masyarakat, salah satu yang sering saya bagikan adalah nomor hape, bahkan tak jarang PIN BB. Alhasil, kedua nomor komunikasi tersebut sudah banyak dimiliki publik. Pembagian nomor itu terutama saya berikan kepada masyarakat yang se-dang menerima layanan di Kementerian Hukum & HAM. Yang paling sering tentu saja di unit kerja pemasyarakatan, imigrasi, administrasi hukum umum, dan hak kekayaan intelektual.
Sebagaimana kemarin (Senin, 16/9/2012), memanfaatkan
waktu yang ada, menjelang keberangkatan kembali ke Jakarta
Bhuana
No WAmEN No CRy BAB 1: BluSuKAN mAlAIKAT AzAB
32
No WAmEN No CRy BAB 1: BluSuKAN mAlAIKAT AzAB33
32 33
dari Banjarmasin, saya menyempatkan diri menjenguk situasi dan kondisi di Lembaga Pemasyarakatan Teluk Dalam, Ban-jarmasin. Dari blok ke blok, saya melihat kondisi sel satu per satu; bertanya berbagai hal terkait pelayanan lapas ke hampir semua warga binaan.
Persoalan yang nyata terlihat, tentu saja, adalah kapasitas lapas yang penuh-sesak. Problem yang terjadi hampir di se-mua lapas dan rutan, khususnya di kota-kota besar. Kapasitas yang sesak tersebut, berbanding terbalik dengan jumlah pe-gawai yang terbatas. Dalam setiap kunjungan demikian, jika saya bertanya tentang masalah yang ingin mereka sampaikan, 99% napi akan menjawab tidak ada masalah dengan pelayan-an. Bisa jadi mereka menjawab benar, tetapi tak jarang mereka takut menyampaikan apa adanya.
Maka, pada kesempatan demikian saya akan membagi kartu nama, yang mencetak juga nomor hape dan alamat E-mail saya. “Ini nomor hape saya dan PIN BB saya. Bukan ber-arti kalian boleh memiliki hape, lho ya. Namun, untuk mem-buka akses informasi langsung kepada saya”. Warga binaan, misalnya, bisa menyampaikan laporan melalui wartel yang tersedia, atau melalui kerabatnya yang berkunjung. Faktanya, saya sering menerima pengaduan langsung dari warga binaan. Menunjukkan kepemilikan hape masih merupakan pelanggar-an ypelanggar-ang jamak di lapas dpelanggar-an rutpelanggar-an. Ypelanggar-ang pasti, itu adalah cara saya untuk mengetahui kondisi lapangan yang sebenarnya.
Bukan hanya kepada warga binaan, dalam banyak kesem-patan bersilaturahim dengan jajaran Kemenkumham, nomor hape dan PIN BB juga saya bagikan kepada seluruh pegawai yang hadir. Sekali lagi untuk membuka akses komunikasi lang-sung antara saya dengan seluruh jajaran Kemenkumham. Yang
Bhuana
No WAmEN No CRy BAB 1: BluSuKAN mAlAIKAT AzAB
32
No WAmEN No CRy BAB 1: BluSuKAN mAlAIKAT AzAB33
32 33
paling baru, contohnya, adalah kepada seluruh panitia peneri-maan Calon Pegawai Negeri Sipil, di pusat maupun daerah.
Maka, saya menerima banyak masukan, baik dari peserta tes CPNS, panitia, maupun pengawas eksternal yang terlibat dalam proses seleksi. Beberapa praktik percalon terbongkar karena informasi pengaduan langsung ke hape saya tersebut. Sebenarnya, tidak hanya hape dan BB, akses komunikasi juga terbuka melalui twitter dan media sosial yang lain.
Seluruh akses komunikasi yang terbuka kepada seluruh pemangku kepentingan demikian menurut saya penting agar setiap penyimpangan dapat terdeteksi dengan lebih cepat. Ten-tu saja, tidak semua informasi pasti benar. Proses verifikasi tetap dilakukan. Namun, sejauh ini, pengaduan yang saya teri-ma tentang pelanggaran di lapas dan rutan, atau terkait seleksi CPNS adalah pengaduan yang dapat dipertanggungjawabkan akurasinya.
Bhuana
No WAmEN No CRy BAB 1: BluSuKAN mAlAIKAT AzAB
34
No WAmEN No CRy BAB 1: BluSuKAN mAlAIKAT AzAB35
34 35
Banyaknya pengaduan demikian membuktikan sistem perlindungan pelapor di Kemenkumham penting, dan harus diwujudkan. Dalam Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2012, tentang aksi nasional pemberantasan korupsi, salah satu pro g-ram yang harus dijalankan adalah terbangunnya sistem perlin-dungan bagi pelapor. Maka, saat ini kami sedang menyusun sistem kerja, yang akan diformat dalam bentuk Peraturan Menteri Hukum & HAM.
Dalam draft permenkumham itu mekanisme pelaporan, tin-dak lanjut, termasuk soal perlindungan pelapor, menjadi sa lah satu tata kerja yang akan disediakan. Dalam sistem kerja yang rentan de ngan penyimpang an, pengawasan di antara pegawai, dan pihak yang dilayani, tentu saja perlu dileng-kapi dengan sis-tem perlindungan pelaporan.
Tak sedikit cerita sukses ten-tang bagaimana laporan masyarakat kami tindak lanjuti. Ada satu pengaduan tentang pungli di pintu masuk bandara di sampaikan melalui twitter. Tanpa menunggu lama, kami ber gerak dan berhasil mengidentifikasi pelaku. Kepadanya segera dijatuhkan huku-man disiplin yang setimpal. Uang pungli sebesar $400 segera dikembalikan kepada korban.
Bhuana
No WAmEN No CRy BAB 1: BluSuKAN mAlAIKAT AzAB
34
No WAmEN No CRy BAB 1: BluSuKAN mAlAIKAT AzAB35
34 35
Di lain waktu, saya menerima pengaduan tentang adanya pesta shabu, perjudian, berbagai pungli di suatu lapas. Infor-masi itu segera kami tindak lanjuti dengan melakukan inspeksi mendadak. Hasilnya, penertiban berhasil dilakukan, dan ke-pada warga binaan dan petugas yang membiarkan atau mem-fasilitasi penyimpangan, segera dijatuhi hukuman disiplin.
Terkait dengan seleksi CPNS, terbongkarnya praktik curang, termasuk membayar ratusan juta rupiah agar bisa lu-lus, juga berasal dari pengaduan masyarakat melalui twitter, BBM atau SMS langsung kepada saya. Informasi yang ada segera kami tindak lanjuti dan berhasil membongkar praktik suap dalam seleksi CPNS—yang sedang kami jaga agar benar-benar murni.
Soal seleksi CPNS ini, kami tegaskan lagi, kami terus berikhtiar untuk tidak boleh ada penyimpangan sedikit pun. Tidak boleh ada titipan kelulusan dari siapa pun, seberapa kuat pun posisinya, siapa pun bekingnya. Tidak boleh lagi ada suap. Tidak ada lagi perlakuan khusus kepada pegawai Ke-menkumham. Yang menentukan kelulusan hanya satu: hasil tes. Titik.
Kalaupun karena kelihaian, masih ada yang berhasil lolos dari pengamatan kami, maka, sepintar-pintarnya melompat, pasti sang tupai akan jatuh juga. Ketika terbukti melakukan penyimpangan, CPNS yang lolos akan kami batalkan. Posisi-nya akan kami gantikan dengan CPNS cadangan yang lulus murni. Karena itu, alih-alih menyuap untuk lulus CPNS, le-bih baik urungkan niat buruk tersebut. Daripada rugi tiga kali: batal lulus, karena curang; kehilangan uang suap; dan masuk penjara karena tindak pidana suap.
Bhuana
No WAmEN No CRy BAB 1: BluSuKAN mAlAIKAT AzAB
36 37
Ingat, saat ini, informasi kepada saya dan Menkumham datang dari berbagai sumber media. Publik pun mengawasi dengan ketat. Kalaupun suap-menyuap dilakukan berdua. Kor-ban suap sendiri tetap terbuka peluang melaporkan perilaku menyimpang tersebut.
Lagi pula, tidak melakukan penyimpangan tentu bukan karena takut dilaporkan, tetapi harusnya merupakan kesa-daran. Bahwa penyimpangan apa pun bentuknya, apalagi yang sifatnya koruptif seperti suap dan korupsi, sama sekali tidak boleh dilakukan.
Namun, karena tingkat kesadarannya masih rendah, maka level takut dilaporkan adalah tahapan yang harus kita lalui. Oleh karenanya, perlindungan kepada pelapor harus diberikan. Bukan hanya perlindungan agar tidak diketahui identitasnya oleh pihak yang dilaporkan, lebih jauh, pelapor yang mem-buka praktik penyimpangan seharusnya mendapatkan peng-hargaan.
Saat ini, model pelaporan masih bersifat personal, kepada Menkumham dan saya. Ke depan, sistem pelaporan dan per-lindungannya harus lebih institusional. Menjadi sistem yang tersedia dalam tata kerja antikorupsi di Kemenkumham.
Terakhir, tentu saja sistem pelaporan yang baik harus dipadukan dengan mekanisme reward and punishment yang efektif. Yaitu penghukuman kepada yang bersalah, serta peng-hargaan kepada yang berprestasi. Demi Kemenkumham yang lebih baik. Demi Indonesia yang lebih baik. Keep on fighting for the better Indonesia. (*)
* Dimuat di Sindo dan Banjarmasin Post, 18 September 2012.
Bhuana
No WAmEN No CRy BAB 1: BluSuKAN mAlAIKAT AzAB