• Tidak ada hasil yang ditemukan

2 Tim 8, 1 Satgas, 1 Integritas

J

am dinding menunjukkan pukul 7 pagi, Indri masih duduk selonjor di lantai, mencoba merampungkan ringkasan ek-sekutif laporan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Kasus Mesuji. Wajahnya terlihat lelah, tetapi semangatnya untuk menuntaskan amanah Mesuji masih terlihat membara di ma-tanya serta di jemari tangannya yang terus menari di keyboard komputer jinjingnya. Dua asisten lelaki TGPF sudah KO, ter-tidur dengan berlipat badan di sofa ruang tamu kantor Wakil Menteri Hukum dan HAM. Saya sendiri, baru terbangun sete-lah tidur sejak pukul setengah lima pagi dini hari Senin (16/1). Saya beruntung sempat tidur, meski hanya 2,5 jam. Saya de-ngar Indri hanya memejamkan matanya 10 menit. She is a s uperwoman.

Indri adalah teman kuliah satu angkatan saya, tahun 1991 Fakultas Hukum UGM, yang sekarang menjadi Direktur Ekse-kutif Elsam. Tanpa dedikasinya, tentu sangat sulit untuk bisa

Indri dkk menyelesaikan laporan Mesuji hingga pagi hari

Bhuana

No WAmEN No CRy BAB 1: BluSuKAN mAlAIKAT AzAB

46

No WAmEN No CRy BAB 1: BluSuKAN mAlAIKAT AzAB

47

46 47

merampungkan tugas pencarian fakta kasus Mesuji. Namun, tentu saja Indri tidak sendirian. Seluruh anggota dan tim asis-tensi TGPF adalah pribadi-pribadi yang luar biasa. Ke semuanya menjadi tim solid yang tanpa kenal lelah terjun ke lapangan da-lam berbagai advokasi kasus dan konflik, di berbagai wilayah. Saya beruntung mempunyai rekan kerja yang luar biasa untuk melaksanakan tugas negara yang tidak pernah ringan, termasuk mencari solusi terbaik bagi sengketa lahan hutan dan perkebu-nan di Mesuji. Rekan-rekan, mohon maaf saya tidak bisa me-nyebutkan semua nama anggota TGPF, tetapi dari lubuk hati yang terdalam, saya ucapkan terima kasih atas kebersamaan kita selama sebulan ini mengemban amanah TGPF.

TGPF adalah satu tim luar biasa. Sebagaimana juga kelu-arbiasaan Tim 8 kasus Chandra M. Hamzah dan Bibit Samad Riyanto. Baik TGPF maupun Tim Chabit sama-sama berang-gotakan delapan orang. Keduanya juga sama-sama menda-patkan tugas verifikasi kasus hukum. Bedanya Tim 8 Chabit mempunyai rentang waktu tugas lebih pendek, hanya 2 min-ggu berbanding Tim 8 Mesuji yang punya masa kerja 30 hari. Namun, pada kedua Tim 8 saya belajar banyak tentang arti kerja keras, kerja sama tim, dan perjuangan menegakkan ke-benaran dengan memegang teguh integritas dan moralitas tak terbeli.

Ketika menyusun laporan kerja Tim 8 Chabit, anggota dan tim asistensi juga bekerja kejar tayang. Baik di Tim 8 Chabit maupun di Tim 8 Mesuji, kedelapan anggota diuntungkan de-ngan keberadaan tim asistensi yang gila kerja dan penuh dedi-kasi melaksanakan tugas-tugas dukungan kepada Tim 8.

Di kedua Tim 8, seluruh anggota bersepakat atas semua temuan dan rekomendasi. Tentu saja, ada pula perdebatan

Bhuana

No WAmEN No CRy BAB 1: BluSuKAN mAlAIKAT AzAB

46

No WAmEN No CRy BAB 1: BluSuKAN mAlAIKAT AzAB

47

46 47

hangat di antara anggota Tim, tetapi semuanya akhirnya bisa disekapati dengan musyawarah. Satu visi dan misi dasar bah-wa tim hanya menyimpulkan berdasarkan fakta dan kebenaran yang diperjuangkan, menyebabkan musyawarah tidak sulit un-tuk diraih. Perjuangan, seberat apa pun memang akan terasa mudah jika ada team work yang satu perjuangan, satu impian, menegakkan keadilan. Keadilan bagi Chandra Bibit, keadilan untuk para korban Mesuji, keadilan bagi seluruh rakyat Indo-nesia.

Dalam detail yang berbeda, idealisme Tim 8 Chabit dan Tim 8 Mesuji, juga saya peroleh dalam dinamika kerja Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum. Di bawah kepemimpinan Kuntoro Mangkusubroto, saya, Mas Achmad Santosa, Yunus Husein, Darmono dan Herman Effendi bekerja selama dua ta-hun untuk satu misi: menciptakan Indonesia yang lebih bersih dari mafia. Satu tugas yang tentu saja mustahil dilakukan da-lam 2 tahun, sejak 30 Desember 2009 hingga 30 Desember 2011. Namun, dalam dua tahun itulah kami kerahkan seluruh ikhtiar terbaik, membongkar beberapa kasus dan meletakkan perbaikan sistem antikorupsi.

Dari dua tahun masa kerja, enam bulan pertama saya me-nyarankan ditingkatkannya militansi publik untuk melawan mafia hukum. Maka Satgas kami dorong untuk mengungkap kasus, muncullah sidak sel mewah Arthalita Suryani (Ayin) dan Gayus Tambunan, dua kasus lumayan besar yang sempat mendominasi pemberitaan media. Namun, menurut saya Sat-gas cukup 6 bulan berkonsentrasi dengan penanganan kasus. Satu setengah bulan setelahnya, Satgas lebih kami fokuskan untuk membenahi sistem dari kasus yang berhasil diungkap.

Bhuana

No WAmEN No CRy BAB 1: BluSuKAN mAlAIKAT AzAB

48

No WAmEN No CRy BAB 1: BluSuKAN mAlAIKAT AzAB

49

48 49

Terbongkarnya sel Ayin menjadi pintu masuk Satgas un-tuk membenahi lembaga pemasyarakatan, sebagaimana ter-ungkapnya mafia pajak Gayus Tambunan menjadi pintu masuk bagi reformasi sistem perpajakan, termasuk diterbitkannya In-pres Nomor 1 Tahun 2011 terkait penanganan masalah pajak.

Itu sebabnya, dalam sisa 1,5 tahun rentang waktu kerja-nya, Satgas menjadi kurang terpublikasi. Karena pembenahan sistem memang kurang seksi diberitakan, dibandingkan pe-nanganan kasus yang selalu menjadi berita utama media cetak maupun elektronik. Namun, karena pilihan strategi dilakukan secara sadar, untuk penanganan kasus di 6 bulan pertama, dan fokus pada pembenahan sistem pada satu setengah tahun ter-akhir, maka saya tidak terlalu khawatir dengan berkurangnya publikasi kerja-kerja Satgas di masa-masa akhir masa bak-tinya. Yang penting saya tahu bahwa anggota, tim asistensi, dan para peneliti terus bekerja hingga titik darah penghabisan masa kerja Satgas.

Tiga tahun terakhir, saya beruntung berpengalaman be-kerja dalam tiga tim. Dua tim 8 dan satu Satgas. Kesemuanya menghadirkan berbagai pengalaman kerja yang tidak akan per-nah terlupakan. Pengalaman bekerja dengan orang-orang luar biasa. Pribadi-pribadi yang tak pernah lelah untuk menggapai keadilan. Sosok-sosok yang terus tak kenal menyerah untuk memupuk optimisme bagi Indonesia ke depan yang lebih baik. Pejuang-pejuang tempat saya belajar merawat harapan, bahwa Indonesia masih banyak mempunyai orang-orang terbaik bagi masa depan yang lebih adil, lebih demokratis dan lebih se-jahtera. Keep on fighting for the better Indonesia. (*)

* Dimuat di Sindo dan Banjarmasin Post, 17 Januari 2012.

Bhuana

No WAmEN No CRy BAB 1: BluSuKAN mAlAIKAT AzAB

48

No WAmEN No CRy BAB 1: BluSuKAN mAlAIKAT AzAB

49

48 49

4 Hari, 5 Provinsi,