BAB 4 PEDOMAN SINKRONISASI RENCANA TATA RUANG DAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH39
4.2 Integrasi antara RTRW dan RPJMD
4.2.4 Integrasi Muatan RTRW dengan RPJMD dan RKPD Provinsi
Perencanaan pembangunan daerah pada prinsipnya bertujuan mengintegrasikan rencana tata ruang wilayah dengan rencana pembangunan daerah. Dalam kaitan itu, penyusunan RPJMD harus berpedoman pada RTRW. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan penelaahan RTRW untuk menjamin agar arah kebijakan dalam RPJMD sinkron dengan, atau tidak menyimpang dari arah kebijakan RTRW.
Upaya sinkronisasi RPJMD dengan RTRW dilakukan melalui 3 (tiga) langkah, yaitu:
A. Menelaah RTRW;
B. Mengkaji keterkaitan RTRW dengan RPJMD periode berjalan yang hampir selesai masanya; dan
C. Merumuskan hal-hal dalam RTRW yang harus masuk dalam RPJMD periode berikutnya.
A. Menelaah RTRW
Penelaahan rencana tata ruang bertujuan untuk melihat kerangka pemanfaatan ruang daerah dalam 5 (lima) tahun mendatang berikut asumsi-asumsinya, dengan cara:
1. Menelaah kebijakan dan strategi penataan ruang
Kebijakan penataan ruang wilayah provinsi merupakan arah tindakan yang harus ditetapkan untuk mencapai tujuan penataan ruang wilayah provinsi2. Strategi penataan ruang wilayah provinsi merupakan penjabaran masing-masing kebijakan penataan ruang wilayah provinsi ke dalam langkah-langkah operasional untuk mencapai tujuan penataan ruang yang telah ditetapkan3. Telaahan ini dilakukan untuk melihat keterkaitan antara kebijakan dan strategi penataan ruang dengan rencana struktur ruang dan rencana pola ruang. Hal ini nantinya akan memudahkan dalam mengintegrasikan muatan RTRW ke dalam RPJMD yang akan disusun. Hasil telaahan kebijakan dan strategi penataan ruang dengan rencana struktur ruang dan rencana pola ruang disusun dalam tabel berikut.
2Permen PU No. 15/PRT/M/2009 tentang Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi, hal. 12
3Ibid.
Tabel 4.2
Hasil Telaahan Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang dengan Rencana Struktur Ruang dan Rencana Pola Ruang
No. Kebijakan/
Strategi
Rencana Struktur Ruang Rencana Pola Ruang Penilaian
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Kebijakan 1:………
……..
Strategi 1.1:…………
………..
1. Perwujudan
………
a. Program
…….
b. Program
…….
c. Program
……
Strategi 1.2:…………
………..
1. Perwujudan
……
a. Program
…….
b. Program
…….
c. Program
……
2. Menelaah rencana struktur ruang
Rencana struktur ruang wilayah provinsi merupakan rencana kerangka tata ruang wilayah provinsi yang dibangun oleh konstelasi pusat-pusat kegiatan (sistem perkotaan) yang berhirarki satu sama lain dan dihubungkan oleh sistem jaringan prasarana wilayah provinsi terutama jaringan transportasi4. Telaahan terhadap rencana struktur ruang meliputi:
a. Peta rencana struktur ruang;
b. Rencana sistem perkotaan;
c. Rencana jaringan transportasi;
d. Rencana jaringan energi;
e. Rencana jaringan telekomunikasi; dan f. Rencana sistem jaringan sumber daya air
Telaahan ini dilakukan dengan melihat keterkaitan antara rencana struktur ruang dengan arahan pemanfaatan ruang, yang merupakan upaya perwujudan rencana tata ruang yang dijabarkan ke dalam indikasi program
4Ibid., hal. 13
utama. Hasil telaahan ini nantinya menjadi acuan dalam perumusan program-program prioritas yang perlu masuk dalam RPJMD yang akan disusun. Hasil telaahan rencana struktur ruang dan arahan pemanfaatan ruang disusun ke dalam Tabel 4.3.
Tabel 4.3
Hasil Telaahan Struktur RuangProvinsi...*)
No Rencana Struktur Ruang
Rencana Pentahapan Pemanfaatan Struktur Ruang sesuai RTRW Arah pemanfaatan
Ruang/Indikasi Program
Lokasi
Waktu pelaksanaan Lima
tahun ke-I
Lima tahun
ke-II
Lima tahun
ke-III
Lima tahun
ke-IV
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
I. Rencana pusat permukiman I.1 ...
I.2 Dst…
II. Rencana jaringan transportasi II.1 ...
II.2 Dst…
III. Rencana jaringan energi III.1 ...
III.2 Dst….
IV. Rencana jaringan telekomunikasi IV.1 ...
IV.2 Dst…
V. Rencana sistem jaringan sumber daya air V.1 ...
V.2 Dst….
*) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi
Sumber: Permendagri No. 54 tahun 2010, Lampiran III
3. Menelaah rencana pola ruang
Rencana pola ruang wilayah provinsi merupakan rencana distribusi peruntukan ruang dalam wilayah provinsi yang meliputi rencana peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan rencana peruntukan untuk fungsi budi daya5. Telaahan terhadap rencana pola ruang, meliputi:
a. Rencana kawasan lindung; dan
b. Rencana kawasan budidaya yang memiliki nilai strategis.
Telaahan ini dilakukan dengan melihat keterkaitan antara rencana pola ruang dengan arahan pemanfaatan ruang yang merupakan upaya perwujudan rencana tata ruang yang dijabarkan ke dalam indikasi program utama. Hasil telaahan ini nantinya menjadi acuan dalam perumusan program-program prioritas yang harus masuk dalam RPJMD yang akan disusun. Hasil telaahan rencana pola ruang dan arahan pemanfaatan ruang disusun ke dalam Tabel 4.4.
5Ibid., hal. 21
Tabel 4.4
Hasil Telaahan Pola RuangProvinsi...*)
No Rencana Pola Ruang
Rencana Pentahapan Pemanfaatan Pola Ruang sesuai RTRW Arah pemanfaatan
Ruang/Indikasi Program
lokasi
Waktu pelaksanaan lima
tahun ke-I
lima tahun
ke-II
lima tahun
ke-III
lima tahun
ke-IV
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
I. Rencana kawasan lindung I.1 ...
I.2 ...
Dst ...
II. Rencana kawasan budidaya yang memiliki nilai strategis II.1 ...
II.2 ...
Dst ...
*) Sesuaikan atau diisi dengan nama provinsi
Sumber: Permendagri No. 54 tahun 2010
B. Menelaah keterkaitan RTRW dengan RPJMD
Penelaahan ini dilakukan antara RTRW dengan RPJMD periode berjalan yang mendekati akhir masa periodenya ditambah dengan hasil evaluasi pelaksanaan RPJMD tersebut.
Penelaahan dilakukan dalam 2 (dua) tahap, yaitu:
1. Menelaah keterkaitan antara kebijakan dan strategi RTRW dengan strategi/arah kebijakan dalam RPJMD; dan
2. Menelaah keterkaitan antara arahan pemanfaatan ruang/indikasi program utama dalam RTRW dengan program dalam RPJMD.
Berikut ini tabel analisis integrasi antara kebijakan RTRW dan strategi/arah kebijakan dalam RPJMD (Tabel 4.5) dan tabel analisis integrasi antara program RTRW dan program dalam RPJMD (Tabel 4.6).
Tabel 4.5
Analisis Integrasi antara Kebijakan RTRW dan Strategi/Arah Kebijakan RPJMD
No DOKUMEN
RTRW
DOKUMEN RPJMD PENILAIAN REKOMENDASI
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Kebijakan1:
Strategi 1.1: Strategi/Arah kebijakan:
Strategi 1.2: Strategi/Arah kebijakan:
2 Kebijakan 2:
Strategi 2.1: Strategi/Arah kebijakan:
Strategi 2.2: Strategi/Arah kebijakan:
Sumber: DSF-Bappenas, 2011
Tabel 4.6
Analisis Integrasi antara Indikasi Program Utama RTRW dan Program RPJMD No. DOKUMEN RTRW DOKUMEN RPJMD PENILAIAN REKOMENDASI
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Program:
……….
Program:
……….
2 Program:
……….
Program:
……….
3 Program:
……….
Program:
……….
4 Program:
……….
Program:
……….
5 Program:
……….
Program:
……….
6 Program:
……….
Program:
……….
7 Program:
……….
Program:
……….
8 Program:
……….
Program:
……….
9 Program:
……….
Program:
……….
10 Program:
……….
Program:
……….
Sumber: DSF-Bappenas, 2011
C. Merumuskan masukan untuk RPJMD berikutnya
Berdasarkan hasil penelaahan pada tahap B, dapat diketahui program-program yang sudah dan yang belum dilakukan dalam RPJMD periode berjalan, sehingga dapat dirumuskan program-proram yang harus masuk dalam RPJMD periode berikutnya, sesuai dengan arahan program jangka menengah dalam RTRW.Untuk lebih jelasnya lihat pembahasan pada 4.2.6.
Dalam melakukan sinkronisasi RTRW dan RPJMD ini, juga perlu untuk melihat keterkaitannya dengan RKPD untuk melihat apakah program-program dalam RTRW dan RPJMD diimplementasikan tahunan dalam RKPD.
Tabel analisis integrasi antara program RTRW, program dalam RPJMD, dan program dalam RKPD dapat dilihat pada Tabel 4.7 di bawah.
CONTOH PENERAPAN
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut ini diberikan contoh penerapan tahapan-tahapan tesebut di atas (A s/d C) dengan menggunakan RTRW Sumatera Barat 2009-2013 dan RPJMD Sumatera Barat 2010-2015.
Tabel 4.7
Analisis Integrasi antara Indikasi Program RTRW, Program RPJMD, dan Program RKPD
RTRW 2009-2029 RPJMD 2010-2015 RKPD 2015
Penilaian dan
Program Prioritas Pembangunan
RTRW 2009-2029 RPJMD 2010-2015 RKPD 2015
Program Prioritas Pembangunan
RTRW 2009-2029 RPJMD 2010-2015 RKPD 2015
Program Prioritas Pembangunan
A. Menelaah RTRW
1. Menelaah kebijakan dan strategi penataan ruang
No Kebijakan/Strategi Rencana Struktur Ruang Rencana Pola Ruang
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
1. Kebijakan 2:
Pengembangan ekonomi sektor primer, sekunder, dan tersier sesuai daya dukung wilayah Strategi 2.1:
Peningkatan kegiatan pertanian, kehutanan, dan perkebunan melalui pola intensifikasi dan ekstensifikasi dengan tetap mempertahankan ekosistem lingkungan
1. Perwujudan pengelolaan kawasan lindung
1. Program pengembangan kawasan hutan
2. Perwujudan pemantapan kawasan budi daya
3. Program pengembangan kawasan pertanian 4. Program
pengembangan perkebunan Strategi 2.3:
Peningkatan pengembangan industri berbasis pertanian berupa perlengkapan saprodi dan sarana pendukungnya
2. Perwujudan pemantapan kawasan budi daya
8. Program pengembangan industri
2. Kebijakan 6:
No Kebijakan/Strategi Rencana Struktur Ruang Rencana Pola Ruang
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
Pendorongan terbentuknya aksesibilitas jaringan
transportasi dalam rangka menunjang perkembangan wilayah
Strategi 6.1:
Perwujudan dan peningkatan hubungan lintas barat, tengah, dan timur Sumatera dengan mengembangkan jaringan jalan arteri primer dan kolektor primer.
2. Perwujudan sistem prasarana
1. Program perwujudan sistem prasarana transportasi:
a. Pembangunan jaringan jalan arteri primer
b. Pembangunan jaringan jalan kolektor primer Strategi 6.3:
Pengembangan sistem transportasi kereta api di Provinsi Sumatera Barat dalam rangka menunjang jaringan transportasi kereta api Pulau Sumatera
2. Perwujudan sistem prasarana
1. Program perwujudan sistem prasarana transportasi:
a. Pembangunan jalur kereta api
b. Rehabilitasi/fung sionalisasi jalur angkutan kereta api
2. Menelaah rencana struktur ruang
No Rencana Struktur Ruang
Rencana Pentahapan Pemanfaatan Struktur Ruang sesuai RTRW Arah pemanfaatan
Ruang/Indikasi Program/Kegiatan
Lokasi
Waktu pelaksanaan
2009-2013
2014-2018
2019-2023
2024-2029
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
I. Perwujudan pusat kegiatan
I.1 Pemantapan fungsi kota PKN (Kota Padang)
a. Penataan batas kawasan Padang b.Penyusunan rencana rinci
ruang kawasan Padang
I.2 Pemantapan fungsi kota PKW
a. Revitalisasi kawasan PKW b.Pengembangan sarana &
prasarana kota PKW
II. Perwujudan sistem prasarana
II.1 Perwujudan sistem prasarana transportasi
a. Peningkatan jalan arteri primer
Padang-Bukit
tinggi-Payakumbuh,..
b.Pembangunan jaringan
jalan arteri primer Rao-Rokan, … c.Pembangunan jaringan
jalan kolektor primer
Koto Tinggi – Bonjol, dst…
d.Rehabilitasi/fungsionalisasi jalur angkutan kereta api
Padang panjang – Payakumbuh, dst…
e.Pembangunan jalur kereta Teluk Bayur –
No Rencana Struktur Ruang
Rencana Pentahapan Pemanfaatan Struktur Ruang sesuai RTRW Arah pemanfaatan
Ruang/Indikasi Program/Kegiatan
Lokasi
Waktu pelaksanaan
2009-2013
2014-2018
2019-2023
2024-2029
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
api Indarung, dst…
II.2
Perwujudan sistem prasarana sumber daya air
a. Peningkatan pengairan irigasi teknis
Padang
Pariaman, dst.
b.Pengembangan dan konservasi area rawa seluas 18.500 Ha
Pesisir Selatan, dst..
II.3
Perwujudan sistem prasarana perumahan dan permukiman
a. Pembangunan TPA Regional
Kota Bukittinggi b. Penyediaan prasarana dan
sarana air bersih
Kws rawan air bersih
3. Menelaah rencana pola ruang
No Rencana Pola Ruang
Rencana Pentahapan Pemanfaatan Pola Ruang sesuai RTRW Arah pemanfaatan
Ruang/Indikasi Program/Kegiatan
lokasi
Waktu pelaksanaan
2009-2013
2014-2018
2019-2023
2024-2029
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
I. Perwujudan pengelolaan kawasan lindung
I.1 Pengembangan kawasan hutan
a. Pengembangan hutan tanaman
Kws lahan kritis b.Pengembangan
ekowisata
Kws Danau Singkarak, dst….
I.2 Pemantapan kawasan lindung
a.Rehabilitasi dan konservasi lahan di kawasan lindung
Kws kritis dalam hutan b.Pengamanan kawasan
pantai
II. Perwujudan pemantapan kawasan budidaya
II.1 Pengembangan kawasan pertanian
a. Perluasan lahan padi sawah beririgasi teknis
Batan Anai II, dst…..
b. Pengembangan komoditi sayuran
Kab. Agam, Kab. Tanah Datar, dst..
c. Pengembangan buah- Kab. Padang
No Rencana Pola Ruang
Rencana Pentahapan Pemanfaatan Pola Ruang sesuai RTRW Arah pemanfaatan
Ruang/Indikasi Program/Kegiatan
lokasi
Waktu pelaksanaan
2009-2013
2014-2018
2019-2023
2024-2029
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
buahan Pariaman, dst…
II.2 Pengembangan perkebunan
a. Pengembangan komoditi
perkebunan Kab/Kota
b. Peremajaan & rehabilitasi
tanaman perkebunan Kab/Kota
II.3 Pengembangan industry
a. Pengembangan 77ndustry unggulan Provinsi Sumbar
Sentra
produksi/kota pusat
pengolahan b. Pengembangan 77
industri inti kabupaten/kota
Sentra
produksi/kota pusat
pengolahan
B. Menelaah keterkaitan RTRW dengan RPJMD
1. Analisis Integrasi antara Kebijakan RTRW dan Strategi/Arah Kebijakan RPJMD
No RTRW 2009-2029 RPJMD 2010-2015 Penilaian Rekomendasi
(1) (2) (3) (4) (5)
1
Kebijakan2:
Pengembangan ekonomi sektor primer, sekunder, dan tersier sesuai daya dukung wilayah
Strategi 2.1:
Peningkatan kegiatan pertanian, kehutanan, dan perkebunan melalui pola intensifikasi dan ekstensifikasi dengan tetap
mempertahankan ekosistem lingkungan
Strategi/Arah kebijakan:
3. Meningkatkan produksi dan penanganan pasca panen komoditi unggulan pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan
1. Meningkatkan luas tanam komoditi unggulan pertanian, perkebunan, peternakan & perikanan;
2. Meningkatkan penerapan teknologi dalam bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan;
3. Merevitalisasi sistem kelembagaan penyuluhan;
4. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia petani 4. Mengembangkan sentra produksi komoditi pertanian
unggulan bidang pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan
- Meningkatnya jumlah KSP pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan
Strategi 2.1 dari Kebijakan 2 RTRW dioperasionalkan dalam Misi 4, Tujuan 1, Strategi 1 dan Arah kebijakan 1, 2, 3, dan 4; serta Strategi 2 dalam RPJMD.
No RTRW 2009-2029 RPJMD 2010-2015 Penilaian Rekomendasi
(1) (2) (3) (4) (5)
Strategi 2.3:
Peningkatan pengembangan industri berbasis pertanian berupa perlengkapan saprodi dan sarana pendukungnya
Strategi/Arah kebijakan:
1. Mengembangkan industri pengolahan berbasis komoditi unggulan daerah
1. Memfasilitasi pengembangan industri pengolahan berbasis komoditi unggulan daerah.
Strategi 2.3 dari Kebijakan 2 RTRW dioperasionalkan dalam Misi 4, Tujuan 2, Strategi 1 dan Arah
kebijakan 1 dalam RPJMD
transportasi dalam rangka menunjang perkembangan wilayah
Strategi 6.1:
Perwujudan dan peningkatan hubungan lintas barat, tengah, dan timur Sumatera dengan mengembangkan jaringan jalan arteri primer dan kolektor primer
Strategi/Arah kebijakan:
1. Membangun jalan dan jembatan pada kawasan sentra produksi
1. Meningkatkan kualitas jalan dan jembatan;
2. Meningkatkan aksesibilitas wilayah yang sedang dan belum berkembang pada koridor-koridor utama, perdesaan, wilayah perbatasan, terpencil, dan pulau 3. Meningkatkan investasi swasta dalam pembangunan
Strategi 6.1 dari Kebijakan 6 RTRW dioperasionalkan dalam Misi 4, Tujuan 5, Strategi 1 dan Arah
kebijakan 1,2, dan 3 dalam RPJMD
No RTRW 2009-2029 RPJMD 2010-2015 Penilaian Rekomendasi
(1) (2) (3) (4) (5)
infrastruktur.
Strategi 6.3:
Pengembangan sistem transportasi kereta api di Provinsi Sumatera Barat dalam rangka menunjang jaringan transportasi kereta api Pulau Sumatera
Strategi/Arah kebijakan:
1. Meningkatkan sarana dan prasarana transportasi darat, laut, dan udara
4. Mengembangkan angkutan kereta api
Strategi 6.3 dari Kebijakan 6 RTRW dioperasionalkan dalam Misi 4, Tujuan 5, Strategi 1 dan Arah
kebijakan 4 dalam RPJMD
2. Analisis Integrasi antara Indikasi Program Utama RTRW dan Program RPJMD
No RTRW RPJMD Penilaian Rekomendasi
A. Program Perwujudan Struktur Ruang
1. Program perwujudan sistem prasarana transportasi
a. Peningkatan jalan arteri primer 1. Program pembangunan jalan dan jembatan
2. Rehabilitasi dan
pemeliharaan jalan dan jembatan
3. Peningkatan partisipasi investasi swasta dalam pembangunan infrastruktur (Public Private Partnership-PPP)
4. Pembangunan infrastruktur permukiman di perdesaan
- Dalam RTRW, program perwujudan sistem prasarana transportasi terdiri atas program transportasi darat, laut, dan udara dengan pendetilan melalui kegiatannya.
- Program dalam RTRW yang terkait dengan jaringan jalan, jembatan, dan terminal dioperasionalkan dalam RPJMD melalui program pembangunan jalan dan jembatan;
program rehabilitasi dan
pemeliharaan jalan dan jembatan;
serta pembangunan infrastruktur permukiman di perdesaan. Detil lokasinya dicantumkan sebagai indikator kinerja output.
- Dalam RTRW, pembangunan jaringan jalan arteri primer dan
- Perlu dicek lokasi-lokasi yang disebutkan dalam indikator output di RPJMD apakah sesuai dengan lokasi dalam RTRW.
- Cek lokasi-lokasi yang belum dibangun/
dikembangkan dalam RPJMD ini, harus
dicantumkan dalam RPJMD berikutnya. Hal ini karena dalam b. Pembangunan jaringan jalan
arteri primer
c. Pembangunan jaringan jalan kolektor primer
d. Fungsionalisasi terminal regional
e. Optimalisasi terminal f. Pengembangan g. Relokasi terminal h. Pembangunan terminal i. Peningkatan dan
pengembangan sarana dan prasarana terminal barang
No RTRW RPJMD Penilaian Rekomendasi terminal dilakukan pada PJM-1 dan
2; sedangkan pembangunan jaringan jalan kolektor primer dilaksanakan mulai dari PJM-1 sampai dengan PJM-4.
RTRW dialokasikan dalam PJM-1 dan PJM-2, kecuali
j. Rehabilitasi/fungsionalisasi jalur angkutan kereta api
1. Pembangunan, Rehabilitasi dan Pemeliharaan Sarana Prasarana dan Fasilitas Lalu Lintas Angkutan Jalan Indikator kinerja output:
a. Tersedianya jalur baru KA (4,5 Km)
b. Terlaksananya
pembangunan short cut Padang- Solok
c. Tersedianya perencanaan rencana induk
pembangunan jaringan KA Sumbar
- Program pengembangan kereta api dioperasionalkan dalam RPJMD melalui tujuan 5, sasaran 5, strategi 1, dan arah kebijakan 4.
- Hanya ada 1 program dalam RPJMD terkait dengan pengembangan kereta api, yaitu program pembangunan, rehabilitasi dan pemeliharaan sarana prasarana dan fasilitas lalu lintas angkutan jalan.
Detil arahannya dicantumkan sebagai indikator kinerja output.
- Dalam RTRW, pengembangan kereta api dilakukan pada PJM-1 dan PJM-2.
- Cek kegiatan yang belum dilakukan dan lokasi yang belum dibangun dalam RPJMD ini, maka harus k. Pembangunan jalur kereta api
l. Rehabilitasi sarana prasarana perkeretaapian
m. Penyediaan sarana
halte/stasiun mini dan jalur pejalan kaki pada lokasi objek wisata
n. Rehabilitasi/pembangunan stasiun dan lintasan sebidang jalur kereta api dengan jalan o. Paduserasi penanganan
No RTRW RPJMD Penilaian Rekomendasi berbagai moda transportasi
jalan dengan angkutan kereta api
PJM-1 dan PJM-2.
B. Program Perwujudan Pola Ruang
2. Program pengembangan industri
a. Program pengembangan industri unggulan Provinsi Sumatera Barat
2. Program penumbuhan industri unggulan berbasis agro dan manufaktur
- Strategi tentang pengembangan industri muncul dua kali dalam RPJMD, yaitu dalam (1) Tujuan 1, Strategi 3 tentang pengembangan industri pengolahan hasil pertanian dan pengolahan hasil perikanan laut; dan (2) Tujuan 2, Strategi 1 tentang pengembangan industri pengolahan berbasis komoditi unggulan daerah.
- Program pengembangan industri dalam RTRW dioperasionalkan melalui 3 (tiga ) program dalam RPJMD. Di luar ketiga program tersebut, dalam RPJMD juga terdapat program (1) peningkatan iklim usaha industri; (2) revitalisasi dan pengembangan industri kecil
- Untuk RPJMD dan bio diesel;
karena program pengembangan yang lain seharusnya - Pengembangan industri
pengolahan kakao
- Pengembangan industri bio diesel
- Pengembangan industri pengolahan pangan b. Program pengembangan
industri inti Kabupaten dan Kota
2. Program pengembangan sentra-sentra industri potensial
- Industri pengolahan hasil laut - Industri pengolahan hasil
ternak
- Industri pengolahan hasil
No RTRW RPJMD Penilaian Rekomendasi
perkebunan dan menengah; dan (3)
pengembangan teknologi tepat guna.
- Program pengembangan industri dalam RTRW dilaksanakan dalam PJM 1 (2009-2013), kecuali
pengembangan industri pengolahan kakao dan bio diesel yang
direncanakan sampai dengan PJM 4.
sudah
diimplementasika n semuanya dalam RPJMD 2010-2015.
- Bila dari hasil evaluasi pelaksanaan RPJMD 2010-2015, ternyata ada
program/kegiata n yang belum terlaksana, maka program/kegiata n tersebut
dilanjutkan dalam RPJMD periode berikutnya.
- Industri kerajinan - Industri pakan ternak - Pengembangan klaster
industri unggulan
3. Program pengembangan klaster industri unggulan
C. Menelaah keterkaitan RTRW dengan RPJMD dan RKPD
RTRW 2009-2029 RPJMD 2010-2015 RKPD 2015
Kebijakan/Strategi Indikasi Program
Strategi/Arah Kebijakan
Program Prioritas Pembangunan dan tersier sesuai daya dukung
RTRW 2009-2029 RPJMD 2010-2015 RKPD 2015 Kebijakan/Strategi Indikasi
Program
Strategi/Arah Kebijakan
Program Prioritas Pembangunan
RTRW 2009-2029 RPJMD 2010-2015 RKPD 2015 Kebijakan/Strategi Indikasi
Program
Strategi/Arah Kebijakan
Program Prioritas Pembangunan
RTRW 2009-2029 RPJMD 2010-2015 RKPD 2015 Kebijakan/Strategi Indikasi
Program
Strategi/Arah Kebijakan
Program Prioritas Pembangunan barat, tengah, dan timur Sumatera dengan
mengembangkan jaringan jalan arteri primer dan kolektor primer
1. Meningkatkan kualitas jalan dan jembatan 2. Meningkatkan
aksesibilitas wilayah yang sedang dan belum berkembang 3. Meningkatkan
investasi
RTRW 2009-2029 RPJMD 2010-2015 RKPD 2015 Kebijakan/Strategi Indikasi
Program
Strategi/Arah Kebijakan
Program Prioritas Pembangunan kereta api Pulau Sumatera darat, laut, dan udara