• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.1 Jenis penelitian

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian Research and

Development (R&D). Sukmadinata (2008: 164) menjelaskan bahwa penelitian dan pengembangan adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang dapat dipertanggungjawabkan.

3.2 Setting Penelitian

Setting penelitian membahas mengenai objek penelitian, subjek penelitian, lokasi penelitian dan waktu penelitian.

3.2.1 Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah sekelompok siswa kelas IV C tahun ajaran 2016/2017. Sekelompok siswa tersebut berjumlah enam siswa yang terdiri dari tiga laki-laki dan tiga perempuan. Siswa tersebut dipilih berdasarkan pada perolehan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), perolehan nilai sedang, dan perolehan nilai di atas KKM.

3.2.2 Objek Penelitian

Objek penelitian ini adalah Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis pendekatan saintifik pada pembelajaran IPA materi gaya, gerak, dan energi. Penelitian ini mengembangkan LKS untuk mempelajari materi gaya, gerak, dan energi yang berisi panduan pembelajaran dengan lima tahapan pendekatan saintifik, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar, mengkomunikasikan.

3.2.3 Lokasi Penelitian

Penelitian R and D ini dilaksanakan di SD Negeri Perumnas Condongcatur

sebagai sampel uji coba lapangan terbatas yang beralamat di Jalan Flamboyan No.11, Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa

Yogyakarta 55283. Peneliti memilih sekolah ini sebagai sampel karena secara umum prestasi siswa di bidang akademik cukup baik, nilai akreditasi sekolah “A”. Selain itu, lokasi sekolah yang berada di kawasan Yogyakarta. Alasan selanjutnya adalah kemampuan siswa yang beragam dan karakteristik siswa yang berbeda-beda, misalnya saja nilai siswa yang berbeda satu dengan yang lain.

3.2.4 Waktu Penelitian

Penelitian R and D dilaksanakan mulai bulan Juli 2016 hingga Desember

2016. Secara keseluruhan, penelitian ini berlangsung selama kurang lebih enam bulan.

3.3 Rancangan Penelitian

Penelitian dan pengembangan yang menghasilkan produk LKS dalam

penelitian R and D ini, peneliti mengadopsi model yang dikembangkan oleh (Dick

& Carey 2003 dalam Setyosari, 2013: 230 – 235). Terdapat sepuluh langkah dalam

penelitian dan pengembangan tersebut yaitu: 1) analisis kebutuhan dan tujuan, 2) analisis pembelajaran, 3) analisis pembelajaran dan konteks, 4) merumuskan tujuan performansi, 5) mengembangkan instrumen, 6) mengembangkan strategi pembelajaran, 7) mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran, 8) merancang dan melakukan evaluasi formatif, 9) melakukan revisi, dan 10) evaluasi sumatif.

Penelitian R and D yang akan dilakukan adalah pengembangan LKS IPA

berbsis pendekatan saintifik pada daur hidup makhluk hidup. Langkah pengembangan LKS ini mengikuti langkah penelitian yang dikembangkan oleh Dick & Carey. Penelitian ini dibatasi hanya sampai pada evaluasi sumatif dan menghasilkan LKS IPA berbasis pendekatan saintifik.

Gambar 3.1 Langkah-langkah Penelitian dan Pengembangan menurut Dick & Carey

Dari langkah-langkah tersebut di atas, berikut penjelasan setiap tahap pada penelitian R and D Dick & Carey.

1. Analisis kebutuhan dan tujuan

Melakukan analisis kebutuhan untuk menetukan tujuan program atau produk yang akan dikembangkan. Kegiatan analisis kebutuhan ini peneliti mengidentifikasi kebutuhan prioritas yang segera dipenuhi. Dengan menguji kebutuhan, peneliti akan mengetahui adanya suatu keadaan yang seharusnya ada dan keadaan nyata dilapangan yang sebenarnya. Dengan cara melihat kesenjangan yang terjadi, peneliti mencoba menawarkan suatu alternative pemecahan dengan cara mengembangkan suatu produk atau desain tertentu.

2. Analisis pembelajaran

Langkah berikutnya, peneliti melakukan analisis pembelajaran, yang mencakup keterampilan, proses, prosedur, dan tugas-tugas belajar untuk mencapai tujuan

pembelajaran. Hal-hal apa saja yang menjadi kebutuhan yang dirasakan “felt need”,

perlu di identifikasi dan selanjutnya diungkapkan dalam rancangan produk atau desain yang ingin dikembangkan. Ini menjadi spesifikasi suatu produk atau desain yang akan dikembangkan lebih lanjut dan memiliki kekhasan tersendiri.

Merumuskan tujuan khusus Analisis kebutuhan dan tujuan Evaluasi Sumatif Merancang dan melakukan evaluasi formatif Analisis pembelajaran Mengemban- gkan strategi pembelajaran Mengembang- kan dan memilih bahan pembelajaran Mengem- bangkan instrumen Melakuka n revisi Analisis pembelajaran dan konteks

3. Analisis pembelajaran dan konteks

Analisis ini bisa dilakukan secara bersamaan dengan analisis pembelajaran, atau dilakukan setelah analisis pembelajaran. Menganalisis pembelajaran dan konteks, yang mancakup kemampuan, sikap, dan karakteristik awal pembelajaran dalam latar pembelajaran, juga termasuk karakteristik latar pembelajaran tersebut dimana pengetahuan dan keterampilan baru akan digunakan. Langkah 2 dan 3 dapat dilakukan baik secara berurutan, atau secara bersamaan.

4. Merumuskan tujuan performansi

Merumuskan tujuan performansi atau unjuk kerja dilakukan setelah analisis- analisis pembelajaran dan konteks. Merumuskan tujuan unjuk kerja ini dilakukan dengan cara menjabarkan tujuan umum kedalam tujuan yang lebih spesifik yang berupa rumusan tujuan unjuk kerja, atau operasional. Gambaran rumusan operasional ini mencerminkan tujuan khusus program atau produk, prosedur yang dikembangkan.

5. Mengembangkan instrumen

Langkah berikutnya adalah mengembangkan instrument assessment, yang

secara langsung berkaitan dengan tujuan khusus, operasional (sebagaimana yang dikemukakan di depan). Tugas mengembangkan instrumen ini menjadi sangat penting. Instrumen dalam hal ini bisa berkaitan langsung dengan tujuan operasional yang ingin dicapai berdasarkan indikator-indikator tertentu, dan juga instrument untuk mengukur perangkat produk atau desain yang dikembangkan. Instrumen yang berkaitan dengan tujuan khusus berupa tes hasil belajar, sedangkan instrumen yang berkaitan dengan perangkat produk atau desain yang dikembangkan dapat berupa kuesioner atau daftar cek.

6. Mengembangkan strategi pembelajaran

Mengembangkan strategi pembelajaran, yang secara spesifik untuk membantu pembelajaran mencapai tujuan khusus. Strategi pembelajaran tertentu yang dirancang khusus untuk mencapai tujuan dinyatakan secara eksplisit oleh peneliti. Strategi pembelajaran yang dirancang ini juga berkaitan dengan produk atau desain yang ingin dikembangkan.

Langkah ini merupakan kegiatannyata yang dilakukan oleh peneliti. Pengembangan dan pemilihan bahan pembelajaran, yang dalam hal ini dapat berupa bahan cetak, manual baik untuk pebelajar maupun pembelajar, dan media lain yang dirancang untuk mendukung pencapaian tujuan. Produk atau desain yang dikembangkan berdasarkan tipe, jenis, dan model tertentu perlu diberikan argument atau alasan mengapa memilih dan mengembangkan berdasarkan tipe atau model tersebut.

8. Merancang dan melakukan evaluasi formatif

Merancang dan melakukan evaluasi formatif, yaitu evaluasi yang dilaksanakan oleh peneliti selama proses, prosedur, program, atau produk yang dikembangkan. Evaluasi formatif ini dilakukan pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan maksud untuk mendukung proses peningkatan efektifitas.

Dick & Carey merekomendasikans uatu proses evaluasi formatif yang terdiri atas tiga langkah:

1) Uji coba prototipe bahan secara perorangan (one – to – one – try out); uji coba

perorangan ini dilakukan untuk memperoleh masukan awal tentang produk atau rancangan tertentu. Uji coba perorangan dilakukan kepada subjek 1-3 orang. Setelah dilakukan uji coba perorangan, produk atau rancangan direvisi.

2) Uji coba kelompok kecil (small group try out). Uji coba ini melibatkan subjek

yang terdiri atas 6 - 8 subjek. Hasil uji coba kelompok kecil ini dipakai untuk melakukan revisi produk atau rancangan.

3) Uji coba lapangan (field try out). Uji coba lapangan ini yang melibatkan subjek

dalam kelas yang lebih besar yang melibatkan 15-30 subjek. Selama uji coba ini peneliti melakukan observasi dan wawancara. Dengan demikian, peneliti melakukan pendekatan kualitatif disamping data kuantitatif (hasil tes skala sikap, rubric dan sebagainya). Hasil validasi dari merancang dan melakukan evaluasi formatif ini kemudian dipakai untuk melakukan revisi.

9. Melakukan revisi

Revisi dilakukan terhadap proses (pembelajaran), prosedur, program atau produk dikaitkan dengan langkah-langkah sebelumnya. Revisi dilakukan terhadap tujuh langkah pertama yaitu tujuan umum pembelajaran, analisis pembelajaran,

perilaku awal, tujuan unjuk kerja atau performansi, butir tes, strategi pembelajaran, dan bahan-bahan pembelajaran.

10. Evaluasi sumatif

Evaluasi sumatif dilaksanakan dengan tujuan untuk menentukan tingkat efektifitas produk, program, proses secara keseluruhan dibandingkan dengan program lain. Keperluan pengembangan ini biasanya peneliti hanya menggunakan sampai pada langkah ke Sembilan, yaitu evaluasi formatif dimana rancangan, proses, program sudah dianggap selesai. Akan tetapi, untuk keperluan uji efektifitas rancangan, prose, program secara menyeluruh diperlukan uji atau evaluasi secara eksternal. Demikian diperoleh tingkat efesiensi, efektifitas, dan daya tarik rancangan, proses dan program secara menyeluruh.

3.4 Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian yang peneliti gunakan mengadopsi langkah-langkah penelitian dan pengembangan dari Dick & Carey. Langkah-langkah prosedur pengmbangan tersebut akan dijelaskan dalam bagan di bawah ini.

LANGKAH I Analisis kebutuhan Analisis pembelajaran Analisis siswa Merumuskan tujuan LANGKAH II LANGKAH III Mengembangkan instrumen Rubrik penilaian ahli validasi instrumen Pretest Posttest LANGKAH IV Mengembangkan strategi Mengembangkan LKS LANGKAH V LANGKAH VI Evaluasi Formatif Uji coba lapangan terbatas Penilaian ahli

Dosen IPA Guru SD

Siswa Kelas IV SD

LANGKAH VII

Revisi Sesuai dengan

komentar dari ahli

Evaluasi Sumatif

Persentase Peningkatan Posttest Pretest

3.4.1 Analisis Kebutuhan

Pada tahap pertama, peneliti melakukan dua analisis kebutuhan yang terdiri dari analisis siswa dan analisis pembelajaran. Berikut penjelasan dari kedua analisis tersebut.

3.4.1.1Analisis Pembelajaran

Setelah melakukan analisis siswa, peneliti melakukan analisis pembelajaran berdasarkan observasi yang dilakukan pada pembelajaran IPA kelas IV SD Negeri Perumnas Condongcatur. Saat peneliti melakukan observasi, ternyata guru tidak menggunakan LKS dalam mendukung proses pembelajaran, melainkan guru lebih dominan menggunakan buku siswa dan cenderung ceramah di kelas. Selain itu,

guru juga terpaku pada power point yang ditampilkan di layar LCD dan guru hanya

membaca materi yang telah dituliskannya di power point tersebut. Kemudian, guru

tidak mengajak siswa aktif melakukan suatu kegiatan, melainkan guru hanya meminta siswa untuk mendengarkan, mencatat, dan menghafal apa yang telah disampaikan oleh guru. Paparan mengenai hasil analisis siswa dan analisis pembelajaran tersebut menjadi pertimbangan bagi peneliti dalam pembuatan kuesioner analisis kebutuhan.

3.4.1.2Analisis Siswa

Peneliti melakukan analisis siswa berdasarkan observasi yang dilakukan pada pembelajaran IPA kelas IV SDN Perumnas Condongcatur. Observasi dilaksanakan pada tanggal 25 juli 2016. Hasil yang diperoleh melalui observasi tersebut adalah ketika guru menjelaskan materi pembelajaran, banyak dari siswa yang tidak memperhatikan dengan baik dan cenderung berbicara dengan temannya. Selain itu, tidak ada keaktifan yang muncul saat guru bertanya mengenai materi yang disampaikan. Siswa cenderung diam saja dan hanya mengangguk-anggukan kepala ketika guru menunjuk salah satu siswa untuk menjelaskan kembali materi yang disampaikan. Kemudian, ada siswa yang meletakkan kepalanya di atas meja, karena merasa materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru membosankan dan sulit untuk dipahami. Hal ini, dapat dibuktikan ketika guru bertanya kepada siswa, sebagian besar siswa diam dan tidak bisa menjawab ketika ditunjuk dan jawaban yang disampaikan kurang tepat.

3.4.2 Merumuskan Tujuan Khusus

Pada tahap kedua, peneliti merumuskan tujuan khusus berdasarkan empat karakteristik LKS berbasis pendekatan saintifik sebagai berikut (1) mengarahkan siswa aktif melakukan berbagai kegiatan pembelajaran; (2) mengajak siswa untuk mencari sumber informasi yang beragam di sekolah, rumah, dan lingkungan masyarakat; (3) mengarahkan siswa untuk membangun konsepnya secara mandiri; dan (4) mengarahkan siswa untuk melaksanakan lima tahapan pendekatan saintifik yaitu lain mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan. Berdasarkan empat tujuan LKS menjadi pedoman bagi peneliti dalam penyusunan LKS.

3.4.3 Mengembangkan Instrumen

Pada tahap ketiga, peneliti melakukan pengembangkan instrumen dengan

cara merumuskan soal pretest dan posttest, dan membuat rubrik penilaian ahli

validasi instrumen. Pengujian soal pretest dan posttest dilakukan pada uji coba

lapangan terbatas di SDN Perumnas Condongcatur. Pretest dilakukan sebelum

menggunakan LKS IPA berbasis pendekatan saintifik untuk mengetahui kondisi

awal siswa. Posttest dilakukan di akhir setelah menggunakan LKS IPA berbasis

pendekatan saintifik untuk mengetahui kemampuan yang diperoleh siswa. Peneliti menyusun dan mengembangkan tes berdasarkan Kompetensi Dasar (KD) 3.3 Memahami hubungan antara gaya, gerak dan energi melalui pengamatan serta

mendeskripsikan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.. Peneliti

mengembangkan KD tersebut menjadi dua indikator. Kedua indikator tersebut dikembangkan menjadi 20 soal tipe pilihan ganda.

3.4.4 Mengembangkan Strategi

Pada tahap empat, peneliti mengembangkan strategi. Strategi pada hal ini berkaitan dengan isi LKS yang dibuat peneliti. Adapun isi dari LKS yaitu (1) peneliti membuat pemetaan Kompetensi Inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), indikator, dan tujuan kegiatan. Pada setiap kegiatan LKS terdapat lima tahapan pendekatan saintifik yaitu mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan.

3.4.5 Mengembangkan LKS

Pada tahap kelima, peneliti mengembangkan LKS. Pengembangan tersebut berdasarkan pemetaan KI dan KD yang telah dilakukan pada tahap pengembangan strategi. Selain itu, peneliti juga menggunakan lima tahapan pendekatan saintifik. LKS dikembangkan dengan gambar yang menarik siswa untuk membaca dan mengerjakan setiap kegiatan dalam LKS.

3.4.6 Evaluasi Formatif

Pada tahap keenam, setelah produk LKS selesai dibuat, kemudian peneliti membuat rubrik penilaian untuk validasi produk. Peneliti memilih dua ahli yaitu ahli IPA dan guru SD. Setelah ahli memberikan validasi kepada produk LKS dan dinyatakan layak untuk diujicobakan, maka langkah selanjutnya adalah peneliti melakukan uji coba lapangan terbatas kepada enam siswa kelas IV SDN Perumnas Condongcatur.

3.4.7 Revisi

Pada tahap ketujuh, peneliti melakukan revisi produk LKS berdasarkan komentar dari ahli validasi dan hasil wawancara terhadap siswa setelah menggunakan LKS IPA berbasis pendekatan saintifik.

3.4.8 Evaluasi Sumatif

Pada tahap kedelapan, peneliti melakukan pengolahan data berdasarkan hasil uji coba lapangan terbatas kepada enam siswa kelas IV SDN Perumnas Condongcatur. Pengolahan data tersebut bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan pretest dan posttest, serta mengetahui keefektifan penggunaan LKS.