaruhi oleh word of mouth sedangkan sisanya 30,6% dapat dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Maka dari hasil uji koefisien determinasi (R2) dapat dilihat bahwa kemampuan variabel independen dalam memberikan informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variabel dependen bernilai besar. Hal ini dapat dilihat dari apabila nilai koefisien determinasi mendekati 1, maka semakin besar kemampuan semua variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen.

5.2 Saran

1. Bagi Perusahaan Halal Mart BC Medan 3

Pemilik Usaha harus meningkatkan strategi yang lebih baik dalam melakukan edukasi kegunaan produk HABBATUSSAUDA. Dengan cara menjaga kepercayaan konsumen dengan menjaga kualitas produk yang sudah diyakini kehalalannya dan khasiatnya. Sikap yang ramah juga diperlukan untuk berinteraksi secara baik kepada konsumen. Perasaan senang dan puas dari sebuah tempat berbelanja dan produk yang baik dapat membangkitan perasaan konsumen untuk melakukan pembelian meski tidak direncanakan. Sehingga proses word of mouth akan terus berkembang dengan semakin luas. Pihak perusahaan juga harus menyediakan layanan yang bisa memberikan masukan dan sarana bertanya tentang kesehatan. Seperti edukasi kesehatan, program sosialisasi herbal syariah ataupun media sosial yang bisa aktif untuk tempat bertanya pada konsumen. Sehingga masyarakat akan semakin mengenal produk HABBATUSSAUDA HNI-HPAI.

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

Kepada peneliti selanjutnya disarankan untuk menambahkan variabel pendukung lain selain word of mouth. Hal ini dimaksudkan agar informasi yang diperoleh nantinya akan lebih lengkap dan memenuhi kebutuhan peneliti selanjutnya juga bermanfaat untuk kebutuhan informasi. Penelitian berikutnya diharapkan tidak hanya menggunakan metode kuesioner namun juga melakukan wawancara terhadap pihak yang kompeten terkait dengan subjek penelitian guna memperoleh hasil penelitian yang lebih baik.

Daftar Pustaka

Hasan, Ali. 2010. Pemasaran Dari Mulut Ke Mulut (Word of Mouth Marketing).

Cetak pertama. Yogyakarta: MEDPRESS.

Hasan, M. Iqbal. 2002. Pokok-pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Bogor: Ghalia Indonesia

Hermawan, Asep dan Husna Leila Yusran. 2017. Penelitian Bisnis Pendekatan Kuantitatif. Depok: Kencana

Kelana, E. C., Ramly, Z. B. F., dan Setiawan R.I. 2018. DIKTAT KHT DASAR Kuliah Herba Thibbun Nabawi Tingkat Dasar. CELLS HNI. Halaman 86.

Kotler, Philip., dan Keller, K. L. 2007, Manajemen Pemasaran, Jilid I, Edisi Kedua belas. Jakarta: PT Indeks

. 2009. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Erlangga.

Kolter, Philip. 2002. Manajemen Pemasaran. Jilid 1, Edisi Milenium. Jakarta.

Kolter, Philip dan Armstrong, Gary. 2004. Prinsip-prinsip Pemasaran. Jakarta:

Erlangga

. . . 2008. Dasar-Dasar Pemasaran. Indeks Kelompok Gramedia : Jakarta.

Lupiyoadi Rambat & A. Hamdani. 2006. Manajemen Pemasaran Jasa. Edisi Kedua. Jakarta: Salemba Empat

Mullins John W et.al dan Orville C. Walker, JR. 2010. Marketing Management: A Strategic Decision-Making Approach. Seven Edition. New York: McGraw-Hill.

Rosen Emanuel, Zoelkifli Kasip. 2004. Kiat Pemasaran Dari Mulut ke Mulut.

Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya

Setiadi, N.J. 2008. Perilaku Konsumen. Edisi revisi. Cetakan Pertama. Jakarta:

Penerbit Kencana.

Sernovitz., A .2009. Word of Mouth Marketing : How Smart Companies Get People Talking: Kaplan, New York.

Sinulingga, Sukaria.2015. Metodologi Penelitian. Edisi Ketiga. Medan: USU Press

Sugiyono, Wibowo E. 2010. Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfa Beta.

. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D.

Bandung :Alfa Beta.

. 2012. Memahami Penelitian Kuantitatif. Bandung : Alfa Beta . 2013. Metode Penelitian Bisnis. Bandung : Alfa Beta.

. 2016. Metode Penelitian Manajemen. Bandung: Alfa Beta

Sujarweni, V. Wiratna. 2015. Metodologi Penelitian-Bisnis & Ekonomi.

Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Suliyanto. 2018. Metode Penelitian Bisnis untuk Skripsi, Tesis, & Disertasi.

Yogyakarta: Andi Offset.

Tim HNI-HPAI. 2018. Panduan Sukses. Jakarta: HNI-HPAI.

Karya Tulis Ilmiah

Aliftsa Ibrahim dan Dra. Ai Lili Yuliati, M.M (2017) melakukan penelitian yang berjudul: “Pengaruh Word of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Pada Konsumen Waroeng Steak And Shake Jln. Banteng No. 14 Bandung)”. E-Proceeding Of Management : Vol.4, No.2 Agustus 2017, Page 1855

Budi Prasetiyo dan Taopik Hidayat (2019)melakukan penelitian yang berjudul:

“Pengaruh Promosi Dan Word of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Produk Xyz Donut”. Jurnal Penelitian Ekonomi dan Akuntansi Volume IV No.1, Februari 2019.

Diyos Nugraha Eka Putra (2015) melakukan penelitian yang berjudul: “Pengaruh Word of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Pada Cafe Roti Gempol Dan Kopi Anjis”. e-Proceeding of Management : Vol.2, No.1 April 2015

| Page 758

Kiki Joesyiana (2018)melakukan penelitian yang berjudul: “Pengaruh Word of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pada Media Online Shop Shopee Di Pekanbaru (Surve Pada Mahasiswa Semester Vii Jurusan Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Riau)”. Jurnal Valuta Vol. 4 No. 1, April 2018.

Putri Rizkia Paputungan, Agus. S. Segoto dan Ferdy Roring (2018) melakukan penelitian yang berjudul: “Pengaruh Promosi Dan Word of Mouth Terhadap Keputusan Pembelian Di Oriflame Manado”. Jurnal EMBA Vol.6 No.4 September 2018, Hal. 3703 – 3712

LAMPIRAN

Kuesioner Penelitian

Pengaruh Word Of Mouth terhadap Keputusan Pembelian Produk HABBATUSSAUDA HNI-HPAI

(Studi Pada Halal Mart BC Medan 3)

Kepada Yth Saudara/ I Dengan hormat,

Saya mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara Angkatan 2016 Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis, dalam rangka menyelesaikan tugas Skripsi, saya ingin meminta bantuan dari saudara/i untuk membantu saya dalam mengisi kuesioner ini, agar saya dapat menyelesaikan penelitian saya yang meneliti

“Pengaruh word of mouth terhadap Keputusan Pembelian Produk HABBATUSSAUDA HNI-HPAI Halal Mart Business Center Medan 3. Atas ketersediaan dan waktunya saya mengucapkan terima kasih.

Hormat saya,

Aditya Chandra NOMORRESPONDEN (diisi oleh peneliti)

KUESIONER PENELITIAN

PENGARUH WORD OF MOUTH TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN

(STUDI PADA KONSUMEN PRODUK HABBATUSSAUDA HALAL NETWORK INTERNATIONAL HERBA PENAWAR ALWAHIDA

INDONESIA (HNI-HPAI) HABBATUSSAUDA DI HALAL MART BC MEDAN 3)

Petunjuk Pengisian:

1. Responden hanya dapat memilih satu pilihan saja dan berikan tanda silang (X) pada jawaban yang anda pilih.

2. Isilah seluruh pertanyaan yang diajukan kepada responden.

I. IDENTITAS RESPONDEN

1. Nomor Responden (diisi oleh peneliti)

2. Jenis Kelamin: a. Pria b. Wanita

3. Usia:

a. 16-20 Tahun d. 31-35 Tahun b. 21-25 Tahun e. > 35 Tahun c. 26-30 Tahun

4. Berapa uang saku/pendapatan per-bulan:

a. < Rp 1.000.000

b. Rp 1.00.001 – Rp 1.500.000 c. Rp 1.500.001 – Rp 2.000.000 d. Rp 2.000.001 – Rp 2.500.000 e. > Rp 2.500.000

5. Frekuensi berapa kali membeli produk HABBATUSSAUDA HNI-HPAI dalam waktu sebulan

a. 1 Kali c. 4 – 5 Kali

6. Dari mana Informasi pertama kali mengetahui tentang produk HABBATUSSAUDA HNI-HPAI?

a. Teman/Keluarga/Saudara b. Sales HNI-HPAI

c. Brosur/Baliho/Pamflet d. Internet/Sosial Media e. Televisi/Iklan

f. Lainnya II. KUESIONER

1. Responden hanya dapat memilih satu pilihan saja dan berikan tanda centang/

cheklist (√) pada jawaban yang anda pilih.

2. Isilah pernyataan yang diajukan kepada responden dengan jawaban yang paling sesuai dengan pendapat saudara/i.

Kriteria Penelitian:

No Jawaban Responden Skor

1 Sangat Setuju (SS) 5

2 Setuju (S) 4

3 Netral 3

4 Tidak Setuju (TS) 2

5 Sangat Tidak Setuju (STS) 1

Word of Mouth (X) keluarga, kerabat) yang telah terlebih dahulu membeli produk HNI-HPAI

Saat memberi informasi seseorang

menyampaikan bahwa produk

HABBATUSSAUDA HNI-HPAI memiliki berbagai macam khasiat

2

Saat memberi informasi seseorang menyampaikan bahwa pelayanan produk HABBATUSSAUDA HNI-HPAI sangat memuaskan

Tools (Alat) 1

Saya mendapatkan informasi tentang produk HABBATUSSAUDA HNI-HPAI melalui orang yang menjelaskannya dengan bantuan media sosial

2

Saya mendapatkan informasi melalui orang yang membicarakan pengalamannya setelah membeli produk HABBATUSSAUDA HNI-HPAI

Talking Part (Partisipasi)

1

Saat seseorang memberikan informasi kepada saya di dalam sebuah percakapan, lainnya yang juga ikut berpartisipasi dan menceritakan hal-hal positif tentang produk HABBATUSSAUDA HPAI akan dapat menambah keyakinan saya atas informasi yang disampaikan.

Tracking (Pengawasan) 1

Menurut saya pihak HPAI perlu menyediakan layanan konsumen yang

mudah dalam memberikan masukan atau kritik saran kepada perusahaan

2

Menurut saya pihak HPAI juga perlu memantau serta merespon setiap informasi pada layanan konsumen (email, mention, sms maupun platform media sosial lainnya).

Keputusan Pembelian (Y) memperolah informasi tentang produk HABBATUSSAUDA HNI-HPAI

2 Saya akan merekomendasikan produk HABBATUSSAUDA HNI-HPAI kepada pihak lain

Foto Bersama Owner Halal Mart BC Medan 3

Halal Mart BC Medan 3

Hasil Uji Validitas Variabel X

Correlations

X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10

TOT AL X1 Pearson Correlation 1 ,564** ,555** ,452** ,190 ,489** ,378** ,401** ,364** ,312** ,636*

*

Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,063 ,000 ,000 ,000 ,000 ,002 ,000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

X2 Pearson Correlation ,564** 1 ,755** ,661** ,431** ,470** ,505** ,535** ,547** ,523** ,814*

*

Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

X3 Pearson Correlation ,555** ,755** 1 ,648** ,383** ,472** ,521** ,541** ,428** ,423** ,778*

*

Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

X4 Pearson Correlation ,452** ,661** ,648** 1 ,445** ,480** ,570** ,508** ,345** ,303** ,749*

*

Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,001 ,003 ,000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

X5 Pearson Correlation ,190 ,431** ,383** ,445** 1 ,451** ,513** ,521** ,211* ,164 ,628*

*

Sig. (2-tailed) ,063 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,039 ,111 ,000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

X6 Pearson Correlation ,489** ,470** ,472** ,480** ,451** 1 ,640** ,570** ,385** ,292** ,737*

*

Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,004 ,000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

X7 Pearson Correlation ,378** ,505** ,521** ,570** ,513** ,640** 1 ,710** ,390** ,289** ,783*

*

Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,004 ,000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

X8 Pearson Correlation ,401** ,535** ,541** ,508** ,521** ,570** ,710** 1 ,474** ,424** ,794*

*

Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

X9 Pearson Correlation ,364** ,547** ,428** ,345** ,211* ,385** ,390** ,474** 1 ,832** ,676*

*

Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,001 ,039 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

X10 Pearson Correlation ,312** ,523** ,423** ,303** ,164 ,292** ,289** ,424** ,832** 1 ,614*

*

Sig. (2-tailed) ,002 ,000 ,000 ,003 ,111 ,004 ,004 ,000 ,000 ,000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 TOTAL Pearson Correlation ,636** ,814** ,778** ,749** ,628** ,737** ,783** ,794** ,676** ,614** 1

Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Hasil Uji Validitas Variabel Y

Correlations

Y1 Y2 Y3 Y4 Y5 Y6 Y7 Y8 Y9 Y10 Y11 TOTAL

Y1 Pearson Correlation 1 ,405** ,435** ,339** ,542** ,430** ,351** ,489** ,441** ,417** ,443** ,641**

Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,001 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

Y2 Pearson Correlation ,405** 1 ,610** ,551** ,537** ,397** ,591** ,637** ,611** ,699** ,559** ,773**

Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

Y3 Pearson Correlation ,435** ,610** 1 ,430** ,495** ,304** ,715** ,669** ,734** ,772** ,668** ,798**

Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000 ,003 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

Y4 Pearson Correlation ,339** ,551** ,430** 1 ,558** ,345** ,267** ,424** ,510** ,427** ,416** ,628**

Sig. (2-tailed) ,001 ,000 ,000 ,000 ,001 ,008 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

Y5 Pearson Correlation ,542** ,537** ,495** ,558** 1 ,535** ,500** ,491** ,624** ,631** ,658** ,785**

Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

Y6 Pearson Correlation ,430** ,397** ,304** ,345** ,535** 1 ,500** ,408** ,415** ,443** ,448** ,640**

Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,003 ,001 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

Y7 Pearson Correlation ,351** ,591** ,715** ,267** ,500** ,500** 1 ,702** ,678** ,768** ,737** ,802**

Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,008 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

Y8 Pearson Correlation ,489** ,637** ,669** ,424** ,491** ,408** ,702** 1 ,687** ,706** ,715** ,814**

Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

Y9 Pearson Correlation ,441** ,611** ,734** ,510** ,624** ,415** ,678** ,687** 1 ,774** ,711** ,844**

Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

Y10 Pearson Correlation ,417** ,699** ,772** ,427** ,631** ,443** ,768** ,706** ,774** 1 ,744** ,865**

Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

Y11 Pearson Correlation ,443** ,559** ,668** ,416** ,658** ,448** ,737** ,715** ,711** ,744** 1 ,842**

Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

TOTAL Pearson Correlation ,641** ,773** ,798** ,628** ,785** ,640** ,802** ,814** ,844** ,865** ,842** 1

Sig. (2-tailed) ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000 ,000

N 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96 96

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Dalam dokumen SKRIPSI. Disusun Oleh : ADITYA CHANDRA (Halaman 91-0)

Dokumen terkait