• Tidak ada hasil yang ditemukan

REFORMA AGRARIA DAN BURUH PEDESAAN: BEBERAPA PERBANDINGAN DARI INDIA

Dalam dokumen BENJAMIN WHITE G U N AWA N W I R A D I (Halaman 109-113)

reforma agaria dalam tinjauan komparatif

7. REFORMA AGRARIA DAN BURUH PEDESAAN: BEBERAPA PERBANDINGAN DARI INDIA

Komersialisasi dan Tenaga Kerja Pertanian

Di seluruh dun ia, pertan ian sem akin dikom ersialkan , kadan g den gan m en ggun akan lan dreform, kadan g tan pa lan dreform. H am pir di m an a-m an a, para petan i m iskin dan term arjin alkan kehilan gan tan ah m ereka, baik lewat pen jualan atau pen yewaan tan ah. Bahkan ketika m ereka tetap m en golah tan ah itu, serin g-

kali perem puan dan an ak-an aklah yan g harus m en gerjakan n ya, sedan gkan kaum laki-laki dewasa kerja upahan atau m elakukan m igrasi m usim an (seperti yan g disebutkan di bagian sebelum - n ya ten tan g perem puan pedesaan ). Sem ua itu m en yebabkan sem akin tin ggin ya an gka pekerja pertan ian . Di In dia proporsi rum ah tan gga buruh tan i telah n aik dari 30 persen rum ah tan g- ga pedesaan hin gga m en jadi ham pir 50 persen -n ya selam a tiga puluh tahun terakhir.

Kon disi kom ersialisasi pertan ian seperti digam barkan di atas m en datan gkan beberapa kon sekuen si. Pertam a, sem akin m en in gkatn ya pen gan gguran dan kem iskin an . An gka kem iskin - an pedesaan In dia juga n aik dari 30 m en jadi 50 persen selam a tiga puluh tahun terakhir. Kedua, sem akin keciln ya upah buruh riil. Dalam kaitan n ya den gan kem iskin an , buruh serin gkali ter- ikat pada tuan tan ah karen a utan g. Kadan g beban hutan g pun diwariskan dari bapak ke an ak. Para buruh m igran yan g berasal dari daerah m iskin dijual lewat pedagan g peran tara kepada para petan i di daerah-daerah Revolusi H ijau. Di In dia terjadi pen in gkatan ketegan gan an tara para buruh tan i dan para tuan tan ah. Serin gkali tuan tan ah m elakukan tin dakan pen ghukum - an seperti pen gusiran buruh tan i dari rum ah m ereka sen diri, m em bakar rum ah , m em ukuli dan m em bun uh buruh tan i, perkosaan ram ai-ram ai terhadap perem puan , dsb.

Aksi Buruh

Di ban yak tem pat di In dia, para buruh tan i m en gorgan isir diri ketika berhadapan den gan beberapa isu terten tu. Isu-isu itu an tara lain :

- tun tutan un tuk m en jam in tersedian ya akses ke petak tan ah un tuk pem ukim an dan atau un tuk pertan ian ; - m ereka yan g terikat den gan pertan ian bagi hasil ber-

dasarkan kon trak lisan harus didaftar;

- tun tutan akan upah yan g lebih tin ggi dan im plem en - tasi aturan upah m in im um ;

- tun tutan un tuk m en dapatkan pekerjaan pada prog- ram kerja boron gan di pedesaaan di bawah jam in an program ten aga kerja ;

- tun tutan adan ya kartu jatah m akan .

Di beberapa daerah terten tu para buruh tan i itu juga ter- organ isir di bawah program -program politik yan g lebih radikal. Dalam kasus sem acam itu di Bihar, m ereka bersatu den gan para buruh tam ban g batu bara dan m en gorgan isir diri den gan tun tutan -tun tutan berikut:

- m en gem balikan tan ah yan g secara ilegal diram pas dari m ereka;

- dukungan kepada didirikannya koperasi untuk perta- nian, peternakan ayam , peternakan hewan besar, dsb.; - pem erin tahan m an diri dan pertahan an m an diri; - pen didikan ;

- p en gu r an gan kon su m si ber lebih an p ad a u p acar a perkawin an , kem atian , dll.

Tanggapan Negara

Untuk m enghadapi fenom ena kekerasan di pedesaan dan sem a- kin m eningkatnya pem iskinan, dan didorong karena adanya tekanan dari gerakan rakyat, negara India m engam bil beberapa tin dakan . Pem erin tah m em berlakukan aturan -aturan un tuk m enghapuskan tenaga kerja terikat (bonded labour), pem ber- lakuan upah m inim um , tanah pem ukim an, dan juga beberapa program pem bangunan seperti program pekerjaan pedesaan, skem a jam inan pekerjaan, skem a kesehatan di pedesaan, pensiun bagi lanjut usia. Dalam pelaksanaan aturan-aturan itu, beberapa organisasi buruh term asuk juga organisasi-organisasi perem - puan m em ainkan peran aktif sebagai kelom pok penekan yang kadan g bekerja sam a den gan beberapa pem erin tah n egara bagian yang dikuasai oleh partai-partai yang m em ihak rakyat. Um um nya kaum buruh itu kuat asalkan terorganisir.

Kesimpulan

Dalam kasus buruh pedesaan , sebagaim an a den gan perem - puan , harus ditekan kan bahwa usaha un tuk m em peroleh kem a- juan sebesar apapun m en jadi tidak bisa dilakukan tan pa partisi- pasi para buruh itu sen diri dalam perjuan gan m en capain ya. J adi, m em an g kita harus m en getahui hak para buruh pedesaan agar bisa m en gorgan isir dan m em berikan ban tuan kepada organ isasi sem acam itu lewat pelatihan ten tan g keteram pilan dan tekn ik yan g tepat. Meskipun begitu, beberapa aturan khusus yan g bisa dikaji dan diim plem en tasikan m eliputi:

- Perlin dun gan bagi —atau diciptakan n ya—hak para buruh pedesaan un tuk m en dapatkan kepem ilikan tan ah un tuk perum ahan .

- J ika dim un gkin kan , para buruh pedesaan itu harus berpartisipasi dalam distribusi tan ah pertan ian . - Pen yediaan pen gam an an yan g lebih kuat un tuk atur-

an dan praktik bagi para buruh pedesaan agar m en - jam in adan ya ketersediaan pekerjaan , tin gkat upah, kesehatan dan keselam atan kerja, sertqa pen yediaan pen siun di hari tua.

- Diadakan n ya beberapa proyek padat karya di daerah pedesaan dan diutam akan n ya para buruh tan i yan g tidak bertan ah dalam alokasi pekerjaan di proyek- proyek itu.

- Pen ggun aan tekn ologi yan g tepat un tuk kon disi-kon - disi pedesaan , di sem ua bidan g aktivitas kerja, baik bagi laki-laki m aupun perem puan , di luar m aupun di dalam rum ah.

- Perluasan sum ber-sum ber pekerjaan pedesaan n on pertan ian — m eskipun harus diperhatikan den gan cerm at agar terhin dar dari terjadin ya diskrim in asi gen der, seperti yan g sudah terjadi di berbagai in dustri rum ah tan gga.

Dalam dokumen BENJAMIN WHITE G U N AWA N W I R A D I (Halaman 109-113)