DAFTAR PUSTAKA
HASIL WAWANCARA KOORDINATOR KEAGAMAAN
Nama : Tuti Ani M.Ag
Hari/Tanggal : Rabu, 26 September 2018 Waktu : 14.30 s.d selesai
Tempat : Ruang Guru
Pertanyaan
1. Sudah berapa lama sekolah mengimplementasikan program pembiasaan tadarus al-Qur’an ?
Jawaban : Program pembiasaan tadarus ini dilakukan terhitung sejak dari tahun 2010. Sampai dengan sekarang .
2. Apa yang menjadi latar belakang pelaksanaan tadarus al-Qur’an di sekolah ?
Jawaban : Untuk membiasakan peserta didik membaca al-Qur’an setiap hari agar menjadi kebutuhan pokok mereka yang tidak bisa mereka tinggalkan sebagai seorang muslim yang baik. Tentunya pembiasaan ini dilakukan sejak dini agar mereka terbiasa dalam melaksanakan kegiatan ibadah lainnya. Tidak hanya disekolah namun dirumah mereka juga dan untuk penanaman nilai kegamaan agar peserta didik tidak terombang ambing dengan pesatnya perkembangan zaman dan juga menyangkut visi misi sekolah.
3. Apa saja tujuan pelaksanaan kegiatan tadarus al-Qur’an ?
Jawaban : Tujuan pembiasaan tadarus al-Qur’an bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik dengan menanamkan nilai-nilai religius, sikap yang sangat mencintai kitab suci al-Qur’an, menumbuhkan sikap disiplin, dan juga melatih siswa agar terbiasa malantukan ayat suci al-Qur’an dengan baik dan membiasakan siswa berakhlak mulia, terbiasa membaca al-Qur’an dan mengamalkan kegiatan yang positif dilingkungan rumah dan sekolah, tentunya juga mengembangkan minat baca siswa.
4. Bagaimana efektifitas pembiasaan tadarus al-Qur’an di MTs Negeri 2 Jakarta ?
Jawaban : Kegiatan ini berjalan dengan baik. Walaupun masih banyak kendala yang terjadi. Namun metode yang diterapkan saat ini menurut saya lebih efektif dibandingkan metode sebelumnya.
5. Bagaimana metode tersebut diterapkan? Apa perbedaannya metode yang sekarang dilaksanakan dengan metode sebelumnya ?
Jawaban : Metode pertama, kegiatan tadarus dilaksanakan di kelas masing, diawasi dengan guru mata pelajaran dan dikontrol guru piket, masing-masing bacaan yang dibaca berbeda tergantung bacaan masing-masing-masing-masing, belum ada buku pedoman yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan, belum ada evaluasi yang berkaitan dengan kegiatan ini, siswa kurang antusias dan tidak terlihat disiplin dalam melaksanakan kegiatan tersebut dan tidak efektif. Metode saat ini, kegiatan tadarus al-Qur’an dilaksanakan di lapangan secara bersama-sama, materi yang dibaca sama, ada siswa yang memimpin bacaan tadarus, diawasi dengan guru, guru juga ikut membaca, anak-anak terlihat antusias dan semua membaca al-Qur’an, tidak bercanda maupun ngobrol, dan lebih semangat keliatannya dibanding metode pertama.
6. Apakah ketika kegiatan tadarus Al-Qur’an berlangsung terdapat hambatan yang ibu/bapak rasakan ?
Jawaban : Hambatan yang terjadi paling dari anak-anak. Yang harusnya mereka sudah wudhu di rumah, tapi masih ada yang belum wudhu atau batal dijalan. Kepala sekolah sudah memberikan ketentuan untuk siswa agar membawa al-Qur’an masing-masing, namun ada saja yang tidak membawa, masih ada siswa yang tidak membaca.
7. Bagaimana perkembangan dalam pelaksanaan kegiatan tadarus al-Qur’an di sekolah ?
Jawaban : Cukup baik. Karena saat ini mulai bulan Maret 2018 sudah ada perubahan metode dalam kegiatan. Yang tadinya baca dikelas sekarang baca dilapangan secara berjamaah kemudian dilanjutkan dengan sholat dhuha berjamaah.
8. Apakah hasil positif yang dirasakan para guru dengan adanya program pembiasaan tadarus Al-Qur’an ?
Jawaban : Anak-anak jadi terbiasa baca al-Qur’an, mereka juga lebih disiplin sejak diterapkan metode yang sekarang. Sholat Dhuha berjamaah juga semua melaksanakan. Kalo yang dulu itu ga semua, jadi 3 kelas yang sholat Dhuha selebihnya tadarus al-Qur’an. Kalo metode sekarang semua melakukan tadarus al-Qur’an kemudian setelah itu sholat Dhuha berjamaah di lapangan. 9. Pada saat kegiatan berlangsung adakah pembimbing khusus atau selaku
koordinator kegamaan yang memimpin berjalannya kegiatan tadarus tersebut?
Jawaban : Kalo koordinator palaksanaan kegiatan ada. Saya sendiri dan Bpk Taufik. Tapi kalo yang memimpin bacaan tadarus al-Qur’an itu siswa yang dipilih yang dianggap mampu dan sudah bisa membaca al-Qur’an dengan baik. Kalo guru dan koordinator kegamaan mengawasi dan ikut membaca dibelakang siswa biasanya.
10. Apakah kegiatan tersebut hanya diberlakukan untuk siswa ?
Jawaban : Ya. Karena guru memiliki program tersendiri di grup Whatsapp. Untuk kegiatan membaca al-Qur’an itu. Tetapi dianjurkan sekali guru-guru mengawasi semua peserta didik dalam kegiatan tadarus al-Qur’an. Tentunya kita semua bekerja sama dalam kegiatan-kegiatan ekstra maupun intra sekolah.
11. Bagaimana kemampuan siswa dalam membaca al-Qur’an ? apakah sudah baik, atau masih rendah?
Jawaban : Alhamdulillah sudah baik, walaupun msih ada yang belum faham betul tentang kaidah tajwid dan cara bacanya. Namun untuk membaca sejauh ini lumayan baik. Berdasarkan fakta karena saya mengajar di kelas juga jadi terlihat mana siswa yang mampu membaca al-Qur’an dengan baik sesuai kaidah tajwid, mana yang hanya sekedar mampu membaca namun tidak terlalau memperhatikan kaidah tajwidnya.
12. Apa yang menjadi faktor pendukung dalam pelaksanaan kegiatan tadarus al-Qur’an ?
Jawaban : Faktor pendukung dalam pelaksanaan kegiatan tadarus al-Qur’an di sekolah salah satunya yaitu adanya fasilitas atau sarana prasarana yang memadai, kegiatan akan berjalan dengan baik jika terdapat fasilitas yang menunjang. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti bahwa sarana dan prasarana MTs Negeri 2 telah memenuhi standar. Dan tentunya berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan yang peneliti amati terkaitan program pembiasaan tadarus al-Qur’an di sekolah. Dari segi tempat sudah memadai, kemudian sound system, mic, karpet ataupun terpal dan kitab suci al-Qur’an sebagai alat atau media dalam pelaksanaan kegiatan adanya perhatian khusus dari kepala sekolah, dewan guru nmaupun koordinator keagamaan, dan juga kemampuan siswa dalam membaca al-Qur’an tentunya.
Selain itu dewan guru juga selalu memberi arahan, perhatian ekstra dan juga motivasi kepada siswa setiap harinya, tentunya juga memberikan hadis ataupun firman Allah swt sebagai penguat dalam motivasi tersebut. Begitu juga sejarah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw adalah salah satu suri tauladan yang patut kita teladani.
95
Lampiran 5
HASIL WAWANCARA KOORDINATOR KEAGAMAAN
Nama : Taufik Husein S.S
Hari/Tanggal : Rabu, 26 September 2018 Waktu : 11.00 s.d selesai
Tempat : Ruang Pertemuan
Pertanyaan
1. Apa yang menjadi latar belakang pelaksanaan tadarus al-Qur’an di sekolah ?
Jawaban : Latar belakangnya, untuk mewujdukan visi misi sekolah. Menjadikan siswa/siswi memiliki bekal ibadah dari sejak dini untuk masa depannya, membiasakan anak agar terbiasa melakukan kegiatan agama. Dan menciptakan suasana yang religius di lingkungan sekolah terutama.
2. Apa saja tujuan pelaksanaan kegiatan tadarus al-Qur’an ?
Jawaban : Agar peserta didik terbiasa membaca al-Qur’an dengan baik, lantang dan menjadikan kegiatan membaca al-Qur’an itu adalah suatu keharusan pada diri mereka. Bisa dibilang ibadah wajib selain sholat lima waktu. Tentu agar ketika mereka lulus dari MTs Negeri 2 mereka sudah dibekali nilai keagamaan. Maka bukan hanya tadarus saja yang ada.
3. Bagaimana efektifitas pembiasaan tadarus al-Qur’an di MTs Negeri 2 Jakarta?
Jawaban : Sejauh ini sudah efektif. Karena sejak kepala sekolahnya ganti itu ada perubahan metode dalam kegiatan tadarus ini. Menurut saya metode yang sekarang itu lebih efektif dari yang dulu. Namun sejauh ini setelah berjalan metode yang baru alhamdulillah terlihat lebih efektif dari pada sebelumnya. siswa antusias dan sangat bersemangat dalam mengikuti kegiatan tersebut. Walapun masih banyak yang tidak mentaati aturan yang berlaku.
4. Apakah ketika kegiatan tadarus al-Qur’an berlangsung terdapat hambatan yang ibu/bapak rasakan ?
Jawaban : Hambatan ada aja pasti. Tapi biasanya dari anak-anak sendiri. Mereka kurang disiplin, kurang pengawasan mungkin dan kurang menghargai waktu. Tapi lama-kelamaan dari pertama kemudian sekarang alhamdulillah selalu ada perkembangan baik. Dan selalu ada evaluasi dan langsung diterapin lagi solusinya.
Menurut saya kalo dalam pelaksanaan kegiatan ga ada yang mengawasi, akibatnya siswa tidak mengikuti kegiatan dengan baik. Namun, pelaksanaan kegiatan tadarus di sekolah diharapkan dapat berjalan dengan baik. Maka koordinator keagamaan dan kepala madrasah selalu rajin mengingatkan dewan guru untuk secara bergantian mengawasi peserta didik dalam setiap kegiatan. Maka pengawasan yang ekstra harus selalu di laksanakan dalam setiap kegiatan terutama kegiatan pembiasaan tadarus-al-Qur’an.
5. Bagaimana perkembangan dalam pelaksanaan kegiatan tadarus Al-Qur’an di sekolah ?
Jawaban : Ya itu tadi. Menurut saya perkembang sudah cukup baik. Dari metode yang pertama dengan yang sekarang itu sangat berbeda.
6. Apakah ada evaluasi khusus mengenai kegiatan tadarus Al-Qur’an ? Jawaban : Ada. Kalo lagi rapat evaluasi tia bulan biasanya juga dibahas. Tapi kadang juga secara langsung. Tanpa di acara rapat kegiatan tadarus bisa berubah ketentuannya. Karena terlihat kurang efektif kurang disiplin maka secara langsung di infomasikan bagaimana seharusnya dilakukan.
Contoh : Abis tadarus kan sholat Dhuha. Mereka ada yang naro qur’an di bawah. Kan ga boleh. Makanya disediakan meja disisi kana kiri depan belakang siswa.
Yang awalnya materinya : Kelas VII Juz 1-10 , kelas VIII Juz 11-20, kelas IX Juz 21-30. Terus diganti jadi bacaannya serempak semua. Karena terlihat ga kondusif dan kedengerannya juga ga enak.
7. Apakah hasil positif yang dirasakan para guru dengan adanya program pembiasaan tadarus Al-Qur’an ?
Jawaban : Anak-anak jadi lebih disiplin, yang tadinya banyak yang suka terlambat lama-kelamaan karena tadarus di lapangan jadi lebih sedikit yang
terlambat, mereka lebih antusias baca qur’annya dibanding metode pertama yang dilakukan di kelas masing-masing, ada kerja samanya, ada motivasinya juga. Karena terbiasa tadarus setiap hari anak-anak jadi mudah melantunkan bacaan al-Qur’an gak terlalu terbata-bata walaupun masih ada saja yang belum baik.
8. Pada saat kegiatan berlangsung adakah pembimbing khusus atau selaku koordinator kegamaan yang memimpin berjalannya kegiatan tadarus tersebut?
Jawaban : Kalo pembimbing khusus ga ada. Tapi kalo penanggung jawab kegiatan keagamaan ada. Saya dan bu Tuti.
Jadi pada saat kegiatan tadarus berlangsung ada guru yang mengawasi setiap pagi secara bergantian sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan.
9. Menurut bapak apakah kegiatan tadarus al-Qur’an menjadi dasar sebagai program penanaman nilai-nilai kegamaan pada siswa?
Jawaban : Ya tentu saja. Penerapan program pembiasaan tadarus al-Qur’an di MTs Negeri 2 Jakarta adalah salah satu kegiatan sebagai pendukung pendidikan karakter siswa. Karena penanaman nilai keagamaan harus diterapkan sejak dini, selain itu juga sebagai upaya internalisasi nilai ajaran Islam.
Disamping itu kegiatan yang diterapkan di MTs Negeri 2 tidak hanya tadarus al-Qur’an namun juga ada kegiatan sholat Dhuha berjamaah dan juga program Habitual Curriculum yang diterapkan setelah adanya pergantian kepala madrasah bulan Maret lalu. Menurut saya program ini juga agar menciptakan suasana yang religius, siswa juga cinta sama al-Qur’an dan membiasakan siswa untuk membaca al-Qur’an setiap hari.
10. Bagaimana kemampuan siswa dalam membaca al-Qur’an ? Apakah sudah baik, atau masih rendah?
Jawaban : Kalo dibilang rendah engga. Karena dilihat dari PPDB. Kriteria salah satunya lulus PPDB itu bisa baca al-Qur’an walaupun belum sesuai sama kaidah tajwid. Yang ga bisa sama sekali ketika di tes PPDB itu mereka ga lulus. Jadi menurut saya kemampuan mereka dalam baca al-Qur’an itu
cukup baik. Hanya perlu pembinaan khusus saja dan dibiasakan tadarus qur’an. Karena di MTs Negeri 2 Jakarta belum menerapkan ektrakurikuler BTQ. Namun di MTs terdapat mata pelajaran kaligrafi yang penerapan dan materinya hampir sama seperti Baca Tulis Qur’An (BTQ).
11. Menurut bapak apa saja faktor pendukung dalam pelaksanaan kegiatan tadarus al-Qur’an ?
Jawaban : Menurut saya faktor pendukungnya yaitu bisa dari sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan tersebut kemudian kemampuan siswa dalam membaca al-Qur’an. Kemampuan siswa siswi MTs Negeri 2 Jakarta tergolong cukup baik, tidak dikatakan rendah dan juga tidak dikatakan bagus sekali. Minimal siswa siswi yang bersekolah di MTs Negeri 2 Jakarta memiliki kemampuan membaca al-Qur’an jika mereka tidak sama sekali mampu membaca al-Qur’an maka ketika adanya seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mereka tidak dikategorikan lulus. Maka kemampuan siswa dalam membaca al-Qur’an dalam kegiatan tadarus al-Qur’an ini juga dibutuhkan.
99
Lampiran 6