• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKTOR – FAKTOR PENYEBAB PERPINDAHAN PUSAT ADMINISTRASI KOLONIAL BELANDA DI LABUHAN BATU

4.2 Kepentingan Ekonomi

4.2.1 Investasi Perkebunan

Pada tahun 1890 merupakan awal masuknya perkebunan di Labuhan Batu, Maatschappij Swis Deli-Bila menjadi perusahaan pertama yang menanamkan modalnya dalam investasi perkebunan tembakau. Perusahaan ini mengalami kerugian karena hasil panen tembakau yang gagal, kemudian memindahkan perkebunannya ke wilayah hulu Bilah dengan tanaman kopi yang kemudian beralih pada tanaman karet.

Pada tahun 1900-an Maatschappij Swis Deli-Bila diambil alih PT Sumatra Para Rubber Plantation Ltd. dan melanjutkan pengelolaan perkebunan karet di Pangkatan.

Panen pertama perkebunan milik PT Sumatra Para Rubber Plantation Ltd.

mendapatkan hasil yang baik. Kabar tersebut menyebar ke wilayah Malaka dan Singapura yang terus menyebar ke wilayah lainnya. Para investor yang mendengar kabar keberhasilan budidaya tanaman karet di Labuhan Batu, mulai berdatangan untuk membuka perkebunan.

N.V. Verenigde Hevea Plantegen der Bilah-Landen, merupakan perusahaan yang membuka perkebunan di Afdeeling Labuhan Batu. Setelah melihat hasil perkebunan PT Sumatra Para Rubber Plantation Ltd., N.V. Verenigde Hevea Plantegen der Bilah-Landen menjadi salah satu perusahaan yang menanamkan modalnya di Labuhan Batu. Perusahaan ini membuka perkebunannya pertama kali pada tahun 1906 dengan modal asing yang terdiri dari beberapa negara Eropa.

Perusahaan N.V Verenigde Hevea Plantegen der Bilah-Landen memiliki tiga wilayah perkebunan di Afdeeling Labuhan Batu di antaranya, Kaloendang, Byawak dan Calixberge. Pada tahun 1913 perusahaan ini di likuidasi, 99 oleh perusahaan Belgische firma Bunge & Co. yang merupakan salah satu pendiri dari N.V. Verenigde Hevea Plantegen der Bilah-Landen. Perusahaan tersebut di likuidasi di London dan di ambil alih oleh Maatschappij Sennah Rubber Company Ltd.100

Maatschappij Sennah Rubber Company Ltd. yang mengambil alih N.V.

Verenigde Hevea Plantegen der Bilah-Landen meluaskan wilayahnya menjadi 8 wilayah perkebunan yang terdiri dari, Calixbergen, Byawak, Kaloendang, Pangkattan, Milano, Brussels, Parnantian dan Panigoran. Perusahaan ini dipimpin oleh kepala administrasi J.G. Aalders yang menjabat dari tahun 1914 hingga 1918.101 Pada tahun pertama kepemimpinannya perusahaan ini mendapat hasil yang baik.

Pada tahun 1916 J.G Aaldres membayarkan dividen 10% kepada pemegang saham, dan mendapatkan pujian atas keberhasilannya. 102

Pecahnya perang Dunia I pada bulan Juli 1914 banyak menguntungkan perusahaan-perusahaan perkebunan karet. Selama perang Dunia I penjualan hasil

99 Likuidasi adalah pembubaran perusahaan sebagai badan hukum yang meliputi pembayaran kewajibab kepada kreditor dan pembagian harta yang tersisa kepada pemegang saham.

100 http://www.derkjordaan.com/het-avontuurlijke-plantersleven-in-asahan-en-bila/#sdendnote127anc tanggal 24 Januari 2018 jam 01.45.

101 Lihat lampiran 5, foto kantor sekaligus rumah dari kepala administrasi perkebunan Sennah Rubber Compeny Ltd.

102 Ibid.

perkebunan karet meningkat pesat, permintaan banyak datang dari negara-negara Eropa. Perusahaan-perusahaan perkebunan karet di Labuhan Batu menjadi salah satu pengekspor hasil perkebunan karet ke Eropa.103 Dengan banyak permintaan karet saat itu, mendorong memunculkan perkebunan-perkebunan baru di wilayah Onderafdeeling Labuhan Batu.

Pertumbuhan perkebunan yang semakin meluas, membuat Controleur Labuhan Batu kesulitan mengontrol wilayah. Pembayaran cukai perkebunan yang tidak teratur mempengaruhi anggaran belanja kas wilayah Labuhan Batu. 104 Mengatasi masalah tersebut, Gubernur Sumatera Timur mengeluarkan keputusan tanggal 19 Agustus 1924 yang mempekerjakan pentor/gazaghebber atau pegawai Belanda di Labuhan Batu. Pentor/gazaghebber ditempatkan di Marbau untuk mengawasi wilayah hulu Bilah dan Kualuh, yang berada dalam pengawasan Controleur Labuhan Batu di Labuhan Bilik.105 Adapun jumlah anggaran kas wilayah negeri Labuhan Batu dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3. Anggaran Belanja Kas Wilayah Labuhan Batu dari tahun 1908-1925.

Tahun Jumlah Anggaran

1908 f 154.000,-

1909 f 128.000,-

1910 f 136.000,-

103 Ibid.

104 M. Hamerster, op.cit., hlm. 164.

105 Ibid., hlm. 97.

1911 f 194.000,-

1912 f 147.000,-

1913 f 286.000,-

1914 f 174.000,-

1915 f 323.000,-

1916 f 290.000,-

1917 f 235.000,-

1918 f 219.000,-

1919 f 327.000,-

1920 f 400.000,-

1921 f 453.000,-

1922 f 492.000,-

1923 f 314.000,-

1924 f 434.000,-

1925 f 509.000,-

Sumber : Bijdrage Tot de Kennis van de Afdeeling Asahan Asisten Residen M.

Hamerster.

Dari tabel tersebut dapat di lihat jumlah anggaran belanja wilayah Labuhan Batu per-tahunnya. Kenaikan paling tinggi terjadi pada tahun 1915 dan penurunan paling tinggi terjadi pada tahun 1923. Setelah penempatan pegawai Belanda di Marbau pada tahun 1924 menunjukkan peningkatan anggaran belanja pada tahun-tahun berikutnya.

Pemerintah Belanda terus meningkatkan pengawasan di daerah-daerah perkebunan, dengan mencari wilayah yang strategis untuk dijadikan pusat pemerintahan. Perkembangan perkebunan yang bertambah pesat, terutama di wilayah

hulu Bilah menjadi perhatian dari pemerintah Belanda. Adapun nama-nama perkebunan di Labuhan Batu dapat di lihat pada tabel-tabel di bawah ini.

Table 4. Nama-nama perusahaan perkebunan di wilayah kesultanan Bilah.

No. Lokasi Perkebunan Nama Perusahan Luas Lahan 1 Rantau Prapat Oostkust van Deli Batavia

Mij.

10 Rantau Prapat of Boven Bilah Syndicaat

Boven Bilah Cultuur Mij. 166 H.A

11 Bilah N.V. Sennah Cultuur Mij. 1302 H.A

12 Bandar Goela C.E. Staehelin 1450 H.A

13 Pangkatan Oostkust Lowden Palmer 1692 H.A

14 Aek Nabara I Goodyeer Rubber Plastation Ltd.

15 Milano N.V. Sennah Cultuur Mij

16 Brussel N.V. Sennah Cultuur Mij

17 Pekantan Mastschappij Swis Deli -

Bilah

Sumber: Algemen Secretarie Grote Bundel TZG Agenda Tahun 1891-1942 No.

10097.

Tabel 5: Nama- nama Perusahaan perkebunan di wilayah kesultanan Kota Pinang.

No. Lokasih Perkebunan Nama Perusahaan Luas Lahan 1 Tolan- Tolan Noord N.V. Tolan Satoe Expl. Mij. 1780.1 H.A 2 Tolan- Tolan West N.V. Tolan Tiga Expl. Mij. 3484 H.A 3 Tolan- Tolan Zuid N.V. Tolan Doea Expl. Mij. 3526 H.A 4 Normark West N.V. Plantage My. Normark 1000 H.A 5 Nagodang Noord N.V. Nagodang Rubber My 3668 H.A

6 Normark Noord N.V. Plantage My. Normark 515.5 H.A 7 Enclave Radja Baesoe Tolan Santoe Expl. Mij. 18.1 H.A 8 Enclave van de Ryksrooten Tolan Santoe Expl. Mij. 3.8 H.A

9 Singa Mata N.V. Kota Pinang Cultuur.

My.

285 H.A 10 Aek Nabara II Goodyeer Rubber Plastation

Ltd.

Sumber: Algemen Secretarie Grote Bundel TZG Agenda Tahun 1891-1942 No.

10097.

Tabel 6: Nama perusahaan perkebunan di wilayah kesultanan Panai.

No. Lokasi Perkebunan Nama Perusahaan Luas Lahan 1 Bah Si Matin2 II Handelsvereeniging Amsterdam 80 H.A Sumber: Algemen Secretarie Grote Bundel TZG Agenda Tahun 1891-1942 No.

10097.

Tabel 7: Nama-nama perusahaan perkebunan di wilayah kesultanan Kualuh.

No. Lokasi Perkebunan Nama Perusahaan Luas Lahan

1 Emma Sumatera Caoutchouc Mij. 799.74 H.A

2 Si Toenggir Oostkust N.V. Landbouw Mij Si Toenggir 1032 H.A 3 Kualuh Mastschappij Societe Financiere

4 Kualuh H.A.P.M.(Holl. Amerikaansche Plantege Maatschappij)

Sumber: Algemen Secretarie Grote Bundel TZG Agenda Tahun 1891-1942 No.

10097.

Investasi perkebunan yang sangat berkembang di Labuhan Batu merupakan salah satu faktor penyebab perpindahan pusat administrasi. Pusat administrasi Labuhan Batu yang terakhir berada di Rantau Prapat. Perkebunan memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan suatu wilayah. Dengan banyaknya investasi

perkebunan yang masuk ke wilayah Labuhan Batu, sehingga membuat wilayah tersebut berkembang cukup pesat sebagai satu kota perkebunan di Sumatera Timur.106

Dokumen terkait