• Tidak ada hasil yang ditemukan

XI RENCANA STRATEGIS

Dalam dokumen Good Corporate Governance 2015 (Halaman 78-86)

Good Corporate Governance 2015

XI RENCANA STRATEGIS

Pelaksanaan CSR meliputi CSR terkait dengan lingkungan hidup; CSR terkait dengan ketenagakerjaan, kesehatan, dankeselamatan kerja; CSR terkait dengan pengembangan sosial dan kemasyarakatan; serta CSR terkait dengan tanggung jawab kepada konsumen. Pada tahun 2015, penggunaan dana untuk kegiatan pengembangan sosial kemasyarakatan mencapai sebesar Rp 39.000.000 meningkat dibandingkan tahun 2014 yang sebesar Rp 32.815.750.

Pelaksanaan Kegiatan CSR di Bank Victoria berpedoman pada SK Direksi No.170/SK-DIR/06/14 tanggal 26 Juni 2016, tentang Corporate Social Responsibility (CSR) Beasiswa PT Bank Victoria International Tbk dan Memo Internal Divisi Human Capital Management No.061/HCM-DIR/04/14 tanggal 29 April 2014, Perihal Pengajuan Usulan Corporate Social Responsibility (CSR) 2014 Beasiswa Pendidikan.

Program kegiatan CSR di Bank Victoria terbagi dalam 3 (tiga) bidang kegiatan, yaitu:

1. Program Pendidikan, yang diberikan dalam bentuk beasiswa kepada anak-anak Almarhum Karyawan Bank Victoria dalam rangka membantu dan meringankan biaya sekolah agar dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

2. Program Kesehatan, yang dilaksanakan dalam bentuk donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia.

3. Program Keagamaan, yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Raya Keagamaan dan diberikan dalam bentuk santunan kepada panti asuhan dan bantuan peralatan kerja bagi masyarakat yang membutuhkan.

XI RENCANA STRATEGIS

Arah kebijakan Bank Victoria sesuai dengan Visi & Misis Bank, maka Bank Victoria pada Rencana Bisnis Bank di tahun 2015 mengambil tema “Growing through Effectiveness”. Tema ini bagian yang tidak terpisahkan dengan rencana strategis pengembangan bisnis Bank.

Langkah-langkah strategis yang akan ditempuh Bank sbb:

1. Optimalisasi Kantor Cabang dan mendisiplinkan pelaksanaan sales process dari seluruh Kantor Cabang;

2. Memperkuat brand image dari Bank Victoria serta aktif dalam pengembangan produk dan strategi marketing;

3. Menerapkan organisasi yang efektif untuk mendukung peningkatan produktivitas; 4. Memperkuat aspek operasional, administrasi kredit serta kapasitas dari IT system;

5. Memperkuat penerapan dan pengelolaan Manajemen Risiko di seluruh aspek operasional dan bisnis Bank.

Secara keseluruhan, Bank menargetkan pertumbuhan yang sustainable pada kisaran 17% sampai dengan 18% baik dari sisi asset maupun liabilities. Adapun dari sisi ekuitas, Bank secara konservatif akan menganggarkan pertumbuhan ekuitas berdasarkan akumulasi dari laba ditahan secara konsisten dan diperkirakan akan tumbuh antara 24% hingga 30% per tahunnya. Terkait penyaluran kredit Bank menargetkan tumbuh secara sehat pada kisaran 15% sampai dengan 24%, dimana diharapkan porsi penyaluran kredit kepada UMKM dalam tiga tahun ke depan semakin bertumbuh secara positif dan dapat mencapai target minimal 10% dari total penyaluran kredit di tahun 2015. Sedangkan untuk rencana perbaikan komposisi produk giro dan tabungan (CASA) secara bertahap, maka Bank menargetkan pertumbuhan produk CASA yang lebih besar dibandingkan dengan produk deposito untuk pertumbuhan Dana Pihak Ketiganya.

Sementara itu dari sisi laba/(rugi), Bank secara bertahap juga akan menargetkan pertumbuhan pendapatan bunga yang sedikit lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan beban bunga. Dengan target indicator keuangan utama ini, maka diharapkan Bank dapat menjaga rasio Net Interest Margin selalu berada diatas 2,9%. Terkait dengan Program efisiensi, maka Bank akan terus menjaga pertumbuhan biaya dibawah pertumbuhan dari pendapatan bunga bersih.

Good Corporate Governance 2015

77/78

C. KESIMPULAN

Dewan Komisaris telah menjalankan tugas pengawasan dan pemberian pengarahan kepada Direksi dengan penuh tanggung jawab. Dewan Komisaris bertanggung jawab kepada pemegang saham dalam hal mengawasi dan pemberian nasihat atas kebijakan Direksi terhadap operasional Bank secara umum yang mengacu kepada rencana bisnis yang telah ditetapkan, serta memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Dewan Komisaris telah menjalankan perannya untuk senantiasa berupaya memastikan Bank telah dikelola sesuai kepentingan stakeholder. Berkaitan dengan hal tersebut, Dewan Komisaris senantiasa menjaga obyektivitas dan independensi dalam menjalankan tugas, sehingga tidak terlibat dalam pengambilan keputusan operasional Bank, kecuali hal-hal yang diatur dan ditetapkan dalam Anggaran Dasar Bank dan peraturan perundang-undangan.

Dalam melaksanakan tugasnya Dewan Komisaris dibantu oleh Komite Audit, Komite Pemantau Risiko dan Komite Nominasi dan Remunerasi, yang tugasnya telah didefinisikan dengan jelas, sehingga dapat berperan secara efektif dalam membantu Dewan Komisaris.

Direksi Bank telah menetapkan struktur organisasi yang disusun dengan kejelasan tugas dan tanggungjawab terkait penerapan manajemen risiko yang disesuaikan dengan tujuan dan kebijakan usaha, ukuran dan kompleksitas kegiatan usaha Bank. Kecukupan kerangka pendelegasian wewenang disesuaikan dengan karakteristik dan kompleksitas produk, tingkat risiko yang akan diambil Bank dan selaras dengan rencana bisnis Bank.

Direksi telah berupaya sebaik mungkin untuk menghadapi tantangan yang terjadi di industri perbankan dengan merumuskan dan menerapkan berbagai kebijakan strategis khususnya terkait dengan pengembangan penghimpunan Dana Pihak Ketiga maupun strategi pembiayaan kredit.

Strategi pengembangan penghimpunan Dana Pihak Ketiga antara lain adalah menerapkan segmentasi nasabah dengan tujuan agar bisa menelaah, menganalisis, serta memahami profil nasabah dari setiap produk Bank. Dengan strategi tersebut, diharapkan program segmentasi yang dijalankan akan tepat sasaran. Disamping itu, Bank juga telah meluncurkan produk-produk meliputi VIP Save, VIP Giro untuk menarik nasabah retail serta mempromosikan ATM Bank Victoria yang dapat digunakan dalam jaringan ATM Prima kepada nasabah existing maupun nasabah baru.

Dari sektor pembiayaan kredit, langkah-langkah yang telah dilakukan adalah dengan meningkatkan target pasar berdasarkan risk appetite yang sudah ditetapkan, meningkatkan portofolio kredit, mempercepat proses kredit, meningkatkan peran dan kualitas SDM di bidang perkreditan, dan meningkatkan management account secara konsisten. Bank juga menerapkan strategi Branch Network dengan menjadikan jaringan distribusi sebagai sales engine yang produktif, serta menciptakan perceived strong presence bagi nasabah.

Di tengah kondisi perlambatan pertumbuhan perekonomian, strategi-strategi di atas mampu membuat Bank bertahan dan meningkatkan kinerja operasionalnya. Bank mampu meningkatkan total aset sebesar Rp 1.885,80 miliar atau sebesar 8,83% dari tahun 2014 yang mencapai Rp 21.364,88 miliar di 2015. Kinerja produk pinjaman mengalami peningkatan sebesar 5,34% atau menjadi Rp 13.094,05 miliar di 2015 dari Rp 12.430,39 miliar di 2014. Dari segi jumlah dana pihak ketiga yang dihimpun, Bank mengalami peningkatan sebesar 6,15% atau menjadi Rp 17.173,07 miliar di 2015 dari Rp 16.177,98 miliar di 2014. Bank Victoria mampu melampaui target pendapatan bunga bersih yang telah ditetapkan, yaitu 124,95%. Namun, pencapaian laba di tahun 2015 belum sesuai dengan target yang direncanakan dikarenakan adanya peningkatan biaya pencadangan karena adanya kenaikan NPL (Non Performing Loan).

Good Corporate Governance 2015

78/78

Penerapan praktik Good Corporate Govenance (GCG) di Bank Victoria merupakan suatu upaya dalam melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas pengelolaan Bank secara berkelanjutan. Corporate Governance berperan sebagai landasan dalam peningkatan kinerja serta pengembangan usaha jangka panjang yang dapat memberikan manfaat seoptimal mungkin kepada seluruh stakeholders.

Setelah melakukan penilaian terhadap masing-masing aspek diatas, yang tercermin dari penilaian pelaksanaan Self Assessment GCG terlampir, dengan ini menetapkan penilaian pelaksanaan GCG Bank Victoria Tahun 2015 adalah BAIK.

Jakarta, 20 Mei 2016

PT. BANK VICTORIA INTERNATIONAL, Tbk.

DANIEL BUDIRAHAYU TAMUNAN

Lampiran IV - SE BI NO. 15/15/DPNP 29 April 2013 : P e l a ksa n a a n G o o d C o r p o r a t e G o ve r n a n ce LAPORAN TAHUN 2015

PENILAIAN SENDIRI (SELF ASSESSMENT) PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE

1

NAMA BANK PT. BANK VICTORIA INTERNATIONAL, TBK

POSISI TAHUN 2015

PERINGKAT DEFINISI PERINGKAT

INDIVIDUAL 2

Bank telah melakukan penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang secara umum baik, tercermin dari penerapan terhadap 11 (sebelas) aspek yang telah dituangkan dalam analisis.

KONSOLIDASI - -

NO ASPEK NILAI ANALISIS

1. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris

1 Governance Structure

Jumlah anggota Dewan Komisaris berdasarkan keputusan RUPST tidak melampaui jumlah Direksi, sudah sesuai ketentuan.

Anggota Dewan Komisaris telah memenuhi jumlah, komposisi, kriteria dan independensi serta kompetensi sesuai ketentuan Bank Indonesia.

Anggota Dewan Komisaris adalah independen, telah memenuhi kriteria independensi dari Peraturan Bapepam & LK/OJK. Setiap anggota Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua maupun keuangan dengan anggota Dewan Komisaris lainnya dan/atau anggota Direksi.

Governance Process

Dewan Komisaris telah melakukan pengawasan terhadap kinerja Direksi, dengan mekanisme melalui rapat-rapat.

Dalam melaksanakan tugasnya Dewan Komisaris berdasarkan pada Pedoman yang telah ditetapkan serta sangat memperhatikan prinsip-prinisp GCG dan ketentuan yang berlaku.

Dewan Komisaris telah memberikan arahan dan nasehat kepada Direksi dalam proses pencapaian target yang telah ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank.

Dalam melakukan tugasnya Dewan Komisaris dibantu oleh Komite-Komite yang berada dibawah Dewan Komisaris.

Governance Outcome

Pengarahan atau nasehat dari Dewan Komisaris telah dibahas dalam rapat dan dituangkan dalam risalah rapat;

Hasil rapat menjadi salah satu acuan Direksi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, dengan tetap berpedoman pada GCG dan target dan pencapaian yang telah ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank.

Menindaklanjuti rekomendasi yang disampaikan atau dituangkan dalam risalah rapat dan dimonitor secara berkesinambungan.

2. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi

2 Governance Structure

Jumlah anggota Direksi berdasarkan keputusan RUPST terdiri dari Direktur Utama, Direktur Business, Direktur Treasury dan

Lampiran IV - SE BI NO. 15/15/DPNP 29 April 2013 : P e l a ksa n a a n G o o d C o r p o r a t e G o ve r n a n ce LAPORAN TAHUN 2015

PENILAIAN SENDIRI (SELF ASSESSMENT) PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE

2

NO ASPEK NILAI ANALISIS

Retail Banking, Direktur Operasi & Sistem, serta Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko, telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Setiap Direksi tidak memiliki hubungan keluarga sampai dengan derajat kedua maupun keuangan dengan anggota Direksi lainnya dan/atau anggota Komisaris.

Direksi tidak memiliki jabatan rangkap sebagai Komisaris, Direksi atau Pejabat Eksekutif pada bank, perusahaan dan/atau lembaga keuangan lain, kecuali untuk jabatan lain sebagaimana diperkenankan oleh ketentuan BI/OJK.

Governance process

Dalam melaksanakan tugasnya Direksi berdasarkan pada Pedoman yang telah ditetapkan dan senantiasa memperhatikan dan menerapkan prinsip-prinisp GCG dan ketentuan yang berlaku.

Dalam menjalankan tugasnya Direksi senantiasa memperhatikan arahan/nasehat Dewan Komisaris melalui mekanisme rapat-rapat,

Pembahasan fokus kepada rencana bisnis Bank dan pencapaiannya serta aspek-aspek yang mempengaruhi pencapaian target dimaksud.

Dalam menjalankan tugas-tugasnya Direksi dibantu oleh beberapa Komite dibawah Direksi serta Unit-Unit terkait. Governance Outcome

Pencapaian kinerja tahun 2015, Bank mampu meningkatkan total aset, dana pihak ketiga, dan mampu melampaui target pendapatan bunga bersih yang telah ditetapkan, namun pencapaian laba di tahun 2015 belum sesuai dengan target yang direncanakan dikarenakan adanya peningkatan biaya pencadangan karena adanya kenaikan NPL (Non Performing

Loan). Kondisi yang terjadi telah dikomunikasikan

pencapaiannya dalam rapat-rapat serta fokus kepada penerapan strategi yang telah diambil Direksi dengan arahan/nasehat Dewan Komisaris.

Bank dapat menjaga dalam pemenuhan kewajiban yang ditetapkan regulator, disisi lain tidak adanya pelanggaran yang dapat mempengaruhi performance dan kerugian bagi Bank. 3. Kelengkapan dan

Pelaksanaan Tugas Komite

2 Governance Structure

Komposisi dan kompetensi anggota komite telah sesuai dengan ukuran dan kompleksitas usaha Bank;

Seluruh anggota Komite Bank berasal dari pihak independen dan tidak memiliki hubungan keuangan, kepengurusan, kepemilikan saham, dan/atau keluarga dengan anggota Dewan Komisaris lainnya, Direksi dan/atau Pemegang Saham Pengendali atau hubungan dengan Bank, yang dapat mempengaruhi independensi anggota komite.

Lampiran IV - SE BI NO. 15/15/DPNP 29 April 2013 : P e l a ksa n a a n G o o d C o r p o r a t e G o ve r n a n ce LAPORAN TAHUN 2015

PENILAIAN SENDIRI (SELF ASSESSMENT) PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE

3

NO ASPEK NILAI ANALISIS

Governance process

Komite bertugas dan bertanggung jawab untuk memberikan pendapat yang profesional dan independen kepada Dewan Komisaris terhadap laporan atau hal-hal yang disampaikan oleh Direksi kepada Dewan Komisaris;

Melaksanakan tugas-tugas lain yang berkaitan dengan tugas Komisaris.

Melalui mekanisme rapat-rapat komite serta Unit-Unit terkait lainnya telah membahas berbagai hal, hasilnya dituangkan dalam risalah rapat yang akan ditindaklanjuti oleh masing Unit terkait.

Governance Outcome

Masing-masing Komite, senantiasa meningkatkan peran aktifnya dalam menindaklanjuti hal-hal yang dibahas dalam meeting Komite;

Hasil risalah rapat telah didokumentasi dengan baik. 4. Penanganan

Benturan Kepentingan

1 Governance Structure

Bank telah memiliki kebijakan dan prosedur dalam penyelesaian benturan kepentingan,

Kebijakan telah mengatur secara rinci masing-masing elemen yang mengatur proses, mekanisme serta personil yang berhak bertindak dalam penyelesaiannya.

Governance process

Mengutamakan tindakan pencegahan dan selalu meningkatkan budaya pembelajaran dan budaya kepatuhan dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab, dengan tetap menjunjung tinggi profesionalisme.

Governance Outcome

Tidak terdapat benturan kepentingan yang dapat merugikan atau mengurangi keuntungan bagi Bank

5. Penerapan Fungsi Kepatuhan

1 Governance Structure

Satuan kerja kepatuhan independen terhadap satuan kerja operasional.

Proses pengangkatan, pemberhentian dan atau pengunduran diri Direktur yang membawahi kepatuhan telah sesuai dengan ketentuan BI/OJK dan atau regulator lainnya.

Governance process

Dalam pelaksanaan tugasnya Direktur yang membawahi Kepatuhan telah memastikan kepatuhan Bank terhadap ketentuan yang berlaku;

Memantau dan menjaga agar kegiatan usaha Bank tidak menyimpang;

Menetapkan langkah-langkah konstruktif dalam mencegah atau memitigasi terhadap beberapa risiko yang timbul.

Governance Outcome

Telah melaporkan terkait tugas dan tanggung jawab Direktur yang membawahi kepatuhan sesuai dengan kebijakan BI/OJK

Lampiran IV - SE BI NO. 15/15/DPNP 29 April 2013 : P e l a ksa n a a n G o o d C o r p o r a t e G o ve r n a n ce LAPORAN TAHUN 2015

PENILAIAN SENDIRI (SELF ASSESSMENT) PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE

4

NO ASPEK NILAI ANALISIS

dan waktu yang telah ditetapkan;

Bank senantiasa sangat fokus dan peduli terkait dampak atas pelanggaran yang mungkin terjadi, sehingga terbentuk budaya patuh pada masing-maing Unit Kerja.

6. Penerapan Fungsi Audit Intern

2 Governance Structure

Struktur yang dibentuk berdasarkan kebijakan berlaku dan independen terhadap Unit Kerja lain;

Telah memiliki pedoman atau Standar Fungsi Audit Intern Bank (SPFAIB)

Governance process

Pelaksanaan fungsi Audit Intern Bank telah berjalan sesuai dan memenuhi pedoman intern sesuai dengan standar minimum yang telah ditetapkan dalam SPFAIB dan SKAI telah menjalankan fungsinya secara independen dan objektif. Melaporkan hasil Audit dan memonitor tindak lanjut penyelesaiannya.

Pelaksanaan transaksi harian secara day to day dilakukan oleh Internal Control dan memonitor tindak lanjut penyelesaiannya dengan segera.

Governance Outcome

Laporan telah disampaikan kepada pihak terkait dan dimonitor secara berkala tindaklanjutnya;

Hasil pemeriksaan dilakukan berdasarkan Risk Based Audit. 7. Penerapan Fungsi

Audit Ekstern

1 Governance Structure

Penugasan audit kepada Akuntan Publik telah memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan;

Governance process

Penunjukan Akuntan Publik telah melalui mekanisme yang diatur dalam kebijakan;

Akuntan Publik telah melakukan audit secara independen dan professional;

Akuntan Publik telah melaporkan hasil auditnya sesuai dengan waktu dan menyampaikannya kepada pihak-pihak penerima laporan hasil audit.

Governance Outcome

Pelaknaan audit oleh Akuntan Publik senantiasa bertindak objektif dan independen serta sesuai dan telah memenuhi persyaratan terhadap ketentuan yang berlaku.

8. Penerapan Manajemen Risiko termasuk Sistem Pengendalian Intern 2 Governance Structure

Bank telah memiliki struktur yang mendukung penerapan manajemen risiko dan pengendalian internal;

Bank telah memiliki kebijakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan tugas-tugas komite.

Governance process

Dewan Komisaris telah mengevaluasi dan menyetujui kebijakan yang akan digunakan sebagai pedoman dalam penerapan

Lampiran IV - SE BI NO. 15/15/DPNP 29 April 2013 : P e l a ksa n a a n G o o d C o r p o r a t e G o ve r n a n ce LAPORAN TAHUN 2015

PENILAIAN SENDIRI (SELF ASSESSMENT) PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE

5

NO ASPEK NILAI ANALISIS

manajemen risiko maupun pengendalian internal;

Mengembangkan budaya Manajemen Risiko termasuk kesadaran risiko pada seluruh jenjang organisasi.

Governance Outcome

Penerapan fungsi manajemen risiko dan pengendalian intern Bank telah sesuai dengan tujuan, ukuran dan kompleksitas usaha Bank, serta risiko yang dihadapi Bank.

Bank tidak melakukan aktivitas bisnis yang melampaui kemampuan permodalanannya. 9. Penyediaan Dana Kepada Pihak Terkait (Related Party) dan Penyediaan Dana Besar (Large Exposure) 2 Governance Structure

Bank telah memiliki kebijakan, sistem dan prosedur tertulis yang memadai untuk penyediaan dana kepada pihak terkait dan penyediaan dana besar.

Governance process

Bank telah secara berkala mengevaluasi dan mengkinikan kebijakan, sistem dan prosedur;

Proses penyediaan dana kepada pihak terkait dan large exposure dipantau dan dikaji oleh beberapa unit kerja, termasuk unit yang membawahi kepatuan.

Governance Outcome

Tidak terdapat pelanggaran dan pelampauan BMPK yang menjadi acuan Bank dalam pelaksanaan kegiatan bisnisnya.

10. Transparansi Kondisi Keuangan dan Non keuangan Bank, Laporan pelaksanaan GCG dan Pelaporan Internal

1 Governance Structure

Bank memiliki kebijakan dan prosedur mengenai tata cara pelaksanaan tranparasi kondisi keuangan dan non keuangan;

Bank t e lah me ny us un Lapo ra n Pelaksanaan GCG pada setiap akhir tahun buku dengan cakupan sesuai ketentuan yang berlaku

Governance process

Bank menyusun dan menyajikan laporan dengan tata cara, jenis dan cakupan sebagaimana diatur dalam ketentuan Bank Indonesia tentang Transparansi Kondisi Keuangan.

Bank telah menyusun Laporan Pelaksanaan GCG dengan isi dan cakupan sekurang-kurangnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Governance Outcome

Bank telah menyampaikan informasi keuangan dan non keuangan secara transparan kepada public melalui homepage Bank. Cakupan informasi keuangan dan non keuangan tersebut sangat tepat waktu, lengkap dan akurat.

11. Rencana Strategis Bank

2 Governance Structure

Rencana strategis Bank telah disusun Dalam bentuk Rencana Korporasi (corporate plan) dan Rencana Bisnis (business plan) sesuai dengan visi dan misi Bank.

Governance process

Lampiran IV - SE BI NO. 15/15/DPNP 29 April 2013 : P e l a ksa n a a n G o o d C o r p o r a t e G o ve r n a n ce LAPORAN TAHUN 2015

PENILAIAN SENDIRI (SELF ASSESSMENT) PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE

6

NO ASPEK NILAI ANALISIS

(Business Plan) disusun secara realistis dengan memperhatikan factor eksternal maupun internal, prinsip kehati-hatian serta disesuaikan dengan visi dan misi Bank.

Direksi telah mengkomunikasikan Rencana Bisnis Bank dengan elemen-elemen terkait;

Direksi telah melaksanakan Rencana Bisnis Bank (RBB) secara efektif.

Governance Outcome

Realisasi bisnis Bank pada tahun 2015, Bank mampu meningkatkan total aset, dana pihak ketiga, dan mampu melampaui target pendapatan bunga bersih yang telah ditetapkan, namun pencapaian laba di tahun 2015 belum sesuai dengan target yang direncanakan dikarenakan adanya peningkatan biaya pencadangan karena adanya kenaikan NPL (Non Performing Loan).

Kondisi realisasi bisnis telah dikomukasikan Direksi kepada pemegang saham, sehingga terjalin komunikasi yang kondusif dan telah merumuskan beberapa langkah untuk perbaikan secara berkesinambungan.

Dalam dokumen Good Corporate Governance 2015 (Halaman 78-86)