• Tidak ada hasil yang ditemukan

Integrasi Nomenklatur

Dalam dokumen TIM PENYUSUN LAPORAN (Halaman 96-100)

BAB 4 PEDOMAN SINKRONISASI RENCANA TATA RUANG DAN RENCANA PEMBANGUNAN DAERAH39

4.2 Integrasi antara RTRW dan RPJMD

4.2.5 Integrasi Nomenklatur

Dari hasil wawancara, terlihat bahwa masih ada Daerah yang mengalami kesulitan dalam menerjemahkan rencana tata ruang ke dalam rencana pembangunan, khususnya RPJMD. Salah satu penyebabnya adalah perbedaan nomenklatur dalam perumusan program. Dalam penyusunan rencana pembangunan daerah, nomenklatur program dan kegiatan sudah distandarkan melalui Permendagri No. 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Dengan demikian perumusan program dan kegiatan dalam RPJMD juga harus mengacu pada arahan yang telah diberikan pada Lampiran Permendagri No. 13 tahun 2006, yaitu Kode dan Daftar Program dan Kegiatan menurut Urusan Pemerintahan Daerah. Sementara perumusan program dan kegiatan dalam RTRW tidak diatur, sehingga lebih bebas.

Salah satu langkah dalam upaya pengintegrasian RTRW ke dalam RPJMD adalah melalui penyelarasan antara indikasi program dalam RTRW dengan nomenklatur program yang ada dalam RPJMD. Hal ini dikarenakan dokumen RPJMD merupakan dokumen rencana pembangunan yang bersifat implementatif dan terkait dengan penganggaran, sehingga rencana tata ruang akan menjadi sia-sia dan tidak terimplementasikan jika tidak dituangkan dalam RPJMD.

Dengan adanya Permendagri No. 13 tahun 2006, nama program dan kegiatan di setiap daerah menjadi baku dan seragam. Walau dalam beberapa aspek, hal tersebut memudahkan, tetapi di lain pihak pembakuan tersebut menghilangkan karakteristik atau kebutuhan khusus setiap daerah. Dengan adanya pembakuan, nama program dan kegiatan di setiap daerah menjadi bersifat umum atau generik. Hal tersebut tidak berlaku bagi RTRW. Mengingat bahwa setiap daerah memiliki karakteristik danpersoalannya masing-masing, maka penamaan program dan kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan daerahnya masing-masing, maka penamaan program dan kegiatan dapat bervariasi antar daerah sesuai dengan kebutuhan pembangunannya. Adanya perbedaan ini menimbulkan kesulitan dalam melakukan integrasi RTRW dan RPJMD.

Oleh karena itu, salah satu langkah nyata jangka pendek upaya integrasi RTRW dan RPJMD adalah dengan melakukan pemahaman atas program-program dalam RPJMD dan memetakan keselarasannya dengan program-program dalam RTRW. Upaya sinkronisasi nomenklatur ini terkait dengan upaya integrasi muatan antara RTRW dan RPJMD, dimana proses pemetaan antara kebijakan-strategi dalam RTRW terhadap arah kebijakan dalam RPJMD menjadi proses penting dan merupakan langkah awal dalam upaya pemahaman program. Secara detail, langkah-langkah upaya sinkronisasi nomenklatur antara RTRW dan RPJMD dapat dilakukan melalui dua tahapan utama sebagai berikut:

1) Analisis awal pemetaan antara indikasi program dalam RTRW dengan program dalam RPJMD seperti yang dilakukan pada tahap integrasi muatan. Contoh:

Tabel 4.8

Pemetaan Indikasi Program RTRW Terhadap Program RPJMD

No. RTRW RPJMD

A Program Perwujudan Struktur Ruang

1 Program perwujudan sistem prasarana transportasi

a Peningkatan jalan arteri primer (1) Program pembangunan jalan dan jembatan

(2) Rehabilitasi dan pemeliharaan jalan dan jembatan

(3) Peningkatan partisipasi investasi swasta dalam pembangunan infrastruktur (Public Private Partnership-PPP)

(4) Pembangunan infrastruktur permukiman di perdesaan b Pembangunan jaringan jalan

arteri primer

c Pembangunan jaringan jalan kolektor primer

d Fungsionalisasi terminal regional e Optimalisasi terminal

f Pengembangan g Relokasi terminal h Pembangunan terminal

i Peningkatan dan pengembangan sarana dan prasarana terminal barang

Sumber: Diolah dari RTRW Sumatera Barat dan RPJMD Sumatera Barat 2010-2015

2) Pengecekan lebih lanjut atas program-program dalam RPJMD tersebut untuk memahami muatannya. Pengecekan dapat dilakukan dengan melihat (1) kegiatan-kegiatan yang dirumuskan di bawah program tersebut atau (2) indikator kinerja output yang ditetapkan. Dalam contoh kasus RPJMD Sumatera Barat, pendetilan program dalam RPJMD yang bersifat generik dilakukan melalui perumusan indikator kinerja output.

Dari Tabel 4.9 terlihat adanya perbedaan antara program dalam RTRW (lokasi tidak diperlihatkan di sini) dengan program dalam RPJMD. Di sini dilakukan penilaian: (1) di mana letak perbedaannya, (2) tetapkan program-program dalam RPJMD tersebut selaras dengan program yang mana dalam RTRW, (3) kemudian identifikasi program-program apa dalam RTRW yang belum ada dalam RPJMD tersebut dan perlu dimasukkan dalam RPJMD periode berikutnya.

Untuk lebih lanjut, dalam rangka memudahkan sinkronisasi RTRW dan RPJMD, indikasi program dalam RTRW dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kategori sesuai dengan nomenklatur program dalam RPJMD berdasarkan Permendagri No.

13/2006. Lihat Tabel 4.10.

Tabel 4.9

Pengecekan Muatan Program dalam RPJMD

RTRW RPJMD

Program Indikator Kinerja Output A. Program Perwujudan Struktur

Ruang

4. Program perwujudan sistem prasarana transportasi a. Peningkatan jalan arteri

primer

b. Pembangunan jaringan jalan arteri primer c. Pembangunan jaringan

jalan kolektor primer d. Fungsionalisasi terminal

regional

e. Optimalisasi terminal f. Pengembangan g. Relokasi terminal h. Pembangunan terminal i. Peningkatan dan

pengembangan sarana dan prasarana terminal barang

Pembangunan Jalan dan Jembatan

a. Pembangunan jembatan kelok sembilan

b. Pembangunan dan peningkatan jalan nasional

c. Pembangunan Jalan Rao-Rokan (Bts Riau)

d. Pembangunan dan peningkatan jalan nasional pantai barat

e. Terlaksananya pembangunan jalan Padang-By Pass

f. Lanjutan Pembangunan jalan Duku-Sicincin-Malalak-Bukittinggi g. Pembangunan Jembatan Provinsi

dan Jembatan Strategis Provinsi h. Dst….

a. Pemeliharaan rutin jalan nasional b. Pemeliharaan rutin jembatan

nasional

c. Pemeliharaan rutin jalan provinsi

Pemeliharaan Jalan dan Jembatan

a. Kemantapan Jalan Nasional b. Kemantapan Jalan Provinsi c. Kemantapan Jalan Nasional d. Kemantapan Jalan Provinsi e. Pemeliharaan rutin jembatan

provinsi

Peningkatan Daftar rencana proyek kerjasama

RTRW RPJMD

Program Indikator Kinerja Output Partisipasi

a. Peningkatan pertumbuhan pembangunan infrastruktur permukiman di kawasan perdesaan

b. Terbangunnya jalan perdesaan penunjang pertanian dan perkebunan

Sumber: Diolah dari RTRW Sumatera Barat dan RJMD Sumatera Barat 2010-2015

Tabel 4.10

Pengelompokan Program dalam RTRW sesuai dengan Nomenklatur Program dalam RPJMD

RTRW RPJMD

Pengelompokan Program Program

A. Program Perwujudan Struktur Ruang

1. Program perwujudan sistem prasarana transportasi 1.1 Pembangunan Jalan

dan Jembatan

a. Pembangunan jaringan jalan arteri primer b. Pembangunan jaringan

jalan kolektor primer c. …………

Pembangunan Jalan dan Jembatan

1.2 Pemeliharaan Jalan dan Jembatan

a. Peningkatan jalan arteri primer

b. Pemeliharaan rutin jalan dan jembatan c. …………..

Pemeliharaan Jalan dan Jembatan

1.3 Pembangunan infrastruktur permukiman di perdesaan

a. Pembangunan jalan perdesaan yang menghubungkan kawasan pertanian b. Pembangunan jaringan

jalan kolektor primer ke perdesaan

c. ………

Pembangunan

infrastruktur permukiman di perdesaan

Di masa depan, upaya pengintegrasian nomenklatur ini sebaiknya dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan di tingkat forum BKPRN, sehingga menghasilkan ketentuan yang telah disepakati bersama dalam mengatur upaya sinkronisasi nomenklatur antara rencana tata ruang dan rencana pembangunan. Ketentuan tersebut dapat berupa dikeluarkannya SEB (Surat Edaran Bersama) Menteri Dalam Negeri, Menteri PPN/Kepala Bappenas, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), atau melalui perarturan lain dengan kekuatan hukum yang lebih tinggi.

Dalam dokumen TIM PENYUSUN LAPORAN (Halaman 96-100)