• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jumlah Sistem Informasi yang Dimanfaatkan secara Efektif

Sasaran Strategis 8 Terselenggaranya 100% Sistem Dukungan Pengambilan Keputusan

35. Jumlah Sistem Informasi yang Dimanfaatkan secara Efektif

IKU ini dimaksudkan untuk mengukur pemanfaatan/implementasi sistem informasi yang telah dibangun oleh BPKP dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh pimpinan. Pengukuran IKU dilakukan dengan membandingkan jumlah sistem informasi yang telah dimanfaatkan secara efektif oleh Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta dengan jumlah sistem informasi yang telah dikembangkan oleh BPKP.

Realisasi IKU tahun 2013 sebanyak sepuluh sistem informasi telah dimanfaatkan secara efektif oleh Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta atau mencapai 100% dari target. Realisasi tersebut sama dengan realisasi tahun 2012. Jika dibandingkan dengan target akhir periode Renstra tahun 2014, IKU ini juga telah mencapai 100% target sebanyak 10 sistem informasi. Kesepuluh sistem informasi tersebut meliputi :

Sasaran Strategis 8

Terselenggaranya 100% Sistem Dukungan Pengambilan Keputusan

bagi Pimpinan

Kecepatan pemrosesan dan penyampaian laporan hasil pengawasan maupun kegiatan Perwakilan dan penyampaian informasi secara cepat menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya. Untuk itu, dibutuhkan sistem informasi yang dapat mendukung kelancaran pemrosesan dan penyampaian laporan maupun informasi tersebut. Untuk mengukur sejauh mana Perwakilan BPKP memanfaatkan sistem aplikasi yang telah dibangun oleh BPKP, dipandang perlu menetapkan sasaran strategis “Terselenggaranya 100% Sistem Dukungan Pengambilan Keputusan bagi Pimpinan”.

Sasaran strategis ini diindikasikan oleh satu IKU dominan yang terkait langsung dengan terselenggaranya sistem dukungan. Realisasi IKU tahun 2013 dibandingkan dengan tahun 2012 dan dikaitkan target tahun 2014 disajikan pada Tabel 3.11.

Tabel 3.11

Perkembangan Pencapaian Indikator Sasaran Strategis 8

No Indikator Kinerja Satuan

Kinerja Kenaikan /(Penuru nan) Target Kinerja 2014 Capaian 2012 thd Target 2014 2011 2012

1 Jumlah sistem informasi yang dimanfaatkan secara efektif

sistem 10 10 0 10 100

Dari tabel tersebut dan dikaitkan dengan capaian kinerja sasaran sebagaimana pada Tabel 3.1 terlihat bahwa IKU pada sasaran strategis tahun 2013 telah tercapai 100%. Uraian capaian IKU sasaran strategis ini adalah sebagai berikut :

35. Jumlah Sistem Informasi yang Dimanfaatkan secara Efektif

IKU ini dimaksudkan untuk mengukur pemanfaatan/implementasi sistem informasi yang telah dibangun oleh BPKP dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh pimpinan. Pengukuran IKU dilakukan dengan membandingkan jumlah sistem informasi yang telah dimanfaatkan secara efektif oleh Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta dengan jumlah sistem informasi yang telah dikembangkan oleh BPKP.

Realisasi IKU tahun 2013 sebanyak sepuluh sistem informasi telah dimanfaatkan secara efektif oleh Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta atau mencapai 100% dari target. Realisasi tersebut sama dengan realisasi tahun 2012. Jika dibandingkan dengan target akhir periode Renstra tahun 2014, IKU ini juga telah mencapai 100% target sebanyak 10 sistem informasi. Kesepuluh sistem informasi tersebut meliputi :

Sasaran Strategis 8

Terselenggaranya 100% Sistem Dukungan Pengambilan Keputusan

bagi Pimpinan

Kecepatan pemrosesan dan penyampaian laporan hasil pengawasan maupun kegiatan Perwakilan dan penyampaian informasi secara cepat menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya. Untuk itu, dibutuhkan sistem informasi yang dapat mendukung kelancaran pemrosesan dan penyampaian laporan maupun informasi tersebut. Untuk mengukur sejauh mana Perwakilan BPKP memanfaatkan sistem aplikasi yang telah dibangun oleh BPKP, dipandang perlu menetapkan sasaran strategis “Terselenggaranya 100% Sistem Dukungan Pengambilan Keputusan bagi Pimpinan”.

Sasaran strategis ini diindikasikan oleh satu IKU dominan yang terkait langsung dengan terselenggaranya sistem dukungan. Realisasi IKU tahun 2013 dibandingkan dengan tahun 2012 dan dikaitkan target tahun 2014 disajikan pada Tabel 3.11.

Tabel 3.11

Perkembangan Pencapaian Indikator Sasaran Strategis 8

No Indikator Kinerja Satuan

Kinerja Kenaikan /(Penuru nan) Target Kinerja 2014 Capaian 2012 thd Target 2014 2011 2012

1 Jumlah sistem informasi yang dimanfaatkan secara efektif

sistem 10 10 0 10 100

Dari tabel tersebut dan dikaitkan dengan capaian kinerja sasaran sebagaimana pada Tabel 3.1 terlihat bahwa IKU pada sasaran strategis tahun 2013 telah tercapai 100%. Uraian capaian IKU sasaran strategis ini adalah sebagai berikut :

35. Jumlah Sistem Informasi yang Dimanfaatkan secara Efektif

IKU ini dimaksudkan untuk mengukur pemanfaatan/implementasi sistem informasi yang telah dibangun oleh BPKP dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh pimpinan. Pengukuran IKU dilakukan dengan membandingkan jumlah sistem informasi yang telah dimanfaatkan secara efektif oleh Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta dengan jumlah sistem informasi yang telah dikembangkan oleh BPKP.

Realisasi IKU tahun 2013 sebanyak sepuluh sistem informasi telah dimanfaatkan secara efektif oleh Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta atau mencapai 100% dari target. Realisasi tersebut sama dengan realisasi tahun 2012. Jika dibandingkan dengan target akhir periode Renstra tahun 2014, IKU ini juga telah mencapai 100% target sebanyak 10 sistem informasi. Kesepuluh sistem informasi tersebut meliputi :

Aplikasi Sispedap Aplikasi Sispeka Aplikasi SIM RKT Aplikasi Simonev RKT Aplikasi Sim HP Aplikasi PP 39 Aplikasi RKKL/DIPA Aplikasi SAI Aplikasi SIMAK BMN Aplikasi SPM

Selain itu, sejak tahun 2012 Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta telah mengembangkan aplikasi Paris Update, yaitu aplikasi berbasis web sebagai media

storing dan sharing knowledge untuk mengembangkanknowledge based management.

Sejak akhir tahun 2012 Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta juga telah menerapkan aplikasi EXIS yang dikembangkan oleh Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur. Aplikasi tersebut sangat bermanfaat pengelolaan perencanaan penugasan maupun keuangan.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini pada tahun 2013 menggunakan dana sebesar Rp1.430.377.000,00 atau 98,49% dari anggaran sebesar Rp1.452.329.000,00 yang seluruhnya merupakan dana DIPA serta menggunakan SDM sebanyak 1.174 OH atau 110,86% dari rencana sebanyak 1.059 OH.

Aplikasi Sispedap Aplikasi Sispeka Aplikasi SIM RKT Aplikasi Simonev RKT Aplikasi Sim HP Aplikasi PP 39 Aplikasi RKKL/DIPA Aplikasi SAI Aplikasi SIMAK BMN Aplikasi SPM

Selain itu, sejak tahun 2012 Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta telah mengembangkan aplikasi Paris Update, yaitu aplikasi berbasis web sebagai media

storing dan sharing knowledge untuk mengembangkan knowledge based management.

Sejak akhir tahun 2012 Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta juga telah menerapkan aplikasi EXIS yang dikembangkan oleh Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur. Aplikasi tersebut sangat bermanfaat pengelolaan perencanaan penugasan maupun keuangan.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini pada tahun 2013 menggunakan dana sebesar Rp1.430.377.000,00 atau 98,49% dari anggaran sebesar Rp1.452.329.000,00 yang seluruhnya merupakan dana DIPA serta menggunakan SDM sebanyak 1.174 OH atau 110,86% dari rencana sebanyak 1.059 OH.

Aplikasi Sispedap Aplikasi Sispeka Aplikasi SIM RKT Aplikasi Simonev RKT Aplikasi Sim HP Aplikasi PP 39 Aplikasi RKKL/DIPA Aplikasi SAI Aplikasi SIMAK BMN Aplikasi SPM

Selain itu, sejak tahun 2012 Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta telah mengembangkan aplikasi Paris Update, yaitu aplikasi berbasis web sebagai media

storing dan sharing knowledge untuk mengembangkan knowledge based management.

Sejak akhir tahun 2012 Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta juga telah menerapkan aplikasi EXIS yang dikembangkan oleh Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Timur. Aplikasi tersebut sangat bermanfaat pengelolaan perencanaan penugasan maupun keuangan.

Kegiatan untuk mencapai IKU ini pada tahun 2013 menggunakan dana sebesar Rp1.430.377.000,00 atau 98,49% dari anggaran sebesar Rp1.452.329.000,00 yang seluruhnya merupakan dana DIPA serta menggunakan SDM sebanyak 1.174 OH atau 110,86% dari rencana sebanyak 1.059 OH.

BAB IV

PENUTUP

AKIP Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2013 menyajikan informasi kinerja yang dicapai dibandingkan dengan target yang telah diperjanjikan disertai analisis yang memadai dalam rangka evaluasi guna perbaikan di masa yang akan datang. Laporan kinerja ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kinerja Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mencapai tujuan/sasaran strategis tahun 2013.

Laporan kinerja juga menggambarkan sejauh mana sistem akuntabilitas kinerja telah diimplementasikan dalam penyelenggaraan kinerja. Beberapa perbaikan telah dilakukan terhadap seluruh komponen sistem akuntabilitas kinerja yang meliputi perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, dan pencapaian sasaran organisasi.

Perbaikan dalam perencanaan kinerja meliputi perbaikan kualitas dokumen renstra, rencana kinerja tahunan, penetapan kinerja, dan indikator kinerja utama. Dalam Renstra Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2010-1014 telah ditambahkan sasaran strategis, IKU dan target tahunan. Target kinerja jangka menengah dalam renstra telah dirinci dalam target kinerja tahunan dalam penetapan kinerja tahunan yang digunakan untuk mengukur keberhasilan atau kegagalan. Sasaran strategis diukur dengan indikator-indikator kinerja utama yang dominan. Kegiatan yang dirancang telah selaras dan memiliki hubungan kausalitas dengan sasaran.

Dalam hal pengukuran kinerja, perbaikan dilakukan pada mekanisme pengumpulan data kinerja menggunakan sistem aplikasi dan melakukan pengukuran melalui pembandingan realisasi dengan target tahun berjalan.

Perbaikan dalam evaluasi kinerja berupa pemantauan perkembangan pencapaian kinerja dengan memperhatikan hambatan yang dihadapi, selanjutnya merumuskan tindakan yang harus diambil untuk mengatasi hambatan tersebut.

Sebagian besar sasaran strategis telah berhasil memenuhi target yang ditetapkan dalam tahun 2013. Dari delapan sasaran strategis dengan 35 IKU, telah ditetapkan 11 IKU dominan sebagai ukuran untuk menilai capaian tujuan/sasaran. Dalam tahun 2013, enam dari delapan sasaran strategis telah mencapai target 100%, serta 9 dari 11 IKU dominan telah tercapai dengan rincian sebagai berikut :

Sasaran 1 : Dari 2 IKU dominan, tercapai 2, capaian 120% Sasaran 2 : Dari 1 IKU dominan, tercapai 1, capaian 100% Sasaran 3 : Dari 2 IKU dominan, tercapai 2, capaian 120% Sasaran 4 : Dari 1 IKU dominan, tercapai 1, capaian 120%

L

BAB IV

PENUTUP

AKIP Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2013 menyajikan informasi kinerja yang dicapai dibandingkan dengan target yang telah diperjanjikan disertai analisis yang memadai dalam rangka evaluasi guna perbaikan di masa yang akan datang. Laporan kinerja ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kinerja Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mencapai tujuan/sasaran strategis tahun 2013.

Laporan kinerja juga menggambarkan sejauh mana sistem akuntabilitas kinerja telah diimplementasikan dalam penyelenggaraan kinerja. Beberapa perbaikan telah dilakukan terhadap seluruh komponen sistem akuntabilitas kinerja yang meliputi perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, dan pencapaian sasaran organisasi.

Perbaikan dalam perencanaan kinerja meliputi perbaikan kualitas dokumen renstra, rencana kinerja tahunan, penetapan kinerja, dan indikator kinerja utama. Dalam Renstra Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2010-1014 telah ditambahkan sasaran strategis, IKU dan target tahunan. Target kinerja jangka menengah dalam renstra telah dirinci dalam target kinerja tahunan dalam penetapan kinerja tahunan yang digunakan untuk mengukur keberhasilan atau kegagalan. Sasaran strategis diukur dengan indikator-indikator kinerja utama yang dominan. Kegiatan yang dirancang telah selaras dan memiliki hubungan kausalitas dengan sasaran.

Dalam hal pengukuran kinerja, perbaikan dilakukan pada mekanisme pengumpulan data kinerja menggunakan sistem aplikasi dan melakukan pengukuran melalui pembandingan realisasi dengan target tahun berjalan.

Perbaikan dalam evaluasi kinerja berupa pemantauan perkembangan pencapaian kinerja dengan memperhatikan hambatan yang dihadapi, selanjutnya merumuskan tindakan yang harus diambil untuk mengatasi hambatan tersebut.

Sebagian besar sasaran strategis telah berhasil memenuhi target yang ditetapkan dalam tahun 2013. Dari delapan sasaran strategis dengan 35 IKU, telah ditetapkan 11 IKU dominan sebagai ukuran untuk menilai capaian tujuan/sasaran. Dalam tahun 2013, enam dari delapan sasaran strategis telah mencapai target 100%, serta 9 dari 11 IKU dominan telah tercapai dengan rincian sebagai berikut :

Sasaran 1 : Dari 2 IKU dominan, tercapai 2, capaian 120% Sasaran 2 : Dari 1 IKU dominan, tercapai 1, capaian 100% Sasaran 3 : Dari 2 IKU dominan, tercapai 2, capaian 120% Sasaran 4 : Dari 1 IKU dominan, tercapai 1, capaian 120%

L

BAB IV

PENUTUP

AKIP Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2013 menyajikan informasi kinerja yang dicapai dibandingkan dengan target yang telah diperjanjikan disertai analisis yang memadai dalam rangka evaluasi guna perbaikan di masa yang akan datang. Laporan kinerja ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kinerja Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta dalam mencapai tujuan/sasaran strategis tahun 2013.

Laporan kinerja juga menggambarkan sejauh mana sistem akuntabilitas kinerja telah diimplementasikan dalam penyelenggaraan kinerja. Beberapa perbaikan telah dilakukan terhadap seluruh komponen sistem akuntabilitas kinerja yang meliputi perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, pelaporan kinerja, dan pencapaian sasaran organisasi.

Perbaikan dalam perencanaan kinerja meliputi perbaikan kualitas dokumen renstra, rencana kinerja tahunan, penetapan kinerja, dan indikator kinerja utama. Dalam Renstra Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2010-1014 telah ditambahkan sasaran strategis, IKU dan target tahunan. Target kinerja jangka menengah dalam renstra telah dirinci dalam target kinerja tahunan dalam penetapan kinerja tahunan yang digunakan untuk mengukur keberhasilan atau kegagalan. Sasaran strategis diukur dengan indikator-indikator kinerja utama yang dominan. Kegiatan yang dirancang telah selaras dan memiliki hubungan kausalitas dengan sasaran.

Dalam hal pengukuran kinerja, perbaikan dilakukan pada mekanisme pengumpulan data kinerja menggunakan sistem aplikasi dan melakukan pengukuran melalui pembandingan realisasi dengan target tahun berjalan.

Perbaikan dalam evaluasi kinerja berupa pemantauan perkembangan pencapaian kinerja dengan memperhatikan hambatan yang dihadapi, selanjutnya merumuskan tindakan yang harus diambil untuk mengatasi hambatan tersebut.

Sebagian besar sasaran strategis telah berhasil memenuhi target yang ditetapkan dalam tahun 2013. Dari delapan sasaran strategis dengan 35 IKU, telah ditetapkan 11 IKU dominan sebagai ukuran untuk menilai capaian tujuan/sasaran. Dalam tahun 2013, enam dari delapan sasaran strategis telah mencapai target 100%, serta 9 dari 11 IKU dominan telah tercapai dengan rincian sebagai berikut :

Sasaran 1 : Dari 2 IKU dominan, tercapai 2, capaian 120% Sasaran 2 : Dari 1 IKU dominan, tercapai 1, capaian 100% Sasaran 3 : Dari 2 IKU dominan, tercapai 2, capaian 120% Sasaran 4 : Dari 1 IKU dominan, tercapai 1, capaian 120%

Sasaran 5 : Dari 1 IKU dominan, belum tercapai, capaian 83,33% Sasaran 6 : Dari 1 IKU dominan, belum tercapai, capaian 71,43% Sasaran 7 : Dari 2 IKU dominan, tercapai 2, capaian 104% Sasaran 8 : Dari 1 IKU dominan, tercapai 1, capaian 100%

Identifikasi terhadap beberapa kelemahan dalam pencapaian sasaran strategis dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Persentase Pemda yang menyelenggarakan SPIP sesuai PP Nomor 60 Tahun 2008 belum tercapai 100%, karena pada sebagian besar Pemda dalam mengimplementasikan SPIP belum secara integral menyatu dengan kegiatan operasional instansi, melainkan baru pada tahap pemetaan/penilaian risiko dan pengembangan infrastruktur pengendalian berupa penetapan dan pengembangan kebijakan/SOP.

2. Persentase Pemda yang dilakukan asistensi penerapan JFA masih harus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya.

Informasi yang disampaikan dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja ini akan dimanfaatkan oleh seluruh jajaran personil Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai pedoman untuk meningkatkan kualitas kinerja di masa yang akan datang.

Sebagai upaya peningkatan kinerja tersebut, Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta akan melakukan langkah-langkah antara lain sebagai berikut:

a. Melakukan evaluasi internal secara periodik mengenai keberhasilan maupun kegagalan dalam melaksanakan program dan kegiatan serta mengambil langkah-langkah riil untuk menyelesaikan permasalahan yang dijumpai.

b. Mengembangkan manajemen perubahan dan memantapkan sinergitas Reformasi Birokrasi, SPIP, dan Budaya Kerja terutama berkaitan dengan penyempurnaan proses bisnis agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efisien dan efektif serta terwujudnya pengendalian risiko strategis dan risiko operasional.

c. Meningkatkan kapasitas SDM melalui pemantapan pengembangan knowledge based

management dalam berbagai aspek sehingga diharapkan lebih responsif dalam

melaksanakan tugas-tugas teknis (audit dan non audit) maupun non teknis (penunjang).

Sasaran 5 : Dari 1 IKU dominan, belum tercapai, capaian 83,33% Sasaran 6 : Dari 1 IKU dominan, belum tercapai, capaian 71,43% Sasaran 7 : Dari 2 IKU dominan, tercapai 2, capaian 104% Sasaran 8 : Dari 1 IKU dominan, tercapai 1, capaian 100%

Identifikasi terhadap beberapa kelemahan dalam pencapaian sasaran strategis dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Persentase Pemda yang menyelenggarakan SPIP sesuai PP Nomor 60 Tahun 2008 belum tercapai 100%, karena pada sebagian besar Pemda dalam mengimplementasikan SPIP belum secara integral menyatu dengan kegiatan operasional instansi, melainkan baru pada tahap pemetaan/penilaian risiko dan pengembangan infrastruktur pengendalian berupa penetapan dan pengembangan kebijakan/SOP.

2. Persentase Pemda yang dilakukan asistensi penerapan JFA masih harus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya.

Informasi yang disampaikan dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja ini akan dimanfaatkan oleh seluruh jajaran personil Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai pedoman untuk meningkatkan kualitas kinerja di masa yang akan datang.

Sebagai upaya peningkatan kinerja tersebut, Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta akan melakukan langkah-langkah antara lain sebagai berikut:

a. Melakukan evaluasi internal secara periodik mengenai keberhasilan maupun kegagalan dalam melaksanakan program dan kegiatan serta mengambil langkah-langkah riil untuk menyelesaikan permasalahan yang dijumpai.

b. Mengembangkan manajemen perubahan dan memantapkan sinergitas Reformasi Birokrasi, SPIP, dan Budaya Kerja terutama berkaitan dengan penyempurnaan proses bisnis agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efisien dan efektif serta terwujudnya pengendalian risiko strategis dan risiko operasional.

c. Meningkatkan kapasitas SDM melalui pemantapan pengembangan knowledge based

management dalam berbagai aspek sehingga diharapkan lebih responsif dalam

melaksanakan tugas-tugas teknis (audit dan non audit) maupun non teknis (penunjang).

Sasaran 5 : Dari 1 IKU dominan, belum tercapai, capaian 83,33% Sasaran 6 : Dari 1 IKU dominan, belum tercapai, capaian 71,43% Sasaran 7 : Dari 2 IKU dominan, tercapai 2, capaian 104% Sasaran 8 : Dari 1 IKU dominan, tercapai 1, capaian 100%

Identifikasi terhadap beberapa kelemahan dalam pencapaian sasaran strategis dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Persentase Pemda yang menyelenggarakan SPIP sesuai PP Nomor 60 Tahun 2008 belum tercapai 100%, karena pada sebagian besar Pemda dalam mengimplementasikan SPIP belum secara integral menyatu dengan kegiatan operasional instansi, melainkan baru pada tahap pemetaan/penilaian risiko dan pengembangan infrastruktur pengendalian berupa penetapan dan pengembangan kebijakan/SOP.

2. Persentase Pemda yang dilakukan asistensi penerapan JFA masih harus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya.

Informasi yang disampaikan dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja ini akan dimanfaatkan oleh seluruh jajaran personil Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai pedoman untuk meningkatkan kualitas kinerja di masa yang akan datang.

Sebagai upaya peningkatan kinerja tersebut, Perwakilan BPKP Daerah Istimewa Yogyakarta akan melakukan langkah-langkah antara lain sebagai berikut:

a. Melakukan evaluasi internal secara periodik mengenai keberhasilan maupun kegagalan dalam melaksanakan program dan kegiatan serta mengambil langkah-langkah riil untuk menyelesaikan permasalahan yang dijumpai.

b. Mengembangkan manajemen perubahan dan memantapkan sinergitas Reformasi Birokrasi, SPIP, dan Budaya Kerja terutama berkaitan dengan penyempurnaan proses bisnis agar tujuan organisasi dapat tercapai secara efisien dan efektif serta terwujudnya pengendalian risiko strategis dan risiko operasional.

c. Meningkatkan kapasitas SDM melalui pemantapan pengembangan knowledge based

management dalam berbagai aspek sehingga diharapkan lebih responsif dalam

melaksanakan tugas-tugas teknis (audit dan non audit) maupun non teknis (penunjang).

DIPA MITRA JUMLAH DIPA MITRA JUMLAH % Meningkatnya

kualitas 95% LKKL dan 95% LKPD

Persentase IPP yang mendapat

pendampingan penyusunan Laporan Keuangan

% 90 266,67 120,00 104.715 73.840 178.555 94.715 73.840 168.555 94,40 348 941 270,40

Persentase IPD yang laporan keuangannya memperoleh opini minimal WDP % 100 100 100,00 280.491 366.725 647.216 290.491 366.725 657.216 101,55 258 3.001 1.163,18 Persentase jumlah laporan keuangan proyek PHLN yang memperoleh opini dukungan Wajar % 100 100 100,00 314.931 202.192 517.123 314.931 202.192 517.123 100,00 1.367 1.794 131,24 Persentase hasil pengawasan lintas sektoral yang disampaikan ke Pusat % 100 163 120,00 564.817 200.436 765.253 547.426 200.436 747.862 97,73 1.258 2.553 202,94 Persentase hasil pengawasan atas permintaan presiden yang disampaikan ke Pusat % 100 111,76 111,76 170.466 0 170.466 164.565 0 164.565 96,54 777 588 75,68 Persentase hasil pengawasan atas permintaan stakeholders yang dijadikan bahan pengambilan keputusan oleh stakeholders % 90 95,00 105,56 32.240 5.542 37.782 39.830 5.542 45.372 120,09 28 173 617,86

Persentase BUMD yang mendapat pendampingan penyelenggaraan akuntansi % 50 50,00 100,00 121.853 76.130 197.983 121.853 76.130 197.983 100,00 1.378 1.148 83,31 KEUANGAN SDM (OH) Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan Negara dan Pembinaan SPIP

ANGGARAN REALISASI RENCA

NA REALISASI %

CAPAIAN INDIKATOR KINERJA UTAMA TAHUN 2013