B. Perjanjian kredit pada PT. BPR Aditama Arta …
1. Syarat Pemberian Kredit pada PT. BPR Aditama Arta
Produk-produk pada PT. BPR Aditama Arta selain Tabungan dan Deposito ialah kredit. Debitur PT. BPR Aditama Arta periode Januari 2020 sampai Desember 2020 yang menerima produk kredit berjumlah 277 orang. Besaran kredit yang disalurkan PT. BPR Aditama Arta kepada debitur periode Januari 2020 sampai Desember 2020 sebesar Rp 30.165.000.000.- (tiga puluh miliar seratus enam puuh lima juta rupiah).
PT. BPR Aditama Arta mengklasifikasikan pemberian kredit menjadi 2 (dua), yakni kredit umum dan kredit karyawan. Debitur yang tergolong kredit umum berjumlah 263 debitur yang tercatat pada periode Januari 2020 sampai Desember 2020. Debitur yang tergolong kredit karyawan berjumlah 14 debitur yang tercatat pada periode Januari 2020 sampai Desember 2020.
Pada klasifikasi tersebut terdapat perbedaan yaitu terletak pada pemberian jaminan. Pada kredit umum, debitur yang mengajukan permohonan kredit harus memiliki agunan untuk dijaminkan seperti sertifikat Hak Milik atau Hak Guna Usaha dan BPKB Mobil, namun pada kredit karyawan tidak harus menyertakan jaminan pada saat mengajukan
47
permohonan kredit (jaminan yang diberikan dapat berupa ATM dan buku tabungan).81
Debitur yang mengajukan permohonan kredit kepada pihak Bank Perkreditan Rakyat harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang telah di tetapkan. Persyaratan yang ditentukan pihak bank bertujuan untuk mengetahui lebih jauh data-data calon debiturnya, misalnya karakter, kondisi ekonomi, serta jaminan yang diajukan calon debitur.
Persyaratan yang harus dipenuhi bagi debitur yang mengajukan permohonan kredit umum yaitu:
1) Foto copi identitas yaitu KTP 2) Foto copi Kartu Keluarga 3) Foto copi Akta Nikah 4) Foto copi NPWP
5) Mutasi rekening koran Tabungan 3 bulan terakhir 6) Rekening Listrik 3 bulan terakhir
7) Sertifikat tanah/bangunan atau BKPB dan STNK
Persyaratan yang harus dipenuhi bagi debitur yang mengajukan permohonan kredit karyawan ialah:
1) Surat karyawan tetap minimal 2 tahun 2) Slip gaji 3 bulan terakhir
3) Mutasi rekening koran 3 bulan terakhir 4) Kartu BPJS Ketenagakerjaan
5) Buku tabungan
81 Wawancara dengan Harmanista Sebayang, Kepala Bagian Kredit PT. BPR Aditama Arta, Bekasi, tanggal 27 November 2020
Berdasarkan hasil kuesioner yang diberikan kepada debitur PT. BPR Aditama Arta yang telah melakukan wanprestasi perjanjian kredit bulan Maret 2020 sampai bulan Oktober 2020, para debitur telah melengkapi permohonan kredit dengan dokumen-dokumen yang diperlukan.
Berdasarkan dokumen yang diberikan debitur saat mengajukan permohonan kredit dapat disimpulkan bahwa para debitur tersebut mengajukan permohonan kredit umum. Para debitur pernah mengajukan permohonan kredit saat Pandemi COVID-19 berlangsung. Debitur yang mengajukan permohonan kredit saat pandemi bukan merupakan debitur baru yang pertama kali mengajukan permohonan. Persyaratan permohonan kredit tidak ada yang berbeda dengan pengajuan permohonan kredit sebelum pandemi COVID-19 berlangsung.
2. Prosedur Pemberian Kredit pada PT. BPR Aditama Arta
Tujuan dalam memberikan kredit adalah memberikan kredit yang menguntungkan dan dengan risiko minimum. Prosedur yang dilalui yaitu:
Bagan Prosedur Pemberian Kredit pada PT. BPR Aditama Arta
Permohonan Kredit
Umum Karyawan
Analisis Kredit
Rekomendasi Kredit Persetujuan
Kredit Pembuatan
Perjanjian
Pencairan Kredit
49
Penjelasan bagan:
1) Permohonan Kredit debitur
Menurut Lampiran I Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/POJK.03/2018 tentang Kualitas Aset Produktif dan Pembentukan Penyisihan Penghapusan Aset Produktif Bank Perkreditan Rakyat, dalam menilai permohonan kredit, BPR harus memperhatikan:82
a. permohonan Kredit dilakukan secara tertulis baik untuk Kredit baru maupun Restrukturisasi Kredit;
b. permohonan Kredit harus memuat informasi yang lengkap dan memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan pada prosedur perkreditan, termasuk riwayat perkreditan pada BPR, bank umum, dan/atau lembaga keuangan lain; dan
c. data, informasi, dan dokumen yang disampaikan dalam permohonan Kredit harus diverifikasi untuk memastikan kelengkapan dan kebenaran. Dokumen permohonan Kredit paling sedikit memuat:
(1) dokumen yang terkait dengan Debitur, misalnya dokumen identitas Debitur, Kartu Keluarga, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dokumen legalitas usaha;
(2) informasi keuangan Debitur; dan
(3) dokumen terkait dengan agunan beserta pengikatannya
Debitur PT. BPR Aditama Arta yang ingin mengajukan permohonan kredit harus mendatangi kantor PT. BPR Aditama Arta untuk mengajukan permohonan kredit secara tertulis. Permohonan pengajuan kredit harus dilengkapi dengan dokumen terkait dengan debitur dan agunan. Dalam hal ini PT. BPR Aditama Arta lebih mengutamakan jaminan kendaraan berupa mobil dan Tanah/Bangunan.83
2) Analisis Kredit
82 BAB II tentang cakupan BKP angka 3 huruf d Lampiran I Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/POJK.03/2018 tentang Kualitas Aset Produktif dan Pembentukan Penyisihan Penghapusan Aset Produktif Bank Perkreditan Rakyat
83 Wawancara dengan Harmanista Sebayang, Kepala Bagian Kredit PT. BPR Aditama Arta, Bekasi, tanggal 27 November 2020
Setiap permohonan Kredit yang telah memenuhi syarat harus dilakukan analisis secara tertulis, dengan memerhatikan: 84
a. bentuk, format, dan analisis Kredit disesuaikan dengan jumlah dan jenis Kredit
b. analisis Kredit harus menggambarkan konsep hubungan total pemohon Kredit dalam hal pemohon telah mendapat fasilitas Kredit atau dalam waktu bersamaan mengajukan permohonan Kredit lainnya;
c. analisis Kredit harus dibuat secara lengkap, akurat, dan objektif paling sedikit memuat:
(1) informasi yang berkaitan dengan proyek atau usaha dan data pemohon termasuk hasil penelitian pada Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK);
(2) penilaian atas kelayakan jumlah permohonan Kredit dengan proyek atau usaha yang akan dibiayai, dengan tujuan menghindari kemungkinan terjadinya praktik penggelembungan (mark-up) yang dapat merugikan BPR; dan (3) penilaian yang objektif dan tidak dipengaruhi oleh pihak yang
berkepentingan dengan pemohon Kredit. Analisis Kredit tidak boleh hanya merupakan formalitas yang dilakukan untuk memenuhi prosedur perkreditan;
d. analisis kredit paling sedikit mencakup penilaian atas watak (character), kemampuan (capacity), modal (capital), agunan (collateral) dan prospek usaha Debitur (condition of economy) atau yang lebih dikenal dengan 5 C’s dan penilaian terhadap sumber pelunasan Kredit yang dititikberatkan pada hasil usaha yang dilakukan atau sumber penghasilan yang terkait dengan objek yang dibiayai BPR, serta menyajikan evaluasi aspek hukum perkreditan dengan tujuan untuk melindungi BPR dari risiko yang mungkin timbul; dan
e. dalam Kredit sindikasi, analisis Kredit bagi BPR yang merupakan peserta sindikasi harus meliputi penilaian terhadap bank yang bertindak sebagai koordinator sindikasi. Dalam hal BPR sebagai koordinator sindikasi, BPR harus melakukan penilaian terhadap bank peserta sindikasi.
PT. BPR Aditama Arta akan melakukan analisis kredit terhadap permohonan kredit yang telah diajukan oleh calon debitur. Analisis kredit yang dilakukan harus meliputi watak (character), kemampuan (capacity), modal (capital), agunan (collateral) dan prospek usaha
84 BAB II tentang cakupan BKP angka 3 huruf d Lampiran I Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/POJK.03/2018 tentang Kualitas Aset Produktif dan Pembentukan Penyisihan Penghapusan Aset Produktif Bank Perkreditan Rakyat
51
Debitur (condition of economy) atau yang lebih dikenal dengan 5 C’s.
Analisis terhadap sumber penghasilan calon debitur juga harus dilakukan guna memperkecil kemungkinan terjadinya kredit bermasalah. 85
Analisis kredit dilakukan dengan cara mencetak Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) milik calon debitur untuk melihat reputasi kredit calon debitur. Kreditur juga menganalisa mengenai kesesuaian jumlah plafon kredit yang debitur ajukan dengan jumlah yang calon debitur butuhkan untuk usaha yang akan dibiayai. Jadi meskipun dalam formulir permohonan kredit tercantum besarnya jumlah kredit yang diminta calon debitur, namun jumlah kredit yang diberikan belum tentu sama dengan permintaan calon debitur. Hasil dari analisis kredit kemudian dituangkan dalam berita acara calon debitur.86
3) Rekomendasi Persetujuan Kredit
Rekomendasi persetujuan Kredit harus disusun secara tertulis berdasarkan hasil analisis Kredit yang telah dilakukan. Isi rekomendasi persetujuan Kredit harus sejalan dengan kesimpulan analisis Kredit.87
Rekomendasi persetujuan kredit diberikan oleh bagian kredit PT. BPR Aditama Arta yang disesuaikan dengan hasil analisis kredit.
85 Wawancara dengan Harmanista Sebayang, Kepala Bagian Kredit PT. BPR Aditama Arta, Bekasi, tanggal 27 November 2020
86 Wawancara dengan Harmanista Sebayang, Kepala Bagian Kredit PT. BPR Aditama Arta, Bekasi, tanggal 27 November 2020
87 BAB II tentang cakupan BKP angka 3 huruf d Lampiran I Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/POJK.03/2018 tentang Kualitas Aset Produktif dan Pembentukan Penyisihan Penghapusan Aset Produktif Bank Perkreditan Rakyat
Rekomendasi kredit akan disampaikan kepada Tim/Komite Kredit saat pelaporan hasil analisis kredit.88
4) Pemberian Persetujuan Kredit
a. Setiap pemberian persetujuan Kredit harus memperhatikan analisis dan rekomendasi persetujuan Kredit.
b. Setiap pemberian persetujuan Kredit yang berbeda dengan isi rekomendasi persetujuan Kredit harus dijelaskan secara tertulis.89 Pemberian Persetujuan Kredit dilakukan setelah Tim/Komite Kredit telah menyetujui permohonan pengajuan kredit calon debitur.
Tim/Komite Kredit terdiri dari marketing kredit, kepala bagian kredit, dan direktur yang membawahi kredit. Tim/Komite Kredit harus mempertimbangkan permohonan pengajuan kredit calon debitur berdasarkan analisa dan rekomendasi kredit yang telah dilakukan.
Hasil keputusan yang telah diambil bank akan disampaikan kepada bagian kepatuhan dan manajemen risiko untuk melengkapi syarat-syarat apabila belum lengkap.90
5) Perjanjian Kredit
Setiap Kredit yang telah disetujui harus dituangkan dalam perjanjian Kredit secara tertulis. Bentuk, format, dan isi perjanjian kredit ditetapkan oleh BPR paling sedikit:91
(1) memenuhi keabsahan dan persyaratan hukum yang dapat melindungi kepentingan BPR dan Debitur;
88 Wawancara dengan Harmanista Sebayang, Kepala Bagian Kredit PT. BPR Aditama Arta, Bekasi, tanggal 27 November 2020
89 BAB II tentang cakupan BKP angka 3 huruf d Lampiran I Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/POJK.03/2018 tentang Kualitas Aset Produktif dan Pembentukan Penyisihan Penghapusan Aset Produktif Bank Perkreditan Rakyat
90 Wawancara dengan Harmanista Sebayang, Kepala Bagian Kredit PT. BPR Aditama Arta, Bekasi, tanggal 27 November 2020
91 BAB II tentang cakupan BKP angka 3 huruf d Lampiran I Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/POJK.03/2018 tentang Kualitas Aset Produktif dan Pembentukan Penyisihan Penghapusan Aset Produktif Bank Perkreditan Rakyat
53
(2) memuat jumlah, jangka waktu, suku bunga, tujuan penggunaan, tata cara pembayaran kembali Kredit serta persyaratan Kredit lainnya sebagaimana ditetapkan dalam keputusan persetujuan Kredit dimaksud; dan
(3) perjanjian Kredit paling sedikit dibuat dalam rangkap 2 (dua) dan salah satunya disampaikan kepada Debitur
Admin kredit akan memanggil calon debitur untuk mengadakan penandatanganan perjanjian kredit. Perjanjian kredit akan ditandatangani dihadapan notaris dimana sebelum ditandatangani, kreditur akan membacakan isi perjanjian kredit dihadapan notaris dan debitur terlebih dahulu.92
6) Persetujuan Pencairan Kredit
Pencairan atas Kredit yang telah disetujui harus didasarkan pada:93 (1) Pencairan Kredit hanya disetujui dalam hal seluruh syarat yang
ditetapkan dalam surat persetujuan pemberian Kredit dan perjanjian Kredit telah dipenuhi oleh pemohon Kredit.
(2) Sebelum pencairan Kredit dilakukan, harus dipastikan bahwa seluruh aspek hukum yang berkaitan dengan Kredit telah diselesaikan dan telah memberikan perlindungan yang memadai bagi BPR maupun Debitur.
Hasil kuesioner yang telah diberikan kepada debitur PT. BPR Aditama Arta yang melakukan wanprestasi perjanjian kredit dari bulan Maret 2020 sampai bulan Oktober 2020 dapat disimpulkan bahwa para debitur telah memberikan kembali permohonan pengajuan kredit kepada pihak PT. BPR Aditama Arta, pengajuan permohonan kredit tersebut sudah disetujui oleh pihak kreditur dan setelah itu para debitur tersebut membuat suatu perjanjian kredit dengan kreditur. Dalam proses
92 Wawancara dengan Harmanista Sebayang, Kepala Bagian Kredit PT. BPR Aditama Arta, Bekasi, tanggal 27 November 2020
93 BAB II tentang cakupan BKP angka 3 huruf d Lampiran I Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 33/POJK.03/2018 tentang Kualitas Aset Produktif dan Pembentukan Penyisihan Penghapusan Aset Produktif Bank Perkreditan Rakyat
pembuatan perjanjian tidak terdapat keberatan terhadap segala syarat-syarat yang tertuang dalam perjanjian tersebut.
Bentuk kredit yang diajukan oleh debitur saat mengajukan permohonan kredit yaitu:
Tabel 1
Jenis kredit pada PT. BPR Aditama Arta
n = 35 No. Jenis Kredit Frekuensi Persentase
1. Kredit Konsumtif 5 85.7%
2. Kredit Modal Kerja 30 14.3%
3. Kredit Investasi 0 0%
Jumlah 35 100%
Sumber: Data Primer
Tabel diatas menunjukan bahwa debitur PT. BPR Aditama Arta yang melakukan wanprestasi perjanjian kredit dari bulan Maret 2020 sampai bulan Oktober 2020, bentuk kredit yang diajukan berupa kredit modal kerja atau kredit konsumtif. Debitur yang memilih bentuk kredit konsumtif merupakan debitur yang membutuhkan dana yang diberikan oleh bank dengan tujuan untuk dipakai sampai habis oleh nasabah. Pada debitur yang memilih bentuk kredit modal kerja merupakan debitur yang membutuhkan dana untuk meningkatkan modal guna untuk mendapatkan tingkat kesejahteraan yang lebih baik misalnya untuk pembelian bahan-bahan mentah, gaji/upah pegawai, sewa gedung/kantor,
55
pembelian barang-barang dagangan. Hal ini menunjukan ketidaktahuan debitur akan jenis kredit yang diambil sebab berdasarkan data PT. BPR Aditama Arta debitur mengambil jenis kredit modal kerja.