• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil Kunjungan Lapangan

2. JEMBATAN CIMANUK. Lokasi:

Jalur Pantura, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, 22.013, Jatibarang-Palimanan Koordinat: S6 29.183 E108 18.047 (sekitarnya).

Jumlah jembatan: 2 buah (paralel), Jembatan sebelah Sisi Timur Laut (arah Jatibarang - Palimanan) dan Barat Daya (arah Palimanan-Jatibarang)

Paket: Pemeliharaan Berkala Jembatan Cimanuk (130 m), PW-3/2012 wil 1 (FT2), PPK Lohbener-Jatibarang-Palimanan.

Tipe kedua jembatan :

Jembatan gelagar beton pratekan tipe I segmental, multi span (dengan beberapa Pier). Beberapa Pier terletak ditengah sungai (perairan pada musim kemarau), dan sebagian lainnya berada pada tanah bantaran.

Jembatan cukup panjang (12 bentang). Lebar S. Cimanuk pun juga cukup besar (berkelok kelok), 3 pasang piers berada diperairan sungai (P5, P6 dan P7).

Laporan ANTARA

Bantuan Teknis & Monitoring Kegiatan Direktorat Bina Pelaksanaan Wilayah 2 Tahun 2012

PT. Blantickindo Aneka IV-17

Bab. 3 Bab. 4

Progres pekerjaan:

Dari Notulen Rapat koordinasi bulanan, Laporan Core Team P2JN Wilayah I dan II serta SKPD:

Progres pisik paket jembatan tersebut per Mei 2012 (Data yang terecord pada waktu itu):

a. Rencana: 3.420 % b. Realisasi : 32.954 % c. Deviasi: 29.534 %

Kendala serta penyelesaiannya (solusi): Kondisi April 2012 (yang terlaporkan):

No. Kendala pekerjaan. Penyelesaiannya (solusi).

1 Terjadi banjir periodik Lakukan kegiatan yang tidak terkena

dampak banjir 2 Dana masih kurang, 10 5 nya, jadi Rp.

8.8M. Perlu penambahan 25%.

Lakukan Justifikasi Teknik

Data proyek dan Kondisi terakhir dapat dilihat di SIPP atau E monitoring PU Bina Marga.

Persoalan lain:

1. Lapis aus perkerasan aspal lama rusak (termasuk expansion joints-nya). 2. Deck slab beton sebagian ada yang rusak (spot spot).

3. Vibrasi jembatan cukup besar (amat terasa oleh pejalan kaki). Kondisi yang tidak menguntungkan untuk jembatan dengan gelagar beton I pracetak yang banyak sambungan sambungannya (segment, diafragma).

4. Kedua Jembatan terletak ditikungan sungai, gerusan air banjir terjadi pada Piers 5 dan 6, serta pada tanah bantaran sebelah kanan sungai (air telah menjorok mendekati kaki tanggul tanah, sebagian tanah bantaran musnah). Tanah dasar dan timbunan pile cap Piers hanyut (terjadi rongga dibawah Pile cap , Tiang tiang pancang nampak/terbuka ). Keadaan Scouring Hazard yang membahayakan jembatan (lihat foto).

5. Dalam gerusan pada pier P6 telah mencapai kedalaman 6 m (dari muka air sekarang, musim kemarau).

6. Tanggul tanah dikiri kanan Jembatan tebingnya sebagian longsor dan bagian atasnya retak retak (perlemahan, rawan, infiltrasi air hujan dapat melongsorkan tanggul). Bahaya untuk kota Jatibarang dan sekitarnya (lihat foto).

7. Alokasi dana yang tidak mencukupi penuntasan pekerjaan (selektip penanganan,terbatas).

Laporan ANTARA

Bantuan Teknis & Monitoring Kegiatan Direktorat Bina Pelaksanaan Wilayah 2 Tahun 2012

PT. Blantickindo Aneka IV-18

Bab. 3 Bab. 4

Awal Penanganan persoalan tersebut:

Pemancangan jajaran memanjang Spun PC Piles (tidak rapat atau zigzag tetapi berjarak satu terhadap lainnya) didaerah kaki luar Pier 5 (sebagai Soldier Piles), Pekerjaan ini telah dikerjakan pada tahun yang lalu.

Pekerjaan yang dilakukan dewasa ini: 1. Super Structure:

a. Pengupasan lapis aspahalt wearing course dari lantai jembatan beton (cold milling work). Akan segera dilapis ulang (AC WC) termasuk expansion joints-nya (mengingat target waktu).

b. Perbaikan lantai yang rusak setempat setempat dengan concrete patching. 2. Substructure/Fondasi:

a. Proteksi Piers dari gerusan air sungai, dll. Sementara dengan cara pengisian rongga bawah Pile caps (Pier 5) dengan tanah dan isian batu kosong serta pemantelan (cover) sekelilingnya dengan bronjong (terbatas). b. Urugan tanah dibelakang jajaran Spun Soldier Piles.

c. Proteksi Fondasi Pier 6 (sepasang jembatan) dengan Steel Sheet Piles (sekeliling pasangan pile caps), yang nantinya ruang diantaranya akan diisi dengan beton.

Keterlibatan Para Pihak Terkait:

Koordinasi, Desain penanggulangan dan Pelaksanaan pekerjaan bervariasi (reviewed) antara lain oleh:

1. PPJN Prov Jawa Barat: Perencanaan, Pengawasan Jalan dan Jembatan (sudah)

2. PPK/SNVT: Pelaksanaan Jalan dan Jembatan (sudah) 3. BBPJN IV: BM atasan

4. Balai Besar WilayahSungai Cimanuk dan Cisanggarung (Ditjen SDA): Perencanaan dan Pelaksanaan Pekerjaan, koordinasi Satuan satuan Kerja bagian persungaian.

Pendapat dan saran Konsultan Bantek dan Monitoring Kegiatan DBP Wil 2: 1. Penyempurnaan proteksi Fondasi Jembatan atas pekerjaan (sementara) yang

ada masih perlu dilakukan, seperti antara lain:

a. Balok pile caps dari Soldier Piles (P5) maupun Steel Sheet Piles (P6)

b. Mantel Penutup Bronjong supaya dibuat lebih tebal , landai berjenjang dan lebih luas (termasuk diatas tanah urugan dibelakang Soldier Piles) P5. c. Perkuatan tepian tanah urug agar tidak mudah lolos (terkikis dari

lubang/celah Soldier Piles yang ada dengan papan bendung/damwand, dsb), atau tambahan TP secara zigzag (lebih rapat), P5.

Laporan ANTARA

Bantuan Teknis & Monitoring Kegiatan Direktorat Bina Pelaksanaan Wilayah 2 Tahun 2012

PT. Blantickindo Aneka IV-19

Bab. 3 Bab. 4

d. Pengecoran ruang antara Sheet Piles dan Pile Caps dengan beton cor (pada perairan sungai) dhendaknya memakai sistim tremmie (sebagai under water concreting). Didahului dengan lapisan dasar batu kosong (P6). Atau lebih baik ruang yang ada dikeringkan. Pengecoran ini diperlukan sehingga terdapat block dasar yang kuat yang mempersatukan tiang tiang pancang dari bahaya buckling, dll.

2. Beton yang cacat (retak, mengelupas cover pembesiannya, gumpil, dsb) perlu direpair /diperbaiki sehingga kerusakan tidak merambat ketulangan terlalu jauh, dapat dilakukan dengan memakai proteksi mortar epoxy (pemeliharaan, dll). Lihat foto.

3. Getaran (vibrasi) yang besar pada lantai jembatan (super structure) perlu survey, investigasi, diperiksakan dengan peralatan yang sesuai, dan dilakukan oleh Lembaga Penelitian yang berkompeten (Puslit Jalan dan Jembatan, dll) apakah masih diambang batas berdasarkan kelayakan dan peraturan. (BMS 1992 juga mencantumkan kriteria getaran dalam chart).

Girders jembatan adalah beton pracetak segmental dengan banyak sambungan (bagian yang lemah), adanya getaran yang berfrekwensi tinggi dapat mengganggu keandalan balok, diafragma dan lantai jembatan.

4. Dengan bekerjasama /koordinasi serta pembagian tugas dan wewenang dengan Ditjen SDA/Balai Besar Wilayah S.Cimanuk-Cisanggarung, pekerjaan proteksi gerusan bantaran, tebing dan tanggul sungai harus juga segera dikerjakan, sebab dampaknya dapat membahayakan keandalan jembatan dan daerah sekelilingnya:

a. Tanggul tanah dikiri kanan jembatan (dan tebingnya) amat kecil, rendah dan lemah, perlu perkuatan (pembesaran/peninggian tanggul, turap proteksi, gabion, dsb).

b. Area tanah bantaran yang terkikis atau hilang (jorokan air kedarat) untuk dikembalikan ke keadaan asalnya (sekurang kurangny) dengan antara lain pembuatan:

• Krib Tiang Pancang beton pasangan paralel (combine) tambahan dengan jarak pasangan satu terhadap pasangan yang lain relatip cukup dekat . Panjang Tiang pancang agar diperhitungkan secara saksama (terhadap dalamnya gerusan, gaya gaya lateral, turbulensi air, panjang jepitan tanah, dan lain lain faktor).

• Beberapa Krib TP beton yang ada dekat jembatan telah rubuh, turun, miring atau hilang akibat terjangan arus air sungai, krib krib ini perlu pembongkaran dan perbaikan.

• Sheet piles beton (corrugated type) dengan balok pile capnya ditepian sungai asal dengan panjang yang cukup (bila perlu dengan angkur/counter, dsb).

• Bronjong type bendung tepi (cover dam)ditepian sungai asal dan area bagian kelandaian tanah (turap).

Laporan ANTARA

Bantuan Teknis & Monitoring Kegiatan Direktorat Bina Pelaksanaan Wilayah 2 Tahun 2012

PT. Blantickindo Aneka IV-20

Bab. 3 Bab. 4

• Urugan kembali tanah yang dipadatkan (dibagian atas, sedangkan dibagian bawah/diperairan dengan urugan batu-batuan)

• Vegetasi atau lining lapis beton, dsb.

5. Dengan pengajuan program kerja, pendanaan yang memadai untuk tahun anggaran mendatang.

6. Sebaiknya hal hal yang kritis tersebut diatas sudah dapat diamankan oleh pihak pihak yang berkompeten (pemilik ybs) sebelum banjir besar pada musim penghujan yad (khususnya banjir 5 tahunan).

Catatan:

Tinjauan berikut, perlu mendapatkan perhatian para perencana dan pelaksana fondasi jembatan.

1. Pile cap diatas tiang tiang pancang (TP)beton:

a. Kolong TP bawah pile cap yang terbuka (ada ruang) atau berada dibawah/diatas permukaan air pada beberapa code/manual tidak diijinkan (Japan), TP dan Pile capnya sebaiknya tertanam dalam tanah /dasar sungai, lebih lebih bilamana jumlah TP bawah sebuah Pile cap tidak terlalu banyak/sedikit.

b. Bilamana TP dan Pile capnya dibuat menonjol diatas permukaan tanah atau air karena alasan tertentu (penghematan, kemudahan, dsb) maka TP tersebut agar dibuat :

c. Bercasing pipa baja yang diisi RC (Composite piles, Dr. Mustasir N.). Pipa baja dibersihkan lebih dahulu (sand blasting) dan dicat epoxy.

d. Diameter TP harus besar (misal 80 cm keatas, yi pipa beton PC segmental, Perancis)

e. Jumlah TP dalam satu grup amat besar dan dengan diameter cukup (misal dermaga)

f. Disertai TP miring (raker piles, dia. mencukupi) sekeliling, dsb.(dolphin) g. TP berupa caisson piles (ber-casing beton atau pelat baja), dsb.

2. Hubungan TP PC dengan pile capnya: a. Level cut off pelu perhatian

b. Dilakukan dengan saw cutter lebih dulu, agar dibagian bawah level cut off tidak rusak atau terbobok. (Bilamana bagian bawah level cut off rusak, maka Prestressing dapat hilang sehingga bagian atas ini berubah menjadi RC bersama pile capnya, suatu kekurangan kapasitas TP). TP akan menjadi TP PC dengan ujung atas RC (complicated dalam pemeriksaan kekuatan, bagian atas ini biasanya memikul Momen yang cukup besar).

c. Sebagai alternatif, TP dibuat masuk ke pile capnya (sekurang kurangnya 1 m)dan dikasarkan permukaannya (hubungan teguh TP dengan pile capnya).

3. Kerusakan Pile cap:

a. Diinformasikan oleh petugas dilapangan, bahwa bagian bawah Pile cap P6 juga mengalami pengikisan. Dengan pemompaan dan pelampetan steel

Laporan ANTARA

Bantuan Teknis & Monitoring Kegiatan Direktorat Bina Pelaksanaan Wilayah 2 Tahun 2012

PT. Blantickindo Aneka IV-21

Bab. 3 Bab. 4

sheet piles, ruang antaranya dikeringkan, kemudian repairing pile cap dapat dikerjakan).

b. Keutuhan Pembesian bawah adalah penting (bending moment, kekakuan block, dsb).

4. Steel Sheet piles:

- Steel sheet piles harus mempunyai ketebalan yang cukup dalam menghadapi kikisan aliran sungai,

- Sebelum diinstall (pancang) ia harus dibersihkan (misal dengan sandblasting atau gurinda) dan dicat bahan epoxy.

5. Bronjong:

Ukuran kawat anyam dan tipe bronjong sebaiknya mengikuti standar bronjong persungaian /irigasi (Kawat lebih besar, ada bidang sekat, ada kawat telisik/perangkai sisi sisi, dsb).

6. Kemudahan, optimalisasi pelaksanaan, penyederhanaan, penekanan biaya: Banyak desain dan pelaksanaan pekerjaan jembatan, dimana letak pile cap dan TP betonnya terpaksa dikondisikan berada diatas air, kiranya perlu memperhatikan hal hal tersebut diatas, karena untuk menjaga keandalan jembatan dimana umur rencana jembatan biasa direncanakan minimal 50 tahun dan untuk jembatan besar /panjang selama 100 tahun.

7. Penanganan gerusan sungai yang berada diluar jembatan, untuk ditangani oleh instansi ahlinya yakni Ditjen SDA, Balai Besar Wilayah S Cimanuk – Cisanggarung/ Spesialis persungaian.

Foto foto.

2: Bagian Atas Jembatan-jembatan, super structure (dilihat dari ujung, Abutments Barat Laut).

Laporan ANTARA

Bantuan Teknis & Monitoring Kegiatan Direktorat Bina Pelaksanaan Wilayah 2 Tahun 2012

PT. Blantickindo Aneka IV-22

Bab. 3 Bab. 4

3: Sepasang Piers jembatan (P6) dengan Sheet piles Cover (tampak depan) dan Soldier Piles proteksi Pier P5 (tampak belakang, arah ke Barat Laut).

4: Gerusan sungai telah mencapai kaki tanggul dan Pier P5 (tampak belakang, arah ke Barat Laut).

6: Patching Deck Slab beton (spot spot).

7 : Sisi Atas tanggul tanah (Barat) yang relatip sempit/tipis dan mengalami retak retak memanjang (ditto dilerengnya).

8: Soldier piles dan urugan tanah baru dibelakangnya (depan Pile cap Pier 5). 5: Pengupasan aspal wearing course pada lantai

Laporan ANTARA

Bantuan Teknis & Monitoring Kegiatan Direktorat Bina Pelaksanaan Wilayah 2 Tahun 2012

PT. Blantickindo Aneka IV-23

Bab. 3 Bab. 4

Bahan Pustaka yang berkaitan:

1. BMS 1992 Set

2. Inspeksi dan Pemeliharaan Jembatan

3. Pekerjaan normalisasi dan pengamanan sungai 4. PIP course module hal penggerusan sungai 5. Steel Sheet piles manual, Dll.

Kesimpulan:

• Dengan keterbatasan yang ada Para Pejabat setempat telah bekerja dengan baik

• Perhatian lebih besar dengan program kerja yang lebih optimal, alokasi anggaran, dll

• Kerjasama dengan semua unsur terkait berjalan baik (dalam batas-batas tugas dan fungsi masing masing).

• Proteksi yang sekarang ada adalah pekerjaan awalan, belum tuntas.

• Disarankan untik memprioritaskan pekerjaan sekitar level kepala TP Soldier kebawah dan bagian bawah TP Pier P5 (perkuatan), agar lindungan tanah sekeliling TP Pier5 tidak bertambah lemah (Risiko buckling TP persegi, berkurangnya daya dukung/resistensi, proteksi TP, dll).

• Disarankan juga untuk penangana perkuatan fondasi TP Pier 6 (Block penyatu dan perkakuan).

9 : Pier head (P5) yang retak dan mengelupas

betonnya (pembesian nampak).

10 : Mantel bronjong (sisi luar urugan tanah dan batu kosong)dibawah Pile Cap P5 (bodem pengisi).

Laporan ANTARA

Bantuan Teknis & Monitoring Kegiatan Direktorat Bina Pelaksanaan Wilayah 2 Tahun 2012

PT. Blantickindo Aneka IV-24

Bab. 3 Bab. 4