• Tidak ada hasil yang ditemukan

V. EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM PENGEMBANGAN

5.8 Ikhtisar

Disamping melaksanaan kegiatan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi di Gunung Salak, CHV juga telah melaksanakan program pengembangan masyarakat. Sesuai dengan Undang-undang nomor 27 tahun 2003 tentang panas bumi, pasal 29 huruf f dinyatakan bahwa pemegang izin usaha pertambangan (IUP) panas bumi memiliki kewajiban melaksanakan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat setempat.

Program pengembangan masyarakat yang telah dan sedang dilaksanakan untuk masyarakat sekitar wilayah operasi gunung Salak antara lain meliputi bidang Pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi lokal, lingkungan, infrastruktur serta komunikasi dan hubungan sosial dengan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, program pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh CHV telah mengalami pergeseran, beberapa program telah berusaha untuk meningkatkan kapasitas masyarakat lokal, masyarakat mulai di libatkan walaupun baru diwakili oleh orang –orang tertentu saja, namun secara umum realisasi program masih berorientasi pada kegiatan-kegiatan yang bersifat

charity berupa pendirian infrastruktur fisik dalam bentuk pembagunan fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi, prasarana air bersih, olah raga, dan tempat peribadatan lainnya.

Program pengembangan masyarakat CHV dalam bidang pendidikan antara lain dalam bentuk bantuan beasiswa, program beasiswa ini di berikan kepada siswa-siswi yang berprestasi tetapi berasal dari keluarga kurang mampu dan diutamakan bagi masyarakat yang berada di disekitar lokasi kerja CHV mulai dari jenjang sekolah dasar,menengah pertama, menengah atas sampai perguruan tinggi. Tetapi kriteria penerima beasiswa tersebut tidak diketahui oleh masyarakat sekitar sehingga terdapat opini di masyarakat bahwa program tersebut dilaksanakan secara sembunyi-sembunyi dan tidak transparan.

Dalam bidang kesehatan CHV melakukan penyuluhan kesehatan, penyuluhan gizi dan peningkatan jangkauan sarana kesehatan serta bekerja sama dengan dinas kesehatan kabupaten Sukabumi menggelar Program Pekan Imunisasi Nasional (PIN), disamping itu yang telah dilakukan oleh CHV adalah pengobatan massal, sunatan massal serta bantuan obat-obatan. Di samping itu dilakukan juga menyebarkan informasi untuk mencegah HIV/AIDS kepada generasi muda, bekerja sama dengan Yapeka serta kantor kementrian negara lingkungan hidup. Program dalam bidang kesehatan yang selama ini dilakukan

oleh CHV dianggap masyarakat masih belum memadai, karena masih bersifat insidentil dan dilakukan secara seremonial saja.

Untuk membantu memberdayakan ekonomi, CHV turut aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal, CHV membina kelompok- kelompok tani antara lain petani sayur-mayur, jagung, pepaya. Bantuan yang diberikan antara lain dalam bentuk bibit,pupuk, penyiapan lahan dan fasilitas pertanian lain seperti bedeng-bedeng tanaman, bangunan tempat diskusi, peralatan pertanian seperti pompa air, cangkul,parang,alat penyemprot hama dan lain-lain. Tetapi di lapangan beberapa dari program bantuan tersebut tidak sampai kepada masyarakat sasaran dan hanya dimanfaatkan oleh segelintir Tokoh, kelompok atau LSM, hal ini terjadi karena adanya kesalahan dalam mengidentifikasi kelompok-kelompok dalam masyarakat oleh CHV, disisi lain kesalahan juga berada di pihak masyarakat, karena masih terdapat Tokoh, kelompok atau LSM yang memanfaatkan bantuan-bantuan dan program dari CHV untuk kepentingan pribadinya.

Dalam bidang lingkungan CHV berpartisipasi melakukan kegiatan konservasi bersama masyarakat dan stakeholder yang berada dalam satu kawasan diantaranya program penanaman kembali hutan (reboisasi) di kawasan koridor Taman Nasional Gunung Halimun-Salak (TNGHS), penyediaan bibit pohon untuk penghijauan di 4 desa. CHV juga berpartisipasi dalam kegiatan- kegiatan pelatihan lingkungan untuk guru-guru dan pelajar bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain. Tetapi program reboisasi dan forestasi yang kontinyu dan terprogram hanya dilakukan dilingkungan kerja perusahaan saja yaitu di wilayah gunung salak (tempat CHV beropersi). Sementara yang di lakukan diluar wilayah opersi perusahaan tidak terprogram dengan baik dan tidak diikuti dengan pemeliharaan yang baik, sehingga banyak kayu yang ditanam mati, sehingga tidak berdampak kepada lingkungan.

Bantuan berupa pembangunan dan renovasi fasilitas umum juga diberikan oleh CHV bagi masyarakat sekitar lokasi CHV. Bantuan di berikan dalam bentuk pemberian material/bahan bangunan, aspal dan peminjaman alat berat. Sementara pembangunannya dengan melibatkan partisipasi masyarakat. Program pengembangan masyarakat dalam bidang infrastruktur ini merupakan program yang menyedot dana terbanyak dari sekian bidang yang digarap.

Dalam rangka membangun dan memelihara hubungan konstruktif dan positif dengan masyarakat setempat khususnya masyarakat yang berada paling

dekat dengan wilayah operasi, CHV menjalin dialog yang dengan para tokoh setempat tetapi komunikasi dalam arti menyerap aspirasi masyarakat jarang dilakukan oleh CHV.

Dilihat dari kedalaman derajat partisipasi yang dipraktekkan dalam pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh CHV di kecamatan Kabandungan adalah derajat ke-1 (paling rendah), dimana Pihak luar (baik perguruan tinggi maupun LSM) yang merumuskan permasalahan, mengumpulkan informasi, dan melakukan analisis, sedangkan masyarakat hanya sebagai obyek dari pelaksanaan program. Jika dilihat dari derajat kedalaman ikatan orang-orang yang terlibat dalam program pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh CHV adalah partisipasi manipulatif dan partisipasi pasif.

Jika pelaksanaan Program pengembangan masyarakat yang telah dan sedang dilaksanakan oleh CHV dibandingkan dengan pelaksanaan terbaik (best practice) oleh perusahaan lain (PT. Antam,Tbk), maka terdapat kelemahan antara lain dalam hal transparansi dan keberlanjutan program.

Matriks 5.3. Time line Pelaksanaan Program Pegembangan Masyarakat

Pada Industri Panas Bumi Gunung Salak.

No. Keterangan 2003 2004 2005 2006 2007

1. Pendekatan pengembangan masyarakat

Karitatif Karitatif Karitatif Karitatif + Pemberdayaan

Karitatif + Pemberdayaan

2. Penekanan program • Infrastruktur

Income generation • Infrastruktur • Income generation

• Infrastruktur

Pemberdayaan ekonomi

• Kesehatan

• Infrastruktur • Pemberdayaan ekonomi masyarakat • Infrastruktur • Local Business Development (untuk local vendor CHV) • Pembentukan UKM dan LKM 3. Keterlibatan masyarakat dalam program pengembangan masyarakat

Kurang Kurang Kurang Meningkat Meningkat

4. Jumlah dana Tidak ada data Tidak ada data Rp. 4 Milyar Rp. 8,5 Milyar Rp. 8,9 Milyar (perkiraan) 5. Luas area kegiatan 2 kecamatan

(Kabandungan dan Kalapanunggal , Pamijahan belum intensif) 3 kecamatan (Kabandungan, Kalapanunggal dan Pamijahan) 3 kecamatan (Kabandungan, Kalapanunggal dan Pamijahan) 3 kecamatan (Kabandungan, Kalapanunggal dan Pamijahan) 3 kecamatan (Kabandungan, Kalapanunggal dan Pamijahan)

Sumber: Hasil wawancara dan www.jabar.go.id

No. Keterangan 2003 2004 2005 2006 2007

6. Pihak yang terlibat • Perguruan tinggi

• Kelompok- kelompok lokal • LSM Lokal • Kelompok- kelompok lokal • LSM Lokal • INRR • Kelompok- kelompok lokal • LSM Lokal • INRR • CI • Perguruan tinggi • Kelompok- kelompok lokal

• Desa dan Muspika

• LSM Lokal • PNM • Perguruan tinggi • Kelompok- kelompok lokal • LSM Lokal

7. Keberhasilan Program Kurang berhasil Kurang berhasil Kurang berhasil Kurang berhasil Kurang berhasil

8. Transparansi kegiatan Tidak Transparan Tidak Transparan Tidak Transparan Tidak Transparan Tidak Transparan

9. Driving Force Tuntutan Masyarakat • Tuntutan Masyarakat • Perluasan area produksi (expansi) perusanaan • Tuntutan Masyarakat

• Perluasan area

produksi (expansi) perusanaan • Tuntutan Masyarakat

• Perluasan area

produksi (expansi) perusanaan • Tuntutan Masyarakat

• Perluasan area

produksi (expansi) perusanaan

Matriks 5.4. Ikhtisar Analisis Pelaksanaan Program Pegembangan Masyarakat

Pada Industri Panas Bumi Gunung Salak.

No. Item Harapan Kenyataan Penjelasan

1 Hakikat Pembangunan

Pengembangan masyarakat merupakan suatu strategi dalam paradigma pembangunan yang berpusat pada rakayat (people centered development) yang menyadari pentingnya kapasitas masyarakat untuk meningkatkan kemandirian dan kekuatan internal serta kesanggupan untuk melakukan kontrol internal atas sumberdaya sosial ekonomi yang dimiliki, “ruh” pengembangan masyarakat adalah populisme

atau popularisme, yaitu menempatkan masyarakat sebagai bagian terpenting energi pembangunan dengan keseluruhan hak dan kewajiban serta harkat dan martabatnya. Pengembangkan masyarakat seharusnya diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat untuk mencapai kondisi sosial- ekonomi-budaya yang lebih baik apabila dibandingkan dengan kegiatan sebelumnya,-

Realisasi program masih

berorientasi pada kegiatan-kegiatan yang bersifat derma (karitatif)

berupa pendirian infrastruktur fisik dalam bentuk pembagunan fasilitas infrastrukur fisik, bantuan belum dilanjutkan dengan tahapan selanjutnya, misalnya dengan bantuan manajemen dan

peningkatan kualitas sumberdaya manusia-nya. Akibatnya

masyarakat menganggap bahwa perusahaan harus bertanggung jawab atas apapun permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat sehingga kapasitas civil society

menjadi lemah dan pada akhirnya menciptakan ketergantungan (dependency syndrome)

masyarakat terhadap perusahaan

Dalam pelaksanaannya, program pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh CHV telah mengalami pergeseran, beberapa program telah berusaha untuk meningkatkan kapasitas masyarakat lokal, masyarakat mulai di libatkan walaupun baru diwakili oleh orang –orang tertentu saja, namun secara umum realisasii program masih berorientasi pada kegiatan-kegiatan yang bersifat derma berupa pendirian infrastruktur fisik dalam bentuk pembagunan fasilitas pendidikan, kesehatan, transportasi, prasarana air bersih, olah raga, dan tempat peribadatan. Pada konteks ini, sulit dibedakan bahwa pembangunan fasilitas tersebut kadang bukan ditujukan untuk masyarakat lokal namun untuk perusahaan itu sendiri. Pendirian dan perbaikan fasilitas transportasi berupa jalan dan jembatan misalnya, pada tingkat tertentu sebenarnya ditujukan untuk memperlancar dan mempercepat jalannya proses produksi mereka. Dengan demikian kalaupun fasilitas tersebut juga bermanfaat bagi masyarakat lokal, maka hal tersebut merupakan

externality yang menguntungkan masyarakat lokal Oleh karena itu, dalam pengembangan masyarakat bukan hanya sekedar membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi masyarakat-

No. Item Harapan Kenyataan Penjelasan

sehingga masyarakat ditempat tersebut diharapkan menjadi lebih mandiri dengan kualitas kehidupan dan kesejahteraan yang lebih baik serta menjamin tumbuhnya self sustaining capacity masyarakat menuju

sustainable development.

khususnya dalam rangka peningkatan taraf hidupnya, tetapi terpenting adalah sebagai upaya untuk menciptakan kemandirian masyarakat sehingga mau dan mampu mengatasi segala permasalahan yang terjadi.

2 Model Partisipasi Terjadi peningkatan dalam hal partisipasi, dimana masarakat melalui wakilnya (yang representatif) selalu dilibatkan dalam program pengembangan masyarakat mulai dari

perencanaan, pelaksanaan serta pengawasannya program dan partisipasi tersebut juga harus secara berkelanjutan untuk semua program.

Partisipasi yang diharapkan muncul adalah partisipasi interaktif dan mobilisasi swakarsa atau kemitraan, pendelegasian kekuasaan, dan pengawasan masyarakat ,dengan derajat kedalaman partisipasi yang di praktekan derajat paling tinggi

Realisasi program cenderung dilakukan secara tertutup dan didesain oleh pihak atau aktor dari luar, keterlibatan / partisipasi masyarakat masih kurang. Orang / kelompok yang mewakili masyarakat belum representatif. Dilihat dari derajat kedalaman ikatan orang-orang yang terlibat dalam program pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh CHV adalah partisipasi manipulatif dan partisipasi pasif serta dilihat dari derajat kedalaman partisipasi yang di praktekan dalam tingkat derajat paling rendah.

Dalam pengembangan masyarakat, partisipasi memegang peranan yang sangat penting. Keberhasilan pengembangan masyarakat akan sangat di pengaruhi oleh tingkat partisipasi masyarakat. Semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat, maka semakin tinggi keberhasilan program. Permasalahan dalam partisipasi pada saat ini bukan lagi merupakan masalah mau atau tidaknya masyarakat berpartisipasi, melainkan pada sejauh mana masyarakat dapat memperoleh manfaat bagi perbaikan kehidupan sosial ekonomi mereka melalui partisipasi. Dari uraian diatas, dapat terlihat bahwa dalam partisipasi masyarakat berlaku prinsip pertukaran dasar (Basic exchange principles), bahwa semakin banyak manfaat yang diduga akan diperoleh suatu pihak dari pihak lain melalui kegiatan tertentu maka semakin kuat pula pihak itu akan terlibat dalam kegiatan tersebut.

Realisasi program yang dilaksanakan oleh CHV belum didasarkan pada semangat untuk melayani masyarakat lokal sehingga perusahaan belum melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah.

No. Item Harapan Kenyataan Penjelasan

Dilihat dari kedalaman derajat partisipasi yang dipraktekan dalam pengembangan masyarakat, maka derajat partisipasi dapat digolongakan menjadi

1. Derajat paling rendah, yaitu dimana masyarakat memberikan konsultasi kepada pengembang masyarakat, masyarakat diminta tanggapan atas suatu hal. Pihak luar yang merumuskan permasalahan, mengumpulkan informasi, dan melakukan analisis.

2. Derajat menengah yaitu dimana masyarakat ikut-serta menentukan decision making process, masyarakat berpartisipasi dalam tahapan analisis, pengembangan rencana kegiatan, dan dalam pembentukan dan pemberdayaan institusi lokal dan,

3. Derajat paling tinggi yaitu dimana masyarakat melakukan self-management atau ikut- menentukan arah serta mengelola sendiri pengembangan, masyarakat mengambil inisiatif secara mandiri untuk melakukan perubahan sistem. Mereka membangun hubungan konsultatif dengan lembaga eksternal megenai masalah sumberdaya dan masalah teknikal yang mereka butuhkan, tetapi memegang kendali menyangkut pendayagunaan sumberdaya.

Dari ketiga bentuk kedalaman partisipasi itu yang penting bagi pengembangan masyarakat di industri migas adalah derajat ke-tiga (paling tinggi),

No. Item Harapan Kenyataan Penjelasan

Dari kriteria itu maka,yang di praktekan oleh CHV masih dalam tingkat derajat paling rendah.

Dilihat dari derajat kedalaman ikatan orang-orang yang terlibat, menurut Bass et al.,(1995) dalam Hobley, (1996) seperti di kutip oleh Tadjudin (2000), partisipasi yang diharapkan muncul adalah partisipasi interaktif dan mobilisasi swakarsa atau kemitraan, pendelegasian kekuasaan, dan pengawasan masyarakat (Arnstein, 1969 dalam Fisher, 1995 dikutip oleh Tadjudin 2000).

Lebih lanjut Tadjudin (2000) menjelaskan, menurut Bass et al.(1995) dalam Hobley, (1996) ,terdapat beberapa tipologi partisipasi masyarakat:

1. Partisipasi Manipulatif, partisipasi

masyarakat ditunjukan dengan penempatan wakil masyarakat dalam suatu lembaga resmi, namun wakil tersebut tidak dipilih oleh masyarakat itu sendiri dan tidak memiliki kewenangan yang jelas.

2. Partisipasi Pasif, masyarakat diberitahu tentang hal-hal yang sudah jadi. Ini merupakan tindakan sepihak dari pembuat program tanpa menghiraukan tanggapan masyarakat yang bersangkutan. sumber informasi atau pendapat yang dihargai oleh pembuat program adalah pendapat para Profesional. proses pengambilan keputusan.

No. Item Harapan Kenyataan Penjelasan

3. Partisipasi Konsultatif, masyarakat diminta tanggapan atas suatu hal. Pihak luar yang merumuskan permasalahan, mengumpulkan informasi, dan melakukan analisis. Bentuk tersebut tidak melibatkan masyarakat dalam Dan pihak luar tersebut pada dasarnya tidak berkompeten untuk ”mewakili” pandangan masyarakat.

4. Partisipasi dengan imbalan Material,

masyarakat berpartisipasi dengan cara memberikan kontribusi sumberdaya yang dimilikinya, misalnya sebgai tenaga kerja untuk memperoleh imbalan makanan, uang tunai, maupun imbalan lainnya. Dalam konteks seperti ini, masyarakat tidak memiliki pijakan untk melanjutkan kegiatan ketika imbalan dihentikan.

5. Partisipasi Fungsional,

partisipas masyarakat dipandang oleh pihak luar sebagai cara untuk mencapai tujuan proyek, khususnya untuk mengurangi biaya. Masyarakta membentuk kelompok yang sesuai dengan tujuan proyek yang telah ditetapkan sebelumnya oleh pihak luar. Masyarakat lokal tetap sekedar dijadikan sebagai pelayan untuk merealisasikan tujuan-tujuan eksternal.

6. Partisipasi Interaktif, masyarakat

berpartisipasi dalam tahapan analisis, pengembangan rencana kegiatan, dan dalam pembentukan dan pemberdayaan institusi lokal dalam hai ini partisipasi dipandang sebagai hak dan bukan sekedar sebagai cara untuk mencapai tujuan proyek.

No. Item Harapan Kenyataan Penjelasan

7. Mobilisasi Swakarsa, masyarakat mengambil inisiatif secara mandiri untuk melakukan perubahan sistem. Mereka membangun hubungan konsultatif dengan lembaga eksternal megenai masalah sumberdaya dan masalah teknikal yang mereka butuhkan, tetapi memegang kendali menyangkut pendayagunaan sumberdaya.Berdasarkan tipologi partisipasi tersebut maka bentuk partispasi yang ada dalam pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh CHV adalah partisipasi manipulatif dan partisipasi pasif.

Menurut Tadjudin (2000) bentuk partispasi yang sesuai untuk pengembangan masyarakat di kawasan industri migas adalah partisipasi mobilisasi swakarsa, karena partisipasi ini adalah bentuk paling ideal. Tetapi dalam pelaksanaannya harus di padukan dengan tipologi-tipologi partisipasi lainnya, sesuai dengan kondidi lokal. Mobilisasi swakarsa menuntut adanya sumberdaya manusia yang cukup ditingkat masyarakat untuk menjadi agent of change-nya. Sementara kebanyakan perusahaan pertambangan beroperasi di daerah pedalamam yang kondisi sumberdaya manusia masyaraktnya masih rendah. Sehingga tipologi-tipolgi tersebut dapat diterapkan secara bergantian sesuai dengan kondisi lokal.

3 Komunikasi Komunikasi di lakukan dalam spektrum yang luas, baik dari segi luas cakupan wilayah maupun dari jumlah stakeholder yang terlibat.

Terbatas disekitar Operasi Perusahaan dan dengan orang- orang / kelompok-kelompok terrtentu saja.

Dalam program bidang komunikasi yang telah dilaksanakan oleh CHV adalah menjalin komunikasi baik secara formal maupun informal dengan seluruh komponen masyarakat melalui berbagai macam kegiatan -

No. Item Harapan Kenyataan Penjelasan

Komunikasi yang intensif dilakukan hanya ketika ada gejolak dalam masyarakat (ada tuntutan dari masyarakat).

diantaranya safari Ramadhan dan buka puasa bersama yang dilakukan secara berkeliling dari mesjid ke mesjid bersama muspika di tiga kecamatan

Tatapi masyarakat memandang, komunikasi dalam arti menyerap aspirasi masyarakat masih jarang dilakukan oleh CHV, kecuali atas permintaan masyarakat lokal.

4 Operasionalisasi Program

Perusahaan benar-benar mewujudkan komitmen sosial dan pemberdayaan masrakat lokal, menempatkan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai nilai inti dan menganggap sebagai suatu keharusan bahkan kebutuhan dan menjadikannnya sebagai modal sosial.

Perusahaan menyadari bahwa tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) merupakan suatu insentif dan bukan suatu beban.

Perusahaan melaksanakan program pengembangan

masyarakat setelah ada dorongan dari masyarakat dan dalam rangka mengamankan operasi perusahaan sehingga belum merupakan prakarsa sendiri dari perusahaan (CHV), perusahaan masih

pasif,menunggu usulan program dari masyarakat.

CHV mulai merealisasi kegiatan pengembangan masyarakat pada tahun 2000, fakta menunjukkan bahwa mereka merealisasi program-program tersebut secara lebih intensif pada tahun-tahun setelah dilakukannya otonomi daerah. Dalam era desentralisasi kekuatan masyarakat lokal menjadi lebih besar. Kebebasan mayarakat untuk menyalurkan aspirasinya manjadi lebih kuat serta ruang untuk menyuarakan tuntutan masyarakat pada masalah pencemaran, masalah tenaga kerja, dan masalah lainnya terhadap perusahaan pun menjadi lebih luas.

Masyarakat mulai menuntut Perusahaan melalui demonstrasi untuk segera melakukan program Pengembangan masyarakat secara sungguh- sungguh. 5 Tata Kelola Program Pengembangan Masyarakat Pelaksanaa program pengembangan masyarakat di laksanakan secara transparan mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai pada evaluasi, serta pihak yang terlibat maupun besaran dana yang digunakannya.

.

Wakil masyarakat belum dilibatkan dalam perencanaan,pelaksanaan dan pengawasan program pengembangan masyarakat. Keterlibatan masyarakat masih terbatas, yang terlibat hanya kelompok-kelompok / orang-orang tertentu sebagai penerima program

Pengordinasian dan pengintegrasian program dengan program lain masih lemah serta perusahaan masih pasif menunggu usulan program dari masyarakat serta kurang berperan masksimal dalam upaya mengembangkan dan menjaga keberlangsungan usaha. Program pengembangan masyarakat yang dilakukan juga mempunyai pengaruh negatif yaitu terjadinya

No. Item Harapan Kenyataan Penjelasan

Perusahaan menyediakan informasi yang memadai dan akurat yang dapat diakses oleh masyarakat tentang program yang sudah, sedang dan akan dilaksanakan

Program yang dilaksanakan belum transparan dan tidak ada

mekanisme evaluasi/audit partisipatoris.

Laporan kegiatan program tidak di berikan kepada masyarakat maupun pemerintah lokal (Desa dan Kecamatan) tetapi langsung ke Pemeritah Pusat, sehingga banyak terdapat program yang tumpang tindih dengan program pemerintah.

ketergantungan masyarakat terhadap perusahaan serta terdapatnya kelompok-kelompok dalam masyarakat yang menimbulkan konflik yang melibatkan kelompok-kelompok tersebut.

Program community development CHV dalam bidang pendidikan antara lain dalam bentuk bantuan beasiswa, program beasiswa ini di berikan kepada siswa-siswi yang berprestasi tetapi berasal dari keluarga kurang mampu dan diutamakan bagi masyarakat yang berada di disekitar lokasi kerja CHV.

Tetapi kriteria penerima beasiswa tersebut tidak diketahui oleh masyarakat sekitar sehingga terdapat opini di masyarakat bahwa program tersebut dilaksanakan secara sembunyi-sembunyi dan tidak transparan serta hanya ditujukan untuk keluarga karyawan CHV atau orang –orang dan kelompok tertentu saja. Program tersebut dinilai masih kurang cukup oleh masyarakat sekitar, karena program tersebut masih bersifat project tidak terprogram dengan baik dan tidak berkesinambungan, sehingga belum berdampak maksimal terhadap peningkatan dan penciptaan Sumberdaya Manusia lokal.

Evaluasi dan monitoring terhadap pelaksanaan program pengembangan masyarakat juga belum melibatkan komponen masyarakat, sehingga belum dapat meminimalisir penyimpangan- penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan program seperti tidak tepat sasaran serta penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi dalam pelaksanaan program.

No. Item Harapan Kenyataan Penjelasan 6 Tekanan Program Pemberdayaan masyarakat berarti menghilangkan ketidakberdayaan masyarakat dengan membuka peluang yang sebesar-besarnya dalam segala bidang, baik ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan

Program pengembangan masyarakat yang dilaksanakan lebih banyak dalam bidang pembangunan Infrastruktur

Kehaadiran perusahaan akan membawa dampak positif dan negatif baik secara langsung maupun tidak langsung. Dampak ini dapat terjadi pada aspek aspek sosial-ekonomi dan budaya, lingkungan, tata ruang, lahan dan tanah maupun aspek fisik-kimia-biologi.

Dalam pelaksanaannya program pengembangan masyarakat menekankan pada tiga aspek utama, yaitu:

1.Aspek sosial,Yang menekankan bagaimana kebutuhan masyarakat dan perusahaan perlu diakomodasikan dan dikomunikasikan, serta peran apa yang dapat dilakukan perusahaan untuk membantu kehidupan masyarakat sekitar,

2.Aspek ekonomi,yang menekankan bagaimana perusahaan dapat membantu kehidupan perekonomian masyarakat sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat;

3.Aspek kelestarian lingkungan,yang menekankan bagaimana perusahaan dan masyarakat memandang masalah lingkungan sebagai masalah bersama serta merumuskan langkah

preventif dan kuratif yang perlu dilaksanakan bersama.

Dalam pelaksanaan program pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh CHV lebih banyak dilakukan pada bidang pembangunan infrastruktur fisik saja. Sehingga bidang-bidang lain kurang mendapatkan perhatian yang besar, hal ini dilakukan CHV dengan alasan sesuai dengan permohonan masyarakat.

VI. KONTRIBUSI PELAKSANAAN PROGRAM PENGEMBANGAN