Good Corporate Governance 2015
IV PENANGANAN BENTURAN KEPENTINGAN
10.4. Pengembangan Kompetensi Sekretaris Perusahaan
Untuk mendukung pelaksanaan tugasnya, Sekretaris Perusahaan mengikuti serangkaian program pengembangan kompetensi. Program pengembangan kompetensi yang diikuti Sekretaris Perusahaan pada 2015 sebagai berikut.
Tanggal Kegiatan
Jenis Kegiatan
Pengembangan Kompetensi Tempat
27 - 28 April 2015 Workshop Corporate Secretary Jakarta
12 Mei 2015 Musyawarah Anggota AEI Jakarta
16 Mei 2015 Burrsa Efek Indonesia Jakarta
20 Mei 2015 Issuer Gathering KSEI Jakarta
16 Juni 2015 Seminar Corporate Secretary 2015 di BEI Jakarta 01 Juli 2015 Refreshment Manajemen RisikoLevel 4 LSPP Jakarta 20 Agustus 2015 Sosialisasi XBRLBursa Efek Indonesia Jakarta 03 November 2015 Investor Summit and CapitalMarket Expo 2015 BEI Jakarta 17 November 2015 Sosialisasi dan Diskusi terkait Perizinan Bank Umum
dan E-LicensingOtoritas Jasa Keuangan
Jakarta 23 November 2015 Sosialisasi Kampanye “Yuk Menabung Saham” di PT
Bursa Efek Indonesia (BEI)
Jakarta 26 November 2015 Konsultasi AEI: Reval Asset dansaham Bonus Jakarta
IV PENANGANAN BENTURAN KEPENTINGAN
Dalam hal terjadi benturan kepentingan, anggota Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif Bank dilarang mengambil tindakan yang dapat merugikan Bank atau mengurangi keuntungan Bank dan wajib mengungkapkan benturan kepentingan dimaksud dalam setiap keputusannya. Benturan kepentingan dimaksud antara lain adalah perbedaan antara kepentingan ekonomi Bank dengan kepentingan ekonomi pribadi pemilik, anggota Komisaris, anggota Direksi maupun Pejabat Eksekutif Bank dan atau pihak terkait dengan Bank, pemberian perlakuan istimewa kepada pihak–pihak tertentu diluar prosedur dan ketentuan yang berlaku serta pemberian suku bunga tidak sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku. Apabila keputusan tetap harus diambil, maka harus mengutamakan kepentingan ekonomi Bank dan menghindarkan kerugian atau berkurangnya keuntungan Bank.
Dalam hal terjadi benturan kepentingan, Dewan Komisaris, Direksi dan Pejabat Eksekutif dilarang mengambil tindakan yang dapat merugikan Bank atau mengurangi keuntungan Bank dan wajib mengungkapkan benturan kepentingan dimaksud dalam setiap keputusan.
Selama periode tahun 2015, tidak terdapat transaksi yang memiliki benturan kepentingan baik kepada Pengurus, Pejabat Eksekutif dan Pejabat Operasional Bank.
Kode Etik (Code of Conduct)
Bank Victoria berkomitmen untuk mengembangkan dan menerapkan prinsip Good Corporate Governance dalam setiap kegiatan Bank di semua tingkatan atau struktur organisasi. Untuk itu, Direksi telah merumuskan berbagai kebijakan yang menyangkut etika dalam menjalankan segenap aktivitas bisnis Bank. Code of Conduct disusun untuk menjadi acuan perilaku bagi Dewan Komisaris, Direksi dan Pegawai Bank sebagai acuan dan penerapan standar etika terbaik bagi organ perusahaan dan semua karyawan dalam menerapkan nilai-nilai (values) dan etika bisnis sehingga menjadi bagian dari budaya Bank sehingga tercapai Visi dan Misi Bank.
Code of Conduct merupakan tanggung jawab seluruh jajaran Bank Victoria dan menjadi bagian dari budaya Bank sebagai pedoman berperilaku yang profesional, bertanggung jawab, wajar, patut dan dipercaya dalam melakukan hubungan bisnis dengan para pelanggan, rekanan, maupun dengan rekan sekerja.
Good Corporate Governance 2015
50/78
Isi Code of Conduct
Code of Conduct berisikan komitmen perusahaan kepada berbagai pihak yang berkepentingan yang merupakan perwujudan dari etika bisnis dan etika kerja bagi Insan Bank Victoria. Sebagai sebuah etika perilaku, diharapkan tercipta perilaku yang ideal yang dikembangkan berdasarkan nilai-nilai luhur yang diyakini jajaran Bank Victoria sehingga menjadi budaya kerja. Code of Conduct terdiri dari 11 Bab sebagai berikut:
Bab Keterangan
I Sikap dan Perilaku
Penting bagi Bank untuk mendapatkan citra yang baik dan terhormat dalam masyarakat. Citra yang baik itu dapat dibentuk oleh cara kita melayani keluar kepada nasabah, calon nasabah, relasi, rekanan dan, sama pentingnya, adalah cara pelayanan kita ke dalam diantara sesama karyawan sendiri.
Sikap dan perilaku dalam pelayanan keluar dan kedalam sangatlah menentukan dan berdampak luas. Bank Victoria telah memiliki standar sikap dan perilaku yang baik untuk seluruh karyawan Bank Victoria. II Penanganan Informasi dan Data
Dalam melaksanakan kegiatannya, Bank akan meminta atau mewajibkan nasabahnya untuk memberikan informasi dan data keuangan, manajemen ataupun pribadi. Bank mempunyai tanggung jawab untuk tetap menjaga kerahasiaan data dan informasi yang diberikan nasabah kepada Bank, walaupun selain informasi data nasabah, perusahaan juga memiliki informasi internal yang bersifat rahasia. Bank berkepentingan agar semua informasi internal demikian terjaga kerahasiaannya dan tidak dimanfaatkan oleh pihak lain yang dapat berakibat merugikan kepentingan perusahaan.
III Penggunaan Peralatan dan Fasilitas Bank
Semua fasilitas dan peralatan Bank hanya digunakan untuk pelaksanaan tugas Bank. Setiap karyawan dilarang untuk menggunakan semua fasilitas dan peralatan Bank untuk kepentingan pribadi dan/atau keluarga.
IV Hubungan dengan Nasabah dan Calon Nasabah
Dalam melakukan kegiatan memasarkan produk dan jasa Bank, karyawan Bank yang bertugas harus senantiasa memperhatikan kepentingan perusahaan dengan tetap menciptakan dan memelihara hubungan yang baik dengan calon nasabah atau nasabah.
V Hubungan dengan Rekanan dan Calon Rekanan
Dalam melakukan kegiatan memasarkan produk dan jasa Bank, karyawan Bank yang bertugas harus senantiasa memperhatikan kepentingan perusahaan dengan tetap menciptakan dan memelihara hubungan yang baik dengan calon nasabah atau nasabah.
VI Hubungan dengan Karyawan dan Antar Karyawan
Setiap karyawan yang terlibat dalam keputusan penerimaan karyawan baru harus mendasarkan keputusan tersebut semata-mata pada penilaian atas kemampuan calon karyawan dalam memenuhi kualifikasi pekerjaan yang dibutuhkan.
VII Hubungan Keluarga
Semua keputusan yang menyangkut penilaian terhadap karyawan, nasabah dan rekanan harus semata-mata didasarkan pertimbangan yang obyektif dengan persyaratan yang berlaku di perusahaan. Karyawan yang memiliki hubungan kekerabatan dengan karyawan lain di Bank, harus melaporkan hubungan kekerabatan tersebut kepada bagian Human Resource Kantor Pusat atau Business Unit terkait. Hal ini dilakukan agar pihak Human Resource dapat mengatur posisi masing-masing karyawan tidak saling menimbulkan benturan kepentingan.
VIII Kepentingan Pribadi dalam bidang Keuangan diluar Perusahaan
Karyawan Bank tidak diperkenankan untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan menggunakan informasi yang diperolehnya karena jabatannya di Bank, sedangkan informasi tersebut bukan merupakan informasi umum.
IX Pencucian Uang (Money Laundering)
Bank sebagai bagian dari Industri perbankan dan merupakan lembaga kepercayaan, sangat menyadari arti penting nilai kejujuran dalam usahanya. Oleh karena itu seluruh aktifitas kerjanya haruslah berdasarkan nilai kejujuran. Untuk itu setiap karyawan harus berperan aktif dalam menjaga reputasi perusahaan dengan menolak transaksi yang diduga dapat mengakibatkan proses pencucian uang.
Good Corporate Governance 2015
51/78
Bab Keterangan
X Aktivitas Berpolitik
Karyawan Bank tidak dilarang dan memiliki kebebasan untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik di Republik Indonesia ini. Namun demikian karyawan tidak diperkenankan meninggalkan tugas dan kewajibannya sebagai karyawan Bank untuk melakukan aktivitas politiknya.
XI Lain-lain
Penyebarluasan Code of Conduct
Code of Conduct diungkapkan dan/atau disebarkan kepada semua karyawan Bank melalui media internal Bank yang dapat diakses oleh semua karyawan dengan mudah setiap saat. Secara periodik, segenap karyawan disampaikan tentang etika bisnis untuk dapat dilaksanakan secara tertib melalui media Memo dan/atau Surat dari Direksi ataupun Divisi yang bertanggung jawab untuk mengelola etika bisnis.
Selain itu, pengungkapan Code of Conduct juga diungkapkan dan/atau disebarkan melalui berbagai pembagian buku saku yang harus dipelajari dan dilaksanakan oleh setiap karyawan.
Penerapan dan Penegakan Code of Conduct
Code of Conduct Bank Victoria berlaku bagi segenap Insan Bank Victoria mulai dari Dewan Komisaris, Direksi, karyawan dan individu lain yang terkait dengan bisnis Bank Victoria. Keberhasilan penerapan Code of Conduct merupakan tanggung jawab dari seluruh pimpinan di lingkungan unit kerja masing-masing. Untuk itu segenap pimpinan unit memiliki tanggung jawab dalam memberikan pemahaman penerapan Code of Conduct kepada pegawai di lingkungan unit kerja masing masing.
Setiap insan Bank Victoria memiliki tanggung jawab terhadap keberhasilan penerapan Code of Conduct dalam aktivitas sehari-hari. Salah satu bentuk tanggung jawab insan Bank Victoria adalah menyangkut kesediaan insan Bank Victoria untuk melaporkan setiap tindakan pegawai lain atau rekan kerja yang diyakini merupakan suatu pelanggaran Code of Conduct dan menyampaikan setiap fakta penyimpangan yang diketahuinya melalui mekanisme Whistleblowing System.
Bank Victoria senantiasa terus mengingatkan kepada segenap karyawan Bank Victoria mengenai Code of Conduct melalui pelatihan, pelaksanaan induction untuk karyawan baru serta pengingatan melalui forum-forum pelatihan yang melibatkan pihak eksternal.
Sanksi Dan Jumlah Pelanggaran Code Of Conduct
Bank Victoria memberikan sanksi yang tegas dan konsisten terhadap pelanggaran Pedoman Code of Conduct. Segala bentuk pelanggaran yang dapat dilakukan oleh Dewan Komisaris dan Direksi beserta sanksinya berpedoman pada Anggaran Dasar Bank dan keputusan RUPS. Sedangkan terkait pengenaan sanksi terhadap pegawai dilakukan sesuai dengan aturan kepegawaian yang berlaku.
Selama tahun 2015 Bank tidak mencatat adanya pelanggaran kode etik baik itu oleh Dewan Komisaris, Direksi, Tim Manajemen maupun Karyawan Bank Victoria.
Nilai-nilai Budaya Bank Victoria
Untuk lebih mendukung pencapaian Visi dan penerapan Misi, dalam aktivitas operasional perusahaan, maka Bank Victoria juga telah menetapkan nilai-nilai budaya perusahaan (Core Values) sebagai dasar budaya perusahaan (corporate culture) yang diharapkan dapat menjadi acuan utama bagi seluruh karyawan Bank tanpa terkecuali. Adapun Nilai-Nilai Budaya Perusahaan yang disepakati dan dianut oleh seluruh karyawan Bank dapat disingkat D-A-H-S-Y-A-T. Penjabaran dari DAHSYAT tersebut adalah sebagai berikut :
Good Corporate Governance 2015
52/78
Discipline Seluruh karyawan Bank tanpa terkecuali harus memiliki sikap disiplin yang tinggi baik disiplin
terhadap waktu, target kerja, pengendalian biaya dan lain-lain
Accountable
Dalam rangka penerapan Good Corporate Governance yang berkesinambungan, seluruh karyawan tugas dan tanggung jawab yang spesifik terhadap bidang tugas-nya masing-masing. Tanggung jawab ini tidak hanya sebatas terhadap atasan (supervisor) dari karyawan terkait, namun juga harus memiliki tanggung jawab kepada seluruh stakeholders dari Bank Victoria (tanggung jawab publik).
Honest Kejujuran menjadi landasan budaya kerja yang sangat penting bagi setiap perusahaan, terlebih
perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan seperti bank Solid
Sustain
Kekompakkan dalam arti positif antar bagian/divisi menjadi syarat mutlak untuk dapat menjaga pertumbuhan bisnis dari Bank yang berkesinambungan (sustainable growth).
Youthful Spirit
Seiring dengan era globalisasi dan juga perkembangan ilmu dan teknologi yang sangat dinamis saat ini, semangat/jiwa muda dalam setiap kepribadian karyawan Bank Victoria menjadi keharusan agar Bank dapat terus berkembang dalam menjalankan aktivitas operasionalnya. Accurate
Sebagai lembaga keuangan dan juga perusahaan terbuka, keakurasian data terkait dengan penyebaran informasi baik formal maupun informal sudah menjadi suatu kewajiban dari Bank untuk dipenuhi.
Trust
Bank merupakan lembaga kepercayaan bagi para nasabah untuk menyimpan dana, untuk itu unsur trust (kepercayaan) wajib menjadi nilai budaya yang harus melekat pada seluruh karyawan Bank Victoria.
V PENERAPAN FUNGSI KEPATUHAN
Kompleksitas kegiatan usaha Bank semakin meningkat sejalan dengan perkembangan teknologi informasi, globalisasi, dan integrasi pasar keuangan. Hal ini memberikan dampak yang sangat besar terhadap eksposur risiko yang dihadapi oleh Bank sehingga diperlukan penegakan prinsip kehati-hatian serta upaya untuk memitigasi risiko kegiatan usaha Bank, baik yang bersifat preventif (ex-ante) maupun kuratif (ex-post). Upaya yang bersifat ex-ante dapat ditempuh dengan mematuhi berbagai kaidah perbankan yang berlaku untuk mengurangi atau memperkecil risiko kegiatan usaha Bank.
Bank melalui jajaran Dewan Komisaris, Direksi dan seluruh karyawan berkomitmen untuk melaksanakan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance) yang baik dan prinsip kehati-hatian dalam kegiatan bisnis sehari-hari sesuai dengan nilai-nilai pokok yang tertuang dalam GCG. Hal ini dilaksanakan dalam rangka melindungi kepentingan stakeholder, meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku serta nilai-nilai yang berlaku di dunia perbankan. Bank melakukan penilaian terhadap 11 (sebelas) aspek yang diantaranya terdapat salah satu aspek yaitu Fungsi Kepatuhan.
Tugas dan Tanggung Jawab Fungsi Kepatuhan
Dalam rangka meningkatkan efektifitas penerapan Fungsi Kepatuhan, agar sesuai dengan kebijakan dan prosedur yang berlalu, maka Bank Victoria secara berkesinambungan telah menetapkan tugas dan tanggung jawab pada Divisi Kepatuhan dalam berbagai rencana dan langkah strategis untuk:
1. Mewujudkan terlaksananya Budaya Kepatuhan pada semua tingkatan organisasi dan kegiatan usaha Bank;
2. Mengelola Risiko Kepatuhan yang dihadapi oleh Bank;
3. Memastikan agar kebijakan, sistem, dan prosedur serta kegiatan usaha yang dilakukan oleh Bank telah sesuai dengan kebijakan Bank Indonesia (BI) dan atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta peraturan perundang-undangan yang berlaku;
4. Memastikan kepatuhan Bank terhadap komitmen yang dibuat oleh Bank kepada BI dan/atau OJK serta pengawas lain yang berwenang.
Dalam penerapan tugas dan tanggung Jawab dimaksud, termasuk juga menetapkan langkah-langkah yang bersifat ex-ante (preventif) untuk memitigasi risiko dalam penerapan kegiatan usaha Bank dan penyempurnaan serta pengembangan secara efektif sesuai best practice terkini.
Good Corporate Governance 2015
53/78
Program Kerja Fungsi Kepatuhan Tahun 2015
Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut diatas, telah diatur pada Program Kerja pada masing-maing tingkatan sesuai dengan peran dan fungsinya.
1. Pengawasan Aktif Dewan Komisaris
Dewan Komisaris telah melakukan pengawasan aktif terhadap Fungsi Kepatuhan dengan:
Mengevaluasi pelaksanaan Fungsi Kepatuhan Bank paling kurang 2 (dua) kali dalam satu tahun. Memberikan saran-saran dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan Fungsi Kepatuhan Bank.
Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Fungsi Kepatuhan, Dewan Komisaris menyampaikan saran-saran dalam rangka peningkatan kualitas pelaksanaan Fungsi Kepatuhan kepada Direktur Utama dengan tembusan kepada Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko.
2. Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko, yang membawahi Fungsi Kepatuhan telah menetapkan langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan kepatuhan Bank terhadap Kebijakan BI/OJK, peraturan perundang-undangan lain yang berlaku dan perjanjian serta komitmen dengan BI/OJK, dengan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut.
Merumuskan strategi guna mendorong terciptanya Budaya Kepatuhan Bank.
Mengusulkan kebijakan kepatuhan atau prinsip-prinsip kepatuhan yang akan ditetapkan oleh Direksi.
Menetapkan sistem dan prosedur kepatuhan yang akan digunakan untuk menyusun kebijakan dan pedoman internal Bank.
Memastikan bahwa seluruh kebijakan,sistem, dan prosedur, serta kegiatan usaha yang dilakukan Bank telah sesuai dengan kebijakan BI/OJK dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Meminimalkan Risiko Kepatuhan Bank.
Melakukan tindakan pencegahan agar kebijakan dan/atau keputusan yang diambil Direksi Bank tidak menyimpang dari kebijakan BI/OJK dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Melakukan tugas-tugas lainnya yang terkait dengan Fungsi Kepatuhan.
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko melaporkan pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya kepada Direktur Utama dengan tembusan kepada Dewan Komisaris, paling kurang secara triwulanan.
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko yang telah ditunjuk sebagai Direktur in Charge dalam Konglomerasi Keuangan Grup Victoria telah merumuskan langkah-langkah strategis dalam mendukung dan meningkatkan efektifitas penerapan fungsi kepatuhan, penerapan manajemen risiko serta penerapan tata kelola terintegrasi pada konglomerasi Keuangan Grup Victoria.
3. Divisi Kepatuhan
Divisi Kepatuhan adalah Satuan Unit Kerja yang membawahi Fungsi Kepatuhan, telah menetapkan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:
Membuat langkah-langkah dalam rangka mendukung terciptanya Budaya Kepatuhan pada seluruh kegiatan usaha Bank pada setiap jenjang organisasi.
Melakukan identifikasi, pengukuran, monitoring dan pengendalian terhadap risiko kepatuhan dengan mengacu pada kebijakan BI/OJK mengenai penerapan manajemen risiko bagi Bank. Menilai dan mengevaluasi efektifitas, kecukupan dan kesesuaian kebijakan, system maupun prosedur yang dimiliki oleh Bank dengan kebijakan BI/OJK dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Melakukan review dan/atau merekomendasikan pengkinian dan penyempurnaan kebijakan, sistem maupun prosedur yang dimiliki oleh Bank agar sesuai dengan kebijakan BI dan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
Good Corporate Governance 2015
54/78
Melakukan upaya-upaya untuk memastikan bahwa kebijakan, sistem dan prosedur, serta kegiatan usaha Bank telah sesuai dengan kebijakan BI/OJK dan peraturan perundang-undangan yang berlaku; dan
Melakukan tugas-tugas lainnya yang terkait dengan Fungsi Kepatuhan.
Divisi Kepatuhan Terintegrasi pada Konglomerasi Keuangan Grup Victoria telah menetapkan tugas dan tanggung jawab sebagai berikut.
Menetapkan langkah-langkah dalam rangka mendukung terciptanya Budaya Kepatuhan pada Konglomerasi Keuangan.
Mendistribusikan dan mengkomunikasikan setiap kebijakan baru Terintegrasi dari BI dan OJK maupun kebijakan eksternal lainnya.
Mengkomunikasikan dan mengkoordinir penyampaian data/informasi kepada Pihak Berwenang atau Regulator.
Mengkomunikasikan dan mengkoordinir dalam proses pembuatan laporan kepada Pihak Berwenang atau Regulator.
Divisi Kepatuhan Terintegrasi bertanggung jawab dan melaporkan seluruh aktivitasnya langsung kepada Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko baik secara individu maupun secara terintegrasi.
Pelaksanaan Program Kerja Fungsi Kepatuhan Tahun 2015
Sepanjang tahun 2015, Fungsi Kepatuhan telah melakukan beberapa kegiatan sebagai bentuk realisasi program kerjanya, diantaranya adalah sebagai berikut.
1. Penerapan Budaya Kepatuhan
Dalam rangka mewujudkan Budaya Kepatuhan baik terhadap Kebijakan maupun pelaksanaanya, telah dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.
Memantau secara rutin dan berkesinambungan terhadap kebijakan baru yang telah dikeluarkan oleh BI/OJK serta instansi lainnya;
Mendistribusikan setiap kebijakan baru dari BI dan OJK maupun kebijakan eksternal lainnya; Mendaftarkan Kebijakan baru ke website intranet Bank, yang dapat diakses oleh seluruh karyawan, sehingga karyawan memiliki awareness untuk mematuhi peraturan-peraturan tersebut;
Membuat resume atau kajian terhadap kebijakan baru;
Meningkatkan pemantauan terhadap setiap Kebijakan dan Prosedur yang akan dikeluarkan oleh Divisi (Kebijakan atau prosedur baru wajib disampaikan terlebih dahulu kepada Divisi Kepatuhan untuk dilakukan pengkajian);
Melakukan sharing informasi pada rapat bulanan dan atau triwulanan yang dihadiri oleh Dewan Komisaris, Direksi, Kepala Divisi dan Kantor Cabang;
Untuk efektivitas penerapannya telah dibuat email ”Compliance_aml”, sebagai media komunikasi dalam rangka meningkatkan hubungan antara Divisi Kepatuhan dengan Divisi lainnya di Kantor Pusat serta Kantor Cabang, baik terkait dengan Kebijakan dan Prosedur maupun penerapannya; Melakukan pemantauan terhadap kewajiban pelaporan Bank, untuk memastikan bahwa laporan telah disampaikan tepat pada waktunya.
2. Penerapan Dalam Mengelola Risiko Kepatuhan (1) Identifikasi
Risiko kepatuhan timbul akibat Bank tidak mematuhi dan/atau tidak melaksanakan peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang berlaku, sehingga identifikasi yang dilakukan adalah dengan melihat dan menilai pelanggaran yang dilakukan oleh Divisi terhadap peraturan yang berlaku, yang meliputi:
Jenis pelanggaran yang dilakukan;
Frekuensi pelanggaran yang dilakukan atau track record kepatuhan Bank; dan Pelanggaran terhadap kebijakan atas transaksi keuangan tertentu.
Good Corporate Governance 2015
55/78
(2) Pengukuran
Pengukuran dilakukan dengan meminta kepada seluruh Divisi atau Unit Kerja untuk melakukan self assessment dan melakukan penilaian serta mengungkapkan pelanggaran yang terjadi, termasuk besarnya denda dan frekuensi terjadinya pelanggaran. Berdasarkan self assessment tersebut, melakukan kompilasi dan pengukuran untuk mendapatkan risk profile risiko kepatuhan.
(3) Monitoring
Mengingat bahwa risiko kepatuhan melekat pada setiap aktivitas di seluruh Divisi atau Unit Kerja, maka monitoring risiko kepatuhan dilakukan oleh :
Komisaris, melalui Laporan Triwulanan & Semesteran dan melalui laporan lainnya yang disampaikan kepada Komisaris.
Direksi, melalui Laporan Bulanan, Triwulan, Semesteran dan Tahunan, serta rapat rutin Direksi dan melalui laporan yang dibuat oleh Divisi atau Kantor Cabang.
Divisi, melalui Laporan Bulanan Divisi dan rapat rutin yang dilakukan dengan Divisi dan atau Kantor Cabang.
Cabang, melalui aktivitas rutin dan rapat dengan Kantor Cabang. (4) Pengendalian
Pengendalian dilakukan dari sejak diterbitkannya kebijakan baru, perubahan/update kebijakan internal, pelaksanaan kebijakan dan pemantauan penerapannya pada seluruh Divisi atau Unit Kerja dan Kantor Cabang.
3. Penerapan Fungsi Kepatuhan Terhadap Kebijakan dan Prosedur Serta Sistem
Dalam rangka meningkatkan kepatuhan Bank pada Kebijakan, Prosedur dan Sistem yang digunakan Bank, telah dilakukan kegiatan sebagai berikut:
Melakukan review dan update terhadap Kebijakan & Prosedur Kepatuhan sehingga Pedoman yang digunakan dapat mencerminkan semua aspek yang dapat meningkatkan kinerja kepatuhan dan dapat memitigasi risiko Kepatuhan yang berkembang.
Melakukan pengembangan materi training kepatuhan untuk meningkatkan kualitas pegawai Bank serta meningkatkan budaya kepatuhan serta memitigasi risiko Kepatuhan
Melakukan sosialisasi Peraturan Bank Indonesia, Surat Edaran Bank Indonesia, Peraturan dan Surat Edaran OJK.
Melakukan review terhadap Kebijakan/Aktivitas Produk Baru agar sesuai dengan peraturan yang berlaku dan selalu update dengan kebijakan terkini.
Melakukan pemantauan dan ikut serta setiap ada pengembangan atau update sistem yang dilakukan Bank.
4. Penerapan Fungsi Kepatuhan Dalam Penerapan Prinsip Kehati-hatian
Kegiatan pemantauan yang dilakukan dalam penerapan prinsip-prinsip kehati-hatian dilakukan secara periodik dan berkesinambungan memantau beberapa hal sebagai berikut:
Melakukan kajian dalam Penyediaan Dana (Kredit & treasury) Melakukan pemantauan BMPK (Batas Maksimum Pemberian Kredit).
Melakukan analisa dan kajian terhadap pencapaian kinerja Bank, diantarnya Capital Adequacy Ratio (CAR); Giro Wajib Minimum (GWM); Loan to Deposit Ratio (LDR); BOPO; NIM (Net Interest Margin); ROA (Return on Assest); ROE (Return on Equity); NPL (Non Performing Loan); Debitur inti; Deposan Inti dan lain-lain.
5. Penerapan Fungsi Kepatuhan Terhadap Komitmen
Kegiatan pemantauan dalam penerapan kepatuhan terhadap komitmen pada BI/OJK ataupun Pihak Lainnya dilakukan secara periodik dan berkesinambungan dengan mekanisme sebagai berikut:
Menginventarisasi perjanjian dan atau komitmen lainnya yang dibuat antara Bank dengan BI