• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.6 Interpretasi Data

Interpretasi data merupakan proses menyusun agar data dapat ditafsirkan (Nasution, 1996:126). Menyusun data berarti menggolongkannya dalam pola, tema atau kategori. Interpretasi bukan hanya dilakukan pada tahapan akhir, melainkan dilakukan sepanjang proses penelitian. Untuk menginterpretasi data dalam penelitian ini akan digunakan model interaktif yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman (dalam Usman dan Purnomo, 2009:88).

Penelitian ini akan menggunakan teknik analisis data kualitatif dengan menggunakan beberapa komponen analisis, yaitu:

a. Pengumpulan data

Data-data yang diperoleh di lapangan dicatat dan direkam dalam bentuk naratif dan foto, yaitu uraian data yang diperoleh dari lapangan apa adanya tanpa adanya komentar peneliti yang berbentuk catatan kecil. Dari catatan deskriptif ini, kemudian dibuat catatan refleksi yaitu catatan yang berisi komentar, pendapat atau penafsiran peneliti atas fenomena yang ditemui di lapangan.

b. Reduksi data

Reduksi data merupakan proses pemilihan, pemusatan perhatian, pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan lapangan. Reduksi data dilakukan terus menerus selama penelitian dilaksanakan. Reduksi data merupakan wujud analisis yang menajamkan, mengklarifikasikan, mengarahkan, membuang data yang tidak berkaitan dengan pokok persoalan. Selanjutnya dibuat ringkasan, pengkodean, penelusuran tema-tema, membuat catatan kecil yang dirasakan penting pada kejadian seketika yang

dipandang penting berkaitan dengan pokok persoalan. Nasution (1996:129) mengatakan data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih tajam tentang hasil pengamatan, juga mempermudah peneliti untuk mencari kembali data bila diperlukan.

c. Penyajian data

Penyajian data adalah pendeskripsian sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan Nasution (1996:129). Pada tahapan ini data hasil temuan di lapangan disajikan dalam bentuk teks deskriptif naratif, tabel, grafik, skema, gambar dan lain-lain. Semuanya dirancang guna menggabungkan informasi yang tersusun dalam bentuk padu dan mudah dipahami. Pada tahapan ini, peneliti mulai mengkomparasikan teori yang digunakan untuk menganalisis data dengan fakta yang ditemukan di lapangan.

d. Penarikan kesimpulan dan verifikasi

Penarikan kesimpulan dan verifikasi merupakan upaya memaknai data yang disajikan dengan mencermati pola-pola keteraturan, penjelasan, konfigurasi, dan hubungan sebab akibat. Dalam melakukan penarikan kesimpulan dan verifikasi selalu dilakukan peninjauan terhadap penyajian data dan catatan di lapangan.

3.7 Keterbatasan Penelitian

Dalam penelitian ini peneliti menyadari adanya keterbatasan yang berasal dari internal dan eksternal peneliti. Keterbatasan internal yakni kemampuan dalam menulis dan menyusun karya ilmiah yang minim serta pemahaman yang terbatas

terhadap teori-teori sosiologi. Adapun keterbatasan eksternal berasal dari luar diri peneliti seperti keterbatasan waktu penelitian yang disebabkan oleh letak lokasi penelitian yang sangat jauh dan terpencil serta tuntutan orangtua supaya segera menyelesaikan skripsi sehingga proses penelitian tidak dapat dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Akan tetapi walaupun waktu penelitian terbatas tidak mengurangi niat peneliti untuk mengumpulkan data sedetail dan selengkap mungkin.

Keterbatasan penelitian adalah hambatan-hambatan yang dihadapi peneliti dalam melakukan penelitian pada saat dilapangan. Dalam hal ini peneliti mengalami hambatan antara lain: dalam melakukan wawancara mendalam terhadap informan, adanya keterbatasan waktu yang dimiliki informan dalam melakukan proses wawancara dikarenakan jadwal olahraga yang berbeda-beda. Peneliti hanya diberikan waktu untuk wawancara dari pihak sekolah ketika jam olahraga berlangsung. Sehingga peneliti menunggu informan olahraga dulu dengan guru olahraga setelah selesai peneliti baru bias mewawancarai informan. Bukan hanya itu saja jadwal olahraga yang ada bertabrakan dengan kelas lain yang juga menjadi informan bagi penelitian ini. Sehingga peneliti harus bisa membagi waktu yang tepat untuk melakukan wawancara kepada informan.

BAB IV

INTREPETASI DATA DAN HASIL PENELITIAN

4.1. Gambaran Lokasi Penelitian

4.1.1 Sejarah SMA Negeri 1 Medan

Gambar 4.1 SMA Negeri 1 Medan

Pendirian SMAN 1 Medan dirintis pada tanggal 18 Agustus – 01 September 1950, pada mulanya berlokasi di Jalan Teuku Umar No. 1 Medan. Dahulu SMA Negeri 1 Medan sempat disebut sebagai SMA Teladan. Pada tahun 1954, Kepala Urusan Pendidikan SMA Depdibud menugaskan beberapa SMA Negeri terpilih untuk mengadakan kurikulum baru. Sekolah-sekolah ini kemudian disebut sebagai SMA Teladan di masing-masing kota tersebut. Didasari oleh SK Mendikbud nomor 12807/ a/ c pada tanggal 18 Desember 1957, beberapa SMA teladan berdiri di Jakarta, Medan, Surabaya, Bukit Tinggi, dan Yogyakarta.

4.1.2 Lokasi Penelitian

SMA Negeri 1 Medan kini beralamatkan Jalan Teuku Cik Ditiro No. 1, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Medan, Provinsi Sumatera Utara. Peta Lokasi SMA Negeri 1 Medan dapat dilihat melalui gambar dibawah ini.

Gambar 4.2 Peta Lokasi SMA Negeri 1 Medan

4.1.3 Visi dan Misi SMA Negeri 1 Medan

SMA Negeri 1 Medan adalah parameter pendidikan di Provinsi Sumatera Utara yang juga dikenal sebagai salah satu SMA terbaik di Indonesia.Saat ini SMANegeri 1 Medan mempunyai jargon “CERDAS” yang merupakan singkatan dari “Creative, Educative, Rasional, Discipline, Asa dan Spirit”. Hal ini sesuai dengan visi dan misi SMA Negeri 1 Medan yaitu :

Visi: Beriman, Bertaqwa dan Unggul dalam Prestasi Akademik dan Non Akademik serta Berwawasan Lingkungan Hidup.

Misi : Melaksanakan Pembelajaran Aktif, Kreatif dan Menyenangakan untuk Menghantarkan Siswa Agar Berprestasi dalam Iptek Olahraga dan Seni

Berlandaskan Imtaq yang Siap Bersaing di Era Globalisasi Serta Perduli Terhadap Lingkungan Hidup.

4.1.4 Struktur OrgaAISsi SMA Negeri 1 Medan

UNGGULAN STAF KESISWAAN STAF HUMAS

STAF KURIKULUM STAF SARANA

Bagan 1. Struktur Organisasi Pembagaian Tugas dan Mekanisme Kerja SMA Negeri 1 Medan

4.1.5 Fasilitas SMA Negeri 1 Medan

Sekarang ini SMA Negeri 1 Medan memiliki dengan jumlah siswa ± 1400 siswa dengan 40 kelas yang terdiri dari kelas X, XI, dan XII, serta dua pembagian jurusan yaitu IPA dan IPS.Jam belajar yang diberlakukan di SMA Negeri 1 Medan adalah jam belajar setengah hari, yaitu dari pukul 07.00 – 13.45 WIB dengan dua kali jam istirahat, yaitu pukul 10.10 – 10.30 WIB dan 12.30 – 13.00 WIB. Sesuai dengan tata tertib sekolah, setiap siswa wajib hadir sebelum bel jam pertama berbunyi dan tidak dibenarkan keluar dari pekarangan sekolah selama proses belajar mengajar berlangsung. Siswa yang telambat hadir tidak dibenarkan mengikuti proses belajar mengajar.

SMA Negeri 1 Medan memiliki 100 guru yang terbagi dalam beberapa mata pelajaran, seperti Bahasa Indonesia, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Sosiologi, Ekonomi, Geografi, Agama, Prakarya, Bahasa Inggris, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Sejarah, dan Olahraga. Kurikulum yang digunakan di SMA Negeri 1 Medan adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) atau Kurikulum 2006. Kurikulum 2006 adalah sebuah kurikulum oprasional pendidikan yang disusun oleh, dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia. Salah satu perubahan yang menonjol pada KTSP dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya adalah KTSP bersifat desentralistik.

Artinya, segala tata aturan yang dicantumkan dalam kurikulum, yang sebelumnya dirancang dan ditetapkan oleh pemerintah pusat, dalam KTSP sebagian tata aturan

dalam kurikulum diserahkan untuk dikembangkan dan diputuskan oleh pihak di daerah atau sekolah. Meski terdapat kebebasan untuk melakukan pengembangan pada tingkat satuan pendidikan , namun pengembangan kurikulum harus mengacu pada Standar Nasional Pendidikan yang telah ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Selain mata pelajaran wajib, SMA Negeri 1 Medan juga memberikan pilihan ekstrakulikuler yang dapat meningkatkan dan melahirkan siswa-siswa kreatif yang berbakat di bidang kesenian, seperti musik, drama, tari dan sebagainya. Kegiatan ini dilakukan setelah jam pelajaran selesai atau dengan kata lain setelah jam 13.45 WIB. Kegaitan ekstrakulikuler ini tidak dilakukan setiap hari tetapi sesuai dengan kesepakatan antara peserta dan pelatih. Adapun pilihan ekstrakulikuler yang diberikan antara lain OSIS, Badan Kemakmuran Mesjid Ibnu Sina SMA Negeri 1 Medan (BAKMISS), PA Bukit Sion (PABS), KSSK St. Aloyslus Gonzaga, Paduan Suara Sola Gratia, Paskhaskibra, Pramuka, Palang Merah Remaja (PMR), Social Study Club (S2C), ICT-One Community, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), Ekstrakulikuler Jurnalistik dan Sastra (EJS), English Club, Olahraga Prestasi (OP), Karate Dojo Smansa, Sanggar Seni Smansa (SSS), Cinematography of Smansa (CITOS), Teater Rawit Smansa, Radio Sekolah (RASE), dan Marching Band Bahana Suara Smansa (MBBSS).

Kegiatan ekstrakulikuler dan orgaAISsi di SMANegeri 1 Medan telah membuktikan kualitasnya melalui berbagi kompetisi baik tingkat regional maupun nasional, dan jarang kembali dengan tangan kosong. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya penghargaan-penghargaan dan koleksi piala yang terpampang di lobby

sekolah ini. Prestasi-prestasi ini tentu saja tidak terlepas dari tersediannya berbagai fasilitas dimiliki SMANegeri 1 Medan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar serta kegiatan ekskul dan orgaAISsi. Fasilitas tersebut antara lain Perpustakaan, WIFI, Kelas dengan peralatan pelajaran yang lengkap dengan proyektor, Laboratorium Biologi, Laboratorium Fisika, Laboratorium Kimia, Laboratorium Komputer, Laboratorium Bahasa, Mesjid, Aula, UKS, Ruang Badminton, Foodcourt, Rumah 3R dan Lobby Sekolah.

Gambar 4.3 Fasilitas Pendukung di SMA Negeri 1 Medan 4.2 Profil Informan

Informan I

1. Nama : MSP

2. Kelas : XII OSN

3. Alamat : Jalan Aman 2 No. 65 Medan

4. Usia : 16 Tahun

5. Jenis Kelamin : Perempuan 6. Pekerjaan Orangtua

Ayah : Pegawai Swasta

Ibu : Ibu Rumah Tangga

7. Penghasilan Orangtua

Ayah : Rp5.000.000,00

Ibu : -

8. Uang Saku : Rp500.000,-/bulan

Tepat tanggal 01 Februari 2019 pagi hari, peneliti melakukan wawancara untuk yang pertama kalinya. Peneliti melakukan wawancara kepada informan disaat jam olahraga berlangsung. Peneliti diperbolehkan melakukan proses wawancara di saat jam olahraga, karena tidak diperbolehkan saat proses belajar mengajar di kelas. Sebelum hari dilaksanakan wawancara, peneliti menggunakan teknik snowball untuk mendapatkan akses berhubungan langsung dengan informan. Peneliti memanfaatkan teknik tersebut dalam membuka akses pada semua informan.

MSP merupakan kelas Osn yang dipersiapkan untuk kelas olimpiade.

Apabila ada olimpiade maka siswa kelas Osn ini yang akan dipersiapkan untuk olimpiade. MSP sangat kooperatif dalam memberikan jawaban akan pertanyaan yang peneliti lontarkan.Pertama kali yang peneliti lakukan adalah menanyakan data diri informan. MSP merupakan anak pertama dari dua bersaudara dan MSP juga mempunyai dua akun media sosial instagram. Pertama adalah real account dan yang kedua adalah second account.

MSP juga sangat sering untuk membuka sosial media instagram. Baginya apabila dia tidak membuka instagram dalam sehari rasanya itu aneh. Jadi setiap hari MSP harus membuka instagram. Hampir setiap saat MSP membuka sosial media instagramnya sehingga MSP terkena limited instagram di dalam hpnya.

Bagi MSP di instagram itu media sosial yang menarik karena banyak hal yang bisa dilihat dan tidak membosankan seperti media sosial lainnya. Sehingga MSP hanya mempunyai media sosial instagram di luar media sosial chatting.

MSP juga sangat sering berbelanja online di instagram, dalam sebulan MSP bisa melakukan 2-3 kali untuk berbelanja online. Kemudian peneliti menanyakan mengenai endorse di media sosial instagram dan beliau sangat mengatahui endorse di media sosial instagram. MSP juga sangat sering melihat endorse-endorse yang dilakukan para artis maupun selebgram di media sosial instagram.

Informan II

1. Nama : AIS

2. Kelas : XII OSN

3. Alamat : Jalan Flamboyan Raya Komplek Griya Nusa III Blok. C No. 09 Medan

4. Usia : 17 Tahun

5. Jenis Kelamin : Perempuan 6. Pekerjaan Orangtua

Ayah : Pensiunan BUMN PTPN 3

Ibu : PNS

7. Penghasilan Orangtua

Ayah : Rp8.000.000,00

Ibu : Rp5.000.000,00

8. Uang Saku : Rp900.000,-/bulan

AIS merupakan salah satu siswa yang juga termasuk di kelas olimpiade di SMA Negeri 1 Medan. AIS merupakan perempuan berhijab dan perempuan yang

sangat ramah. Saat diminta untuk melakukan proses wawancara AIS sangat ramah sekali dalam melakukan proses wawancara pun dia sangat terbuka dan ceria.

Jawaban-jawaban yang dilakukan AIS juga sangat objektif sekali dan AIS sangat mengerti sekali kemana arah tujuan dari pertanyaan yang diajukan oleh peneliti.

AIS merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.

AIS mempunyai tiga akun instagram yang merupakan, real account, second account dan fake account. Real account digunakan untuk aktivitas sehari-hari dan kehidupan pribadinya, dan di real account tersebut AIS dapat berinteraksi dengan teman-teman dan keluarganya. Sedangkan second account digunakan untuk follow artis-artis, selebgram, youtuber dan kehidupan mereka.

AIS sangat suka dengan boyband Korea, jadi dari second account tersebut AIS biasanya melihat artis Korea yang digemarinya.

Kemudian fake acoount AIS gunakan untuk melihat seseorang yang ingin dilihatnya. Fake account tersebut sangat di sembunyikan oleh AIS. Dalam menggunakan sosial media instagram AIS juga sangat sering membukanya.

Dalam sehari AIS bisa membuka instagram dua jam lamanya tanpa berhenti apalagi disaat malam hari, tetapi selain instagram AIS juga menggunakan akun media sosial twitter. Karena boyband Korea tersebut lebih aktif menggunakan media sosial twitter daripada instagram.

Selain itu AIS juga sangat sering berbelanja online khususnya di instagram. Dalam sebulan AIS bisa berbelanja 3-4 kali dan bisa lebih. Apalagi saat membeli barang-barang yang berkaitan dengan boyband korea diluar itu juga AIS juga sering berbelanja online di instagram. Setelah itu peneliti bertanya

mengenai endorse kepada AIS, dan beliau menjawab sangat mengetahui mengenai endorse dan hal itu sudah tidak asing di zaman sekarang itu menurut AIS. Bahkan AIS juga beropini bahwa dia kadang sangat dibantu melalui endorse saat berbelanja online walaupun kadang ada tidak baiknya juga, tetapi endorse menurut AIS sangat membantu dan bagus sekali.

Informan III

1. Nama : AP

2. Kelas : XII MIA 1

3. Alamat : Jalan Sunggal Komplek Somer Set Fegensi C 11a

4. Usia : 17 Tahun

5. Jenis Kelamin : Perempuan 6. Pekerjaan Orangtua

Ayah : Pegawai Swasta

Ibu : Ibu Rumah Tangga

7. Penghasilan Orangtua

Ayah : Rp30.000.000,00

Ibu : -

8. Uang Saku : Rp2.000.000,-/bulan

AP merupakan siswa kelas 12 MIA (Matematika Ilmu Alam) atau zaman dulu dikatakan kelas IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). AP merupakan anak pertama

dari dua bersaudara dan AP hanya mempunyai satu akun instagram. Dalam satu akun tersebutlah AP melihat dan mengikuti teman-temannya dan keluarganya.

Bukan hanya itu saja AP juga mengikuti beberapa artis atau selebgram. Tidak hanya artis Indonesia, artis luar negeri juga mengisi following instagramnya.

Dalam menggunakan instagram sehari-hari juga AP sangat sering bahkan durasi tiga jam nonstop dan AP juga terkena limited instagram. Setiap saat AP akan menggunakan instagram kecuali sedang proses belajar mengajar berlangsung.

Perempuan berhijab ini juga sangat suka berbelanja online di instagram, tetapi tidak mempunyai waktu yang tentu atau berapa kali. Saat ada barang yang diinginkan AP pasti akan berbelanja tidak peduli sudah berapa kali beliau berbelanja dalam sebulan, yang pasti dalam sebulan tersebut pasti ada berbelanja online. AP juga sangat suka barang-barang bermerek dan barang-barang luar negerti. Biasanya AP sering membeli barang-barang seperti itu yang pastinya tidak ada di Medan maka AP akan berbelanja online untuk mendapatkan barang luar negeri yang tidak didapatkannya.

Saat ditanyakan mengenai endorse, AP sangat mengetahui hal itu. Karena AP juga pernah di-endorse salah satu online shop . Saat itu AP di-endorse untuk menggunakan baju yang dijual oleh online shop tersebut dengan imbalan AP diberikan beberapa baju termasuk yang di endorse kan oleh AP. Endorse sangat menguntungkan menurut AP apalagi saat barang tersebut di-endorseo oleh para artis yang sudah mempunyai nilai jual. AP juga mengatakan bahwa endorse yang dilakukan para artis atau selebgram sangat membantu dirinya apabila mencari barang yang diinginkannya dan ingin berbelanja online.

Informan IV

1. Nama : NMP

2. Kelas : XII MIA 6

3. Alamat : Jalan Binjai Km. 12 Komplek Palem Kencana Blok EE. No. 01

4. Usia : 17 Tahun

5. Jenis Kelamin : Perempuan 6. Pekerjaan Orangtua

Ayah : Wiraswasta

Ibu : Dokter Gigi

7. Penghasilan Orangtua

Ayah : Rp5.000.000,00

Ibu : Rp5.000.000,00

8. Uang Saku : Rp1.500.000,-/bulan

NMP mempunyai dua akun instagram, yang merupakan real account dan second account. Real account biasa digunakan beliau untuk kehidupan pribadinya dan termasuk akun media sosial yang digunakan untuk melihat dan berinteraksi dengan teman-teman sekolah, teman ekskulnya yaitu basket dan juga saudara-saudaranya. Following real account instagramnya juga di isi oleh beberapa artis maupun selebgram. Sedikit berbeda dari beberapa informan lainnya, NMP tidak menggunakan second accountnya untuk nge-follow artis atau selebgram tetapi real account. NMP mempunyai beberapa selebgram yang sangat disukainya.

NMP sangat sering menggunakan instagram, setiap hari wajib menggunakan instagram. NMP juga mempunyai hal-hal wajib yang harus beliau lihat di instagarm seperti video lucu, beauty blogger, snapgram teman-teman dan para artis atau selebgram yang diikutinya. Tidak hanya instagram NMP juga sering membuka youtube untuk melihat beauty blogger yang dilihatnya di instagram dan berpindah ke youtube untuk melihat video sepenuhnya. Karena NMP sangat menyukai hal-hal yang mengenai make up dan kecantikan.

Sehingga hal itu sering membuat NMP berbelanja online terutama untuk berbelanja make up yang sering dilihatnya di beauty blogger. Dalam berbelanja online NMP mempunyai jadwal rutin untuk berbelanja online. Dalam sebulan NMP akan berbelanja online dua kali, tetapi saat ada barang yang memang sangat diinginkannya walaupun sudah berbelanja dua kali akan menjadi pertimbangan bagi NMP untuk berbelanja online. Tanpa peneliti tanya tentang endorse NMP sudah mengatakan lebih dulu bahwa selebgram-selebgram yang diikutinya merupakan selebgram endorse-an dan NMP sering berbelanja online dari barang-barang yang di endorse selebgram tersebut. Hal itu sangat memudahkan dan menguntungkan bagi NMP terutama untuk fashion dan make up yang memang disukai oleh NMP.

Informan V

1. Nama : H

2. Kelas : XII MIA 6

3. Alamat : Jalan Sekata Gang Madrasah No. 15B

4. Usia : 17 Tahun 5. Jenis Kelamin : Perempuan 6. Pekerjaan Orangtua

Ayah : Wiraswasta

Ibu : Ibu Rumah Tangga

7. Penghasilan Orangtua

Ayah : Rp20.000.000,00

Ibu : -

8. Uang Saku : Rp1.400.000,-/bulan

Perempuan berhijab ini satu-satunya informan peneliti yang mempunyai nama tersingkat dan yang paling ramah diantara beberapa informan lainnya.

Apabila ada yang ramah tetapi H lebih dari itu. Bahkan saat proses wawancara tersebut sudah berakhir dan bertemu di hari lain beliau bahkan menyapa peneliti dan meningat peniliti tidak dengan informan lainnya. H sangat friendly sekali bersama peneliti dan itu sangat memudahkan dan menguntungkan saat proses wawancara berlangsung. Karena H akan menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutup-tutupi olehnya.

H mempunyai tiga akun instagram, yang merupakan real account dan duanya fake account. Akun fake account H gunakan untuk ngestalking hal-hal yang diinginkannya. Sedangkan real account H gunakan untuk kehidupan pribadinya dan mengikuti beberapa artis. H lumayan banyak untuk mengikuti

beberapa artis terutama artis Indonesia. Bahkan H sampai mengikuti akun gosip seperti Lambe Turah.

H juga sangat sering untuk menggunakan media sosial instagram tiada hari tanpa buka instagram itu menurut H. Karena menurut H sendiri dirinya itu suka kepo sama kehidupan para artis. H juga suka berbelanja online di instagram, minimal sebulan dua kali perbulannya dan bisa lebih. Saat ditanyai mengenai endorse, H mengaku bahwa beliau sangat mengetahui tentang hal itu bahkan sangat membantu. Bahkan H juga akhirnya tahu mengenai barang-barang karena di-endorse oleh artis maupun selebgram.

Informan VI

1. Nama : OA

2. Kelas : XII MIA 8

3. Alamat : Jalan Balam Komplek Green Balam Town House No. 3A

4. Usia : 17 Tahun

5. Jenis Kelamin : Perempuan 6. Pekerjaan Orangtua

Ayah : Kontraktor

Ibu : Kontraktor

7. Penghasilan Orangtua

Ayah : Rp10.000.000,00

Ibu : Rp10.000.000,00

8. Uang Saku : Rp1.500.000,-/bulan

OA juga merupakan salah satu siswa kelas dua belas di SMA Negeri 1 Medan. Saat mewawancarai OA sedang tidak berolahraga tetapi guru mata pelajarannya sedang tidak masuk sehingga saat itu OA sedang berada di luar kelas, sehingga peneliti menemui OA dan meminta kesediannya untuk melakukan wawancara. OA orang yang sangat terbuka dan OA sangat jujur dengan apa yang dialaminya, dan OA mengatakan semuanya kepada peneliti. OA merupakan anak tunggal ditengah kedua orangtuanya bekerja sebagai kontraktor. OA mempunyai tiga akun instagram, yang terdiri real account, second account dan fake account.

Second account yang dimiliki OA merupakan akun khusus make up yang dilakukan oleh OA. Beliau sangat senang dengan make up sehingga ia membuat khusus instagram tentang make up dirinya sendiri.

Selain hal itu, OA juga suka berbelanja online dalam sebulan OA bisa berbelanja tiga sampai empat kali, bahkan OA juga mengatakan bahwa beliau baru saja berbelanja online. Bagi OA berbelanja online itu menjadi suatu keharusan untuk dirinya. Saat ditanyai mengenai endorse OA tertawa terbahak-bahak, karena hal itu tidak asing baginya. Karena OA mempunyai beberapa teman-teman selebgram yang ada di Medan, dan OA juga pernah di-endorse oleh online shop yang ada di Medan.

Bagi OA endorse itu bagus karena selain menguntungkan bagi siapa yang di endorse dan diuntungkan bagi online shop tersebut, endorse juga sangat membantu untuk mencari barang-barang yang diinginkannya. Bukan hanya itu

saja OA sangat banyak mengikuti beberapa selebgram Indoensia terutama dia sangat suka salah satu artis Awkarin. Bahkan pada saat wawancara tersebut OA sedang menggunakan kuku palsu yang dibelinya melalui online shop, barang tersebu diketahuinya melalui endorse yang dilakukan oleh selebgram Awkarin.

saja OA sangat banyak mengikuti beberapa selebgram Indoensia terutama dia sangat suka salah satu artis Awkarin. Bahkan pada saat wawancara tersebut OA sedang menggunakan kuku palsu yang dibelinya melalui online shop, barang tersebu diketahuinya melalui endorse yang dilakukan oleh selebgram Awkarin.