METODE DAN TAHAPAN PENELITIAN
3.1.1 Sumber Data
Sumber data primer pada tahap konstruksi sustainable interior framework adalah paper, yaitu sumber data berupa data tertulis yang berupa buku dan book chapter (cetak dan ebook); jurnal (cetak dan online), proceeding (cetak, compact disc, online). Paper pada tahap ini berisi tentang berbagai ragam pemahaman sustainable development yang dikembangkan oleh berbagai bidang ilmu, institusi, lembaga dan lain-lain.
3.1.2 Analisis
Analisis dilakukan dengan mengkoleksi dan mengklasifikasikan fenomena berbagai pengembangan dan istilah yang muncul berkenaan dengan sustainable development yang direspon oleh berbagai bidang ilmu, institusi, lembaga dan
lain-lain. Diskursus terhadap berbagai istilah dan pola pikir yang tervisualisasikan dalam bagan 3 aspek atau pilar sustainable development dilakukan untuk pengambilan keputusan istilah yang paling sesuai untuk digunakan dalam penelitian sebagai framework awal konstruksi teori sustainable interior.
3.1.3 Hasil
Hasil yang diharapkan pada tahap ini adalah framework bahasan sustainability lingkup desain interior atau sustainable interior.
3.2 Tahapan Deduksi Teori dan Konstruksi Teori General Sustainable Interior
Tahapan konstruksi teori sustainable interior yang berlaku general adalah tahapan analisa literatur (sumber pustaka) dengan metode seleksi, klasifikasi, dan karakterisasi sumber pustaka. Analisis dilakukan untuk mencapai tujuan identifikasi variable dan prinsip sustainable interior. Berikut adalah uraian sumber data, analisis, dan hasil pada tahap ini:
3.2.1 Sumber Data
Sumber data primer pada tahap kontruksi teori sustainable interior yang berlaku general adalah paper, yaitu sumber data berupa data tertulis yang berupa buku dan book chapter (cetak dan ebook); jurnal (cetak dan online), proceeding (cetak, compact disc, online), dan artikel selain jurnal (cetak dan online). Paper pada tahap ini berisi tentang berbagai bahasan sustainable development dalam lingkup built environment dengan sumber pustaka yang berkaitan dengan bidang interior. Keterbatasan sumber pustaka yang membahas sustainability dalam bidang interior menjadi kendala dalam proses konstruksi teori sustainable interior. Kemudian diperluas batasan sumber pustaka dengan bidang yang paling berdekatan layer bahasannya dalam built environment, yaitu arsitektur dan produk.
3.2.2 Analisis
Pengumpulan data dan analisis pada tahap ini secara garis besar dilakukan dengan metode transisi berupa text-aloud protocol melalui proses seleksi, klasifikasi, dan karakterisasi sumber pustaka yang ada. Proses seleksi dilakukan untuk memilih sumber data pustaka yang relevan dengan sustainable design (arsitektur, interior, produk). Proses klasifikasi dilakukan untuk memperoleh sustainable design framework (interior). Proses karakterisasi dilakukan untuk
sustainable interior. Pada tahap ini dilakukan network analysis untuk membuat dan memetakan jaringan kesalingterkaitan antar variabel yang teridentifikasi secara general.
3.2.3 Hasil
Hasil yang diharapkan pada tahap ini adalah teridentifikasikannya variabel sustainable interior dan prinsip inoperative untuk tiap variabelnya dengan bahasan level principles.
Ringkasan metode deduksi teori dan konstruksi teori general sustainable interior digambarkan dalam skema berikut (gambar 3.2):
Gambar 3.2. Skema tahapan konstruksi teori sustainable interior – general.
3.3 Tahapan Konstruksi Teori Kontekstual Sustainable Interior
3.3.1 Sumber Data
Sumber data primer pada tahap kontruksi teori sustainable interior yang berlaku kontekstual adalah person, yaitu sumber data yang berorientasi pada pendapat dan pemahaman nara sumber terpilih (desainer) sebagai representasi dari pemahaman konseptual yang bersifat kontekstual di Indonesia. Sumber data primer person, sebagai nara sumber dalam penelitian ini dipilih berdasarkan kriteria: memiliki pengalaman desain lingkup antara arsitektur-interior-produk; memiliki kepedulian terhadap rancang-bangun yang berorientasi pada keseimbangan lingkungan; memiliki popularitas profil melalui media desain dan
diekspos sebagai desainer yang ramah lingkungan; memiliki pengakuan dari komunitas sebagai desainer yang ramah lingkungan, baik komunitas profesi, komunitas ruang-bangunan peduli lingkungan, dan komunitas akademik desain; pernah menjadi pembicara dan atau nara sumber untuk topik bahasan desain ramah lingkungan; mewakili kelompok yang berorientasi pada mengangkat eksistensi local genius dan kelompok yang berorientasi pada keilmuan ruang-bangunan modern. Kriteria tambahan lainnya adalah ekuivalensi dari sumber data yang terkumpul tentang masing-masing nara sumber. Berdasarkan kriteria tersebut, terpilih 10 orang nara sumber sebagai berikut:
Gede Kresna, memiliki pengalaman lingkup arsitektur-interior-produk. Eko Prawoto, memiliki pengalaman lingkup arsitektur-interior.
Paulus Mintarga, memiliki pengalaman lingkup arsitektur-interior-produk. Singgih Susilo Kartono, memiliki pengalaman lingkup
arsitektur-interior-produk.
Budi Pradono, memiliki pengalaman lingkup arsitektur-interior. Naning Adiwoso, memiliki pengalaman lingkup interior.
Yu Sing, memiliki pengalaman lingkup arsitektur-interior-produk. Baskoro Tedjo, memiliki pengalaman lingkup arsitektur-interior. Jimmy Priatman, memiliki pengalaman lingkup arsitektur-interior. Adi Purnomo, memiliki pengalaman lingkup arsitektur-interior.
Sumber data sekunder pada tahap kontruksi teori sustainable interior yang berlaku kontekstual adalah paper, dan audio-video recording (tidak langsung). Sumber data sekunder paper berupa buku maupun tulisan artikel, baik yang ditulis oleh nara sumber maupun oleh orang lain tentang nara sumber, baik cetak maupun online. Sumber data sekunder audio-video recording berupa rekaman suara dan video, baik yang diperoleh dari nara sumber, internet, maupun hasil rekaman peneliti.
Sumber data tersier pada tahap kontruksi teori sustainable interior yang berlaku kontekstual adalah place. Sumber data tertier tidak menjadi bagian langsung dalam proses konstruksi teori (karena lebih bersifat praktik dan tidak equal sebagai sumber data untuk proses mengkonstruksi teori dalam bahasan ini). Sumber data tertier yang berupa objek-objek rancang bangun hasil karya para nara
Kriteria pemilihan objek untuk deskripsi studi terapan adalah: ruang-bangunan yang berkonsep wawasan lingkungan sejak awal perancangannya; memiliki konsep ekologis (meski berbeda penekanan) dan cukup memiliki kualitas dalam pengakuan komunitas, penghargaan, dan atau publikasi media.
3.3.2 Analisis
Pengumpulan data dan analisis terhadap sumber data primer person dilakukan secara garis besar dengan metode think-talk aloud protocol melalui proses wawancara langsung dengan rancangan pertanyaan untuk menggali pemahaman nara sumber berkaitan dengan bahasan sustainable desain (arsitektur-interior-produk). Analisis terhadap sumber data sekunder paper dilakukan dengan menyeleksi dan mengkaji tulisan yang mengungkap pemahaman nara sumber tentang sustainable desain (arsitektur-interior-produk). Analisis terhadap sumber data sekunder audio-video recording dilakukan dengan menyeleksi dan mengkaji rekaman suara dan gambar yang mengungkap pemahaman nara sumber tentang sustainable desain (arsitektur-interior-produk). Analisis terhadap sumber data tertier place berupa objek-objek rancang-bangun dilakukan dengan observasi, dokumentasi, dan deskripsi detail terapan yang mengungkap pemahaman nara sumber tentang sustainable desain (arsitektur-interior-produk) yang telah pernah diterapkan secara konkrit.
Triangulasi disajikan dengan menggunakan kombinasi triangulasi data dan metode, yaitu: data person, dengan metode think-talk aloud protocol; data paper dan audio-video dengan metode seleksi dan kajian; data place dengan metode observasi, dokumentasi, dan deskripsi. Pada tahap ini dilakukan network analysis untuk membuat dan memetakan jaringan kesalingterkaitan antar variabel dan orientasi yang teridentifikasi secara kontekstual.
3.3.3 Hasil
Hasil yang diharapkan pada tahap ini dari sumber data primer dan sekunder adalah teridentifikasikannya orientasi operative kontekstual untuk tiap variable sustainable interior dengan bahasan level heuristics. Hasil yang diharapkan pada tahap ini dari sumber data tersier adalah deskripsi objek dan detail terapan sebagai studi kasus sustainable interior kontekstual.
Ringkasan metode deduksi teori dan konstruksi teori kontekstual sustainable interior digambarkan dalam skema berikut (gambar 3.3):
Gambar 3.3. Skema tahapan konstruksi teori sustainable interior – kontekstual.
3.4 Sistematika dan Penyusunan Laporan
Penelitian ini ditulis dalam 7 bagian bahasan, yaitu: pendahuluan, tinjauan pustaka pengantar, metode dan tahapan penelitian, diskusi teori, konstruksi teori general konstruksi teori kontekstual, simpulan dan saran. Daftar referensi dan lampiran diberikan sebagai penunjang dan pelengkap. Tujuh bagian bahasan ditulis dalam masing-masing bab sebagai berikut:
Bab 1, Pendahuluan, berisi tentang upaya merespon isu sustainability dalam lingkup teori desain interior. Bahasan dibagi dalam sub bahasan latar belakang penelitian, mind map penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, lingkup penelitian, kontribusi penelitian, dan orisinalitas penelitian.
Bab 2, Kajian Pustaka Pengantar, berisi tentang deskripsi keilmuan desain interior dan diskursus sustainable interior. Bahasan dibagi dalam sub bahasan eksistensi keilmuan desain interior, lingkup bahas desain interior, karakteristik dan isu kontemporer terkait pendekatan desain, terminologi dan kesenjangan teori sustainability dalam lingkup built environment, proses desain dan sustainable development, sejarah-alur dan level bahas sustainable design, dan lingkup bahas sustainable interior design.
Bab 3, Metode dan Tahapan Penelitian, berisi tentang upaya mengumpulkan yang berserak membangun struktur pemahaman teoritis dengan logika dan argumentasi. Bahasan dibagi dalam sub bahasan metode penelitian, tahapan penelitian, tahapan hipotesa dan argumentasi ide, tahapan konstruksi teori general sustainable interior, tahapan konstruksi teori kontekstual sustainable interior, dan sistematika penyusunan laporan.
Bab 4, Deduksi Teori Sustainable Built Environment,berisi tentang identifikasi variabel sustainable interior. Bahasan dibagi dalam sub bahasan seleksi sumber teori, klasifikasi sumber teori, karakterisasi sumber teori, dan identifikasi teoritis variabel sustainable interior.
Bab 5, Konstruksi Teori General Sustainable Interior, berisi tentang tanggungjawab ekologi, sosial, ekonomi desain interior dan interkoneksi variabel sustainable interior. Bahasan dibagi dalam sub bahasan konstruksi teori eco-interior, konstruksi teori socio-interior, konstruksi teori econo-socio-interior, dan interkoneksi variabel eco-socio-econo interior.
Bab 6, Konstruksi Teori Kontekstual Sustainable Interior, berisi tentang sensitivitas ekologi, sosial, dan ekonomi pada desain (arsitektur-interior-produk) di Indonesia. Bahasan dibagi dalam sub bahasan karakteristik ekologi, sosial, dan ekonomi di Indonesia; pemahaman desainer tentang konsep sustainable design; sustainable interior kontekstual di Indonesia; dan studi objek sustainable design (interior-arsitektur) di Indonesia.
Bab 7, Kesimpulan dan Saran, berisikan kesimpulan dari hasil analisa penelitian dan saran untuk keberlanjutan penelitian.