rumahtangga Transfer Transfer Pen ru ta
IV. METODE PENELITIAN
5.1. Struktur Perekonomian Provinsi Bali
5.1.1. Struktur Output Perekonomian dan Jumlah Tenaga Ke rja
V.
PERANAN DAN KETERKAITAN SEKTOR PERTANIAN
DAN SEKTOR PARIWISATA
DALAM
STRUKTUR
PEREKONOMIAN PROVINSI BALI
5.1. Struktur Perekonomian Provinsi Bali
5.1.1. Struktur Output Perekonomian dan Jumlah Tenaga Ke rja
Dengan menggunakan Tabel SAM Provinsi Bali Tahun 2007 yang telah
dibangun (Lampiran 2) dapat digambarkan nilai tambah yang dihasilka n oleh
berbagai sektor ekonomi yang mencerminkan besarnya output pe reko nomian atas
dasar harga faktor pada tahun tertentu. Tabel 5.1 menyajikan output
pereko nomian atas dasar harga faktor dari sisi penerimaan (supply side) dan
menyajikan jumlah kesempatan kerja menurut sektor-sektor ekonomi Provinsi
Bali pada tahun 2007. Dari 28 sektor yang ada dalam neraca sektor produksi SAM
Provinsi Bali, dapat dikelompokkan dalam tiga sektor utama perekonomian, yaitu:
1. Sektor pertanian yang mencakup subsektor Tanaman Bahan Makanan,
subsektor perkebunan, subsektor pe ternaka n, subsektor kehutanan dan
subsector perikanan.
2. Sektor periwisata yang mencakup subsektor restoran da n rumah makan,
subsektor hotel, subsektor industri makanan, minuman dan tembakau,
subsektor indutrsi tekstil, pakaian jadi, alas kaki dan barang dari kulit,
subsektor industri kerajinan dari bahan galian, subsektor industri barang
perhiasan, subsektor travel biro, da n subsektor atraksi buda ya.
3. Sektor lainnya mencakup perdagangan, pertambangan, industri kayu, industri
kertas, barang dari kertas dan karton, industry kimia, barang dari kimia, karet
dan plastik, bahan bakar minyak, industri karoseri dan alat angkutan, listrik
angkutan laut antar pulau/negara, angkutan udara, komunikasi, pos dan giro,
perbankan, dan jasa pemerintahan umum.
Tabe l 5.1. Struktur PDRB da n Jumlah Tenaga Kerja di Provinsi Bali Tahun 2007
Sumber: SAM Provinsi Bali 2007 (diolah)
Berdasarkan Tabel 5.1, dapat diketahui bahwa perekonomian Provinsi Bali
didominansi oleh sektor pertanian dan sektor pariwisata yang masing- masing
memberikan kontribusi pada output perekonomian sebesar 17.32 persen dan 37.28
persen. Sedangkan sektor lainnya (merupakan gabungan dari berberapa sektor)
memberika n ko ntribusi terhadap output pereko nomian yaitu 45.40 persen.
No. Sektor Produksi
Tenaga Kerja Output Perekonomian
Jumlah (Ribu
Orang)
Persentase
(%) NilaiJuta) (Rp Persentase(%)
A Pertanian 428.64 21.18 12,868,635.30 17.32 1 Tanaman bahan makanan 85.51 4.22 4,348,907.85 5.85 2 Perkebunan 24.01 1.19 886,087.47 1.19 3 Peternakan 212.80 10.51 5,543,677.20 7.46 4 Kehutanan 0.18 0.01 2,642.62 0.00 5 Perikanan 106.15 5.24 2,087,320.18 2.81 B Pariwisata 424.33 20.96 27,688,723.13 37.28 6 Restoran dan rumah makan 65.00 3.21 7,644,481.12 10.29 7 Hotel 66.93 3.31 6,668,669.95 8.98 8 Industri makanan, minuman dan
tembakau 45.27 2.24 3,878,397.44 5.22
9 Industri tekstil, pakaian jadi, alas kaki dan barang dari kulit
99.98 4.94 3,924,337.84 5.28 10 Industri kerajinan dari bahan galian 1.52 0.08 94,374.41 0.13 11 Industri barang perhiasan 2.01 0.10 171,038.68 0.23 12 Travel biro 21.60 1.07 1,275,104.51 1.72 13 Atraksi budaya 122.02 6.03 4,032,319.17 5.43 C Lainnya 1,171.24 57.86 33,720,985.25 45.40 14 Perdagangan 551.41 27.24 7,151,961.24 9.63 15 Pertambangan 21.21 1.05 299,981.02 0.40 16 Industri kayu 48.87 2.41 1,784,142.65 2.40 17 Industri kertas, barang dari kertas
dan karton 3.33 0.16 148,035.55 0.20
18 Industri kimia, brg dr kimia, karet
dan plastik 9.94 0.49 1,055,860.89 1.42
19 Bahan bakar minyak - - -
-20 Industri karoseri dan alat angkutan 7.07 0.35 229,790.34 0.31 21 Listrik dan Air minus 15.78 0.78 1,371,483.95 1.85 22 Bangunan 106.47 5.26 5,300,917.11 7.14 23 Anghutan umum darat dan angkutan
darat lainny a 26.91 1.33 1,927,041.31 2.59
24 Angkutan laut antar pulau/negara 8.66 0.43 427,874.34 0.58 25 Angkutan udara 30.50 1.51 4,287,700.05 5.77 26 Komunikasi, pos, giro 9.31 0.46 1,461,188.66 1.97 27 Perbankan 28.58 1.41 4,168,404.06 5.61 28 Jasa Pemerintahan Umum 303.20 14.98 4,106,604.08 5.53
Walaupun sektor pertanian da n sektor pariwisata memiliki kontribusi
terhadap output pereko nomian yang jauh lebih besar dari sektor-sektor yang lain,
namun secara absolut sektor pertanian memiliki kontribusi terbesar dalam hal
penyerapan tenaga kerja. Secara ideal, pembangunan ekonomi seyogyanya
diarahkan pada sektor yang memberikan kontribusi terhadap output perekonomian
yang tinggi dan penyerapan tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Sektor
pariwisata memiliki kontribusi terbesar terhadap output perekonomian Provinsi
Bali (37.28 persen) tetapi dalam hal penyerapan tenaga kerja memiliki kontribusi
lebih rendah dari sektor pertanian. Di sisi lain sektor pertanian yang memiliki
kontribusi terbesar dalam penyerapan kerja (21.18 persen) hanya menduduki
peringkat ke dua setelah sektor pariwisata dalam kontribusinya pada output
pereko nomian Provinsi Bali (17.32 persen).
Kondisi ekonomi seperti ini dapat menimbulkan permasalahan dalam
jangka panjang karena akan menimbulkan kesenjangan pendapatan yang semakin
mendalam antara sektor yang menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang rendah
namun menyerap tenaga kerja banyak dengan sektor yang menghasilkan
pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan menyerap tenaga kerja lebih sedikit.
Dengan demikian sektor pertanian bersama sama dengan sektor pariwisata yang
berkontribusi dalam penyerapan tenaga kerja sebesar 21.18 persen dan 20.96
persen da n memiliki kontribusi dalam output perekonomian pada posisi (17.32
persen) dan terbesar (37.28 persen) beralasan untuk mendapat prioritas dalam
pembangunan ekonomi guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi dan distribusi
5.1.2. Sumber Pendapatan Rumahtangga
Dari Tabel Social Accounting Matrix (SAM) Provinsi Bali Tahun 2007
juga dapat dijelaskan tentang sumber-sumber pendapatan rumahtangga, dalam
studi ini dikelompokkan dalam delapan kelompok rumahtangga. Seperti
dijelaskan pada Tabel 5.2, kedelapan kelompok rumahtangga tersebut adalah
buruh tani, pengusaha pertanian, golongan rendah di desa, bukan angka tan kerja
(BAK) di desa, golongan atas di desa, golongan rendah di kota, BAK di kota, dan
golongan atas di kota. Sedangkan sumber-sumber pendapatan rumahtangga
berasal dari faktor produksi yang dialokasikan (tenaga kerja dan kapital) dan
transfer pendapatan (transfer pendapatan dari rumahtangga lainnya, swasta, dan
pemerintah).
Tabel 5.2. Sumber Pendapatan Rumahtangga di Provinsi Bali Tahun 2007
(Rp Juta)
Sumbe r: SAM Provinsi Bali 2007 (diolah)
Keterangan: Angka dalam tanda ( ) adalah persen terhadap total
Berdasarkan Tabel 5.2, sumber pendapatan utama keenam kelompok
rumahtangga tersebut didominasi oleh faktor produksi tenaga kerja. Faktor
produksi kapital merupakan sumber pendapatan kedua setelah faktor produksi
Kelompok Rumahtangga
Sumber Pendapatan
Total
Faktor Produksi Transfer Pendapatan
Tenaga
Kerja Kapital RT
Lainnya Swasta Pemerintah
Buruh Tani
PengusahaPertanian
Golongan Rendah di Desa
BAK di Desa
Golongan Atas di Desa
Golongan Rendah di Kota
BAK di Kota
Golongan Atas di Kota
122,970.17 (90.30) 2,435,361.65 (93.12) 2,324,838.36 (91.61) 472,873.46 (77.80) 1,965,399.04 (65.94) 3,188,656.28 (80.92) 444,802.22 (45.30) 3,532,428.70 (62.73) 4,391.41 (3.22) 104,320.78 (3.99) 173,875.15 (6.85) 70,227.69 (11.55) 920,052.14 (30.87) 657,030.11 (16.67) 360,386.73 (36.70) 1,914,047.05 (33.99) 470.08 (0.35) 3,544.07 (0.14) 3,097.36 (0.12) 2,546.65 (0.42) 4,056.62 (0.14) 6,045.40 (0.15) 3,155.61 (0.32) 10,694.67 (0.19) 1,913.59 (1.41) 17,225.70 (0.66) 7,567.46 (0.30) 17,993.00 (2.96) 31,067.72 (1.04) 10,661.45 (0.27) 61,898.31 (6.30) 89,153.76 (1.58) 6,438.18 (4.73) 54,709.77 (2.09) 28,351.28 (1.12) 44,169.69 (7.27) 59,913.52 (2.01) 77,934.45 (1.98) 111,614.00 (11.37) 84,548.81 (1.50) 136,183.44 (100.00) 2,615,161.96 (100.00) 2,537,729.60 (100.00) 607,810.49 (100.00) 2,980,489.03 (100.00) 3,940,327.68 (100.00) 981,856.86 (100.00) 5,630,872.99 (100.00)
tenaga kerja untuk semua kelompok rumahtangga, kecuali kelompok rumahtangga
buruh tani. Khusus kelompok rumahtangga buruh tani sumber pendapatan
keduanya berasal dari transfer pendapatan yang berasal dari rumahtangga lainnya.
Sumber pendapatan yang berasal dari transfer pendapatan untuk semua
kelompok rumahtangga didominasi oleh transfer pendapatan yang berasal dari
rumahtangga lainnya, kecuali pada kelompok golongan atas di kota. Bagi
kelompok golongan atas di kota sumber pendapatan yang berasal dari transfer
pendapatan lebih didominasi oleh transfer pendapatan dari sektor swasta.
Sedangkan transfer pendapatan yang berasal dari sumber pemerintah lebih
didominasi dari kelompok rumahtangga buruh tani dan rumahtangga golonga n
rendah di desa.
5.1.3. Struktur Penge luaran Rumahtangga
Struktur pengeluaran rumahtangga Provinsi Bali tahun 2007 dapat dilihat
pada Tabel 5.3. Sebagian besar pendapatan seluruh kelompok rumahtangga,
kecuali kelompok rumahtangga golongan atas di kota dan kelompok rumahtangga
golonga n atas di desa, digunakan untuk mengkonsumsi produk-prod uk industri
pengolahan, diikuti dengan pe ngeluaran ko nsumsi atas prod uk-produk jasa da n
produk-produk pertanian.
Kelompok rumahtangga baik yang berasal dari kota maupun desa ternyata
mempunyai perilaku konsumsi yang sama, yaitu struktur pe nge luaran
rumahtangga nya didominasi oleh sektor jasa lebih dulu, baru sektor industri