• Tidak ada hasil yang ditemukan

VI. HASIL DAN PEMBAHASAN

6.3. Analisis Faktor Internal dan Eksternal

6.3.1. Identifikasi Faktor Internal (Kekuatan dan

Identifikasi faktor-faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan perusahaan digunakan untuk menyusun dan matriks Internal Factor Evaluation

(IFE). Aspek-aspek yang ditinjau dalam mengidentifikasi faktor internal meliputi manajemen, pemasaran, keuangan/ akutansi, dan produksi/ operasi.

Faktor-faktor internal yang menjadi kekuatan bagi usaha budidaya pepaya California Gapoktan lembayung yaitu :

1. Struktur organisasi dan pembagian tugas yang jelas

Struktur organisasi yang terdapat pada Gapoktan Lembayung sudah tertata dan jelas. Struktur organisasi ini terbentuk ketika pembentukan awal Gapoktan Lembayung. Dengan adanya strtuktur yang jelas, maka pembagian tugas antara dari ketua sampai anggota tidak saling tumpang tindih. Sekretaris dan bendahara juga menjalankan tugas dengan baik sehingga tidak harus membebankan pada ketua. Dengan adanya struktur dan pembagian tugas yang jelas, maka Gapoktan Lembayung dapat menjalankan manajemennya secara baik.

2. Hubungan baik antar ketua dan anggota Gapoktan

Hubungan kekeluargaan antara ketua dan anggota Gapoktan lain merupakan salah satu kekuatan Gapoktan. Para petani disini saling membantu dalam pengadaan bibit dan pupuk dalam aktivitas pertaniannya. Ketua dari Gapoktan Lembayung juga menjual bibit pepaya California hasil produksinya dengan sangat murah di banding di jual pada konsumen lain. Dengan adanya pertemuan Gapoktan maupun Poktan, menjadikan hubungan kekeluargaan antar petani ini semakin kuat dan akrab.

3. Promosi dari internet dan brosur profil Gapoktan

Promosi merupakas salah satu hal penting bagi pemasaran suatu produk. Promosi yang dilakukan oleh Gapoktan Lembayung merupakan kekuatan yang di milikinya. Promosi produk lewat internet merupakan promosi yang dapat menjangkau konsumen secara luas, sehingga konsumen dari seluruh pelosok Indonesia mengetahui Gapoktan Lembayung menjual bibit dan buah peyaya California. Usaha promosi lainnya yang di fasilitasi oleh tim penyuluh yaitu brosur profil Gapoktan. Brosur ini berisi identitas Gapoktan dan Komoditi unggulan Gapoktan Lembayung yaitu pepaya California.

88

4. Kesuburan tanah

Kesuburan tanah mempengaruhi produktivitas dan kualitas tanaman yang di kembangkan. Tanah pada desa Cikopomayak sangat subur bagi budidaya pertanian khususnya tanaman perkebunan. Komoditi seperti pepaya, kacang- kacangan, terong dan padi tumbuh subur didaerah ini. Menurut para penyuluh, tanah yang subur yang terdapat didaerah ini merupakan suatu potensi yang dimiliki oleg Gapoktan lembayung untuk dimanfaatkan dalam bidang pertanian.

5. Bibit dan pupuk produksi sendiri

Produk-produk pertanian unggulan oleh Gapoktan Lembayung yaitu pepaya California. Petani Gapoktan Lembayung telah mampu memproduksi input pertaniannya secara mandiri. Bibit pepaya California dapat di produksi sendiri baik untuk ditanam sendiri maupun di jual pada konsumen akhir. Pupuk juga mereka dapatkan secara mudah dengan mengambil berbagai kotoran ternak yang di ubah menjadi pupuk kandang. Pupuk tersebut diperoleh secara Cuma-cuma karena masyarakat desa Cikopomayak memiliki rasa kekeluargaan sehingga para peternak merasa tidak keberatan untuk para petani mengambil kotoran tersebut untuk di jadikan pupuk kandang.

Faktor-faktor internal yang menjadi kelemahan usaha budidaya pepaya California Gapoktan lembayung yaitu :

1. Program perencanaan Gapoktan tdak tertulis

Kelemaham yang dimiliki oleh Gapoktan lembayung yaitu belum adanya bukti secara tertulis program-program rencana gapoktan kedepan. Program- program ini masih sebatas pembicaraan dan belum ditulis sebagai target-target yang ingin dicapai. Hal ini merupakan kelemahan yang terdapat dalam manajemen dari Gapoktan Lembayung ini.

2. Jaringan pemasaran yang masih terbatas pada tengkulak

Pemasaran produk yang dilakuakn oleh Gapoktan Lembayung yaitu melaui tengkulak dan langsung ke konsumen akhir. Kelemahan pada pemasaran disnis yaitu, jaringan pemasaran tersebut sebagian besar masih pada tengkulak. Tengkulak yang selalu datang seminggu sekali ini, selalu mengambil hasil panen pepaya California pada petani anggota Gapoktan Lembayung. hampir 80% hasil

89 panen pepaya California di jual pada tengkulak dan hanya sebagian pada konsumen akhir dan pada pemesan lewat internet. Disini pemahaman pemasaran secara luas juga masih minim di benak petani dan petani hanya ingin menghasilkan keuntungan dengan cepat walaupun lebih kecil dari pada menjual pada konsumen akhir.

3. Pencatatan data dan keuangan masih sederhana

Pecatatan data seperti hasil penjualan hasil panen melalui Gapoktan masih sederhana. Pencatatan ini hanya sebatas pemasukan yang diperoleh dari hasil penjualan pepaya Califiornia. Pencatatan ini harus lebih detail dan rapi seperti biaya yang dikeluarkan saat produksi dan biaya lain sehingga dapat di ketahui pasti perhitungan keuntungan.

4. Keterbatasan modal usaha anggota

Modal merupakan unsur penting dalam kelangsungan suatu usaha. Modal yang digunakan dalam budidaya pepaya California ini biasanya berasal dari modal pribadi petani anggota Gapoktan. Dengan asal modal usahatani dari diri petani sendiri, menyebabkan petani mengalami kurangan dan keterbatasan modal dalam menjalankan usanhanya. Para petani juga berharap bahwa ada bantuan modal bagi petani untuk tambahan modal bagi kelangsungan usahanya.

5. Peralatan pertanian masih sederhana

Peralatan pertanian petani masih sangat sederhana. Dalam bidanh produksi, petani hanya menggunakan cangkul, garpu tanah dan alat penyiram tanaman. Untuk hasil panen, peralatan yang gunakan juga belum lengkap. Hasil panen hanya di kumpulkan pada suatu tempat untuk di angkut oleh tengkulak. Pengemasan produk bagi konsumen juga belum ada, hanya pengemasan plastik sederhana yang dilakukan dalam penjualan benih dan benih dalam polybag.

6. Sistem pengairan tadah hujan

Kelemahan berikutnya yaitu sistem pengairan Gapoktan lembayung masih menggunakan sistem tadah hujan. Ini merupakan suatu kelemahan apabila musim kemarau datang dan hanya dilakukan penyiraman secara manual. Sampai saat ini, sistem pengairan irigasi belum diterapkan di desa Cikopomayak.

90

Tabel 12. Kekuatan dan Kelemahan yang Dihadapi Gapoktan Lembayung

Faktor Internal Kekuatan Kelemahan

Manajemen

• Struktur organisasi dan pembagian tugas yang jelas

• Hubungan baik antar ketua dan anggota Gapoktan

• Program perencanaan Gapoktan tidak tertulis

Pemasaran

• Promosi dari internet dan brosur profil Gapoktan

• Jaringan pemasaran yang masih terbatas pada tengkulak

Kekuangan/ akutansi

• Pencatatan data dan keuangan masih sederhana • Keterbatasan modal usaha anggota Produksi/ Operasi • Kesuburan tanah

• Bibit dan pupuk produksi sendiri

• Peralatan pertanian masih sederhana

• Sistem pengairan tadah hujan

Dokumen terkait