berbagai permasalahan yang mendasari bangkitnya
3. INDONESIA: BEBERAPA PERUBAHAN DI ERA MODERNISAS
Pada 1950 -an , pem erin tah In don esia berupaya m em ajukan pem ban gun an sosial-ekon om i den gan cara yan g lebih sistem a- tis. Watak perekon om ian n ya yan g san gat terkait den gan tan ah m en yebabkan rum usan kebijakan dan im plem en tasin ya ter- utam a difokuskan pada pem ban gun an pertan ian . Salah satu ke- bijakan itu adalah ren can a pada tahun 1958 un tuk pen in gkatan produksi beras yan g ditujukan un tuk m en capai swasem bada pada tahun 1962. Dalam ren can a itu, dicari solusi un tuk pe- n in gkatan m etode pertan ian , in ten sifikasi pen ggun aan lahan sawah dan didirikan n ya beberapa pusat pen yedia ben ih, pupuk dan kredit un tuk petan i. Kegagalan kebijakan in i sebagian ter- letak pada m asalah peren can aan , tin ggin ya in flasi, dan bebera-
pa m asalah politik in tern al. Sebagian pen jelasan n ya juga harus dicari dalam kebijakan para peren can a ketika m en cari solusi yan g didasarkan pada param eter-param eter tekn is (in frastruk- tur, in ten sifikasi dan kredit). Dalam praktikn ya, kebijakan itu m erupakan suatu kebijakan “bertaruh pada yan g kuat” (bettin g on the stron g), sebab han ya petan i bersawah, yan g berstatus layak m en dapat kreditlah yan g bisa ikut dalam program pem e- rin tah. Oleh karen a sebagian besar petan i tidak m en dapatkan apapun dari fasilitas baru itu, m aka produksi keseluruhan tetap ren dah. Padahal, syarat utam a un tuk m en in gkatkan kesejahte- raan oran g m iskin desa adalah diikutkan n ya petan i gurem dan petan i tak bertan ah ke dalam program reform a agraria yan g dilaksan akan pem erin tah. Beberapa kabin et yan g berkuasa se- jak 1946 hin gga 1960 selalu m em asukkan upaya perbaikan per- aturan agraria dalam program m ereka, tetapi baru pada 1960 Un dan g-Un dan g Pokok Agraria (UUPA) diterim a oleh DPR.
Berten tan gan den gan opin i um um di In don esia zam an sekaran g, UUPA dan Un dan g-Un dan g Pokok Bagi H asil 1960 (yan g m en gatur m aksim um luas tan ah pertan ian yan g boleh dim iliki seseoran g di areal yan g berbeda-beda m en urut kepa- datan pen duduk —5,0 ha di J awa yan g padat pen duduk, m isal- n ya—dan m in im um 50 persen hasil diberikan kepada pen g- garap dalam sistem bagi hasil, den gan biaya tan am dibagi dua) san gatlah m oderat jika diban din gkan den gan beberapa un dan g- un dan g agraria di n egara lain . Seben arn ya, draft un dan g- un dan g itu diten tan g oleh Partai Kom un is In don esia, sebab tidak cukup radikal m en urut PKI, dan juga karen a un dan g- un dan g itu m em form alkan kepem ilikan tan ah pribadi.
Meskipun UUPA 1960 m en doron g petan i gurem dan kaum tak bertan ah un tuk m en un tut dilaksan akan n ya redistribusi tan ah, tidak bisa dikatakan bahwa pem erin tah sebelum tahun 1965 sudah m elaksan akan UUPA itu den gan cara kon sisten atau m em iliki daya paksa. Sem en tara itu, di awal 1960 -an im ple- m en tasi UUPA telah dijadikan isu kam pan ye pen tin g dalam
m en gu ku h kan platfor m PKI d an Bar isan Tan i In d on esia, sehin gga di beberapa daerah UUPA itu m en im bulkan apa yan g disebut den gan ‘Aksi Sepihak’' yan g dilakukan petan i dalam usaha m ereka un tuk lan gsun g m en guasai tan ah, yaitu den gan m elan ggar prosedur form al Pan itia Lan dreform lokal. Kejadian - kejadian itu m erupakan faktor utam a pen yebab m en yebarluas- n ya kon flik agraria di tahun -tahun sebelum 1965. Pada giliran - n ya, kejadian -kejadian itu m en jadi pen yebab pen tin g dari peris- tiwa-peristiwa tragis 1965-1966 yan g m em buat ribuan oran g desa, terutam a di Bali dan J awa, m en jadi korban pergolakan politik tin gkat n asion al, padahal m ereka tidak begitu tahu apa yan g seben arn ya terjadi. Di In don esia, sebagaim an a haln ya di ban yak n egara lain , oran g desa m en jadi korban dari kon flik dan in trik politik tin gkat tin ggi, sem en tara m ereka sam a sekali tidak m em iliki ken dali atasn ya.
Peristiwa-peristiwa tragis itu m en im bulkan dam pak yan g terus ada terhadap prospek pelaksan aan lan dreform hin gga hari in i. Selam a periode sepuluh tahun an tara 1966-1976, secara luas oran g m en gan ggap bahwa topik lan dreform sudah m en jadi “tabu”. Bahkan di tahun -tahun belakan gan , m eskipun perhati- an pem erin tah sudah diperbarui, dan ada pern yataan -pern yata- an publik beberapa pejabat tin ggi n egara bahwa “lan dreform
bukan produk dari PKI”,7juga m eski pem erin tah terus berpe-
gan g pada prin sip-prin sip lan dreform yan g disebut di Bab I, in gatan pahit sejarah m asa lalu m asih m em buat beberapa pe- jabat n egara, kaum in telektual dan oran g awam m erasa perlu bertin dak den gan san gat hati-hati ketika m em un culkan soal apapun yan g berkaitan den gan m asalah agraria.
Kecen derun gan kepada kom ersialisasi pertan ian yan g di- usahakan oleh petan i kecil telah m un cul sejak lam a. Kecen de- run gan itu dipercepat di tahun -tahun sesudah 1966, yaitu ketika
7 Lihat m isaln ya ban yak pern yataan beberapa pejabat tin ggi n egara pada kesem patan perayaan 20 tahun UUPA, Oktober 198 0 .
sistem irigasi telah direhabilitasi, pen gen alan varietas baru, in put dan praktik pertan ian “Revolusi H ijau” berhasil m en aik- kan produksi beras pada ban yak sawah irigasi di In don esia.8
Akan tetapi, harapan bahwa m odern isasi dan in ten sifikasi pro- duksi beras juga bisa m em bawa kem akm uran yan g lebih besar dan keun tun gan yan g m erata bagi m ereka sem ua yan g terlibat dalam produksi beras, tidak terpen uhi.
Meskipun sedikit sekali pen elitian tersedia un tuk m endu- kung kesan um um kecenderungan-kecenderungan itu, nam pak- n ya m em an g di J awa han ya m ereka yan g m em iliki lahan ber- irigasi lebih dari 0 ,5 ha-lah yan g bisa m en dapatkan keun tun gan dari in put bersubsidi yan g disediakan oleh program pem erin tah un tuk in ten sifikasi pertan ian . H in gga sekaran g di ban yak dae- rah, tekan an dilakukan kepada para petan i berlahan sem pit un tuk ikut dalam program in ten sifikasi atau sekuran gn ya un tuk m en an am varitas un ggul, m eskipun m ereka tidak m au. Oleh karen a m en ghadapi ken aikan harga in put dan tekan an dari in stan si pem erin tah dan para pem ilik tan ah, m aka ban yak pe- tan i kecil tidak lagi m am pu m en golah tan ahn ya, sehin gga lebih suka m en yewakan n ya kepada petan i yan g lebih m am pu.
Men in gkatn ya m ekan isasi juga m en im bulkan beberapa perubahan di sektor pertan ian . Di J awa dan Sulawesi Selatan , pen ggun aan traktor tan gan un tuk m em bajak sawah m en im - bulkan dam pak besar bagi kesem patan kerja baik bagi para buruh tan i, m aupun bagi para pem ilik lahan yan g karen a han ya m em iliki tan ah sem pit terpaksa harus m en cari kerja upahan selain di sawahn ya sen diri. Pada saat yan g sam a, kesem patan kerja bagi perem puan juga berkuran g akibat dipergun akan n ya
8 Tahun 198 1 In don esia m en capai sebuah periode pen dek ‘swasem bada’ dalam hal produksi beras un tuk pertam a kalin ya dalam in gatan seum ur hidup, m eskipun sejum lah besar beras m asih diim por (telah dipesan di m uka). Un tuk pertam a kalin ya produksi n asion al bisa m en cukupi kebutuh- an n asion al. Meskipun produksi beras terus m en in gkat sejak saat itu, tetapi In don esia m asih m en gim por lebih dari satu juta ton beras per tahun (pen yun tin g).
alat pen an am bibit padi sem i m ekan is. Selain itu, lapan gan kerja perem puan juga berkuran g karen a sem akin tersebarluas- n ya m esin pen ggilin gan padi yan g m en ggusur pekerjaan m e- n um buk padi.
Beberapa perubahan sifat kelem bagaan juga telah terjadi di ban yak tem pat di J awa pada tahun -tahun belakan gan in i. H asil Sen sus Pertan ian 1963 dan 1973 m en un jukkan bahwa an gka pen yakapan turun tajam , m eskipun tidak diketahui bagaim an a sesun gguhn ya perubahan itu terjadi. Ada yan g m e- n gatakan bahwa di awal 1960 -an , karen a takut bahwa peraturan
lan dreform akan m em aksa m ereka m en yerahkan tan ah kepada pen ggarap, m aka ban yak pem ilik tan ah m en in ggalkan praktik pertan ian bagi hasil dan beralih m en ggun akan buruh upahan . J uga ada an ggapan bahwa bagi pem ilik tan ah luas buruh upah- an itu lebih ekon om is daripada m em pekerjakan petan i pen g- garap un tuk m en ggarap tan ah m ereka, terutam a setelah prog- ram in ten sifikasi diperken alkan . Sem akin ban yakn ya pen ggu- n aan uan g dalam ekon om i pedesaan juga m en im bulkan bebe- rapa perubahan dalam praktik pan en . Di J awa ada beberapa daerah dim an a para pem ilik tan ah m em ilih m en jual hasil per- tan ian m ereka sebelum waktu pan en berdasarkan kon trak de- n gan m an dor yan g n an tin ya akan m en gelola pen gaturan ten aga kerja pan en di tan ahn ya, sebab cara itu dian ggap lebih m en g- un tun gkan . J adi setelah relasi patron -klien len yap, m aka m un - cul relasi kon traktual di desa-desa.
Meskipun tidak didokum en tasikan secara m em adai, salah satu dari perubahan -perubahan besar yan g terjadi pada tahun - tahun belakan gan in i adalah sem akin m en in gkatn ya kon sen - trasi kepem ilikan tan ah. Para petan i kecil terdoron g un tuk m en jual tan ah m ereka karen a berhadapan den gan ken yataan bahwa m em an g ada pasar yan g siap m em beli tan ah, terutam a ketika perluasan in dustri dan perum ahan terjadi di daerah- daerah yan g dekat den gan kota besar dan kecil. Perm in taan tan ah un tuk keperluan in dustri dan perum ahan terus m en in g-
kat sedem ikian tin ggi, sehin gga spekulasi tidak bisa dihin dari. Ketika tan ah dibagi-bagi di an tara para ahli warisn ya, m aka tan ah yan g didapatkan oleh m asin g-m asin g m ereka m en jadi begitu kecil sehin gga tidak ekon om is un tuk diusahakan , akibat- n ya m ereka lebih suka m en jualn ya. Utan g yan g jatuh tem po dan keharusan un tuk m en dapatkan uan g un tuk berbagai keperluan , seperti pen didikan an ak, juga m en doron g petan i gurem un tuk m en jual tan ahn ya. Beberapa pen gam at m en dukun g pen dapat bahwa UUPA 1960 itu sen diri juga m en doron g peralihan tan ah sem acam itu lewat pen jualan , sebab tan ah kom un al yan g dulu- n ya bisa diwariskan tetapi tidak bisa dijual kepada oran g luar telah m en jadi kepem ilikan pribadi, sehin gga bisa dijual.
Pen guasaan tan ah bisa dilakukan oleh pen duduk di per- kotaan yan g in gin m en gin vestasikan m odal m ereka, sebab tidak ada laran gan un tuk m en gin vestasikan n ya den gan m em beli ta- n ah pertan ian di J awa. Ada kecen derun gan yan g sem akin besar bahwa oran g-oran g kota itu sem akin ban yak yan g berusaha m en dapatkan hak pen ggun aan tan ah yan g luas di beberapa daerah terten tu di luar J awa, seperti di Lam pun g, un tuk pem - budidayaan tan am an kom oditas ekspor (cen gkeh, karet, kelapa, dsb.). Proses akum ulasi tan ah itu dapat dilakukan karen a batas m aksim um kepem ilikan tan ah yan g diatur dalam UUPA han ya bisa diberlakukan bagi tan ah hak m ilik dan tidak berlaku bagi hak gun a tan ah. Terlebih, persoalan kepem ilikan absen tee tidak diatur dalam hal hak gun a.
Ketika proses perubahan m ulai sem akin dirasakan di tin gkat pen duduk term iskin , m aka petan i gurem dan buruh tan i tak bertan ah yan g sum ber pen ghidupan m ereka sem akin ber- kur an g ter paksa m en ggun akan ber agam str ategi ber tah an hidup. Kecen derun gan para pem ilik lahan sem pit un tuk m en ye- wakan tan ah m en jadi sem akin besar di daerah-daerah pertan i- an beririgasi, term asuk di daerah-daerah di m an a pem erin tah sudah m em perken alkan pen dekatan pertan ian berkelom pok un tuk m en in gkatkan hasil pertan ian per satuan lahan . Dalam
kasus sem acam itu, m aka para pem ilik tan ah m en jadi petan i pen ggarap bagi hasil atau lebih um um n ya m en jadi buruh tan i di tan ah m ereka sen diri. Dalam kasus un tuk m en ebus tan ah yan g sudah digadaikan , pem ilik tan ah m en jadi petan i pen ggarap di tan ahn ya sen diri hin gga ia bisa m en dapat hasil yan g cukup un - tuk m em beli tan ahn ya kem bali. Seben arn ya, praktik sem acam itu dilaran g oleh hukum . Pada akhirn ya, ketidakm am puan un tuk m en ebus tan ah serin gkali m em buat petan i harus m en jual tan ahn ya itu.
Beberapa ben tuk hubun gan ten aga kerja telah m en galam i evolusi dalam m erespon fen om en a kom ersialisasi pertan ian . Den gan m eluruhn ya tradisi bagi hasil dan adan ya kecen derun g- an pem ilik tan ah un tuk m en ggun akan buruh upahan , m aka para petan i gurem dan buruh tan i tak bertan ah terpaksa m en g- ikuti aturan kerja yan g seben arn ya lebih m erugikan diban d- in gkan den gan pola bagi hasil yan g diperbolehkan oleh UUPA. H al in i tidak lain agar m ereka pun ya akses un tuk m en dapatkan hasil pertan ian . Misaln ya, ban yak buruh tan i di berbagai daerah sekaran g m au m elakukan pekerjaan seperti pen an am an dan pem bibitan tan pa bayar, agar m ereka tetap bisa m em iliki ke- sem patan kerja un tuk m em an en . Oleh karen a petan i dihadap- kan pada kem un gkin an bahwa pem ilik tan ah bisa saja m em ilih m en ggun akan sistem kon trak un tuk m em an en sawahn ya dan karen a lapan gan pekerjaan di pertan ian san gat sedikit, m aka para petan i gurem dan buruh tan i itu terpaksa m en gikuti kese- pakatan sem acam itu. Dalam beberapa kasus, petan i gurem sudah siap un tuk m en jadi buruh tan i di m usim hujan agar bisa m en dapatkan hak atas tan ah secara bagi hasil di m usim kerin g berikutn ya. Karen a kekuatan tawar petan i pem ilik lahan sem pit dan buruh tan i tak bertan ah sem akin lem ah, m aka beberapa perubahan dalam relasi ten aga kerja itu akan terus terjadi dan akan sem akin m erugikan m ereka.
Den gan sem akin besarn ya tekan an populasi dan sem akin besarn ya ketidaksetaraan dalam hal akses terhadap tan ah dan
produk yan g dihasilkan n ya, m aka sem akin ban yak terjadi pe- n yerobotan yan g dilakukan oleh pem ukim liar terhadap tan ah yang dikuasai oleh negara dan berbagai institusi lainnya. Serang- kaian in siden yan g terjadi pada 1979 ketika para pem ukim liar m en an tan g kekuasaan pem erin tah di Sum atera Utara dan J awa Tim ur m erupakan cerm in an dari cara yan g digun akan oran g m iskin desa un tuk m elawan m arjin alisasi yan g sem akin besar. Begitu pula, pen dudukan ilegal tan ah hutan lin dun g dan hutan rehabilitasi telah m em bawa dam pak ekologis. Pen dudukan ilegal itu bukan han ya m en un jukkan adan ya tekan an populasi di daerah pedesaan tetapi juga m en un juk pada ken yataan bah- wa han ya sejum lah kecil oran g saja yan g sekaran g m em iliki akses terhadap tan ah. Sebagaim an a digam barkan oleh in siden di Sum atera Utara dan J awa Tim ur itu, beberapa warga desa term asuk juga perem puan sudah siap terlibat ben trok fisik gun a m elin dun gi apa yan g m ereka yakin i sebagai hak m ereka.
Rakyat terus disin gkirkan dan bukan n ya ditarik ke peker- jaan pertan ian , sehin gga peralihan ke dalam aktivitas n on -per- tan ian di daerah pedesaan m en jadi sem akin ban yak terjadi. H al itu terlihat dari besarn ya jum lah pedagan g kecil yan g m en da- p at kan p en gh asilan sead an ya d ar i ber d agan g m akan an , m in um an , pakaian dan baran g lain , baik yan g m ereka buat sen diri m aupun yan g dibeli dari pedagan g lain . Di ban yak dae- rah, oran g desa m en gum pulkan batu, kerikil dan pasir dari su- n gai dan m en ggali tebin g gun un g un tuk m en dapatkan bahan ban gun an yan g bisa dijual kepada kon traktor ban gun an di kota. Di beberapa tem pat, usaha pem buatan batu bata m en jadi sum - ber pen ghidupan , sebagai in dustri rum ah tan gga. Akan tetapi, persain gan yan g diakibatkan oleh m un culn ya baran g buatan pabrik telah m em batasi peluan g bagi perluasan in dustri pe- desaan . Beberapa in dustri kecil pem buatan alat dapur dan rum ah tan gga dari logam , m isaln ya, m asih ada di beberapa dae- rah, tetapi ketika alat-alat itu disain gi oleh peralatan dari plas- tik (seperti keran jan g dan tali rafia) m aka para pen grajin pe-
desaan kalah bersain g. Bahkan pasar lokal yan g dulun ya m e- n yerap produk pedesaan juga sem akin m en gecil jum lahn ya, karen a dihadapkan pada m asukn ya baran g pabrik dari kota. Ketika in dustri rum ah tan gga skala kecil bisa bertahan hidup, m isaln ya seperti kain ten un tan gan , m aka produk-produk in d u str i ter sebu t m en jad i sed em ikian r en d ah ku alitasn ya sehin gga tidak m am pu bersain g, kecuali den gan harga yan g san gat ren dah. Ketika beberapa peluan g pen ghasilan tercipta di daerah pedesaan oleh in ovasi baru (m isaln ya an gkutan pe- desaan ), m aka akses ke peluan g pen ghasilan itu han ya bisa di- dapatkan oleh m ereka yan g berada pada strata sosial-ekon om i tin ggi, sebab perkem ban gan sem acam itu ham pir selalu m em - butuhkan akses ke kapital.
Sem akin m en in gkatn ya perpin dahan keluar dari daerah pedesaan adalah suatu ben tuk lain tan ggapan terhadap sem akin besarn ya m arjin alisasi dan keciln ya akses peluan g kerja di desa- desa J awa. Di sebagian besar peristiwa, perpin dahan itu terjadi m en uju daerah perkotaan (baik yan g perm an en m aupun yan g sirkular), sebab sektor in form al m em berikan harapan pen g-