• Tidak ada hasil yang ditemukan

Zaman Kontemporer (Abad 20 dan Seterusnya).

Dalam dokumen PROSIDING ASPI PERHEPPI Faidil Tanjung (Halaman 117-125)

PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN KOPERASI MELALUI PERSPEKTIF PSIKOLOGI SOSIAL

F. Zaman Kontemporer (Abad 20 dan Seterusnya).

Pada masa inimuncul berbagai aliran filsafat yang telah berkembang pada abad modern seperti: neothomisme,neo-kantianisme, neo-hegelianisme,neo-marxisme, neopositivis-me dan sebagainya. Namun ada juga aliran filsafat yangbaru seperti: fenomenologi, eksis-tensialisme, pragmatisme, strukturalisme dan postmodernisme dan tokoh-tokohnya diantara-nya Russell dan Wittgenstein dengan metode analisa bahasa memilih sikap atau keyakinan ontologis sebagai alternatif terbaik dalama ktivitas berfilsafat, Edmund Husserl (tahun 1859-1938), selaku pendiri aliran fenomenologi, Jean Paul Sartre (1905-1980) aliran eksisten-sialisme. Michel Foucault dari tahun 1926 sampai 1984 merupakan tokoh yang berpe-ngaruh pada aliran filsafat strukturalisme dan tokoh pragmatisme, William James. Selanjutnya muncul aliran postmodernisme diakhir abad 20, dengan tokohnya Francois Lyotard (1924). [16].

Perspektif dan Teori Psikologi Sosial Dari Berbagai Ilmuwan

1. Perspektif perilaku (John B. Watson, 1941-1919).

Pendekatan ini pada tahun 1920 sampai dengan 1960-an. B.F. Skinner mengubah fokus perilaku melalui percobaan yang dinamakanoperant behaviour dan reinforcement. Teorinya terdiri dari pembelajaran sosial (Social Learning Theory) dan pertukaran sosial (Social Exchange Theory.Teori pembelajaran sosial (social learning theory) dikembangkan oleh Neil Miller dan John Dollard pada tahun 1941 [17].Sementara, teori pertukaran sosial (social exchange theory) dikembangkan oleh psikolog John Thibaut dan Harlod Kelley (1959), sosiolog George Homans (1961), Richard Emerson (1962) dan Peter Blau (1964). Homans menulis dalam

bukunya berjudul:”Elementary Forms of Social Behavior” pada tahun 1974. [18].

2. Perspektif kognitif (James Baldwin, 1897) dan Charles Cooley, 1902).

Baldwin dan Cooley memandang perilaku sosial manusia sebagai pemusatan penyusunan mental (pikiran, perasaan) dan memproses informasi yang datangnya dari lingkungan. Teori yang melandasi perspektif ini adalah teori medan (Field Theory) oleh Kurt Lewin, teori atribusi dan konsistensi sikap (Concistency Attitude and Attribution Theory) oleh Fritz Heider, dan teori kognisi kontemporer yang berkembang 1980-an [19].

3. Perspektif struktural

Para sosiolog Wiliam James, John Dewey, Robert Park dan Robert Linton di tahun 1936 memusatkan perhatian pada proses sosialisasi. Beberapa teori yang melandasi perspektif struktural adalah teori peran (Role Theory), teori pernyataan dan harapan (Expectation-State Theory) dan Posmodemisme (Postmodemism)[20].

a. Teori peran (role theory).

Robert Linton pada tahun 1936 mengemukakan seseora ng mempunyai perilaku yang ditentukan oleh peran sosial. Glen Elder pada tahun 1975 membantu pengembangan teori Linton dan pendekatannya disebut life- course(setiap masyarakat mempunyai perilakusesuai dengan kategori-kategori usia) [21].

b. Teori pernyataan dan harapan (expectation-state theory)

Penemu teori ini ditemukan Joseph Berger dan rekan-rekannya di Universitas Stanford pada tahun 1972. Menurut teori ini, manusia sebagai individu harus mendasarkan harapannya pada atribut pribadinya[22].

c. TeoriPosmodemisme (Postmodemism).

Teori ini menyatakan secara gradual seseorang akan kehilangan individualitasnya/kemandiriannya, konsep diri/jati diri. Dalam pandangan teori ini, erosi gradual individualitas munculbersamaan dengan terbitnya kapitalisme dan rasionalitas [23].

4. Perspektif interaksionis

Teori ini dikembangkan George Herbert Mead seseorang sosiolog dan pengajar psikologi sosial pada departemen filsafat Universitas Chicago. Teorinya memusatkan pada proses interaksi yang mempengaruhi perilaku sosial manusia. Dalam perspektif ini terdapat teori interaksi simbolis (Symbolic Interaction Theory) dan teori identitas (Identity Theory) [24].

a. Teori interaksi simbolis (Symbolic Interaction Theory)

Teori Interaksi diantara beberapa pihak akan berjalan lancar tanpa gangguan apapun jikagerak-isyarat (gesture) atau simbol yang dikeluarkan oleh masing-masing pihak dapat dimaknakan bersama sehingga semua pihak mampu mengartikan dengan baik. Namun tidak selamanya interaksi berjalan mulus,ada pihak tertentu yang menggunakan simbol tidak signifi-kan[25].

b. Teori identitas (Identity Theory)

Menurut Sarwono[26],teori ini dikemuka-kan Sheldon Stryker pada tahun 1980 yang memusatkan pada hubungan saling mempe-ngaruhi diantara individu dengan struktur sosial masyarakat (adanya interaksi simbolis dan identitas). Seseorang dibentuk oleh interaksi namun struktur sosial membentuk interaksi.

Aplikasi Psikologi Dalam Lembaga Koperasi di Indonesia

Psikologi di Indonesia sering dikaitkan dengan psikologi terapan dan psikologianalisis sehingga banyak menggunakan teknik proyeksi serta tes IQ untuk tujuan psikodiagnostik. Pada tahun 1960-an, aliran behaviorisme menjadi populer dengan adanya konstruksi tes dan metode-metode kuantitatif. Walaupun metode kuantitatif ini banyak digunakan, namun banyak pula peneliti yang bertahan pada metode kualitatif [27].

Tidak semua teori psikologi barat yang dapat diaplikasikan di Indonesia oleh peneliti karena Indonesia dan barat memiliki aliran dan etnik yang berbeda antar masyarakatnya. Peneliti Indonesia menggunakan berbagai pendekatan, teori dan metodologi yang berbeda dalam mengkaji masalah yang terkait hubungan profesi seperti psikiater, pendidikan dan manajemen organisasi perusahaan dan masih kurang berkembang dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan kelembagaan seperti koperasi. Sementara, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dalam pengembangan koperasi kurang mampu menambah jumlah koperasi yang aktif sehingga mempengaruhi kesejahteraan pengurus dan anggotanya. Disisi lain,sebetulnya keberadaan ilmu psikologi sosial dalam lembaga koperasi ini sangat dibutuhkan bagi pengembangannya. Mengingat koperasi merupakan lembaga ekonomi yang berwatak sosial dan identik dengan perkum-pulan orang-orang yang memiliki kepentingan yang sama (didalamnya terdapat konsep sosiologis antar sesama baik terkait hubungan, kerjasama atau interaksi sosial antar pribadi dengan pribadi, pribadi dengan kelompok dan antar kelompok).

Penelitian Terdahulu Tentang Kajian Faktor Penentu Baik Buruknya Pengembangan Koperasi di Indonesia.

a. Faktor SHU

Peneliti pengembangan koperasi di Indonesiayang membahas dari faktor SHUsecara kuantitatif dan kualitatifdiantaranya: Sularti [28],Pratiwi [29],Hosekini[30],Albana [31],Lestari[32],dan lain-lainnya. Secara umum, studi-studi tersebutmenghubungkan SHU dengan indikator rasio keuangan, modal sosial, modal pinjaman, modal kerja, modal manusia, modal sendiri dan biaya operasional, dan aspek non keuangan (jumlah anggota, partisipasi anggota, volume usaha, kinerja pengurus, dankinerja manager).

Pengembangan Kelembagaan Koperasi Melalui Perspektif Psikologi Sosial

ISBN : 978-602-73463-1-4 97

http://pasca.unand.ac.id/id/prosiding-seminar-nasional-perencanaan-pembangunan-inklusif-desa-kota

b. Faktor Pelayanan

Para peneliti pengembangan koperasi yang mengaitkan dengan faktor pelayananbaik kuantitatif dan kualitatif diantaranya: Harjanto [33],Mahareni [34],Mulyani [35],Amiruddin dan Farida [36], dengan indikatorkemampuan manajerial, pengetahuan pengurus, kinerja karyawan, keandalan melayani permintaan dan keinginan anggota,tingkat partisipasi dan kepuasan anggota, serta penilaian produk koperasi (simpanan pokok, wajib dan sukarela).

c. Partisipasi Pengurus dan Anggota

Peneliti yang mengaitkan faktor partisipasi pengurus dan anggotauntuk pe-ngembangan koperasi baik kuantitatif dan kualitatif diantaranya:Mulyono [37], Aromatika [38],Satria [39],Putri [40],Utami, dkk[41], dan peneliti lainnya. Peneliti-peneliti ini beranggapanindikator yang mempengaruhi faktor partisipasi anggota koperasi adalah: kualitas, kemampuan/kinerja pengurus dalam analisis rasio keuangan koperasi, motivasi tingkat kepercayaan danloyalitas anggota melalui partisipasi modal, dan partisipasi usaha.

d. Faktor Internal Pengelola (Pengurus, Anggota, Manajer dan Karyawan)

Peneliti yang mengaitkan pengem-bangan koperasi dengan faktor internal pengurus, anggota, manajer dan karyawan inibaik kuantitatif dan kualitatif diantaranya:Hernawan [42],Kadaryono [43],Hidayah [44], Odhiansyah[45], Kharisma [46], dan mereka mengaitkanfaktor internal pengurus, anggota, manajer dan karyawan koperasi dengan indikator pendidikan,pengalaman, pengeta-huan, komitmen organisasi, motivasi kerja, kemampuan kerja baik dalam teknik, konseptual,kedisiplinan, rasa percaya diri dan jiwa kepemimpinan (untuk pengurus/manajer).

e. Manajemen Koperasi

Peneliti yang mengaitkan manajemen bagi pengembangan koperasi baik kuantitatif dan kualitatif diantaranya: Hidayat [47], Darwas [48], Muchamad [49],Wulan [50],dan lainnya. Peneliti-peneliti ini mengaitkan manajemen koperasi dengan indikator kepuasan anggota, keuntungan/SHU,investasi modal, kinerja SDM (pengurus dan karyawan), besarnya pemberian kredit dan perolehan laba, volume dan proses kerja yang dilakukan pengurus dan perlunya penerapan sistem komputer pada manajemen koperasi pada analisa domain plan and organise, aplikasi perencanaan, kinerja dan ketersediaan pengurus yang profesional.

Penelitian Terdahulu di Indonesia Berkaitan Dengan Psikologi Sosialpada Koperasi.

Peneliti-peneliti yang mengambil pengaruh sosial terhadap proses individu diantaranya: Sapriati [51],Saifudin [52],Nurranto dan Firdaus [53],Pangestuti [54],dan peneliti lainnya. Kebanyakan para peneliti ini mengaitkan kajian partisipasi dengan indikator faktor internal anggota (pendidikan/pengetahuan), kepercaya-an, loyalitas dan motivasi anggota untuk pengembangan koperasi tersebut.Shaw dan Constanzo [55],menyatakan studi psikologi sosial berkaitan dengan pengaruh sosial terhadap proses individu adalah studi tentang persepsi, motivasi proses belajar, atribusi (sifat) dan lain-lain. Simamora [56],menambahkan pernyataan Shaw dan Constanzo bahwa faktor psikologis organisasibukan hanya persepsi, tetapi jugaattitude, personality, pembelajaran dan motivasi.

Selanjutnya, dimensi sosial yang selalu diteliti adalah interaksi individu dengan kelompok yang dikaitkan denganaspek komunikasipimpinan antara pengurus dan anggotadalam rapat tahunan, tingkat keaktifan dalam mengemukakan pendapat dansistem operasional koperasi dalam hal pelayanan koperasidan peneliti-penelitinya: Widodo [57],Faqih [58],Susanti [59],Latifah [60], dan lain-lainnya.Kajian interaksi individu dengan kelompok lainnya yang diteliti: sifat kepe-mimpinan antara pengurus dan karyawan, kerjasama teamwork karyawan di koperasidan dikaitkan dengan proses individu seperti motivasi dan komitmen berorganisasi dan aspek fisik kantor koperasi. Peneliti dengan kajian ini diantaranya: Marpaung[61], Mandala [62], Dwi [63], Noor [64]. Sementara peneliti yang mengambil kajian kerjasama koperasi dengan pihak luar (pemerintah,swasta dan lembaga keuangan)umumnya mengaitkan dengan efektifitas kewajiban anggota dengan kinerja pengurus. Peneliti dengankajian ini: Nur [65], Syahza [66], Sariwibowo [67]dan lain-lainnya.

Gambaran Kebijakan Koperasi di Indonesia pada Konteks Pengembangan Koperasi Perkebunan

Saat ini, dasar hukum koperasi mengacu pada UU No.12 Tahun 1967, Pasal 33 UUD 1945, UU No. 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian dan untuk pengertian koperasi mengacu pada pasal 1 UU No. 25 tahun 1992,

koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegia-tannya berdasarkan prinsip koperasi yang berdasar atas asas kekeluargaan. Sebelumnya, dasar hukum koperasi silih berganti dari UU No. 17 Tahun 2012 kembali ke UU No.25 Tahun 1992menyebabkan pemahaman pengurus dan anggota menjadi rancu dalam pengertian dan pengembangan unit usahanya sehingga hal ini berdampak pada perkembangan jumlah koperasi dari 212.135 unit hanya 150.223 unit koperasi yang aktif. Sementara untuk Riau memiliki jumlah koperasi 5.185unit dengan 2.134unit yang aktif [68]. Hal ini menjadi dilema bagi pengembangan koperasiterutama perkebunankaret. Padahal disatu sisi, disamping dasar hukumnya, pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan lain bagi pengembangan koperasi diantaranya Permentan No. 273 Tahun 2007 tentang pedoman pembinaan kelembagaan petani. Peraturan ini membuka peluang berdirinya kelompok tani dan Gapoktan untuk dapat diresmikan menjadi koperasi. Hal ini menyebabkan banyaknya koperasi-koperasi baru bermunculan namun tidakmengembang-kankoperasi yang aktif. Disisi lain telah berbagai cara dilakukan oleh peneliti terdahulu dalam upaya pengembangan koperasi.Menurut kajian penulis, kebijakan pengembangan koperasi perlu dikembalikan lagi ke pengertian, nilai, sendi dasar koperasi seperti yang dicetuskan oleh ICA dan M. Hatta sehingga pemahaman pengembangan koperasi tidak lagi bertumpu dari penilaian rasio/aspek ekonomi yang merupakan standar perusahaan dan bukan kelembagaan, disamping itu perlu mengem-bangkan koperasi-koperasi aktif dan meng-hidupkankoperasi yang tidak aktif menjadi aktif kembali agar tercipta kesejahteraan bagi perangkat pengurus dan anggota.Sebagai lembaga ekonomi yang berwatak sosial, koperasi memerlukan kajian ilmu psikologi sosial dalam mendalami hubungan sosial,kerjasama dan interaksi antarelemennya (anggota, pengurus, manager, karyawan dan badan pemeriksanya). Kebijakan penilaian kelembagaan yang diambil pemerintahmasih jugamengambil pendekatan ekonomi, hal ini terlihat dari Permen Koperasi dan UKM RI No. 14/Per/M.KUKM/XII/2009 tentang Perubahan atas Permen Negara Koperasi dan UKM No.20/Per/M.KUKM/XI/2008, hal ini akan memberatkan kedudukan koperasi sebagai lembaga berwatak sosial.

KESIMPULAN DAN SARAN

Sebagian besar studi pengembangan koperasi berkaitan dengan faktor SHU, pelayanan, partisipasi, faktor internal pengelola, manajemen serta dari aspek sosialproses individu dan interaksi individu dengan kelompok pengurus, anggota dan karyawan. Disarankan pengembangan koperasi dengan memperhati-kan aspek-aspek lain pada ilmu psikologi sosial seperti atribusi,attitude, personality, pembe-lajaran dan perlunya penelitian lanjutan terkait perilaku sosial antar hubungan perangkat kelembagaan koperasi dan pengambil kebi- jakannya yang dilakukan secara utuh.

DAFTAR PUSTAKA

[1] Sarwono, Sarlito Wirawan. 1998. Psikologi Sosial: Individu dan Teori-Teori Psikologi Sosial. Edisi 3. Balai Pustaka. Jakarta..

[2] Allport, Gordon. Personality. 1924.Holt, Rinehart and Winston. New York.

[3] Mustansyir, Rizal, dan Misnal Munir. 2002. Filsafat Ilmu. Pustaka Pelajar. Yogyakarta [4] Bartens K. Sejarah Filsafat Yunani. 1975.Yayasan Kanisius. Yogyakarta.

[5] Sarwono, Loc. cit.

[6] Surajiyo. Filsafat Ilmu dan Pengem-bangannya di Indonesia. 2009.Bumi Aksara. Jakarta. [7] Fudyartanta. 2012. Psikologi Kepribadian. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

[8] Sobur, Alex. 2013.Psikologi Umum Dalam Lintasan Sejarah. CV. Pustaka Setia. Bandung. [9] Muhibbin, Syah. 2002. Psikologi Belajar. PT. Raja Grapindo Persada. Jakarta.

[10] Fudyartanta, Loc. cit. [11] Sobur, Loc. cit.

[12] Schultz, D.P. 2014. Sejarah Psikologi Modern. Nusa Media. Bandung. [13] Ahmadi, Abu. 2009.Psikologi Umum. Rieka Cipta. Jakarta.

[14] Dirgagunarsa, Singgih. 1975.Pengantar Psiko-logi. Mutiara Sumber Widya. Jakarta.

[15] Setianingtyas, Anna F. Peran Filsafat Ilmu Bagi Pengembangan Psikologi (Sutau Tinjauan Menurut Aliran Psikologi Modern). Jurnal Magistra, No. 86, Th. XXV, Desember 2012. Hal. 87-111.

[16] Mustansyir, Rizal, dan Misnal Munir., Loc. cit.

[17] Bandura, Albert. 1971.Social Learning Theory. General Learning. New York.

[18] Mustafa, Hasan. Perilaku Manusia Dalam Perspektif Psikologi Sosial. Jurnal Administrasi Bisnis,Vol. &, No.2 Tahun2011. Hal: 143-158.

Pengembangan Kelembagaan Koperasi Melalui Perspektif Psikologi Sosial

ISBN : 978-602-73463-1-4 99

http://pasca.unand.ac.id/id/prosiding-seminar-nasional-perencanaan-pembangunan-inklusif-desa-kota

[20] Allyn dan Bacon Slavin, R.E. 2000.Educational Psychology: Theory and Practice (Sixth Edition). Boston Company. Boston.

[21] Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. 2006.PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

[22] Dougall, Mc. D. Sc., F. R.S. William. 1919.An Introduction to Social Psychology.Meutheun & Co. Ltd. London.

[23] Ahmadi, Abu. , Loc. cit. [24] Sarwono, Loc. cit. [25] Mustafa, Hasan., Loc. Cit

[26] Sarwono, Loc. cit.

[27] Mustansyir, Rizal, dan Misnal Munir., Loc. cit.

[28] Sularti. 2006. Analisis Pengaruh Kinerja Pengurus, Motivasi dan Kepemimpinan Terhadap Peningkatan SHU pada Pusat Koperasi Pegawai Negeri (PKPRI Surakarta. Tesis. Program Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.

[29] Pratiwi, Elvira Dian. 2013. Faktor-faktor yang Menentukan Kenaikan dan Penurunan Sisa Hasil Usaha Dari Aspek Keuangan dan Non Keuangan (Studi Kasus KSP Artha Jaya Pasuruan Periode 2007-2011).Skripsi. Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, UIN Maulana Malik Ibrahim. Malang.

[30] Hosekini, Hana. 2015. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sisa Hasil Usaha Koperasi Simpan Pinjam Di Kabupaten Sukoharjo. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.Surakarta.

[31] Albana, Isna Fara. 2015. Pengaruh Modal Sendiri dan Current Ratio Terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) di KPRI Kota Semarang Tahun 2013. Skripsi. Jurusan Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Semarang. Semarang.

[32] Lestari, Ika. 2016. Sistem Pembagian Sisa Hasil Usaha di Koperasi Mahasiswa (Kopma) UIN Raden Fatah Palembang di Tinjau dari Perspektif Ekonomi Islam.Skripsi. Fakul-tas Hukum dan Ilmu Sosial. UIN Raden Patah Palembang.Palembang.

[33] Harjanto, Roufik Setyo. 2010. Kepuasan Anggota Ditinjau dari Kualitas Pelayanan Koperasi Serba Usaha

Ja‟Far Medika Syariah Mojogedang.Tugas Akhir. Program Studi Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta.

[34] Mahareni. 2011. Pengaruh Kemampuan Manajerial Pengurus Dan. Kinerja Karyawan Terhadap Kualitas

PelayananAnggota KoperasiPegawai. Republik Indonesia (KPRI). Skripsi. Fakultas Pendidikan Ekonomi. Universitas Negeri Semarang. Semarang.

[35] Mulyani, Heni Wahyu. 2013.Pengaruh Kualitas Pelayanan Koperasi dan Citra Koperasi Terhadap Kepuasan Konsumen Melalui Keputusan Pembelian Sebagai Variabel.Skripsi. Jurusan Pendidikan Ekonomi. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Semarang.

[36] Mulyono, Budi Kemal. 2009.Pengaruh Kemampuan Manajerial Pengurus, dan Pelayanan Koperasi

Terhadap Partisipasi KPRI “Bhakti Praja” Provinsi Jawa Tengah. Skripsi.Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Semarang. Semarang.

[37] Amiruddin, Fahmi dan Ida Farida. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Nasabah Dilihat dari Kualitas Pelayanan da Nilai Nasabah Pada Koperasi Serba Usaha (KSU) Bina Mitra di Kudus. Skripsi.

Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Dian Nuswantoro tahun 2014..

eprints.dinus.ac.id/8830/1/ jurnal_13619.pdf. Hal. 1 - 11.

[38] Aromatika, Dhanie Istiani. 2011.Faktor-faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Anggota pada KUD Makmur Jaya Kecamatan Jekulo Kudus. Skripsi, Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonom i Universitas Negeri Semarang.

[39] Satria, Depo Panca. 2013.Analisis Kinerja dan Tingkat Partisipasi Anggota Koperasi Peternak Kelinci (KOPNAKCI) Kabupaten Bogor.Skripsi. Depertemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor. Bogor.

[40] Putri, Asri Lutfiana. 2014. Pengaruh Motivasi dan Kualitas Pelayanan Koperasi Terhadap Partisipasi Anggota Di KUD Cepogo Boyolali Tahun 2014.Skripsi. Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[41] Utami, Riza., Nuraini Asriati, dan Husni Syahrudin. 2015. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Partisipasi Anggota Pada Koperasi Pegawai Negeri Politeknik Po ntianak.Jurnal.untan.ac.id/index.php/ jpdpb/article/ download/10802/10330.

[42] Hernawan, Ahmad Bobby. 2014. Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Penelitian di Koperasi Mitra Husada). Skripsi. Program Studi Manajemen. Fakultas Bisnis dan Manajemen Universitas Widyatama Bandung.

[43] Kadaryono, Citra Suci. 2014. Kinerja Karyawan Ditinjau dari Karakteristik Individu dan Motivasi Kerja di KUD Cepogo Boyolali. Skripsi. Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.

[44] Hidayah, Rahmah Syinta. 2015. Pengaruh Pendidikan Perkoperasian dan Kemampuan Manajerial Pengurus Terhadap Partisipasi Anggota Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) NU Graha Unggaran. Skripsi. Jurusan Pendidikan Ekonomi. Fakultas Ekonomi. UNS. Semarang.

[45] Odhiansyah, Novanda Tri. 2016. Pengaruh Pengetahuan Anggota Tentang Perkoperasian, Kreativitas pengurus, dan Motivasi Anggota Terhadap Partisipasi Anggota Koperasi Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. [46] Kharisma, Billy Widoera. 2016. Pengaruh Kinerja Pengurus dan Motivasi Anggota Terhadap Perkembangan

KPRI EKA Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.

[47] Hidayat, Nur. 2008. Aplikasi perencanaan Koperasi Simpan Pinjam KPN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam Kesejahteraan Anggota. Skripsi. Jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Dakwah, UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta.

[48] Darwas, Rahmadini. 2010. Evaluasi Peran Sistem Informasi Manajemen Koperasi Swadharwa dengan Menggunakan Model Maturity Level Pada Kerangka Kerja Cob IT Pada Domain Plan and OrganiseSkripsi. Program Magister Sistem Informasi Akuntansi Universitas Gunadarma. Jawa Barat.

[49] Muchamad, Nur. 2012. Analisis Manajemen Koperasi Selapa Polri Pondok Pinang Dalam Pelayanan Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Anggota. Skripsi.Jurusan Manajemen Dakwah, Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

[50] Wulan, Heru Sri. Analisis Jiwa Kewirausahaan Pemimpin, Gaya Partisipasi Para Anggota dan Model Manajemen Koperasi Dalam Meningkatkan Kinerja Koperasi Di Kota Semarang.Jurnal.unpand.ac.id/index. php/EBK/article/download/345/339.Tahun 2015. Hal. 55-70.

[51] Sapriati, Rini. 2013. Pengaruh Partisipasi Anggota Terhadap Peningkatan Kinerja Pengurus KUD Iyo Basamo di Desa Terantang Kecamatan Kabupaten Kampar. Skripsi.Jurusan Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SUSKA Riau.

[52] Saifudin, Ardin. 2013.Persepsi Masyarakat Terhadap Perkembangan Koperasi Kredit Yang Bermasalah (Studi pada Koperasi Kredit “Sedya Waluya”, Dusun Klangon, Desa Argosari, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, Yogyakarta). Skripsi. Jurusan Pendidikan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta.

[53] Nurranto, Heri dan FirdausBudhySaputro. Pengukuran Tingkat Partisipasi Anggota dan Pengaruhnya terhadap Keberhasilan Koperasi. Jurnal Sosio e-Kons,Vol.7 No.2Agustus2015: 111-127.

[54] Pangestuti, Dhara Rima. . 2016.Pengaruh Pengetahuan Anggota Koperasi, Persepsi Anggota Tentang Pelayanan Koperasi dan Motivasi Berkoperasi Siswa SMA Negeri I Ngemplak, Sleman, Yogyakarta. Skripsi. Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta

[55] Shaw, M.E., & Costanzo, P. R. 1970. Theories of Social Psychology. Mc Graw Hill Co. New York. Simamora Henry. Manajemen Sumber Daya Manusia. Cetakan kedua. STIE TKPN. Yogyakarta.2006.

[56] Widodo, Sri. 2008. Pengaruh Komunikasi dan Partisipasi Anggota Terhadap Keberhasilan Koperasi Unit Desa Melati.Jurnal Akmenika UPY, Volume 2 ,

[57] Faqih, Moh. Nur. 2011. Pengaruh Komunikasi dan Etika Kerja Islam Terhadap Kinerja Karyawan KJKS BMT

Fastabiq Pati. Skripsi. Jurusan Ekonomi Islam, Fakultas Syari‟ah Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang..

[58] Susanti H., Ira. 2012.Pengaruh Kualitas Layanan dan Kepemimpinan Pengurus Terhadap Partisipasi Anggota Pada Koperasi Simpan Pinjam Rabi Jonggor Kecamatan Gunung Tuleh Kabupaten Pasaman Barat. Skripsi.Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi UNP. Padang.

[59] Latifah, Rozita Nur. 2015. Pengaruh Komunikasi dan Interpersonal Skill Karyawan Terhadap Minat Menjadi Anggota Di Koperasi Syariah Muhammadiyah Kota Blitar. Skripsi. Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung.

[60] Marpaung, Marudut.Pengaruh Kepemimpinan dan Team Work Terhadap Kinerja Karyawan di Koperasi Sekjen Kemdikbud Senayan Jakarta.Jurnal IlmiahWIDYA, Volume 2, Nomor 1, Maret-April 2014: 33-40. [61] Mandala W., Yohan. 2012. Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional, Motivasi, Kerja dan

Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan (Studi pada Pusat Koperasi Unit Desa Provinsi Jawa Timur. Skripsi. Jurusan Ekonomika dan Bisnis, Manajemen, Fakultas Ekonomika da n Bisnis Universitas Diponegoro. Semarang.

Pengembangan Kelembagaan Koperasi Melalui Perspektif Psikologi Sosial

ISBN : 978-602-73463-1-4 101

http://pasca.unand.ac.id/id/prosiding-seminar-nasional-perencanaan-pembangunan-inklusif-desa-kota

[62] Dwi U., Munfarida. 2014. Pengaruh Motivasi Kerja Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Koperasi Simpan Pinjam Karya Kabupaten Pati. Skripsi.Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

[63] Noor, Safari H. 2015. Pengaruh Pengetahuan Perkoperasian, Motivasi Berkoperasi dan Kualitas Pelayanan Terhadap Partisipasi Anggota Koperasi Serba Usaha (KSU) Padurenan Jaya Gebog Kabupaten Kudus. Skripsi. Jurusan Pendidikan Ekonomi. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Semarang. Semarang.

[64] Nur,Yunita. 2010. Efektivitas Kemitraan Usaha Pada Koperasi Susu “SAE” Unit Pujon dalam Meningkatkan Kesejahteraan Peternak Sapi Perah (Kasus Pada Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang). Skripsi. Jurusan Ekonomi Pembangunan. Fakultas Ekonomi. Universitas Brawijaya. Malang.

[65] Syahza, Almasdi. Model Pengembangan Kelembagaan Perkebunan Dalam Mendukung Keberdayaan Ekonomi Masyarakat.Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia, Vol. 40, No.2, Maret-April ,2011. Hal. 1-14. [66] Sariwibowo, Puspita. 2014. Kebijakan Pemberian Kredit dan Pengaruh Loan to Deposit Ratio (LDR)

Terhadap Non Performing Loan (NPL) Pada Koperasi Pembatikan Nasional (KPN) Solo. Skripsi. Universitas Muhammadiyah. Surakarta.

[67] Dinas Perkebunan Kabupaten Kuantan Singingi. 2015.Laporan Kinerja Tahunan. Dinas Perkebunan Kab. Kuansing. Kuansing.

Pengembangan Air Terjun Coban Pelangi Desa Wisata Gubugklakah Kabupaten Malang Berdasarkan Potensi ...

ISBN : 978-602-73463-1-4 103

http://pasca.unand.ac.id/id/prosiding-seminar-nasional-perencanaan-pembangunan-inklusif-desa-kota

PENGEMBANGAN AIR TERJUN COBAN PELANGI DESA WISATA GUBUGKLAKAH

Dalam dokumen PROSIDING ASPI PERHEPPI Faidil Tanjung (Halaman 117-125)