• Tidak ada hasil yang ditemukan

VI. HASIL DAN PEMBAHASAN

6.5. Tahap Pencocokan ( Matching Stage )

Tahap pencockan merupakan tahap selanjutnya dari tahap masukan. Pada tahap ini hasil identifikasi faktor internal seperti kekuatan dan kelemahan serta faktor eksternal seperti peluang dan ancaman dipadukan. Pada tahap ini, alat analisis yang digunakan yaitu matriks IE (Internal-External) dan matriks SWOT (Strengths-Weaknesses-Opportunities-Threats).

6.5.1. Matriks IE (Internal-External) Gapoktan Lembayung

Matriks IE merupakan matrik yang menunjukan posisi Gapoktan Lembayung dalam sembilan sel yang ada dan menunjukan strategi apa yang dapat diambil berdasarkan posisi sel yang di tempatinya. Matriks IE didasarkan pada skor bobot dua matriks IFE dan EFE. Total matriks IFE Gapoktan Lembayung sebesar 2,639 yang menggambarkan bahwa usaha pepaya California gapoktan Lembayung berada pada kondisi internal rata-rata. Skor total dari matriks EFE Gapoktan Lembayung sebesar 3,102 yang menggambarkan bahwa usaha pepaya California gapoktan Lembayung berada pada kondisi eksternal yang tinggi. Berdasarkan nilai skor pada kedua matriks IFE dan EFE maka posisi usaha pepaya California Gapoktan Lembayung berada pada sel II yang artinya usaha tersebut berada dalam kondisi internal yang menengah atau rata-rata dan kondisi eksternal di respon tinggi oleh Gapoktan Lemabyung. Pada sel II ini usaha Gapoktan Lembayung dapat digambarkan sebagai tumbuh dan membangun (Growth and Build). Strategi yang dapat diterapkan yaitu strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk) atau strategi integratif (integrasi kebelakang, integrasi kedepan dan integrasi horizontal).

Pada strategi intensif seperti penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk memang mengharuskan danya upaya iang intensif agar Gapoktan lembayung memiliki posisi daya saing lebih tinggi. Pada sytaregi intensif ini yang belum dapat diterapkan oleh Gapoktan Lembayung yaitu pengembangan produk. Produk yang diusahakan menjadi usaha Gapoktan Lembayung masih pada pepaya California dan mungkin komoditi pertanian lain sebagai sampingan.

100

Skor Bobot Total IFE

Kuat Rata-rata Lemah 4,0-3,0 2,99-2,0 1,99-1,0 4,0 3,0 2,0 1,0

Skor Bobot Tinggi

Total 3,0

EFE Sedang

2,0 Rendah

1,0

Gambar 11. Matriks IE Usaha Budidaya Pepaya California Gapoktan Lembayung

Strategi yang selanjutnya yaitu strategi integratif yang meliputi strategi integrasi kebelakang, kedepan dan integrasi horizontal yang dimaksudkan agar Gapoktan Lembayung dapat memperoleh kendali atas distributor, pemasok atau pesaing.

6.5.2. Alternatif Strategi

Berdasarkan hasil dari identifikasi faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan serta faktor eksternal berupa peluang dan ancaman, maka dapat diformulasikan alternatif-alternatif strategi Beberapa strategi alternatif yang dapat diterapkan Gapoktan Lembayung dalam usaha pepaya California yaitu:

1. Memperluas jaringan pemasaran dan distribusi secara intensif untuk meningkatkan penjualan (S1). Stretegi ini bertujuan untuk memperluas jaringan pemasaran dan distribusi yang awalnya hanya terbatas pada tengkulak saja. Perluasan jaringan dan distribusi ini berfungsi agar dalam menjual hasil produknya Gapoktan Lembayung dapat memperpendek jalur distribusi ke konsumen akhir dari pada hanya menjual pada tengkulak. Dengan jaringan yang luas serta distribusi ke kansumen akhir secara

I II III

IV V VI

101 langsung, maka akan berdampak pada perolehan keuntungan yang lebih besar.

2. Stretegi lain yang dapat diterapkan adalah meningkatkan kapasitas produksi papaya California guna memenuhi permintaan pasar (S2). Permintaan pepaya california yang sangat tinggi belum mampu di penuhi oleh Gapoktan Lembayung. usaha untuk meningkatkan kapasitas produksi ini ditempuh untuk memenuhi permintaan tersebut. Dengan menggunakan tanah subur yang dimiliki, hubungan antar anggota yang harmonis dan dapat memanfaatkan peluang yang ada seperti program dinas pertanian dan perkembangan teknologi diharapkan Gapoktan Lembayung dapat meningkatkan hasil produksi pepaya californianya.

3. Meningkatkan kekuatan dalam hal modal bagi para anggota petani dengan memanfaatkan program permodalan yang ada (S3). Adanya peluang pemerintah dengan mengucurkan dana PUAP pada Gapoktan-gapoktan setiap desa memberikan peluang tambahan dalam hal promodalan. Pihak Gapoktan Lembayung harus tanggap terhadap peluang ini. Program ini dapat membantu kebutuhan modal yang sebelumnya sulit bagi para petani serta menambah semangat dan motivasi petani dalam menjalankan usahatani pepaya Californianya.

4. meningkatkan kemampuan manajerial, akutansi, teknik budidaya dan teknologi yang digunakan dengan mempelajari perkembangan teknologi dan mengikuti pelatihan (S4). Manajemen yang diterapkan oleg Gapoktan Lemabyung dan teknologi yang digunakan masih sederhana. Gapoktan lembayung dapat memanfaatkan penyuluh serta aparat desa yang selalu mendukung petani Gapoktan Lembayung dalam usaha budidaya pepaya California. Pelatihan dan pengajaran teknik budidaya dan penggunaan teknologi pertanian dari penyuluh harus dimanfaatkan secara intensif oleh petani-petani Gapoktan. Jika pelatihan hanya diperuntukan pada sebagian petani maka diharapkan setiap pertemuan Gapoktan informasi itu diteruskan pada petani-petani lain.

5. membuat dan membangun sarana promosi serta informasi untuk meningkatkan dan menjaga kepercayaan konsumen terhadap kualitas (S5).

102 Pembuatan dan pembangunan sarana promosi dan identifikasi produk Gapoktan merupakan bentuk pemberitahuan pada konsumen terhadap identitas produk. Pembuatan label bisa dilakukan untuk menjalankan strategi ini karena ditujukan sebagai sarana mempermudah konsumen mengenali produk pepaya berkualitas yang dihasilkan Gapoktan Lembayung. selain itu adanya label memberikan kepercayaan lebih konsumen terhadap suatu produk.

6. mempertahankan dan menjaga kekontinuitas produksi dan meningkatkan kualitas produk (S6). Ancaman terbesar dalam usaha budidaya pepaya California Gapoktan Lembayung yaitu perkembangan hama, penyakit dan cuaca yang tidak menentu. Gapoktan Lembayung harus mempertahankan hasil produksi dan kualitas produk mengingat kondisi sekarang sangat berbeda dengan kondisi cuaca lalu. Kerjasama yang baik dalam hal berbagi bibit dan pupuk serta pengendalian hama dan penyakit yang baik dalam teknik budidaya memberikan petani anggota Gapoktan kekuatan dalam menanggapi ancaman lain seperti saingan dari pesaing dan produk pengganti.

7. Membangun kerjasama dengan pihak lain dalam pengadaan input, budidaya, teknologi, pemasaran produk dan permodalan (S7). Menjalin kerjasama ini dimaksudkan untuk mendapat kepastian dalam hal pengadaan input, budidaya, teknologi dan pemasaran produk. Kerjasama ini terjakin melalui integrasi agribisnis sehingga dalam kerjasama tersebut ada rasa saling menguntungkan dan membutuhkan. Menjalin kerjasama dengan pihak lain tentang pengadaan modal usaha juga perlua dilakukan selain memanfaatkan program pemerintah. Dengan adanya kerjasama dalam hal permodalan diharapkan petani dapat mendapat modal usaha dengan bunga yang ringan dan mudah dalam mendapatkannya untuk kegiatan usahatani pepaya California.

8. berusaha berpartisipasi dalam pameran pertanian dengan memamerkan hasil produksinya guna mendapatkan konsumen potensial baru (S8). Dengan berpartisipasi dalam pameran hasil pertanian, menjadikan promosi

103 pada komsumen akhir secara langsung. Dengan berpartisipasi dalam pameran ini juga dapat menjual buah, bibit dan benih secara langsung dan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Dokumen terkait