BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.3 Instrumen Penelitian
Kriyantono (2010) menjelaskan instrument penelitian adalah sebuah alat
ukur untuk mengukur data di lapangan. Alat ukur adalah alat bantu yang
menentukan bagaimana dan apa yang harus dilakukan dalam mengumpulkan data.
ketepatan indikator variabel yang sudah ditetapkan dari data di lapangan, sehingga
data yang terkumpul adalah sesuai dengan masalah dan tidak meluas.
Dalam penelitian kualitatif, yang menjadi instrumen atau alat penelitian
adalah peneliti itu sendiri. Sebagai instrumen peneliti harus divalidasi, seberapa
jauh peneliti kualitatif siap melakukan penelitian yang selanjutnya terjun ke
lapangan. Validasi terhadap peneliti sebagai isntrumen meliputi validasi terhadap
pemahaman metode penelitian kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang
yang diteliti, yang melakukan validasi adalah peneliti itu sendiri (Sugiyono,
2008:222).
3.4 Unit Analisis
Dalam mempertajam penelitian, peneliti kualitatif menetapkan fokus.
Spradley menyatakan bahwa fokus itu merupakan domain tunggal atau beberapa
domain yang terkait dari situasi sosial. Dalam penelitian kualitatif, penentuan
fokus dalam proposal lebih didasarkan pada tingkat kebaruan informasi yang akan
diperoleh dari situasi sosial (Sugiyono,2008:209).
Unit analisis pada penelitian ini adalah Majalah Tempo edisi 11-17 April
2016, edisi 23 Mei-29 Mei 2016 dan edisi 20-26 Juni 2016 yang mengangkat
berita perihal kasus reklamasi Jakarta, pemberitaan tersebut menjadi laporan
utama Tempo. Adapun judul berita yang terdapat dalam edisi tersebut adalah
Tabel 3.1 Unit Analisis
No Edisi Judul Berita
1 11-17 April 2016 Tiga Relasi Suap Reklamasi 2 11-17 April 2016 Geliat Naga Pertama
3 11-17 April 2016 Dua Kaki Staf Basuki 4 11-17 April 2016 Tarik Ulur Pasal Kontribusi 5 11-17 April 2016 Reklamasi Penuh Kontroversi
6 11-17 April 2016 Laut Diuruk Sedimen Menumpuk
7 23-29 Mei 2016 Petunjuk Baru dari Jalan S. Parman 8 23-29 Mei 2016 Kontroversi Diskresi Basuki
9 23-29 Mei 2016 Tangan Aguan Menghadang Kontribusi
Tambahan
10 20-26 Juni 2016 Dari Pantai Mutiara Ke Teras Balai Kota
11 20-26 Juni 2016 Duo Kakap Konco Gubernur
12 20-26 Juni 2016 Proposal Dahulu Relawan Kemudian
Dari dua belas berita yang peneliti pilih untuk dianalisis, hanya terdapat 8
berita yang membahas diskresi Ahok terkait kontribusi tambahan 15 persen.
Diantaranya yang berjudul Tiga Relasi Suap Reklamasi, Tarik Ulur Pasal
Kontribusi, Reklamasi Penuh Kontroversi, Petunjuk Baru dari Jalan S.Parman,
Kontriversi Diskresi Basuki, Tangan Aguan Menghadang Kontribusi Tambahan,
Dari Pantai Mutiara ke Teras Balai Kota, dan Duo Kakap Konco Gubernur.
Alasan peneliti memilih meneliti berita tersebut, karena peneliti ingin
mengetahui bagaimana pembingkaian majalah Tempo dalam memberitakan kasus
diskresi Ahok untuk reklamasi Jakarta yang penuh dengan kontroversi. Hasil dari
pembingkaian tersebut kemudian diperlihatkan kepada khayalak bagaimana sudut
pandang dan independensi Tempo dalam melihat peristiwa tersebut, dan dalam
mengemas realitas menjadi sebuah berita yang diinformasikan kepada khalayak.
Peneliti melakukan batasan pada berita yang akan diteliti, yaitu
Keliling”. Majalah tersebut merupakan edisi pertama Tempo pada tahun 2016 yang membahas reklamasi Jakarta. Selain hard news, di dalamnya terdapat
wawancara dengan Sunny Tanuwidjaja dan Pengacara Mohamad Sanusi yaitu
Krisna Murti, dan Basuki Tjahaja Purnama. Terdapat juga informasi mengenai
pengembang yang ikut serta melakukan reklamasi dan informasi mengenai
perjalanan panjang kasus reklamasi.
Kedua edisi 23 Mei 2016, majalah edisi kali ini dengan headline “Amuk Reklamasi” menjadi hangat dalam perbincangan masyarakat. Dimana majalah Tempo yang semula dianggap berkawan dengan Ahok, kali ini berbanding
terbalik dianggap menyerang Ahok. Mendapat respon pula dari Gubernur DKI
Jakarta tersebut dengan tindakan ingin menggugat pihak redaksi Tempo, karena
tidak terima dengan isi pemberitaan yang dimuat Tempo. Selain hard news,
terdapat di dalamnya Tempo menjabarkan perihal berita acara rapat dan
wawancara dengan Gubernur DKI Jakarta.
Terakhir, peneliti menggunakan majalah edisi 20 Juni 2016 dengan
headline “Duit Untuk Teman-Teman Ahok”. Ini merupakan edisi ketiga majalah Tempo pada tahun 2016 yang memberitakan kasus reklamasi Jakarta dan terbit
setelah edisi yang mengalami pertikaian. Selain hard news pada edisi ini terdapat
didalamnya kronologi tanggal kegiatan Ahok dan kasus reklamasi, aliran dana
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah strategis dalam sebuah
penelitian, cara-cara yang dilakukan peneliti untuk menganalisis penelitian yang
sedang dilakukan guna untuk mendapatkan hasil yang relevan. Beragam cara yang
dapat dilakukan peneliti dalam pengumpulan data, teknik pengumpulan data
bergantung pada metodelogi penelitian yang digunakan yaitu kualitatif atau
kuantitatif. Dalam penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data yang di gunakan
yaitu observasi, focus group discussion, wawancara, dokumentasi, dan studi
kasus. Pada penelitian ini peneliti akan menggunakan dokumentasi dalam
mengumpulkan data penelitian.
Pada penelitian ini, dokumentasi yang dilakukan yaitu pengumpulan data
berupa berita perihal diskresi Ahok untuk reklamasi Jakarta, pada majalah Tempo
edisi tahun 2016, yaitu bulan April, Mei, dan Juni. Selain itu, dokumentasi
dilakukan dengan mengumpulkan data yang membahas kasus Tempo dan Ahok,
melalui media online, media sosial, dan forum-forum diskusi.
3.6 Teknik Analisis Data
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data
yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan
cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit,
melakukan sintesa. Analisis data merupakan hal yang kritis dalam penelitian
kualitatif, analisis digunakan untuk memahami hubungan dan konsep dalam data
penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama di
lapangan, dan setelah selesai di lapangan (Sugiyono:2007).
Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis
framing model Robert N. Entman, yang terdiri dari define problems (pendefinisian masalah), diagnose cuases (memperkirakan masalah atau sumber masalah), make
moral judgement (membuat keputusan moral), dan treatment recommendation
(menekankan penyelesaian), dari empat skema tersebut digunakan peneliti untuk
menganalisis wartawan dan redaksi majalah Tempo dalam mengkonstruksi
realitas sosial ke dalam sebuah pemberitaan. Peneliti menggunakan bagan di
bawah ini dalam menganalisis penelitian;
Judul Berita : Edisi/Tanggal :
Tabel 3.2 Analisis Data Perangkat Framing
Robert N. Entman Keterangan
Define Problems Diagnose Causes Make Moral Judgement Treatment Recommendation