• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sustainable Interior Design”

4.1 Identifikasi Variable Sustainable Interior

4.1.2 Identifikasi Variabel Socio-Interior

Identifikasi variabel socio-interior dirumuskan dari variasi variabel yang muncul pada sumber data pustaka dan masuk dalam kategori pilar atau aspek social. Variasi variabel yang muncul kemudian dikelompokkan dalam variabel yang sama dan diberikan rumusan istilah yang paling sesuai untuk mengakomodasi bahasan variabel tersebut dalam lingkup desain interior.

Variasi istilah yang muncul berkaitan dengan variabel budaya adalah variabel yang sebenarnya cukup sering terbahas, namun dengan variasi istilah dan lingkup yang luas dan beragam, sehingga dibatasi pada lingkup yang berkaitan dengan konsekuensi wujudnya pada objek interior saja. Variasi istilah yang berkaitan dengan variabel budaya dikemukakan dan diproses analisa sebagai berikut (tabel 4.11):

Tabel 4.11 Variasi istilah berkaitan dengan variabel ‘budaya’ (Sumber Data Paper) Penulis atau Peneliti Variasi istilah berkaitan dengan variabel ’budaya’

Papanek, Victor. (1982, 2011)

Penggunaan – sebagai komunikasi dan simbol Kebutuhan – identitas, pembentukan tujuan Asosiasi – pendidikan, dan budaya secara dini.

Estetika– gestalt, persepsi, eidetic & biosocial ‘givens’. United States National

Park Service. (1993) Sumberdaya budaya

CIB - International Council for Building Research Studies and Documentation. (1998)

Konteks global prinsip keadilan sosial dan isu budaya Lerario, Antonella &

Maiellaro, Nicola.

(2001) Sumberdaya budaya

Sachari, Agus. (2002) Pembentukan nilai baru; Tumbuhnya akar kebudayaan baru. Kerr, David. (2004) Struktur dan layanan warisan budaya

Shuzo, Murakami.

(2005) Penyelarasan dengan tradisi, budaya dan lingkungan sekitarnya. Iwamura, Kazuo.

(2005) Hubungan generasi dan budaya Bay, Joo-Hwa and Ong,

Boon-Lay. (2006) budaya dan lingkungan) Sosio-kultural; Arsitektur vernacular (berkembang natural sesuai Hawkes, Dean. (2006) kontemporer; Identitas budaya Hubungan sejarah arsitektural dengan praktik dan teknologi Pieris, Anoma. (2006) Estetika

Cathy Stieg. (2006) prinsip desain, elemen desain, konsep desain Sosio-kultural; Estetika: signifikansi budaya, preseden desain, Larasati, Dwinita.

(2006) Aktivitas komunal (gotong-royong). Windley, Paul G &

McClure, Wendy R.

(2007) Manusia, budaya, dan nilai Blossom, Nancy H.

(2007) kelompok, dan lain-lain. Referensi budaya: ras, agama, hubungan sosial, status dalam Pile, John F. (2007) Warna; Aksesoris, Seni, dan Grafis penunjuk (signage) Susilo, Rachmad K

Dwi. (2008) Kebudayaan Zaretsky, Michael.

(2011) Living Building Challenge (Keindahan)

Faber, Roland. (2011) dalam masyarakat substantialist. Keindahan; Transfer karakter , seni, dan budaya eco-connectivity DeKay, Mark. (2011) Estetika green design; Budaya green building; Mitologi dan ritual. Behnisch, Stefan.

(2011) Urbanitas; Budaya keberlanjutan Herzog, Thomas.

(2011) Fungsi dan keindahan yang merata Cory, Joseph. (2011) Pendidikan (eco-global).

Berbagai variasi istilah dan bahasan berkaitan langsung dan tidak langsung dengan budaya tersebut bermuara pada bahasan untuk menjadi lebih tepat atau lebih baik dalam memutuskan terapan yang mewujud secara visual dan memiliki

nilai (value) lebih secara sosial dan psikologi. Selain itu juga untuk tujuan menjadi pembeda (otentisitas) dan kebanggaan selain hanya dari yang mewujud maupun dalam evaluasi secara sosial pada objek bangunan-ruang. Berdasarkan hal tersebut, maka variabel berkaitan dengan budaya dalam lingkup ekologi dan desain interior dirumuskan sebagai variabel ’identitas budaya’.

Variasi istilah yang muncul berkaitan dengan variabel perilaku adalah variabel yang cukup terbahas, utamanya dalam lingkup bagaimana perilaku manusia sebagai pengguna ruang dalam beraktivitas di dalam ruang. Variasi istilah yang berkaitan dengan variabel perilaku dikemukakan dan diproses analisa sebagai berikut (tabel 4.12):

Tabel 4.12 Variasi istilah berkaitan dengan variabel ‘perilaku’ (Sumber Data Paper) Penulis atau Peneliti Variasi istilah berkaitan dengan variabel ’perilaku’

Ranson, Ray. (1991) Penyediaan fasilitas untuk aktivitas hobi, rekreasi, bermain dan sosial Cole, R.J. (1993) Desain persewaan

Halliday, S.P. (1994) Kepuasan manusia Vanegas, J.A., DuBose,

J.R., and Pearce, A.R.

(1995) Kepuasan manusia/pengguna Vanegas, J.A. &

Pearce, A.R. (1997) Kebutuhan dan aspirasi manusia

Graham, P. (1997) Dampak visual (psikologi); Kualitas kehidupan manusia; Home-based, gaya hidup sederhana; Perubahan sosial dan ekonomi Hermannsson, J. (1997) Kesadaran lingkungan

Center for Renewable Energy and Sustainable Technology et al. (1998)

Lingkungan dalam ruang (Kualitas visual / akustik) Conte, Emilia &

Monno, Valeria. (2001) Perilaku natural; Peningkatan kenyamanan dan well-being Lerario, Antonella &

Maiellaro, Nicola.

(2001) Interpretasi

Sachari, Agus. (2002) Perilaku kreatif; Perilaku destruktif Luke, Alastair Fuad.

(2004) Jujur dan efisien dalam menemukan kebutuhan dasar manusia Kerr, David. (2004) Faktor psikologi

Iwamura, Kazuo.

keberlanjutan Blossom, Nancy H.

(2007) Karakteristik perilaku: zona ruang (intim, personal, sosial, publik), privasi. Jones, Louise. (2008) Kondisi sosial dan psikologi

DeKay, Mark. (2011) Etika green design; Kehidupan dalam bangunan; Sustainable design unfolding prospect of the Interior perspective: Experiences Herzog, Thomas.

(2011) Sistem teknis yang sangat sensitif; Ketergantungan dari pengguna Cory, Joseph. (2011) Pendidikan (dinamis, inovatif, kreatif).

Berbagai variasi istilah dan bahasan berkaitan langsung dan tidak langsung dengan perilaku tersebut bermuara pada bahasan untuk menjadi lebih tepat atau lebih baik dalam memutuskan terapan elemen pembentuk dan pelengkap ruang yang bertujuan sebagai pemenuhan kebutuhan ruang. Pemenuhan kebutuhan ruang sebagai konsekuensi akan perilaku manusia pengguna ruang ataupun sebaliknya pemenuhan kebutuhan ruang sebagai media pembentuk perilaku manusia pengguna ruang agar sesuai dengan sistem tata atur yang diharapkan. Sistem tingkah laku sosial yang bersifat formal maupun mengikuti tradisi dan norma tertentu juga seringkali menjadi acuan untuk pembentukan perilaku di dalam ruang. Berdasarkan hal tersebut, maka variabel berkaitan dengan perilaku dalam lingkup ekologi dan desain interior dirumuskan sebagai variabel ’perilaku dan kepranataan’.

Variasi istilah yang muncul berkaitan dengan variabel partisipasi adalah variabel yang juga terbahas, utamanya pada bahasan bagaimana keikutsertaan manusia sebagai pengguna ruang untuk bisa terlibat aktif dalam upaya sustainability. Variasi istilah yang berkaitan dengan variabel partisipasi dikemukakan dan diproses analisa sebagai berikut (tabel 4.13):

Tabel 4.13 Variasi istilah berkaitan dengan variabel ‘partisipasi’ (Sumber Data Paper) Penulis atau Peneliti Variasi istilah berkaitan dengan variabel ’partisipasi’

Papanek, Victor. (1982, 2011)

Desain untuk obat, operasi, kedokteran gigi, dan peralatan rumah sakit.

Desain untuk penelitian eksperimental. Desain untuk konsep terobosan. Kibert, C.J. (1994) Desain komunitas

Loken, S., Miner, R., &

Mumma, T. (1994) Lokasi pekerjaan daur ulang (pelibatan tenaga kerja sekitar lokasi) Panayotou, Theodore.

(1994)

Penyebaran informasi; Peningkatan kesadaran lingkungan; Artikulasi bagi orang-orang yang terkena dampak dan peduli; Peningkatan partisipasi lokal.

Barnett, D.L. &

Browning, W.D. (1995) Operasional Hellmuth, Obata, &

Kassabaum. (1995) Kemitraan stakeholder Vanegas, J.A. &

Pearce, A.R. (1997) Integrasi stakeholder Iwamura, Kazuo.

(2005) Sistem dan mekanisme sosial; Peran sosial dari arsitek

Pieris, Anoma. (2006) Edukasi konsumen/pengguna untuk praktik mandiri dalam lingkup profesionalisme desain sederhana Cathy Stieg. (2006) Akses informasi, validitas, dan evaluasi relevansinya dengan desain interior

Efektivitas (karakteristik performa, pemeliharaan, peran) Larasati, Dwinita.

(2006) Aktivitas ketetanggaan; Pemrakarsa Windley, Paul G &

McClure, Wendy R. (2007)

Keterlibatan bersama desainer, owner, dan user dalam keputusan desain

Jones, Louise. (2008) Kehidupan berkomunitas Luke, Alastair Fuad.

(2009) Orientasi sosial atau kemasyarakatan (komunitas) Sterner, Carl S. (2011) Desain komunitas: Modularitas dan pertimbangan sosial Cory, Joseph. (2011) Pendidikan (beradaptasi)

Berbagai variasi istilah dan bahasan berkaitan langsung dan tidak langsung dengan partisipasi tersebut bermuara pada bahasan untuk menjadi lebih tepat atau lebih baik dalam memutuskan terapan elemen pembentuk dan pelengkap ruang yang bertujuan sebagai media dan atau cerminan manusia pengguna ruang yang berpartisipasi dalam upaya aktif menuju sustainability. Partisipasi aktif baik dari pengguna ruang secara langsung maupun kehendak yang menjadikan pihak lain berpartisipasi dalam perwujudan dan operasional elemen pembentuk dan pelengkap ruang-bangunan. Berdasarkan hal tersebut, maka variabel berkaitan dengan partisipasi dalam lingkup ekologi dan desain interior dirumuskan sebagai variabel ’partisipasi’.

Variasi istilah yang muncul berkaitan dengan variabel interaksi adalah variabel yang juga terbahas, utamanya pada bahasan bagaimana proses

keterhubungan antar manusia sebagai pengguna ruang. Variasi istilah yang berkaitan dengan variabel interaksi dikemukakan dan diproses analisa sebagai berikut (tabel 4.14):

Tabel 4.14 Variasi istilah berkaitan dengan variabel ‘interaksi’ (Sumber Data Paper) Penulis atau Peneliti Variasi istilah berkaitan dengan variabel ’interaksi’

Papanek, Victor. (1982,

2011) Asosiasi – keluarga

Yeang, K.P. (1993) Ketergantungan eksternal; Ketergantungan internal; Sistem input; Sistem output. O’Brien, M. and

Palermini, D. (1993) Keamanan Hill, R.C, Bergman,

J.G., and Bowen, P.A.

(1994) Kualitas hidup manusia; Gangguan sosial Hellmuth, Obata, &

Kassabaum. (1995) Dialog publik dan pendidikan Graham, P. (1997) Sistem kontrol horizontal Baldwin, R., Yates, A.,

Howard, N., & Rao, S.

(1998) Komunikasi

Tzonis, Alexander. (2006)

Kualitas interaksi antara pengguna di dalam ruang; Potensi kontak antar pengguna; Kualitas bergantung pada relevansi pengguna dengan sesamanya; Kualitas sosial dengan potensi perbedaan interaksi manusia

Larasati, Dwinita.

(2006) Hubungan ketetanggaan Bartuska, Tom J.

(2007) Individu; keluarga; Ketetanggaan; Komunitas

Jones, Louise. (2008) Perhatian pada manusia; Hubungan perancang, pengembang, pemilik, arsitek, desainer interior, kontraktor, marketing. Susilo, Rachmad K

Dwi. (2008) Individu, Keluarga, Kelompok Sosial Herzog, Thomas.

(2011) Human design – interaksi antara manusia dengan mesin atau peralatan

Berbagai variasi istilah berkaitan dengan interaksi tersebut bermuara pada bahasan untuk menjadi lebih tepat atau lebih baik dalam memutuskan terapan elemen pembentuk dan pelengkap ruang yang dapat mendukung optimalisasi proses keterhubungan kohesif antar sesama manusia pengguna ruang di dalam ruang tersebut, dengan manusia lain yang berada di ruang lain dalam bangunan tersebut, maupun dengan manusia lain yang di luar ruang (baik luar ruang terbatas

maupun tak terbatas). Berdasarkan hal tersebut, maka variabel berkaitan dengan keterhubungan atau interaksi dalam lingkup ekologi dan desain interior dirumuskan sebagai variabel ’interaksi dan kohesi’.

Variasi istilah yang muncul berkaitan dengan variabel desain inklusif adalah variabel yang juga terbahas, utamanya pada bahasan bagaimana desain yang diterapkan dapat mengkomodasi kebutuhan manusia pengguna ruang secara inklusif. Variasi istilah yang berkaitan dengan variabel desain inklusif dikemukakan dan diproses analisa sebagai berikut (tabel 4.15):

Tabel 4.15 Variasi istilah berkaitan dengan variabel ‘desain inklusif’ (Sumber Data Paper) Penulis atau Peneliti Variasi istilah berkaitan dengan variabel ’desain inklusif’

Papanek, Victor. (1982, 2011)

Desain untuk dunia ketiga; Desain pengajaran dan pelatihan perangkat untuk retarded, handicaped, dan orang cacat; Sistem desain untuk mendukung kehidupan manusia dalam kondisi marjinal.

Dadd-Redalia, D.L.

(1994) Tanggungjawab sosial Langston, C., ed. (1997) Manfaat sosial CIB - International

Council for Building Research Studies and Documentation. (1998)

Kebutuhan pengguna di masa depan / adaptabilitas Mendler, S.F. & Odell,

W. (2000) Livable communities

Wooley, Tom. (2001) Aksesibilitas bagi semua pengguna

Pile, John F. (2007) Desain interior untuk kebutuhan khusus (desain universal, anak-anak, orang tua, orang dengan disabilities, home nursing, adaptabilitas).

Luke, Alastair Fuad

(2009) Isu terkait kerja (usia, disability, rasism, sexism/gender-based)

Berbagai variasi istilah dan bahasan berkaitan langsung dan tidak langsung dengan desain inklusif tersebut bermuara pada bahasan untuk menjadi lebih tepat atau lebih baik dalam memutuskan terapan elemen pembentuk dan pelengkap ruang yang bertujuan untuk bisa digunakan dengan baik oleh semua manusia pengguna ruang tanpa terkecuali. Inklusif artinya bisa digunakan oleh semua orang tanpa kendala keterbatasan (baik fisik, usia, tingkat kognisi, dan lain-lain). Berdasarkan hal tersebut, maka variabel berkaitan dengan desain inklusif dalam lingkup ekologi dan desain interior dirumuskan sebagai variabel ’desain inklusif’.