Bank merupakan lembaga keuangan depositori atau sering juga disebut depository intermediary. Lembaga keuangan depositori merupakan lembaga keuangan yang menghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk simpanan (deposits) misalnya giro, tabungan atau deposit berjangka yang diterima penabung atau unit surplus.50 Secara Yuridis berdasarkan UU Perbankan Pasal 1 angka 2 menyatakan bahwa pengertian bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.51 Bank bila dilihat dari segi fungsinya dibagi menjadi dua yaitu Bank Umum dan BPR. Bank Umum adalah Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.52 Pengertian Bank Perkreditan Rakyat adalah Bank yang melaksanakan kegiatan usaha
49 Mariam Darus Badrulzaman, Op.cit., h. 111
50 Dahlan Siamat, Manajemen Lembaga Keuangan, (Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2004), hal. 5
51 Mariam Darus Badrulzaman, Op.cit.
52 Pasal 1 angka 3 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan
29
secara konvensional atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.53
Dalam praktik perbankan kredit-kredit yang pernah diberikan kepada nasabah-nasabahnya dapat dilihat dari beberapa segi, antara lain :54
1) Segi Jangka Waktu
Dilihat dari segi jangka waktunya terdapat tiga macam kredit, yaitu kredit jangka pendek, kredit jangka menengah, dan kredit jangka panjang. Pengertian tentang lamanya pemakaian suatu kredit ditentukan oleh kebutuhan dan kemampuan nasabah untuk memakai dan mengembalikannya pada suatu tertentu.
a. Kredit jangka pendek
Pengertian kredit jangka pendek adalah kredit yang berjangka waktu paling lama satu tahun. Dalam kredit ini juga termasuk untuk bidang tanaman musiman yang berjangka waktu lebih dari satu tahun.
b. Kredit jangka menengah
Kredit jangka menengah adalah kredit yang berjangka waktu antara satu tahun sampai dengan tiga tahun, kecuali kredit dipergunakan untuk tanaman musiman tersebut.
c. Kredit jangka panjang
Kredit jangka panjang adalah kredit yang mempunyai jangka waktu melebihi kredit jangka menengah, yaitu lebih dari tiga tahun.
2) Segi Kegunaan
53 Pasal 1 angka 4 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perbankan
54 Gatot Supramono, Op.cit., h. 154-156
Berdasarkan segi kegunaanya atau peruntukannya maka kredit dapat digolongkan menjadi beberapa macam, antara lain:
a. Kredit investasi
Kredit investasi dapat diartikan dengan penanaman modal. Dengan mendasarkan pengertian tersebut, maka kredit investasi adalah kredit yang diberikan bank kepada nasabah untuk kepentingan penanaman modal yang bersifat ekspansi, modernisasi maupun rehabilitasi perusahaan.
b. Kredit modal kerja
Pengertian kredit modal kerja adalah kredit yang diberikan untuk kepentingan kelancaran modal kerja nasabah. Kredit ini mempunyai sasaran untuk membiayai biaya operasional usaha nasabah.
c. Kredit profesi
Kredit profesi adalah kredit yang diberikan bank kepada nasabah semata-mata untuk kepentingan profesinya. Meskipun namanya kredit profesi, namun sebenarnya kredit tersebut tidak berbeda dengan kredit investasi. Perbedaannya hanya terletak pada kedudukan atau status nasabah.
3) Segi pemakaian
Ditinjau dari segi pemakaiannya kredit dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu kreditur konsumtif dan kreditur produktif.
a. Kredit konsumtif
31
Dilihat dari arti kata konsumtif adalah sesuatu yang digunakan sampai habis. Pada kredit konsumtif, dana yang diberikan oleh bank digunakan untuk membeli kebutuhan hidup rumah tangga sehari-hari. Semua barang-barang yang dibeli dari kredit itu tujuannya untuk dipakai sampai habis oleh nasabah.
b. Kredit produktif
Kredit produktif pembiayaan bank ditunjukan untuk keperluan usaha nasabah agar produktivitasnya dapat meningkat. Bentuk kredit produktif dapat berupa kredit investasi maupun kredit modal kerja, karena kedua kredit tersebut diberikan kepada nasabah untuk meningkatkan produktivitas usahanya.
4) Segi sektor yang dibiayai
Ada beberapa macam kredit yang dapat diberikan kepada nasabah ditinjau dari sektor yang dibiayai oleh bank, sebagai berikut:
a. Kredit perdagangan b. Kredit pemborong c. Kredit pertanian d. Kredit peternakan e. Kredit perhotelan f. Kredit percetakan g. Kredit pengangkutan h. Kredit perindustrian 5) Segi Jaminan55
55 H. Budi Untung, Op.cit., h. 7-8
Dari segi jaminannya, kredit dapat dibedakan menjadi:
a. Kredit tanpa jaminan atau kredit blangko (unsecured loan)
Kredit ini menurut Undang-undang Perbankan Tahun 1992 mungkin saja bisa direalisasikan karena UU Perbankan Tahun 1992 tidak secara ketat menentukan bahwa pemberian kredit, bank wajib mempunyai keyakinan atas kemampuan dan kesanggupan debitur untuk melunasi hutangnya sesuai dengan yang diperjanjikan.
b. Kredit dengan jaminan (secured loan)
Kredit dengan jaminan merupakan kredit yang diberikan pihak kreditur mendapat jaminan bahwa debitur dapat melunasi hutangnya. Di dalam memberikan kredit, bank menanggung risiko sehingga dalam pelaksanaannya bank harus memperhatikan asas-asas perkreditan yang sehat. Untuk mengurangi risiko tersebut maka diperlukan jaminan. Adapun jaminannya dapat berupa jaminan kebendaan maupun jaminan perorangan.
6) Segi kualitas kredit56
Kredit yang disalurkan ke masyarakat berarti pihak bank telah melakukan kebijakan perputaran piutang dalam jumlah tertentu dan siap untuk melakukan penarikan piutang tersebut dengan ditambah keuntungan dalam bentuk interest (bunga) yang akan diterimanya setiap bulan. Tentunya dari perputaran piutang tersebut akan terlihat mana debitur yang lancar membayar cicilan dengan bunganya dengan tepat waktu setiap bulannya dan mana debitur yang tidak tepat waktu
56 Irham Fahmi, Manajemen Perkreditan, (Bandung: Alfabeta, 2014), h. 11
33
atau masuk dalam kategori bermasalah. Sehingga ada dua jenis kredit berdasarkan kualitas secara umum yaitu:
a. Kredit performing
Performing credit atau kredit performing ini dikategorikan pada
dua kualitas yang harus mendapatkan perhatian khusus b. Kredit nonperforming
Nonperforming credit ini adalah kredit yang dikategorikan dalam
tiga kualitas yaitu pertama kredit dengan kualitas yang kurang lancar, kedua kredit dengan kualitas yang diragukan dan ketiga kredit macet atau yang biasa disebut dengan bad debt.