BAB III METODE PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dan menggunakan pendekatan explanatory research yaitu penelitian yang bertujuan untuk memberikan keterangan mengenai suatu permasalahan dan menjelaskan hubungan kausal melalui pengujian hipotesis dan biasanya dalam penelitian ini menggunakan dasar sampel populasi yang ada (Singarimbun, 1999: 3).
3.2. Definisi Operasional
1. Daya tarik iklan (X1) adalah sejauh mana iklan yang ditawarkan menarik perhatian calon konsumen, perhatian ini akan menajadikan rangsangan untuk mengetahui lebih jauh mengenai produk yang diiklankan.
2. Celebrity endorser (X2) adalah tokoh (actor, penghibur atau atlet) yang dikenal masyarakat karena prestasinya di dalam bidang-bidang yang berbeda yang dijadikan bintang iklan.
3. Minat beli (Y) adalah tahap dimana konsumen membentuk pilihan mereka diantara beberapa merek yang tergabung dalam perangkat pilihan.
3.3. Variabel
1. Variabel Pengaruh/ bebas
Variabel ini adalah variabel yang memberikan pengaruh pada variabel lain, sehingga tanpa variabel ini tidak akan muncul variabel tersebut yang kemudian akan menjadi variabel terikat (terpengaruh), variabel bebas dalam penelitian ini adalah Daya tarik iklan (X1) dan kredibilitas Agnes Monika sebagai Celebrity endorser (X2)
2.Variabel terpengaruh/ terikat
Variabel terikat adalah variabel yang hanya muncul karena pengaruh variabel bebas. Variabel ini merupakan variabel yang akan diukur dalam penelitian ini. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah Minat beli (Y).
3.4. Definisi Konsep
Daya tarik iklan (X1) diukur dengan indikator:
a. Informing yaitu dapat membuat masyarakat menjadi mengetahui mengenai sesuatu yang baru misalnya produk baru, informasi mengenai merek baru, atau memberikan edukasi mengenai kandungan dari suatu produk yang memiliki produk tertentu.
b. Persuading dapat dianggap media yang efektif untuk melakukan pendekatan kepada konsumen untuk mencoba mempengaruhi agar mau menggunakan produk yang diiklankan, menjadikan sebagai kebutuhan utama sesuai dengan kategori produk, atau lebih sebagai
kebutuhan sekunder tergantung dengan merek khusus yang diinginkan.
c. Reminding dapat membantu seseorang untuk tetap mengingat dengan segar merek perusahaan, sehingga ketika konsumen membutuhkannya dapat dengan mudah menghubungkannya dengan produk yang diingat dalam iklan.
d. Adding Value meningkatkan kualitas, inovasi, atau mengubah persepsi konsumen.
2. Kredibilatas Agnies Monika sebagai Celebrity endorser (X2) diukur dengan indikator:
a. Daya tarik (attractiveness) merupakan daya tarik fisik dan pribadi dari endorser (Agnes Monica) sebagai selebritis yang digunakan dalam sebuah produk.
b. Kepercayaan (trustworthiness) merupakan keyakinan responden bahwa endorser (Agnes Monica) sebagai selebritis yang digunakan dalam produk membuat pembedaan atau penonjolan (assertion).
c. Keahlian (expertise) merupakan keyakinan responden bahwa endorser (Agnes Monica) sebagai selebritis yang digunakan dalam produk mempunyai kemampuan yang memadai tentang produknya.
3. Minat beli merupakan niat responden untuk membeli produk. Indikator dalam minat beli ini adalah sebagai berikut:
a. Awareness yaitu kesadaran dan pengidentifikasian terhadap kebutuhan.
b. Knowledge yaitu calon konsumen mencoba mencari informasi dan pengetahuan tentang produk.
c. Liking yaitu timbul perasaan suka terhadap produk tersebut, namun belum memutuskan untuk memilih.
d. Preference yaitu melakukan perbandingan dengan produk lain mulai dari kemasan, kualitas, performa.
e. Conviction yaitu calon konsumen sudah memilih dan yakin terhadap produk tersebut tapi belum ada hasrat dan keyakinan untuk proses pembelian (Kotler dan Keller, 2009: 515).
3.5. Populasi dan Sampel
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah remaja di Kelurahan Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul yang berjumlah 670 orang (Monografi desa Banguntapan 2012). Alasan pemilihan Desa Banguntapan karena desa Banguntapan merupakan salah satu Wilayah kabupaten Bantul yang berbatasan dengan Kota Yogyakarta yang masyarakatnya sangat heterogen baik dari latar belakang asal daerah, pendidikan, etnik dan sebagainya.
Sampel diambil dengan menggunakan rumus Yamane adalah:
(Surakhmat, 2004: 99)
n = N _ Nd2 + 1
Keterangan :
N : ukuran populasi
n : ukuran sampel
d : kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang dapat ditolerir 10%
Berdasarkan rumus perhitungan sampel diatas, dapat diambil sampel : 670 _
670 x (10%)2 + 1 670 _ 670 x (0,01) + 1
= 87,01
Hasil tersebut kemudian dibulatkan menjadi 87 orang. Pada penelitian ini sampel yang akan diambil menggunakan teknik simple ramdom sampling, yaitu teknik pengambilan sampel secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyono, 2008: 120).
3.6. Sumber Data 1. Data Primer
Data Primer adalah data yang diperoleh langsung dari responden atau obyek yang diteliti atau ada hubungannya dengan obyek yang diteliti (Pambudi, 2006: 57). Dalam penelitian data primer diperoleh langsung dari sumbernya yaitu melalui kuisioner yang diajukan kepada responden.
Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pertanyaan tertulis kepada tesponden untuk dijawabnya. Penyebaran kuisioner secara langsung dimaksudkan agar tingkat pengembalian kuisioner tinggi.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang telah dahulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh orang atau instansi di luar dari peneliti sendiri, walaupun yang dikumpukan itu sesunguhnya adalah data yang asli (Pambudi, 2006:
58).
3.7. Teknik Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan data yang jelas dan lengkap dalam suatu penelitian maka peneliti dituntut kemampuannya untuk memilih teknik yang tepat. Atas dasar itu maka untuk memperoleh data yang lengkap dan obyektif penyusun menggunakan metode pengumpulan data kuesioner.
Kuesioner adalah suatu tehnik pengumpulan data dengan cara serangkaian daftar pertanyaan yang telah disusun kapada responden untuk dijawab dan dinilai.
Skala kuesioner yang digunakan adalah skala Likert. Menurut Sugiyono (2008:86) Skla Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.
Menurut Sutrisno Hadi (2004:20), tidak adanya pilihan jawaban ragu-ragu dengan alasan yaitu “kategori tersebut mempunyai arti ganda, bisa diartikan belum memberikan jawaban, netral atau ragu-ragu. Kategori jawaban yang memiliki arti ganda ini tidak diharapkan dalam instrument”.
Dengan demikian penelitian ini menggunakan penskalaa model Likert yang telah dimodifikasi dengan menghilangkan jawaban tengah atau
ragu-ragu. Kemudian masing-masing jawaban dari setiap pertanyaan diberi nilai sebagai berikut :
Tabel 3.1 Skala Likert
Nilai Pendapat
4 Sangat Setuju (SS)
3 Setuju (S)
2 Tidak Setuju (TS)
1 Sangat Tidak Setuju (STS)
Setelah angket di susun sebelum disebarkan kepada responden dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas terhadap setiap pertanyaan dalam angket. Pengujian terhadap angket dengan menggunakan.
1. Uji Validitas
Validitas menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur mengukur apa yang ingin diukur. Langkah pertama, menyebarkan angket kepada responden yang memiliki karakteristik yang mirip dengan responden.
Kedua, membuat tabel tabulasi jawaban dan menghitung skor variabel dari skor butir dimana jumlah dari skor butir merupakan skor variabel.
Ketiga, menghitung koefisien korelasi dengan metode korelasi person yang rumusnya adalah : (Sutrisno Hadi 2004:23)
гxy =
Rxy = koefisien korelasi antara skor butir (x) dengan skor variabel (y) N = jumlah responden yang diuji coba
x = jumlah skor butir y = jumlah skor variabel
x2 = jumlah skor butir (x) kuadrat
Kriteria pengujian suatu butir soal dikatakan valid atau sahih apabila koefisien korelasinya (r hitung) berharga positif dan sama atau lebih besar dari r tabel dengan taraf signifikansi 5 %. Adapun hasil uji validitas untuk variabel daya tarik iklan (X1) adalah sebagai berikut.
Tabel 3.1
Hasil Uji Validitas Variabel Daya Tarik Iklan Item rxy hitung rxy tabel keterangan
Sumber: Data diolah, 2013
Tabel 3.1 di atas menunjukkan bahwa semua butir pertanyaaan pada variabel daya tarik iklan mempunyai nilai r hitung lebih besar dari 0,361. Semua item variabel daya tarik iklan adalah valid dan dapat digunakan untuk penelitian berikutnya. Adapun hasil uji validitas untuk variabel celebrity indoser (X2) adalah sebagai berikut.
Tabel 3.2
Hasil Uji Validitas Variabel Celebrity Indoser Item rxy hitung rxy tabel keterangan
Sumber: Data diolah, 2013
Tabel 3.2 di atas menunjukkan bahwa 17 butir pertanyaaan pada variabel celebrity indoser mempunyai nilai r hitung lebih besar dari 0,361 dan 1 butir pertanyaan (nomer 15) mempunyai nilai r hitung lebih kecil dari 0,361. Ke-17 item variabel celebrity indoser adalah valid dan
dapat digunakan untuk penelitian berikutnya. Adapun hasil uji validitas untuk variabel minat beli (Y) adalah sebagai berikut.
Tabel 3.3
Hasil Uji Validitas Variabel Minat Beli
Item rxy hitung rxy tabel keterangan
Sumber: Data diolah, 2013
Tabel 3.3 di atas menunjukkan bahwa 19 butir pertanyaaan pada variabel minat beli mempunyai nilai r hitung lebih besar dari 0,361 dan 1 butir pertanyaan (nomer 12) mempunyai nilai r hitung lebih kecil dari 0,361. Ke-19 item variabel minat beli adalah valid dan dapat digunakan untuk penelitian berikutnya.
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk menunjukkan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila pengukuran diulangi dua kali atau lebih. Uji reliabilitas atas setiap butir pertanyaan angket dilakukan dengan menggunakan metode alpha cronbach ( ) karena butir pertanyaan
menggunakan metode pengukuran skala. Rumusnya : (Sutrisno Hadi
r11 = Reliabilitas instrumen K = Banyak butir pertanyaan σ2t = Varian total
σ2b = Jumlah varian butir
Adapun hasil uji reliabailitas dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 3.4 Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Alpha
Cronbach. keterangan Daya tarik iklan (X.1) 0,916 sangat kuat Celebrity indoser (X.2) 0,878 sangat kuat Minat beli (Y) 0,908 sangat kuat
Sumber: Data diolah, 2013
Tabel 3.4 di atas menunjukkan bahwa semua variabel penelitia mempunyai alpha cronbach lebih besar dari 0,8. Variabel daya tarik iklan, celebrity indoser dan minat mempunyai reliabilitas yang sangat kuat.
3.8. Teknik Analisis Data 1. Analisa Korelasi
Analisa korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Persamaan korelasi product monent yang digunakan adalah (Sugiyono, 2007:182):
r xy =
Y : Variabel terikat/tergantung X : Variabel Bebas
Adapun interpretasi koefisien korelasi dapat dilhat pada tabel berikut ini:
Tabel 3.5
Pedoman Interprestasi Koefisien Korelasi Interval koefisien Tingkat hubungan
0,00 – 0,199 Sangat rendah 0,20 – 0,399 Rendah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Tinggi 0,80 – 1,000 Sangat tinggi
Sumber: Guilford (1978, dalam Sugiyono, 2007:183)
2. Analisa Regresi Berganda
Analisa regresi berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikatnya secara bersama-sama. Dalam penelitian ini persamaan regresi gandanya adalah :
Y = a + b1X1 + b2X2
Keterangan :
Y : Variabel terikat/tergantung X1, X2, : Variabel Bebas
Keterangan:
k = variabel penelitian n = jumlah data
Kriteria yang digunakan untuk melakukan uji F :
a. Jika F hitung lebih besar dari F tabel maka Ho ditolak, artinya koefisen b dalam persamaan regresi linier berganda adalah tidak sama dengan nol, sehingga persamaan garis regresi linier tersebut adalah benar / diterima.
b. Jika F hitung lebih kecil dari F tabel maka Ho diterima, artinya koefisen b dalam persamaan regresi linier berganda adalah sama dengan nol, sehingga persamaan garis regresi linier tersebut adalah tidak diterima/ditolak. Atau dapat dikatakan bahwa variabel X tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel Y.
3. Regresi Sederhana
Regresi digunakan untuk mengetahui pengaruh antara variabel variabel bebas (X1) dan variabel terikat (Y). Dalam penelitian ini persamaan regresi adalah:
Y = a + bX Keterangan :
Y : Variabel terikat/tergantung X : Variabel Bebas
a : Konstanta
b : Koefisien regresi (Sigit, 2001: 169).
Untuk melihat apakah pengaruh tersebut mempunyai arti yang signifikan atau tidak, maka perlu dilakukan uji t dengan rumus:
1 2
2 r n t r
Dengan taraf signifikansi 5 % dan derajat bebas n – 1, maka kriteria penolakan untuk uji t adalah: Ho diterima apabila: t tabel t hitung - t tabel, berarti tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen dengan variabel dependen. Ho ditolak apabila: t tabel ≤ t hitung atau - t tabel < - t tabel, berarti ada pengaruh yang signifikan antara variabel independen dengan variabel dependen. Untuk mengolah data pada penelitian ini seluruhnya akan menggunakan program komputer yaitu SPSS 16.0 for Windows.
BAB IV
ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian
4.1.1. Deskripsi Responden
Karakteristik responden dalam penelitian ini dianalisis berdasarkan jenis kelamin, umur dan pendidikan responden saat dilakukannya penelitian.
Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 87 orang remaja di Kelurahan Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul. Hasil analisis data karakteristik responden berdasarkan jenis kelaminnya ditunjukkan pada tabel berikut :
Tabel 4.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin
Jumlah responden
Frekuensi Persentase (%)
Laki-laki 38 43,68
Perempuan 49 56,32
Jumlah 87 100,0
Sumber : data diolah, 2013
Berdasarkan tabel 4.1 diatas dapat diketahui bahwa responden perempuan (56,32%) lebih banyak dibandingkan laki-laki (43,68%). Komposisi karakteristik responden berdasarkan pendidikan ini dapat dilihat seperti pada tabel berikut :
Tabel 4.2.
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan
Pendidikan
Jumlah responden
Frekuensi (orang) Persentase (%)
SMP 12 13,79
SMA 48 55,17
PT 27 31,03
Jumlah 87 100,00
Sumber : data diolah, 2013
Berdasarkan tabel 4.2 diatas dapat diketahui bahwa sebagian besar responden lulusan SMA (55,17%), kemudian diikuti lulusan PT (31,03%) da terakhir lulus SMP (13,79%).
4.1.2. Analisisi deskriptif
Analsisi deskriptif adalah gambaran umum mengenai data penelitian variabel daya tarik iklan, celebrity endorse dan minat beli. Kategorisasi untuk ketiga variabel penelitian dapat menggunakan nilai ideal. Mean ideal ( ) dan
= 2 1 4 = 2,5
Standar deviasi ideal ( ) =
6
minimum Skor
maksimum Skor
= 6
1 4 = 0,5
Kategori ditentukan sebagai berikut:
Tinggi = ( + 1 ) sampai 4
= 3 sampai 4
Sedang = ( – 1 ) sampai ( + 1 )
= 2 sampai 3
Rendah = 1 sampai ( -1 )
= 1 sampai 2
Data empirik dikategorikan dengan tujuan untuk mengetahui subjek penelitian tersebut termasuk dalam kategori yang mana. Kategorisai ini berdasarkan nilai teoritik atau perkiraan.
1. Variabel Tarik Iklan
Daya tarik iklan didapatkan dari 10 item pertanyaan yang valid. Daya tarik iklan ini terdiri dari informing, persuadding, reminding dan adding value yang hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.3
Kategori Daya Tarik Iklan
Indikator Mean Std Min Mak Kategori
Informing 2,52 0,74 1,00 4,00 Sedang
Persuading 2,55 0,78 1,00 4,00 Sedang
Reminding 2,64 0,80 1,00 4,00 Sedang
Adding value 2,53 0,86 1,00 4,00 Sedang
Daya tarik iklan (X1) 2,55 0,74 1,00 4,00 Sedang
Sumber : data diolah, 2013
Berdasarkan tabel 4.3, diketahui bahwa daya tarik iklan mempunyai rata-rata sebesar 2,55 dan termasuk dalam kategori sedang. Indikator daya tarik iklan yang mempunyai rata-rata paling besar adalah reminding (2,64), diikuti persuading (2,55), adding value (2,53) dan terakhir informing (2,52).
Tabel 4.4
Mengetahui Manfaat Fresh Care (X1.1)
Jawaban Frekuensi (F) Persentase (%) N FxN
SS 9 10,34 4 36
S 35 40,23 3 105
TS 33 37,93 2 66
STS 10 11,49 1 10
Total 87 100,00 217
Rata-rata 2,49
Sumber: data diolah, 2012
Berdasarkan Tabel 4.4 tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata item
”Dengan melihat iklan anda dapat mengetahui manfaat Fresh Care” sebesar 2,49 atau dapat dikatakan dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa responden banyak yang mengetahui manfaat dari Fresh Care dengan melihat iklan tersebut.
Tabel 4.5
Mengetahui Kemasan Fresh Care (X1.2)
Jawaban Frekuensi (F) Persentase (%) N FxN
SS 8 9,20 4 32
S 36 41,38 3 108
TS 34 39,08 2 68
STS 9 10,34 1 9
Total 87 100,00 217
Rata-rata 2,49
Sumber: data diolah, 2013
Berdasarkan Tabel 4.5 tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata item ” Dengan melihat iklan anda dapat mengetahui kemasan Fresh Care ” sebesar 2,49 atau dapat dikatakan dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa responden sudah banyak yang mengetahui kemasan dari Fresh Care dengan melihat iklan tersebut.
Tabel 4.6
Mengetahui Kelebihan Fresh Care (X1.3)
Jawaban Frekuensi (F) Persentase (%) N FxN
SS 7 8,05 4 28
S 40 45,98 3 120
TS 32 36,78 2 64
STS 8 9,20 1 8
Total 87 100,00 220
Rata-rata 2,53
Sumber: data diolah, 2013
Berdasarkan Tabel 4.6 tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata item ” Dengan melihat iklan anda dapat mengetahui kelebihan Fresh Care” sebesar 2,53 atau dapat dikatakan dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa responden sudah banyak yang mengetahui kelebihan dari Fresh Care seperti mudah dibawa, baunya wangi dan sebagainya.
Tabel 4.7
Mengetahui Produsen Fresh Care (X1.4)
Jawaban Frekuensi (F) Persentase (%) N FxN
SS 9 10,34 4 36
S 42 48,28 3 126
TS 24 27,59 2 48
STS 12
13,79
1 12Total 87 100,00 222
Rata-rata 2,55
Sumber: data diolah, 2013
Berdasarkan Tabel 4.7 tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata item ” Dengan melihat iklan anda dapat mengetahui produsen Fresh Care” sebesar 2,55 atau dapat dikatakan dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa responden sudah banyak yang mengetahui produsen dari Fresh Care yaitu PT Ultra Sakti (US).
Tabel 4.8
Perlu Menggunakan Fresh Care (X1.5)
Jawaban Frekuensi (F) Persentase (%) N FxN
SS 11 12,64 4 44
S 34 39,08 3 102
TS 36 41,38 2 72
STS 6 6,90 1 6
Total 87 100,00 224
Rata-rata 2,57
Sumber: data diolah, 2013
Berdasarkan Tabel 4.8 tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata item
”Dengan melihat Fresh Care anda merasa perlu menggunakan Fresh Care”
sebesar 2,57 atau dapat dikatakan dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa responden banyak yang memakai Fresh Care sebagai pencegahan dan pengobatan.
Tabel 4.9
Perlu Menyediakan Fresh Care (X1.6)
Jawaban Frekuensi (F) Persentase (%) N FxN
SS 11 12,64 4 44
S 35 40,23 3 105
TS 30 34,48 2 60
STS 11 12,64 1 11
Total 87 100,00 220
Rata-rata 2,53
Sumber: data diolah, 2013
Berdasarkan Tabel 4.9 tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata item ” Dengan melihat Fresh Care anda merasa perlu menyediakan Fresh Care bila membutuhkan setiap saat” sebesar 2,53 atau dapat dikatakan dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa responden sudah cukup banyak yang menyediakan Fresh Care setiap harinya.
Tabel 4.10
Mudah Diingat Fresh Care (X1.7)
Jawaban Frekuensi (F) Persentase (%) N FxN
SS 14 16,09 4 56
S 34 39,08 3 102
TS 32 36,78 2 64
STS 7 8,05 1 7
Total 87 100,00 229
Rata-rata 2,63
Sumber: data diolah, 2013
Berdasarkan Tabel 4.10 tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata item ” Dengan melihat Iklan Fresh Care anda mudah mengingat produk Fresh Care”
sebesar 2,63 atau dapat dikatakan dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa responden sudah cukup familiar dengan iklan Fresh Care.
Tabel 4.11
Mengingat Kegunaan Fresh Care (X1.8)
Jawaban Frekuensi (F) Persentase (%) N FxN
SS 14 16,09 4 56
S 39 44,83 3 117
TS 23 26,44 2 46
STS 11 12,64 1 11
Total 87 100,00 230
Rata-rata 2,64
Sumber: data diolah, 2013
Berdasarkan Tabel 4.11 tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata item
”Dengan melihat Iklan Fresh Care anda mengingat kegunaan Fresh Care ” sebesar 2,12 atau dapat dikatakan dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan sebagian besar responden tahu kegunaan dari Fresh Care.
Tabel 4.12
Fresh Care Cocok Semua Usia (X1.9)
Jawaban Frekuensi (F) Persentase (%) N FxN
SS 9 10,34 4 36
S 37 42,53 3 111
TS 27 31,03 2 54
STS 14 16,09 1 14
Total 87 100,00 215
Rata-rata 2,47
Sumber: data diolah, 2013
Berdasarkan Tabel 4.12 tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata item
”Dengan melihat Iklan Fresh Care anda setuju bahwa Fresh Care cocok untuk semua usia” sebesar 2,47 atau dapat dikatakan dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan Fresh Care cocok dapat digunakan untuk semua usia.
Tabel 4.13
Fresh Care Tidak Menimbulkan Bau yang Menyengat (X1.10)
Jawaban Frekuensi (F) Persentase (%) N FxN
SS 14 16,09 4 56
S 36 41,38 3 108
TS 24 27,59 2 48
STS 13 14,94 1 13
Total 87 100,00 225
Rata-rata 2,59
Sumber: data diolah, 2013
Berdasarkan Tabel 4.13 tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata item ” Dengan melihat Iklan Fresh Care anda setuju bahwa Fresh Care tidak menimbulkan bau yang menyengat” sebesar 2,59 atau dapat dikatakan dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan sebagian besar responden berpendapat bahwa Fresh Care tidak mempunyai bau yang menyengat.
2. Variabel Celebrity Endorser
Celebrity endorser didapatkan dari 17 item pertanyaan yang valid.
Celebrity endorser ini terdiri dari daya tarik, kepercayaan dan keahlian yang hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.14
Kategori Celebrity Endorser
Indikator Mean Std Min Mak Kategori
Daya tarik 2,64 0,76 1,00 4,00 Sedang
Kepercayaan 2,76 0,70 1,00 4,00 Sedang
Keahlian 2,68 0,71 1,17 4,00 Sedang
Celebrity endorser (X2) 2,70 0,69 1,06 4,00 Sedang Sumber : data diolah, 2013
Berdasarkan tabel 4.14, diketahui bahwa celebrity endorser mempunyai rata-rata sebesar 2,70 dan termasuk dalam kategori sedang. Indikator celebrity endorser yang mempunyai rata-rata paling besar adalah kepercayaan (2,76), diikuti keahlian (2,68) dan terakhir daya tarik (2,64).
Tabel 4.15
Penampilan Agnes Monica Menarik (X2.1)
Jawaban Frekuensi (F) Persentase (%) N FxN
SS 16 18,39 4 64
S 31 35,63 3 93
TS 33 37,93 2 66
STS 7 8,05 1 7
Total 87 100,00 230
Rata-rata 2,64
Sumber: data diolah, 2013
Berdasarkan Tabel 4.15 tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata item ” Penampilan Agnes Monica dalam iklan Agnes Monica menarik” sebesar 2,64 atau dapat dikatakan dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa sebagaian besar responden menganggap penampilan Agnes Monica dalam ikaln Fresh Care cukup menarik.
Tabel 4.16
Penampilan Agnes Monica Berkelas (X2.2)
Jawaban Frekuensi (F) Persentase (%) N FxN
SS 13 14,94 4 52
S 42 48,28 3 126
TS 23 26,44 2 46
STS 9 10,34 1 9
Total 87 100,00 233
Rata-rata 2,68
Sumber: data diolah, 2013
Berdasarkan Tabel 4.16 tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata item
”Penampilan Agnes Monica dalam iklan Fresh Care terlihat berkelas” sebesar 2,69 atau dapat dikatakan dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan sebagian besar responden berpendapat bahwa penampilan Agnes Monica dalam iklan Fresh Care cukup berkelas.
Tabel 4.17
Penampilan Agnes Monica Elegan (X2.3)
Jawaban Frekuensi (F) Persentase (%) N FxN
SS 14 16,09 4 56
S 40 45,98 3 120
TS 25 28,74 2 50
STS 8 9,20 1 8
Total 87 100,00 234
Rata-rata 2,69
Sumber: data diolah, 2013
Berdasarkan Tabel 4.17 tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata item
”Penampilan Agnes Monica dalam iklan Fresh Care terkesan elegan” sebesar 2,69 atau dapat dikatakan dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan penmpilan Agnes Monica dalam iklan Fresh Care cukup elegan.
Tabel 4.18
Penampilan Agnes Monica Pribadi yang Menarik (X2.4)
Jawaban Frekuensi (F) Persentase (%) N FxN
SS 12 13,79 4 48
S 41 47,13 3 123
TS 23 26,44 2 46
STS 11 12,64 1 11
Total 87 100,00 228
Rata-rata 2,62
Sumber: data diolah, 2013
Berdasarkan Tabel 4.18 tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata item ” Penampilan Agnes Monica dalam iklan Fresh Care menampilkan pribadi yang menarik” sebesar 2,62 atau dapat dikatakan dalam kategori sedang. Sebagian besar responden menyatakan bahwa penampilan Agnes Monica dalam iklan Fresh Care menampilan pribadi yang menarik.
Tabel 4.19
Penampilan Agnes Monica Layak Dipertahankan (X2.5)
Jawaban Frekuensi (F) Persentase (%) N FxN
SS 13 14,94 4 52
S 33 37,93 3 99
TS 31 35,63 2 62
STS 10 11,49 1 10
Total 87 100,00 223
Rata-rata 2,56
Sumber: data diolah, 2013
Berdasarkan Tabel 4.19 tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata item
”Agnes Monica dalam iklan Fresh Care layak dipertahankan” sebesar 2,56 atau dapat dikatakan dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan sebagian responden menyatakan bahwa Agnes Monica sebagai model iklan Fresh Care sudah baik dan harus dipertahankan.
Tabel 4.20
Agnes Monica Memakai Fresh Care (X2.6)
Jawaban Frekuensi (F) Persentase (%) N FxN
SS 16 18,39 4 64
S 38 43,68 3 114
TS 26 29,89 2 52
STS 7 8,05 1 7
Total 87 100,00 237
Rata-rata 2,72
Sumber: data diolah, 2013
Berdasarkan Tabel 4.20 tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata item ” Menurut saya Agnes Monica memakai produk Fresh Care” sebesar 2,72 atau dapat dikatakan dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan sebagian besar responden cukup percaya bahwa Agnes Monica juga memakai Fresh Care.
Tabel 4.21
Agnes Monica Berkata Jujur dalam Iklan Fresh Care (X2.7)
Jawaban Frekuensi (F) Persentase (%) N FxN
SS 17 19,54 4 68
S 41 47,13 3 123
TS 21 24,14 2 42
STS 8 9,20 1 8
Total 87 100,00 241
Rata-rata 2,77
Sumber: data diolah, 2013
Berdasarkan Tabel 4.21 tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata item ” Dalam menyampaikan pesan iklan, Agnes Monica dalam iklan Fresh Care mengatakannya dengan jujur” sebesar 2,77 atau dapat dikatakan dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan responden percaya bahwa Agnes Monica dalam penyampaian pesan diFresh Care.
Tabel 4.22
Penyampaian Pesan Agnes Monica dapat Diandalkan (X2.8)
Jawaban Frekuensi (F) Persentase (%) N FxN
SS 12 13,79 4 48
S 39 44,83 3 117
TS 29 33,33 2 58
STS 7 8,05 1 7
Total 87 100,00 230
Rata-rata 2,64
Sumber: data diolah, 2013
Berdasarkan Tabel 4.22 tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata item ” Dalam menyampaikan pesan iklan, Agnes Monica dalam iklan Fresh Care dapat diandalkan” sebesar 2,64 atau dapat dikatakan dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan penyampinan pesan Agnes Monica dalam iklan Fresh Care dapat diandalkan.
Tabel 4.23
Pesan Iklan Agnes Monica Tulus (X2.9)
Jawaban Frekuensi (F) Persentase (%) N FxN
SS 15 17,24 4 60
S 45 51,72 3 135
TS 23 26,44 2 46
STS 4 4,60 1 4
Total 87 100,00 245
Rata-rata 2,82
Sumber: data diolah, 2013
Berdasarkan Tabel 4.23 tersebut dapat diketahui bahwa rata-rata item
”Agnes Monica dalam iklan Fresh Care menyampaikan pesan iklan dengan tulus” sebesar 2,82 atau dapat dikatakan dalam kategori sedang. Hal ini
”Agnes Monica dalam iklan Fresh Care menyampaikan pesan iklan dengan tulus” sebesar 2,82 atau dapat dikatakan dalam kategori sedang. Hal ini