3.2. Model SAM 48
3.2.1. Kerangka Dasar SAM 48
antar golongan rumahtangga dapat diidentifikasi melalui mode l Sistem Neraca
Sos ial Eko nomi (SNSE) atau Social Accounting Matrix (SAM). Sehubungan
dengan itu model SNSE/SAM digunakan untuk melihat tingkat pertumbuhan
ekonomi, kesempatan kerja, da n distribusi pe ndapatan antar golongan
rumahtangga.
Model Social Accounting Matrix/SAM, dapat digunakan untuk
menganalisis output yang dihasilkan oleh sektor-sektor produksi, jumlah tenaga
kerja yang diserap oleh masing- masing sektor serta distribusi perndapatan, dengan
metode analisis: analisis pengganda, analisis dekomposisi pengganda, analisis
jalur struktural (structural path analysis, SPA) dan analisis simulasi. Dari analisis
tersebut akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah provinsi Bali untuk
melaksanakan pembangunan perekonomiannya melalui sektor pertanian dan
sektor pariwisata, berdasarkan analisis peranan dan keterkaitan antar sektor.
3.2. Model SAM
3.2.1. Kerangka Dasar SAM
Salah satu tujuan menyusun SAM adalah untuk memperluas gambaran
sistem pendapatan nasional (System of National Account, SNA) dengan cara
menggabungkan SNA dengan data distribusi pendapatan. Dalam pengertian ini,
SAM memberikan sebuah metode yang bisa mengubah SNA da ri statistik
produksi menjadi statistik pendapatan, dengan cara demikian akhirnya SAM itu
lebih terfokus kepada pembahasan mengenai tingkat kesejahteraan dari kelompok-
kelompok sossial ekonomi yang berbeda (McGrath, 1987, dalam Arief Daryanto,
Menurut Wagner (1999) ada tiga keuntungan model SAM dalam suatu
perencanaan eko nomi, yaitu: Pertama, SAM mampu menggamba rka n struktur
perekonomian, keterkaitan antara aktivitas produksi, distribusi pendapatan,
konsumsi barang dan jasa, tabungan dan investasi, serta perdagangan luar negeri..
Ini berarti model SAM dapat menjelaskan keterkaitan antara permintaan,
produksi, dan pendapatan di dalam suatu kawasan perekonomian. Kedua, SAM
dapat memberikan suatu kerangka kerja yang bisa menyatukan dan menyajikan
seluruh da ta pereko nomian wilaya h. Dan ketiga, dengan SAM dapat dihitung
pengganda perekonomian wilayah yang berguna untuk mengukur dampak dari
suatu aktivitas terhadap produksi, distibusi pendapatan, dan permintaan, yang
menggambarkan struktur perekonomian.
Senada de ngan itu, BPS (2003) mengemukakan bahwa perangkat SAM
dapat digunakan sebagai data sosial ekonomi yang menjelaskan mengenai:
Pertama, kinerja pe mba ngun an eko nomi suatu negara, seperti distribusi Prod uk
Domestik Bruto (PDB), konsumsi, tabungan dan sebagainya. Kedua, distribusi
pendapatan faktorial, yaitu distribusi pendapatan yang dirinci menurut faktor-
faktor produksi diantaranya tenaga kerja dan modal. Ketiga, distribusi pendapatan
rumahtangga yang dirinci menur ut berbagai golongan rumahtangga. Keempat,
pola pengeluaran rumahtangga. Dan kelima, distribusi tenaga kerja menurut sektor
atau lapangan usaha dimana mereka bekerja, termasuk distribusi pendapatan
tenaga kerja yang mereka peroleh sebagai kompensasi atas keterlibatannya dalam
proses produksi.
Ada enam tipe neraca dalam sebuah matriks SAM yang lengkap antara
lain: (1) aktivitas, (2) komoditas, (3) faktor- faktor produksi (tenaga kerja dan
pemerintah, (5) modal, dan (6) rest of the world (Sadoulet dan de Janvry, 1995;
dan Thorbecke, 2001). Lima neraca pertama dikelompokkan sebagai neraca
endogen, sedangkan neraca keenam menjadi neraca eksogen yang dapat
mempengaruhi besar kecilnya perubahan neraca endogen ketika dilakukan injeksi
pada neraca tersebut. Struktur SAM ini secara rinci dapat dilihat pada Tabel 3.2.
Neraca Aktivitas Produksi merupakan neraca yang menjelaskan mengenai
transaksi pembelian raw materials (bahan-bahan mentah), intermediate goods
(barang-barang antara) dan sewa faktor produksi untuk memproduksi
komoditas. Pengeluaran aktivitas (kolom 1) meliputi permintaan antara, upah,
sewa dan value added (nilai tambah) dari pajak. Penerimaan (baris 1) dari
aktivitas produksi diperoleh dari penjualan pada pasar domestik, penerimaan
ekspor dan penerimaan subsidi ekspor dari pemerintah (pajak ekspor dicatat
sebagai subsidi ekspor bernilai negatif).
Neraca Komoditas menggambarkan pasar domestik. Pada kolom 2, Neraca
Komoditas meliputi pegeluaran untuk impor dan pengeluaran untuk memproduksi
barang-barang domestik dimana di dalamnya terdapat biaya-biaya dari jasa sektor
perdagangan, pembayaran pajak tidak langsung dan impor. Baris 2 menunjukkan
penerimaan dari penjualan domestik barang-barang antara, permintaan akhir dari
rumahtangga, konsumsi pemerintah dan investasi pada Neraca Modal.
Sedangkan dalam kerangka dasar SAM Indonesia terdapat empat neraca utama,
yaitu: (1) neraca faktor produksi, (2) neraca institusi, (3) neraca sektor produksi,
dan (4) neraca eksogen yang terdiri dari neraca modal dan neraca rest of the world
(ROW) (Daryanto, 2001b). Untuk memahami model SAM secara lebih baik,
terlebih dahulu disajikan sebuah skema sederhana sebagaimana terlihat pada
Tabel 3.3.
Dari Tabel 3.3., masing- masing neraca tersebut menempati lajur baris dan
vitas duksi Produksi Penjualan domestik Kerja Subsidi ekspor Kapital World Ekspor
Produk moditas Permintaan
antara rumahtangga Konsumsi pemerintah Konsumsi Investasi
Permintado or
duksi
naga kerja Upah Pendap. GN
pital Sewa tusi faktor dari LN prf mahtangga Pendap. tenaga kerja Keuntungan yang didistribusi Transfer antar
rumahtangga
Transfer
Transfer
Pen ru ta rusahaan Keuntungan yang Tidak Transfer
Transfer Transfer dari LN
Pend peru Didistribusi
merintah Nilai
tambah Pajaklangsung tidak sosial Pajak Pendapatan Pajak langsungPajak
Pajak
Pend pem pajak
aca Kapital Tabungan
rumahtangga perusahaan Tabungan pemerintah Tabungan Transfer kapital tabT
of World Impor Pembay.
faktor I
Penawaran Pengeluaran faktor Pengeluaran Pengeluaran Pengeluaran Total Pengel. Total Produksi domestik produksi rumahtangga perusahaan pemerintah investasi pertukaran
internas.
N ercaEn d o g en Pend ap atan N eracaE ks ogen
Tabel 3.3. Kerangka Dasar SAM Indonesia
Pengeluaran Neraca Endo gen
Faktor Produksi Institusi Sektor Produksi Neraca Eksogen Total 1 2 3 4 5 Faktor T11 T12 T13 X1 Y1 Produksi 1
0 0 Distribusi nilai Pendapatan Distribusi tambah faktor prod. dari pendapatan
LN faktorial Institusi T21 T22 T32 X2 Y2 2 Alokasi pendapatan faktor ke Transfer antar institusi 0 Transfer dari luar negeri (LN) Distribusi pendapatan institusional institusi Sektor T31 T32 T33 X3 Y3 Produksi 3 0 Permintaan domestik Permintaan antara Ekspor dan investasi Total output menurut faktor produksi Jumlah L1 L2 L3 X4 Y4 neraca 4
lainny a Alokasi Tabungan Impor dan pajak Trasfer lainnya Total pend. pendapatan faktor ke luar negeri pemerintah, swasta dan rumah
tidak langsung neraca lainny a tangga Total 5 Y*1 Jumlah pengeluaran faktor Y*2 Jumlah pengeluaran institusi Y*3 Total Input Y*4 Jumlah pengeluaran lainny a produksi Sumbe r: Daryanto (2001b)
Perpotongan antara suatu neraca dengan neraca lainnya memberikan arti
tersendiri. Neraca faktor- faktor produksi, termasuk didalamnya adalah tenaga kerja
dan modal. Dibaca secara baris, neraca ini memperlihatkan penerimaan-
penerimaan yang be rasal dari upa h dan sewa, selain itu juga menggambarkan
pendapatan modal. Sedangkan secara kolom menunjukkan adanya revennue yang
didistribusikan ke rumahtangga sebagai pendapatan tenaga kerja, distribusi
keperusahaan dan keuntungan yang bukan dari perusahaan, serta keuntungan
Neraca institusi mencakup rumahtangga, perusahaan dan pemerintahan.
Dalam hal ini rumahtangga akan didisagregasi kedalam kelompok-kelompok
sosial ekonomi yang saling berbeda tingkatannya. Penerimaan rumahtangga antara
lain datang dari pendapatan faktor- faktor produksi, berbagai macam bentuk
transfer seperti transfer pendapatan diantara rumahtangga itu sendiri, transfer
pendapatan, transfer pendapatan dari pemerintah, dari perusahaan (biasanya
berupa asurans i), a tau dari luar negeri.
Sementara pengeluaran rumahtangga ditujukan untuk konsumsi barang-
barang dan pajak pendapatan, serta sebagian dimasukan untuk saving dalam
neraca modal. Pada perusahaan, penerimaannya berasal dari keuntungan yang
diperoleh dan sebagian dari transfer, sedangkan pengeluarannya kepada
pembayaran pajak dan transfer. Untuk pemerintah, pengeluarannya berupa
subsidi, konsumsi barang dan jasa, transfer ke rumahtangga dan perumahan,
sebagian juga berupa saving. Di sisi lain penerimaannya berasal dari pajak dan
transfer pe ndapa tan dari luar negeri.
Neraca aktivitas atau sektor produksi merupakan neraca yang menjelaskan
tentang transaksi pembelian bahan-bahan mentah, barang-barang antara dan sewa
untuk memproduksi suatu komoditas. Dibaca secara kolom semua transaksi
tersebut merupakan pengeluaran yang meliputi permintaan antara, upah, sewa,
dan value added dari pajak. Sedangkan pada baris semua transaksi dianggap
sebagai penerimaan yang meliputi penjualan domestik, subsidi ekspor dan
penerimaan.
Neraca terakhir adalah neraca eksogen yang memuat neraca modal, dan
penerimaan (secara baris) berupa pemasukan dalam bentuk tabungan
rumahtangga, swasta dan pemerintah. Sementara dari sisi pengeluaran (secara
kolom), pada neraca komoditas berupa investasi.
Transaksi antara domestik dengan luar negeri juga dicatat dalam neraca
terakhir yang memuat segala penerimaan yang berhubungan dengan luar negeri
yang datang dari ekspor, transfer pendapatan institusi dari luar negeri, transfer
pendapatan dari faktor-faktor produksi, dan pemasukan modal dari luar negeri,
sedangkan pengeluarannya berupa impor, pembayaran faktor-faktor produksi, dan
transfer ke luar negeri. Jumlah pengeluaran dan penerimaan pada masing- masing
neraca haruslah sama. Hal ini menunjukkan bahwa dalam tabel SAM selalu
terdapat keseimbangan dari masing- masing neraca.
Untuk membangun sebuah struktur SAM banyak dibutuhkan data. Secara
umum data-data tersebut dapat diperoleh dari Badan Pusat Statistik, kemudian
untuk melakukan disagregasi pada setiap neraca yang berbeda membutuhkan tiga
kumpulan data, (1) neraca aktivitas dan komoditas, biasanya dapat diambil dari
tabel transaksi IO (Input-Output) (2) disagregasi value added dari pendapatan
tenaga kerja dan keuntungan perusahaan, yang diperoleh melelui survei tenaga
kerja dan sensus sektoral. Paling sulit disini adalah sewaktu mengukur sektor-
sektor aktivitas yang informal, namun sebenarnya dapat diidentifikasi melalui
survei industri, dan (3) penentuan pendapatan dan pengeluaran intitusi perusahaan
dan rumahtangga. Aktivitas peroduksi dapat dijelaskan dalam gambar 3.2. Dari
sisi pengeluaran data dapat mendapatkannya melalui survei konsumsi yang ada,
pajak yang tersedia pada anggaran belanja negara. Akan tetapi untuk penerimaan,
dikompromikan dengan menggunakan data-data survei pengeluaran keluarga, dan
distribusi pendapatan penduduk kota dan pedesaan, atau dari survei angkatan
kerja. Penerimaan dan pengeluaran perusahaan secara agregat biasanya terdapat
dalam neraca nasional, ransfer antara pemerintah dan perusahaan, tersedia di BPS
(Sadaulet dan de Janvry, 1995).
Berdasarkan skema sederhana model SAM tersebut dapat dirumuskan
persamaan matriks umum pendapatan dan pengeluaran Neraca Endogen sebagai
berikut:
Y = T + X ...(3.1)
Secara rinci distribusi pendapatan Neraca Endogen dapat dinyatakan sebagai berikut: Y1 = T13 + X1 …….……….... (3.2) Y2 = T21 + T22 + X2 ……….... (3.3) Y3 = T32 + T33 + X3 ………... (3.4)
Sementara itu persamaan distribusi pendapatan Neraca Eksogen dinyatakan
sebagai:
Y4 = L1 + L2 + L3 + X4 ………... (3.5)
Selanjutnya persamaan matriks umum distribusi pengeluaran Neraca Endogen
dapat dinyatakan sebagai:
Y = T + L ……….. (3.6)
Secara rinci distribusi pengeluaran Neraca Endogen dapat dinyatakan sebagai
berikut: Y*1 = T21 + L1 …….……… (3.7) Y*2 = T22 + T32 + L2 ……… (3.8)
Y*3 = T13 + T33 + L3 ……… (3.9)
Sementara itu persamaan distribusi pengeluaran Neraca Eksogen dinyatakan sebagai: Y*4 = X1 + X2 + X3 + X4 ………. (3.10)
3.2.2. Metode Analisis SAM
3.2.2.1. Analisis Pengga nda
Menurut Isard et al. (1998, analisis pengganda di dalam model SAM dapat
dibagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu: pengganda neraca (accounting
multiplier) dan pengganda harga tetap (fixed price multiplier). Analisis pe ngganda
neraca pada prinsipnya sama dengan pengganda dari Leontief Inverse Matrix yang
diuraikan dalam model I-O. Ini berarti semua analisis pengganda yang terungkap
pada model I-O seperti own multiplier, other linkage multiplier dan pengganda
total dapat juga diterapkan dalam analisis SAM. Sedangkan analisis pengganda
harga tetap menjurus pada analisis respon rumahtangga terhadap perubahan
Neraca Eksogen yang memperhitungkan expenditure propensity.
Selanjutnya jika besarnya kecenderungan rata-rata pengeluaran, Aij,
dianggap sebagai perbandingan antara pengeluaran sektor ke-j untuk sektor ke-i
dengan total pengeluaran ke-j (Yj), maka:
Aij = Tij / Yj ……… (3.11)
atau dalam bentuk matriks adalah : 0 A A21 0 0 A22 A32 A13 0 ………... (3.12) A33