Harne Julianti Tou
Mahasiswa Program Doktoral, Universitas Andalas
Email: [email protected]
Naskah diterima :13 Maret 2017 Naskah direvisi : 23 Maret 2017 Disetujui terbit : 18 Mei 2017
ABSTRAK
Pembangunan pedesaan tidak selalu bertumpu pada sektor pertanian saja, dengan sumberdaya alam yang dimiliki oleh desa dimungkinkan bagi desa untuk mengembangkan sektor lain seperti industri dan pariwisata. Pergeseran ini menumbuhkan konsep desa wisata, dan jika dikaitkan dengan sektor dominan pedesaan yakni pertanian, maka konsep ini lebih dikenal sebagai desa wisata pertanian. Dimana konsep desa wisata pertanian, mengabungkan pertanian dan pariwisata dalam mengerakkan ekonomi masyarakat.
Berdasarkan hal diatas dan merujuk pada Peraturan Dearah Kabupaten Solok Nomor 4 Tahun 2013 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2013-2025 bahwa Nagari Koto Hilalang yang berada di Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok merupakan salah satu destinasi pariwisata yang akan dikembangkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Daerah Nagari Tradisional.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Nagari Koto Hilalang sebagai desa wisata pertanian. Mengidentifikasi karakteristik pola permukiman dengan segala kearifan lokal di Nagari Koto Hilalang serta mengidentifikasi permasalahan pelestarian adat istiadat Nagari Koto Hilalang. Metodologi penelitian dilakukan secara eksploratif dan kualitatif dengan melakukan wawancara dengan tokoh masyarakat dan pemilik rumah tradisional.
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Nagari Koto Hilalang masih perlu melakukan persiapan dalam mewujudkan nagari sebagai desa wisata pertanian. Namun demikian pola permukiman yang ada di Nagari Koto Hilalang berkelompok alias berbentuk cluster di satu jorong saja, yakni di Jorong Dalam Nagari. Sementara pelestarian adat istiadat Nagari Koto Hilalang sudah mulai ditinggalkan. Sementara budaya lokal yang menjadi ciri khas daerah ini, salah satunya budaya Tupai Janjang pun sudah mulai ditinggalkan.
Kata Kunci : Desa wisata, Pola Permukiman
PENDAHULUAN
Kabupaten Solok di kenal dengan sebutan ”Solok Nan Indah”, di Nagari Koto Hilalang terdapat objek wisata Desa Tradisional. Hal ini berdasarkan pada Peraturan Dearah Kabupaten Solok Nomor 4 Tahun 2013 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2013-2025 bahwa Nagari Koto Hilalang yang berada di Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok yang merupakan salah satu destinasi pariwisata yang akan dikembangkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Daerah Nagari Tradisional. Keterpaduan antara kegiatan pertanian, kearifan lokal atau kekhasan daerah serta pariwisata merupakan hal yang menarik untuk dikembangkan. Selain bermanfaat bagi masyarakat dalam peningkatan pendapatan juga membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Nagari Koto Hilalang sebagai desa wisata pertanian. Mengidentifikasi karakteristik pola permukiman dengan segala kearifan lokal di Nagari Koto Hilalang serta mengidentifikasi permasalahan pelestarian adat istiadat Nagari Koto Hilalang.
METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi penelitian dilakukan secar a eksploratif dan kualitatif dengan melakukan wawancara dengan tokoh masyarakat dan pemilik rumah tradisional. Dimana untuk menjawab penelitian dilakukan observasi
terhadap rumah gadang dan peralatan khas daerah. Selain itu juga dilakukan wawancara kepada pemilik rumah gadang dan tokoh masyarakat untuk mengali kekhasan Nagari Koto Hilalang.
Tinjauan Literatur
Menurut Bălan, Mariana, and Cristina Burghelea. 2015 [1] Pembentukan dan konsolidasi dari pasar
wisata desa wisata merupakan salah satu bentuk pariwisata yang menggabungkan aspek pembangunan berkelanjutan, lingkungan perlindungan, pengembangan kewirausahaan, baik dalam kegiatan langsung dan yang berkaitan dengan praktek bentuk pariwisata tradisi dan adat istiadat, kuno dan murni, kehidupan pedesaan, game komputer, dan arsitektur, memberikan identitas spesifik Fundata,desa tertinggi di Rumania. Identitas Fundata dilengkapi dengan pemandangan alam, berbaris di Bucegi dan Piatra Pegunungan Craiului.
Menurut Mircea, Bârsan, dan Lia-Dorica Dogaru, Pariwisata memiliki peran penting memodifikasi masyarakat pedesaan di lingkungan mereka, struktur ekonomi, sosial dan budaya, proses dan dinamika. Dalam konteks ini desa wisata memainkan peran utama karena turis harus bergerak menuju tujuan wisata untuk menikmati produk. Wisatawan yang tertarik ke daerah pedesaan dengan kualitas warisan lanskap sosial dan budaya khas mereka. Jadi, ruang pedesaan dapat terancam oleh dampak pariwisata dan kegiatan rekreasi yang dikembangkan untuk wisatawan. Desa wisata sebagian besar merupakan fenomena dalam negeri dengan alam yang berbeda di seluruh negara dan benua
Pemandangan pedesaan selalu dipengaruhi oleh aktivitas pertanian. Keabadian manusia di daerah pedesaan terkena faktor risiko (degradasi, depopulasi, kemiskinan) dapat berkontribusi untuk pelestarian nilai- nilai sosial, untuk menaikkan harga sumber daya manusia yang, ekonomi dan lingkungan dari berbagai masyarakat pedesaan, untuk memenuhi syarat dan untuk mempromosikan citra daerah ini , meningkatkan kapasitas mereka yang menarik dan memberikan kontribusi untuk perkembangan mereka [2]
PEMBAHASAN
Nagari Koto Hilalang merupakan salah satu nagari yang ada di Kecamatan Kubung yang berada di wilayah Kabupaten Solok. Pusat Kecamatan Kubung berada pada Nagari Koto Hilalang. Nag ari Koto Hilalang
memiliki luas 35,50 Km2 atau 18,5% dari luas Kecamatan Kubung.
Jumlah penduduk di Nagari Koto Hilalang tahun 2015 sebanyak 2.849 jiwa, dengan jumlah penduduk laki-laki 1.427 jiwa dan penduduk perempuan sebnayak 1.422 jiwa. Luas lahan berupa sawah dan hutan negara di Kecamatan Kubung sebagian terdapat di Nagari Koto Hilalang. Sebagian besar masyarakat di Nagari Koto Hilalang bekerja sebagai petani.
a. Rumah Gadang
Rumah gadang yang terdapat di Nagari Koto Hilalang berdasarkan hasil survey lapangan paling banyak tersebar di Jorong Dalam Nagari yaitu sebanyak 16 rumah gadang milik kaum dan 18 rumah gadang milik pribadi. Rumah gadang yang status kepemilikannya oleh kaum dimiliki oleh 5 (lima) suku yaitu Suku Melayu, Tanjung, Piliang, Caniago, dan Jambak. Berdasarkan bentuknya, rumah gadang di Nagari Koto
Hilalang ini memiliki jumlah ruang yang berbeda-beda. Ada yang terdiri dari 3 – 4 ruang bahkan di Jorong
Koto Tingga terdapat rumah gadang dengan 5 ruang. Rumah gadang yang ada di Nagari Tardisional ini sebagian besar dikelola oleh masyarakat/kaum.
Rumah Gadang Nagari Koto Hilalang
b. Kesenian / Tradisi Khas Koto Hilalang
Daya tarik wisata selain rumah gadang di Nagari Koto Hilalang yaitu kesenian randai, tupai bajanjang, dan saluang. Untuk kesenian randai masih rutin dilaksankan setiap 1 x seminggu (kecuali di Bulan Ramadhan) dilaksanakan oleh pemuda pemudi setempat. Tempat dilaksanakannya randai ini di Jorong Simpang Ampek. Sedangkan untuk tradisi pernikahan di Nagari Koto Hilalang masih menggunakan tradisi adat setempat.
Implementasi Nagari Koto Hilalang Sebagai Desa Wisata Pertanian Di Kabupaten Solok
ISBN : 978-602-73463-1-4 113
http://pasca.unand.ac.id/id/prosiding-seminar-nasional-perencanaan-pembangunan-inklusif-desa-kota
Selain kesenian khas yang terdapat di Nagari Koto Hilalang, juga terdapat makanan khas Nagari Koto Hilalang yaitu kue jalin seribu (kareh-kareh), pangek cubadak, dan pinyaram.
c. Benda-benda Bersejarah
Benda-benda bersejarah juga merupakan salah satu daya tarik wisata di Nagari Tradisional Koto Hilalang selain rumah gadang dan kesenian daerah. Benda-benda bersejarah ini merupakan benda yang memiliki nilai historis misalnya pakaian adat atau keris. Dari 41 rumah gadang di Nagari Koto Hilalang tidak semua rumah gadang memiliki benda bersejarah, hanya ada beberapa rumah yang memiliki benda bersejarah. Pemeliharaan benda-benda bersejarah ini dilakukan oleh masyarakat atau kaum yang mengelola rumah gadang. Pemerintah belum ada memberikan bantuan kepada masyarakat Koto Hilalang.
Gambar 2. Benda-benda Bersejarah b. Analisis Kebutuhan Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana penunjang Kawasan Wisata Nagari Tradisional:
a) Tempat Penginapan
Tempat penginapan di Nagari Tradisional ini dapat dikatakan belum ada atau belum tersedia. Namun, berdasarkan hasil wawancara kepada masyarakat bahwa masyarakat bersedia menggunakan rumah
mereka untuk tempat menginap bagi wisatawan (homestay). Masyarakat di Nagari Koto Hilalang juga
bersedia menerima kedatangan wisatawan baik lokal maupun asing tetapi tetap mempertahankan ketradisionalan Nagari Koto Hilalang.
b) Media Informasi
Di Nagari Koto Hilalang belum terdapat media informasi ataupun penunjuk arah objek wisata. Hal ini akan mempengaruhi kunjungan wisatawan dikarenakan tidak mengetahui adanya objek wisata ini.
c) Toko Souvenir
Nagari Tradisional Koto Hilalang belum memiliki toko souvenir tempat menjual barang-barang ataupun makanan ciri khas Nagari Koto Hilalang.
d) Aksesibilitas
Aksesibilitas ke Nagari Koto Hilalang khususnya Jorong Kampung Dalam sebagai kawasan prioritas dalam kegiatan ini terdapat 3 jalur masuk menuju Nagari koto Hilalang atau Jorong Kampung Dalam, yakni jalur 1 dari Selayo, jalur 2 dari Gantung Ciri, jalur 3 Batu Palano. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat table aksesibiltas di bawah ini.
KESIMPULAN
Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa Nagari Koto Hilalang masih perlu melakukan persiapan dalam mewujudkan nagari sebagai desa wisata pertanian. Namun demikian pola permukim an yang ada di Nagari
Koto Hilalang berkelompok alias berbentuk cluster di satu jorong saja, yakni di Jorong Dalam Nagari. Sementara
pelestarian adat istiadat Nagari Koto Hilalang sudah mulai ditinggalkan. Sementara budaya lokal yang menjadi
ciri khas daerah ini, salah satunya budaya Tupai Janjang pun sudah mulai ditinggalkan.
DAFTAR PUSTAKA
[1] Bălan, Mariana, and Cristina Burghelea. 2015. “Rural Tourism and Its Implication in the Development of the
Fundata Village.” Procedia - Social and Behavioral Sciences 188 (1360 m): 276–81.
[2]
Lanfranchi, M., Giannetto, C., 2014. Sustainabledevelopment in rural areas: The new model of socialAnalisis Program Pengembangan Ekowisata Di Pulau Pahawang...
ISBN : 978-602-73463-1-4 115
http://pasca.unand.ac.id/id/prosiding-seminar-nasional-perencanaan-pembangunan-inklusif-desa-kota