5.3. Analisis Dekomposisi
5.3.2. Jalur Struktural Sektor Pariwisata
5.3.2.2. Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit
Minuman dan Tembakau melalui jalur yang lain.
Jalur subsektor Industri Makanan, Minuman dan Tembakau dapat
langsung mempengaruhi faktor Produksi kapital yang dapat menambah
pendapatan golongan institusi pemerintah sebesar 6.14 persen, yang digambarkan
dengan tanda panah putus-putus. Sedangkan tanda pa nah yang tidak putus-putus
menyatakan pengaruh tidak langsung subsector Industri Makanan, Minuman dan
Tembakau dengan factor produksi capital yang dapat dijelaskan:
Pertama, melalui subsektor produksi Industri Makanan, Minuman dan
Tembakau juga dapat mempengaruhi sektor produksi Tanaman Bahan Makanan,
kemudian mempengaruhi faktor produksi kapital sehingga dapat meningkatkan
pendapatan sebesar 21.16 persen terhadap kelompok institusi pemerintah.
Kedua, melalui subsektor produksi Industri Makanan, Minuman dan
Tembakau memerlukan sektor perdagangan, sehingga sektor perdagangan dapat
meningkatkan kapital yang memberikan tambahan pendapatan 1.32 persen,
terhadap kelompok institusi pemerintah.
5.3.2.2. Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit
Pengaruh shock subsektor Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan
Barang dari Kulit menuju rumahtangga golongan bawah di kota, ditunjukkan
dalam Gambar 5.35 dan Tabel 5.35, menyajikan nilai-nilai yang menggambarkan
pengaruh langsung yang berawal dari subsektor Industri Tekstil, Pakaian Jadi,
Alas Kaki dan Barang dari Kulit menuju kelompok rumahtangga golongan bawah
di kota. Kemudian pengaruh global (dampak pengganda) dengan pergerakan awal
dari subsektor Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit
menuju sektor produksi dan faktor produksi serta menuju kelompok rumahtangga
golongan bawah di kota.
Gambar 5.18. Struktural Path pada subsektor Industri Tekstil, Pakaian Jadi,
Alas Kaki dan Barang dari Kulit Menuju Rumahtangga
Golongan Bawah di Kota.
Tabel 5.36. Pengaruh Global dan Pengaruh Total pada Subsektor Industri
Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit Menuju
Rumahtangga Golongan Bawah di Kota
Sumber SAM Provinsi Bali Tahun 2007 (diolah)
Berdasarkan Gambar 5.35 dan Tabel 5.35, dapat dijelaskan bahwa
pengaruh global dari subsektor Industri Tekstil, pakaian jadi. Alas kaki dan barang
dari kulit terhadap kelompok golongan bawah di kota adalah sebesar 0.1794. Nilai
tersebut memberikan arti bahwa apabila terjadi peningkatan penerimaan sektor
Industri Tekstil, Pakai Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit sebesar 100 rupiah
Jalur awal Jalur
Tujuan Jalur Dasar PengaruhGlobal
Penga- ruh Total % INTPABK RGBK INTPABK-BPROD-RGBK INTPABK-PPROD-RGBK INTPABK-KAP-RGBK INTPABK-INTPABK-BP-RGA BK INTPABK-INTPABK-PP-RGBK INTPABK-INTPABK-KAP-RGBK INTPABK-PERD-BP-RGBK INTPABK-PERD-BTU-RGBK INTPABK-PERD-KAP-RGBK 0.1794 0.0261 0.0082 0.0063 0.0138 0.0043 0.0033 0.0109 0.0052 0.0012 14.56 4.56 3.52 7.68 2.40 1.85 6.08 2.92 0.68
akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan kelompok rumahtangga
golongan bawah di kota sebesar 17.94 rupiah. Sedangkan jalur yang ada di dalam
gambar hanya 44.25 persen dapat mempengaruhi pendapatan golongan bawah di
kota melalui jalur ini, sisanya sebesar 55.75 persen pendapatan golongan bawah di
kota dipengaruhi dari peningkatan sektor Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki
dan Barang dari Kulit melalui jalur yang lain.
Jalur subsektor Industri Tekstil. Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari
Kulit dapat langsung mempengaruhi faktor Produksi buruh produksi, pengusaha
produksi dan kapital yang dapat menambah pendapatan kelompoh rumahtangga
golongan bawah di kota masing- masing sebesar 14.56 persen, 4.56 persen dan
3.52 persen, yang digambarkan dengan tanda panah putus-putus. Sedangkan tanda
panah yang tidak putus-putus menunjukkan pengaruh tidak langsung antara
subsektor industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit dengan
factor- faktor produksi tersebut, yang dapat dijelaskan:
Pertama, melalui subsektor produksi Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas
Kaki dan Barang dari Kulit juga dapat mempengaruhi sektor produksi industri
Tekstil, Pakain Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit dalam hal kebutuhan bahan
baku, kemudian mempengaruhi faktor produksi buruh produksi, pengusaha
produksi dan kapital sehingga dapat meningkatkan pendapatan masing- masing
sebesar 7.68 persen, 2.40 persen dan 1.85 persen terhadap kelompok rumahtangga
golongan bawah di kota.
Kedua, melalui sektor produksi Industri Tekstil, Pakai Jadi, Alas Kaki dan
Barang dari Kulit memerlukan sektor perdagangan, sehingga sektor perdagangan
yang memberikan tambahan pendapatan 6.08 persen, 2.92 persen dan 0.68 persen
terhadap kelompok rumahtangga golongan bawah di kota.
Pengaruh shock subsektor Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan
Barang dari Kulit menuju rumahtangga golongan atas di kota, ditunjukkan dalam
Gambar 5.36 dan Tabel 5.36, menyajikan nilai-nilai yang menggambarkan
pengaruh langsung yang berawal dari subsektor Industri Tekstil, Pakaian Jadi,
Alas Kaki dan Barang dari Kulit menuju kelompok rumahtangga golongan atas di
kota. Kemudian pengaruh global (dampak pengganda) dengan pergerakan awal
dari subsektor Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit
menuju sektor produksi dan faktor produksi serta menuju kelompok rumahtangga
golongan atas di kota.
Berdasarkan Gambar 5.36 dan Tabel 5.36, dapat dijelaskan bahwa
pengaruh global dari sektor Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang
dari Kulit terhadap kelompok golongan atas di kota adalah sebesar 0.2068. Nilai
tersebut memberikan arti bahwa apabila terjadi peningkatan penerimaan sektor
Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit sebesar 100 rupiah
akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan kelompok rumahtangga
golongan atas di kota sebesar 20.68 rupiah. Sedangkan jalur yang ada di dalam
gambar hanya 25.46 persen dapat mempengaruhi pendapatan golongan atas di
kota melalui jalur ini, sisanya sebesar 74.54 persen pe ndapa tan golongan atas di
kota dipengaruhi dari peningkatan sektor Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki
dan Barang dari Kulit melalui jalur yang lain. 0.075 BP 0.5274 0.0758 INTP BK 8 0.0387 0.0842 INTPAB 0.0387 P.P 0.022 1 RGAK K 0.1988 0.1592 0.3587
Gambar 5.19. Struktural Path pada Subsektor Industri Tekstil, Pakaian Jadi,
Alas Kaki dan Barang dari Kulit Menuju Rumahtangga
Golongan Atas di Kota
Tabel 5.37. Pengaruh Global dan Pengaruh Total pada Subsektor Industri
Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit Menuju
Rumahtangga Golongan Atas di Kota
Sumbe r : Social Accounting Matrix Provinsi Bali Tahun 2007 (diolah)
Jalur subsektor Industri Tekstil. Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari
Kulit dapat langsung mempengaruhi faktor Produksi buruh produksi, pengusaha
produksi dan kapital yang dapat menambah pendapatan kelompok rumahtangga
golonga n atas di kota masing- masing sebesar 3.09 persen, 0.41 persen dan 8.87
persen, yang digambarkan dengan tanda panah putus-putus. Sedangkan tanda
panah yang tidak putus-putus menunjukkan pengaruh tidak langsung subsektor
Jalur awal Jalur
Tujuan Jalur Dasar PengaruhGlobal
Pengaruh
Total %
INTPABK RGA K INTPABK-BPROD-RGA K
INTPABK-PPROD-RGAK INTPABK-KAP-RGAK INTPABK-INTPABK-BP-RGA K INTPABK-INTPABK-PP-RGA K INTPABK-INTPABK-KAP-RGAK INTPABK-PERD-BP-RGAK INTPABK-PERD-BTU-RGA K INTPABK-PERD-KAP-RGA K 0.2068 0.0064 0.0009 0.0184 0.0034 0.0005 0.0097 0.0027 0.0074 0.0036 3.09 0.41 8.87 1.63 0.22 4.68 1.29 3.55 1.72
produksi Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit yang dapat
dijelaskan:
Pertama, melalui subsektor produksi Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas
Kaki dan Barang dari Kulit juga dapat mempengaruhi sektor produksi industri
Tekstil, Pakain Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit dalam hal kebutuhan bahan
baku, kemudian mempengaruhi faktor produksi buruh produksi, pengusaha
produksi dan kapital sehingga dapat meningkatkan pendapatan masing- masing
sebesar 1.63 persen, 0.22 persen dan 4.68 persen terhadap kelompok rumahtangga
golongan atas di kota.
Kedua, melalui subsektor produksi Industri Tekstil, Pakai Jadi, Alas Kaki
dan Barang dari Kulit memerlukan sektor perdagangan, sehingga sektor
perdagangan meningkatnya pendapatan buruh produksi, buruh tata usaha dan
kapital yang memberikan tambahan pendapatan masing- masing sebesar 1.29
persen, 3.55 persen dan 1.72 persen terhadap kelompok rumahtangga golongan
atas di kota.
Pengaruh shock subsektor Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan
Barang dari Kulit menuju institusi perusahaan, ditunjukkan dalam Gambar 5.38
dan Tabel 5.38, menyajikan nilai- nilai yang menggambarkan pengaruh langsung
yang berawal dari subsektor Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang
dari Kulit menuju kelompok institusi perusahaan. Kemudian pengaruh global
(dampak pengganda) denga n pergeraka n awal dari subsektor Industri Teks til,
Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit menuju sektor produksi dan faktor
produksi serta menuju kelompok institusi perusahaan dikemukakan. IND.TP 0.5274 A BK 0.2514 IND.TP 0.2514 0.4854 KAP PERUS A BK 0.1988 0.2447 36.59 PERDA
Gambar 5.20. Struktural Path pada subsektor Industri Tekstil, Pakaian
Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit Menuju Institusi Perusahaa n
Tabel 5.38. Penga ruh Global dan Penga ruh Total pada Subsektor Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit Menuju Institusi Perusahaa n
Sumbe r : SAM Provinsi Bali Tahun 2007 (diolah)
Berdasarkan Gambar 5.38 dan Tabel 5.38, dapat dijelaskan bahwa
pengaruh global dari sektor Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang
dari Kulit terhadap kelompok institusi perusahaan adalah sebesar 0.5739. Nilai
tersebut memberikan arti bahwa apabila terjadi peningkatan penerimaan subsektor
Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit sebesar 100 rupiah
akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan kelompok institusi perusahaan
adalah 57.39 rupiah. Sedangkan jalur yang ada di dalam gambar hanya 36.59
persen dapat mempengaruhi pendapatan golongan institusi perusahaan melalui
jalur ini, sisanya sebesar 63.41 persen dipengaruhi dari peningkatan sektor
Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit melalui jalur yang
lain.
Jalur subsektor Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari
Kulit dapat langsung mempengaruhi faktor Produksi kapital dan menambah
Jalur awal Jalur
Tujuan Jalur Dasar PengaruhGlobal
Pengaruh
Total %
INTPABK PER INTPABK-KAP-PER
INTPABK-INTPABK-KAP-PER INMMT-PERD-KAP-PER 0.5739 0.1220 0.0644 0.0236 21.26 11.21 4.11
pendapatan kelompok institusi perusahaan sebesar 21.16 persen, yang
digambarkan dengan tanda panah putus-putus. Sedangkan tanda panah yang tidak
putus-putus menunujukkan pengaruh tidak langsung subsektor Industri Tekstil,
Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit dengan faktor produksi kapital
yang dapat dijelaskan:
Pertama, melalui subsektor produksi Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas
Kaki dan Barang dari Kulit juga dapat mempengaruhi sektor produksi industri
Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit yang terkait dengan bahan
baku, sehingga meningkatkan faktor produksi kapital yang dapat meningkatkan
pendapatan sebesar 11.21 persen terhadap kelompok institusi perusahaan.
Kedua, melalui subsektor produksi Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas
Kaki dan Barang dari Kulit memerlukan sektor perdagangan, sehingga sektor
perdagangan dapat meningkatksn kapital yang memberikan tambahan pendapatan
4.11 persen, terhadap kelompok institusi perusahaan.
Pengaruh shock subsektor Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan
Karang dari Kulit menuju institusi pemerintah, ditunjukkan dalam Gambar 5.39.
dan Tabel 5.39, menyajikan nilai- nilai yang menggambarkan pengaruh langsung
yang berawal dari subsektor Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang
dari Kulit menuju kelompok institusi pemerintah. Kemudian pengaruh global
(dampak pengganda) denga n pergeraka n awal dari subsektor Industri Teks til,
Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit menuju sektor produksi dan faktor
produksi serta menuju kelompok institusi pemerintah. INTPA 0.5274 BK 0.2514 INTPA 0.2514 0.0387 KAP PEM BK 0.1988 0.2447 22.16 PERD
Gambar 5.21. Struktural Path pada subsektor Industri Tekstil, Pakaian
Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit Menuju Institusi Pemerintah.
Tabel 5.39. Penga ruh Global dan Penga ruh Total pada Subsektor Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit Menuju Institusi Pemerintah
Sumbe r : SAM Provinsi Bali Tah
Berdasarkan Gambar 5.39 dan Tabel 5.39, dapat dijelaskan bahwa
pengaruh global dari subsektor Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan
Barang dari Kulit terhadap kelompok institusi pemerintah adalah sebesar 0.1634.
Nilai tersebut memberikan arti bahwa apabila terjadi peningkatan penerimaan
subsektor Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit sebesar
100 rupiah akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan kelompok institusi
pemerintah adalah 16.34 rupiah. Sedangkan jalur yang ada di dalam gambar hanya
22.16 persen dapat mempengaruhi pendapatan golongan institusi pemerintah
melalui jalur ini, sisanya sebesar 77.84 persen dipengaruhi dari peningkatan sektor
Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit melalui jalur yang
lain.
Jalur subsektor Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari
Kulit dapat langsung mempengaruhi faktor Produksi kapital yang dapat
menambah pendapatan golongan institusi pemerintah sebesar 12.88 persen yang
digambarkan dengan tanda pa nah put us-putus. Sedangkan tanda panah yang tidak
Jalur awal Jalur
Tujuan Jalur Dasar PengaruhGlobal
Pengaruh
Total %
INTPABK PEM INTPABK-KAP-PEM
INTPABK-INTPABK-KAP-PEM INMMT-PERD-KAP-PEM 0.1634 0.0210 0.0111 0.0041 12.88 6.79 2.49
putus-putus menunujukkan pengaruh langsung subsektor Industri Tekstil, Pakaian
Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit dengan faktor produksi kapital yang dapat
dijelaskan:
Pertama, melalui subsektor produksi Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas
Kaki dan Barang dari Kulit juga dapat mempengaruhi sektor produksi Industri
Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki dan Barang dari Kulit yang terkait dengan bahan
baku, sehingga meningkatkan faktor produksi kapital yang dapat meningkatkan
pendapatan sebesar 6.79 persen terhadap kelompok institusi pemerintah.
Kedua, melalui sektor produksi Industri Tekstil, Pakaian Jadi, Alas Kaki
dan Barang dari Kulit memerlukan sektor perdagangan, sehingga sektor
perdagangan dapat meningkatkan kapital yang memberikan tambahan pendapatan